cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 442 Documents
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA AGROINDUSTRI KERUPUK KULIT DI KECAMATAN MATARAM Shafina Monita Dzulaiha; Lalu Sukardi; Agus Purbathin Hadi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.796 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i3.592

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk (1) mengidentifikasi kategori skala usaha agroindustri kerupuk kulit di Kecamatan Mataram, (2) merumuskan strategi pengembangan usaha kerupuk kulit. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Unit analisis dalam penelitian adalah produsen kerupuk kulit yang ada di Kecamatan Mataram. Penentuan daerah penelitian menggunakan metode purposive sampling yaitu dengan menentukan secara sengaja Karang Buaya di Kecamatan Mataram sebagai daerah penelitian. Penentuan jumlah responden dilakukan menggunakan metode sensus. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Jenis data yang dikumpulkan yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data menggunakan analisis SWOT untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi pengembangan usaha kerupuk kulit dan analisis Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk mendapatkan prioritas strategi alternatif yang akan dinilai setelah mendapatkan skor pembobotan dari SWOT. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Usaha Agroindustri Kerupuk Kulit di Kecamatan Mataram termasuk ke dalam kategori “usaha mikro”. (2) Strategi pengembangan Agroindustri Kerupuk Kulit di Kecamatan Mataram adalah mempertahankan kualitas produk dengan melihat selera konsumen di pasaran, mempertahankan kualitas produksi kerupuk kulit sehingga mampu bersaing di pasaran, meningkatkan kinerja tenaga kerja dari internal keluarga untuk memaksimalkan hasil produksi, dan mengefisiensikan penggunaan bahan baku untuk menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi
PERAN JAMUR ENDOFIT Trichoderma spp. UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN TERINDUKSI BIBIT PISANG TERHADAP PENYAKIT LAYU FUSARIUM I Made Sudantha; Ni Made Laksmi Ernawati
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.31 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas jamur endofit Trichoderma spp. dalam meningkatkan ketahanan terinduksi bibit pisang terhadap penyakit layu Fusarium. Penelitian menggunakan metode eksperimental yang dilaksanakan di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Mataram menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan percobaan faktorial yang terdiri dari dua faktor dalam tiga ulangan. Faktor jenis jamur endofit Trichoderma spp. yang terdiri atas empat aras, yaitu: tanpa jamur endofit Trichoderma sp.; dengan jamur endofit T. viride isolat ENDO-20, dengan jamur endofit T. koningii isolat ENDO-21; dan dengan jamur endofit T. polysporum isolat ENDO-22. Faktor cara inokulasi jamur endofit Trichoderma spp. yang terdiri atas tiga aras, yaitu: Perendaman bibit/anakan pisang dengan suspensi spora jamur endofit Trichoderma sp.; perlakuan medium tanah dengan infestasi substrat yang mengandung spora jamur endofit Trichoderma sp.; dan perlakuan medium tanah dengan infestasi tablet yang mengandung spora jamur endofit Trichoderma sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur endofit T. viride isolat ENDO-20, T. koningii isolat ENDO-21 dan T. polysporum isolat ENDO-22 yang diperlakukan pada bibit pisang dengan cara perendaman bonggol bibit pisang, perlakuan tanah dengan infestasi substrat dan perlakuan tanah dengan infestasi tablet dapat meningkatkan ketahanan terinduksi bibit pisang terhadap penyakit layu Fusarium ABSTRACT The study aims to determine the effectiveness of fungus Trichoderma spp. endophyte to increase induced resistance of banana seed against Fusarium wilt disease. Research used experimental methods that were held in the Greenhouse Faculty of Agriculture, University of Mataram using Completely Randomized Design with factorial experiment consisting of two factors in three replications. Factors endophyte fungi Trichoderma spp. four level, ie: without endophyte fungus Trichoderma spp.; with endophyte fungus T. viride Endo-20 isolates; with endophyte fungus T. koningii isolates Endo-21; and with endophyte fungus T. polysporum Endo-22 isolates. Factors inoculation endophyte fungus Trichoderma spp. which consists of three level, namely: Soaking seeds banana with fungal spore suspension of endophyte fungus Trichoderma spp.; treatment soil medium with infestation substrate containing spores of endophyte fungus Trichoderma spp., treatment soil medium with infestation tablets containing spores of endophyte fungus Trichoderma spp. The results showed that the endophyte fungus T. viride Endo-20 isolates, T. koningii Endo-21 isolates and T. polysporum Endo-22 isolates were treated in banana seed by soaking seeds banana weevil, soil treatment with substrate infestation and infestation of soil treatment with tablets can increase the induced resistance banana seed against Fusarium wilt disease.
