cover
Contact Name
Rd. Nia Kania Kurniawati
Contact Email
kurniawati@untirta.ac.id
Phone
+6287823388879
Journal Mail Official
jsc@untirta.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Jakarta km. 4 Pakupatan - Serang
Location
Kab. serang,
Banten
INDONESIA
Journal of Scientific Communication (JSC)
ISSN : 27226972     EISSN : 2721608X     DOI : https://doi.org/10.31506/jsc
Core Subject : Education, Social,
Journal of Scientific Communication (JSC) adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian di bidang komunikasi perubahan sosial pembangunan, dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan cakupan komunikasi kesehatan, komunikasi lintas budaya, komunikasi antar pribadi, komunikasi massa, komunikasi politik, komunikasi pemasaran dan hubungan masyarakat.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 1 Issue 2, Oktober 2019" : 5 Documents clear
Pandanga Remaja Terhadap “Legalisasi Ganja” di Indonesia Gayes Mahestu; Dimas Akhsin Azhar; Veny Purba
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 1 Issue 2, Oktober 2019
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.251 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v1i2.7805

Abstract

There is a discourse on the legalization of cannabis that is constantly echoed by institutions and communities namely one of the proponent is Lingkar Ganja Nusantara (LGN) generate concern in various side of society. According to Badan Narkotika Nasional (BNN) in  2019 drug abuse more increasing by 24 - 28 percent in Indonesia among them are milenials. With about 60 percent of drug cases are cannabis abused. The aim of this journal is to find out how the milenials teenager see from their perspective about the legalization of cannabis. Mix method research will be used in this journal. In quantitative research will use survey methods, also will use accindental random sampling sample technique to 345 teenagers who live in Bandung and Jakarta. The survey collection period will take place on 1-3 October 2019. Then this research will be combined with qualitative data from case studies of 8 teenagers who do not want to be mentioned of named or name of community, because of concerns and the emergence of negative associations with the community. The research results showed a linkage factor between exposure to information in the media that strengthened most of the objects agreeing to legalize cannabis. Positive jargon about cannabis presented by proponent communities reinforce the truth about the legalization of cannabis. Friends / colleagues become a source of information that is considered valid and credible as a basis for other information about the legalization of cannabis.Adanya wacana legalisasi ganja yang terus menerus digaungkan oleh lembaga dan komunitas pendukung salahsatunya Lingkar Ganja Nusantara (LGN) menimbulkan khawatiran diberbagai pihak. Sementara menurut Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tahun 2019 penggunaan narkoba di Indonesia semakin meningkat 24 -28 persen diantaranya adalah kaum remaja milenial. Dengan Sekitar 60 persen kasus narkoba adalah pengguna ganja. Jurnal ini untuk mengetahui bagaimana pandangan remaja terhadap legalisasi ganja. Menggunakan penelitian mix method. Pada penelitian kuantitatif dengan  metode survey. Menggunakan teknik sample accindental random sampling kepada sebanya 345 orang remaja di Bandung dan Jakarta, pada periode pengumpulan survey (1-3 Oktober 2019), kemudian juga digabungkan dengan data studi kasus terhadap 8 remaja pada komunitas XXI (yang menolak disebutkan baik nama komunitas maupun nama informan dalam publikasi karena kekawatiran asosiasi negatif terhadap komunitas tsb). Hasil penelitian menunjukan adanya faktor keterkaitan antara paparan informasi di media yang menguatkan sebagian besar objek menyetujui legalisasi ganja. Jargon – jargon positif tentang ganja yang disajikan oleh komunitas – komunitas pendukung menguatkan kebenaran tentang legalisasi ganja. Teman/ rekan menjadi sumber informasi yang dianggap valid dan kredibel sebagai dasar pencarian informasi lainnya tentang legalisasi ganja.
Strategi Komunikasi Perwakilan BKKBN Provinsi Banten Dalam Pengendalian Penduduk di Provinsi Banten Ega Ernayanti; Iman Mukhroman; Ail Muldi
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 1 Issue 2, Oktober 2019
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.597 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v1i2.7806

Abstract

The background of this research is that the population in Banten Province ranks 5th most populous in Indonesia reaching 12,203,148 people with the 3rd fastest population growth rate in Indonesia reaching 2.07% during 2015-2016. The progress of human development in Banten in 2017 experienced a slowdown marked by the growth of HDI (Human Development Index) which reached 0.65%, lower than the growth in 2016 which reached 0.98%. HDI is an important indicator to measure success in an effort to build quality of life for people (people / residents). This study aims to determine the communication strategy used by the Banten Province BKKBN Representative in controlling the population in Banten Province. This study uses a case study method and a qualitative approach to the Concept of Development Strategy according to the Academy for Educational Development (AED) 1985 and the theory of preparation of action by John Greene. The strategy used by the Banten Province BKKBN Representative is a strategy that is relevant to the theory of preparation of action, this theory of the preparation of actions examines the way we organize knowledge in the mind and use it to form a message. Penelitian ini dilatarbelakangi dari jumlah penduduk di Provinsi Banten menduduki peringkat terpadat ke-5 di Indonesia mencapai 12.203.148 jiwa dengan Laju Pertumbuhan Penduduk tercepat ke-3 di Indonesia mencapai 2,07 % sepanjang tahun 2015-2016. Kemajuan pembangunan manusia di Banten pada tahun 2017 mengalami perlambatan ditandai dengan pertumbuhan IPM (Indeks Pembangunan Manusia) yang mencapai 0,65 %, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun 2016 yang mencapai 0,98 %. IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan Perwakilan BKKBN Provinsi Banten dalam pengendalian penduduk di Provinsi Banten. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan pendekatan kualitatif dengan Konsep Strategi Pembangunan menurut Academy for Educational Development (AED) 1985 dan teori penyusuan tindakan oleh John Greene. Strategi yang digunakan Perwakilan BKKBN Provinsi Banten merupakan strategi yang relevan dengan teori penyusunan tindakan, teori ini penyusunan tindakan menguji cara kita mengatur pengetahuan dalam pikiran dan menggunakannya untuk membentuk sebuah pesan.
Relasi Kuasa di Ruang Publik: Menakar Konflik Transportasi Online dan Konvensional di Kota Serang M Dian Hikmawan; Lily Ismalia
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 1 Issue 2, Oktober 2019
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.675 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v1i2.7807

Abstract

This research aims to explain how conflicts occur in the public sphere. Where there is a conflict between conventional transportation and online transportation in the activities of public space. Socio-economic changes through the digitalization of public life make social-economic activities also change. But in practice, these changes also face several challenges. This study further wants to see how changes in the digitalization of a public transportation system bring changes in economic activities, the conflict that arises when some people are divided into two, namely the part of society that can respond to socio-economic changes through the online system including the presence of online transportation and those who have not can accept changes in existing social-economic activities. The research findings are as follows, firstly conflicts arising in the operation of public transport are caused by political and economic interests, secondly, the conflicts involve the government, business community and the community. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana konflik yang terjadi si ruang publik. Di mana ada konflik yang terjadi antara transportasi konvensional dengan transportasi online dalam aktifitas nya ruang publik. Perubahan sosial ekonomi melalui digitalisasi kehidupan publik membuat aktifitas sosial ekonomi juga berubah. Namun pada praktisnya perubahan tersebut juga menemui beberapa tantangan. Penelitian ini lebih jauh ingin melihat bagaimana perubahan dalam digitalisasi sebuah sistem transportasi publik membawa perubahan dalam kegiatan aktifitas ekonominya, konflik yang timbul adalah ketika sebagaian orang terbagi menjadi dua yaitu sebagaian masyarakat yang dapat merespon perubahan sosial ekonomi melalui sistem online termasuk hadirnya tranportasi online dan yang belum bisa menerima perubahan terhadap aktifitas sosial ekonom yang ada. Temuan penelitian adalah sebagai berikut, pertama konflik yang timbul dalam pengoperasian angkutan umum disebabkan oleh kepentingan politik dan ekonomi, kedua konflik tersebut melibatkan pemerintah, kalangan bisnis dan masyarakat.
Representasi Perempuan dalam Persfektif Gender (Analisa Wcana Kritis Van Dijk Pada Pemberitaan Kasus Hoaks Ratna S, Paet dalam Media Massa Republik dan Kompas.com Een Irianti; Tania Adesari
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 1 Issue 2, Oktober 2019
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.764 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v1i2.7803

