Cermin Dunia Kedokteran
Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut pencegahan, pengobatan maupun rehabilitasi. Jurnal ini ditujukan untuk membantu mewadahi publikasi ilmiah, penyegaran, serta membantu meningkatan dan penyebaran pengetahuan terkait dengan perkembangan ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat. Terbit setiap bulan sekali dan disertai dengan artikel yang digunakan untuk CME - Continuing Medical Education yang bekerjasama dengan PB IDI (Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia)
Articles
2,961 Documents
Scar Hipertrofik dan Keloid: Patofisiologi dan Penatalaksanaan
Sinto, Linda
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 1 (2018): Dermatologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (107.248 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v45i1.152
Angka terjadinya kelainan fibrotik yang sering muncul pasca-luka terus meningkat, baik luka karena operasi elektif maupun luka yang disebabkan oleh trauma lainnya. Seringkali disertai dengan keluhan lain seperti kontraktur, gatal hingga nyeri, sehingga mengganggu kualitas hidup seseorang baik secara fisik maupun psikologis. Secara umum kelainan fibrotik ini dibedakan atas scar hipertrofik dan keloid. Scar hipertrofik lambat laun dapat terjadi regresi secara sempurna, sedangkan keloid jarang sekali terjadi regresi. Gambaran klinis keduanya seringkali serupa. Oleh karena itu, sangat penting untuk menegakkan diagnosis yang tepat antara kedua jenis kelainan fibrotik ini sebelum mengambil keputusan untuk terapi. Saat ini sudah ada beberapa macam terapi yang ada, tetapi terapi ini pun masih terus berkembang. Melalui artikel ini akan dibahas mengenai perbedaan mendasar antara kedua jenis kelainan fibrotik ini dan pilihan kombinasi terapi yang baik untuk penanganannya.
Nevus Melanositik Kongenital Raksasa dan Kelainan Kongenital Ekstremitas pada Bayi Baru Lahir
Antonius, Cayadi Sidarta;
Wijayadi, Linda Julianti
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48, No 1 (2021): Penyakit Dalam
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (119.756 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v48i1.1261
Nevus Melanositik sejak lahir ditemukan pada satu persen anak di dunia dengan ukuran bervariasi. Salah satu varian nevus melanositik yang sangat jarang, berukuran sangat besar, yakni Nevus Melanositik Kongenital Raksasa (NMKR). Pada tulisan ini dilaporkan kasus NMKR disertai kelainan kongenital ekstremitas. Seorang bayi perempuan lahir di puskesmas dengan partus spontan dirujuk ke IGD, 3-4 jam setelah lahir. Terdapat bercak hitam di area perut, punggung, dan paha. Didapatkan juga perbedaan panjang tungkai, serta hanya ada 3 jari di kaki kanan. Tatalaksana diberi pelembap. Kasus ini jarang; diperlukan konsultasi dan observasi teratur untuk meningkatkan dan memperpanjang harapan hidup.Melanocytic Nevus since birth is found in one percent of children in the world with variable severity. One of the rare variant is very large melanocytic nevus variant called Giant Congenital Melanocytic Nevus (GCMN). This paper reported a case of GCNM accompanied with congenital abnormalities of the extremities. A baby girl who was born spontaneously in a clinic, was referred to the emergency department about 3-4 hours after her birth. The abnormalities were black spots in the abdominal area, back, and thighs. The patient also had different length of legs differences with only 3 toes on right foot. The patient was given moisturizer. GCMN case accompanied with congenital limb abnormalities is rare; regular consultation and observation are required to improve and prolong survival.
Tatalaksana Nutrisi pada Kanker Anak
Ardi, Laurencia
Cermin Dunia Kedokteran Vol 46, No 9 (2019): Neuropati
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (552.971 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v46i9.441
Prevalensi malnutrisi pada kanker anak cukup tinggi. Pemberian nutrisi yang tepat dan adekuat pada pasien kanker anak dapat membantu menurunkan morbiditas dan mortalitas. Selain makronutrien dan mikronutrien, terdapat nutrisi spesifik yang bermanfaat untuk pasien kanker anak seperti omega-3, asam amino rantai cabang, dan prebiotik atau probiotik.The prevalence of malnutrition in childhood cancer is quite high. Proper and adequate nutrition for pediatric cancer patients can help reduce morbidity and mortality. In addition to macronutrients and micronutrients, specific nutrients beneficial for pediatric cancer patients are omega-3, branched chain amino acids, and prebiotics or probiotics.
