cover
Contact Name
fuad fitriawan
Contact Email
fuadfitriawan@gmail.com
Phone
+6285735262639
Journal Mail Official
basica@insuriponorogo.ac.id
Editorial Address
kampus iai sunan giri (INSURI ponorogo) jl. batorokatong no 32 ponorogo kode pos 63491
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Basica
ISSN : 28099710     EISSN : 27970965     DOI : https://doi.org/10.37680/basica
a journal that publishes original writings from the results of literature studies research for sciences results biology physics science education elementary school arts education and childrens learning creativity. Islamic Primary Education Journal published biannually in June and December including several research focuses.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 164 Documents
Scaffolding: Strategi Pembelajaran dalam Membentuk Kemandirian Belajar Siswa Mata Pelajaran IPA Materi Gaya, Gerak dan Energi Kelas V Rinesti Witasari; Fuad Fitriawan
BASICA: Journal of Primary Education Vol 1 No 2 (2021): Models and Strategy Learning for Primary Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.491 KB) | DOI: 10.37680/basica.v1i2.1120

Abstract

: Proses pembelajaran kelas V di MI Sabilil Muttaqin Kapuran masih berpusat pada fasilitator/guru. Pesera didik hanya diam mendengarkan apa yang disampaikan oleh guru, membaca buku materi kemudian menghafal materi-materi yang tertulis dalam buku pelajaran. Menghafalkan materi pembelajaran tanpa mengajaknya mengalami secara langsung, mempelajari bayang-bayang tanpa mengetahui wujud asli yang dipelajari hal ini sering kali membuat peserta didik merasa bosan di sekolah. Memilih strategi pembelajaran perlu dilakukan berdasarkan pada kesesuaian materi yang akan disampaikan. Hal ini dapat membantu meningkatkan keaktifan dan kreatifitas belajar siswa selama proses belajar mengajar berlangsung dan mencapai tujuan yang telah dirancang. metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa: (1) Proses pembelajaran IPA kelas V di MI Sabilil Muttaqin Kapuran lebih dominan menggunakan metode ceramah, demostrasi, dan belajar di luar kelas. (2) Proses penerapan strategi pembelajaran scaffolding ini dengan mengorganisasi isi materi, mengorganisasi cara penyampaian materi dan mengorganisasi peserta didik. (3) Bentuk kemandirian belajar siswa kelas V mata pelajaran IPA materi gaya, gerak dan energi ini adalah mereka diberikan otonomi dan tanggung jawab untuk berinisiatif dan berperan aktif dalam mengatur sendiri berbagai aspek kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuannya tanpa selalu bergantung kepada orang lain.
Integrasi Pendekatan Dalam Melaksanakan Pembelajaran Era Digital di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SKIL) Dwiyanti Puspitasari; Elya Umi Hanik; Reza Nidaul Innayah; Hema Rizkyana Firdaus; Emilia Safitri; Maurin Pratiwi
BASICA: Journal of Arts and Science in Primary Education Vol 2 No 1 (2022): Approaches and Learning Media For Primary Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v2i1.963

