cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Editorial Address
Jl. Hang Tuah No 114 Palu
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
ISSN : -     EISSN : 25976052     DOI : https://doi.org/10.56338/mppki
Core Subject : Health,
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) periodic scientific journal that is published by Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu. with ISSN Number: 2597-6052 (Online - Electronic). This journal accepts scientific papers in the form of research articles and review articles in the field of health promotion and behavior science. The focus and scopes of the journal include: Health Literacy Community health empowerement and culture Health promoting hospital Health promotion in institution including tourism and industry Health media and communication technology Health promotion for infectious and non infectious diseases Lifestyle diseases including reproductive health,sexuality and HIV/AIDS Health promoting Occupational health and safety Health behaviour and education Intervention strategies in health promotion
Articles 1,250 Documents
Hubungan Efikasi Diri dengan Perilaku Pencegahan Merokok pada Remaja di SMA Negeri 1 Taman Kabupaten Sidoarjo : The Relationship Between Self-Efficacy and Smoking Prevention Behavior in Adolescents at SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo Firda Amelia Nur Fuaidah; Avinka Nugrahani; Muthmainnah
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3168

Abstract

Latar Belakang: Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk usia remaja (15- 19 tahun) di Indonesia pada Februari 2022 sekitar 22,1 juta jiwa. Jumlah tersebut tentu akan muncul berbagai masalah pada perkembangan remaja, salah satunya adalah banyaknya remaja yang melakukan perilaku berisiko yaitu merokok. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perilaku pencegahan merokok pada remaja di SMA Negeri 1 Taman Kabupaten Sidoarjo. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 1 Taman kelas 10 dan 11. Sampel penelitian ditentukan dengan metode simple random sampling sehingga didapatkan sampel sebanyak 90 responden. Dalam pengambilan data, peneliti membagikan kuesioner kepada responden. Hasil: Analisa statistik yang telah dilakukan dengan menggunakan Uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan <0,05 diperoleh nilai p-value 0,001. Maka didapatkan nilai p-value 0,001 < 0,05 yang memiliki arti bahwa terdapat hubungan antara efikasi diri dengan perilaku pencegahan merokok. Kesimpulan: Terdapat hubungan bersifat positif antara efikasi diri dengan perilaku pencegahan merokok, yang berarti bahwa semakin tingginya efikasi diri maka semakin meningkat pula perilaku pencegahan merokok yang dilakukan oleh siswa SMA Negeri 1 Taman.
Pengaruh Dukungan Sosial Informasi Terhadap Upaya Penerimaan Diri Remaja Penyitas Kekerasan Verbal di Surabaya : The Influence of Information Social Support on Self-Acceptance Efforts for Adolescent Verbal Abuse Survivord in Surabaya Noviyanti, Tausyiah Rohmah; Natasya Dyah Ayu Rahmadani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3184

Abstract

Latar belakang: Kekerasan verbal seringkali terjadi pada usia anak-anak. Menururt Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Fidiansjah menyampaikan bahwa 33,8% anak Indonesia mengalami kekerasan verbal selama pandemi Covid-19 dengan 49,2 juta anak mengalami kekerasan verbal. Data sensus penduduk terakhir menyatakan bahwa jumlah anak Indonesia sebanyak 79,5 juta jiwa. Sekitar 30,1% dari seluruh jumlah penduduk di Indonesia temasuk ke dalam kategori anak yang usianya dibawah 18 tahun dan sebanyak 49,2 juta jiwa anak yang mengalami kekerasan verbal. Dukungan sosial yang baik memilki peran penting bagi korban kekerasan verbal dalam penerimaan dirinya, hal tersebut dapat membantu korban mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Salah satu bentuk dukungan sosial adalah dukungan informasi (Apprasial support). Tujuan: Untuk mengetahui bentuk dukungan sosial informasi yang diberikan dalam upaya meningkatkan penerimaan diri (self-acceptance) Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui indepth interview. Informan menelitian adalah remaja penyitas kekerasan verbal di Surabaya yang terhubung dengan komunitas Rumah Remaja Surabaya. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan metode triangulasi sumber untuk memeriksa keabsahan data. Hasil: Dukungan informasi merupakan dukungan dalam bentuk informasi yang dibutuhkan oleh remaja penyitas kekerasan verbal di Surabaya. Semua informan utama penelitian telah mendapatkan dukungan informasi sesuai dengan sumber yang berbeda. Kesimpulan: Dukungan sosial dianggap mempunyai peran penting, yakni dengan memberikan informasi kepada pelaku kekerasan verbal serta dukungan sosial kepada penyitas kekerasan verbal sehingga kedepannya tidak lagi terjadi kekerasan verbal yang berulang, penyitas menjadi terbantu melalui edukasi dampak kekerasan verbal dan memiliki penerimaan diri yang baik.
Efek Kebiasaan Menyirih terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut : Literature Review: The Effects of Betel Chewing Habits on Dental and Oral Health : Literature Review Azraliani, Tasyafiki; Dien Anshari
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3192

