cover
Contact Name
Nursan
Contact Email
mnursan@yahoo.co.id
Phone
+6281915849785
Journal Mail Official
jurnal.agroteksos@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No 62 Mataram, NTB, Indonesia
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Agroteksos
Published by Universitas Mataram
ISSN : 08528268     EISSN : 26854368     DOI : https://doi.org/10.29303/agroteksos
Agroteksos merupakan jurnal pertama yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Agroteksos terdaftar di LIPI dengan p-ISSN (p-ISSN No. 0852-8268) pada 25 Mei 2007, dan e-ISSN (e-ISSN No. 2685-4368) pada 19 Juli 2019, Agroteksos menerbitkan minimal 6 artikel dalam satu edisi yang terbit 3 kali dalam setahun. Untuk peningkatan kualitas, Agroteksos telah menggunakan sistem jurnal online OJS 3. Agroteksos adalah Jurnal Ilmiah Pertanian yang memuat tulisan-tulisan hasil penelitian dan gagasan ilmiah di bidang Ilmu Pertanian, yang meliputi aspek Agronomi (termasuk kajian Pemuliaan, Produksi dan Perlindungan Tanaman, dan Ilmu Tanah), Teknologi dan Sosial Ekonomi Pertanian ( Agroteksos). Agroteksos diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram tiga kali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember). Redaksi menerima artikel dalam bahasa Indonesia dan Inggris, baik dari universitas maupun luar universitas, baik dari dalam maupun dari luar negeri.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 442 Documents
KERAGAAN HASIL DAN KOMPONEN HASIL BEBERAPA GALUR KEDELAI BIJI COKLAT PADA KONDISI CEKAMAN NAUNGAN Kisman (1; I Wayan Sutresna; IGP Muliarta A; Idris (2; AAK Sudharmawan
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.747 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan hasil dan komponen hasil beberapa galur kedelai biji coklat hasil persilangan kedelai hitam x kedelai kuning pada kondisi cekaman naungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan percobaan lapang menggunakan pot percobaan. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan dua faktor: faktor genotype (G) yang terdiri atas tujuh galur kedelai biji coklat, hasil persilangan tetua kedelai hitam (Ceneng, Detham-1) dengan kedelai kuning (Lokal Godek, Burangrang), dan faktor naungan (N) yang terdiri atas naungan 65% dan tanpa naungan. Masing-masing perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 42 pot percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Keragaan hasil dan komponen hasil galur kedelai biji coklat mengalami perubahan (penurunan) hingga 50% pada kondisi naungan 65% dibandingkan pada kondisi tanpa naungan. (2). Galur G1, G2, G3, dan G4 hasil persilangan Ceneng x Lokal Godek dan Ceneng x Burangrang tergolong tahan terhadap naungan 65%, sedangkan G5, G6, dan G7 hasil persilangan Detham-1 x Lokal Godek dan Detham-1 x Burangrang tergolong rentan atau peka terhadap cekaman naungan 65%. ABSTRACT The objective of this study was to know the performance of yield and yield components of brown seeded soybean lines under shade stress. The experimental method and Completely Randomized Design with two factors were used in this study. These two factors were 7 lines of brown seeded soybean and shading factors. Each of combination factors were in three replicates. The results of this study showed that: (1). Performance of yield and yield components of brown seeded soybean lines changed (decreased about 50%) under 65% shading compare to no shading. (2). Four lines (G1, G2, G3, G4) were relatively tolerant to shade stress, while G5, G6, and G7 were relatively susceptible to shade stress.
