cover
Contact Name
Dita Archinirmala
Contact Email
dorotea.ditaarchinirmala@kalbe.co.id
Phone
+6281806175669
Journal Mail Official
cdkjurnal@gmail.com
Editorial Address
http://www.cdkjournal.com/index.php/CDK/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Cermin Dunia Kedokteran
Published by PT. Kalbe Farma Tbk.
ISSN : 0125913X     EISSN : 25032720     DOI : 10.55175
Core Subject : Health,
Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut pencegahan, pengobatan maupun rehabilitasi. Jurnal ini ditujukan untuk membantu mewadahi publikasi ilmiah, penyegaran, serta membantu meningkatan dan penyebaran pengetahuan terkait dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat. Terbit setiap bulan sekali dan disertai dengan artikel yang digunakan untuk CME - Continuing Medical Education yang bekerjasama dengan PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia)
Articles 2,961 Documents
Masalah Adiksi Game Online pada Anak Muhammad Reza; IGAN Sugitha Adnyana; I Gusti Ayu Trisna Windiani; Soetjiningsih -
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 4 (2016): Adiksi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v43i4.44

Abstract

Game online adalah game berbasis elektronik dan visual yang menggunakan jaringan internet, yang dapat dimainkan oleh beberapa pemain di lokasi berbeda. Game ini tidak asing lagi di kehidupan masyarakat, dapat dijumpai di rumah, warung internet, konsol, dan gadget. Maraknya game online dapat menyebabkan adiksi pada anak. Adiksi game online dapat menimbulkan kerugian signifikan, yaitu timbulnya sikap dan perilaku kompulsif, agresif, dan acuh pada kegiatan lain. Juga munculnya gejala seperti rasa tak tenang atau gelisah jika hasrat bermain tidak segera terpenuhi. Peran orangtua dalam terapi anak dengan adiksi game online sangat penting. Orangtua wajib membangun komunikasi yang hangat dan terbuka dengan anak; melarang terlalu keras dapat menyebabkan anak melawan dan akan berperilaku makin menyimpang.
Tinjauan Atas Pioderma Inosensia Diajeng Kusumo; Kenny -
Cermin Dunia Kedokteran Vol 49, No 4 (2022): Infeksi - COVID-19
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v49i4.1822

Abstract

Pioderma adalah infeksi kulit piogenik yang sering disebabkan oleh Staphylococcus aureus dan Streptococcus grup A. Diagnosis umumnya ditegakkan melalui tampilan klinis. Tata laksana meliputi antibiotik disertai insisi dan drainase bila perlu. Terapi antibiotik secara empiris disesuaikan dengan derajat keparahan penyakit.Pyoderma is pyogenic skin infection and commonly caused by Staphylococcus aureus and group A Streptococcus. Diagnosis can be established by its clinical features. Treatment consists of antimicrobial therapy accompanied with incision and drainage as indicated. Antimicrobial therapy is given empirically and adjusted depending on severity of the disease.
Peran Metformin sebagai Inhibitor Jaras Insulin-like Growth Factor-1 Receptor (IGF-1R), Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR), dan Mammalian Target of Rapamycin (mTOR) pada Kemoterapi Kanker Paru Vito Filbert Jayalie; Andy William; Shelly -; Cosphiadi Irawan
Cermin Dunia Kedokteran Vol 43, No 6 (2016): Metabolik
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v43i6.68

Abstract

Kanker paru adalah salah satu jenis kanker dengan prevalensi dan mortalitas yang tinggi di dunia. Beberapa studi klinis menunjukkan bahwa metformin dapat menurunkan angka mortalitas berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru. Metformin dapat menghambat berbagai jaras persinyalan, seperti Insulin-like Growth Factor Receptor (IGF-1R), Epidermal Growth Factor Receptor (EGFR), dan mammalian Target of Rapamycin (mTOR), yang berperan dalam pertumbuhan dan proliferasi sel kanker. Selain itu, metformin juga memiliki efek sinergis dengan kemoterapi standar, yaitu dapat meningkatkan survival rate serta mengurangi dosis kemoterapi. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui potensi kombinasinya dengan kemoterapi standar pada pengobatan kanker paru.
Pott’s Disease Danny Jaya Jacobus
Cermin Dunia Kedokteran Vol 41, No 9 (2014): Diabetes Mellitus
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v41i9.1107

