Al-Mizan: Jurnal Hukum Islam dan Ekonomi Syariah
The Al-Mizan Journal focuses on the study of Journal of Islamic Law and Sharia Economics. The study of Journal of Islamic Law and Sharia Economics which focuses on universal and Islamic values by upholding diversity and humanity. Al-Mizan Journal studies are published based on research results both theoretically and practically, which include: ISLAMIC LAW specializes in Islamic Law in Modern State, especially related topics with Islamic law as positive law, Islamic law as a living law, and unification and harmonization of law. Family Law Islamic Family Law Family Study Islamic Criminal Law Customary Law History of Islamic Family Law and Islamic Law ECONOMICS SYARIA Islamic banking and finance Islamic insurance Islamic social funds (zakat, infaq, sadaqah, and waqaf) Islamic business ethics Islamic contemporary economics and business issues Islamic management and retail marketing Islamic economics education Public relations and retail communication Innovation and product development Economic practices in Islamic Communities
Articles
118 Documents
Peran Wanita Karir Dalam Membangun Keluarga Yang Harmonis Berdasarkan Hukum Islam
Adnani, Adnani
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sebagai suami istri, mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan kehidupan rumah tangga yang harmonis. Keharmonisan dalam keluarga dapat terwujud apabila suami dan istri sadar akan hak dan kewajibannya. Di era globalisasi saat ini, keterlibatan istri dalam mencari nafkah untuk membantu suami memenuhi kebutuhan rumah tangga memberikan dampak positif dan negatif terhadap upaya pembentukan keluarga harmonis pada keluarga wanita karir. Hasil menunjukkan bahwa di dalam Islam menjelaskan keluarga seorang perempuan sebagai isteri tetap berada di bawah suaminya dan ia tetap mempunyai untuk patuh dan taat kepada suaminya walaupun sudah berkarir dan tetap mengurus anak dan rumah tangganya dengan baik, dan karena hakikatnya suami adalah pemimpin sebuah keluarga. Sebagai pasangan suami istri, baik suami maupun istri mempunyai kewajiban untuk mewujudkan keluarga sakinah dalam kehidupan rumah tangganya. Wanita karir harus terbuka kepada suami jika ada masalah sekecil apapun, baik dalam pekerjaan maupun urusan rumah tangga.
Pengaruh Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI) KCP Grong-Grong Sigli
Hasballah, Ibrahim
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v10i2.658
Persaingan di industri perbankan dan jasa keuangan yang semakin intensif menuntut Bank harus memenuhi kebutuhan dan keinginan nasabahnya karena setiap Bank akan bersaing merebut hati nasabahnya. Bank Syariah Indonesia KCP Grong-Grong memiliki strategi untuk memuaskan nasabah dengan memberikan pelayanan yang maksimal. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini Bagaimana pengaruh pelayanan terhadap kepuasan nasabah di Bank BSI KCP Grong-Grong, Dengan menggunakan metode kuantitatif. Adapun jumlah sampel yang dilibatkan dalam penelitian ini sebanyak 100 nasabah dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan nasabah BSI KCP Grong-Grong. semakin rendah Kualitas pelayanan maka akan semakin rendah pula kepuasan nasabah BSI KCP Grong-Grong, dan begitu juga sebaliknya, jika Kualitas pelayanan yang tinggi, maka semakin tinggi pula kepuasan nasabah BSI KCP Grong-Grong.
Konsep Penyelesaian Sengketa Harta Warisan Dalam Hukum Islam
Khaled, Muhammad
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v10i2.677
This article discusses the concept of resolving inheritance disputes in the context of Islamic law. The settlement of inheritance disputes involves clear provisions in Islam, including the division of inheritance based on family relationships and the role of mediation. This article elaborates on the concept of inheritance, heirs' rights, and the role of mediation in resolving inheritance disputes. In this context, village officials knowledgeable in religious matters play a crucial role as mediators in handling inheritance disputes. The aim of this article is to provide a better understanding of how the resolution of inheritance disputes can be conducted within the framework of Islamic law, considering legal and humanitarian aspects. The research method used in this study is qualitative, as it can explain the phenomena of the studied community based on several literature studies. The research findings reveal that in Islamic law, the division of inheritance has clear provisions, regulating different proportions for each heir based on family relations. Mediation plays a key role in settling inheritance disputes, allowing disputing parties to reach a fair agreement and prevent further conflicts. Village officials competent in religious matters can act as mediators in this mediation process, with the ability to calm emotions, listen carefully, and facilitate discussions towards solutions in line with Islamic law. With this approach, the resolution of inheritance disputes in Islamic law can become more effective and in line with religious principles.