Aloe Vera Sebagai Terapi Alternatif Psoriasis
Suryawati, Nyoman;
-, Juliyanti
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 12 (2018): Farmakologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (151.392 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v45i12.557
Psoriasis merupakan penyakit kulit inflamasi kronis, berkaitan erat dengan faktor genetik dan lingkungan. Berbagai modalitas terapi psoriasis seperti sistemik, topikal maupun fototerapi dapat menimbulkan efek samping. Aloe vera topikal merupakan salah satu terapi alternatif herbal psoriasis karena memiliki efek antiinflamasi, antimikroorganisme, antiproliferasi dan keratolitik. Berbagai uji klinis melaporkan bahwa Aloe vera efektif menurunkan derajat keparahan psoriasis tipe plak kronis, tanpa efek toksik maupun efek samping serius, Aloe vera topikal aman dan dapat dipertimbangkan menjadi terapi alternatif herbal untuk psoriasis.Psoriasis is a chronic disorder characterized by chronic inflammation, associated with genetic and environment factors. Treatments such as systemic, topical and phototherapy are mostly used in long periods with potential side effects. An alternative herbal treatment is topical Aloe vera as antiinflammation, antimicrobial, antiproliferative, and keratolytic. Clinical trials reported the effectiveness of Aloe vera in decreasing the psoriasis severity, particularly in plaque type without toxicity and side effects. Topical Aloe vera is safe and can be considered as an alternative herbal treatment.
Endokarditis Infektif : Diagnosis, Tatalaksana dan Pencegahan
Willim, Herick Alvenus
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 8 (2020): Kardiologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (492.705 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v47i8.771
Endokarditis infektif (EI) disebabkan infeksi mikroorganisme di permukaan endokardium, paling banyak mengenai katup jantung. EI berhubungan dengan komplikasi dan mortalitas yang signifikan. Diagnosis berdasarkan modifikasi kriteria Duke. Tatalaksana meliputi terapi empiris, terapi spesifik dan pembedahan. Strategi pencegahan EI perlu diterapkan pada populasi umum, terutama pada pasien risiko tinggi.Infective endocarditis (IE) is caused by microorganism infection of the endocardial surface, most commonly affects cardiac valves. IE is associated with significant complication and mortality. Diagnosis is according to modified Duke criteria. Management includes empiric therapy, specific therapy, and surgery. IE prevention strategies is necessary in general population, especially in high-risk population.
Penyakit Creutzfeldt-Jakob
Affandi, Indra Gunawan
Cermin Dunia Kedokteran Vol 42, No 7 (2015): Stem Cell
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (211.503 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v42i7.988
Penyakit Creutzfeldt-Jakob merupakan kelainan otak yang ditandai dengan penurunan fungsi mental yang terjadi cepat disertai kelainan motorik. Kerusakan jaringan otak disebabkan oleh suatu organisme menyerupai virus (protein yang bisa ditularkan, prion). Penyakit ini adalah penyakit prion yang paling umum pada manusia dan terjadi pada sekitar 1:1.000.000 orang. Artikel ini membahas gejala, diagnosis, pengobatan, dan prognosis penyakit Creutzfeldt-Jakob.Creutzfeldt-Jakob disease (CJD) is a brain disorder characterized by progressive mental function deterioration accompanied with motor symptoms. Brain damage is caused by virus-like organism (transmissible protein, prion). This disease is the most prevalent prion disease in human and happens in 1:1.000.000 person. This article will discuss symptoms, diagnosis, treatment, and prognosis of Creutzfeldt-Jakob disease.Â
Clinical usefulness of telehealth: A literature review from the perspective of medical specializations
Octavius, Gilbert Sterling;
Yen Hwei, Lie Rebecca
Cermin Dunia Kedokteran Vol 48, No 12 (2021): General Medicine
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (115.093 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v48i12.1582
Telehealth uses interactive technology and telecommunication to provide health care and share medical knowledge between the users. Information is transferred from one site to another electronically. Telehealth enables physicians to access the integrated electronic medical records in treating patients. Telehealth can be used for diagnostic, therapeutic, and preventive measures and self-education and self-monitoring of patients' health. Telehealth enables users to interact collaboratively with each other. Telehealth enables multiple medical specialties in providing health care services to a more significant population of patients. Telehealth is also a cost-effective method in providing health care services in both urban and rural areas. Telehealth may be an answer to problems associated with poverty, rural areas, and lack of medical personnel. The purpose of this article is to give insights into the use of telehealth in multiple medical specialties and its positive outcomes.Telehealth memanfaatkan teknologi dan telekomunikasi yang interaktif untuk memberikan akses pelayanan kesehatan dan berbagi pengetahuan seputar dunia medis bagi penggunanya. Informasi ditransfer dari satu situs ke situs lain secara elektronik. Telehealth memungkinkan dokter untuk mengakses catatan medis elektronik terintegrasi saat merawat pasien. Telehealth dapat digunakan untuk tindakan diagnostik, terapeutik, pencegahan serta pendidikan dan pemantauan mandiri bagi para pasien. Telehealth memungkinkan pengguna untuk berinteraksi secara kolaboratif satu sama lain. Telehealth juga memungkinkan beberapa spesialisasi medis dalam memberikan layanan perawatan kesehatan kepada populasi pasien yang lebih banyak. Telehealth juga merupakan metode yang hemat biaya dalam menyediakan layanan perawatan kesehatan di daerah perkotaan dan pedesaan. Telehealth dapat menjadi jawaban atas masalah yang terkait dengan kemiskinan, daerah pedesaan, dan kurangnya tenaga medis. Tujuan artikel ini adalah untuk memberikan wawasan tentang penggunaan telehealth dalam berbagai spesialisasi medis dan hasil positifnya.
