cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
rolan@farmasi.unmul.ac.id
Phone
+6285222221907
Journal Mail Official
admin@farmasi.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus Unmul Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26144778     DOI : https://doi.org/10.25026/mpc
Core Subject : Health, Science,
LINGKUP DAN TUJUAN Lingkup naskah mencakup bidang ilmu: Kimia Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Teknologi Farmasi dan Farmasetika Farmasi Klinik dan Komunitas Kedokteran dan Bidang ilmu lain yang terkait Tujuan penerbitan adalah memberikan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Farmasi dan yang terkait
Articles 612 Documents
Aktivitas Penangkap Radikal Bebas Ekstrak Etanol Kulit Buah Naga dengan Metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil) Titiek Martati; Gigin Devita S.
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.722 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.143

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat reaksi oksidasi dengan mengikat radikal bebas dan molekul yang sangat reaktif. Buah naga merupakan salah satu sumber antioksidan alami, merupakan satu jenis buah tropis dengan kandungan polifenol. Kulit buah naga merupakan limbah yang jarang dimanfaatkan, padahal kulit buah naga mengandung senyawa antioksidan kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan sebagai penangkap radikal bebas dari ekstrak etanol 70% kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus (F.A.C Weber) Britton & Rose) dan naga putih (Hylocereus undatus (Haw.) Britton & Rose) dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Ekstrak etanol 70% dibuat dengan metode maserasi, uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH secara spektrofotometri visibel dengan vitamin C sebagai kontrol positif. Akivitas penangkap radikal bebas ekstrak etanol 70% dinyatakan dalam IC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70% kulit buah naga merah dan naga putih memiliki aktivitas sebagai penangkap radikal bebas. Nilai IC50 ekstrak kulit buah naga merah (76,19±2,44) µg/ml dan kulit buah naga putih memiliki nilai IC50 (101,75 ± 2,13) µg/ml, sedangkan vitamin C memiliki nilai IC50 3,81 µg/ml. Berdasarkan tabel anova data berbeda bermakna, menunjukkan adanya perbedaan aktivitas penangkap radikal bebas antara kulit buah naga merah dan naga putih.
Aktivitas Antibakteri Masker Peel-Off Ekstrak Etil Asetat Bunga Melati (Jasminum sambac) Ulfa Wahyu; Wisnu Cahyo Prabowo; Muhammad Amir Masruhim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.116 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.144

Abstract

Jerawat merupakan masalah kulit wajah yang paling sering dijumpai. Peradangan yang terjadi pada jerawat salah satunya dipicu oleh bakteri Staphylococcus epidermidis. Bunga melati (Jasminum sambac) memiliki kandungan eugenol dan linaloon yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan masker peel-off yang baik dan memiliki aktivitas antibakteri. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode disc diffusion. Data dianalisis dengan ANAVA satu arah serta uji lanjutan Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil uji menunjukkan ekstrak etil asetat bunga melati mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus epidermidis.
Uji Efek Antipiretik Ekstrak Daun Sirsak (Annona muricata L.) Secara Oral Terhadap Mencit (Mus musculus) Viani Viani; Hijratul Hijratul
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.968 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.145

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji efek antipiretik ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) secara oral terhadap mencit (Mus musculus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antipiretik ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) secara oral pada mencit (Mus musculus). Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur suhu rektal pada mencit (Mus musculus). Hewan percobaan yang digunakan adalah mencit jantan yang berjumlah 10 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok dimana kelompok 1 sebagai kontrol negatif diberikan aquadest, kelompok 2, 3, dan 4 sebagai kelompok uji masing-masing diberikan ekstrak daun sirsak dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan untuk kelompok 5 sebagai kontrol positif yang diberikan suspensi parasetamol.. Sebelum diberi perlakuan mencit terlebih dahulu diinduksi dengan larutan pepton yang merupakan faktor penyebab demam. Dimana dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.) memiliki efek Antipiretik terhadap mencit dan efek antipiretik dari ekstrak daun sirsak mempunyai perbedaan efektifitas terlihat pada konsentrasi 60% dibandingkan dari konsentrasi 20% dan 40%.
Identifikasi Senyawa Kimia yang Memiliki Aktivitas Antioksidan Dalam Fase Etilasetat Endokarpium Bawang Hutan Wiwi Winarti; Yatri Hapsari; Fransiska Kurniati
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.761 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.146

