cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : 28081447     EISSN : 28081307     DOI : 10.57250
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) menerbitkan karya hasil penelitian dan kajian ilmiah pada ruang lingkup ilmu sosial dan ilmu humaniora diantaranya: antropologi, kajian bisnis, kajian komunikasi, tata kelola perusahaan, kriminologi, kajian lintas budaya, demografi, kajian ekonomi pembangunan, studi pendidikan dan etika, geografi sosial, studi manajemen teknologi informasi, hubungan industrial, hubungan internasional, studi hukum, studi media, ilmu politik, studi dinamika kependudukan, studi psikologi, studi administrasi publik, sosial kesejahteraan, studi agama dan linguistik. Nama terbitan berkala : Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) Bulan dan tahun pertama kali terbit : Agustus (2021) Edisi berlaku ISSN yang di ajukan : Vol. 1, No. 2, Aguatus (2021) Frekuensi terbitan : 3 Kali dalam Setahun Bahasa untuk artikel yang diterbitkan : Indonesia dan Inggris Media terbitan (cetak/elektronik) : Cetak dan Elektronik Alamat url terbitan : http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/Ajsh
Articles 1,002 Documents
Kedudukan Putusan Bebas Dalam Penegakan Hukum Pidana Di Indonesia Ponco, Eko; Ningsih, Dwi Wachidiyah; Ayudiyanti, Ika
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2491

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses penegakan dan pemeriksaan hukum pidana dalam mewujudkan tujuan hukum dan bagaimana kontrol dan upaya hukum terhadap putusan bebas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dan dapat disimpulkan: 1. Penegakan hukum di Indonesia mengalami situasi yang sulit,sebagaimana tampak dalam realitas keseharian. Barangkali tepat di katakan bahwa pemerintah dan aparat penegak hukum selama ini hanya merupakan hukum yang seharusnya memiliki tujuan untuk mengatur tertib sosial justru menimbulkan kekacauan di dalam masyarakat, sehingga timbul rasa kurang percayanya masyarakat terhadap penegakan hukum yang dalam prosesnya belum memenuhi rasa keadilan masyarakat. 2. Bahwa upaya hukum atas putusan bebas (vrijspraak), hal ini melalui upaya hukum dengan beberapa alasan yuridis untuk berupaya hukum melalui peninjauan kembali (PK), dalam hal ini disebutkan bahwa hakim sebagai manusia biasa tidak dapat luput dari kekurangan,petuah yang sangat bijak berbunyi no body perfect ,tetap berlaku dikalangan hakim,termasuk hakim yang sangat agung yang sering disebut hakim agung, fakta membuktikan bahwa ada banyak putusan bebas terlahir dari hakim pengadilan negeri dan atau hakim tinggi
Normalisasi Kelelahan dalam Budaya Organisasi Mahasiswa: Produksi Sosial Burnout Akademik Sari, Nabila Anggita; Setiawan, Rizki
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2492

Abstract

  Burnout akademik pada mahasiswa selama ini umumnya dipahami sebagai persoalan individual yang berkaitan dengan ketidakmampuan mengelola tekanan akademik. Namun, pendekatan tersebut kurang memperhatikan bagaimana konteks sosial, khususnya organisasi mahasiswa, turut membentuk dan mempertahankan pengalaman kelelahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana budaya keaktifan dalam organisasi mahasiswa mereproduksi dan menormalisasi kelelahan akademik sebagai bentuk disiplin simbolik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan strategi studi kasus pada Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dengan delapan informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan perspektif praktik sosial Pierre Bourdieu.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya keaktifan memproduksi keterlibatan sebagai standar legitimasi yang diinternalisasi menjadi habitus. Kesibukan berfungsi sebagai kapital simbolik, sementara tekanan teman sebaya menjadi mekanisme kontrol implisit. Kelelahan kemudian dimaknai sebagai komitmen moral dan dinormalisasi dalam praktik organisasi. Dengan demikian, burnout akademik tidak hanya merupakan kondisi psikologis, tetapi merupakan hasil dari mekanisme sosial yang bekerja melalui relasi antara arena, habitus, dan kapital simbolik. Penelitian ini menunjukkan bahwa normalisasi kelelahan akademik merupakan bentuk disiplin simbolik dalam budaya organisasi mahasiswa, yang mendorong individu untuk terus terlibat tanpa paksaan langsung.
Tanggung Jawab Dan Ketelitian Kerja Sebagai Determinan Kinerja Karyawan Pada Bank Mandiri Nirwana, Ida; Arfimasri; Najla Khairunisa
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2493