Abstract

ABSTRAK Era digital saat ini juga berpengaruh dalam dunia pendidikan. Karakteristik siswa sudah banyak yang dekat dengan teknologi serta dilihat dari kemampuan pihak sekolah dalam menfasilitasi teknologi agar pendidik dan sekolah mengintegrasikan pendekatan TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowleedge) untuk melaksanakan pendidikan di era digital. Penelitian ini mempunyai maksud tujuan untuk mendeskripsikan Integrasi Pendekatan TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowleedge) Sekolah Dasar SIKL untuk melaksanakan pendiidkan era digital. Adapun metode atau cara yang diterapkan peneliti terhadap laporan ini adalah dengan metode atau cara kualitatif, yakni pengumpulan sumber data yang berasal dari wawancara secara virtual serta jurnal penelitian yang mana lebih mengutamakan pada tema Integrasi Pendekatan TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowleedge) untuk melaksanakan pendidikan di era digital. Penelitian ini menunjukkan bahwa, Integrasi Pendekatan TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowleedge) merupakan kerangka pembelajaran untuk mengolah berbagai bentuk pembelajaran baru yang menggunakan penggabungan tiga komponen penting antara lain teknologi, pedagogic, dan konten/materi pengetahuan, serta didalamnya terdiri dari tujuh komponen TPACK yaitu CK (Content Knowledge), PK (Pedagogy Knowledge), TK (Technology Knowledge), TPK (Technological Pedagogical Knowledge), TCK (Technological Content Knowledge), PCK (Pendagogical Content Knowledge) dan TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dalam mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan integrasi pendekatan TPACK di era digital pada masa pandemic covid-19 tetap menerapkan blended learning dengan menggunakan domain google classroom sebagai platform pembelajaran di kelas. Kata Kunci : integrasi, TPACK, pedagogic, era digital ABSTRACT The current digital era is also influential in the world of education. The characteristics of many students are close to technology and seen from the ability of the school to facilitate technology so that educators and schools integrate the TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowleedge) approach to implementing education in the digital era. This study has the objective of describing the integration of the TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowleedge) approach to the SIKL Elementary School to carry out education in the digital era. The method or method applied by researchers to this report is the qualitative method or method, namely the collection of data sources from virtual interviews and research journals which prioritize the theme of Integration of the TPACK Approach (Technological, Pedagogical, Content Knowleedge) to carry out education. in the digital age. This research shows that, the Integration of the TPACK Approach (Technological, Pedagogical, Content Knowleedge) is a learning framework for processing various new forms of learning that use the combination of three important components, namely technology, pedagogics, and content / material knowledge, and it consists of seven TPACK components. namely CK (Content Knowledge), PK (Pedagogy Knowledge), TK (Technology Knowledge), TPK (Technological Pedagogical Knowledge), TCK (Technological Content Knowledge), PCK (Pendagogical Content Knowledge) and TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge). Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) in overcoming problems related to the integration of the TPACK approach in the digital era during the Covid-19 pandemic continues to apply blended learning by using the google classroom domain as a learning platform in the classroom. Keywords: integration, TPACK, pedagogic, digital era
Implementasi Total Quality Management (TQM) Pendidikan Dalam Tantangan Globalisasi Di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Latifatur Rosyidah
BASICA: Journal of Arts and Science in Primary Education Vol 2 No 1 (2022): Approaches and Learning Media For Primary Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v2i1.973

Abstract

Pendidikan yang berkualitas menjadi dasar pengembangan dan kemajuan pada era globalisasi. Oleh karenanya perlu diterapkannya paradigma baru berupa peningkatan kualitas pendidikan yang harus dikelola dan diselenggarakan oleh pihak pendidikan sebagai respon kebijakan pemerintah dan keinginan masyarakat. Dalam menjalankan fungsi manajemen dalam setiap lembaga pendidikan tidak terkecuali di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) perlu adanya Implementasi Total Quality Management (TQM) sebagai usaha dalam peningkatan kualitas pendidikan dimasa mendatang. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui implementasi Total Quality Management (TQM) di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Malaysia di era globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat eksplanatori yaitu penjelasan terhadap topik implementasu Total Qualiti Management (TQM), Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi tidak langsung, wawancara, dan studi literatur. Hasil dan pembahasan penelitian ini yaitu menggunakan analisa data kualitatif yang dianalisa dengan metode Deskriptif. Hasil penelitian terhadap implementasi menunjukan bahwa terdapat ada 5 langkah yang dilakukan SIKL Malaysia dalam mengimplementasikan TQM diantaranya : 1) perbaikan secara terus menerus (continous improvement); 2) menentukan Standar Mutu, (Quality assurance); 3) perubahan kultur (change of culture); 4) perubahan organisasi (upsidedown-organization); dan 5) mempertahankan hubungan dengan pelanggan (keeping close to the customer). Kata Kunci; Total Quality Management (TQM), Pendidikan, Globalisasi, SIKL
Daily Report : Sebagai Evaluasi Kedisiplinan Siswa Kelas III MI Hidayatun Najah Tuban Zulfatun Anisah; Rini Andria Ani
BASICA: Journal of Primary Education Vol 2 No 1 (2022): Approaches and Learning Media For Primary Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v2i1.1520