Abstract

Latar belakang: Perilaku menjaga kesehatan gigi dan mulut tidak terlepas dari kebiasaan yang dibentuk oleh tradisi dan budaya di masyarakat, seperti kebiasaan menyirih di nusantara. Studi terdahulu menunjukkan kebiasaan menyirih membawa efek samping bagi kesehatan gigi dan mulut. Tujuan: Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak dari kebiasaan menyirih terhadap kesehatan gigi dan mulut yang telah ditemukan dari penelitian-penelitian terdahulu. Metode: Tinjauan sistematis ini menggunakan pendekatan Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-analysis (PRISMA) dalam memilih artikel-artikel penelitian terdahulu. Artikel penelitian didapatkan dengan mengakses tiga database elektronik yaitu Science Direct, Pubmed dan Google Scholar, dengan menggunakan kata kunci “Betel Chewing AND Effect AND Oral Health” dengan pembatasan tahun terbit 2015-2022 dan kriteria inklusi artikel berfokus pada dampak dari kebiasaan menyirih serta tersedia naskah lengkap. Analisis tematik dilakukan pada 12 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil: Secara umum, kebiasaan menyirih berdampak pada jaringan keras dan jaringan lunak gigi dan mulut. Dampak terhadap jaringan keras meliputi ragam masalah gigi (seperti diskolorasi, abrasi, atrisi, dan karies), masalah jaringan periodontal (seperti periodontitis, clinical attachment loss, dan tooth loss), serta masalah sendi rahang (seperti temporomandibular joint disfunction syndrome). Sementara dampak pada jaringan lunak meliputi masalah gingiva, xerostomia, lesi oral pra-kanker, dan kanker mulut. Adapun faktor-faktor yang ditemukan berhubungan dengan dampak dari kebiasann menyirih antara lain adalah durasi dan frekuensi menyirih, serta pengetahuan akan bahaya dari kebiasaan menyirih. Kesimpulan: Kebiasaan menyirih memiliki beragam dampak pada kesehatan gigi dan mulut. Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mendalami persepsi masyarakat di wilayah yang rentan dengan kebiasaan menyirih untuk mengembangkan program edukasi mengenai bahaya dari kebiasaan menyirih yang tepat sasaran.
Faktor Risiko Penyakit Ginjal Kronis pada Kelompok Usia Dewasa : Literature Review: Risk Factors for Chronic Kidney Disease in the Adult Age Group : Literature Review Arriyani, Farida; Wahyono, Tri Yunis Miko
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3239

