cover
Contact Name
Azharsyah Ibrahim
Contact Email
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2nd Floor Jln. Syech Abdur Rauf Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia Email: jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
ISSN : 20896239     EISSN : 25490648     DOI : https://doi.org/10.22373/share
Core Subject : Religion, Economy,
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam [SHARE] is a double-blind peer-reviewed journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open access format, which enables readers to freely access and download the articles under the CC BY SA license. Since 2017, SHARE has become a CrossRef Member, meaning that each article published by the journal will have a unique DOI number. SHARE has been indexed in many trusted indexing sites, such as DOAJ, Index Copernicus, Scilit, WorldCat, Google Scholar, Dimensions, EBSCO, and many others. In Indonesia, SHARE is listed among the top-notch journals by the Indonesian journal accreditation body officialized with the Decree of Director General of Research Strengthening and Advancement, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, No. 21/E/KPT/2018, starting from 9 July 2018 until 9 July 2023. Currently, SHARE is under consideration for inclusion in SCOPUS.
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2023)" : 16 Documents clear
Optimizing Dayah Business Units in Aceh: An ANP Study Siti Najma; Asmuni Asmuni; Saparuddin Siregar
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v12i2.20520

Abstract

This study investigates the key factors influencing the success of business units within Dayah (Islamic boarding schools) in Aceh Province, Indonesia. Employing the Analytical Network Process (ANP), the research gathers expert opinions and insights from academics, government officials, and practitioners. The analysis reveals that both internal and external factors significantly impact the management of Dayah business units. Internal factors identified as crucial for success include public relations resources, leadership capabilities, business management practices, natural resource availability, and adequate business capital. Externally, technological advancements, demographic shifts, political/governmental support, socio-cultural influences, and economic conditions all play a role in determining success. This research highlights the importance for stakeholders to consider these diverse factors when optimizing Dayah business unit management. It further offers practical recommendations for managing such units within the context of Aceh, Indonesia.==============================================================================================================ABSTRAK – Optimalisasi Unit Bisnis Dayah di Aceh: Studi ANP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang menjadi penentu kesuksesan dalam mengelola unit bisnis Dayah atau Pondok Pesantren yang ada di Provinsi Aceh, Indonesia. Penelitian ini menggunakan Analytical Network Process (ANP) untuk mengumpulkan opini dan pendapat dari akademisi, pejabat pemerintah dan praktisi. Analisis ANP menemukan bahwa kesuksesan dalam pengelolaan unit bisnis dayah di Aceh ditentukan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang teridentifikasi menjadi penentu keberhasilan adalah SDM, kepemimpinan yang kapabel, praktik manajemen bisnis, ketersediaan sumber daya alam, dan kecukupan modal usaha. Sementara dasi sisi eksternal, faktor penentu kesuksesan adalah kemajuan teknologi, perubahan demografi, dukungan politik/pemerintah, pengaruh sosial budaya, dan kondisi ekonomi. Hasil ini berimplikasi bagi para pemangku kepentingan dalam optimalisasi pengelolaan unit bisnis pada dayah-dayah di Aceh untuk memperhatikan faktor-faktor kesuksesan tersebut. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi praktis yang bisa dijadikan acuan dalam pengelolaan unit bisnis yang dikelola oleh Dayah/Pondok Pesantren di Aceh, Indonesia.
Optimizing Hajj Finance in Indonesia: The Role of Wakalah Contract Akhmad Affandi Mahfudz; Penta Shahifah Dena; Rusyda Afifah Ahmad
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v12i2.18091

