Articles
73 Documents
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP SIKAP REMAJA TENTANG SKABIES DI PONDOK PESANTREN AL-FURQON GRESIK
Cicilia Wahju Djajanti;
Magdalena Astrid;
Resa Dwi Kartika
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (327.103 KB)
Skabies merupakan infeksi pada kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei var. hominis (penyakit gatal-gatal akibat kutu). Penyebaran skabies banyak terjadi di lingkungan padat penduduk dan kebersihan diri yang buruk, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah sikap. Sikap merupakan sumber yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku seseorang. Fenomena yang terjadi di pondok pesantren al-furqon menunjukkan bahwa masih banyak santri yang saling bertukar pakaian dan menjemur handuk didalam kamar sehingga dapat menularkan penyakit skabies. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap remaja tentang skabies. Metode: Desain yang digunakan dalam penelitian ini pra eksperimental dengan rancangan one group pre-post test design. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pendidikan kesehatan. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah sikap. Populasi pada penelitian ini adalah remaja yang tinggal di asrama pondok pesantren. Sampel pada penelitian ini sebanyak 31 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil: Hasil penelitian sebelum diberikan pendidikan kesehatan 45% remaja memiliki sikap positif dan 55% remaja memiliki sikap negatif. Sesudah diberikan pendidikan kesehatan 65% remaja memiliki sikap positif dan 35% remaja memiliki sikap negatif. Hasil uji wilcoxon sign rank test menunjukkan hasil nilai p < α, α = 0,05, maka Ho di tolak yang berarti ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap sikap remaja tentang skabies. Diskusi: Berdasarkan hasil penelitian maka peneliti memberikan saran kepada ketua yayasan pondok pesantren untuk bekerja sama dengan puskesmas driyorejo dalam memberikan pendidikan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat untuk menurunkan angka kejadian skabies.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI DEPRESI LANSIA DI PANTI WERDHA BAKTI LUHUR SIDOARJO
Yustina Kristianingsih
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (147.615 KB)
Anak dengan Retardasi Mental akan mengalami gangguan perilaku adaptasi sosial yaitu dimana anak mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitarnya, tingkah laku kekanak-kanakan tidak sesuai dengan umurnya. Semakin bertambahnya umur anak Retardasi Mental maka para orang tua harus mengadakan penyesuaian terutama dalam pemenuhan kebutuhan tersebut sehari-harinya. Agar nantinya mereka tidak mempunyai ketergantungan yang berkepanjangan sehingga akan menimbulkan permasalahan baik mengenai isolasi sosial yang tidak menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis hubungan peran orang tua dengan tingkat kemandirian anak Retardasi mental. Metode:Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasinya adalah seluruh orang tua yang mempunyai anak Retardasi mental di SDLB Muhammadiyah Jombang. Sampelnya adalah sebagian orang tua yang mempunyai anak Retardasi Mental di SDLB Muhammadiyah Jombang.Teknik sampling yang digunakan Purposive sampling. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara terstruktur pada kedua variabel. Uji statistik yang digunakan korelasi spearman dengan tingkat kemaknaan (ρ ≤ 0,05). Hasil: Bila hasil yang diperoleh ≤ 0,05 maka hipotesa penelitian diterima berarti ada hubungan peran orang tua dengan tingkat kemandirian anak Retardasi mental. Hasil uji statistik didapatkan α=0,025 yang berarti ada hubungan antara peran orang tua dengan tingkat kemandirian anak di SDLB Muhammadiyah. Diskusi: Peran orang tua sangat diperlukan untuk memaksimalkan pemenuhan kebutuhan asah, asih dan asuh untuk meningkatkan tingkat kemandirian anak dengan retardasi mental.
