cover
Contact Name
Katarina
Contact Email
tatayuni76@gmail.com
Phone
+6285867878881
Journal Mail Official
jtki.simpson@gmail.com
Editorial Address
Jl. Agung No. 66, Krajan, Kel. Susukan. Kec. Ungaran Timur, Kab. Semarang (50516) Jawa Tengah.
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia
ISSN : -     EISSN : 27228630     DOI : https://doi.org/10.46445/jtki
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia (JTKI) published twice a year in June and December. Publishing by Simpson Theological Seminary. This Journal accepted articles of colleges, Practitioners, teachers, and lectures. JTKI accepts research papers and conceptual ideas that meet the rules of writing scientific articles. The scopes of this journal published articles are: Contextual Theology, Pastoral Contextual, Anthropology and Ethnography, Theology and Culture, Theology of Missions, Evangelism theology, Contextual Missiology, Community Development, Contemporary Theology, Sociology of Religion, Theology Contemporary Issues.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2021): Juni" : 6 Documents clear
Pendekatan Kontekstual Dalam Tugas Misi Dan Komunikasi Injil Pasca Pandemi Covid-19 Yakob Tomatala
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.293 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v2i1.387

Abstract

God reveals Himself in contextual ways. In revealing Himself, He sets forth to do His will and through His will, God materializes His word. Furthermore, God’s sovereign will is revealed in contextual ways in terms of today’s community life in regards to the history of every human civilation. God’s contextual self disclosure is not just an instrument that is used to display the essence of God, but it is also a method to comprehend His substance. In relation to God’s self disclosure, the contextualized self disclosure of God provides a basis for implementing His mission through bringing and communicating the Gospel to every community context. This concept is thoroughly explained within the discourse about “The contextual approach in doing missions and communicating the Gospel in Post Covid-19 Pandemic era”. This research underlies several important issues. These issues includes : First, Contextual Approach in Doing Missions; Second, Contextual Approach in Communicating the Gospel in Post Covid-19 Pandemic era. Hopefully through this discourse there is a broad overview about implementing the Great Commission of Christ Jesus in a contextual way in today’s world specifically in the Post Covid-19 period. ABSTRAKPenyataan TUHAN Allah dalam sejarah adalah kontektual. Penyataan Allah yang kontekstual melibatkan kehendak-Nya yang berdaulat sebagai landasan dari semua tindakan-Nya. Pada sisi lain, penyataan TUHAN yang berdaulat dinyatakan-Nya secara kontektual pada konteks kehidupan kekinian dalam sejarah setiap masyarakat. Penyataan TUHAN yang kontekstual bukan saja sebagai cara penyataan diri-Nya, tetapi sekaligus adalah metode untuk memahami Dia. Dalam kaitan ini, penyataan TUHAN yang kontekstual menyiapkan landasan bagi pelaksanaan misi-Nya dengan menghadirkan dan mengkomunikasikan Injil pada setiap konteks kehidupan masyarakat. Gagasan ini dituangkan melalui diskursus tentang “Pendekatan kontekstual dalam tugas misi dan komunikasi Injil Pasca Pandemi Covid-19” yang mengetengahkan beberapa pokok penting. Pokok-pokok dimaksud antara lain adalah: Pertama, Pendekatan Kontektual dalam Gerakan Misi; Kedua, Pendekatan Kontekstual dalam Komunikasi Injil pada Konteks Pasca Pandemi Covid-19. Diharapkan agar diskursus ini memberikan gambaran mengenai pelaksanaan Amanat Agung Yesus Kristus secara kontekstual dalam kondisi dunia kekinian khususnya pada konteks pasca Pandemi Covid-19.
Analisis Pandangan Gereja Terhadap Praktik Perbudakan dalam Tradisi Suku Sumba Jessica Tirza Felle; Armin Sukri Kana
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.428 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v2i1.391