Abstract

Latar Belakang: Penyakit ginjal kronis adalah salah satu penyakit katastropik yang menjadi beban pembiayaan kesehatan. Perlunya mengetahui faktor risiko penyakit ini dapat menjadi salah satu upaya awal dalam pencegahan penyakit ginjal kronis. Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis literatur ilmiah yang membahas faktor risiko gagal ginjal kronis pada usia dewasa. Metode: Systematic review digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Artikel yang digunakan adalah artikel berbahasa inggris dengan rentang waktu tahun 2012-2022 yang didapat dari database Scopus, ScienceDirect dan ProQuest. Kriteria inklusi yaitu data-data yang memuat kata kunci faktor risiko, ginjal kronis, dan dewasa, sedangkan kriteria eksklusi adalah artikel yang tidak berhubungan dengan kata kunci tersebut. Artikel yang disertakan pada penelitian ini adalah desain cross-sectional dengan jumlah sampel yang besar dan dilakukan di berbagai negara seperti Nikaragua, Amerika Serikat, Ethiopia, Nepal, Malaysia, Nigeria, Iran, India dan Cina. Hasil: Diperoleh 10 artikel yang membahas faktor risiko penyakit ginjal kronis pada usia dewasa. Sebagian besar faktor risiko yang dibahas adalah usia, jenis kelamin, etnis, riwayat keluarga dengan penyakit ginjal, hipertensi, diabetes melitus, batu ginjal, obesitas, dislipidemia, dan merokok. Kesimpulan: Faktor yang meningkatkan risiko penyakit ginjal kronis adalah individu dengan usia yang lebih tua, laki-laki, etnis tertentu (Afrika Amerika, Hispanik, Amerika Asli, atau Asia), memiliki riwayat penyakit ginjal keluarga, hipertensi, diabetes melitus, batu ginjal, obesitas, hiperkolesterolemia, dan merokok. Memahami faktor penyebab dan menerapkan skrining pada populasi yang berisiko akan meningkatkan deteksi dini, memulai pengobatan faktor risiko yang dapat dimodifikasi, dan pengobatan yang tepat untuk PGK. Pencegahan dapat dilakukan melalui kegiatan promotif dan preventif untuk mengurangi kasus penyakit ginjal kronis di masyarakat, yaitu dengan menerapkan gaya hidup sehat.
Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Anak Balita : Literature Review: Stunting Risk Factor in Children Under Five Years : Literature Review Evi Firna; Asih Setiarini
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3292

Abstract

Latar belakang: Stunting pada balita merupakan kondisi yang terjadi akibat kekurangan gizi kronik yang dapat disebabkan karena kurangnya asupan makan yang bergizi ataupun adanya penyakit infeksi yang diderita oleh anak yang jika tidak ditangani dengan tepat maka akan berdampak pada terhambatnya pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Banyak sekali faktor risiko tejadinya stunting yang sebenarnya bisa dikendalikan sehingga mencegah terjadinya stunting pada anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko terjadinya stunting pada balita Metode: Desain penelitian menggunakan metode literature review dengan menggunakan artikel yang diunduh dari Scopus dengan kata kunci stunting, risk factor, dan under five years. Pencarian artikel juga menggunakan beberapa saringan seperti open access dan artikel berbahasa inggris. Artikel yang digunakan adalah artikel yang terbit dari tahun 2017 hingga 2022. Hasil: Dari 16 artikel yang telah dianalisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita, diantaranya berat badan anak saat lahir, pendidikan orang tua, usia balita, tingkat kemiskinan, penyakit infeksi, jenis kelamin, Indeks Massa Tubuh (IMT) ibu, jarak kehamilan, Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA), tempat tinggal, dan faktor risiko lainnya. Kesimpulan: Stunting memiliki faktor risiko yang sangat beragam antar wilayah sehingga diperlukan penelitian yang spesfifik wilayah agar intervensi yang diberikan tepat sasaran, efektif, dan efisien.
Faktor Perilaku Pencegahan Terhadap Kejadian Malaria di Papua: Analisis Riskesdas 2010-2018 : Factors of Preventive Behavior Against Malaria Incidence in Papua: Riskesdas Analysis 2010-2018 Mufara, Chinta Novianti; Wahyono, Tri Yunis Miko
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3294

