cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : 28081447     EISSN : 28081307     DOI : 10.57250
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) menerbitkan karya hasil penelitian dan kajian ilmiah pada ruang lingkup ilmu sosial dan ilmu humaniora diantaranya: antropologi, kajian bisnis, kajian komunikasi, tata kelola perusahaan, kriminologi, kajian lintas budaya, demografi, kajian ekonomi pembangunan, studi pendidikan dan etika, geografi sosial, studi manajemen teknologi informasi, hubungan industrial, hubungan internasional, studi hukum, studi media, ilmu politik, studi dinamika kependudukan, studi psikologi, studi administrasi publik, sosial kesejahteraan, studi agama dan linguistik. Nama terbitan berkala : Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) Bulan dan tahun pertama kali terbit : Agustus (2021) Edisi berlaku ISSN yang di ajukan : Vol. 1, No. 2, Aguatus (2021) Frekuensi terbitan : 3 Kali dalam Setahun Bahasa untuk artikel yang diterbitkan : Indonesia dan Inggris Media terbitan (cetak/elektronik) : Cetak dan Elektronik Alamat url terbitan : http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/Ajsh
Articles 1,017 Documents
Analisa Komparatif Ekspresi Visual dalam Seni Rupa Tradisional dan Kontemporer Tiongkok Pamuji, Anastasia Rosa Deandra; Angelica, Carla; Tjota, Christabelle Celine
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2576

Abstract

Studi ini dibuat untuk mengungkapkan komparasi antara karya seni rupa tradisional dengan kontemporer Tiongkok. Tujuan studi ini adalah untuk menelaah ekspresi dan kode visual seni rupa tradisional ciptaan Zhao Mengfu dengan seni rupa kontemporer ciptaan Qiu Zijie dan Ai Weiwei. Indikator yang dipilih adalah karya dari seniman Tiongkok yang berkarya di salah satu periode klasik tradisional Tiongkok secara spesifik di periode Dinasti Yuan (1260-1368) dan karya dari seniman kontemporer di era modern (1990-saat ini). Studi ini ditelaah menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan komparatif dan artistik. Sampel yang akan digunakan dalam studi ini adalah karya Zhao Mengfu “Autumn Colors on the Que And Hua Mountain” 1295 untuk seni rupa tradisional Tiongkok dan Writing the “Orchid Pavilion Preface” One Thousand Times (1990-1995) ciptaan Qiu Zhijie dan Sunflower Seeds / Kui Hua Zi (2010) ciptaan Ai Weiwei untuk seni rupa kontemporer. Hasil dari studi ini menunjukan perbedaan visual, makna, filosofi, dan metode yang dilakukan untuk mewujudkan karya tersebut. Temuan penting dari penelitian ini adalah perbedaan drastis di dalam seni rupa tradisional dan kontemporer Tiongkok, yang dimana seni rupa tradisional memiliki pandangan filosofis yang berfokus pada kehidupan alam sekitar dengan metode melukis dengan tinta sedangkan seni rupa kontemporer sudah dipengaruhi oleh paham Barat sehingga karya berfokus pada kritik intelektual dan kemanusiaan diwujudkan melalui visual yang lebih bervariatif. Dampak dari studi ini adalah untuk mengedukasi pembaca mengenai perbedaan seni rupa tradisional dengan kontemporer Tiongkok.
Komparasi Ungkapan Visual Karya Seni The Last Supper pada Lukisan Leonardo da Vinci dan Zeng Fanzhi Indrawan, Valerie trixie; Sudjianto, Novia Viviana; Gunawan, Breitling Andrea; Dirgantara Wibowo, Bayu
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2577