Kontribusi Usaha Budidaya Lebah Madu Trigona sp Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara Susi Ardiani Rahmayanti
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.061 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v28i2.330

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis biaya dan pendapatan usaha budidaya lebah madu Trigona sp di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara; (2) Menganalisis Kontribusi usaha budidaya lebah madu Trigona sp terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara; (3) Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi pelaku usaha budidaya lebah madu Trigona sp di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata biaya produksi usaha budidaya lebah madu Trigona sp di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara sebesar Rp 5.270/stup atau Rp 247.668/proses produksi atau Rp 495.336/tahun dengan nilai penerimaan sebesar Rp 36.503/stup atau Rp 1.715.625/proses produksi atau Rp 3.431.250/tahun. Sementara itu rata-rata pendapatan yang diperoleh petani lebah madu sebesar Rp 31.233/stup Rp 1.467.957/proses produksi atau Rp 2.935.914/tahun; (2) Kontribusi usaha budidaya lebah madu Trigona sp terhadap pendapatan rumah tangga petani di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara sebesar Rp 2.935.914 (21,68%) dari total pendapatan Rp 13.695.676/tahun yang bersumber dari sektor pertanian Rp 6.254.762 (46,19%) dan usaha non pertanian Rp 4.350.000 (32,13%); (3) Kendala utama yang dihadapi petani dalam melakukan usaha budidaya lebah madu Trigona sp di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara adalah koloni dan teknologi dikarenakan keterbatasan koloni dan teknologi yang dimiliki oleh petani, modal, iklim, pendidikan/keterampilan, hama dan pakan.
POTENSI BERBAGAI SPESIES TANAMAN LEGUM PENUTUP TANAH TROPIKA SEBAGAI SUMBER BAHAN ORGANIK UNTUK MEMPERBAIKI SIFAT FISIK, KIMIA DAN BIOLOGI TANAH Herman Suheri; I Komang Damar Jaya; Karwati Zawani; Rukmini Kusmarwiyah; Nur rachman; Budiman Aliansyah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.025 KB)

Abstract

ABSTRAK Bahan organik merupakan komponen yang sangat penting untuk menunjang kehidupan di dalam tanah dan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Pemberian bahan organik sering tidak dilakukan karena terkendala oleh sifat bahan organik yang rengkah (bulky), sehingga upaya mendatangkan bahan organik dari luar usaha tani menjadi sesuatu yang relatif mahal karena diperlukan ruang penyimpanan yang besar, diperlukan alat pengangkutan untuk membawanya ke lokasi tempat dibutuhkan, dan dibutuhkan banyak tenaga kerja ketika diaplikasikan. Untuk mengatasi kendala tersebut, salah satu cara peningkatan bahan organik tanah adalah dengan mengintegrasikan penambahan organik tanah tersebut dalam proses budidaya tanaman, di antaranya dengan menggunakan tanaman penutup tanah (covercrops). Dalam penelitian ini diuji enam spesies tanaman legum tropis yang berpotensi dijadikan sebagai tanaman penutup tanah, yaitu: Centrosema pubescens, Clitoria ternatea, Crotalaria juncea, Crotalaria spectabilis, Calopogonium muconoides dan Vigna unguiculata. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pengembalian biomasa semua species yang diuji memberikan manfaat dalam memperbaiki sifat- sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Kemampuan tanah untuk menahan air menjadi sekitar dua kali lebih baik pada tanah-tanah yang mendapatkan penambahan biomasa tanaman penutup dibandingkan dengan tanah-tanah yang tidak diberikan tanaman penutup. Selanjutnya, tanah yang diberi biomasa tanaman penutup lebih gembur dibandingkan dengan tanah yang tanpa biomasa. Dalam hak sifat kimia, kadar hara N, P, K dan bahan C-organik tanah lebih tinggi pada tanah-tanah yang mendapatkan penambahan biomasa tanaman penutup dibandingkan dengan tanah-tanah yang tidak diberikan tanaman penutup. Pemberian biomasa tanaman penutup tanah juga meningkatkan jumlah total mikrobia di dalam tanah. Perbaikan-perbaikan yang terjadi pada sifat fisik, kimia, dan biologi tanah tersebut diharapkan akan memberikan pengaruh positif terhadap produktifitas tanah dalam menopang pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang dibudidayakan di atasnya ABSTRACT Soil organic matter is one of the most