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya mengenai aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol dalam fase etil asetat kulit kayu bawang hutan yang diperoleh secara refluks dan maserasi, diketahui bahwa nilai IC 50 dari ekstrak tersebut adalah 39,66 bpj dan 87,08 bpj. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa kimia pada fase etilasetat dari ekstrak etanol endokarpium bawang hutan. Pada peneltian ini dilakukan pembuatan ekstrak secara maserasi kinetik menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian ekstrak kental etanol dipartisi dengan n-heksana, etil asetat dan air. Selanjutnya pada ekstrak etilasetat dilakukan penapisan fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode peredaman radikal bebas menggunakan DPPH, kemudian difraksinasi dengan kromatografi kolom pertama. Fraksi yang diperoleh diuji aktivitas antioksidan pada konsentrasi 100 bpj. Fraksi yang mempunyai nilai % inhibisi tertinggi difraksinasi kembali dengan kromatografi kolom kedua. Selanjutnya dilakukan pemurnian dengan KLT preparatif dan hasil KLT preparatif diidentifikasi menggunakan spektrofotometri UV-Vis, FTIR dan KG-SM. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan ekstrak etil asetat mengandung golongan senyawa kimia flavonoid, steroid, triterpenoid, minyak atsiri dan kumarin. Uji aktivitas antioksidan terhadap ekstrak dari fraksi etil asetat diperoleh nilai IC50 sebesar 51,52 bpj. Hasil fraksinasi kromatografi kolom pertama isolat-2 dengan nilai % inhibisi sebesar 42,86%. Isolat terpilih dari hasil pemurnian dengan KLT preparatif adalah isolat 2.7.2 Berdasarkan analisis spektra UV-Vis, FTIR dan KG-SM diduga senyawa yang mempunyai aktivitas antioksidan adalah kolesta-3,5-dien.
Aktivitas Sitotoksik dan Analisis Fitokimia Myrmecodia beccarii Hook.f. Asal Papua Yuli Astuti; Septriyanto Dirgantara; Elsye Gunawan; Komar Ruslan Wirasutisna
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.33 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.147

Abstract

Latar belakang dan tujuan : Tumbuhan sarang semut Myrmecodia beccari Hook.f., (family Rubiaceae) adalah tumbuhan obat asli dari Papua yang memiliki potensi secara tradisional sebagai penguat kekebalan tubuh, mengatasi nyeri otot dan mengobati peradangan. Namun, bukti penelitian ilmiah mengenai tumbuhan ini masih sangat terbatas. Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas sitotoksik dan analisis fitokimia tumbuhan sarang semut. Metode: Ekstraksi dilakukan secara maserasi dengan metanol. Fraksinasi dengan ekstraksi cair-cair menghasilkan fraksi n-heksana,fraksi etil asetat dan fraksi metanol. Penapisan fitokimia dan pengujian aktivitas sitotoksik dilakukan terhadap ekstrak dan fraksi aktif dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Fraksi aktif sitotoksik selanjutnya dilakukan analisis dengan Kromatografi Cair- Spektrometer Massa (LC-MS) untuk mengetahui kandungan senyawa kimia yang memiliki potensi aktivitas sitotoksik tertinggi. Hasil dan Pembahasan: Fraksi etil asetat memberikan potensi aktivitas sitotoksik tertinggi dibandingkan dua fraksi lainnya. Fraksi aktif etil asetat mengandung senyawa golongan flavonoid, fenolik dan tanin. Tiga senyawa berhasil diidentifikasi dari fraksi etil asetat yang dianalisa dengan LC-MS. Kesimpulan : Penelitian tentang aktivitas sitotoksik dan analisis senyawa aktif untuk tumbuhan Myrmecodia beccarii Hook.f. ini adalah yang pertama kali untuk spesies tanaman ini dan berhasil diidentifikasi tiga senyawa dari fraksi etil asetat dengan berat molekul senyawa berurutan 291; 563 dan 385.
Karakterisasi Morfologi dan Kandungan Minyak Atsiri Beberapa Jenis Sirih (Piper sp.) Yuli Widiyastuti; Sari Haryanti; Dyah Subositi
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.53 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.148

