cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
rolan@farmasi.unmul.ac.id
Phone
+6285222221907
Journal Mail Official
admin@farmasi.unmul.ac.id
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Jl. Penajam, Kampus Unmul Gunung Kelua, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : -     EISSN : 26144778     DOI : https://doi.org/10.25026/mpc
Core Subject : Health, Science,
LINGKUP DAN TUJUAN Lingkup naskah mencakup bidang ilmu: Kimia Farmasi Biologi Farmasi Farmakologi Teknologi Farmasi dan Farmasetika Farmasi Klinik dan Komunitas Kedokteran dan Bidang ilmu lain yang terkait Tujuan penerbitan adalah memberikan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang Farmasi dan yang terkait
Articles 612 Documents
Kajian Stabilitas Fisika dan Aktivitas Sebagai Obat Luka Getah Jarak Cina (Jatropha multifida L.) Mega Silvia; Aditya Fridayanti; Laode Rijai
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.258 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.123

Abstract

Jarak cina memiliki getah yang telah terbukti dapat digunakan sebagai obat luka sayat.Masyarakat biasanya hanya memanfaatkan getah jarak cina yang baru diambil, cara tersebut dirasakan kurang efektif, akan lebih baik jika getah dapat disimpan untuk penggunaan darurat sewaktu waktu, namun untuk hal tersebut perlu diperhatikan stabilitas dari getah selama penyimpanan, karena ada kemungkinan terjadinya perubahan stabilitas fisika yang mempengaruhi stabilitas aktivitas dari getah sebagai obat luka sayat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan stabilitas fisika terhadap aktivitas getah dan mengetahui waktu penyimpanan yang efektif untuk getah jarak cina.Jenis penelitian adalah penelitian laboratorium eksperimental, pengujian yang dilakukan menggunakan adalah mencit sebanyak 21. Mencit dibagi menjadi 7 kelompok yaitu 1 (kontrol positifpovidon iodine), 2 (kontrol negatif tanpa perlakuan), 3 (getahsegar), 4 (getah minggu ke-1), 5 (getah minggu ke-2), 6 (getah minggu ke-3) dan 7 (getah minggu ke-4). Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif.Hasil penelitian yang diperoleh getah pada minggu ke-1 hingga minggu ke-3 memiliki nilai aktivitas yang cukup baik walaupun pada minggu ke-1 sudah terjadi perubahan stabilitas fisika, waktu penyimpanan yang efektif untuk getah adalah 3 minggu.
Efek Peluruhan Kalsium Batu Ginjal Fraksi Etil Asetat Daun Nona Makan Sirih (Clerodendron thomsonae Balf.f.) Secara In Vitro Neta Novalia; Adam M. Ramadhan; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.773 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.124

Abstract

Batu ginjal merupakan masalah kesehatan yang menempati urutan ketiga dibidang urologi setelah infeksi saluran kemih dan pembesaran prostat. Salah satu pengobatan tradisional untuk penderita batu ginjal adalah dengan daun nona makan sirih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen, efek dan konsentrasi terbaik dari fraksi etil asetat daun nona makan sirih terhadap kelarutan kalsium batu ginjal. Batu ginjal sebanyak 100 mg direndam dalam fraksi etil asetat dimana fraksi etil asetat dibuat 5 variasi konsentrasi yaitu 2,5%; 5%; 7,5%; 10%; 12,5% kemudian diinkubasi selama 6 jam (37?C). Filtrat diukur kadar kalsium dengan spektrofotometer UV-Vis pada ? 495 nm. Rendemen fraksi etil asetat diperoleh sebesar 1,118%. Fraksi etil asetat memiliki aktivitas terhadap kelarutan kalsium batu ginjal dan hasil pengukuran rata-rata kadar kalsium terlarut masing-masing sebesar 136,516; 149,767; 171,175; 194,933; dan 158,106 µg/mL dan konsentrasi terbaik yaitu 10% dengan kadar kalsium terlarut sebesar 194,933 µg/mL.
Metabolit Sekunder dan Efek Penyembuhan Luka Sayat Ekstrak Etanol Buah Pandan Duri (Pandanus tectorius Soland) pada Tikus Putih Galur Wistar (Rattus norvegicus) Nur Aida Febriana; Aditya Fridayanti; Arsyik Ibrahim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.53 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.125