important components in soil provide suitable environment for crop production. In practice, however, attempts to incorporate organic matter from off-farm sources into soil have become very rare due the bulky nature of organic matter. Therefore, to make it efficient, the organic matter must be readily available on-farm. One of the strategy to provide on-farm organic matter is by growing cover crops as an integrated practice the overall farming system. This paper reports the results of study which explores the potential of six tropical legume species as the sources of organic matter to improve the physical, chemical and biological properties of soil. The species include Centrosema pubescens, Clitoria ternatea, Crotalaria juncea, Crotalaria spectabilis, Calopogonium muconoides dan Vigna unguiculata. The results of experiments found that of the six cover crop species under study, Calopogonium muconoides was found to produce the most biomass, although there was no significant different among the six in improving the physical, chemical and biological properties of the soil. This is shown by the similarities among the species in affecting the soil water holding capacity, nutrient status, soil structure, and the soil total microbes. Nevertheless, regardless of the amount of biomass produced by each species, all showed significant contribution to the improvement soil properties when compared with the soils without amendment of the biomass. These results provide us with selections of potential tropical legume cover crops to be used as sources of organic matter in an integrated farming system to improve soil quality.
APLIKASI BIOPESTISIDA Streptomyces sp. DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT PADA TANAMAN KENTANG (Solanum tuberosum L.) DI DATARAN MEDIUM Ni Made Dini Widia Handayani; Irwan Muthahanas; Aluh Nikmatullah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1213.659 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i2.701

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas biopestisida Streptomyces sp. dalam mengendalikan penyakit pada tanaman kentang di dataran medium. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas Mataram dan di UPB BBI Desa Santong Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara NTB, bulan Oktober 2016 sampai dengan Maret 2017. Metode penelitian yaitu eksperimental. Rancangan penelitian uji in-vitro menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan pada 2 jenis patogen (S. rolfsii dan Fusarium sp.) diulang 3 kali diperoleh 30 unit percobaan. Uji in-vivo menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dengan varietas kentang sebagai faktor utama Mikaraset (P1), Atlantic (P2), Bliss (P3) yang ditata dalam RAK diulang 3 kali dan uji lama perendaman umbi benih kentang dengan Streptomyces sp. (tanpa perendaman (S0), 30 menit (S1), 40 menit (S2), 50 menit (S3), dan 60 menit (S4) sebagai anak petak diperoleh 45 unit percobaan. Hasil menunjukan Streptomyces isolat BSi memberikan kemampuan terbaik dalam menghambat jamur patogen S. rolfsii dan Fusarium sp. dalam uji in-vitro. Jamur patogen yang menyerang tanaman kentang yaitu P. infestans dan Fusarium sp. Perlakuan (S4) dan varietas (P3) paling efektif menunda masa inkubasi, menekan persentase dari serangan patogen P. infestans dan Fusarium sp.. Interaksi terbaik dalam menunda masa inkubasi penyakit terdapat pada perlakuan perendaman selama 60 menit (S4) dengan varietas Blis (P3). Perlakuan varietas benih kentang dengan perendaman biopestisida Streptomyces sp. selama 60 menit (S4) menghasilkan jumlah umbi per tanaman, jumlah umbi per petak, berat per umbi dan berat umbi per petak tertinggi. Varietas Blis (P3) menghasilkan jumlah umbi per tanaman, jumlah umbi per petak, dan berat umbi per petak tertinggi, dan varietas Mikraset menghasilkan berat satuan umbi tertinggi. Adapun interaksi terbaik antara varietas Atlantik (P2) dengan lama perendaman biopestisida Streptomyces sp. isolat BSi selama 60 menit (S4) dan varietas Blis (P3) dengan lama perendaman biopestisida Streptomyces sp. isolat BSi selama 60 menit (S4) menghasilkan berat umbi per petak tertinggi.
70 Penilaian Prioritas Pengembangan Produk Kerajinan Anyaman Bambu di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Nani Junaeni1); Abubakar2) .