Abstract

Piper merupakan salah satu marga dalam famili Piperaceae yang meliputi lebih dari seribu jenis tumbuhan yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis. Sirih (Piper betle L.) adalah salah satu spesies dalam genus Piper yang sangat dikenal masyarakat, karena tidak hanya dimanfaatkan sebagai herbal namun juga memiliki nilai penting dalam kultur atau budaya masyarakat. Berdasarkan bentuk dan warna daun, rasa dan aroma, dikenal beberapa jenis sirih antara lain sirih cacing, sirih Jawa, sirih gading, sirih banda, dan sirih cengkih. Untuk itu dilakukan penelitian karakterisasi morfologi dan kandungan minyak atsiri beberapa jenis sirih yang berasal dari beberapa daerah. Penelitian dilakukan secara eksploratif dengan mengambil spesimen beberapa jenis sirih, kemudian dilakukan karakterisasi morfologi di Laboratorium Sistematika Tumbuhan. Analisis minyak atsiri dilakukan secara stahl destilasi dan identifikasi kandungan minyak atsiri secara Kromatografi Lapis Tipis menggunakan fase diam Silikagel G dan fase bergerak toluene:etyl acetat: 93:7, visualisasi menggunakan vanillin asam sulfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa jenis sirih yang dikenal dengan nama daerah sirih gading, sirih cacing, dan sirih hijau dengan nama botani Piper betle L., serta sirih merah dengan nama botani Piper crocatum L. atau Piper ornatum L. Perbedaan morfologi yang paling menonjol ada pada bentuk daun, tekstur daun, warna batang, warna tangkai daun, habitus, dan aroma. Kadar minyak atsiri masing-masing jenis sirih berturut turut: sirih hijau (0,6 %), sirih cacing (0,3%), sirih gading (0,3%), dan sirih merah (0,6%). Profil KLT dari minyak atsiri masing-masing jenis sirih menunjukkan perbedaan dalam jumlah spot maupun warna spot.
Aktivitas Penghambatan Xanthine Oxidase Ekstrak Etanol dan Air Dari Herba Suruhan (Peperomia pellucida L.) Yunahara Farida; Rifaldi Agustian Firmansyah
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.937 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.149

Abstract

Xanthine oxidase adalah enzim yang bekerja mengoksidasi hipoxanthine menjadi xanthine dan selanjutnya membentuk asam urat di dalam tubuh. Terjadinya peningkatan kadar asam urat didalam tubuh yang melebihi batas normal disebabkan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung purin dan kurangnya kemampuan ginjal dalam mengekskresikan asam urat. Herba suruhan (Peperomia pellucida L.) merupakan tanaman yang memiliki aktivitas dalam menghambat xanthine oxidase. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan daya hambat xanthine oxidase (IC50) dari ekstrak etanol dan air. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak kental herba suruhan dalam pelarut etanol dan pelarut air memiliki kadar flavonoid total sebesar 4,23% dan IC50 40,79 bpj dan Ekstrak kental herba suruhan dalam pelarut air memiliki kadar flavonoid sebesar 1,43% dan IC50 43,11 bpj. Ekstrak etanol dan air herba suruhan memiliki penghambatan terhadap xanthine oxidase.
Ekstraksi dan Karakterisasi Senyawa Metilgalat dari Biji Mangga Indramayu (Mangifera indica. L). Zulhipri Zulhipri
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.613 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.150