Abstract

Kajian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan visual dalam karya seni klasik dan kontemporer dengan mengangkat tema yang sama dari karya The Last Supper. Tujuan penulisan ini untuk menelaah ungkapan visual dan kode-kode yang diberikan melalui rupa dari karya The Last Supper. Dengan adanya perbedaan konteks zaman, budaya serta pendekatan artistik antara Leonardo da Vinci dan Zheng Fanzhi menjadi dasar yang dapat dikaji secara komparatif. Komparasi ini menjadi daya tarik untuk dapat menelaah narasi visual dalam karya tersebut, meliputi aspek komposisi,ekspresi, simbolisme, serta makna yang terkandung di dalamnya. Pada kajian ini menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif yang diperoleh dari studi literatur dan dokumentasi visual terhadap kedua karya. Pada analisis ini dilakukan dengan mengkaji unsur visual dan konteks historis. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa karya Leonardo da Vinci ini lebih menampilkan realisme dengan komposisi perspektif yang terstruktur, ekspresi yang emosional dan simbolisme religius seperti pada konteks Renaissance. Sementara itu pada katanya Zheng Fanzhi menghadirkan reinterpretasi yang lebih ekspresif dan distorsi, dengan penekanan pada kritik sosial dan kondisi manusia modern melalui penggunaan gaya lukis kontemporer, kedua karya ini menunjukan perbedaan yang relevan dari visual dan makna yang dihasilkan. Dari latar belakang dan budaya dan periode waktu ini sangat mempengaruhi seniman untuk berekspresi terhadap a gagasan visual dalam karya seni. Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang luas untuk perkembangan seni klasik ke kontemporer.  
Pengaruh Corporate Reputation, Employer Brand, Perceived Benefits terhadap Intention to Apply pada Generasi Z Masta, Andi Putri Shavira; Arief, Muhammad
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2582

Abstract

Perkembangan dunia kerja yang semakin kompetitif menuntut perusahaan untuk memahami faktor-faktor yang dapat memengaruhi minat calon pelamar kerja, khususnya dari kalangan Generasi Z. Generasi ini memiliki karakteristik dan preferensi tersendiri dalam memilih perusahaan, seperti perhatian terhadap reputasi perusahaan, citra perusahaan sebagai pemberi kerja, manfaat yang ditawarkan, serta peluang pengembangan karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh corporate reputation, employer brand, perceived benefits, dan perceived career development terhadap intention to apply pada Generasi Z di wilayah Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada 100 responden Generasi Z yang berdomisili di wilayah Jabodetabek dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan program SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa corporate reputation, employer brand, perceived benefits, dan perceived career development memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap intention to apply. Hal ini menunjukkan bahwa reputasi perusahaan yang baik, citra pemberi kerja yang positif, manfaat kerja yang menarik, serta kesempatan pengembangan karier yang jelas mampu meningkatkan minat Generasi Z untuk melamar pekerjaan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dalam menyusun strategi rekrutmen yang lebih efektif serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan minat melamar kerja Generasi Z.
Urgensi Green Investment dalam Sistem Hukum Penanaman Modal Nasional Harlinah, Sitti
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2586