Abstract

Latar belakang: Indonesia menyumbangkan sekitar 1% kematian akibat malaria. Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat selalu menempati urutan pertama kasus postif malaria terbanyak di Indonesia. Perilaku pencegahan malaria dilakukan dengan menggunakan kelambu, penggunaan repellent, pemakaian obat nyamuk, menggunakan kasa nyamuk pada jendela atau ventilasi. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk melihat faktor perilaku pencegahan yang dilakukan masyarakat terhadap kejadian malaria tahun 2010-2018 di Papua. Metode: Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas tahun 2010-2018 dengan rancangan penelitian cross-sectional. Populasi studi merupakan 88.302 orang anggota rumah tangga di Propinsi Papua dan Propinsi Papua Barat yang berhasil diwawancarai. Analisis menggunakan multivariat regresi logistic. Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan Penggunaan kelambu dampak paling besar dalam pencegahan malaria tahun 2018 (AOR 1,820; 95% CI 1,732-1,913), penyemprotan obat nyamuk/insektisida tahun 2013 (AOR 1,252; 95% CI 1,118-1,401), menggunakan repellent (AOR 1,209; 95% CI 1,133-1,289), penggunaan kasa nyamuk (AOR 1,150; 95% CI 1,080-1,226) serta pemkaian obat nyamuk bakar/elektrik/ semprot (AOR 1,145; 95% CI 1,081-1,212). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa perilaku penggunaan kelambu, menggunakan repellent, penggunaan kasa nyamuk serta pemakaian obat nyamuk dapat mencegah penularan penyakit malaria.
Sistem Pengumpulan dan Pelaporan Penyakit Menular di Puskesmas : Literature Review: Communicable Diseases Collection and Reporting System in Puskesmas : Literature Review Puspita Sari, Kiki; Adi, Kusworo; Agushybana, Farid
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3307

Abstract

Latar Belakang: Informasi mengenai penyakit menular merupakan sumber penting dalam pengumpulan data untuk sistem surveilans yang efektif. Tujuan: Artikel ini menyajikan tinjauan literatur tentang sistem informasi penyakit menular di Puskesmas. Metode: Penelusuran Google Scholar dan PubMed mengulas sistem pencatatan dan pelaporan di Puskesmas. Sebanyak enam studi yang dilakukan di Indonesia antara tahun 2012 dan 2022 dimasukkan dalam tinjauan ini. Hasil: Secara keseluruhan, 1423 judul diidentifikasi, dengan 6 studi yang memenuhi syarat. Dua studi membahas pengembangan sistem pelaporan, tiga studi menyelidiki evaluasi, dan satu studi mempresentasikan fitur identifikasi masalah melalui tinjauan literatur. Kurangnya sumber daya manusia dan komputer yang tidak memadai menghambat sistem. Kesimpulan: Implementasi system di Puskesmas terkendala karena sumber daya manusia dan rendahnya kesadaran akan pentingnya kecepatan pelaporan penyakit menular. Penting untuk melakukan pelatihan rutin dan berulang bagi staf untuk meningkatkan kompetensi dan dukungan anggaran untuk penyediaan komputer sebagai infrastruktur utama.
Analisis Determinan Kejadian Loss to Follow-up (Putus Berobat) pada Pasien Tuberkulosis Paru : Literature Review: Determinant Analysis of Loss to Follow-up Events in Pulmonary Tuberculosis Patients : Literature Review Masita, Maya; Helen Andriani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3310