Abstract

This Research criticize biased gender news on cases hoax Ratna S. Paet in the mass media. Conducted by review text in the news content of mass media Republika and Kompas.com selected,by analysis critical discourse Van Dijk as a method of research used. How media represent Ratna S. Paet at dimension text, practices discourse, and sosiocultural by putting forward the feminine side. Given that language (text) in a critical view, is a place of discourse and practice of certain class powers, and the media helped strengthen it in society to shape social reality. Penelitian ini mengkritisi bias gender pada pemberitaan kasus hoaks Ratna S. Paet yang disajikan media. Dilakukan dengan menelaah isi teks pemberitaan media massa Republika dan Kompas.com terpilih, melalui analisis wacana kritis Van Dijk sebagai metode penelitian yang digunakan. Bagaimana media disini merepresentasikan Ratna S. Paet pada dimensi teks, dimensi praktik wacana, serta dimensi sosiokultural dengan mengedepankan sisi perempuan didalamnya. Mengingat bahwa bahasa (teks) dalam pandangan kritis, merupakan tempat terjadinya wacana dan praktik kekuasaan kelas tertentu, dan media turut memperkuatnya di masyarakat hingga membentuk realitas sosial.
Culture Shock Relawan Asing di Kabupaten Karawang, Jawa Barat Satria Ali Syamsuri; Fajar Hariyanto; Fardiah Oktariani Lubis
JOURNAL OF SCIENTIFIC COMMUNICATION (JSC) Volume 1 Issue 2, Oktober 2019
Publisher : Magister Komunikasi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.854 KB) | DOI: 10.31506/jsc.v1i2.7804

Abstract

Culture shock is pyschology name to describe the circumstance and feeling of someone facing different socio-culture environmental condition. This research examines the phenomenon of culture shock in the foreign volunteers in Karawang Regency, they are incorporated in an official government agency from United States namely Peace Corps. The foreign volunteers who become research informants in Indonesia are in teaching program for two years in school, in Batu Jaya and Cilamaya, Karawang Regency. This research using descriptive qualitative method to observe social phenomenon which produces descriptive data on the phenomenon that occurs in the foreign volunteers related to culture shock they experienced. The result of this research shows that the foreign volunteers experiencing level of culture shock on their new cultural environment in Indonesia, where the optimistic phase, the cultural problem phase, and the recovery phase are experienced by them. Until now, the foreign volunteers have entered the adjustment phase. Culture shock atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan gegar budaya merupakan istilah psikologis untuk menggambarkan keadaan dan perasaan seseorang menghadapi kondisi lingkungan sosial budaya yang berbeda. Penelitian ini mengkaji fenomena culture shock pada relawan asing yang berada di Kabupaten Karawang, para relawan asing dalam penelitian ini tergabung dalam suatu lembaga resmi pemerintah yang berasal dari negara Amerika yaitu Peace Corps. Para relawan asing yang menjadi informan penelitian berada di Indonesia dalam program mengajar selama dua tahun di sekolah yang berada di Batu Jaya dan Cilamaya, Kabupaten Karawang.Penelitian ini menggunakan metode penelitian dekriptif kualitatif untuk mengamati fenomena sosial yang menghasilkan data deksriptif atas fenomena yang terjadi pada para relawan asing terkait gegar budaya atau culture shock yang dialaminya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa para relawan asing mengalami tingkatan culture shock pada lingkungan budaya barunya di Indonesia, dimana fase optimistik, fase masalah kultural dan fase recovery dialami oleh para relawan asing, hingga pada saat ini para relawan asing memasuki fase penyesuaian.

Page 1 of 1 | Total Record : 5