Abstract

Pott’s Disease (PD) adalah infeksi Mycobacterium tuberculosis pada tulang belakang yang awalnya didahului oleh keluhan nyeri punggung, jika memberat dapat bermanifestasi defisit neurologis berupa paraplegia. Memastikan adanya infeksi primer tuberkulosis di paru-paru menjadi kunci diagnosis PD. Penatalaksanaan komprehensif dan multidisiplin sangat penting untuk menekan angka kejadian, angka kecacatan, serta morbiditas.Pott’s Disease (PD) is Mycobacterium tuberculosis infection that affect spine with chief complaints of back pain and may cause paraplegia. The key to diagnosis is to ensure the existence of primary tuberculosis infection in the lungs. Comprehensive and multidisciplinary management is essential to reduce the incidence, morbidity and disability. 
Transfusi Trombosit Profilaksis pada Demam Berdarah Dengue : Bermanfaat atau Merugikan ? Sostro Mulyo
Cermin Dunia Kedokteran Vol 42, No 12 (2015): Dermatologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v42i12.940

Abstract

Komplikasi perdarahan masih menjadi penyebab kematian terbanyak kasus demam berdarah dengue (DBD). Meskipun trombositopenia bukan prediktor terhadap kejadian perdarahan pada kasus DBD tetapi masih menimbulkan kekhawatiran. Kontroversi sampai saat ini apakah transfusi trombosit profilaksis bermanfaat atau justru merugikan.Severe bleeding is still the largest causes of death in dengue hemorrhagic fever (DHF). Although thrombocytopenia is not a predictor of the incidence of bleeding in dengue cases but still raises clinicians’ concerns. The controversy is whether prophylactic platelet transfusion may be beneficial or detrimental.
Peran Inhibitor Sodium Glucose Co-transporter 2 (SGLT2) pada Terapi Diabetes Melitus Andy Luman
Cermin Dunia Kedokteran Vol 42, No 7 (2015): Stem Cell
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v42i7.985

Abstract

Inhibitor sodium glucose co-transporter 2 (SGLT2) merupakan suatu jenis obat antidiabetik dengan mekanisme kerja unik, yaitu menghambat secara spesifik SGLT2, suatu sistem transpor predominan reabsorpsi glukosa dari filtrasi glomerulus, sehingga penghambatan SGLT2 menurunkan reabsorpsi glukosa dari urin dan selanjutnya akan menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes.Inhibitor of sodium glucose co-transporter 2 (SGLT2) is a type of antidiabetic drug with a unique mechanism of action, which specifically inhibits SGLT2, a predominant transport system of glucose reabsorption from glomerular filtration, thus lowering the SGLT2 inhibition of glucose reabsorption from urine that can lower blood glucose levels in diabetic patients.
Hubungan Profil Laboratorium Sederhana dan Hipertensi di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Daerah Terpencil di Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Stephanie Wibisono; Garry Prasetyo; Naldo Soan
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 1 (2018): Dermatologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v45i1.149

Abstract

Latar Belakang: Belum ada studi yang khusus menganalisis profil laboratorium sederhana, seperti pemeriksaaan gula darah, kolesterol, dan asam urat, menggunakan alat periksa cepat (multi-function monitor system) dan pemeriksaan proteinuria dengan urin dipstik pada pasien hipertensi di Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Metode:  Penelitian kasus-kontrol terhadap subjek terpilih secara consecutive sampling di tiga wilayah kerja puskesmas Kabupaten Sikka, Flores NTT, selama bulan Januari – Mei 2017. Dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, serta penapisan pemeriksaan laboratorium sederhana menggunakan alat tes darah dan urin dipstik terhadap subjek usia >18 tahun. Data dianalisis dengan metode chi-square menggunakan SPSS 20. Hasil: idapatkan 333 sampel terdiri dari 170 pasien hipertensi dan 163 pasien non-hipertensi. Pada umumnya didapatkan hiperurisemia, hiperglikemia, hiperkolesterolemia, dan proteinuria. Signifikansi klinis yang bermakna adalah temuan proteinuria, hiperkolesterolemia, serta hiperglikemia.Background: No studies have specifically analyzed simple laboratory profiles including blood glucose, cholesterol, and uric acid examination using rapid blood monitoring device and proteinuria examination with dipstick urine among hypertensive patients in East Nusa Tenggara, Indonesia. Method : This case-control study was conducted in a consecutive sampling basis on subjects older than 18 years in three working areas at primary health care of Sikka Regency, Flores, NTT during January - May 2017. Data was collected from anamnesis, physical examination, and  simple  laboratory  screening  while  using  blood  test  kit  and  urine  dipstick.  Data  was  analysed  with  chi-square  method,  processed  by SPSS 20. Results:  We obtained 333 samples, consist of 170 hypertensive and 163 non-hypertensive patients. Hyperuricemia, hyperglycemia, hypercholesterolemia,  and  proteinuria  were  generally  found.  Clinical  significance  was  for  proteinuria,  hyperlipidemia,  and  hyperglycemia.
Prediksi Lokasi Jalur Asesori pada Sindrom Wolff-Parkinson-White dengan Berbagai Algoritma Sany R Siswardana; Yoga Yuniadi; Dicky A Hanafy; Sunu B Rahardjo
Cermin Dunia Kedokteran Vol 41, No 5 (2014): Muskuloskeletal
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v41i5.1140

Abstract

Wolff-Parkinson-White syndrome (WPW) adalah suatu sindrom pre-eksitasi ventrikel karena jalur asesori (JA). Jalur asesori adalah komunikasi elektris abnormal yang menghubungkan atrium dan ventrikel. Mayoritas penderita asimtomatik; insidens kematian mendadak pada WPW kurang dari 0,6% akibat takiaritmia. Algoritma untuk menentukan JA sebagian besar menggunakan algoritma Arruda. Dilaporkan algoritma selain Arruda yang menggunakan metode berbeda juga menunjukkan hasil yang solid dan memuaskan. Metode yang berbeda pada kasus tertentu menghasilkan perbedaan simpulan.Wolff-Parkinson-White syndrome (WPW) is a syndrome of pre-excitation of the ventricles of the heart due to an accessory pathway (AP). This AP is an abnormal electrical communication from the atria to the ventricles. While the vast majority of WPW syndrome remain asymptomatic, there is a risk of sudden death, the incidence of less than 0.6%, due to tachyarrhythmias. Determination of AP location mostly uses Arruda’s algorithm. Other algorithms are also good in predicting AP location. Different methods could produce different results. 
Obesitas di Tempat Kerja Sugih Firman
Cermin Dunia Kedokteran Vol 42, No 8 (2015): Nutrisi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v42i8.977

Abstract

Obesitas dikaitkan dengan peningkatan risiko beberapa penyakit komorbid, mulai dari penyakit jantung dan pembuluh darah hingga kanker. Penyebab obesitas multifaktor, meliputi interaksi kompleks antara genetis, hormon, lingkungan, beberapa penyakit tertentu, dan obat-obatan. Di beberapa tempat kerja, obesitas membatasi pekerja untuk melakukan beberapa jenis pekerjaan karena postur, kekuatan otot, kapasitas kardiorespirasi, rentang gerak, dan sebagainya. Penatalaksanaan penurunan berat badan yang berhasil meliputi penentuan tujuan dan membuat perubahan gaya hidup, seperti mengkonsumsi kalori lebih rendah dan menjadi aktif secara fisik. Penatalaksanaan perilaku merupakan pendekatan untuk membantu pasien obese mengembangkan suatu ketrampilan untuk mencapai berat yang lebih sehat.Obesity is associated with an increased risk of developing several comorbid diseases, ranging from cardiovascular diseases to cancer. The etiology of obesity is multifactorial, involving a complex interaction of genetics, hormones, environment, any diseases, and drugs. Obesity limits the employee to certain work type due to their posture, muscle strength, cardiorespiratory capacity, range of motion, etc. Successful weight-loss treatments include setting goals and making lifestyle changes, such as fewer calories intake and being physically active. Behavioral treatment is an approach used to help individuals develop a set of skills to achieve a healthier weight.
Penatalaksanaan Tekanan Darah pada Preeklampsia Risalina Myrtha
Cermin Dunia Kedokteran Vol 42, No 4 (2015): Alergi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55175/cdk.v42i4.1020

Abstract

Sekitar 10-15% kehamilan disertai komplikasi hipertensi yang berkontribusi besar dalam morbiditas dan mortalitas neonatal dan maternal. Wanita yang hipertensi saat hamil cenderung mengalami penyakit kardiovaskuler di kemudian hari. Preeklampsia merupakan penyakit sistemik yang tidak hanya ditandai oleh adanya hipertensi, tetapi juga disertai adanya peningkatan resistensi pembuluh darah, disfungsi endotel yang difus, proteinuria, dan koagulopati. Tujuan utama terapi antihipertensi adalah untuk mengurangi risiko terhadap ibu dan kerusakan organ target (komplikasi serebrovaskuler dan kardiovaskuler). Risiko kerusakan organ target meningkat jika kenaikan tekanan darah terjadi tiba-tiba pada wanita yang sebelumnya normotensi. Obat antihipertensi antenatal sebaiknya diberikan kembali post-partum dan dapat dihentikan dalam beberapa hari hingga beberapa minggu setelah tekanan darah normal.Approximately 10% to 15% of all pregnancies are complicated by hypertension and largely contribute to maternal and neonatal morbidity and mortality. Hypertensive disorders in pregnancy may contribute to the development of future cardiovascular disease. Preeclampsia is a systemic disease that is not only characterized by the presence of hypertension, but also accompanied by an increase in vascular resistance, diffuse endothelial dysfunction, proteinuria, and coagulopathy. The ultimate goal of antihypertensive therapy is to reduce main risks to mother and target organ-damage (cerebrovascular and cardiovascular complications). The risk of target organ damage increases if the rise of blood pressure occurs suddenly in previously normotensive women. Antenatal antihypertensive drugs should be given back post-partum and can be stopped within a few days to several weeks after a normal blood pressure.

Filter by Year

2014 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 50 No 11 (2023): Pediatri Vol 50 No 10 (2023): Kedokteran Umum Vol 50 No 9 (2023): Penyakit Dalam Vol 50 No 8 (2023): Dermatiologi Vol 50 No 7 (2023): Kardiovaskular Vol 50 No 6 (2023): Edisi CME Vol 50 No 5 (2023): Kedokteran Umum Vol 50 No 4 (2023): Anak Vol 50 No 3 (2023): Kardiologi Vol 50 No 2 (2023): Penyakit Dalam Vol 50 No 1 (2023): Oftalmologi Vol 49, No 4 (2022): Infeksi - COVID-19 Vol 49 No 12 (2022): Dermatologi Vol. 49 No. 11 (2022): Neurologi Vol 49 No 10 (2022): Oftalmologi Vol. 49 No. 9 (2022): Neurologi Vol. 49 No. 8 (2022): Dermatologi Vol 49, No 7 (2022): Vitamin D Vol 49 No 7 (2022): Nutrisi - Vitamin D Vol 49, No 6 (2022): Nutrisi Vol 49 No 6 (2022): Nutrisi Vol 49 No 5 (2022): Neuro-Kardiovaskular Vol 49, No 5 (2022): Jantung dan Saraf Vol 49 No 4 (2022): Penyakit Dalam Vol 49, No 3 (2022): Saraf Vol 49 No 3 (2022): Neurologi Vol 49, No 2 (2022): Infeksi Vol 49 No 2 (2022): Infeksi Vol 49 (2022): CDK Suplemen-2 Vol 49 (2022): CDK Suplemen-1 Vol 49, No 1 (2022): Bedah Vol 49 No 1 (2022): Bedah Vol 48 No 11 (2021): Penyakit Dalam - COVID-19 Vol 48, No 7 (2021): Infeksi - [Covid - 19] Vol 48 No 1 (2021): Infeksi COVID-19 Vol. 48 No. 10 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 4 Vol 48 No 8 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 3 Vol 48 No 5 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 2 Vol. 48 No. 2 (2021): Continuing Medical Education - Edisi 1 Vol 48, No 12 (2021): General Medicine Vol 48 No 12 (2021): Penyakit Dalam Vol 48, No 11 (2021): Kardio-SerebroVaskular Vol 48, No 10 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48, No 9 (2021): Nyeri Neuropatik Vol 48 No 9 (2021): Neurologi Vol 48, No 8 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48 No 7 (2021): Infeksi Vol 48, No 6 (2021): Kardiologi Vol 48 No 6 (2021): Kardiologi Vol 48, No 5 (2021): CME - Continuing Medical Education Vol 48 No 4 (2021): Dermatologi Vol 48, No 4 (2021): Dermatologi Vol 48, No 3 (2021): Obstetri dan Ginekologi Vol. 48 No. 3 (2021): Obstetri - Ginekologi Vol 48, No 2 (2021): Farmakologi - Vitamin D Vol 48, No 1 (2021): Penyakit Dalam Vol 47, No 12 (2020): Dermatologi Vol 47, No 11 (2020): Infeksi Vol. 47 No. 10 (2020): Dermatologi Vol 47, No 10 (2020): Optalmologi Vol 47 No 9 (2020): Infeksi Vol 47, No 9 (2020): Neurologi Vol. 47 No. 8 (2020): Oftalmologi Vol 47, No 8 (2020): Kardiologi Vol. 47 No. 7 (2020): Neurologi Vol 47, No 7 (2020): Bedah Vol 47 No 6 (2020): Kardiologi & Pediatri Vol. 47 No. 5 (2020): Bedah Vol 47, No 5 (2020): CME - Continuing Medical Education Vol. 47 No. 4 (2020): Interna Vol 47, No 4 (2020): Arthritis Vol. 47 No. 3 (2020): Dermatologi Vol 47, No 3 (2020): Dermatologi Vol 47 No 2 (2020): Infeksi Vol 47, No 2 (2020): Penyakit Infeksi Vol 47, No 1 (2020): CME - Continuing Medical Education Vol 47, No 1 (2020): Bedah Vol 47 No 1 (2020): Bedah Vol. 46 No. 7 (2019): Continuing Medical Education - 2 Vol 46, No 12 (2019): Kardiovaskular Vol 46 No 12 (2019): Kardiovakular Vol. 46 No. 11 (2019): Pediatri Vol 46, No 11 (2019): Kesehatan Anak Vol 46, No 10 (2019): Farmasi Vol. 46 No. 10 (2019): Farmakologi - Continuing Professional Development Vol 46 No 9 (2019): Neurologi Vol 46, No 9 (2019): Neuropati Vol. 46 No. 8 (2019): Pediatri Vol 46, No 8 (2019): Kesehatan Anak Vol 46, No 7 (2019): CME - Continuing Medical Education Vol 46 No 6 (2019): Endokrinologi Vol 46, No 6 (2019): Diabetes Mellitus Vol 46, No 5 (2019): Pediatri Vol. 46 No. 5 (2019): Pediatri Vol. 46 No. 4 (2019): Dermatologi Vol 46, No 4 (2019): Dermatologi Vol. 46 No. 3 (2019): Nutrisi Vol 46, No 3 (2019): Nutrisi Vol 46, No 2 (2019): Penyakit Dalam Vol. 46 No. 2 (2019): Interna Vol 46, No 1 (2019): Obstetri - Ginekologi Vol 46 No 1 (2019): Obstetri-Ginekologi Vol 46, No 1 (2019): CME - Continuing Medical Education Vol 45, No 12 (2018): Farmakologi Vol 45 No 12 (2018): Interna Vol. 45 No. 11 (2018): Neurologi Vol 45, No 11 (2018): Neurologi Vol 45, No 10 (2018): Muskuloskeletal Vol. 45 No. 10 (2018): Muskuloskeletal Vol 45, No 9 (2018): Infeksi Vol 45 No 9 (2018): Infeksi Vol. 45 No. 8 (2018): Dermatologi Vol 45, No 8 (2018): Alopesia Vol 45, No 7 (2018): Onkologi Vol 45 No 7 (2018): Onkologi Vol. 45 No. 6 (2018): Interna Vol 45, No 6 (2018): Penyakit Dalam Vol 45, No 5 (2018): Nutrisi Vol. 45 No. 5 (2018): Nutrisi Vol 45, No 4 (2018): Cidera Kepala Vol 45, No 4 (2018): Cedera Kepala Vol 45 No 4 (2018): Neurologi Vol. 45 No. 3 (2018): Muskuloskeletal Vol 45, No 3 (2018): Muskuloskeletal Vol. 45 No. 2 (2018): Urologi Vol 45, No 2 (2018): Urologi Vol 45, No 1 (2018): Suplemen Vol 45, No 1 (2018): Dermatologi Vol 45 No 1 (2018): Dermatologi Vol 44, No 12 (2017): Neurologi Vol 44, No 11 (2017): Kardiovaskuler Vol 44, No 10 (2017): Pediatrik Vol 44, No 9 (2017): Kardiologi Vol 44, No 8 (2017): Obstetri-Ginekologi Vol 44, No 7 (2017): THT Vol 44, No 6 (2017): Dermatologi Vol 44, No 5 (2017): Gastrointestinal Vol 44, No 4 (2017): Optalmologi Vol 44, No 3 (2017): Infeksi Vol 44, No 2 (2017): Neurologi Vol 44, No 1 (2017): Nutrisi Vol 43, No 12 (2016): Kardiovaskular Vol 43, No 11 (2016): Kesehatan Ibu - Anak Vol 43, No 10 (2016): Anti-aging Vol 43, No 9 (2016): Kardiovaskuler Vol 43, No 8 (2016): Infeksi Vol 43, No 7 (2016): Kulit Vol 43, No 6 (2016): Metabolik Vol 43, No 5 (2016): Infeksi Vol 43, No 4 (2016): Adiksi Vol 43, No 3 (2016): Kardiologi Vol 43, No 2 (2016): Diabetes Mellitus Vol 43, No 1 (2016): Neurologi Vol 42, No 12 (2015): Dermatologi Vol 42, No 11 (2015): Kanker Vol 42, No 10 (2015): Neurologi Vol 42, No 9 (2015): Pediatri Vol 42, No 8 (2015): Nutrisi Vol 42, No 7 (2015): Stem Cell Vol 42, No 6 (2015): Malaria Vol 42, No 5 (2015): Kardiologi Vol 42, No 4 (2015): Alergi Vol 42, No 3 (2015): Nyeri Vol 42, No 2 (2015): Bedah Vol 42, No 1 (2015): Neurologi Vol 41, No 12 (2014): Endokrin Vol 41, No 11 (2014): Infeksi Vol 41, No 10 (2014): Hematologi Vol 41, No 9 (2014): Diabetes Mellitus Vol 41, No 8 (2014): Pediatrik Vol 41, No 7 (2014): Kardiologi Vol 41, No 6 (2014): Bedah Vol 41, No 5 (2014): Muskuloskeletal Vol 41, No 4 (2014): Dermatologi Vol 41, No 3 (2014): Farmakologi Vol 41, No 2 (2014): Neurologi Vol 41, No 1 (2014): Neurologi More Issue