Articles
73 Documents
APLIKASI TEORI KONSERVASI LEVINE PADA ASUHAN KEPERAWATAN ANAK DENGAN KASUS INFEKSI DAN CAIRAN
Fitri Annisa;
Nani Nurhaeni;
Dessie Wanda
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (215.209 KB)
Penyakit infeksi memiliki kaitan yang erat dengan masalah cairan dan elekrolit. Di samping itu pemenuhan kebutuhan cairan menjadi hal yang esensial karena lebih dari 50% komponen tubuh manusia terdiri dari cairan. Model asuhan keperawatan konservasi Levine menawarkan konsep yang holistik yang mampu mengatasi masalah pada pasien infeksi, khususnya masalah cairan dan elektrolit. Asuhan keperawatan model konservasi Levine bertujuan untuk mempertahankan keutuhan individu dengan cara beradaptasi melalui aspek konservasi energi, konservasi integritas struktur, integritas personal dan sosial. Model asuhan keperawatan konservasi Levine mampu mengeksplorasi data yang diperlukan untuk masalah cairan dan elektrolit dan dapat diterapkan pada pasien anak di ruang infeksi.
DUKUNGAN KELUARGA DAN EFIKASI DIRI PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIS (PPOK)
Sri Sulistiowati;
Ratna Sitorus Sudarsono;
Masfuri .
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (198.371 KB)
Dukungan keluarga merupakan faktor eksternal yang mampu meningkatkan efikasi diri pada pasien penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi hubungan antara dukungan keluarga dengan efikasi diri pada pasien PPOK. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan korelasi dengan menggunakan metode cross sectional. Serratus tiga puluh tiga responden dengan PPOK direkrut dari poliklinik paru rawat jalan RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur menggunakan teknik sampling consecutive sampling. Hasil analisis penelitian menggunakan uji korelasi chi – square menunjukkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan efikasi diri pada pasien PPOK (p value : 0,032 ; α : 0,05) dengan nilai OR 4,21 meskipun data menunjukkan 72,2% responden mendapatkan dukungan keluarga yang baik dan 78,2% responden memiliki efikasi diri yang rendah. Diantara semua karakteristik responden hanya kategori penghasilan yang memiliki hubungan dengan efikasi diri (P value : 0,007; α: 0,05). Berdasarkan hasil penelitian tersebut perawat perlu melakukan asuhan keperawatan dengan memperhatikan aspek dukungankeluarga dan efikasi diri pasien PPOK serta memberikan pendidikan kesehatan atau pelatihan tentang upaya pemberian dukungan pada anggota keluarga yang menderita untuk meningkatkan efikasi diri.
HUBUNGAN PERILAKU PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI DENGAN KEJADIAN PRURITUS VULVA PADA SANTRIWATI DI ASRAMA HURUN’INN DARUL ‘ULUM JOMBANG
Shobihat Abd.Rosyid;
Mukhoirotin .
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (214.922 KB)
Pruritus Vulva merupakan salah satu gejala yang muncul pada saat menstruasi. Hal ini terjadi karena praktik perawatan vulva yang kurang. Tujua penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku personal hygiene saat menstruasi dengan kejadian pruritus vulvae pada santriwati di asrama Hurun’inn Pondok Pesantren Darul ‘Ulum Jombang. Desainyang digunakan dalam penelitian ini adalah Analitik Observasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santriwati yang berpendidikan SLTP dan SLTA yang berada di Asrama Hurun’inn Pondok Pesantren Darul ‘UlumJombang sebanyak 300 responden. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 83 responden, dengan menggunakan tehnik Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, data dianalisis menggunakan ujiFisher’s Exact Test dengantingkat kemaknaan α<0,05. Hasil analisis uji Fisher’s Exact Test menunjukan ada hubungan perilaku personal hygiene saat menstruasi, dengan kejadian pruritus vulva dengan nilai signifikansi 0,000 (p<α). Perilaku personal hygiene saat menstruasi yang buruk dapat berpengaruh terhadap kejadian pruritus vulva. Tenaga kesehatan hendaknya memberikan health education tentang pentingnya personal hygiene saat menstruasi sehingga pengetahuan santriwati meningkat, perilaku personal hygienebaik dan meminimalisir kajadian pruritus vulva.
PENGARUH TERAPI MUSIK KERONCONG TERHADAP TINGKAT INSOMNIA PADA LANSIA DI PANTI WERDA USIA ANUGRAH SURABAYA
Pandeirot M Nancye;
Hendro Djoko Tjahjono
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1108.47 KB)
Terapi musik adalah keahlian menggunakan musik atau elemen musik oleh seorang terapis untukmeningkatkan, mempertahankan, dan mengembalikan kesehataan mental, fisik, emosional dan spiritual salah satunya adalah dengan menggunakan terapi musik jenis keroncong yang bersifat nyaman, menenangkan, membuat rileks, berstruktur dan universal sehingga dapat membawa lansia semakin cepat untuk memulai tidur. Design dalam penelitian ini menggunakan pra eksperimen (one group pre-post test design) dengan sampel anggota dan pengurus Panti Werdha Usia Anugrahsebanyak 20 responden. Pengambilan data dengan cara mengobservasi lama tidur responden sebelumdilakukan terapi musik keroncong selama 1 minggu, kemudian mengobservasi lagi lama tidur responden dengan dilakukan terapi musik keroncong (10-30 menit sebelum tidur) selama 1 minggu. Dari hasil penelitian, sebelum dilakukan terapi musik keroncong didapatkan responden yang paling banyak yaitu insomnia berpotensi sebanyak 17 orang (85%) dan setelah dilakukan terapi paling banyak yaitu insomnia berpotensi sebanyak 12 orang (60%). Data yang terkumpul kemudian di analisa dan dilakukan perhitungan dengan menggunakan uji Wilcoxon dengan nilai p =0,04 dimana H0 ditolak, berarti ada pengaruh terapi musik keroncong terhadap tingkat insomnia pada lansia. Hal ini disebabkan karena responden yang mengikuti penelitian dapat kooperatif dan meyakini terapi musik keroncong mampu menurunkan tingkat insomnia pada lansia sehingga mempengaruhi sikap dan praktik dalam terapi musik keroncong.
PEMBERIAN JUS TOMAT MEMENGARUHI PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI TAMBAK ASRI RT 17 RW 06 SURABAYA
Eny Astuti
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (206.192 KB)
Peningkatan tekanan darah terus menerus pada klien hipertensi akan mengakibatkan kerusakan pembuluh darah pada organ vital. Hipertensi mengakibatkan hyperplasia medial (menebal), sehingga perfusi jaringan menurun dan mengakibatkan kerusakan organ tubuh. Salah satu buah yang dapat menurunkan tekanan darah adalah buah tomat, diberikan dalam bentuk jus. Jus tomat memiliki kandungan kalium yang dapat meningkatkan ekskresi natrium dan air, sehingga terjadinya penurunan volume plasma, curah jantung, tekanan perifer dan tekanan darah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Tambak Asri RT 17, RW 06 Surabaya. Penelitian ini menggunakan one group pre-post test design. Populasi responden hipertensi dalam penelitian ini sebanyak 15 responden dan jumlah sampel 14 responden dengan menggunakan teknik probability sampling (random sampling). Pengumpulan data menggunakan tekanan darah menurut JNC 7, 2003 baik sebelum maupun setelah tindakan kemudian di uji statistic menggunakan uji wilcoxon. Dari hasil penelitian sebelum dilakukan pemberian jus tomat responden paling banyak mengalami hipertensi stage 2 yaitu sebanyak 8 orang (57%) dan setelah pemberian jus tomat didapatkan responden paling banyak mengalami hipertensi stage 1 yaitu 9 orang (64%). Setelah itu dilakukan uji wilcoxon dengan hasil 0,02 yang berarti ada pengaruh dari pemberian jus tomat terhadap hipertensi. Dari hasil yang didapatkan diharapkan pemberian jus tomat dapat dijadikan pengobatan alternatif untuk menurunkan tekanan darah.
PENGARUH PENINGKATAN KADAR KOLESTEROL DAN GLUKOSA DARAH TERHADAP PULSE PRESSURE PENDERITA HIPERTENSI
Moh Alimansur;
Hengky Irawan
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (192.802 KB)
Perubahan gaya hidup tidak sehat dapat memicu peningkatan kadar gula darah dan kolesterol. Hiperglikemia dapat menimbulkan berbagai perubahan pada kardiovaskuler diataranya berupa kerentanan pembuluh darah, kerentanan darah dan kerentanan miokard yang nantinya dapat menyebabkan peningkatan resiko untuk komplikasi kardiovaskuler. Peningkatan kadar kolesterol maupun kadar gula dapat menyebabkan terjadinya penyakit hipertensi Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh peningkatan kadar kolesterol dan gula darah terhadap Pulse Pressure. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan Cross Sectional pada populasi penderita hipertensi di Posyandu Lansia Dharma Husada MandiriBalowerti kecamatan Kota Kediri. Subjek diambil secara Simple Random Sampling sebanyak 44penderita..Hasil: setelah dilakukan analisa data dengan Regresi Linear Berganda didapatkan nilai p-value 0,00 yang berarti ada pengaruh peningkatan kadar gula darah dan kolesterol terhadap pulse pressure penderita hipertensi. Diskusi:Peningkatan kadar gula darah dan kolesterol akan menyebabkan percepatan kerusakan dinding pembuluh darah sehingga akan meningkatkan tahan perifer dan tekanan sistolik penderita hipertensi. Hal ini menyebabkan peningkatan Pulse Pressure yang dapat menyebabkan terjadinya resiko gangguan pada jantung.
RENDAM AIR GARAM SEBAGAI MEDIA MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN LESI SCABIES
Khotimah Hasan
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (171.675 KB)
Scabies merupakan penyakit kulit menular yang sering dijumpai di tempat yang padat penduduk dengan keadaan hygiene yang buruk. Scabies dapat menjangkiti semua orang dengan gejala klinis berupa gatal dan timbulnya gangguan pada integritas kulit. NaCl diketahui mampu melindungi granulasi jaringa dan menjaga kelembaban sekitar luka sehingga dapat mempercepat penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh rendam air garam dalam mempercepat penyembuhan lesi scabies. Desain penelitian menggunakan Quasy Experiment dengan rancangan Pre Post Test Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh penderita Scabies di Asrama 3 Nusantara Putri Darul Ulum sebanyak 36 responden. Besar sampel sebanyak 32 responden, tehnik sampling menggunakan simple random sampling. Instrument penelitian menggunakan lembar observasi Bates-Jensen Wound Assessment Tool. Analisis data menggunakanWilcoxon dan Mann Withney dengan tingkat kemaknaannya yaitu ɑ ≤ 0,05. Hasil analisis dengan ujiWilcoxon di peroleh P= 0,005, artinya ada perbedaan pemberian rendam air garam sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Sedangkan uji Mann-Whitney diperoleh hasil P= 0,000, artinya ada perbedaan pemberian rendam air garam pada kelompok control dan kelompok perlakuan. Natrium klorida (NaCl) dapat melindungi granulasi jaringan dan menjaga kelembaban sekitar luka. Kondisi lembab dapat merawat luka untuk mempercepat terbentuknya stratum corneum dan angiogenesis untuk proses penyembuhan luka.
PENGARUH DEMONSTRASI CUCI TANGAN TERHADAP PERILAKU CUCI TANGAN ANAK TK DI TK SISWA HARAPAN SURABAYA
Ethyca Sari
Jurnal Keperawatan Vol 6 No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (212.79 KB)
Cuci tangan merupakan suatu tindakan yang membentuk perilaku mandiri anak untuk menjaga kesehatannya. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 58 tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini usia golden age seperti itu sudah dapat diajarkan pendidikan kesehatan mengenai cuci tangan sesuai dengan tingkat pencapaian perkembangan menjaga diri sendiri dari lingkungan. Tujuan adalah Menganalisa pengaruhdemonstrasi cuci tangan terhadap perilaku cuci tangan anak TK Siswa Harapan Surabaya. Metode penelitian adalahquasi eksperimentd dengan desain yang digunakan adalah experimental one-group pre-post design.Sampel peneltian sebanyak 27 responden dengan menggunakan metode total sampling. Teknik pengumpulan data dengan lembar observasi kemudian diuji dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh demonstrasi cuci tangan terhadap perilaku cuci tangan anak taman kanak- kanak di TK Siswa Harapan Surabaya dengan nilai signifikan p= 0,00. Penelitian inimerekomendasikan pentingnya pendidikan kesehatan pada anak usia dini mengenai cuci tangan sehingga dapat merubah perilaku cuci tangan serta dapat meningkatkan status kesehatan pada anak
KOMUNIKASI INTERPERSONAL PERAWAT TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP
Ethyca Sari;
Lina Mahayati;
Maharani Puspitasari
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Jenis komunikasi yang paling sering digunakan dalam pelayanan keperawatan adalah komunikasi interpersonal.Tujuan : Penelitian untuk menganalisis hubungan komunikasi interpersonal perawat terhadap tingkat kepuasan pasien rawat inap di Rumah sakit William Booth. Metode : Desain penelitian yaitu deskriptif korelasional dengan pendekatan Cross-Sectional. Instrumen penelitian untuk variabel independen adalah komunikasi interpersonal menggunakan kuisioner dan variabel dependen adalah tingkat kepuasan pasien meggunakan lembar observasi. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien rawat inap 25 orang dan perawat pelaksana di ruang rawat inap sebanyak 25 orang. Sampel sebanyak 25 orang diitentukan dengan tehnik total sampling. Hasil : Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan hipotesa nilai ρ value <0,05. Hasil penelitian diperoleh ρ=0.000 \ yang berarti komunikasi interpersonal perawat berhubungan terhadap kepuasan pasien. Kesimpulan: ada hubungan komunikasi interpersonal dengan tingkat kepuasan pasien yang dirawat inap, dimana perawat sudah memahami bahwa kensembuhan pasien bukan dari fisik semata tetapi secara menyeluruh yaitu bio psiko social dan spiritual.
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI ORTHOPEDI SPINAL ANESTESI DI INSTALASI BEDAH RUMAH SAKIT WILLIAM BOOTH SURABAYA
Hendro Djoko Tjahjono;
Pandeirot M Nancye;
David Ari Tri Wibowo
Jurnal Keperawatan Vol 7 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKes William Booth Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecemasan merupanan respon yang diberikan oleh individu terhadap suatu ancaman. Keadaan seseorang yang masuk dalam kondisi menunggu jadwal operasi menunjukan suatu kejadian yang penuh dengan ketidakpastian, sehingga mampu menimbulkan rasa takut dan cemas. Caring menjadi fokus dalam praktek keperawatan dikarenakan caring merupakan pendekatan yang dinamis yang menuntun perawat dapat bekerja dengan mengutamakan kepedulian terhadap sesama, sehingga perawat tetap menjaga keharmonisan skill, knowledge, simpati, tanggung jawab dalam melakukan asuhan keperawatan. Tujuan : Mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi orthopedi dengan spinal anestesi di instalasi bedah rumah sakit william booth surabaya. Metode : Desain penelitian ini menggunakan korelasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien pre operasi orthopedi spinal anestesi periode desember 2021 sampai dengan januari 2022 sebanyak 17 pasien. Sampel yang diperoleh sebanyak 17 pasien dengan tehnik sampling yang digunakan consecutive sampling. Analisis statistik menggunakan uji spearman rho. Hasil menunjukkan sebagian besar perawat memiliki perilaku caring yang baik yaitu sebanyak 11 orang (79%) dan mayoritas pasien pre operasi orthopedi spinal anestesi mengalami kecemasan sedang sebanyak 9 pasien (53%). Hasil Penelitian : Menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi orthopedi spinal anestesi di Instalasi Bedah Rumah Sakit William Booth Surabaya dengan nilai p=0,002 (p=<0,5). Kesimpulan : Ada hubungan perilaku caring perawat dengan tingkat kecemasan pasien pre operasi orthopedi spinal anestesi di instalasi bedah rumah sakit william booth surabaya sehingga dapat mengurangi kecemasan pasien dan meningkatkan kepuasan pasien pre operasi orthopedi dengan spinal anestesi ataupun semua pasien yang akan dilakukan tindakan operasi di instalasi bedah.