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.207 KB)

Abstract

Abstract Lombok woven bamboo handicraft industry has the potential, but has not yet been developed optimally. This research aim to determine what kinds of bamboo woven craft products can be developed on the Lombok Island. This research was conducted in Lombok Island, in the locations of the West Lombok, Central Lombok, East Lombok and North Lombok. The study used a descriptive method. Data was collected through in-depth interviews with stakeholders from related institutions as like as businessmen, and structured interviews with woven bamboo craft workers. Data was analyzed with Analytical Hierarchy Process (AHP). The result shows that bamboo woven handicraft products were selected by stakeholders to be developed respectively with their respective weights are laundry box (0.755), handbag (0.660), lamp place (0.638), trash (0.574) and manning (0.451). Stakeholders decision to the product who that is choosed with account the aspects of product functionality (0.254), prices (0.223), style (0.207), model (0.176) and quality (0.141). It is more profitable to produce bamboo woven handicrafts in a medium to large size, because it is more efficient in the use of raw materials as well as having a high selling price. Finally, development of bamboo woven needs assistance and credit program from government. Abstrak Pulau Lombok memiliki potensi kerajinan anyaman bambu yang cukup baik pada sentra-sentra kerajinan anyaman bambu, tetapi ini belum dikembangkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produk kerajinan anyaman bambu yang dapat dikembangkan di Pulau Lombok Penelitian ini dilakukan di Pulau Lombok dengan lokasi sampel : Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara dan Lombok Timur. Metode penelitan menggunakan metode deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara mendalam (indepth interview) dengan stakeholders dari dinas instansi terkait dan pelaku usaha, serta wawancara terstruktur dengan pengrajin anyaman bambu terpilih pada lokasi penelitian. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk kerajinan anyaman yang dipilih stakeholders untuk dikembangkan berturut-turut dengan bobot masing-masing adalah : box laundry (0,755), tas (0,660), tempat lampu (0,638), tempat sampah (0,574) dan bakul (0,451). Keputusan stakeholders terhadap produk yang dipilih dengan mempertimbangkan aspek fungsi produk (0,254), harga (0,223), corak (0,207), model (0,176) dan kualitas (0,141). Usaha kerajinan anyaman bambu di Pulau Lombok menguntungkan dan efiesien, terutama produk kerajinan anyaman bambu dalam ukuran sedang sampai besar, karena lebih efisien dalam penggunaan bahan baku serta harga jual yang lebih tinggi. Akhirnya, pengembangan kerajinan anyaman bamboo membutuhkan program pendampingan dan kredit permodalan dari pemerintah.
2. IDENTIFIKASI JAMUR ANTAGONIS DAN POTENSINYA SEBAGAI AGEN PENGENDALIAN HAYATI JAMUR AKAR PUTIH (Rigidoporus microporus) PADA JAMBU METE I Made Sudantha
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.235 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan isolat jamur antagonis yang berpotensi sebagai agen pengendalian hayati jamur akar putih (JAP) pada tanaman jambu mete. Metode penelitian yang digunakan adalah eksploratif dan eksperimental. Metode eksploratif meliputi isolasi jamur antagonis, pemurnian isolat dan identifikasi isolat, sedangkan metode eksperimental meliputi uji pertumbuhan isolat, uji antagonisme isolat dengan JAP secara oposisi langsung dan uap biakan antagonis. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ditemukan 13 isolat jamur antagonis yaitu Penicillium citrinum, P. purpurogenum, Aspergillus niger, A. japonicus, A. versicolor, A. flavus, A. parasiticus, Gliocladium virens, G. viride, Trichoderma viride, T. hamatum, T. koningii dan T. harzianum. Dari 13 isolat jamur antagonis hanya jamur T. harzianum yang paling mampu menghambat pertumbuhan miselium JAP, kemudian diikuti oleh T. koningii, T. viride, dan T. hamatum. Penghambatan pertumbuhan ini dilakukan melalui kompetisi ruang pertumbuhan, lisis hifa JAP dan antibiotik yang dikeluarkan oleh Trichoderma. ABSTRACT The research aim was to obtain isolates of antagonistic fungi which are potential as biological control agents of white roots fungus on cashew plant. The research using was explorative and experimental methods. Isolation of antagonistic fungi, isolate purification and identification were covered in explorative methods. While experimental method covered examination of the growth of antagonistic fungi al isolates, antagonism examination with white root sungus through direct opposition and steam of antagonists culture. The result showed that 13 isolates of antagonistic fungi were found namely Penicillium citrinum, P. purpurogenum, Aspergillus niger, A. japonicus, A. versicolor, A. flavus, A. parasiticus, Gliocladium virens, G. viride, Trichoderma viride, T. hamatum, T. koningii and T. harzianum. Of the 13 antagonistic fungi isolates, only T. harzianum was the most capable of inhibiting growth of JAP mycelium, then followed by T. koningii, T. viride, and T. hamatum. Inhibition mechanism of JAP mycelium growth was competition of growth space, lysis of JAP hyphae, and antibiotics exerted by Trichoderma.