UJI DAYA HASIL BEBERAPA VARIETAS TANAMAN GANDUM (Triticum Aestivum L.) PADA DATARAN MEDIUM DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Lina Andriyanti; Uyek Maik Yakop; Dwi Ratna Anugrahwati
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.607 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i3.656

Abstract

Peneitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hasil beberapa varietas tanaman gandum (Triticum Aestivum L.) di dataran medium di Kabupaten Lombok Timur. Percobaan dilakukan pada bulan Juni sampai dengan bulan September 2018 di Dusun Trawangan Desa Perian, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur dengan ketinggian tempat ± 400 mdpl. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu varietas gandum yang terdiri dari 2 varetas Nasional (Nias dan Dewata) dan 5 varietas introduksi (Axe, Gladius, Corel, Scout, Mace) dan masing-masing diulang sebanyak 3 kali sehingga didapat 21 unit perlakuan. Data dianalisis dengan menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) pada taraf 5%. Hasil percobaan menunjukkan bahwa karakter varietas yang ditanam di dataran menengah beragam kecuali bobot berangkasan kering, jumlah spikelet dan jumlah biji yang tidak berbeda dan varietas yang menunjukkan hasil yang cukup baik dengan umur panen yang tidak terlalu lama adalah Nias dan Dewata sebagai varietas Nasional dan Gladius sebagai genotipe Introduksi.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK, INOKULASI MIKORIZA DAN VARIETAS KEDELAI TERHADAP PERBAIKAN KUALITAS TANAH DAN SERAPAN HARA. Sukmawati1, Wayan Wangiyana2, dan R. Sri Tejowulan2
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.456 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pupuk organik, inokulasi mikoriza dan varietas kedelai terhadap perbaikan kualitas tanah dan serapan hara. Untuk itu telah dilakukan penelitian di rumah plastik pada bulan Mei - Oktober 2011 yang ditata menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 3 ulangan dan 3 faktor perlakuan yang ditata secara faktorial, yaitu pupuk organik, mikoriza dan varietas kedelai. Data dianalisis menggunakan Analisis Keragaman, dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik, inokulasi mikoriza dan varietas memberikan pengaruh yang bervariasi pada setiap parameter pengamatan. Ketiga faktor perlakuan meningkatkan kadar hara dalam tanah seperti N, P, C-organik, pH dan KTK tanah, tetapi tidak berpengaruh nyata pada serapan hara N. ABSTRACT This research aimed for know influence organic fertilizer, mycorrizal inoculation and soybeans variens for improvement of soil quality and nutrient uptake by plants. For those objectives, an experiment has been carried out in a plastic house from May to October 2011, designed using Completely Randomized Design, with 3 replications and 3 treatment factors arranged factorially, i.e organic fertilizer, mycorrhizal inoculation and soybean varities. Data were analyzed using Analysis of Variance, followed by HSD test at 5% level of significance. The results showed that application of organic fertilizers, mycorrhizal inoculation and soybean varieties gave varied effect on each observation variable. The third treatment factor increased level of nutrients in the soil, including total N, available P, organic C, soil pH and CEC, but had no significant effect on the rate of N uptake by plants.
Studi Perbandingan Pendapatan Usahatani Padi Organik dan Padi Non Organik di Desa Aik Dewa Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur Mursyidin Hadi
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.648 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v29i1.199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat pendapatan usahatani padi organik dan padi non organik, mengkaji tingkat efisiensi penggunaan biaya produksi pada usahatani padi organik dan padi non organik, menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pendapatan usahatani padi organik dan padi non organik. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Aik Dewa Kecamatan Pringgasela, dengan metode komparatif dan teknik survey yaitu mewawancarai 70 petani responden yang terdiri dari 35 petani padi organik dan 35 petani padi non organik dengan berpedoman pada questioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pendapatan usahatani padi organik di Desa Aik Dewa sebesar Rp 14.361.941,23 per hektar dan pendapatan usahatani padi non-organik sebesar Rp 12,464,247.92 per hektar. Penggunaan biaya produksi usahatani padi non-organik lebih kecil daripada penggunaan biaya produksi usahatani padi organik dengan nilai Rp 6.189.873,95 per hektar untuk usahatani padi non-organik dan Rp 8.038.058,77 per hektar untuk usahatani padi organik. Selain itu, ditunjukkan dengan perbedaan R/C Ratio padi non-organik lebih efisien dari pada R/C Ratio padi organik dengan nilai 3,01 untuk padi non-organik dan 2,79 untuk padi organik. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani padi organik dan padi non-organik adalah luas lahan, biaya produksi, produktivitas dan sistem budidaya, sedangkan faktor-faktor lain seperti, pendidikan dan pengalaman tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan usahatani padi organik dan non-organik di Desa Aik Dewa Kecamatan Pringgasela. HAsil