Abstract

Penelitian ini mengenai efek penyembuhan luka ekstrak etanol buah pandan duri (Pandanus tectorius Soland). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah rendemen, kandungan metabolit sekunder dan efek penyembuhan luka dari ekstrak etanol buah pandan duri (pandanus tectorius Soland) pada tikus putih. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat luka sepanjang 2 cm pada hewan coba yang telah dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak buah pandan duri 2,5%, ekstrak buah pandan duri 3,75% dan ekstrak buah pandan duri 5%. Pengamatan luka dilakukan selama 10 hari. Hasil pengujian menunjukkan ekstrak etanol buah pandan duri memiliki rendemen sebanyak 17,62% dan dengan kandungan metabolit sekunder berupa fenol, steroid dan alkaloid. Hasil pengukuran diperoleh rata-rata panjang luka pada konsentrasi 2,5% sebesar 0,878, konsentrasi 3,75% sebesar 0,685 dan konsentrasi 5% yaitu 0,761. Berdasarkan hasil analisis statistik menggunakan ANAVA (Analysis of Variant) dua arah dan uji lanjutan Perbandingan Berganda Duncan menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah pandan duri dengan konsentrasi 3,75% efektif dalam menyembuhkan luka pada tikus dan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan Bioplacenton®.
Uji Aktivitas Ekstrak Biji Pepaya (Carica papaya Linn) sebagai Hepatoprotektor pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Nurul Novita; Welinda Dyah Ayu; Muhammad Amir Masruhim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.917 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.126

Abstract

Hepar merupakan salah satu organ metabolisme penting bagi tubuh, salah satu fungsinya yaitu detoksifikasi dan disposisi dari senyawa kimia. Hati rentan mengalami kerusakan karena adanya paparan radikal bebas dari senyawa kimia, obat-obatan, maupun alkohol. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas ekstrak biji pepaya sebagai hepatoprotektor. Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok secara acak yaitu kontrol negatif yang diberi Na-CMC 0,5%, kontrol positif yang diberi Curcuma® 81mg/Kg, kelompok uji 1, 2 dan 3 diberi ekstrak biji pepaya dengan dosis 400 mg/Kg BB, 500 mg/Kg BB dan 600 mg/Kg BB. Induksi kerusakan hati dilakukan dengan pemberian parasetamol dosis 270 mg/200 g BB. Selanjutnya diukur kadar SGOT-SGPT pada serum tikus putih sebagai parameter adanya kerusakan pada sel hati. Ketiga dosis uji memiliki aktivitas sebagai hepatoprotektor yang berbeda signifikan (p < 0,05) dengan kelompok kontrol negatif. Dosis efektif ekstrak biji pepaya yaitu pada dosis 500 mg/200 g BB dan ekstrak biji pepaya berpotensi sebagai hepatoprotektor dibandingkan dengan kontrol positif (p > 0,05).
Aktivitas Antioksidan Fraksi N-Butanol Tanaman Libo (Ficus variegate Blume) Olvira Esa Nurtiwi; Dewi Rahmawati; Rolan Rusli
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.054 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.127

Abstract

Antioksidan adalah bahan yang membantu melindungi sel-sel tubuh dari efek buruk radikal bebas. Tanaman Libo (Ficus variegate Blume) merupakan salah satu jenis tanaman liar yang memiliki potensi sebagai salah satu bahan antioksidan. Namun, penelitian antioksidan tanaman Libo pada tingkatan fraksi belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas antioksidan dari fraksi n-butanol. Daun tanaman Libo yang telah dikeringkan diekstraksi dengan pelarut metanol. Ekstrak metanol tanaman Libo yang dihasilkan, kemudian difraksinasi dengan pelarut n-heksana, kemudian etil asetat, dan diakhiri dengan n-butanol, sehingga didapatkan fraksi n-butanol. Fraksi kemudian dibuat variasi konsentrasi dengan tiga replikasi dan direaksikan dengan larutan DPPH dengan waktu inkubasi selama 30 menit. IC50 fraksi n-butanol tanaman Libo diperoleh sebesar 36,30 ppm.
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol 96% Kombinasi Buah Strawberry dan Tomat dengan Metode ABTS Diana Serlahwaty; Atika Nourmela Sevian
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.034 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.128