Abstract

Kedisilinan merupakan salah satu proses pembentukan perilaku siswa. Kedisiplinan merupakan salah satu hal penting yang berpengaruh dalam pembelajaran. Oleh karena itu dibutuhkan peran guru dan orang tua sebagai contoh dalam meningkatkan kedisiplinan anak. Daily report merupakan suatu program yang berisi kegatan-kegiatan yang bertujuan untuk mendisiplinkan siswa dengan cara siswa melakukan kegiatan secara terus menerus dan sistematis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi mengenai desain, pelaksanaan, keberhasilan, faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan dari program daily report siswa kelas 3B di MI Hidayatun Najah Tuban. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu dengan memberikan gambaran secara langsung mengenai fakta-fakta yang berkaitan dengan desain, pelaksanaan kolaborasi antara guru dengan orang tua siswa, keberhasilan dan faktor pendukung serta penghambat proses pelaksanaan program daily report untuk meningkatkan kedisiplinan siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan analisis data bahwa implementasi daily report dengan cara mengisi buku yang berisi item-item yang harus dikerjakan oleh siswa dalam satu hari, dan sebagian diisi oleh orang tua dan Sebagian lagi diisi oleh guru. Ketika di rumah orang tua mengisi kegiatan yang harus di lakukan pada saat di rumah, dan ketika berada di sekolah guru yang mengisi kegiatan yang ada di sekolah pada buku penghubung siswa. Untuk mengisi buku penghubung dengan cara memasukkan angka 1 untuk item yang dikerjakan dan mengisi angka 0 untuk yang tidak dikerjakan oleh siswa, serta ketika siswa tidak sholih. Daily report ini dapat membentuk kebiasaan baik siswa karena secara tidak langsung siswa dipaksa untuk mengerjakan sesuatu yang positif secara terus menerus. Dari kebiasaan-kebiasaan positif tersebut maka terbentuklah kedisiplinan siswa.
Penggunaan Media Lalutu Untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Materi Pengurangan Bilangan Susun Panjang Erna Setiyowati
BASICA: Journal of Arts and Science in Primary Education Vol 2 No 1 (2022): Approaches and Learning Media For Primary Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v2i1.1527

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berhitung siswa pada mata pelajaran Matematika materi pengurangan bilangan susun panjang kelas I A MI KH. Romly Tamim Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa pada meteri pengurangan bilangan susun panjang kelas I A MI KH. Romly Tamim semester genap tahun pelajaran 2021-2022 melalui media Lalutu (Place Value Tube). Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I, 12 orang atau 48 % siswa mencapai KKM, dengan rata-rata nilai 70,2. Pada siklus II, 17 orang atau 70 %siswa mencapai KKM dengan rata-rata nilai 75,96. Dari peningkatan ini maka dapat disimpulkan bahwa, penggunaan media Lalutu (Place Value Tube) terbukti dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa kelas 1 A MI KH. Romly Tamim Belung.
Penggunaan Media Aktual dalam Pembelajaran Akidah Akhlak untuk Kelas Bawah MI/SD Nova Krisnawati; Asfahani Asfahani
BASICA: Journal of Arts and Science in Primary Education Vol 2 No 1 (2022): Approaches and Learning Media For Primary Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v2i1.1617

Abstract

Abstrak: Akidah Akhlak merupakan ilustrasi yang signifikan dalam menyampaikan cara berperilaku hormat dari usia anak muda sekarang. Karena sifatnya yang teoritis, dalam mempelajari Akidah Akhlak, masih diperlukan objek-objek yang menjadi mediator atau pelatihan yang membantu kapasitas tersebut untuk berinteraksi sehingga realitas mudah dipahami orang banyak. Pemilihan media yang tepat dapat menjadi penopang tantangan siswa Madrasah Ibtidaiyah dalam menangkap materi. Tujuan kajian tulisan ini untuk mengetahui penggunaan media aktual (lingkungan) dalam pembelajaran akidah akhlak untuk kelas bawah MI/SD. Metode penelitian ini menggunakan studi pustaka. Hasil penelitian yaitu peran lingkungan sebagai mediator dalam pembelajaran Akhlak-Akidah di MI/SD sangat penting dan mendukung pembelajaran siswa. Pembelajaran dengan menggunakan lingkungan dapat mengembangkan sisi pedagogisnya. Adapun simpulan dari penelitian ini bahwa kegiatan pembelajaran yang memanfaatkan lingkungan dan menekankan proses dirancang untuk memberikan siswa pengalaman langsung dan memungkinkan pembelajaran Akidah Akhlak yang bermakna dan berkualitas. Kata kunci; Media, investigasi, belajar Akidah Akhlak Abstract: Akidah Akhlak is a significant illustration in conveying how to behave respectfully from the young age of today. Due to its theoretical nature, in studying Akidah Akhlak, objects are still needed to become mediators or training that helps the capacity to interact so that reality is easily understood by many people. The selection of the right media can support the challenges of Madrasah Ibtidaiyah students in capturing the material. The purpose of this study is to find out the actual use of media (environment) in learning morals for the lower class of MI/SD. This research method uses literature study. The result of the research is that the role of the environment as a mediator in learning morality in MI/SD is very important and supports student learning. Learning by using the environment can develop its pedagogical side. The conclusion of this research is that learning activities that utilize the environment and emphasize the process are designed to give students direct experience and enable meaningful and quality learning of Akidah Akhlak.
Pengaruh Budaya Religius terhadap Sikap Spiritual Peserta Didik SD Terpadu Ainul Ulum Pulung Ponorogo Sugianto, Oga; Asfahani, Asfahani; Salahuddin, Marwan
BASICA Journal of Primary Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v2i2.1726