Abstract

Latar Belakang: Tuberculosis merupakan masalah kesehatan global, ditandai dengan meningkatkan angka kesakitan dan resistensi terhadap OAT. Makin tinggi angka resisten TB searah dengan kenaikan loss to follow-up (putus berobat), karena makin banyak yang putus berobat maka pengobatan makin tidak tuntas. Dampaknya semakin memperluas angka penularan TB di masyarakat. Tujuan: Untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor risiko terjadinya loss to follow-up pada pasien Tuberkulosis. Metode: Metode menggunakan pendekatan literature review dari database Embase, Proquest, Pubmed, Scopus, dan Google Scholar, dengan keywords “determinant”, “loss to follow-up”, “putus berobat”, “tuberculosis”, dan “patient”, yang dilakukan dalam rentang waktu 2018-2022 dengan menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil: Hasil penelusuran database diperoleh 483 artikel melalui istilah pencarian yang telah ditentukan, yang terdiri dari embase=93, proquest=105, scopus=49, pubmed=174 dan google scholar=62. Dari artikel tersebut tersaring 11 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian loss to follow-up pada pasien tuberculosis antara lain jarak tempuh (geografis) lebih dari 10 km dan efek samping obat yang dirasakan pasien menjadikan mereka menghentikan pengobatan. Faktor dukungan keluarga, layanan pada fasilitas kesehatan, status ekonomi (finansial) merupakan faktor risiko lain yang turut berperan terhadap kejadian putus berobat. Kesimpulan: Diketahui bahwa loss to follow-up dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain 64,3% loss to follow-up berisiko terjadi pada laki-laki, jarak yang ditempuh pasien menuju pusat pengobatan berisiko terhadap loss to follow-up, selain itu efek samping yang dirasakan memperbesar risiko untuk loss to follow-up selain faktor dukungan keluarga, pelayanan kesehatan, pengetahuan, stigma, hingga kepercayaan.
Edukasi Emotional Demonstration (EMO DEMO) terhadap Pemberian ASI Eksklusif bagi Bayi : Literature Review: Emotional Demonstration (EMO DEMO) Education on Exclusive Breastfeeding for Infant : Literature Review Meigasari; Rita Damayanti
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3323

Abstract

Latar Belakang : Pemberian ASI eksklusif merupakan salah catu cara efektif dalam melindungi kesehatan ibu dan anak juga mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Metode Emo Demo tentang ASI eksklusif menggunakan pendekatan Behaviour Centered Designed (BCD) merupakan sebuah panduan kegiatan yang partisipatif yang tujuannya untuk menyampaikan pesan sederhana dengan melibatkan psikologis sehingga dapat mendorong terjadinya perubahan perilaku. Tujuan : Untuk mengetahui edukasi Emo Demo terhadap pemberian ASI eksklusif. Metode: Metode penelitian ini adalah tinjauan literatur menggunakan situs Google Scholar dengan memasukkan kata kunci : “Emo Demo” dan “ASI eksklusif”. Artikel yang digunakan adalah artikel berbahasa Indonesia dan Inggris yang dipublikasikan dari tahun 2019-2023. Hasil: Penelusuran arikel menggunakan data base menghasilkan 904 artikel. Setelah melakukan skrining diperoleh 10 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Kesimpulan: Edukasi Emo Demo tentang ASI eksklusif dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, motivasi, self efficacy ibu hamil terhadap pemberian ASI eksklusif. Edukasi Emo Demo juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam memberikan informasi dan pendampingan kepada ibu hamil agar mampu dalam memberikan ASI eksklusif.
Kesediaan Vaksinasi dan Kesediaan Bayar Vaksinasi Booster Covid 19 : Literature Review: Willingness to Vacinate dan Willingness to Pay Vaksinasi Booster Covid19 : Literature Review Puspitasari, Ias Tarina; Ascobat Gani
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v6i5.3355