HUBUNGAN PERAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ANAK RETARDASI MENTAL
Pujiani .;
Siti Muniroh
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (174.564 KB)
Anak dengan Retardasi Mental akan mengalami gangguan perilaku adaptasi sosial yaitu dimana anak mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitarnya, tingkah laku kekanak-kanakan tidak sesuai dengan umurnya. Semakin bertambahnya umur anak Retardasi Mental maka para orang tua harus mengadakan penyesuaian terutama dalam pemenuhan kebutuhan tersebut sehari-harinya. Agar nantinya mereka tidak mempunyai ketergantungan yang berkepanjangan sehingga akan menimbulkan permasalahan baik mengenai isolasi sosial yang tidak menyenangkan. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis hubungan peran orang tua dengan tingkat kemandirian anak Retardasi mental. Metode:Jenis penelitian ini adalah korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasinya adalah seluruh orang tua yang mempunyai anak Retardasi mental di SDLB Muhammadiyah Jombang. Sampelnya adalah sebagian orang tua yang mempunyai anak Retardasi Mental di SDLB Muhammadiyah Jombang.Teknik sampling yang digunakan Purposive sampling. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dan wawancara terstruktur pada kedua variabel. Uji statistik yang digunakan korelasi spearman dengan tingkat kemaknaan (ρ ≤ 0,05). Hasil: Bila hasil yang diperoleh ≤ 0,05 maka hipotesa penelitian diterima berarti ada hubungan peran orang tua dengan tingkat kemandirian anak Retardasi mental. Hasil uji statistik didapatkan α=0,025 yang berarti ada hubungan antara peran orang tua dengan tingkat kemandirian anak di SDLB Muhammadiyah. Diskusi: Peran orang tua sangat diperlukan untuk memaksimalkan pemenuhan kebutuhan asah, asih dan asuh untuk meningkatkan tingkat kemandirian anak dengan retardasi mental.
STATUS GIZI BALITA DI POSYANDU MAWAR KELURAHAN DARMOKALI SURABAYA
Ethyca Sari
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (166.421 KB)
Status gizi balita adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Gizi merupakan hal penting untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan balita. Apabila status gizi balita tidak tercukupi, maka dapat terjadi komplikasi pada kesehatannya. Misalnya anak menjadi cepat lelah karena kurang energi, gangguan pada otak dan lain-lain. Hal ini jika terjadi secara terus-menerus akan menjadi masalah yang serius terutama pada status gizi balita. Dibedakan antara status gizi baik, kurang dan buruk yang diukur dengan menggunakan salah satu indeks antropometri yaitu indeks berat badan menurut umur (BB/U. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran status gizi balita di Posyandu Mawar Kelurahan Darmokali Surabaya. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalah penelitian deskriptif dengan mengadakan survey. Populasi penelitian ini adalah balita usia 0-59 bulan) dengan sampel sebanyak 44 balita. Responden dalam penelitian ini adalah ibu dari balita yang menjadi sampel penelitian. Hasil: Berdasarkan pengukuran antropometri dengan indikator berat badan menurut umur (BB/U) didapatkan hasil balita dengan status gizi baik sebanyak 28 orang (63,6%), gizi kurang sebanyak 15 orang (34,1%), dan gizi buruk sebanyak 1 orang (2,3%). Diskusi: Untuk mencegah terjadinya permasalahan status gizi pada balita dapat dilakukan upaya seperti pemberian informasi tentang nutrisi yang baik bagi balita, pemberian makanan tambahan pada balita yang status gizinya kurang.
PENGARUH PENGETAHUAN IBU TENTANG PERAWATAN LUKA PERINEUM TERHADAP TINDAKAN PERAWATAN LUKA PERINEUM DI BPS AFAH FAHMI SURABAYA
Eny Astuti
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (168.32 KB)
Perawatan perineum yang tidak benar dapat mengakibatkan kondisi perineum yang terkena lochea menjadi lembab sehingga sangat menunjang perkembangan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum. Tidak semua ibu nifas mengetahui tindakan perawatan perineum dengan benar. Pengetahuan adalah hasil dari pengindraan manusia atau hasil tahu seseorang terhadap objek dari indera yang dimilikinya. Tindakan merupakan suatu langkah setelah seseorang mengetahui stimulus, kemudian mengadakan penilaian atau pendapat terhadap apa yang diketahui untuk dilaksanakan atau dipraktekkan. Dengan melakukan penelitian maka peneliti akan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan luka perineum dengan tindakan perawatan luka perineum. Metode: Desain Penelitian ini menggunakan metode korelasi. Populasinya adalah seluruh ibu nifas yang melakukan kontrol ulang, Populasi yang di ambil sebanyak 44, dan dimasukan rumus besaran sampel didapatkan 40 responden dan penggolahan data menggunakan tabulasi silang. Teknik Sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui pembagian kuisioner dan pengisian checklist oleh peneliti. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian kebanyakan responden yang memiliki pengetahuan yang baik melakukan tindakan dengan baik yaitu sejumlah 22 responden (55%). Diskusi: Diharapkan pemberian informasi tentang perawatan perineum semakin ditingkatkan.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN EMOSI ANAK DENGAN PERKEMBANAGN EMOSI ANAK PRA SEKOLAH USIA 3-6 TAHUN
Novita Setyowati;
Elfi Quyumi R
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (175.429 KB)
Anak usia pra sekolah mengalami perkembangan emosi. Dengan bertambahnya usia anak sudah mampu mengekspresikan emosinya. Peran ibu sangat penting untuk mengetahui perkembangan emosi pada anaknya. Untuk itu penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan emosi anak usia pra sekolah usia 3-6 tahun. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan desain cross setional. Sampel penelitian sebanyak 36 orang dengan simple random sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengukuran variabel dianalisa dengan menggunakan analisa data Kendall Tau. Hasil: Hasil dari penelitian menunjukkan pengetahuan ibu terhadap perkembangan emosi anak (61%) terkategori dalam pengetahuan baik. Perkembangan emosi anak (50%) mempunyai emosi di level 5. Berdasarkan uji statistik Kendall Tau diperoleh koefisien korelasi r : -0,326 dan tingkat signifikasi P=0,038. Hasil pengukuran diketahui terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan emosi anak dengan perkembangan emosi anak usia pra sekolah. Hasil statistika dengan nilai signifikan (2 tailed) lebih kecil dari a dengan angka kepercayaan 95% yang ditunjukkan dari uji Kendall Tau dengan korelasi negatif yang menunjukkan korelasi lemah. Diskusi: Berdasarkan hasil penelitian diatas, diharapkan untuk penelitian selanjutnya peneliti mengembangkan variabel yang terkait dengan faktor yang mempengaruhi perkembengan emosi.
EFEKTIFITAS WORKSHOP INPATIENT MEDICATION RECORD TERHADAP KEPATUHAN PERAWAT MELAKUKAN PRINSIP LIMA BENAR PEMBERIAN OBAT DI RUANG PERAWATAN: SEBUAH STUDI OBSERVASI
Martha Lowrani Siagian;
Maria Anita Sari;
Maysura .
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (157.347 KB)
Dalam pemberian obat yang aman perawat perlu memperhatikan Lima Tepat (five rights) yang kemudian dikenal dengan istilah Lima Benar pemberian obat. Mengingat diruang rawat inap seorang perawat harus memberikan berbagai macam obat kepada beberapa pasien yang berbeda, diwaktu yang hampir bersamaan. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran tentang tingkat kepatuhan perawat melaksanakan prinsip lima benar dalam proses pemberian obat ke pasien di ruang medical-surgical Rumah Sakit Siloam Surabaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode observasi, dengan cara melakukan pengamatan langsung atas perilaku paktek lima benar semua perawat di ruang medical surgical (L2L, L2B, L3L) Siloam Hospital. Instrumen yang digunakan adalah tool survey dalam bentuk check list. Hasil: Dari 249 responden, sebelum training medication error didapatkan 37 angka kejadian atau sebesar 14%, dan setelah dilakukan training tentang medication error mengalami penurunan sebanyak 23 angka kejadian, yaitu 9%. Diskusi: Pelaksanaan workshop inpatient medication record terhadap penurunan angka kejadian medication error terbukti sangat efektif, dikarenakan perawat yang mengikuti training kembali mendapatkan review lima benar pemberian obat sudah semestinya dikerjakan dengan penuh tanggung jawab.
DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN HIV/AIDS DILEMBAGA SUAR INDONESIA KABUPATEN KEDIRI
Erika Untari Dewi
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (170.432 KB)
Kualitas hidup pada pasien HIV/AIDS sangat penting untuk diperhatikan karena penyakit infeksi ini bersifat kronis dan progresif sehingga berdampak luas pada segala aspek kehidupan baik fisik, psikologis, sosial maupun spiritual. Masalah pada psikososial yang muncul salah satunya yaitu kurangnya dukungan keluarga yang terkadang lebih berat dihadapi oleh pasien sehingga dapat mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien HIV/AIDS diLembaga Suar Indonesia Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan desain uji korelasi dengan metode kuantitatif partisipatif.Populasi pada penelitian ini sebanyak 30 responden yaitu seluruh pasien HIV/AIDS diLembaga Suar Indonesia Kabupaten Kediri dan jumlah sampel yang diambil yaitu 28 responden dengan menggunakan teknik simpel random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mendapatkan dukungan keluarga baik sebanyak 13 responden (47%) Sedangkan pada kualitas hidup didapatkan kualitas hidup biasa-biasa saja 15 responden (53%). Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan menggunakan teknik probability sampling dan di ujimenggunakan uji statistik spearman dengan hasil p=0.082 yang menyatakan bahwa H0 diterima dan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup tidak ada hubungan. Penelitian ini merekomendasikan untuk meningkatkan persepsi diri yang positif pada pasien ODHA.
PENGARUH PENERAPAN TERAPI OKUPASI TERHADAP TINGKAT STRES PADA LANSIA
Ni Putu Widari;
Maria Eugensiana Taji
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1352.03 KB)
Terapi okupasi pada lansia merupakan salah satu alternatif non farmakologi yang mudah dilakukan, mudah dibuat dan mudah digunakan tetapi memberikan manfaat yang besar dalam menurunkan stres. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penerapan terapi okupasi terhadap penurunan stres pada lansia di Panti Werda Usia Anugrah Surabaya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian bersifat pra – experimental (one – grup pre – post test desing). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penghuni Panti Werda Usia Anugrah Surabaya,yang berjumlah 20 orang. Pengambilan sampel digunakan dengan cara Probality sampling (simple random sampling), dengan jumlah sampel 19 orang. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi tingkat stres dengan skala Holmes dan Rahe.variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel bebas (independen) adalah terapi okupasi dan variabel terikat (dependen) tingkat stres. Sebelum dilakukan terapi okupasi 19 (100%) responden memiliki tingkat stres dengan kategori sedang, setelah dilakukan terapi okupasi 8 (42%) responden tingkat stres rendah, sedangkan 11 (58%) responden masih dalam kategori stres sedang. Analisa data yang digunakan yaitu dengan uji wilcoxon, hasil yang diperoleh adalah p = 0,005 dengan nilai (p<0,005), yang berarti ada pengaruh penerapan terapi okupasi terhadap tingkat stres pada lansia di Panti Werda Usia Anugrah Surabaya. Sejauh ini banyak orang tua belum mengetahui terapi untuk menurunkan tingkat stres pada dirinya, dengan adanya terapi okupasi, seseorang dibantu untuk mengatasi atau menghindari tingkat stres yang berkepanjangan.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN HARGA DIRI ANAK USIA PRASEKOLAH
Siti Muniroh
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (163.216 KB)
A preschool age (3 to 6 years ) is a golden period for children , whereby on this period children are very sensitive to absorb all information around them especially from their family or parents. The environment of the family is very important for the development of children’s self-esteem. Children who grow up in harmonious and religious family, parents who give love, attention and guidance in their life, hence the development of their self-esteem tends to be positive . The purpose of this research is to know the relationship between parent’s care patterns and pre school age children’s self esteem. This research used correlational with Cross Sectional approach. Thepopulation is all parents who have pre school age children on TKIT Ar Ruhul Jadid Sengon Jombang. This research used the samples taken from some parents who have pre school children on TKIT Ar Ruhul Jadid Sengon Jombang. This also used Purposive sampling technique. Data collection instrument in this research used questionnaires and structured interviews on bothvariables. Statistical tests used Spearman Rank with the level of significance (ρ ≤ 0,05). If the results obtained ≤ 0,05, the research hypothesis is accepted means there is relationship between the authoritative care patterns and the increasing of preschool children’s self esteem. It can be obtained from the research that most parents’ care patternsare authoritative is 26 respondents (74,29 %). There is almost entirely 34 respondents (97,14 % ) have positive self-esteem. From the data, can be obtained that α = 0,004 that α ≤ 0,05. SoHo rejected and H1 is accepted that means there is relationship between parent’s care patterns and pre school age children’s self esteem inTKIT Ar Ruhul Jadid. For all parents, is expected to be nurturing their children positively so the children will have the personality which is positive, more independent, mature and can they can appreciate theirselves properly.