Abstract

Setiap perkumpulan dalam tatanan masyarakat memiliki norma adat istiadat yang diwariskan oleh para leluhur, baik itu secara lisan maupun tulisan. Indonesia merupakan salah satu negara yang mewarisi tradisi-tradisi dari para leluhur maka dari itu Indonesia dikenal dengan negara yang kaya akan budaya. Salah satu tradisi yang diwariskan adalah praktik perbudakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan gereja mengenai praktik perbudakan dan bagaimana gereja mengatasi praktik perbudakan kepada jemaat dan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian fenomenologi dengan teknik pengumpulan data sebagai berikut: Pertama, studi kepustakaan. Kedua, observasi langsung. Ketiga, wawancara kepada beberapa orang yang menjadi orang kunci dan yang mempunyai pengaruh di daerah tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa agar praktik perbudakan bisa diminimalisirkan di daerah-daerah yang memberlakukan praktik ini agar gereja dan pemerintah bisa bekerja sama untuk menangani masalah utama yang menyebabkan praktik ini terus ada. Kata-kata Kunci: Gereja, Praktik, Perbudakan, Budaya, dan Sumba.
Teologi Misi Bagi Gerakan Misi dan Komunikasi Kristen Pasca Pandemi Covid-19 Jamin Tanhidy
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.743 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v2i1.377

Abstract

Hakekat teologi misi berupa Missio Dei, Missio Christos, dan Missio Ecclesiae  adalah misi Allah (God’s Mission) berupa aktifitas Allah Tritunggal (The Truine God) menebus dunia ciptaan-Nya dari kebinasaan akibat dosa. Kerangka pemikiran teologis ini menjadi dasar pemikiran yang melandasi gerakan misi dan komunikasi Kristen pasca pandemi Covid-19 atau Era New Normal. Olehnya, gereja diajak untuk memikirkan ulang dan merekonstruksi strategi misinya dengan sikap non-eksklusif, toleran dan melayani secara holistik. Metode penelitian yang dipakai berupa studi perpustakaan dengan mengkaji teks-teks alkitab, jurnal penelitian dan buku-buku yang berkaitan dengan topik atau judul penelitian guna menjawab masalah penelitian. Hasil penelitian menemukan bahwa gereja perlu memberi perhatian yang lebih besar kepada isu-isu global kemanusian, mengalakkan dialog konstruktif dan terbuka dengan penganut agama lain dan meningkatkan intensitas pemanfaatan media sosial dan komunikasi virtual dalam menyampaikan dan menyebarluaskan berita Injil. 
Etika Teologis Dalam Memandang Tanggung Jawab Kristen Terhadap Kelestarian Budaya Nusantara Candra Gunawan Marisi; Didimus Sutanto B. Prasetya; Dewi Lidya S; Rikson Situmorang
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.852 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v2i1.367

Abstract

Indonesia merupakan bangsa yang dikarunia Tuhan dengan kekayaan akan keragaman budayanya. Kekayaan khasanah budaya nusantara telah memikat dan menarik perhatian masyarakat mancanegara. Kekaguman mereka akan budaya nusantara membawa ketertarikan untuk mempelajari corak dan keragaman budaya bumi khatulistiwa ini. Budaya yang memikat dunia manca ternyata berbanding terbalik dengan di dalam negeri sendiri, di mana masyarakat Indonesia, tidak lagi menghargai dan melestarikannya. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan deskriptif untuk melihat bagaimana pandangan etika terhadap kebudayaan nusantara dan begaimana tanggung jawab etika teologi dalam menjaga kelestarian kebudayaan nusantara. Dalam tanggung jawabnya melestarikan budaya nusantara, maka etika teologi berperan terhadap adanya inkulturasi dan kontekstualisasi Injil dan Budaya. Injil harus dapat menerangi kebudayaan, sehingga dalam kontekstualisasi, konteks (budaya) harus diterangi oleh teks (Alkitab). Injil lebih tinggi dari budaya, sehingga budaya nusantara yang netral dan tidak bertentangan dengan Injil harus dapat dilestarikan.
Makna Penebusan Dalam Upacara Tiwah Sebagai Pendekatan Kontekstualisasi Injil Ruat Diana; Sabda Budiman; Maharin Maharin
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.256 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v2i1.381

Abstract

Budaya dalam agama Hindu Kaharingan, yaitu budaya Tiwah merupakan sebuah bentuk budaya yang dengan pelaksanaan upacara yang unik. Dalam proses pelaksaannya, upacara tiwah mengandung prosesi yang beragam dan penuh makna. Melalui makna upacara tiwah ini, penulis mengadopsikannya sebagai kontekstualisasi media untuk menyampaikan Injil. Penulis memahami pemahaman makna dan selanjutnya Kristus dalam upacara tiwah yang dilakukan oleh umat Hindu Kaharingan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan penelusuran pelaksanaan upacara Tiwah melalui wawancara dan literatur yang ada, penulis mengkaji makna dalam upacara Tiwah tersebut yang kemudian disaring dengan metode yang mengubah, dan membuah dan firman Tuhan sebagai tolak ukurnya. Yesus sebagai korban dalam upacara tiwah, Yesus sebagai jalan menuju “Lewu Tatau” , dan Yesus sebagai pengantara antara manusia dan “Ranying Hatalla”. Poin-poin tersebut menjadi hasil pembahasan dalam pendekatan kontekstualisasi Injil dalam upacara Tiwah.
Pendekatan Kontekstual Sebagai Upaya Penginjilan Kepada Remaja Kristen Ayang Emiyati; Ayu Rotama Silitonga; Ni Kadek Sri Widyawati
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol 2, No 1 (2021): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.272 KB) | DOI: 10.46445/jtki.v2i1.374

Abstract

Service to Christian teenagers is essential for faith growth. Adolescents are in a phase or situation that is difficult to deal with because of developments or the effects of changing times, both positive and negative changes. The need for service to adolescents because in this phase teenagers begin to form their mindset and there is a feeling of needing or wanting to be cared for. Therefore, an approach is needed in providing contextual services to Christian adolescents. The question is how can a servant approach contextually to Christian teenagers? This paper aims to understand and understand several approaches that need to be taken in order to provide contextual service to Christian adolescents. The method used is qualitative by interviewing or direct observation to examine and understand the attitudes, views, feelings and behavior of an individual or group of people. Then this writing also uses the literature method to support writing through various journals and books. AbstrakPelayanan kepada remaja Kristen begitu penting guna pertumbuhan iman.  Remaja ada dalam fase atau situasi yang sulit dihadapi karena perkembangan atau pengaruh perubahan jaman baik perubahan secara positif maupun perubahan secara negative. Perlunya pelayanan kepada remaja dikarenakan pada fase ini remaja mulai terbentuk pola pikirnya dan ada perasaan membutuhkan, ingin diterima dengan baik, ingin diperhatikan, dipuji dan ingin dipedulikan.  Dalam melayani remaja yang juga penuh ego diperlukan beberapa pendekatan dalam melakukan pelayanan kontekstual. Yang menjadi pertanyaan ialah apa saja pendekatan yang dilakukan oleh pelayan Tuhan sehingga dapat menjalankan pelayanan kontekstual dengan lancar kepada remaja Kristen? Tulisan ini memiliki tujuan yaitu pelayan memahami dan mengerti beberapa pendekatan yang perlu dilakukan guna melakukan pelayanan kontekstual kepada remaja Kristen. Adapun metode yang digunakan ialah kualitatif dengan mewawancarai atau pengamatan secara langsung untuk menelaah dan memahami sikap, pandangan, perasaan dan perilaku individu atau sekelompok orang.  Kemudian penulisan ini juga menggunakan metode kepustakaan atau literature dengan melakukan observasi terhadap buku – buku dan jurnal untuk mendukung penulisan dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif dan holistik.

Page 1 of 1 | Total Record : 6