Pustulosis Eksantematosa Generalisata Akut (PEGA) Postpartum Diduga Dicetuskan oleh Ampisilin
Antonius, Cayadi Sidarta
Cermin Dunia Kedokteran Vol 47, No 9 (2020): Neurologi
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (190.086 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v47i9.915
Salah satu reaksi erupsi obat alergi adalah Pustulosis Eksantematosa Generalisata Akut (PEGA). Dilaporkan kasus PEGA post partum dengan plak eritematosa disertai pustul di hampir seluruh tubuh terutama di daerah lipatan. Kelainan ini muncul beberapa hari setelah melahirkan dan menggunakan ampisilin. Kasus ini memerlukan konsultasi dan observasi teratur.The clinical manifestation of allergic drug eruption may be in the form of Acute Generalized Eczematous Pustulosis (AGEP). This paper reported AGEP case in postpartum patient with erythematous plaque with pustules in almost the whole body, especially in the folds. This eruption comes a few days after delivery and ampicillin use. The patient requires regular consultation and observation.
Farmakogenomik dan Terapi Kanker
Yudhani, Ratih Dewi
Cermin Dunia Kedokteran Vol 41, No 6 (2014): Bedah
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (162.658 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v41i6.1127
Variabilitas respons terapi dan indeks terapi obat antikanker (kemoterapi) yang sempit sering dijumpai dan masih menjadi tantangan bagi ahli onkologi. Farmakogenomik merupakan studi pewarisan genetik yang berpengaruh pada proses disposisi obat dan juga efeknya yang bertujuan mengoptimalkan pemilihan jenis obat dan penyesuaian dosis pada tiap pasien. Farmakogenomik penting diterapkan di bidang onkologi karena terapi kanker sering ditandai dengan toksisitas sistemik yang berat dan efikasi yang tidak terprediksi sebelumnya. Studi farmakogenomik bertujuan untuk memahami genetik yang mendasari perbedaan respons di antara individu dan memprediksi keamanan, toksisitas dan atau efikasi suatu pengobatan. Tinjauan ini mendiskusikan beberapa contoh penerapan farmakogenomik khususnya terkait polimorfisme genetik yang mempengaruhi hasil dari terapi kanker.The variability in treatment responses and narrow therapeutic index of anticancer drugs (chemotherapy) are consistently observed across patient populations and still pose challenges for oncologist. Pharmacogenomics is the study of inherited differences in interindividual drug disposition and effects, with the goal of selecting the optimal drug therapy and dosage for each patient. Pharmacogenomics is especially important for oncology as severe systemic toxicity and unpredictable efficacy are hallmarks of cancer therapies. Pharmacogenomics studies are aimed at elucidating the genetic basis of interindividual differences and using such genetic information to predict the safety, toxicity, and/or efficacy of the drugs. This review will discuss several clinical relevant examples of pharmacogenomics use, especially genetic polymorphism, to influence the clinical outcome of cancer therapy.Â
Penanda Tumor untuk Diagnosis Karsinoma Kaput Pankreas
-, Irmayanti;
Bahrun, Uleng;
Parewangi, A.M. Luthfi;
Samad, Ibrahim Abd.
Cermin Dunia Kedokteran Vol 45, No 3 (2018): Muskuloskeletal
Publisher : PT. Kalbe Farma Tbk.
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (150.328 KB)
|
DOI: 10.55175/cdk.v45i3.192
Pendahuluan. Karsinoma kaput pankreas cenderung terjadi pada usia lanjut dan merupakan penyebab kematian keempat akibat keganasan. Diagnosis karsinoma kaput pankreas ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang laboratorium dan radiologi. Kasus. Karsinoma kaput pankreas pada pasien ini menyebabkan obstruksi aliran empedu, sehingga terjadi kolestasis disertai peningkatan CEA dan CA 19-9 yang sangat tinggi.