Abstract

Biji mangga Indramayu (Mangifera indica. L) merupakan bagian buah mangga yang terbuang yang belum dimanfaatkan dengan baik. Biji mangga ini diketahui mengandung senyawa bioaktif Metil galat yang memiliki potensi untuk digunakan sebagai bahan obat alami. Tujuan dari penelitian ini dilakukan adalah untuk mendapatkan pelarut ekstraksi yang sesuai dan efektif dalam ekstraksi senyawa Metil galat yang terkandung dalam biji mangga Indramayu. Metoda penelitian yang digunakan adalah ekstraksi perendaman denganp elarut-pelarut polar Metanol, Etanol dan dengan Air panas yang kemudian dilanjutkan dengan pemurnian dan karakterisasi ekstrak dengan Kromatografi Gas Spektrometri Masa (GCMS). Hasil penelitian dari tiga pelarut yang digunakan, menunjukan perolehan ekstraksi senyawa Metilgalat tertinggi pada pelarut Air panas dengan hasil rendemen sebesar 13,58 %, sedangkan pelarut Metanol dan Etanol menghasilkan Metilgalat dengan rendemen yang lebih rendah yaitu : 5,51 % dan 8,59 %. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelarut yang paling baik dikembangkan untuk perolehan ekstrak senyawa Metil galat dalam biji mangga Indramayu adalah dengan Air panas.
Uji Aktifitas Kombinasi Ekstrak Daun Sirih Merah ( Piper crocatum) dan Daun Sirsak (Annona muricata L) Dalam Proses Penyembuhan Luka Rolan Rusli; Anggara Joko Pratama; Riski Sulistiarini
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.692 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.151

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari kombinasi ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) dan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L) untuk mempercepat penyembuhan luka. Metode yang digunakan yaitu pelukaan pada punggung tikus putih. Tikus putih dikelompokan menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif yang diberikan NaCl, kelompok kontrol positif yang diberikan Povidone Iodine, dan 3 kelompok uji yang diberikan kombinasi ekstrak tiga variasi dosis yang masing-masing diberikan secara topikal serta tiap tikus dikondisikan telah dilukai terlebih dahulu. Pengukuran kecepatan penyembuhan luka pada tikus berdasarkan ukuran luka yang dipantau setiap harinya hingga lukanya benar-benar sembuh. Hasil penelitian menujukkan bahwa kombinasi dari ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) dan ekstrak daun sirsak (Annona muricata L) memiliki potensi dalam penyembuhan luka yang lebih baik.
Uji Bioaktivitas Metabolit Sekunder Fungi yang Berasosiasi dengan Aaptos Suberitoides Asal Tanjung Pecaron Situbondo Syarmalina Syarmalina; Syamsudin Syamsudin; Meysa I.P Meysa I.P
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.151 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.152

Abstract

Aaptos suberitoides merupakan salah satu komponen biota penyusun terumbu karang yang mempunyai potensi bioaktif yang belum banyak dimanfaatkan. Hewan laut ini mengandung senyawa aktif yang persentase keaktifannya lebih besar dibandingkan dengan senyawa-senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan darat, sehingga dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengisolasi fungi yang berasosiasi dengan Aaptos suberitoides yang dapat menghasilkan metabolit sekunder sesuai dengan metabolit yang dihasilkan oleh Aaptos suberitoides menggunakan metode direct seed dan pour plate. Hasil yang didapat dari direct seed berjumlah 3 isolat sedangkan dari pour plate berjumlah 5 isolat, sehingga isolat berjumlah 8 (delapan). Uji aktivitas antimikroba terhadap supernatan hasil fermentasi goyang dari 8 (delapan) isolat menggunakan starter 10% dan 50% dengan DDH berkisar antara 6,67 mm - 9,67 mm untuk mikroba uji bakteri dan 6,88 mm - 13,42 mm untuk mikroba uji fungi, sedangkan untuk hasil uji BSLT nilai LC50 menggunakan starter 10% berkisar antara 518,192 µg/mL – 913,901 µg/mL dan starter 50% berkisar antara 333,960 µg/mL – 787,360 µg/mL. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil uji antimikroba antara supernatan hasil fermentasi goyang memiliki DDH yang lebih besar dibandingkan dengan DDH setelah ekstraksi, sedangkan hasil uji BSLT supernatan hasil fermentasi goyang lebih besar nilai LC50 dibandingkan dengan setelah ekstraksi.

Filter by Year

2015 2023