cover
Contact Name
Fuad Zaini
Contact Email
fuadzaini06@gmail.com
Phone
+6282360501584
Journal Mail Official
fuadzaini06@gmail.com
Editorial Address
Jl. Williem Iskandar No. K-2/22, Medan, Provinsi Sumatera Utara, 20226
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat (PUSDIKRA)
ISSN : -     EISSN : 2808831X     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat (PUSDIKRA) merupakan jurnal yang berfokus kepada penerbitan artikel pada bidang penelitian-penelitian sosial. jurnal ini berupaya memberikan sumbangsi ilmu pengetahuan pada bidang pendidikan, penelitian, sosial science, dan pengabdian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 207 Documents
Peran Perbankan Syariah dan Implikasinya Sebagai Mediator Sosial Bagi Pelaku Usaha Mikro Muhammad Saleh; Yuliani Yuliani; Abdi Samra
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 6 Nomor 2 Mei 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jpspr.v6i2.3692

Abstract

Perbankan syariah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi memiliki tanggung jawab sosial dalam meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat melalui pembiayaan, pendampingan, dan pemberdayaan pelaku usaha mikro. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran perbankan syariah sebagai mediator sosial bagi pelaku usaha mikro serta mengidentifikasi faktor yang mendukung dan menghambat pelaksanaan fungsi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah menjalankan fungsi intermediasi sosial melalui penyediaan pembiayaan mikro berbasis akad syariah, edukasi keuangan, pendampingan usaha, pelatihan kewirausahaan, serta penguatan hubungan kemitraan dengan pelaku usaha mikro. Peran tersebut berkontribusi terhadap peningkatan akses pembiayaan, kapasitas usaha, dan keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat. Hambatan yang masih ditemukan meliputi rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan kemampuan administrasi usaha, serta belum optimalnya pemanfaatan layanan perbankan syariah oleh sebagian pelaku usaha mikro. Penguatan literasi keuangan, perluasan program pendampingan, dan inovasi layanan berbasis kebutuhan UMKM menjadi langkah strategis untuk memperkuat fungsi sosial perbankan syariah.
Peran Literasi Keuangan dan Financial Technology Syariah dalam Mendorong Inklusi Keuangan Pada Pelaku UMKM Khairani Sakdiah; Azhar Azhar; Lisya Amanda
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 6 Nomor 2 Mei 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jpspr.v6i2.3693

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran literasi keuangan dan financial technology (fintech) syariah dalam mendorong inklusi keuangan pelaku UMKM. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap produk keuangan syariah, sedangkan fintech syariah memperluas akses transaksi dan layanan keuangan digital. Hambatan yang ditemukan meliputi rendahnya pemanfaatan pembiayaan digital dan fenomena ketertinggalan budaya (culture lag). Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi keuangan dan pengembangan ekosistem fintech syariah menjadi strategi penting dalam meningkatkan inklusi keuangan UMKM.
Implementasi Strategi Pemasaran Pembukaan Digital Saving Guna Mendorong Pertumbuhan Jumlah Nasabah Rani Febriyanni; Abdullah Sani; Dina Pertiwi
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 6 Nomor 2 Mei 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jpspr.v6i2.3694