PEMANFAATAN KOMPOS DAN BIOCHAR SEBAGAI BAHAN PEMBENAH TANAH LAHAN BEKAS PENAMBANGAN BATU APUNG DI PULAU LOMBOK Sukartono (1; uwardji (2; Ridwan (3
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.982 KB)

Abstract

Abstrak Meluasnya aktifitas penambangan batu apung di Pulau Lombok berpengaruh terhadap penurunan kualitas tanah, yang diindikasikan oleh rusaknya struktur tanah, rendahnya status hara N, P dan K , menurunnya kandungan bahan organik tanah dan keragaman hayati. Tanah yang telah terdegradasi ini membutuhkan pembenahan secara khusus. Pembenah organik yakni kompos dan biochar merupakan bahan pembenah yang potensial dalam memperbaiki kesuburan tanah terdegradasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian kompos dan biochar terhadap perbaikan sifat fisik dan kimia tanah dari lahan bekas penambangan batu apung. Percobaan dilaksanakan di rumah kaca dan laboraturium Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Mataram, sejak bulan September sampai Desember 2014, menggunakan rancangan acak lengkap dengan pola faktorial. Faktor pertama adalah jenis pembenah organik yakni kompos (P1), biochar (P2) dan campuran kompos dan biochar (P3). Faktor kedua adalah takaran pembenah yakni 200 g/10 kg tanah (B1) dan 600 g/10 kg tanah (B2). Perlakuan tersebut ditata secara faktorial dan masing-masing kombinasi perlakuan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pembenah organik berpengaruh terhadap peningkatan C-organik tanah. Tanah yang diperlakukan dengan biochar memiliki nilai C-organik yang lebih tinggi dari pada pembenah lainnya. Takaran pembenah organik juga berpengaruh nyata terhadap pH, C-organik dan KTK. Meskipun demikian, tidak ada interaksi antara jenis dan takaran bahan pembenah terhadap variable tanah dan tanaman. Pemberian biochar relatif lebih mampu meningkatkan kemampuan tanah menahan air dibandingkan dengan kompos dan campuran kompos dan biochar. Lombok caused severe soil degradation including soil structure deteoration, declining of major nutrients in particular N,P and K, loss of soil organic matter and soil biodiversity. Compost and biochar are potential organic amendments to remediate degraded soils. This study was conducted to evaluate effect of compost and biochar on improving soil properties of degraded pumice stone mining land. A glass house and laboratory experiment using soil sample from degraded land of norther Lombok was conducted in Faculty of Agriculture, University of Mataram commencing from September to December 2014 using a factorial of completly randomized design (CRD). The first was type of organic amendments namely compost (P1), biochar (P2) and compost mixed with biochar as P3.The second factor was the concentration of organic amenment including 200g/10kg of soil (B1) and 600 g/10kg of soil (B2). The results showed that application of biochar increased soil organic-C in which the value of organic-C was significantly higher at biochar treated-soils compared to other amendments. Application rates of organic amendements also increased soil pH, organic-C, and CEC. There was no interaction of types of organic amendments against its rates observed at soil and agronomic variables. Thus, biocha applied in degraded soil of pumice mining land could also improved soil water holding capacity.
ANALISIS NILAI TUKAR PETANI PADA USAHATANI HORTIKULTURA DI KECAMATAN KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA (KASUS PETANI BINAAN IFSCA) Novila Alta Bening; IGL Parta Tanaya; Syarifuddin Syarifuddin
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.308 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v31i1.636

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui nilai tukar petani pada usahatani hortikultura di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara; (2) untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi petani pada Usahatani Hortikultura di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yang dilakukan di Kabupaten Lombok Utara yaitu di Kecamatan Kayangan tepatnya di Desa Pendua, Desa Kayangan, Desa Sesait, Desa Gumantar, dan desa Selengen yang ditetapkan secara "purposive sampling". Dalam penelitian ini jumlah responden ditentukan secara "quota sampling" dengan jumlah responden sebanyak 45 orang petani dan untuk penentuan responden secara "random sampiling" yaitu didapatkan 8 petani di Desa Pendua, 13 petani di Desa Kayangan, 7 petani di Desa Sesait, 9 petani di Desa Gumantar dan 8 petani di Desa Selengen. Hasil penelitian menunjukkan (1) Indeks harga yang diterima petani pada usahatani hortikultura di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara yaitu 142% sedangkan untuk nilai indeks harga yang dibayarkan petani pada usahatani hortikultura di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara yaitu 105%. Sehingga didapatkan nilai tukar petani pada usahatani hortikultura di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara yaitu 136%. (2) kendala yang dihadapi petani pada usahatani hortikultura di Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara yaitu modal, harga, cuaca dan hama.
ANALISIS RANTAI NILAI PEMASARAN IKAN AIR TAWAR DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Ni Putu Rika S; Abdullah Usman; Sri Maryati
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.169 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tingkat pendapatan usaha budidaya ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat. (2) jumlah rantai nilai dalam pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat. (3) tingkat efisiensi pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat. (4) jenis kendala yang dihadapi pembudidaya ikan air tawar dalam pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Lombok Barat yaitu Kecamatan Lingsar dan Kecamatan Narmada dengan menetapkan empat desa yaitu Desa Sigerongan, Desa Batu Kumbung, Desa Nyurlembang dan Desa Lembuak dengan melibatkan 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pendapatan pembudidaya ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat sebesar Rp. 132.179.174/proses produksi. (2) Rantai nilai pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Lombok Barat melibatkan empat lembaga pemasaran yakni pembudidaya ikan air tawar, pedagang pengepul desa (PPD), pedagang antar pulau (PAP), dan pedagang pengecer dalam menyalurkan produksi ikan air tawar kepada konsumen akhir. (3) Tingkat efisiensi pemasaran ikan air tawar berdasarkan share produsen yaitu saluran I, II tergantung pada komoditas ikan air tawar, sedangkan berdasarkan distribusi keuntungan pada pemasaran ikan air tawar dikatakan tidak adil/tidak merata pada seluruh saluran pemasaran ikan air tawar. (4) Kendala yang dihadapai pembudidaya dalam pemasaran ikan air tawar yaitu harga jual yang rendah pada musim penghujan yang menyebabkan jumlah ikan air tawar meningkat dari biasanya sedangkan permintaan ikan di pasar stabil. ABSTRACT The ais of this research were to find out 1) the level of farmers income in freshwater fish farms in West Lombok 2) the value chain in marketing the fish 3) the level of efficiency in marketing the fish 3) the constraints faced by farmers. This research located in West Lombok, district of Lingsar and Narmada with villages: Sigerongan villages, Batu Kumbung villages, Nyurlembang, and Lembuak villages, using 30 respondents. The results indicated that: The income of freshwater fish farmers is Rp. 132.17.174/production process, 2) the marketing value chains involved 4 stake holders: farmers, village collector, inter-island seller and retailer seller; marketing efficiency level of freshwater fish water based on producer share consists of Channel I, Channel II, depend on the commodity of fish water, 4) The constraints is the decrease of selling price in rainy season cause the increase of productivity but in other hand the demand of it is stable.
6. PENGARUH BOKASHI TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN SELADA HIJAU (Brassica sp.) Soleh Iskandar
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.984 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi bokashi yang berbeda terhadap produktivitas tanaman selada hijau (Brassica sp.) var Novia. Delapan jenis bokashi yang dibuat dari berbagai jenis dan komposisi bahan yang berbeda telah diuji. Hasil pengujian menunjukan bahwa ada perbedaan pengaruh yang nyata antar bokashi terhadap produksi selada hijau. Bokashi B5, yang dibuat dengan jenis dan komposisi bahan terdiri atas 50 % kotoran sapi, 15 % bungkil kopra, 10 % arang tempurung kelapa, 10 % tepung zeolit dan 15 % jerami padi telah diketahui sebagai salah satu bokashi yang terbaik untuk selada hijau. Bokashi B5 diketahui berbeda nyata disbanding bokashi B1, yang dibuat dengan jenis dan komposisi bahan terdiri atas 60 % kotoran sapi, 10 % dedak padi, 10 % arang sekam padi, 10 % tepung phosphat dan 10 % daun bambu. ABSTRACT The objective of this experiment is to find out the effect of different compositions of bokashi on the productivity of green lettuce (Brassica sp.) var Novia. Eight bokashis which were made from different kind of materials and compositions were tested. The result indicated that there was a significantly different effect beetwen bokashis on the yield of green lettuce. Bokashi B5 which was composed of 50 % cow manure, 15 % copra cake, 10 % powder of coconut shell charcoal, 10 % zeolit powder and 15 % paddy straw was found to be one of the best bokashis for green lettuce. Bokashi B5 was significantly different from bokashi B1, which was composed of 60 % cow manure, 10 % rice bran, 10 % paddy husk charcoal, 10 % rock phosphate powder and 10 % bamboo leaves.