Abstract

Buah-buahan merupakan salah satu sumber antioksidan yang diharapkan berguna bagi kesehatan. Strawberry (Fragaria x ananassa Duch.) kaya akan vitamin C, pigmen warna antosianin serta asam ellagat sedangkan buah tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) mengandung vitamin A, C, E, serta likopen yang mempunyai aktivitas dalam meredam radikal bebas. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan dengan metode ABTS menggunakan spektrofotometer cahaya tampak pada panjang gelombang 412 nm terhadap ekstrak tunggal serta kombinasi ekstrak strawberry dan tomat dengan perbandingan bobot 1:1; 1:3; 3:1 menggunakan vitamin C sebagai kontrol positif. Buah strawberry dan tomat diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak tunggal buah strawberry lebih kuat dibanding buah tomat dengan nilai IC50 masing-masing sebesar 21.79 bpj dan 83.21 bpj, sedangkan aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak strawberry dan tomat dengan perbandingan bobot 1:1; 1:3; 3:1 diperoleh nilai IC50 sebesar 47.61 bpj, 58.61 bpj dan 30.73 bpj, sehingga dapat disimpulkan aktivitas antioksidan terkuat terdapat pada kombinasi ekstrak strawberry dan tomat pada perbandingan bobot 3:1 dengan IC50 sebesar 30.73 bpj. Dari hasil uji statistik menggunakan metode ANAVA 1 arah menunjukkan ada perbedaan aktivitas antioksidan yang signifikan antara ekstrak tunggal serta semua perbandingan kombinasi ekstrak etanol buah strawberry dan tomat.
Aktivitas Antiinflamasi Keladi Belau (Caladium bicolor (W. Ait) Vent.) Terhadap Enzim Siklooksigenase (COX) Secara In Vitro Nisa Naspiah; Yoppi Iskandar; Moelyono M W Moelyono M W; Febrina Mahmudah; Lia Puspitasari
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.965 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.129

Abstract

Penelitian mengenai aktivitas antiinflamasi keladi belau (Caladium bicolor (W. Ait) Vent.) terhadap enzim siklooksigenase (COX) secara in vitro telah dilakukan. Aktivitas antiinflamasi secara in vitro terhadap enzim COX ditentukan dengan menggunakan metode TMPD (N,N,N’,N’-tetrametil-p-fenilendiamin) secara spektrofotometri. Enzim COX yang diuji meliputi enzim COX-1 dan COX-2. Berdasarkan hasil pengujian diketahui ekstrak batang keladi belau mempunyai aktivitas antiinflamasi dengan nilai IC50 sebesar 250,66 ppm terhadap COX-1 dan 255,27 ppm terhadap COX-2. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak tersebut lebih banyak menghambat enzim COX-1.
Uji Aktivitas Ekstrak Metanol Daun Bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) terhadap Penyembuhan Luka Bakar pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Rangga Hati Rabbu Igafur; Welinda Dyah Ayu; Muhammad Amir Masruhim
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.504 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.130

Abstract

Di Indonesia tanaman bandotan (Ageratum conyzoides Linn.) lebih dikenal sebagai tumbuhan liar (gulma) dikebun dan ladang. Tanaman ini dipercaya oleh masyarakat suku Dayak sebagai penyembuh luka dengan cara dikunyah atau dihancurkan dan kemudian ditempelkan pada luka. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktivitas dari ekstrak metanol daun bandotan dalam menyembuhkan luka bakar. Hewan coba yang digunakan adalah tikus putih sebanyak 6 ekor, betina, berumur 2-3 bulan, dan bobot badan 100-200 g. Penelitian ini menggunakan 4 kelompok perlakuan. Luka bakar derajat II B dibuat dengan menggunakan plat logam berdiameter 1 cm yang dipanaskan dalam oven pada suhu 100oC selama 5 menit dan ditempelkan pada punggung tikus selama 5 detik. Perawatan dilakukan 2 kali sehari selama 21 hari yaitu K1 (gel), K2 (gel dan ekstrak 5%), K3 (gel dan ekstrak 15%), dan K4 (gel Bioplacenton). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persen penurunan luas luka bakar kelompok K1 yaitu sebesar 57,74%, K2 sebesar 64,98%, K3 sebesar 61,47% dan K4 sebesar 49,83%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kelompok K2 menunjukkan penyembuhan luka bakar yang lebih cepat daripada kelompok perlakuan lain.
Studi Etnobotani Pemanfaatan Jenis-Jenis Mangrove Sebagai Tumbuhan Obat di Sulawesi Rini Purwanti
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.574 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.131

Abstract

Salah satu hasil hutan non kayu mangrove yang penting adalah sebagai bahan baku obat-obatan. Eksplorasi dan penelitian mengenai potensi mangrove sebagai bahan baku obat telah banyak dilakukan, tetapi penyebarluasan potensi dan khasiat mangrove ini belum banyak dilakukan dengan optimal sehingga masih banyak pihak yang kurang bahkan belum mengetahuinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bentuk-bentuk pemanfaatan tumbuhan mangrove oleh masyarakat pesisir di Sulawesi. Metode pengumpulan data melalui survey lapangan dan wawancara terhadap masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di pesisir Sulawesi baru mengenal 5 (lima) jenis tumbuhan mangrove sebagai bahan obat-obatan yaitu jenis Rhizophora sp sebagai obat luka akibat digigit ikan dan kepiting, muntaber (akar muda), dan sebagai pewarna pakaian/jala ikan (kulit), Xylocarpus granatum (buah) sebagai obat gatal-gatal kulit serta dapat menghaluskan kulit, Avicennia sp sebagai obat gatal-gatal pada kulit, Ceriops tagal dapat menguatkan gigi biasa digunakan sebagai pengganti sirih (buah) dan obat encok dan kurap (daun). Minimnya pengetahuan masyarakat ini diakibatkan karena sosialisasi yag belum sampai ke mereka, dan pengetahuan ini hanya mereka dapatkan secara turun temurun dari orang tua mereka. Oleh sebab itu, kegiatan sosialisasi tentang manfaat mangrove sebagai tumbuhan obat perlu lebih ditingkatkan lagi.
Aktivitas Antioksidan Kombinasi Ekstrak Etanol Kayu Secang (Caesalpinia sappan L.) dan Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Risfah Yulianty; Mufidah Murdifin; Nur Asma
Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences Vol. 3 (2016): Spesial Issue of Mulawarman Pharmaceuticals Conference Proceeding (Prosiding Semnas T
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.94 KB) | DOI: 10.25026/mpc.v3i2.132

Abstract

Senyawa radikal bebas merupakan produk samping dari metabolisme normal tubuh yang dapat menyebabkan terjadinya oksidasi seperti kerusakan membran, modifikasi protein, kerusakan DNA, dan kematian sel. Penggunaan antioksidan dapat meredam dan menangkap radikal bebas. Tumbuhan yang memiliki aktivitas antioksidan yaitu kayu secang (Caesalpinia sappan) dan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antioksidan dari kombinasi ekstrak etanol kayu secang dan kelopak bunga rosella menggunakan metode microplate 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazine (DPPH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 dari kombinasi ekstrak etanol kayu secang dan bunga rosella dengan perbandingan 1:0, 2:1, 1:1, 1:2, dan 0:1 berturut-turut sebesar 11,46; 12,34; 16,79; 19,93; dan 680,37 µg/ml, sedangkan nilai IC50 vitamin C sebesar 4,77 µg/ml (a<0,01). Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak tunggal bunga rosella (0:1) menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih rendah dibandingkan dengan vitamin C. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak kayu secang dan bunga rosella pada perbandingan 2:1, 1:1, dan 1:2 memiliki efek yang sinergi berdasarkan Nilai Indeks Kombinasi (CI<1).

Filter by Year

2015 2023