Abstract

Transformasi digital pada perbankan syariah menuntut Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk beradaptasi cepat melalui inovasi layanan digital saving guna memperluas akuisisi nasabah. Namun, implementasinya di wilayah semi-perkotaan seperti BSI KCP Pangkalan Brandan mengalami ketimpangan (performance gap), di mana tingkat konversi pembukaan rekening digital saving baru mencapai 28%, jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 65%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hambatan lokal, menganalisis implementasi strategi pemasaran berbasis Service Marketing Mix 7Ps, serta merumuskan model strategi pemasaran adaptif guna mendorong pertumbuhan jumlah nasabah secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap Branch Manager, frontliner, nasabah, dan tokoh masyarakat, yang dilengkapi dengan observasi serta studi dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu, lalu dianalisis melalui model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran tersentralisasi dari kantor pusat yang bersifat "one size fits all" terbukti tidak efektif di wilayah semi-perkotaan. Kesenjangan capaian dipengaruhi oleh tingginya persepsi risiko (Perceived Risk) terhadap keamanan siber, rendahnya literasi keuangan digital lokal, kendala jaringan pada proses verifikasi e-KYC, serta belum optimalnya peran SDM cabang sebagai Digital Mentor. Temuan ini mengonfirmasi bahwa promosi digital masif tanpa tatap muka baru sebatas membangun awareness, namun belum mendorong tindakan (action) pembukaan rekening. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya reposisi strategi pemasaran dari sekadar penawaran produk menjadi edukasi partisipatif melalui pendekatan Community-Based Marketing yang mengikutsertakan tokoh lokal serta pendampingan langsung oleh SDM cabang guna membangun kepercayaan (trust) dan mengonversi minat masyarakat menjadi pertumbuhan jumlah nasabah secara riil.
Evaluasi Transparansi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Zakat Berdasarkan Good Governance pada Baznas Kabupaten Langkat Sri Wahyuni; Yuliani Yuliani; Novitra Novitra; Muya Rezki
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 6 Nomor 2 Mei 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jpspr.v6i2.3695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) berdasarkan standar Good Governance pada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Langkat. Keberadaan kesenjangan antara besarnya potensi zakat di Kabupaten Langkat dan realisasi pengumpulannya menjadi latar belakang pentingnya pembuktian tata kelola lembaga demi membangun kepercayaan publik (public trust). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-evaluatif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam (in-depth interview) dengan pimpinan, amil, muzakki, dan mustahik, serta observasi lapangan. Data sekunder dihimpun dari laporan keuangan, dokumen pencatatan SIMBA, dan regulasi terkait. Keabsahan data diuji melalui trianggulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BAZNAS Kabupaten Langkat telah menerapkan akuntabilitas administratif internal dan kepatuhan syariah yang baik. Pencatatan keuangan telah mengadopsi Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) dan berpedoman pada PSAK 109/409 melalui pemisahan dana zakat, infak/sedekah, dan amil. Namun, penerapan transparansi publik dan akuntabilitas eksternal masih menghadapi beberapa keterbatasan. Pelaporan keuangan masih bersifat pasif-vertikal kepada pimpinan hierarkis, sementara publikasi proaktif kepada masyarakat melalui media digital/situs web resmi belum optimal. Selain itu, penyusunan Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) yang mendalam dan pelaksanaan audit eksternal oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) masih mengalami kendala keterlambatan periodik akibat terbatasnya SDM ahli akuntansi syariah dan infrastruktur IT. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas SDM, optimalisasi komunikasi digital, serta percepatan audit publik menjadi kunci utama bagi BAZNAS Kabupaten Langkat untuk mentransformasi penyaluran zakat tradisional menjadi zakat institusional yang akuntabel.
Tantangan dan Peluang Menabung: Analisis Perilaku Menabung Ibu-Ibu Rumah Tangga di Lembaga Keuangan Mikro Syariah Dusun III Jawa, Desa Besilam Yaumul Khair Afif; Muhammad Habib; Ismi Latifah
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 6 Nomor 2 Mei 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jpspr.v6i2.3696