Abstract

Latar Belakang : Capaian vaksinasi booster masih belum mencapai cakupan yang optimal. Cakupan vaksinasi booster (dosis 3) di Indonesia masih terbilang cukup rendah yaitu sekitar 29.83%. Pelaksanaan program vaksinasi booster memberikan banyak tantangan. Di antaranya yang sangat penting menyangkut pertanyaan apakah masyarakat mau menerima dan mau membeli vaksin tersebut apabila diperlukan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor penting yang mempengaruhi kesediaan masyarakat untuk menerima dan membayar vaksinasi booster Covid19. Metode: Tinjauan sistematik menggunakan panduan PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review or Meta-Analysis). Pencarian data menggunakan search engine yaitu Pubmed, ScienceDirect, Embase dan Scopus mulai tahun 2021 sampai dengan tahun 2022. Penulis menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi untuk mengidentifikasi studi yang akan direviu. Ditemukan 22 studi yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil: Sebagian besar studi menunjukkan hasil bahwa responden bersedia untuk menerima vaksinasi booster (> 60%) dan satu studi yang menunjukkan hasil yang rendah yaitu < 50%. Beberapa studi menunjukkan kesediaan responden untuk membayar vaksinasi booster, yaitu <RM50, Mean 109 – 189 CNY, 0-300 CNY, dan <100 - ≥500 CNY. Kesediaan untuk menerima dan membayar vaksinasi booster dipengaruhi oleh faktor sosio-demografi, faktor persepsi individu dan faktor eksternal berupa kebijakan dari pemerintah maupun saran dari tenaga kesehatan. Kesimpulan: Temuan studi dapat memberikan informasi bagi pembuat kebijakan untuk merancang program vaksinasi dan skema keuangan yang lebih baik di masa depan. Dukungan keuangan tetap diperlukan untuk sebagian masyarakat yang kurang mampu dari sisi ekonomi.

Page 51 of 125 | Total Record : 1250


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 1 (2026): January 2026 Vol. 8 No. 12 (2025): December 2025 Vol. 8 No. 11 (2025): November 2025 Vol. 8 No. 10 (2025): October 2025 Vol. 8 No. 9 (2025): September 2025 Vol. 8 No. 8 (2025): August 2025 Vol. 8 No. 7 (2025): July 2025 Vol. 8 No. 6 (2025): June 2025 Vol. 8 No. 5 (2025): May 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): April 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): February 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): January 2025 Vol. 7 No. 12 (2024): December 2024 Vol. 7 No. 11 (2024): November 2024 Vol. 7 No. 10 (2024): October 2024 Vol. 7 No. 9 (2024): September 2024 Vol. 7 No. 8 (2024): August 2024 Vol. 7 No. 7 (2024): July 2024 Vol. 7 No. 6 (2024): June 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): May 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): April 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): March 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): February 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): January 2024 Vol. 6 No. 12 (2023): December 2023 Vol. 6 No. 11 (2023): November 2023 Vol. 6 No. 10 (2023): October 2023 Vol. 6 No. 9 (2023): September 2023 Vol. 6 No. 8 (2023): August 2023 Vol. 6 No. 7 (2023): July 2023 Vol. 6 No. 6 (2023): June 2023 Vol. 6 No. 5 (2023): May 2023 Vol. 6 No. 4 (2023): April 2023 Vol. 6 No. 3 (2023): March 2023 Vol. 6 No. 2 (2023): February 2023 Vol. 6 No. 1 (2023): January 2023 Vol. 5 No. 12 (2022): December 2022 Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022 Vol. 5 No. 10 (2022): October 2022 Vol. 5 No. 9 (2022): September 2022 Vol. 5 No. 8 (2022): August 2022 Vol. 5 No. 7 (2022): July 2022 Vol. 5 No. 6 (2022): June 2022 Vol. 5 No. 5 (2022): May 2022 Vol. 5 No. 4 (2022): April 2022 Vol. 5 No. 3 (2022): March 2022 Vol. 5 No. 2 (2022): February 2022 Vol. 5 No. 1 (2022): January 2022 Vol. 4 No. 4 (2021): November 2021 Vol. 4 No. 3 (2021): September 2021 Vol. 4 No. 2 (2021): May 2021 Vol. 4 No. 1 (2021): January 2021 Vol. 3 No. 3 (2020): September 2020 Vol. 3 No. 2 (2020): May 2020 Vol. 3 No. 1 (2020): January 2020 Vol. 2 No. 3 (2019): September 2019 Vol. 2 No. 2 (2019): May 2019 Vol. 2 No. 1 (2019): January 2019 Vol. 1 No. 3 (2018): September 2018 Vol. 1 No. 2 (2018): May 2018 Vol. 1 No. 1 (2018): January 2018 More Issue