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui Untuk mengetahui pengaruh Tanggungjawab dan Ketelitian Kerja terhadap Kinerja Karyawan di Bank Mandiri Cabang Solok. Jenis penelitian menggunakan deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah primer melalui penyebaran kuesioner dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, dengan jumlah sampel 38 orang. Hasil penelitian  menunjukkan  secara parsial tanggungjawab berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan nilai t hitung lebih besar dari t  tabel yaitu 5,096 > 2,02809, dan nilai signifikannya 0,000 < 0,05 dan ketelitian kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan nilai t hitungnya juga lebih besar dari t   tabel yaitu 2,515 > 2,02809 dan nilai signifikasinya 0,017 < 0,05. Berdasarkan dari uji F diperoleh nilai Fhitung sebesar 53,744 dan nilai Ftabel sebesar 3,26.  Hal ini menyatakan bahwa secara bersamaan atau simultan tanggunjawab dan ketelitian kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan di Bank Mandiri Cabang Solok
Hubungan Transformational Leadership dan Job Satisfaction dengan Employee Performance melalui Innovative Work Behavior pada Instansi X Nisa, Putri Chairun; Muniroh
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2494

Abstract

Instansi public dituntut untuk meningkatkan kinerja pegawai seiring dengan perubahan lingkungan kerja dan meningkatnya tuntutan pelayanan. Namun, Instansi X di Jakarta Pusat masih menghadapi permasalahan berupa penurunan kinerja pegawai dan rendahnya perilaku kerja inovatif. Kondisi ini diduga berkaitan dengan belum optimalnya penerapan kepemimpinan transformasional serta tingkat kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transformational leadership dan job satisfaction terhadap employee performance dengan innovative work behavior sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 130 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 4 poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformational leadership dan job satisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap innovative work behavior dan employee performance. Innovative work behavior juga terbukti memediasi pengaruh kedua variabel tersebut terhadap employee performance. Temuan ini menegaskan pentingnya kepemimpinan transformasional dan kepuasan kerja dalam meningkatkan kinerja pegawai instansi publik.
Analisis Ketidaksetaraan Gender dalam Pembagian Peran keluarga Salsabilla, Adelia Raya Ainurizka; Afrizal , Stevany
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk ketidaksetaraan gender dalam pembagian peran keluarga pada tiga keluarga di Kabupaten Serang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam dan observasi terhadap tiga informan keluarga yang diberi kode Informan G, Informan K, dan Informan L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembagian peran domestik dan publik masih sangat dipengaruhi oleh budaya patriarki, kebiasaan turun-temurun, dan konstruksi sosial yang menempatkan perempuan sebagai penanggung jawab utama pekerjaan rumah tangga. Seluruh informan memperlihatkan pola bahwa istri mengerjakan seluruh tugas domestik, sementara suami berfokus pada peran public sebagai pencari nafkah. Ketidaksetaraan ini berdampak pada beban ganda bagi perempuan, memicu kelelahan emosional dan fisik, serta berpotensi menimbulkan konflik rumah tangga. Selain itu, pola tersebut diwariskan kepada anak-anak, sehingga norma ketidaksetaraan gender terus direproduksi antargenerasi. Temuan penelitian ini menguatkan teori konstruksi sosial, teori peran sosial, dan teori patriarki yang menjelaskan bagaimana peran gender dibentuk, dipertahankan, dan dijalankan dalam kehidupan keluarga.
Status Karyawan dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan Mendrofa, Elwita Nurani; Lubis, Indah Sari Liza; Nisfiary, Reny Khaerany
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh status karyawan dan motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di Dinas Kesehatan Kota Gunungsitoli. Latar belakang penelitian ini di dasari oleh adanya perbedaan status karyawan antara pegawai negeri sipil (PNS) dan tenaga honorer yang memiliki tanggung jawab dan jenis pekerjaan yang berbeda, namun menunjukkan semangat kerja yang relatif sama. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survey, wawancara, dan kuesioner. Populasi penelitian ini berjumlah 92 orang karyawan yang terdiri dari PNS dan honorer, dengan Teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen penelitian menggunakan skala motivasi kerja dan skala kinerja karyawan yang di susun berdasarkan teori Herberg (2011) serta teori kinerja dari Mathis & Jackson (2011). Analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh antara variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status karyawan dan motivasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Karyawan yang memiliki motivasi tinggi cenderung menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja, sedangkan status karyawan lebih berpengaruh terhadap pembagian tanggung jawab dan stabilitas kerja. Dengan demikian, instansi disarankan untuk terus memperhatikan aspek motivasi dan memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh karyawan agar kinerja dapat meningkat secara optimal.
Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam Upaya Pemberantasan Terorisme di Indonesia melalui Peran Strategis Militer Reza Pahlevi, Muhammad; Buaton, Tiarsen; Jaeni, Ahmad
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2503

Abstract

Indonesia merupakan negara hukum yang berlandaskan Pancasila serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI 1945). Konsep negara hukum sebagaimana dikemukakan oleh Wiryono Projodikoro menegaskan bahwa penyelenggara negara, khususnya pemerintah, dalam menjalankan tugas dan kewenangannya harus tunduk dan terikat pada ketentuan hukum yang berlaku. Istilah Ketahanan Nasional mulai dikenal pada awal dekade 1960-an, pertama kali diperkenalkan oleh Presiden Soekarno. Pada tahun 1962, gagasan ini kemudian dikembangkan secara lebih sistematis di lingkungan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat di Bandung. Dalam konteks tersebut, pengaturan mengenai pengerahan kekuatan militer atau TNI dalam suatu operasi militer bukanlah hal yang sederhana, karena memerlukan pertimbangan yang matang serta didasarkan pada kebijakan dan keputusan politik negara. Ancaman terorisme sendiri bukan fenomena baru bagi Indonesia. Sejak masa Orde Baru, isu terorisme telah muncul dengan karakteristik, motif, serta pola gerakan yang berbeda, termasuk pendekatan penanggulangannya. Letnan Jenderal (Purn) Agus Widjojo menekankan bahwa keterlibatan TNI dalam penanganan terorisme perlu dikaji secara cermat, mengingat secara fungsi dan pelatihan, militer tidak dirancang untuk menjalankan peran penegakan hukum yang merupakan kewenangan kepolisian. Ia juga berpendapat bahwa apabila pelibatan tersebut direalisasikan, maka secara ideal perlu diberikan batas waktu tertentu, misalnya enam bulan. Dalam kerangka tersebut, strategi kebijakan nasional terkait pelibatan TNI dalam pemberantasan tindak pidana terorisme dapat dianalisis melalui perspektif politik hukum. Politik hukum pada dasarnya merupakan kebijakan negara dalam menentukan arah pembentukan dan penerapan hukum, baik melalui pembentukan peraturan baru maupun pencabutan serta penyesuaian terhadap peraturan lama, guna menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Implementasi Program Merdeka Belajar (Studi Di SMP Negeri 2 Polinggona) Iswahyuni, Yogi; Mallapiseng , Arafat; Said , Ahmad Lamo
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2506

Abstract

Artikel ini merupakan luaran dari penelitian yang membahas tentang implementasi dari program merdeka belajar di SMP Negeri 2 Polinggona. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dari program merdeka belajar yang dilaksanakan oleh SMP Negeri 2 Polinggona. Penelitian ini tergolong sebagai penelitian deskriptif dengan menggunkan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program merdeka belajar di SMP Negeri 2 Polinggona belum sepenuhnya efektif. Dari aspek komunikasi, komunikasi internal (antar guru dan dari kepala sekolah) sangat kuat. Namun, komunikasi eksternal dari dinas pendidikan dan pusat lemah, dengan bahasa instruksi yang sulit dipahami, sosialisasi lambat, dan pelatihan terbatas. Dari aspek sumber daya, menunjukkan keterbatasan signifikan, termasuk jaringan internet buruk, fasilitas teknologi (WiFi dan laptop) yang kurang, serta kekurangan bahan ajar dan laboratorium akibat alokasi Dana BOS yang terbatas. Dari aspek disposisi secara umum positif: kepala sekolah, guru dan siswa proaktif dan antusias terhadap merdeka belajar. Sementara itu, dari aspek struktur birokrasi, hierarki birokrasi (seperti persyaratan laporan administrasi) menciptakan beban kerja tinggi bagi guru, mengurangi waktu untuk inovasi kreatif di kelas. Menunjukkan struktur yang teratur namun kurang efisien, birokrasi yang kaku dapat menghambat fleksibilitas program seperti Merdeka Belajar, yang membutuhkan alokasi waktu untuk eksplorasi siswa.
Determinasi Efisiensi Kerja terhadap Penggunaan Teknologi Artificial Intelligence (AI) oleh Guru SD Negeri Bukit Sari dan Sari Mulya, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo, Jambi Nasrah, Rasidah; Sriyanti, Esi; Putra, Rian Dika
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2510

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Efisiensi Kerja dan Peningkatan Kinerja terhadap penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) di kalangan guru sekolah dasar di Dusun Bukit Sari dan Sari Mulya, Kecamatan Jujuhan Ilir, Kabupaten Bungo, Jambi, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode pengambilan sampel total dengan 35 responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner langsung kepada guru. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas, regresi linier, uji t, dan koefisien determinasi menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efisiensi Kerja berpengaruh signifikan terhadap penggunaan teknologi Kecerdasan Buatan (AI), dengan nilai t sebesar 4,404 dan tingkat signifikansi 0,000 <0,05. Koefisien determinasi sebesar 0,647 menunjukkan bahwa variabel penelitian mampu menjelaskan 64,7% pengaruh tersebut.
Pengaruh Paparan Konten FYP TikTok terhadap Kecemasan Sosial Mahasiswa Ramadhani, Rizky; Insani, Zulayka; Ningtyas, Anisa Retno; Putri, Salsabila; Arifah, Siti; Tri Nugraha, Joko
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.2522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh paparan konten For You Page (FYP) TikTok terhadap kecemasan sosial mahasiswa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya penggunaan media sosial yang berpotensi memengaruhi kondisi psikologis, khususnya melalui fenomena Fear of Missing Out (FOMO). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional dan teknik survei. Sampel penelitian berjumlah 100 mahasiswa yang dipilih melalui random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara paparan konten FYP dan kecemasan sosial (R = 0,399; R² = 0,159; p < 0,001). Dengan demikian, semakin tinggi intensitas paparan konten, maka semakin meningkat kecemasan sosial mahasiswa. Meskipun demikian, kontribusi pengaruh tergolong terbatas, sehingga faktor lain juga berperan penting. Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak untuk menjaga kesehatan mental mahasiswa

Page 98 of 101 | Total Record : 1002