cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
rolan@farmasi.unmul.ac.id
Phone
+6285222221907
Journal Mail Official
admin@farmasi.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus Unmul Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26144778     DOI : https://doi.org/10.25026/mpc
Core Subject : Health, Science,
LINGKUP DAN TUJUAN Lingkup naskah mencakup bidang ilmu: Kimia Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Teknologi Farmasi dan Farmasetika Farmasi Klinik dan Komunitas Kedokteran dan Bidang ilmu lain yang terkait Tujuan penerbitan adalah memberikan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Farmasi dan yang terkait
Articles 612 Documents
Aktivitas Antibakteri Kulit Batang Libo (Ficus variegate Blume) Rizka Amelia Saleh; Agung Rahmadani; Lizma Febrina; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.069 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.133

Abstract

Bahan antimikroba merupakan komponen alam semisintesis atau sintesis yang dapat mengganggu metabolisme dan menghambat pertumbuhan atau membunuh mikroba. Bahan antimikroba dapat berasal dari senyawa kimia sintesis atau dari tumbuhan. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan antimikroba adalah kulit batang libo yang mengandung fenol, tanin dan alkaloid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi efektif dari ekstrak metanol dan fraksi n-butanol kulit batang libo menggunakan metode disc-diffusion dengan mengamati Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Bakteri yang diujikan adalah Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Bakteri yang diujikan adalah Eschericia coli dan Staphylococcus aureus. Konsentrasi ekstrak metanol yang digunakan adalah 1%, 5%, 10% dan 15% sedangkan konsentrasi fraksi n-butanol yang digunakan adalah 0,25%, 0,5%, 1%, 1,5% dan 2%.. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi antibakteri pada kulit batang libo yang ditunjukkan dengan adanya zona bening di sekitar paperdisk. Hasil uji kemudian dianalisis menggunakan ANAVA satu arah serta uji lanjutan Beda Nyata Jujur Duncan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan (p > 0,05) konsentrasi uji pada fraksi n-butanol dalam menghambat pertumbuhan bakteri E.coli maupun S.aureus namun terdapat perbedaan signifikan (p < 0,05) untuk ekstrak metanol dalam menghambat pertumbuhan bakteri S.aureus. Konsentrasi efektif ekstrak metanol kulit batang libo sebagai antibakteri adalah 10%.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya L.) yang Diekstraksi dengan Metode Refluks Rizki Duratul Hikma Sambiri; Mirhansyah Ardana; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.205 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.134

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi aktivitas suatu senyawa antioksidan adalah pemanasan. Oleh karenanya, untuk mengetahui efek pemanasan dalam proses ektraksi terhadap aktivitas antioksidan maka dilakukan penelitian aktivitas antioksidan ekstrak biji pepaya dengan metode refluks. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picryl Hydrazyl) menggunakan Spektrotometer UV-Vis. Nilai IC50 ekstrak biji pepaya hasil ekstraksi refluks adalah 462,7 ppm. Nilai IC50 ini masih lebih tinggi dibandingkan dengan IC50 hasil ekstraksi dengan metode maserasi, yang berarti bahwa panas dalam metode ekstraksi dapat mempengaruhi aktivitas antioksidan biji pepaya.
Uji Efek Pemberian Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Anonna muricata L.) terhadap Kadar Asam Urat pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Rosany Tayeb; Mience Ubyaan; Usmar Usmar
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.766 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.135