ANALISIS KOMPARATIF USAHATANI MONOKULTUR TEMBAKAU RAKYAT DAN TUMPANGSARI TEMBAKAU RAKYAT DENGAN CABAI DI KECAMATAN PRINGGABAYA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Salahudin Salahudin
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.904 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v28i3.28

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan: (1) Untuk membandingkann pendapatan usahatani tembakau rakyat antara pola tanam monokultur dan tumpangsari dengan cabai di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur (2) Untuk mengetahui tingkat efisiensi usahatani tembakau rakyat antara pola tanam monokultur dan pola tanam tumpangsari dengan cabai di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur (3) Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam memilih pola tanam pada usahatani tembakau rakyat di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan teknik yang digunakan adalah teknik survei yaitu data dikumpulkan dari sejumlah individu (unit sampling) dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah disusun sebelumnya.Unit analisis dalam penelitian ini adalah petani tembakau rakyat pola tanam monokultur dan tumpangsari.Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan data kualitatif sedangkan sumber data terdiri dari data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pendapatan usahatani tumpangsari tembakau rakyat dengan cabai lebih besar daripada usahatani monokultur tembakau rakyat yaitu dengan perbandingan 13,34 kali lebih besar pendapatan usahatani tumpangsari tembakau rakyat dengan cabai dari usahatani monokultur tembakau rakyat. (2) Nilai R/C ratio pada usahatani tumpangsari tembakau rakyat dengan cabai sebesar 4,38 dan monokultur tembakau sebesar 1,38 dengan selisish 3,00. Kedua pola tanam tersebut menunjukkan layak untuk diusahakan karena masing-masing R/C ratio ≥ 1, akan tetapi pendapatan usahatani tumpangsari tembakau rakyat dengan cabai lebih besar daripada usahatani monokultur tembakau rakyat. (3) Faktor-faktor yang mempengaruhi petani dalam memilih pola tanam pada usahatani tembakau rakyat antara lain pasaran tembakau, perhitungan biaya, jenis tanah, topografi, usaha dan faktor dari bos usaha (pengaruh dari bos), musim, produksi dan keuntungan, waktu dan luas lahan. The research was purposed to:(1) to compared the income of farmer of tobaccobetween with pattern by monoculturefarmand tumpangsari’s farm. (2) To determine the level of efficiency of farming community tobacco between with pattern by monoculturefarm and tumpangsari’s farmtobacco with chili in District of Pringgabaya Regency of East Lombok (3) To informing about the factors that influence farmers into apply pattern plants of tobacco District of Pringgabaya Regency of East Lombok The research was uses descriptive method with survey technique, data collected was obtained by each of farmer (sampling unit) by using questionnaire that has been compiled before. The unit of analysis the study is the farmers of tobacco by monoculture and tumpangsari plants pattern. Types of data used are quantitative data and qualitative data while data sources consist of primary data and secondary data. The results showed that: (1) Income farmer of tobacco by tumpangsari’s farm tobacco with chili more than by monoculture farm and the ratio of 13.34 times. (2) The R / C ratio by tumpangsari’s farm tobacco with chili was 4.38 and by monoculture farm was 1.38 with agio 3,00. Both of farm pattern suitableto applied be work because each R / C ratio ≥ 1, but the income of tumpangsari’s farm tobacco with chili more than monoculture farming tobacco . (3) the factors was influence the farmer to apply farming pattern tobacco among others, market tobacco, calculation of costs, soil type, topography, business and the factor of the leader of business (the effect of the boss), season, production and profits, time and land area.