6. ANALISIS PERBANDINGAN TINGKA PENDAPATAN PETANI PADI ANTARA YANG MENGGUNAKAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWODENGAN YANG MENGGUNAKAN SISTEM TANAM KONVENSIONAL DI KECAMATANMONTONG GADING KABUPATEN LOMBOK TIMUR Baiq Rodiatul Wulansari; Parta Tanaya
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.032 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui perbandingan pendapatan usahatani padi yang menggunakan sistem tanam jajar legowo dengan usahatani padi sistem tanam konvensional, (2) Mengetahui efisiensi usahatani padi dengan sistem tanam jajar legowo dengan sistem tanam konvensional, (3) Mengetahui kendala yang dihadapi oleh petani dalam penerapan sistem tanam jajar legowo.Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur dengan mengambil dua desa yaitu Desa Pesanggrahan dan Desa Montong Betok secara purposive sampling. Penetuan jumlah responden ditentukan dengan caraquota sampling masing-masing sistem tanam 15 orang responden sehingga total responden berjumlah 30 orang.Hasil penelitian menunjukkan: (1) Rata-rata produksi dan rata-rata penerimaan pada usahatani padi sistem tanam jajar legowo lebih tinggi dibandingkan dengan sistem tanam konvensional, dimana rata-rata produksi usahatani padi sistem tanam jajar legowo yaitu 69,30 ku/Ha dengan rata-rata penerimaan Rp 28.943.681/Ha, sedangkan rata-rata produksiusahatani padi sistem tanam konvensional yaitu 52,13ku/Ha dengan rata-rata penerimaan Rp 20.707.929/Ha. Berdasarkan hasil uji t pada taraf nyata 5 % produksi usahatani padi sistem tanam jajar legowo berbeda nyata dengan produksi usahatani padi sistem tanam konvenisonal. (2) Rata-rata pendapatan usahatani padi sistem tanam jajar legowo yaitu sebesar Rp 18.879.896/Ha, dan rata-rata pendapatan usahatani padi sistem tanam konvensional sebesar Rp 11.398.245/Ha. Diketahui bahwa rata-rata pendapatan yang diterima padausahatani padisistem tanam jajar legowo lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pendapatan yang diterima pada usahatani sistem tanam konvensional.Berdasarkan hasil uji t pada taraf nyata 5% pendapatan pada usahatani padi sistem tanam jajar legowo berbeda nyata dengan pendapatan usahatani padi sistem tanam konvensional. (3) Nilai R/C ratio usahatani sistem tanam jajar legowo yaitu sebesar 2,88 dan nilai R/C rasio usahatani sistem tanam konvensional yaitu sebesar 2,22, (4) Kendala yang dihadapi petani dalam menjalankan usahatani padi sistem tanam jajar legowo adalah tenaga kerja yang sulit (belum terampil) dan jumlah tenaga kerja bertambah padaa saat proses penanaman. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui perbandingan pendapatan usahatani padi yang menggunakan sistem tanam jajar legowo dengan usahatani padi sistem tanam konvensional, (2) Mengetahui efisiensi usahatani padi dengan sistem tanam jajar legowo dengan sistem tanam konvensional, (3) Mengetahui kendala yang dihadapi oleh petani dalam penerapan sistem tanam jajar legowo. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Montong Gading Kabupaten Lombok Timur dengan mengambil dua desa yaitu Desa Pesanggrahan dan Desa Montong Betok secara purposive sampling. Penetuan jumlah responden ditentukan dengan caraquota sampling masing-masing sistem tanam 15 orang responden sehingga total responden berjumlah 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Rata-rata produksi dan rata-rata penerimaan pada usahatani padi sistem tanam jajar legowo lebih tinggi dibandingkan dengan sistem tanam konvensional, dimana rata-rata produksi usahatani padi sistem tanam jajar legowo yaitu 69,30 ku/Ha dengan rata-rata penerimaan Rp 28.943.681/Ha, sedangkan rata-rata produksiusahatani padi sistem tanam konvensional yaitu 52,13ku/Ha dengan rata-rata penerimaan Rp 20.707.929/Ha. Berdasarkan hasil uji t pada taraf nyata 5 % produksi usahatani padi sistem tanam jajar legowo berbeda nyata dengan produksi usahatani padi sistem tanam konvenisonal. (2) Rata-rata pendapatan usahatani padi sistem tanam jajar legowo yaitu sebesar Rp 18.879.896/Ha, dan rata-rata pendapatan usahatani padi sistem tanam konvensional sebesar Rp 11.398.245/Ha. Diketahui bahwa rata-rata pendapatan yang diterima padausahatani padisistem tanam jajar legowo lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata pendapatan yang diterima pada usahatani sistem tanam konvensional.Berdasarkan hasil uji t pada taraf nyata 5% pendapatan pada usahatani padi sistem tanam jajar legowo berbeda nyata dengan pendapatan usahatani padi sistem tanam konvensional. (3) Nilai R/C ratio usahatani sistem tanam jajar legowo yaitu sebesar 2,88 dan nilai R/C rasio usahatani sistem tanam konvensional yaitu sebesar 2,22, (4) Kendala yang dihadapi petani dalam menjalankan usahatani padi sistem tanam jajar legowo adalah tenaga kerja yang sulit (belum terampil) dan jumlah tenaga kerja bertambah padaa saat proses penanaman.