Abstract

Perkembangan investasi di era modern saat ini mengalami perubahan yang cukup signifikan. Investasi tidak lagi hanya berfokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga mulai memperhatikan aspek lingkungan hidup dan tanggung jawab sosial. Salah satu konsep yang berkembang adalah green investment atau investasi hijau, yaitu kegiatan penanaman modal yang memperhatikan prinsip keberlanjutan dan perlindungan lingkungan. Kehadiran green investment menjadi penting karena Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan lingkungan, seperti pencemaran, kerusakan hutan, dan tingginya emisi karbon akibat aktivitas industri dan pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urgensi green investment dalam sistem hukum penanaman modal nasional serta menganalisis bagaimana pengaturan hukum investasi hijau di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data penelitian diperoleh melalui studi kepustakaan yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, dan literatur lain yang berkaitan dengan hukum penanaman modal dan pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep green investment secara tidak langsung telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, khususnya melalui asas berkelanjutan dan asas berwawasan lingkungan. Namun, implementasi investasi hijau di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, seperti belum sinkronnya regulasi investasi dan lingkungan hidup, lemahnya pengawasan terhadap dampak lingkungan, serta minimnya insentif bagi investor yang menerapkan prinsip ramah lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan regulasi dan kebijakan hukum penanaman modal yang lebih adaptif agar mampu memberikan kepastian hukum sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
Implementasi Manajemen Strategi dalam Meningkatkan Daya Saing Organisasi di Era Digital: Studi Kasus Bank Sultra Febriati, Febriati; Hadiyanto , Yoko; Mokodompit, Eliyanti Agus
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen strategi dalam meningkatkan daya saing organisasi di era digital dengan studi kasus pada Bank Sultra. Metode yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pengkajian berbagai sumber literatur ilmiah yang relevan serta didukung oleh data sekunder terkait objek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen strategi yang terintegrasi dengan inovasi dan transformasi digital mampu meningkatkan efisiensi operasional, memperluas jangkauan pasar, serta menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Dalam konteks Bank Sultra, implementasi strategi digital, pengembangan layanan berbasis teknologi, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif. Faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan implementasi strategi meliputi kepemimpinan yang adaptif, budaya organisasi yang inovatif, pemanfaatan teknologi digital, serta strategi pemasaran digital yang efektif. Selain itu, pengelolaan kualitas layanan dan produk juga berperan dalam memperkuat kepercayaan nasabah. Dengan demikian, organisasi perlu mengembangkan strategi yang fleksibel, inovatif, dan berbasis teknologi untuk menghadapi dinamika persaingan di era digital.
Peranan Komunikasi Pemerintah dalam Meredam Ketegangan dan Konflik Budaya Antara Elite dan Masyarakat Kelas Bawah di Indonesia Muhammad Sowi Alhijry
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2602

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran komunikasi pemerintah dalam meredam ketegangan konflik budaya antara elite dan masyarakat kelas bawah di Indonesia, dengan studi kasus gelombang demonstrasi nasional 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur, analisis dokumen, pemberitaan media, serta data survei persepsi publik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan komunikasi pemerintah dalam menghadapi demonstrasi cenderung sifatnya satu arah, teknokratis, dan defensif, sehingga kurang efektif dalam membangun dialog lalu meredam ketegangan konflik sosial. Gaya komunikasi pemerintah dalam situasi krisis lebih menenkankan pada legitimasi kebijakan dan stabilitas negara, namun minim empati terhadap aspirasi dan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi pemerintah belum sepenuhnya berfungsi sebagai mekanisme integrasi sosial dan peredam konflik budaya.
Agile governance dalam Pencegahan dan Penanganan Pernikahan Usia Anak di Dinas Pemberdayaan perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kolaka Nurhalili; Mallapiseng, Arafat; Djabbari, Muhammad Hidayat
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan agile governance dalam pencegahan dan penanganan pernikahan usia anak di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Kolaka. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pihak DP3A, Kantor Urusan Agama, Pengadilan Agama, pemerintah desa, serta masyarakat yang terlibat dalam kasus dispensasi pernikahan. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan agile governance telah berjalan cukup adaptif melalui penerapan enam prinsip utama, yaitu good enough governance, business-driven, human focused, based on quick wins, systematic and adaptive approach, serta simple design and continuous refinement. Implementasi tersebut terlihat dari adanya regulasi daerah, koordinasi lintas sektor, sosialisasi kepada masyarakat, serta pendampingan terhadap anak yang mengajukan dispensasi pernikahan. Selain itu, pemerintah daerah mulai menerapkan pendekatan yang lebih fleksibel dan responsif terhadap kondisi sosial masyarakat. Namun, pelaksanaan program belum sepenuhnya optimal karena masih ditemukan kendala berupa lemahnya koordinasi antar lembaga, keterbatasan sumber daya, belum meratanya penyebaran informasi, serta sistem monitoring dan evaluasi yang belum maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa agile governance relevan diterapkan dalam upaya pencegahan dan penanganan pernikahan usia anak karena mampu mendukung tata kelola yang lebih adaptif, kolaboratif, dan responsif. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta evaluasi program secara berkelanjutan agar pelaksanaan kebijakan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Page 102 of 102 | Total Record : 1017