Motivasi Petani Dalam Mengusahakan Tanaman Hortikultura di Lahan Kering I Gusti Lanang Parta Tanaya
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.398 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i1.548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi petani mengusahakan tanaman hortikultura di lahan kering dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi petani mengusahakan agribisnis hortikultura di lahan kering. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan unit analisis petani hortikultura lahan kering Desa Gumantar Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU). Daerah sampel ini ditentutan secara “purposive sampling” dengan pertimbangan bahwa desa tersebut sebagai lokasi program Kawasan Ekonomi Masyarakat (KEM) Pertamina. Penentuan jumlah responden petani sebanyak 60 orang yang ditentukan secara quota sampling dan penentuan responden secara accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi petani mengusahakan tanaman hortikultura di lahan kering termasuk dalam kategori tinggi dengan nilai skor 56 dari skor maksimum 72 dan faktor-faktor yang signifikan mempengaruhi motivasi petani adalah faktor internal yaitu pengalaman berusahatani dan luas lahan garapan petani; dan faktor eksternal yaitu ketersediaan modal dari luar, peluang pasar komoditas hortikultura dan sifat inovasi budidaya hortikultura yang menantang. Dengan demikian maka disarankan kepada pemerintah agar meningkatkan program penyuluhan mengenai cara budidaya hortikultura yang dapat memberikan hasil produksi yang maksimal dan kepada petani untuk menanam tanaman hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi sesuai permintaan pasar dengan memperhatikan kondisi lahan pertanian dan letak geografis.
PENAMPILAN GENOTIPE JAGUNG UNGGUL DAN TOLERANSINYA TERHADAP KETERBATASAN AIR DALAM SISTEM PENGEMBANGAN AGROTEKNOLOGI BERBEDA SEBAGAI PENUNJANG PROGRAM PIJAR DI PULAU LOMBOK NTB I Wayan Sutresna; Wayan Wangyana; Ni Wayan Dwiani
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.237 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk Mengkaji kemampuan daya adaptasi beberapa genotype jagung pada dua lingkungan tumbuh (paket teknologi) dengan keterbatasan air terhadap pertumbuhan dan hasil. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan percobaan di lapangan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) yang terdiri atas dua factor. Sebagai Petak Utama adalah Paket teknologi sebagai lingkungan tumbuh (T), sedangkan sebagai Anak Petak adalah genotipe potensial/varietas (G). Percobaan dilaksanakan di Lombok Barat mulai Juni sampai dengan September 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Kedua Paket teknologi sederhana maupun teknologi yang telah diperbaiki belum mampu meningkatkan bobot biji kering pipil tanaman jagung kecuali terhadap panjang tongkol, dan bobot 100 butir biji kering; Hibrida Pioner menunjukkan bobot biji kering pipil terberat setara dengan 12,58 ton.-1. ha, pada kondisi paket teknologi sederhana maupun paket teknologi yang telah diperbaiki; Varietas unggul Lamuru dan Sukmaraga menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dan komponen hasil yang lebih tinggi sedangkan Arjuna, BISI 2 dan BISI 18 hanya terhadap komponen hasil. Diharapkan Hibrida Pioner dapat dipertimbangkan untuk dibudidayakan pada lingkungan tumbuh dengan penerapan paket teknologi sederhana maupun yang telah diperbaiki ABSTRACT This study aimed to evaluate adaptability of various maize genotypes to two dryland growing environments (technology packages) on maize growth and yield. Research method applied was experimental method by conducting a field experiment. The experiment was designed according to Split Plot Design in three blocks, with two treatment factors. The main plots were production technology packages as the growth environments (T), while the subplot were maize genotypes/varieties (G). The experiment was conducted in the area of West Lombok, from June to September 2015. Results indicated that both the technology packages either the simple or the improved technology have not been able to increase grain yield of the maize genotypes except for the cob length and weight of 100 dry grains; the Pioneer hybrid showed the highest dry grain yield, which was equivalent to 12.58 tons/ha under simple and improved technology packages; the superior varieties Lamuru and Sukmaraga showed better growth and higher yield components; while Arjuna, BISI 2, and BISI 18 were only high in yield components. It is reccommended that the Pioneer hybrid can be considered to be cultivated in a growing environment with an application of either the simple technology or the improved technology packages.

Page 8 of 45 | Total Record : 442


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue