cover
Contact Name
Anggi Septia Nugroho
Contact Email
septianugroho90@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
uml.prodipai@gmail.com
Editorial Address
JALAN Z.A. PAGAR ALAM NO.14, KEDATON, BANDAR LAMPUNG
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Ta'lim
ISSN : 02165198     EISSN : 27759725     DOI : https://doi.org/10.36269/ta'lim.v4i1.618
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmu Agama Islam ini dimaksudkan untuk menyebarkan hasil-hasil penelitian dosen, penelitian skripsi mahasiswa S1, maupun kajian ilmiah yang memberi kontribusi pada pemahaman, pengembangan teori, dan konsep keilmuan, serta aplikasinya terhadap pendidikan Agama Islam di Indonesia
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, Nomor 1, 2019" : 6 Documents clear
KOLABORASI ORANG TUA DAN GURU PAI DALAM MEMBENTUK AKHLAK PESERTA DIDIK Anggi Septia Nugroho; Ewin Iskandar; Agung M; Iqbal Iqbal
Ta'lim Vol 1, Nomor 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (541.073 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.80

Abstract

Keluarga dan sekolah merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan, sebab baikburuknya akhlak siswa di sekolah bergantung pula kepada pola pendidikan siswa tersebut dirumah oleh orang tua mereka. Guru bertugas menanamkan akhlak yang baik kepada siswanyasedangkan orang tua melakukan pembinaan dan pengawasan lanjut terkait perilaku anakanaknyadi rumah.Perumusan masalah dalam penulisan ini yaitu : Bagaimana bentuk kerja sama antaraOrang tua & Guru PAI dalam membentuk Akhlak Siswa di MIN 8 Bandar Lampung. Tujuanpenulisan ini adalah untuk mengetahui Bagaimana bentuk kerja sama antara Orang tua &Guru PAI dalam membentuk Akhlak Siswa di MIN 8 Bandar Lampung. Penulisan ini merupakan penulisan kualitatif deskriptif yang mana instrumen kunciadalah penulis itu sendiri. Teknik pengumpulan data menggunakan Observasi, wawancaradan Dokumentasi. Analisis data yang digunakan oleh penulis adalah reduksi data, displaydata dan penarikan kesimpulan. Hasil penulisan menunjukkan bahwa bentuk kerja sama antara orang tua dan guru diMIN 8 Bandar Lampung yaitu : 1) Mengadakan pertemuan dengan orang tua pada haripenerimaan siswa baru. 2) Mengadakan surat menyurat. 3) Melakukan komunikasi dua arahmelalui telephone. 4) Memberikan penugasan (PR). 5) Memberikan buku penghubung siswa.6) Melakukan kunjungan orang tua ke sekolah. 7) Memberikan raport hasil belajar siswa.Sedangkan usaha dan strategi antara orang tua dan guru dalam membentuk akhlak siswaadalah dengan melakukan pembiasaan keteladanan dan kedisiplinan.
FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PENDIDIKAN AKHLAK PADA REMAJA DI DESA KALI SARI KECAMATAN NATAR LAMPUNG SELATAN M. Sholihin; Nurkhotijah Nurkhotijah
Ta'lim Vol 1, Nomor 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.199 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab rendahnya Pendidikan Akhlak pada remaja di Desa Kalisari Kecamatan Natar Lampung Selatan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kulitatif analisis deskriptif. Alat pengumpulan data yang digunakan antara lain metode intreviu, observasi dan dokumentasi. Objek dalam penelitian ini merupakan sejumlah remaja di Desa kalisari Natar Lampung Selatan. Baik dan buruknya kondisi suatu masyarakat sangat ditentukan dengan pendidikan akhlaknya. Jika akhlaknya baik, maka masyarakat tersebut akan baik. Namun jika pendidikan akhlaknya rendah, maka masyarakat tersebut akan rusak. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui bahwa faktor penyebab rendahnya pendidikan Akhlak Remaja Kalisari Natar Lampung Selatan disebabkan oleh faktor lingkungan, ekonomi keluarga, pendidikan orang tua dan maraknya pengangguran di masyarakat.
KORELASI ANTARA PENGAMALAN IBADAH SHALAT DENGAN AKHLAK SISWA Mardiana Mardiana; Wiwik Haryani; Basri Nurin
Ta'lim Vol 1, Nomor 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.502 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.81

Abstract

Ibadah shalat yang dilaksanakan seorang muslim mulai dari takbir sampai salam. Salah satu pengamalan dari ibadah adalah shalat lima waktu sehari semalam. Pada saat anak telah mencapai usia baligh telah wajib menunaikan shalat lima waktu sehari semalam. Dalam shalat terkandung ajaran mengenai akhlakul karimah, dimana shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar. Berkaitan dengan masalah pengamalan ibadah shalat dan kaitannya dengan akhlak siswa, maka penulis bermaksud mengadakan penelitian tentang “ Korelasi Antara Pengamalan Ibadah Shalat Dengan Akhlak Siswa Kelas X SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada korelasi antara pengamalan ibadah shalat dengan akhlak siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung. Kegunaan penelitian ini adalah dengan mempelajari korelasi antara pengamalan ibadah shalat dengan akhlak Siswa  terhadap kehidupan sehari – hari. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Bandar Lampung Tahun Ajaran 2017 / 2018 berjumlah 144 siswa terdiri dari 46 siswa laki – laki, 98 siswa perempuan dan di ambil sampel sebanyak 40% atau 58 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode kuesioner atau angket sebagai data pendukung. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang positif pengamalan ibadah shalat dengan akhlak siswa tahun pelajaran 2017 / 2018, hal ini di buktikan dari koefisien diterminisasi sebesar 94% dengan kata lain bahwa akhlak siswa ada korelasi dengan pengamalan ibadah shalat, dengan adanya pembinaan secara rutin yang dilakukan oleh guru disekolah maupun orang tua dirumahnnya.
MENINGKATKAN PENGAMALAN IBADAH SHALAT DENGAN METODE DEMONSTRASI Khorini Khorini; Ajeng Amalia; Yurnalis Etek
Ta'lim Vol 1, Nomor 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.196 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.82

Abstract

Ibadah shalat merupakan dasar dan tiang agama yang menghubungkan antara seorang hamba dengan rabbnya. Shalat merupakan kewajiban dan juga sudah menjadi kebutuhan bagi seorang muslim. Salah satu usaha untuk meningkatkan pengamalan ibadah shalat adalah dengan menerapkan metode yang praktis dan mudah dipahami yaitu dengan metode demonstrasi. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan melalui 2 siklus dengan setiap siklus tahapannya adalah perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Data penelitian diperoleh melalui metode dokumentasi, metode observasi dan metode tes. Indikator kinerja penelitian berupa tercapainya target pengamalan ibadah shalat. Perolehan nilai peserta didik pada masing-masing siklus di atas menunjukkan adanya peningkatan persentase yang signifikan di tiap-tiap siklusnya. Peserta didik yang semula pada siklus I ada 15 peserta didik yang sempurna mengerjakan shalat lima waktu dengan kriteria benar gerakan dan hafal bacaan berjumlah 15 orang (39,47%), yang hampir sempurna melaksanakan shalat lima waktu berjumlah 10 orang (26,31%), yang kurang sempurna melaksanakan ibadah shalat lima waktu berjumlah 10 orang (26,31%), yang tidak sempurna melaksanakan shalat lima waktu berjumlah 3 orang (7,91%). Setelah diadakan perbaikan pada siklus II, persentase pelaksanaan ibadah shalat menjadi meningkat, peserta didik yang sempurna mengerjakan shalat lima waktu berjumlah 35 orang (92,10%), yang hampir sempurna melaksanakan shalat lima waktu berjumlah 3 orang (7,90%), dan sudah tidak ada lagi peserta didik yang kurang atau bahkan tidak sempurna melakukan shalat, berarti bahwa metode demonstrasi dapat meningkatkan pengamalan ibadah shalat peserta didik dalam pembelajaran PAI materi pokok shalat.
AKHLAQ HUMOR DALAM PENDIDIKAN ISLAM Khalid Ramdhani
Ta'lim Vol 1, Nomor 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.67 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.83

Abstract

Tidak diragukan lagi bahwa humor itu ada dalam khasanah agama islam. Kisah Nabi dan para sahabatnya menunjukan bahwa humor dan anekdot itu ada, yang secara eksplisit muncul dalam konteks al-Quran dan hadits. Islam tidak pernah melarang tertawa, bahkan berusaha mengelola dan membatasi tertawa sebagai sebuah bentuk kebahagiaan saja, bukan keterlenaan terhadap kenikmatan duniawi. Sebagai hayawanu nathiq, manusia diciptakan Allah untuk hidup saling bergantung antara satu dengan lainnya (simbiosis mutualisme) mereka tidak bisa hidup sendiri ditengah kehidupan sosialnya yang beraneka negara, suku, daerah, adat istiadat, bahasa, budaya, tradisi dan agama. Terlebih lagi jika membahas kedalam jati diri manusia yang berbeda-beda watak dan karakternya, meski anak kembar identic sekalipun pasti memiliki perbedaan yang signifikan. Diantara mereka ada yang cenderung ceria, murah senyum, suka bercanda gurau dan banyak tertawa (easy going), ada pula yang lebih cenderung introvert asyik dengan dunianya sendiri, tampak serius, bahkan mudah tersinggung dan sering marah, jarang sekali terlihat bercanda dalam raut wajahnya. Banyak orang menganggap humor hanya sebatas candaan atau guyonan biasa, namun tidak sedikit juga orang-orang yang menyukainya bahkan menggunakannya dalam perbincangan atau diskusi bertema berat ataupun ringan. Karena humor secara esesnsial mampu mendatangkan sensasi menyenangkan dalam hati dengan senyum dan tawa. Nabi Muhammad Saw sang khatamun nabi pun pernah bersenda gurau dengan keluarga dan para sahabatnya. Namun ia memberikan batasan dalam setiap hal karena segala sesuatu jika berlebihan tidak baik. Rasulullah mengatakan dalam hadistnya “Janganlah kamu banyak tertawa karena itu dapat mematikan hati”. (HR Tirmidzi). Dalam hal ini, tampak Islam melarang seseorang untuk banyak tertawa, akan tetapi bukan berarti melarang seseorang untuk tertawa secara mutlak karena tertawa dalam bentuk humor candaan adaalah salah satu fitrah manusia, namun tertawa yang berlebihan apalagi mengandung celaan, hinaan atau penistaan dalam sudut apapun tidak dianjurkan dalam Islam. Artikel ini mencoba membahas tertawa, lelucon dan humor dalam sudut pandang Islam.
Urgensi Penerapan Nilai nilai Keimanan untuk Meningkatkan Akhlak Mulia pada Anak Ahmad Luviadi
Ta'lim Vol 1, Nomor 1, 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.86 KB) | DOI: 10.36269/ta'lim.v0i0.84

Abstract

Allah SWT menciptakan manusia agar menjadi hamba Allah, hamba Allah itu patuh, tunduk dan taat kepada Allah SWT.,itulah yang membedakan orang yang beriman dengan yang lainnya. Sebagai orang yang beriman melandaskan semua aktifitas kehidupan nya dari Allah dan untuk Allah SWT.,Seorang yang Iman nya baik, niscaya ia akan bertingkah laku sesuai fitrah kesuciannya sebagai seorang hamba, dan dapat dipastikan akhlak nya pun baik. Hal inipun yang menjadikan landasan kita berfikir bahwa apabila seorang anak yang bertingkah laku menyimpang dengan melakukan akhlak yang tercela menunjukkan bahwa anak itu sudah jauh dari fitrah yang suci, sebagai seorang hamba yang taat kepada Allah SWT., untuk itu kita sebagai orang tua harus berupaya  mengembalikan anak itu kepada fitrahnya. Orang tua dalam upayanya harus mampu menerapkan nilai-nilai keimanan yang benar kepada Anak sejak dini sehingga anak itu benar dalam imannya, sehingga akan membuahkan tingkah laku/akhlak yang mulia

Page 1 of 1 | Total Record : 6