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efek pemberian ekstrak etanol daun sirsak (Anonna muricata L.) terhadap kadar asam urat pada tikus putih (Rattus norvegicus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberian ekstrak etanol daun sirsak pada tikus putih. Tikus yang digunakan sebanyak 15 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok. Kelompok I sebagai kontrol negatif diberi larutan koloidal NaCMC 1% b/v, kelompok II, III, dan IV merupakan kelompok perlakukan masing-masing diberi ekstrak etanol daun sirsak 1%, 2%, 4% b/v dan kelompok V sebagai kontrol positif diberikan suspensi allopurinol 1,8 mg/200 g BB. Masing-masing kelompok diinduksi hiperurisemia dengan kalium bromat (KbrO3) 111 mg/100 g BB dan dibiarkan selama 30 menit, kemudian dilakukan pengambilan darah setelah 1 jam dan 3 jam perlakuan. Analisis statistik dengan RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jarak Duncan (BJND), menunjukan bahwa ekstrak etanol daun sirsak dengan konsentrasi tertinggi yang diberikan (4%) memberikan efek terbesar, tetapi masih lebih kecil secara sangat signifikan dibandingkan dengan kontrol positif (Allopurinol).
Penentuan Nilai Sun Protection Factor Aktivitas Tabir Surya Ekstrak Etil Asetat Daun Miana (Coleus atropurpureus) Secara In Vitro Rosniah Rosniah; Rolan Rusli; Aditya Fridayanti
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.781 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.136

Abstract

Miana merupakan salah satu tanaman yang diduga memiliki aktivitas sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas tabir surya dari daun miana berdasarkan nilai Sun Protection Factor (SPF) dari ekstrak etil asetat daun miana. Penelitian ini menggunakan sampel daun miana dan diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat dengan metode maserasi bertingkat. Nilai SPF ditentukan dengan mengukur absorbansi ekstrak dengan konsentrasi 75 ppm, 125 ppm, dan 250 ppm menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang sinar UV-B yaitu 290-320 nm dan dihitung berdasarkan persamaan Mansur. Hasil menunjukkan bahwa nilai SPF ekstrak etil asetat berturut-turut untuk konsentrasi 75 ppm, 125 ppm, 250 ppm sebesar 4, 7, dan 14. Ekstrak etil asetat memiliki aktivitas sebagai tabir surya dengan kemampuan minimal, ekstra dan maksimal.
Nilai Ekonomi Kulit Batang Pohon Faloak (Sterculia quadrifida R.Br.) Siswadi Siswadi; Eko Pujiono; Heny Rianawati; Grace Serepina Saragih
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.708 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.137

Abstract

Faloak (Sterculia quadrifida, R.Br.) adalah tanaman dari keluarga Sterculiaceae yang merupakan spesies asli dari Nusa Tenggara Timur. Kulit batang tumbuhan ini telah banyak digunakan secara tradisional untuk pengobatan hepatitis, reumatik, anemia, tipus dan malaria. Kulit batang faloak mengandung senyawa fenolik, flavonoid, terpenoid dan alkaloid yang merupakan hasil metabolit sekunder. Pemanenan kulit pohon faloak yang dilakukan masyarakat sering kali melebihi kemampuan regenerasi kulit pohon sehingga berakibat kematian pohon. Berkurangnya jumlah pohon faloak akan semakin menyulitkan masyarakat mencari kulit faloak dan menghilangkan manfaat ekonomi pohon tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkuantifikasi nilai ekonomi pohon faloak. Metode yang digunakan adalah dengan cara pemanenan kulit batang faloak kelas diameter (?15 cm, >15-30 cm, >30 cm). Analisis nilai ekonomi pohon faloak dihitung dengan cara membandingkan produksi kulit batang yang dihasilkan dari pemanenan kulit pertama dan survei harga kulit batang faloak di pasar. Di pasaran faloak dijual dengan harga Rp. 1.600/potong. Pedagang juga menjual kulit faloak yang dicampur dengan simplisia lain dengan harga Rp.5.000/kaleng. Nilai ekonomi kulit pohon faloak yang dijual murni memiliki nilai yang lebih tinggi yakni Rp.168.025 per pohon, sedangkan jika penjualan kulit yang dicampur dengan simplisia lain adalah Rp.158.858 per pohon.
Formulasi Ekstrak Kulit Batang Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) didalam Sabun Emulsi Minyak Kedelai Berscrub Polietilen Siti Umrah Noor; Dadan Teja Permana
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.215 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.138

Abstract

Ekstrak kulit batang nangka mengandung flavanoid artocarpanon yang memiliki aktivitas penghambatan enzim tirosinase sehingga berpotensi sebagai pemutih kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan formula sabun emulsi minyak kedelai dengan ekstrak etanol kulit batang nangka, butiran scrub dan variasi konsentrasi acrylates crosspolymer 2%, 2,5%, dan 3% yang stabil secara fisik. Ekstrak dibuat menggunakan metode maserasi dengan etanol 96%. Sediaan diuji mutu fisiknya dan diuji stabilitas dipercepat selama 4 minggu pada penyimpanan suhu kamar dan suhu 40ºC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan memiliki karakteristik fisik berupa cairan kental berwarna coklat muda beraroma chamomile, tipe emulsi M/A, derajat sedimentasi 1, volume busa setelah pengocokan 2 menit dalam air suling 72 mL dan dalam air sadah 24 mL. Tegangan permukaan (32,47 ± 0,45) dyne/cm, pH sekitar 6,26; viskositas (7016,67± 28,87) cPs, sifat alir tiksotropik plastis, ukuran globul minyak setelah 4 minggu penyimpanan meningkat (42,8431 µm menjadi 59,6487 µm). Dapat disimpulkan bahwa formula terbaik adalah yang memiliki konsentrasi acrylates crosspolymer sebesar 3%.
Ekstrak Etanol Bawang Hutan (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) Sebagai Hepatoprotektor Sri Mulyani Sabang; Niluh Puspita Dewi
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.408 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.139

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji efek hepatoprotektor ekstrak umbi bawang hutan (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb.) bertujuan untuk mengetahui efek hepatoprotektor ekstrak etanol umbi bawang hutan terhadap tikus putih jantan induksi CCl4 dan mengetahui dosis efektif sebagai hepatoprotektor. Kandungan metabolik sekunder berpotensi sebagai antioksidan diduga dapat melindungi hati. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen laboratorium dengan pengukuran kadar SGOT dan SGPT sebelum dan sesudah induksi. Hewan uji yang digunakana adalah tikus putih jantan, dibagi dalam 6 kelompok. Kelompok 1 sebagai kontrol normal, kelompok 2 diberikan sebagai kontrol negatif, kelompok 3 sebagai kontrol positif, dan kelompok 4, 5, 6 diberikan ekstrak etanol bawang hutan dosis 100, 200, 400 mg/kg BB. Perlakuan diberikan per oral sebelum diinduksi CCl4 Data SGOT dan SGPT dianalisis dengan uji t student untuk mengetahui perbedaan kadar SGOT dan SGPT sebelum dan sesudah induksi. Untuk mengetahui dosis efektif dilakukan uji statistik dengan Analisis Sidik Ragam (ANSIRA) dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak umbi bawang hutan dosis 100. 200, dan 400 mg/kg BB memiliki efek hepatoprtektor dan dosis 100 mg/kgBB merupakan dosis yang efektif sebagai hepatoprotektor. Kandungan flavonoid yang terdapat dalam bawang hutan memiliki kemampuan antioksidan yang dapat meredam kerusakan akibat induksi CCl4.
Analisis Fitokimia, Toksisitas dan Antioksidan Ekstrak Serbuk Sari (Bee pollen) Lebah Trigona spp. Syafrizal Syafrizal; Nova Hariani; Budiman Budiman
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.269 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.140

Abstract

Analisa fitokimia, uji toksisitas, aktivitas antioksidan dan metabolit sekunder dari serbuk sari (bee pollen) produk sarang Trigona spp. telah diteliti. Sampel serbuk sari di ekstrak dengan metode masseration menggunakan rotary evaporator dengan pelarut etanol. Ekstrak kasar Etanol yang diperoleh difraksinasi dengan pelarut etanol dan etil asetat. Hasil analisa fitokimia Metabolit sekunder menunjukkan bahwa ekstrak etanol kasar mengandung alkaloid dan fenolik. Fraksi Ekstrak etanol mengandung alkaloid, sedangkan fraksi ekstrak Etil asetat mengandung alkaloid dan fenolik. Pada uji toksisitas bee pollen dengan menggunakan larva udang (Artemia salina L.) yang kemudian diolah menggunakan Analisis Probit SAS dalam menentukan nilai konsentrasi letal 50% (Lc50). Hasil uji menunjukkan bahwa fraksi yang paling aktif adalah ekstrak etanol, dengan nilai LC50 adalah 249,6079 ppm. Hasil pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometri, diketahui bahwa konsentrasi penghambatan 50% (IC50) pada ekstrak kasar Etanol adalah 104,84 ppm, pada fraksi etanol sebesar 172,67 ppm, pada fraksi etil asetat adalah 75,99 ppm, sedangkan nilai pada vitamin C adalah 10,79 ppm, ini menunjukkan bahwa fraksi yang paling aktif adalah etil asetat dengan nilai IC50 pada kisaran 75,99 ppm.
Perbedaan Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas Ekstrak Etanol 96% dan Ekstrak Freeze Drying Biji Mangga Gedong (Mangifera indica L). Taty Rusliati Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.498 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.141

Abstract

Mangga Gedong (Mangifera indica) adalah salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk pengobatan alternatif sebagai aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian adalah menguji perbedaan aktivitas antioksidan dan toksisitas ekstrak Etanol 96% biji mangga yang dikeringkan dengan rotavapor dan ekstrak yang dikeringkan dengan freeze drying. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini untuk aktivitas antioksidan adalah peredaman radikal bebas 1,1-Diphenyl-2-Pikril-Hidrazil (DPPH), sedangkan untuk uji toksisitas adalah dengan Brine Shrim Lethally Test (BSLT). Hasil uji antioksidan didapatkan nilai IC50 untuk ekstrak Etanol 96%, ekstrak freeze drying, pembanding Asam askorbat dan BHT, berturut adalah : 23,18 ppm ; 34,36 ppm ; 5,08 ppm dan 8,31 ppm. Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak kering hasil freeze drying memiliki aktivitas lebih tinggi dibandingkan dengan ektrak Etanol 96%. Namun jika dibandingkan dengan Asam askorbat dan BHT, aktivitas kedua ekstrak ini masih lebih rendah. Selanjutnya hasil uji toksisitas BSLT semua ekstrak, baik ekstrak Etanol 96% kental maupun ekstrak kering freeze drying menunjukkan sifat tidak toksik.
Riset Profil Kromatogram Herba Pegagan Secara High Performance Thin Layer Chromatography (HPTLC) Tina Wikara; Sri Murhandini; Herlina B. Setijanti; Tepy Usia
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.043 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.142

Abstract

Telah dilakukan riset Profil Kromatogram/Fingerprint Centella asiatica (L.) Urb. (herba pegagan) yang bertujuan untuk menghasilkan profil kromatogram herba pegagan secara HPTLC dalam menjamin mutu dan standardisasi obat bahan alam. Pembuatan fingerprint dilakukan secara HPTLC dan sebagai sampel digunakan simplisia yang berasal dari 3 (tiga) daerah yang berasal dari Bogor, Solo and Yogyakarta. Fase diam menggunakan plat HPTLC silika gel 60 F254 sedangkan fase gerak menggunakan diklorometan-metanol-air (14:6:1) dan penampak bercak reagen asam sulfat. Untuk melihat spektrum dari asiatikosid sebagai senyawa marker dilakukan deteksi dengan TLC Photo Documentary System pada ? 366 nm serta TLC Scanner pada ? 506 nm. Validasi metode dilakukan menggunakan parameter spesifisitas dan presisi. Hasil uji spesifisitas dan presisi menunjukkan bahwa spektrum asiatikosid dari larutan baku dan larutan uji sesuai kriteria keberterimaan. Disimpulkan bahwa metode ini valid untuk pengujian standardisasi produk yang mengandung herba pegagan.

Filter by Year

2015 2023