cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 442 Documents
PENINGKATAN DAYA HASIL GALUR MUTAN KACANG TANAH MELALUI PENGGUNAAN TEKNOLOGI RHIZOBIUM DAN PEMUPUKAN KALSIUM DI LAHAN KERING Hanafi Abdurrachman; A. Farid Hemon; Sumarjan .
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1795.786 KB)

Abstract

abstrak Masalah cekaman kekeringan merupakan faktor pembatas utama pada usahatani kacang tanah di lahan kering. Upaya untuk mengatasi cekaman kekeringan pada usahatani kacang tanah adalah penggunaan kultivar toleran kekeringan dan penerapan teknologi rhizobium dan pemupukan kalsium. Penenlitian ini telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh penerapan Rhizobium dan pupuk kalsium terhadap daya hasil galur mutan kacang tanah di lahan kering. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Perlakuan yang ingin diketahui adalah perlakuan galur mutan kacang tanah (G300-II dan G 200-I) dan varietas Singa, aplikasi Rhizobium (Nodulin dengan dosis 10 g per kg benih) dan tanpa Rhizobium (tanpa Nodulin), dan aplikasi pupuk kalsium (Gypsum 300 kg per hektar) dan tanpa Gypsum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kalsium dan Rhizobium pada galur kacang tanah G300-II mampu meningkatkan berat polong kering 2.177 g/6 m2 atau 3,7 ton/Ha. Pemberian Rhizobium juga mampu meningkatkan kadar N jaringan tanaman kacang tanah dan pemberian kalsium mampu meningkatkan kadar Ca jaringan tanaman. abstrak Drought stress is one of problem to peanut cultivation in dry land. The effort to reduce drought stress is using drought tolerant peanut cultivar and application of Rhizobium bacteria and calsium fertilizer (Gypsum). The experiment had been done to know the effect of Rhizobium bacteria (Nodulin) and calsium fertilizer (Gypsum) application to yield potential of peanut mutan line in dry land. The experiment used block randomize design with treatments were peanut mutan line (G300-II and G 200-I, and Singa cultivar), Rhizobium application (Nodulin with 10 g each kg seed) and no Nodulin, and application of calsium fertilizer (Gypsum 300 kg each hectar) and no calsium. Result of reseach showed that using calsium and Rhizobium at peanut line G300-II could increase dry pod weight until 2,177 g/6 m2 or 3,7 ton/Ha. Application of Rhizobium (Nodulin) increased plant tissue nitrogen content and using calsium fertilizer could also increase plant tissue calsium content.
EFISIENSI ALOKATIF AGROINDUSTRI GULA AREN DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Ir. Suparmin; fakultas pertanian
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.323 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat produksi gula aren, untuk mengetahui efisiensi alokatif pada usaha gula aren. Metoda yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah metoda diskriptif dengan pengambilan secara proportional random sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dari responden produsen gula aren dan data sekunder dari Dinas Perindustrian Kabupaten Lombok Barat. Analisis yang digunakan adalah analisis fungsi produksi Coob Douglas, dengan metode ordinary least squares. Hasil penelitian menun-jukkan bahwa pertama, ada tiga faktor yang mempengaruhi produksi gula aren yaitu jumlah nira aren, jumlah kayu bakar, dan pengalaman berusaha. Kedua, Penggunaan faktor produksi variabel pada usaha gula aren belum efisien. ABTRACT The objective of research are to know factors influencing aren ( Arenga pinnata Merr ) sugar production, allovative efficiency on aren sugar production. The method of this research was descriptive by using a proportional random sampling. The data used are primary data from producer aren sugar, and secondary data from Industry Departement West Lombok. Cobb-Douglas production function, by Ordinary Least Squares method were used in analysis. The result of research show that firstly, there are three factors those influence aren sugar production are anhydrous, firewood, and experience of work, secondly, the use of variable production factors at aren sugar enterprises are not efficient.