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis motif, pola perilaku, serta faktor pendorong dan penghambat menabung ibu-ibu rumah tangga khususnya anggota kelompok wirid Yasin pada Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS), dengan studi kasus di Dusun III Jawa, Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap informan ibu rumah tangga, pengurus kelompok wirid, dan petugas lapangan LKMS. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan mengikuti model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif menabung ibu rumah tangga didominasi oleh kebutuhan berjaga-jaga (dana darurat), biaya pendidikan anak, dan tujuan ibadah, yang diperkuat oleh nilai religiusitas dan keinginan menjauhi riba. Pola perilaku menabung bersifat rutin namun bernominal kecil, dipermudah oleh layanan jemput bola dan fleksibilitas setoran LKMS. Meskipun demikian, ditemukan sejumlah tantangan berupa fluktuasi pendapatan rumah tangga yang bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan, beban pengeluaran sosial-kemasyarakatan, serta rendahnya literasi mengenai mekanisme bagi hasil syariah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi literasi keuangan syariah, pengembangan produk tabungan berbasis siklus pendapatan musiman, serta sinergi program pemberdayaan ekonomi perempuan dengan layanan LKMS untuk mendorong inklusi keuangan syariah yang berkelanjutan di kawasan pedesaan religius seperti Besilam.
Peran Dan Implementasi Prinsip Ekonomi Syariah dalam Pengelolaan Keuangan UMKM Anjur Perkasa; Azhar Azhar; Kurnia Ikhlas
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 6 Nomor 2 Mei 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jpspr.v6i2.3697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan, implementasi operasional, kendala, serta peluang penerapan prinsip ekonomi syariah dalam pengelolaan keuangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Tanjung Pura. Meskipun masyarakat setempat memiliki tingkat religiusitas yang tinggi, pra-penelitian menunjukkan mayoritas UMKM masih bergantung pada transaksi tunai, pencatatan manual, dan belum memahami akad finansial syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari pelaku UMKM dan pihak terkait. Analisis data menerapkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan data melalui trianggulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM memaknai prinsip syariah secara kuat pada dimensi etis-spiritual (kejujuran dan keberkahan), tetapi belum menerjemahkannya ke dalam aspek teknis-administrasi seperti akuntabilitas pencatatan (amanah) dan transparansi (shiddiq). Kesenjangan ini disebabkan oleh rendahnya literasi akuntansi syariah, persepsi kerumitan pembukuan, serta minimnya pendampingan dari lembaga keuangan syariah di tingkat kecamatan. Meskipun demikian, peluang pengembangan sangat terbuka melalui optimalisasi ekosistem digital halal dan pendekatan kemitraan komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi tata kelola keuangan berbasis syariah sangat mendesak untuk meningkatkan kredibilitas usaha, memperluas akses pembiayaan formal, dan menjamin keberlanjutan UMKM di tingkat lokal.
Strategi Pemasaran Syariah dan Inovasi Produk Dana Talangan Umroh: Studi Eksploratif pada Lembaga Keuangan Syariah dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah di Indonesia Asmawarna Sinaga; Suaib Lubis; Fauzi Ardianti
Jurnal Pusat Studi Pendidikan Rakyat Volume 6 Nomor 2 Mei 2026
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jpspr.v6i2.3698

Abstract

Tingginya minat masyarakat Muslim Indonesia untuk menunaikan ibadah umroh, sebagai respons atas panjangnya masa tunggu haji reguler, belum diikuti oleh penetrasi pasar produk dana talangan umroh yang memadai, sebab produk ini masih dibayangi oleh kendala psikologis-spiritual serta trauma sosial akibat kasus penipuan travel di masa lalu. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi strategi pemasaran syariah dan proses pengembangan produk dana talangan umroh, sekaligus mengidentifikasi hambatan sosio-religius yang memengaruhi penerimaannya di masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-eksploratif dengan studi multi-site yang melibatkan lembaga keuangan syariah, penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), serta calon jemaah dan tokoh agama lokal sebagai sumber data. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan) serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran produk dana talangan umroh telah bergeser dari pendekatan jualan langsung menuju pemasaran berbasis edukasi dan dakwah, dengan membingkai ulang produk dari kesan “utang” menjadi “pembiayaan jasa perjalanan ibadah” berbasis akad ijarah multijasa. Hambatan utama penerimaan produk bukan bersumber dari keterbatasan ekonomi, melainkan dari stigma sosio-religius terhadap konsep berutang untuk ibadah, yang secara efektif dapat diredam melalui edukasi fikih muamalah oleh tokoh agama lokal. Pada sisi pengembangan produk, penyederhanaan akad menjadi ijarah multijasa murni, penilaian kelayakan berbasis arus kas riil, serta mitigasi risiko melalui proteksi asuransi syariah dan garansi travel terbukti memperluas inklusi keuangan syariah bagi kelompok masyarakat berpenghasilan tidak tetap. Penelitian ini merekomendasikan penguatan transparansi akad, digitalisasi layanan, serta sinergi antara lembaga keuangan syariah, PPIU, tokoh agama, dan regulator untuk mendorong pertumbuhan produk dana talangan umroh yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.