Abstract

Educational institutions have various kinds of religious cultures that are applied in their organizational systems. However, not all educational institutions have their own culture, which is a characteristic of these educational institutions. Spiritual attitudes are very appropriate to be implemented in the school environment, and this is because schools are a place for interaction between others, gathering with peers, and communication, so it becomes a very strategic place for fostering, directing, and preparing students to become religious figures. This study aims to determine religious culture, the formation of spiritual attitudes, and the influence of religious culture on the spiritual perspectives of students at SD Terpadu Ainul Ulum Pulung Ponorogo. This type of research is quantitative with questionnaires and documentation data collection procedures; the object of this research is SD Terpadu Ainul Ulum Pulung. The population of this research is the students of SD Terpadu Ainul Ulum, while the sample is 50% of the population, which is 45 students. Data related to religious culture and students' spiritual attitudes were analyzed correlational, while data associated with the influence of religious culture on spiritual attitudes were analyzed correlational using the Contingency Correlation formula. The results of data analysis: (1) The application of religious culture is good. This is known from the results of the study, which showed the highest percentage (73%), (2) students' spiritual attitudes were in a good category. This is known from the results of the study, which showed the highest percentage was 62.2%), (3) Based on the results of the analysis, it can be concluded that there is a significant influence between religious culture on the self-adjustment ability of SD Terpadu Ainul Pulung Ponorogo students.. Keywords: Religious culture; Learners, Spiritual Attitude Abstrak: Lembaga pendidikan memiliki berbagai macam budaya religius yang diterapkan didalam sistem organisasinya. Namun tidak semua lembaga pendidikan memiliki budaya tersendiri yang menjadi suatu ciri khas bagi lembaga pendidikan tersebut. Sikap spiritual sangat tepat diimplementasikan di lingkungan sekolah, hal ini disebabkan karena sekolah merupakan salah satu wadah untuk interkasi antar sesama, kumpul dengan sebaya, komunaksi, sehingga menjadi tempat yang sangat strategis dalam membina, mengarahkan dan mempersiapkan peserta didik menjadi sosok yang religius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui budaya religius, pembentukan sikap spiritual, dan pengaruh budaya religius terhadap sikap spiritual peserta didik di SD Terpadu Ainul Ulum Pulung Ponorogo. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan prosedur pengumpulan data kuesioner dan dokumentasi, objek penelitian ini yakni SD Terpadu Ainul Ulum Pulung. Populasi dari penelitian ini yakni selurus siswa siswi SD Terpadu Ainul Ulum, sedangkan sampelya yakni 50% dari populasi yaitu 45 siswa. Data yang terkait tentang buadaya religius dan sikap spiritual siswa dianalisis secara korelasional, sedangkan data terkait dengan pengaruh budaya religius terhadap perilaku sikap spiritual dianalisis secara korelasional dengan rumus Korelasi Kontingensi. Hasil analisis data: (1) Penerapan budaya religius sudah baik. Hal ini diketahui dari hasil penelitian yang menunjukkan prosentase tertinggi (73%), (2) Sikap Spiritual siswa termasuk kategori baik. Hal ini diketahui dari hasil penelitian yang menunjukkan prosentase tertinggi 62,2%), (3) Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara budaya religius terhadap kemampuan penyesuaian diri siswa SD Terpadu Ainul Pulung Ponorogo. Kata Kunci: Budaya religius; Peserta Didik, Sikap Spiritual
Implementasi Program Getol Beriman dalam Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan di SDIT Qurrota Ayun Ponorogo Susanti, Eka
BASICA Journal of Primary Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v2i2.1781

Abstract

Abstract: GETOL BERIMAN (clean and comfortable toilet movement) is a program to inculcate a clean culture and care for the environment carried out at SDIT Qurrota A'yun Ponorogo in 2022, which contains seven habits when going to the bathroom that students must apply. This study aims to discuss the form and implementation of the GETOL BERIMAN program in instilling the character of caring for the environment in students. This type of research is a qualitative descriptive field research. The data sources of this research are all school residents, the environment and relevant school data. Data collection techniques through interviews, observation, and documentation. While the data analysis with data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Based on the discussion, it can be concluded that: (1) The form of the GETOL BERIMAN program is in the form of seven habits contained in the GETOL BERIMAN book that must be carried out by students when going to the bathroom referring to the principles of fostering and environmental awareness culture. (2) The GETOL BERIMAN program to instill the character of caring for the environment is carried out during class hours with the procedure of raising hands, inviting friends and asking permission, bringing books and id cards, students going to the bathroom and friends as quality control, then checking books. (3) The supporting factors for this program are human resources, infrastructure and the inhibiting factor is the lack of student responsibility, program consistency.
Analisis Modul Pembelajaran Bebasis Proyek “Kayanya Negeriku” Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar hairunnisa, hairunnisa
BASICA Journal of Primary Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v2i2.1965

Abstract

Keberhasilan belajar pada siswa tingkatan sekolah dasar di Tanjungpinang masih menekankan pada aspek kognitif yang berupa penguasaan teori materi pelajaran saja. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Peneliti menggunakan tiga teknik pengumpulan, yaitu studi pustaka, wawancara, dan angket validasi. Berdasarkan hasil penelitian tingkat kelayakan modul pembelajaran berbasis proyek siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 10 Tanjungpinang Timur pada aspek bahasa diperoleh persentase 95, 63 % kategori sangat valid atau dapat digunakan tanpa revisi, selanjutnya persentase aspek materi yaitu 85,42 % kategori cukup valid atau dapat digunakan namun direvisi kecil. Pemanfaatan pembelajaran berbasis proyek Tema 9 Subtema 1 “Kayanya Negeriku” dapat digunakan untuk memperoleh pengalaman baru dalam pembelajaran di kelas dan memudahkan pemahaman konsep serta dapat membantu siswa belajar secara mandiri oleh siswa baik dengan ataupun tanpa bimbingan dari guru. Kata Kunci: Modul Pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Proyek Abstract: The success of learning at elementary school level students in Tanjungpinang still emphasizes the cognitive aspect in the form of mastering the theory of subject matter only. This research uses descriptive analysis method. Researchers used three collection techniques, namely literature study, interviews, and validation questionnaires. Based on the results of the study, the feasibility level of project-based learning modules for fourth grade students of State Elementary School 10 Tanjungpinang Timur in the language aspect obtained a percentage of 95, 63% very valid category or can be used without revision, then the percentage of material aspects is 85.42% category quite valid or can used but slightly revised. Utilization of project-based learning Theme 9 Sub-theme 1 “Kayanya Negeriku” can be used to gain new experiences in classroom learning and facilitate understanding of concepts and can help students learn independently by students either with or without guidance from the teacher. Keywords: Learning Module, Project Based Learning
Efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik Elektronik Berbasis Problem Based Learning Di Era New Normal Terhadap Hasil Belajar Tematik Faizah, Silviana Nur; Jamila, Nur Hikmatul
BASICA Journal of Primary Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/basica.v2i2.2044

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan penerapan E-LKPD dengan metode pembelajaran Problem Based Learning terhadap hasil belajar Tematik. Pandemi covid 19 yang tersebar di Indonesia membawa dampak perubahan bagi aspek kehidupan masyarakat salah satunya dunia pendidikan. Pada masa pandemi keberhasilan pendidikan tentunya menjadi tantangan berat bagi para pendidik, hal itu dikarenakan terjadinya pergeseran sistem pendidikan yang awalnya tatap muka menjadi daring dengan memanfaatkan kemajuan teknologi sehingga proses pembelajaran dapat diakses dengan mudah melalui jaringan internet. Metode Penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif yang dilaksanakan pada semester genap tahun 2019/2020 dengan desain penelitian menggunakan Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas III di MI Pembangunan Lamongan yang terdiri dari dua kelas yaitu kelas III A yang terdiri dari 20 siswa, dan kelas III B dengan jumlah 20 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan Teknik wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji hipotesis dengan Teknik Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahan ajar Lembar Kerja Peserta Didik lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dalam peimbelajaran tematik. Hal ini dibuktikan dengan hasil nilai Sig 2 tailed yang menunjukkan data 0,000 < 0,0005 sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan E-LKPD pada pembeljaran tematik dinilai efektif. Dengan demikian dapat disimpulkan adanya perbedaan rata-rata hasil belajar siswa yang menggunakan bahan ajar E-LKPD berbasis Problem Based Learning dengan pembelajaran yang menerapkan buku tematik sebagai bahan ajar terhadap hasil belajar siswa.

Page 2 of 17 | Total Record : 164