Studi Penerapan Kearifan Lokal Sistem Bagi Hasil Dalam Upaya Pengembangan Agribisnis Jagung di Kabupaten Lombok Utara Tajidan Tajidan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1421.238 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui pernjanjian yang disepakati antara pemilik lahan pertanian dan pemilik modal operasional dengan petani penggarap; (2) mengetahui proporsi bagi hasil antara pemilik lahan pertanian dengan petani penggarap dan mengetahui balas jasa atau imbalan yang diberikan oleh petani penggarap kepada pemilik modal operasional; (3) mengetahui penerapan sistem bagi hasil antara para pihak yang mendukung pengembangan agribisnis jagung. Lokasi penelitian di Kecamatan Bayan dan Kecamatan Kayangan yang merupakan sentra produksi jagung di Kabupaten Lombok Utara. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik sampling terbuka dengan jumlah minimum 40 responden petani penggarap. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berstruktur, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, desk study dan observasi. Analisis data dan informasi menggunakan analisis isi, deskriptif kuantitatif dan kualitatif serta deskriptif narasi. Hasil penelitian menujukkan bahwa: Perjanjian yang disepakati dan ditaati antara pemilik lahan pertanian dengan petani penggarap adalah: Pada lahan sawah, bagi hasil mertelu, yaitu 1 (satu) bagian untuk pemilik lahan pertanian dan 2 (dua) bagian untuk petani penggarap dengan perjanjian seluruh biaya produksi usahatani dari pengolahan tanah sampai dengan tanaman siap panen ditanggung oleh petani penggarap, sementara biaya panen, pascapanen dan pengolahan hasil, pengangkutan (transport) dan penjualan ditanggung bersama pemilik lahan dan petani penggarap. Pada lahan ladang, bagi hasil merampat, yaitu 1 (satu) bagian untuk pemilik lahan pertanian dan 3 (tiga) bagian untuk petani penggarap dengan perjanjian semua biaya usahatani mulai dari pengolahan tanah sampai dengan tanaman siap dipanen menjadi tanggungan petani penggarap, sementara biaya panen, pascapanen, pengolahan, pengangkutan (transport) dan biaya penjualan ditanggung bersama pemilik lahan dan petani penggarap. Perjanjian kerja sama antara pemilik modal operasional dengan petani pemilik penggarap adalah sistem pinjaman modal (kredit) dengan tingkat bunga plat, sementara sistem bagi hasil 50% bagian pemilik modal operasional dan 50% bagian petani pemilik penggarap tidak dapat diwujudkan sebagai mana yang diharapkan, karena ada pihak yang mengalami kerugian. Proporsi bagi hasil antara pemilik lahan pertanian dengan petani penggarap dalam sistem bagi hasil adalah pemilik lahan mendapatkan proporsi 41,50% di Kecamatan Bayan dan 55,52% di Kecamatan Kayangan, sementara bagian petani penggarap adalah 58,50% di Kecamatan Bayan dan 44,48% di Kecamatan Kayangan. Balas jasa atau imbalahn yang diberikan oleh petani penggarap kepada pemilik modal operasional pada sistem kredit dengan bunga plat 4,5% per semester sebesar 5,2% dari gross margin usahatani jagung. Penerapan sistem bagi hasil mertelu dan merampat masing-masing pada lahan sawah dan ladang, serta penerapan pembiayaan sistem kredit dengan bunga plat dinilai mampu mengembangkan agribisnis jagung di Kabupaten Lombok Utara.
Analisis Permintaan Pupuk Urea Bersubsidi di PT. Pupuk Kaltim Kota Mataram Nurmaya Khaeroni
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.654 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v29i3.449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Untuk mengetahui pengaruh harga pupuk urea bersubsidi, luas lahan, pendapatan petani, dan lama pendidikan petani terhadap permintaan pupuk urea bersubsidi di Kota Mataram. (2) Mengetahui elastisitas permintaan pupuk urea bersubsidi bagi petani di Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penentuan lokasi kecamatan dilakukan dengan metode purposive sampling dengan pertimbangan bahwa Kecamatan Sandubaya memiliki jumlah penjualan pupuk urea bersubsidi terbanyak di Kota Mataram pada tahun 2018, dan penentuan lokasi kelurahan dilakukan juga secara purposive sampling dengan pertimbangan bahwa Kelurahan Dasan Cermen memiliki jumlah anggota kelompok tani terbanyak yang menggunakan pupuk urea bersubsidi. Penentuan responden ditentukan secara qouta sampling dengan rumus slovin.Jumlah responden masing-masing kelompok tani ditentukan secara proportional sampling, selanjutnyadua orang pengurus diambil secara purposive sampling dan anggota kelompok diambil secara random sampling.Jenis dan sumber data yang digunakan adalah primer dan sekunder.Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh secara nyata pada permintaan pupuk urea bersubsidi di Kota Mataram hanya luas lahan (X2). Elastisitas pendapatan didapatkan sebesar ((-2033833,58) < 1), artinya derajat kepekaan pendapatan konsumen terhadap permintaan pupuk urea bersubsidi memiliki sifat permintaan inelastis.
EFFECTS OF 1-METHYLCYCLOPROPENE (1-MCP) COUPLED WITH CONTROLLED ATMOSPHERE STORAGE ON THE RIPENING AND QUALITY OF ‘CAVENDISH’ BANANA Liana Suryaningsih1; James P. Mattheis2
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.091 KB)

Abstract

ABSTRACT Fresh-fruit banana is well known to have a short-life after harvest. A short pre-pilot study was carried out to test the effect of atmospheric condition exposure to 1-MCP on the quality, limited to CO2 production, cosmetic and flesh appearance, and shelf life of fresh-fruit bananas. Low level of O2 (3 kPa) and high level of CO2 (6 kPa) and 1-MCP (350 ppb for 18 hours), alone or in combination did prevent the browning on the fruit skin after 11 days in Controlled Atmosphere (CA) storage. However, these treatments did not prevent browning on the fruit skin once upon removal from the storage. The appearance of the flesh for all treatments was relatively the same for both in the CA storage and after storage. Fruits treated with 1-MCP and CA storage showed the highest level of CO2 production followed by fruits treated with CA storage only and untreated fruits respectively.
KARAKTERISTIK DAN ANALISIS FINANSIAL USAHATANI TOMAT DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Dudi Septiadi; Andi Iva Mundiyah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.873 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i3.711

Abstract

Tomat merupakan jenis komoditas hortikultura dengan tingkat harga yang terus berfluktuasi. Tujuan Penelitian ini adalah untuk; 1) mendeskripsikan karakteristik usahatani tomat di Kabupaten Lombok Timur; 2) menganalisis tingkat pendapatan petani tomat di Kabupaten Lombok Timur; 3). Menganalisis tingkat kelayakan finansial usahatani tomat di Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi lapangan dengan pendekatan kualitatif - deskriptif. Jumlah responden pada penelitian ini adalah petani tomat sebanyak 40 orang. Teknik pengambilan data yang digunakan yaitu teknik survey dan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatni tomat di Kabupaten Lombok Timur diusahakan oleh petani dengan rata-rata usia produktif dengan pengalaman usahatani yang cukup lama, akan tetapi memiliki tingkat pendidikan yang rendah dan memiliki rata-rata luas areal panen tomat yang juga rendah (0,16 hektar). Berdasarkan analisis finansial, usahatani tomat di Kabupaten Lombok Timur dinyatakan memperoleh keuntungan, karena total nilai penerimaan lebih tinggi dibandingkan dengan total biaya broduksi. Berdasarkan analisis R/C ratio, usahatani tomat di Kabupaten Lombok Timur layak untuk diusahakan, karena nilai R/C ratio sebesar 3,3> 1 (kategori layak diusahakan).
KEMAJUAN GENETIK TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) AKIBAT SELEKSI MASSA PADA DUA POPULASI DASAR YANG BERBEDA I Wayan Sutresna
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.969 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efektivitas seleksi massa atas dasar berat biji kering pipil per tanaman dan umur panen yang lebih awal terhadap kemajuan genetik tanaman jagung manis pada dua populasi dasar yang berbeda. Penelitian ini dilakukan dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 6 ulangan. Seleksi massa dilakukan atas dasar berat biji kering pipil dan umur panen yang lebih awal pada populasi awal dan populasi hasil seleksi setelah 6 siklus seleksi massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: seleksi massa atas dasar berat biji kering pipil pada populasi awal efektif terhadap perbaikan