PENGARUH REFUGIA TERHADAP INTENSITAS DAN POPULASI HAMA PENGGEREK DAUN (Spodoptera litura Hbn) PADA CABAI KERITING (Capsicum annum L) heri haryanto
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.648 KB) | DOI: 10.29303/agroteksos.v30i1.586

Abstract

This research aims to know the effect of refugia on the intensity and population of leaf borer pests (Spodoptera litura Hbn) on chili (Capsicum annum L.) the method used the experimentalmethod that conduct experiment in the field. This research was conducted in Desember 2018 until March 2019. The design used in this research was Randomized Complete Block Design (RCBD) with 4 treatments, nomely, control, Sunflower, Marigold and Zinnia treatment repeated 3 times to obtain 60 plant samples in 12 experimental units. Observation data were analyzed by analysis of variance and test further with a Honestly Significant Difference tests at a real level of 5%. The results showed that the cause of leaf damage in the chili plant (Capsicum annum L.) was caused by the Spodoptera litura Hbn pests in each treatment. The highests percentage of domage is (4,803%) found in R0 (Control), while the lowest average persentage is (2,16%) found in R2 (Marigold) treatment. The result of the correlation regression analysis showed that intensity of the attacks caused by Spodoptera litura Hbn was 63,3 % by population of pests and 27,7% was caused by other factors.

Page 6 of 45 | Total Record : 442


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025 Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025 Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024 Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024 Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024 Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023 Vol 33 No 2 (2023): Jurnal Agroteksos Agustus 2023 Vol 33 No 1 (2023): Jurnal Agroteksos April 2023 Vol 32 No 3 (2022): Jurnal Agroteksos Desember 2022 Vol 32 No 2 (2022): Jurnal Agroteksos Agustus 2022 Vol 32 No 1 (2022): Jurnal Agroteksos April 2022 Vol 31 No 1 (2021): Jurnal Agroteksos April 2021 Vol 31 No 3 (2021): Jurnal Agroteksos Desember 2021 Vol 31 No 2 (2021): Jurnal Agroteksos Agustus 2021 Vol 30 No 2 (2020): Jurnal Agroteksos Agustus 2020 Vol 30 No 3 (2020): Jurnal Agroteksos Desember 2020 Vol 30 No 1 (2020): Jurnal Agroteksos April 2020 Vol 29 No 3 (2019): Jurnal Agroteksos Desember 2019 Vol 29 No 2 (2019): Jurnal Agroteksos Agustus 2019 Vol 29 No 1 (2019): Jurnal Agroteksos April 2019 Vol 28 No 2 (2018): Jurnal Agroteksos Agustus 2018 Vol 24 No 3 (2014): jurnal Agroteksos 3 Desember 2014 Vol 13 No 3 (2003): Jurnal Agroteksos 3 Oktober 2003 Vol 28 No 3 (2018): Jurnal Agroteksos Desember 2018 Vol 28 No 1 (2018): Jurnal Agroteksos April 2018 Vol 13 No 4 (2003): Jurnal Agroteksos januari 2003 Vol 7 No 3 (1997): JURNAL ILMIAH AGROTEKSOS 1997 Vol 26 No 2 (2016): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2016 Vol 26 No 1 (2016): jurnal agroteksos 1 April 2016 Vol 26 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 3 Desember 2015 Vol 25 No 1 (2015): Jurnal Agroteksos 2 Agustus 2015 Vol 25 No 1 (2015): jurnal agroteksos 1 April 2015 More Issue