Nusyuz dan Hubungannya dengan Larangan Pemaksaan Hubungan Seksual
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v10i2.681
Pembahasan mengenai nusyuz merupakan pembahasan yang penting dan menarik untuk dikaji, terutama yang berkaitan dengan ketidak patuhan atau menuruti sang istri ketika diajak berhubungan badan oleh suami baik itu karena ada alasan ataupun penolakan yang tanpa didasari oleh alasan apapun. Sehingga menimbulkan suatu ketidak jelasan apakah penolakan tersebut bisa dikatakan sebagai bentuk nusyuz istri karena tidak patuh terhadap suami atas pemenuhan hak yang mesti dilakukan oleh istri. Beranjak dari permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk meneliti lebih lanjut tentang konsep pemaksaan hubungan seksual dalam hukum positif serta hubungan konsep nusyuz dengan kriteria pemaksaan hubungan seksual dalam hukum Islam. Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan normatif dan teknik pengumpulan datanya dengan cara telaah dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan konsep nusyuz tentang hubungan seksual dalam hukum Islam, bila seorang suami meminta istrinya untuk melayani seksualnya maka istri wajib memenuhinya selama istri tersebut tidak berhalangan untuk melayani suaminya. Dengan demikian maka ketika istri tidak melayani suaminya karena berhalangan maka istri tersebut tidak dikategorikan ke dalam nusyuz. Berdasarkan kriteria tersebut maka konsep hukum positif sangat mendukung hukum Islam dalam hal melindungi perempuan dan menjaga hak-hak perempuan dalam hubungan seksualitas suami istri.
Penggunaan Obat Kuat Bagi Pasangan Suami Istri Menurut Teori Mashalahah
Haikal, Muhammad
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v10i2.718
The realization of a harmonious family with the fulfillment of the needs of husband and wife is the hope of every couple. However, when problems arise in meeting these needs, couples must find ways to ensure that it does not have a significant impact on the continuity of the household. One way is by using aphrodisiacs. This study aims to examine the use of aphrodisiacs to fulfill the needs of couples in the context of maslahah (benefit). The method used is qualitative with a library research approach. The results of the study indicate that there is maslahah in the use of aphrodisiacs to fulfill the needs of couples, and the level is considered hajiyat (necessary).
Kafa'ah Dalam Pernikahan Dalam Perspektif Syekh H. Nuruzzahri Yahya
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v10i2.726
Islam mengatur bagaimana manusia menjalani hidup berumah tangga melalui proses pernikahan yang memiliki aturan-aturan yang disebut sebagai hukum perkawinan (fiqh munakahat) dalam Islam. Dalam masyarakat, ada pandangan bahwa sebaiknya seseorang yang ingin menikahi putri atau wanita yang berasal dari keluarga bangsawan (syarifah) sebaiknya menikah dengan seorang yang juga memiliki keturunan bangsawan (syarif/sayyid) atau putra dari keluarga yang terhormat (habib). Sementara itu, bagi yang bukan dari keturunan bangsawan (sayyid), sebaiknya tidak menikahi wanita yang memiliki status syarifah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan fokus pada pendekatan normatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deduktif dan induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut pandangan Syekh H. Nuruzzahri Yahya, konsep kafa'ah atau kesesuaian adalah salah satu syarat sah dalam pernikahan, tetapi tidak bersifat mutlak. Kafa'ah dipandang sebagai hak perempuan dan wali (walinya). Kafa'ah juga menjadi syarat sah dalam pernikahan jika seorang wali mujbir (wali yang memiliki otoritas) ingin menikahkan anaknya dengan seorang laki-laki yang tidak sepadan atau setara dengannya.
Efektivitas Qanun No. 11 Tahun 2002 Tentang Pelaksanaan Syari‘at Islam di Gampong Cibrek Tunong, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara Dalam Bidang syi’ar Islam
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v10i2.729
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan efektivitas Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syari‘at Islam di Gampong Cibrek Tunong, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara dalam bidang Syi‘ar Islam mengenai busana Islami bagi kaum perempuan. Juga untuk mengkaji nilai maslahah yang terkandung di dalam berbusana Islami bagi kaum perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat deskriptif analisis dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Setelah dianalisis berbagai data dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan syari‘at Islam dalam bidang busana Islami bagi kaum perempuan di gampong tersebut masih kurang efektif. Hal itu karena belum adanya aturan yang jelas dan terkait dengan pelaksanaan dalam qanun tersebut, tidak adanya ketegasan Pemerintah Kabupaten, minimnya kontribusi Dinas Syari‘at Islam karena minimnya fasilitas dan dana, tidak adanya dukungan yang memadai dari orangtua atau keluarga, dan kurangnya pemahaman agama. Selanjutnya, nilai maslahah yang terkandung dalam busana Islami tersebut adalah menjaga harga diri dan kehormatan kaum perempuan supaya tetap mulia.
Dampak Pola Asuh Orang Tua yang Menikah di Usia Dini Terhadap Perilaku Anak dalam Perspektif Hukum Islam
Maimun, Maimun
Al-Mizan Vol 10 No 2 (2023): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v10i2.735
Pernikahan di usia dini telah menjadi isu kompleks yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk pola asuh anak. Artikel ini membahas dampak pola asuh orang tua yang menikah di usia dini terhadap perilaku anak. Penelitian ini menggali literatur terkini dan temuan penelitian empiris untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang bagaimana keputusan menikah di usia dini dapat berpengaruh pada cara orang tua mendidik dan merawat anak-anak mereka. Hasil kajian menunjukkan Hukum pernikahan usia dini pada dasarnya mubah. Pernikahan di usia dini membawa dampak signifikan terhadap pola asuh anak, menciptakan tantangan bagi orang tua yang mungkin menghadapi kesulitan memberikan pola asuh yang optimal. Dampak tersebut tercermin dalam pola asuh yang kurang baik, pemanjakan anak yang berlebihan, keras kepala dan temperamen, manja dan cengeng. Kesadaran dan perubahan perilaku orang tua yang menikah di usia dini menjadi kunci untuk mengurangi dampak negatif ini. Meningkatkan kualitas pola asuh, memberikan batasan yang sehat, dan mempromosikan kemandirian anak dapat membantu menciptakan lingkungan keluarga yang lebih seimbang, mendukung pertumbuhan optimal anak-anak.
Perkembangan Pinjaman Online Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Pidie Jaya
Baihaqi, Baihaqi
Al-Mizan Vol 11 No 1 (2024): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v11i1.820
Perkembangan pinjaman online terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sudah menjadi hal yang baru dan sesuai dengan perkembangan teknologi internet dan tujuan yang ingin dicapai, salah satunya, yaitu perkembangan pinjaman online dikalangan masyarakat dan dampak positif dan negatif dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menjelaskan perkembangan pinjaman online dikalangan masyarakat. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu fild researd dengan pendekatan kualitatif, untuk mendapatkan data menggunakan tekni wawancara dan dokumentasi, kemudian data yang terkumpul dianalisis secara reduksi data, penyenjian data dan menarik kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa perkembangan pinjaman online terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sudah menjadi hal yang tidak asing lagi sesuai dengan perkembangan zaman pinjaman online suatu penyelenggaraan lembaga jasa keuangan baik yang terdaftar maupun tidak berizin di otoritas jasa keuangan (OJK). Dampak positif dari peminjaman online mempermudahkan masyarakat dalam peminjaman, cukup dengan persyaratan KTP, KK dan nomor HP, sedangkan negatif yang diterima oleh pinjaman online dari segi psikologis yaitu menimbulkan rasa panik, gelisah dan bingung serta menimbulkan kesulitan dalam melunasinya, maka dari itu peminjaman ke depannya lebih berhati-hati dan bias menyiapkan uang untuk keperluan darurat dan juga menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dinamika Kepemimpinan Kepala Desa dalam Penerapan Hukum Islam dan Tata Negara di Aceh
Hadi, Musafirul
Al-Mizan Vol 11 No 1 (2024): Al-Mizan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam (IAI) Al-Aziziyah Samalanga
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54621/jiam.v11i1.821
Artikel ini mengkaji dinamika kepemimpinan kepala desa dalam menerapkan hukum Islam dan tata negara di Provinsi Aceh, Indonesia. Dengan menggunakan metode studi kepustakaan, artikel ini mengeksplorasi bagaimana kepala desa di Aceh mengintegrasikan prinsip-prinsip syariah dengan tata negara dalam menjalankan pemerintahan. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi oleh kepala desa dalam konteks unik pemerintahan Aceh yang berlandaskan pada hukum Islam. Kajian ini menemukan Kepemimpinan kepala desa dalam konteks penerapan hukum Islam dan tata negara di Aceh adalah dinamis dan penuh dengan tantangan serta peluang. Kepala desa memegang peranan kunci dalam memastikan bahwa penerapan hukum Islam dapat berjalan harmonis dengan tata negara, mempromosikan keadilan sosial dan keharmonisan dalam masyarakat.