populasi untuk hasil yaitu berat tongkol dengan kemajuan genetik sebesar 1,33 kg per petak atau setara dengan 1,2 ton /ha; seleksi massa atas dasar umur panen yang lebih awal pada populasi setelah 6 siklus seleksi massa efektif terhadap perbaikan populasi untuk umur panen yang lebih genjah, dengan kemajuan genetik sebesar -1,37 hari. ABSTARCT The objective of this research was to study the effectiveness of mass selection methods based on weight of dried grain per plant and earlier harvesting to against the genetic gain of two basic different populations of sweet corn. In this research, the experiment was arranged according to Randomized Completely Block design with six replications. The observation of mass selection on weight of dry seeds and on early-days-to-harverst on initial population and the population resulted from the sixth cycle of mass selection. The results of this research indicated that the mass selection of the initial population based on the weight of dry seeds was found to be effective for improvingweight of ears per plot with a genetic gain of 1.33 kg or equivalent to 1.2 ton.ha; Mass selection based on early days-to-harvest on the population after subjected to six cyclus of selection was only effective for improving harvest earliness of the pouplation, with a genetic gain of -1.37 days.
11. NILAI EKONOMI EKOSISTEM TERUMBU KARANG DI TAMAN WISATA ALAM LAUT GILI INDAH KABUPATEN LOMBOK BARAT, PROPINSI NTB Syarif Husni
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.492 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang dilaksanakan pada tahun 2001 di Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Gili Indah Kabupaten Lombok Barat ini bertujuan untuk menganalisis nilai ekonomi total dan alternatif pengelolaan ekosistem terumbu karang yang optimal. Penentuan responden dilakukan dengan metode Stratified Random Sampling. Analisis data menggunakan Nilai Ekonomi Total dan Analisis Biaya Manfaat melalui Program Stella Versi 4.0.2. Hasil prediksi bahwa luas ekosistem terumbu karang di TWAL Gili Indah sekitar 448,76 ha, dengan Nilai Ekonomi Total (NET) Rp 25.897.263.024/tahun atau Rp 57.708.046,64/ha/tahun. Alternatif pengelolaan ekosistem terumbu karang yang optimal adalah penerapan daya dukung dan pembagian blok kawasan pengelolaan. ABSTRACT This research was conducted in the Natural Marine Park West of Lombok, 2001. The objectives this research were to analyze total economic value and to identifitythe alternatif managements for coral reef ecosystem. Respondents were ditermined using Stratified Random Sampling. The data were analysed for Total Economic Value and Benefit Cost Analysis, using stella program, versi 4.0.2. The result shows that it was predicted that the area of coral reef ecosystem in Gili Indah natural park is about 448.76 ha with the value of Rp. 25.897.024/year or Rp. 57.708.046.65/ha/year. The alternative way to manage the ecosystem optimally is by deviding the area into blocks according to the sustain copaciyt of the blocks.
Peran Kelompok Tani dalam Pengembangan Usaha Kopi di Desa Setiling Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah Baiq Ririn Eka Mahendrayanti
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.482 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v29i2.396

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui peran kelompok tani dalam pengembangan usaha kopi di Desa Setiling Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah(2) Mengetahui kendala-kendala dalam pengembangan kelompok tani kopi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Peran kelompok tani di Desa Setiling termasuk kedalam kategori “Berperan”. Adapun peran kelompok tani dapat dibedakan menjadi beberapa variabel yaitu wadah belajar, wadah kerjasama dan unit produksi. Dari penelitian yang sudah dijalankan didapatkan hasil peran kelompok tani sebagai wadah belajar sebesar 56,7%, wadah kerjasama 26,7% dan unit produksi sebesar 50%. Dapat dilihat bahwa peran kelompok tani dalam pengembangan usaha kopi yang berjalan optimal adalah wadah belajar dan unit produksi.
ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA AGROINDUSTRI GULA AREN DI KECAMATAN LINGSAR Arief Rahman Hakim1; Nurtaji Wathoni2; Abdullah Usman2
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.111 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis : (1) Pendapatan dari agroindustri gula aren di Kecamatan Lingsar; (2) Kelayakan usaha agroindustri gula aren di Kecamatan Lingsar; (3) Mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam pengolahan gula aren baik itu secara teknis maupun ekonomis di Kecamatan Lingsar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik survei melalui daftar pertanyaan dan wawancara.Lokasi penelitian di Lingsar. Lokasi penelitian ditentukan secara Purposive Sampling dan terpilih 3 (tiga) desa sentra produksi gula aren yaitu Desa Langko, Desa Karang Bayan, dan Desa Batu Mekar. Jumlah Responden dalam penelitian ini sebanyak 29 orang yang tersebar di 3 (tiga) Desa, adapun di Desa Langko 9 orang responden, Desa Karang Bayan 10 orang responden, dan Desa Batu Mekar 10 orang responden. Sampel responden ditentukan secara Accidental Sampling. Alat analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan dan kelayakan usaha (R/C-Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Rata-rata produksi gula aren yang dihasilkan perajin gula aren di Kecamatan Lingsar sebesar 15,31 kg dengan harga rata-rata sebesar Rp 10.994,92. Rata-rata nilai produksi sebesar Rp 166.956,90/proses produksi. Rata-rata biaya produksi sebesar Rp 117.115,47/ Proses produksi; (2) Pendapatan yang diperoleh sebesar 49.841,43/ proses Produksi. (3) Agroindustri gula aren di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat layak untuk diusahakan dengan nilai R/C Ratio 1,43( R/C > 1). Terdapat beberapa kendala teknis maupun ekonomis yang dihadapi pengusaha gula aren di Kecamatan Lingsar. Kendala teknis meliputi: (a) Pengaruh pergantian musim/cuaca; (b) Ketersediaan bahan baku utama (nira aren); (c) Ketersediaan kayu bakar. Kendala ekonomis yaitu (a) Harga jual yang tidak kontinu karena ditentukan pengumpul; (b) Terbatasnya modal yang digunakan. ABSTRACT The purposes of this study are to analyze: (1) Revenues from palm sugar agro-industry in the District Lingsar; (2) Feasibility palm sugar agro-industry businesses in the District Lingsar; (3) Knowing the constrains in the processing of palm sugar both technically and economically in Sub Lingsar. This research uses descriptive method with a survey through questionnaires and interviews. The research location in Lingsar. The research location is determined by purposive sampling and elect three (3) villages palm sugar production center that Langko Village, Karang Bayan, and BatuMekar Village. Number of Respondents in this study were 29 people spread over three (3) Village The Village Langko 9 respondents, Karang Bayan 10 respondents, and Batu Mekar Village 10 respondents. The sample of respondents is determined by accidental sampling. The analytical tool used is the analysis of income and feasibility (R / C Ratio). The results showed that:(1) Average production of palm sugar palm sugar that is produced by artisans in the district of Lingsar of 15.31 kg at an average price of Rp 10994.92. The average value of production amounted to Rp 166,956.90 / production process. The average production cost of Rp 117,115.47 / production process; (2) The income of 49841.43 / production process. (3) Agro-industry of palm sugar in Lingsar District of West Lombok deserves to be developed by the R / C ratio of 1.43 (R / C> 1). There are some technical and economic obstacles facing entrepreneurs in Sub Lingsar palm sugar. Technical obstacles include: (a) The effect of the change of seasons / weather; (b) availability of key raw materials (palm sugar); (c) Availability of firewood. Economic constraints, namely (a) the sale price is not continuous because of determined collectors; (b) Lack of capital employed.

Page 7 of 45 | Total Record : 442


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue