cover
Contact Name
Ahmad Rustam
Contact Email
ahmad.rustam1988@gmail.com
Phone
+6285399507330
Journal Mail Official
ahmad.rustam1988@gmail.com
Editorial Address
http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/ajsh/1
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora
Published by Arden Jaya Publisher
ISSN : 28081447     EISSN : 28081307     DOI : 10.57250
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) menerbitkan karya hasil penelitian dan kajian ilmiah pada ruang lingkup ilmu sosial dan ilmu humaniora diantaranya: antropologi, kajian bisnis, kajian komunikasi, tata kelola perusahaan, kriminologi, kajian lintas budaya, demografi, kajian ekonomi pembangunan, studi pendidikan dan etika, geografi sosial, studi manajemen teknologi informasi, hubungan industrial, hubungan internasional, studi hukum, studi media, ilmu politik, studi dinamika kependudukan, studi psikologi, studi administrasi publik, sosial kesejahteraan, studi agama dan linguistik. Nama terbitan berkala : Arus Jurnal Sosial dan Humaniora (AJSH) Bulan dan tahun pertama kali terbit : Agustus (2021) Edisi berlaku ISSN yang di ajukan : Vol. 1, No. 2, Aguatus (2021) Frekuensi terbitan : 3 Kali dalam Setahun Bahasa untuk artikel yang diterbitkan : Indonesia dan Inggris Media terbitan (cetak/elektronik) : Cetak dan Elektronik Alamat url terbitan : http://jurnal.ardenjaya.com/index.php/Ajsh
Articles 867 Documents
Jenis Kelamin dan Regulasi Emosi pada Santri Pondok Pesantren Sari, Novita; Islami, Durratul
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1668

Abstract

Regulasi emosi merupakan sebauh proses mengenal, memelihara, dan mengatur emosi positif maupun negatif, baik secara disadari maupun tidak disadari. Individu yang memiliki kemampuan regulasi emosi yang sesuai lebih mampu memecahkan konflik interpersonal dan menyesuaikan diri dengan tuntutan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara jenis kelamin dengan penggunaan strategi regulasi emosi pada santri di pondok pesantren. Partisipan pada penelitian ini sebanyak 340 santri yang terdiri dari 170 santri perempuan dan 170 santri laki-laki dengan rentang usia 13-16 tahun yang telah dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Skala yang digunakan sebagai alat ukur penelitian adalah The Emotion Regulation Questionnaire for Children and Adolescents yang dikembangkan oleh Gullone dan Taffe. Hasil penelitian menemukan bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan masing-masing strategi regulasi emosi (p>0.05), baik strategi regulasi emosi cognitive reappraisal maupun expressive supression.
Pengaruh Non-Performing Financing, Financing To Deposit Ratio, Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional, dan Capital Adequacy Ratio terhadap Return On Equity Pada PT Bank Panin Dubai Syariah Tahun 2014-2024 Sheva Devany, Nabila; Sulaeman Jajuli; Wazin Baihaqi
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1671

Abstract

Return on Equity (ROE) merupakan indikator utama kinerja keuangan yang mencerminkan kemampuan bank syariah menghasilkan laba. Fluktuasi ROE pada PT Bank Panin Dubai Syariah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya tantangan dalam pengelolaan risiko kredit, likuiditas, efisiensi operasional, dan kecukupan modal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Non-Performing Financing, Financing to Deposit Ratio, Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional, dan Capital Adequacy Ratio terhadap ROE. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang berupa data triwulan yang dipublikasikan oleh PT Bank Panin Dubai Syariah tahun 2014-2024, dengan teknik analisis data adalah Error Correction Model dengan tingkat signifikansi 5%, melalui lima tahap pengujian: Uji Stasioneritas Data, Uji Kointegrasi, Model Jangka Pendek, Uji Asumsi Klasik, dan Model Jangka Panjang, dengan bantuan software Eviews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, BOPO dan NPF memiliki pengaruh signifikan terhadap Return on Equity, dengan nilai probabilitas masing-masing 0.0000 dan 0,0263 (< 0.05). Hal ini disebabkan karena peningkatan NPF mencerminkan tingginya pembiayaan bermasalah yang secara langsung menurunkan pendapatan bank dan menekan profitabilitas, sedangkan tingginya BOPO menunjukkan kurangnya efisiensi operasional yang menyebabkan beban biaya lebih besar daripada pendapatan, sehingga menurunkan ROE. Sedangkan FDR dan CAR tidak memiliki pengaruh signifikan secara parsial terhadap ROE, dengan nilai probabilitas masing-masing 0,9471, dan 0,3585 (> 0.05). Ketidaksignifikanan FDR menunjukkan bahwa meskipun likuiditas bank terjaga, penyaluran dana ke pembiayaan belum mampu meningkatkan laba secara langsung. Capital Adequacy Ratio yang tinggi lebih berfungsi sebagai penyangga risiko jangka panjang dan tidak serta-merta berdampak terhadap perolehan laba dalam jangka pendek. Namun, secara simultan, variabel Non-Performing Financing, Financing to Deposit Ratio, Beban Operasional Terhadap Pendapatan Operasional, dan Capital Adequacy Ratio, secara signifikan mempengaruhi Return on Equity, dibuktikan dengan nilai probabilitas F-Statistic 0.00000 (< 0.05). Pada model jangka pendek dan jangka panjang, hubungan signifikan antar variabel ditunjukkan dengan nilai probabilitas EC 0.0000 (< 0.05).
Implementasi Prinsip-Prinsip Good Governance dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Paspor di Kantor Imigrasi Sagala, Jose Mario Perlambasan; Mastur, Anida Sri Rahayu; Wirdhiningsih, Virra
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1673

Abstract

Good Governance merupakan prinsip tata kelola pemerintahan yang menekankan transparansi, akuntabilitas, efektivitas, efisiensi, serta partisipasi masyarakat dalam setiap proses pelayanan publik. Dalam konteks pelayanan paspor di kantor imigrasi, implementasi prinsip-prinsip tersebut menjadi keharusan untuk mewujudkan birokrasi modern yang responsif, adil, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana prinsip-prinsip Good Governance diterapkan dalam pelayanan paspor, serta implikasinya terhadap kualitas layanan di kantor imigrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dan studi kasus dengan menelaah jurnal, peraturan, serta dokumen kebijakan terkait pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Good Governance berimplikasi positif pada peningkatan kepastian waktu, transparansi prosedur, akuntabilitas petugas, serta penguatan kepercayaan masyarakat. Namun, tantangan masih muncul dalam bentuk keterbatasan sumber daya manusia, resistensi terhadap digitalisasi layanan, serta kendala koordinasi antar unit. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan paspor di kantor imigrasi sangat ditentukan oleh konsistensi penerapan prinsip Good Governance sebagai landasan tata kelola pelayanan publik.
Evaluasi Kinerja Administrasi Perkantoran Guna Mendukung Efisiensi Pengelolaan Anggaran Keimigrasian Brahmannea Kharizma Azra Baihaqie; Rita Kusuma Astuti; Budy Mulyawan
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1674

Abstract

Penelitian ini merupakan tinjauan literatur yang bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara kinerja administrasi perkantoran dan efisiensi pengelolaan anggaran pada sektor keimigrasian. Dengan mengkaji berbagai literatur akademik dan laporan kebijakan dari tahun 2017 hingga 2025, studi ini menyoroti bagaimana fungsi administratif seperti pengelolaan arsip, dokumentasi, dan tata kelola layanan berkontribusi terhadap efektivitas anggaran berbasis kinerja (Performance-Based Budgeting/PBB). Hasil analisis menunjukkan bahwa efisiensi administratif memiliki korelasi positif dengan kualitas layanan publik, terutama dalam konteks reformasi birokrasi di kantor imigrasi. Hambatan utama yang diidentifikasi meliputi beban administratif yang tinggi, sistem IT yang belum terintegrasi, dan budaya kerja birokratis yang resisten terhadap inovasi. Studi ini merekomendasikan penerapan praktik terbaik seperti Business Process Reengineering (BPR), penguatan indikator kinerja utama (KPI), serta integrasi sistem teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas anggaran. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam penguatan tata kelola anggaran publik khususnya di lingkungan Direktorat Jenderal Imigrasi.
Peran Citizen Reporter dalam Mendorong Partisipasi Publik melalui Media Sosial: Perspektif Administrasi Publik Partisipatif Hardiyanti
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1172

Abstract

This paper examines the phenomenon of citizen reporters as a form of alternative political participation in the digital space, particularly through social media platforms. Within the framework of participatory public administration, the role of citizens in producing and distributing political information reflects a shift in how the public engages in democratic processes. Employing a literature review method, this study explores technological affordances, platform architectures, and their contribution to shaping alternative discursive spaces. The findings indicate that citizen reporters not only broaden access to political information but also provide participatory opportunities for marginalized groups excluded from mainstream media. Social media platforms such as Twitter and Facebook serve as crucial channels for civic expression and reduce gatekeeping hierarchies in information dissemination. By analyzing the role of citizen reporters through the lens of alternative journalism, this paper emphasizes the need to understand digital participation as a novel form of citizen engagement in public governance. The study supports the argument that digital platforms are not merely communication tools but have become socio-political infrastructures that enable the democratization of information and the institutionalization of participatory public spaces.
Peran Social Media Marketing dalam Optimalisasi Kinerja Manajerial di Era Digital Sanny, Annisa; Agustia, Dinda; Hajar, Ibnu; Zalva , Salwa Adni; Indah
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran social media marketing dalam meningkatkan kinerja manajerial di era digital. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh dari berbagai sumber literatur yang relevan seperti jurnal ilmiah, buku, dan laporan industri. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan strategi pemasaran melalui media sosial mampu memberikan dampak signifikan terhadap efektivitas pengambilan keputusan manajerial, peningkatan brand awareness, serta efisiensi komunikasi antara perusahaan dan konsumen. Temuan ini merekomendasikan agar manajer lebih adaptif dan inovatif dalam memanfaatkan media sosial sebagai alat strategis dalam pengelolaan organisasi.                                                                                                    
Pengaruh Sosial Media Marketing dan Brand Awareness terhadap Loyalitas Pelanggan Sociolla Store Sanny, Annisa; Trihandayani, Rida; Nst, Farhana Rizky Fattah; Kartika , Cintia
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Social Media Marketing dan Brand Awareness terhadap Loyalitas Pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 35 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner, dan analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, serta analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel independen, yaitu Social Media Marketing dan Brand Awareness, berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan, baik secara parsial maupun simultan. Nilai R Square sebesar 0,801 menunjukkan bahwa 80,1% variasi dalam loyalitas pelanggan dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran melalui media sosial dan peningkatan kesadaran merek merupakan faktor penting dalam membangun loyalitas pelanggan.
Peran Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian dalam Negeri salam Penyelenggaraan Program Zero Odol 2026 melalui Pembinaan Dan Fasilitasi Pemerintah Rossa , Zalfa Zafirah; Simanjuntak, Nancy Fransisca; Noer, KHaerul Umam
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1452

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peran Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Dalam Penyelenggaraan Program Zero Odol 2026 Melalui Pembinaan Dan Fasilitasi Pemerintah Daerah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, hingga studi literatur. Hasil penelitian menunjukan bahwa Ditjen Bangda berperan strategis dalam mengarahkan Pemerintah Daerah untuk mengintegrasikan isu keselamatan transportasi dan pengendalian ODOL ke dalam dokumen perencanaan pembangunan seperti RPJMD, RKPD, dan SIPD. Fungsi pembinaan dilakukan melalui peningkatan kapasitas SDM, sosialisasi kebijakan dan insentif seperti SPM Awards. Dalam koordinasi lintas sektor, Ditjen Bangda mendorong sinergi antara Pemerintah Pusat, Daerah dan pemangku kepentingan lainnya seperti Kementerian Perhubungan, Korlantas Polri, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan. Namun, dalam pelaksanaan kebijakan Zero ODOL 2026 masih menghadapi hambatan seperti keterbatasan fiskal, kurangnya pemahaman daerah serta resistensi dari pelaku usaha. Penelitian ini menekankan pentingnya pembinaan dan fasilitasi yang adaptif serta koordinasi lintas sektor yang kuat untuk mendukung implementasi kebijakan nasional di tingkat daerah.
Analisis Kebijakan RAK LLAJ (Rencana Aksi Keselamatan) Dalam Mendorong Kesadaran Masyarakat Terhadap Keselamatan Lalu Lintas di Indonesia: kebijakan RAK LLAJ di indonesia Rahma, Ruzica Sevilla; Simanjuntak, Nancy Fransisca M.; Noer, Khaerul Umam
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1460

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Rencana Aksi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (RAK LLAJ) dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas di Indonesia. Dengan menggunakan metode studi literatur dan pendekatan analisis kebijakan publik, partisipasi masyarakat, serta perubahan perilaku, studi ini mengkaji efektivitas pelaksanaan RAK LLAJ yang diamanatkan melalui Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan ini memiliki nilai strategis dalam membentuk budaya tertib lalu lintas, namun implementasinya masih menghadapi tantangan serius, seperti lemahnya sinkronisasi antar tingkat pemerintahan, rendahnya kapasitas kelembagaan daerah, dan partisipasi publik yang minim. Di sisi lain, temuan positif terlihat pada pendekatan edukatif berbasis sekolah, pelatihan safety riding, inovasi digital seperti sistem informasi keselamatan berbasis web, serta intervensi infrastruktur mikro seperti zona selamat sekolah. Analisis juga menunjukkan bahwa perubahan perilaku generasi muda menjadi aspek krusial yang memerlukan strategi pembinaan berbasis nilai dan praktik nyata. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi RAK LLAJ membutuhkan pendekatan integratif lintas sektor, kolaborasi pusat-daerah, serta keterlibatan aktif komunitas dan dunia pendidikan melalui evaluasi partisipatif dan digitalisasi program keselamatan.
Governansi Kolaboratif dalam Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Urban Farming untuk Mendukung Kampung Siaga TBC: Studi di RW 1 Grogol Selatan Saebrina, De'ihza; Setiadi, Muhammad David; Izzatusholekha
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 3: Desember (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i3.1463

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan tata kelola kolaboratif dalam program pemberdayaan ekonomi yang mengandalkan pertanian perkotaan dengan teknik hidroponik di RW 1 Grogol Selatan, Jakarta Selatan, sebagai upaya untuk mendukung inisiatif Kampung Siaga TBC. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, melibatkan berbagai pihak dari berbagai sektor, termasuk kelompok PKK, kader TBC, pemerintah setempat, pelaku usaha mikro, organisasi masyarakat, serta mitra tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) seperti Bakrie Center Foundation dan Bank DKI. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa suksesnya program ini tidak hanya bergantung pada aspek teknis hidroponik, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh proses kolaborasi yang inklusif, distribusi peran yang adil, serta pembentukan kepercayaan di antara para pihak yang terlibat. Program ini memiliki dua manfaat utama: meningkatkan pendapatan dan ketahanan pangan masyarakat, serta membantu dalam penyediaan nutrisi untuk keluarga yang terpengaruh oleh TBC. Dengan menggunakan sistem manajemen yang melibatkan partisipasi, pertanian kota berperan sebagai alat untuk memberdayakan masyarakat yang menggabungkan solusi di bidang ekonomi dan kesehatan dalam satu metode. Penemuan ini menegaskan bahwa tata kelola yang kolaboratif adalah pendekatan yang luwes dan dapat beradaptasi dalam pengelolaan publik untuk menghadapi isu-isu kompleks (wicked problems) di daerah perkotaan.