Abstract

In response to the surge of Hajj registrants in Indonesia, efficient and transparent management of Hajj funds has become imperative. This necessitates a more proactive role from the government to ensure adherence to both state regulations and Sharia principles when employing Wakalah contracts for efficient Hajj fund management. This study aims to clarify the legal framework surrounding Wakalah contracts to enable their more effective implementation and optimize Hajj fund management within both Sharia and state legal contexts. This research employs a juridical-normative method, where data is analyzed and interpreted systematically, logically, and critically, using a normative approach and drawing from relevant regulations, doctrines, legal principles, and other supplementary materials. The findings indicate that integrating Sharia principles into Wakalah contracts alongside a robust legal framework can maximize benefits for Hajj congregations and promote cost-effective fund management. Additionally, collaboration between Islamic banking institutions and Hajj regulators can facilitate process simplification and address existing challenges. Through its meticulous methodological approach, this research offers a deeper understanding of benefit ownership, Wakalah principles, and relevant legal and Sharia aspects. Its unique contribution lies in its focus on the value of benefit ownership, a comprehensive examination of legal and Sharia considerations, and the development of a practical framework for enhancing Hajj financial management in Indonesia.==============================================================================================================ABSTRAK – Optimalisasi Dana Haji di Indonesia: Peran Akad Wakalah. Dalam menghadapi lonjakan pendaftar haji di Indonesia, pengelolaan dana haji yang efektif dan transparan menjadi sangat penting. Hal ini menuntut pemerintah untuk lebih proaktif dalam memastikan penggunaan akad wakalah dalam pengelolaan dana haji sesuai dengan aturan agama dan negara. Penelitian ini bertujuan untuk membuka cakrawala hukum syariah dan negara tentang implementasi akad wakalah yang lebih efektif sehingga pengelolaan dana haji dapat lebih optimal. Data penelitian dikumpulkan dari sumber-sumber sekunder, seperti peraturan perundang-undangan, doktrin fikih, asas-asas hukum Islam, dan bahan pelengkap lain yang relevan. Menggunakan metode yuridis-normatif, data dianalisis dan ditafsirkan dengan pendekatan normatif dan disusun secara sistematis, logis, dan kritis. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi prinsip syariah dalam kontrak wakalah, ditambah dengan kerangka hukum yang tepat, dapat memaksimalkan manfaat bagi jamaah haji dan mempromosikan pengelolaan yang efisien biaya. Hal ini karena wakalah dapat memberikan keleluasaan bagi nazir untuk mengelola dana haji secara profesional dan transparan. Selain itu, kolaborasi antara lembaga perbankan syariah dan regulator haji dapat mengatasi tantangan dalam hal regulasi, SDM, dan teknologi. Penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang kepemilikan manfaat, prinsip wakalah, dan aspek hukum dan syariah yang relevan melalui metode yang cermat. Kontribusi unik dari penelitian ini terletak pada fokusnya pada nilai kepemilikan manfaat, wakalah, dan penelusuran yang komprehensif terhadap aspek hukum dan syariah, sehingga menawarkan kerangka kerja praktis untuk meningkatkan manajemen keuangan haji di Indonesia.
What Determines Foreign Direct Investment in Muslim Countries? Muhammad Adnan Azzaki; Ibnu Qizam; Abdul Qoyum
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v12i2.20840

Abstract

This study examines the influence of institutional quality, green economy policies, and financial development on Foreign Direct Investment (FDI) in Muslim countries. It employed panel data from 2010 to 2020 and is analyzed using the Dynamic Panel Model with the Generalized Method of Moments (GMM), which allows for handling endogeneity problems that often arise in panel data analysis. Statistical testing revealed that most institutional quality indicators, such as Political Stability, Government Effectiveness, Regulatory Quality, and Rule of Law, significantly and positively impact foreign direct investment. Additionally, the green economy, represented by natural resources, human capital, and the overall regulatory environment, also exerts a significant positive effect on foreign direct investment. Similar outcomes were observed in the financial sector's development, which significantly and positively reinforced the relationship between institutional quality and the green economy on foreign direct investment in Muslim countries. These results suggest a positive trajectory for resource management potential that can enhance the investment climate in Muslim countries. The findings offer valuable insights for policymakers in formulating effective strategies to boost capital inflows in Muslim countries. Policymakers are advised to consistently monitor both institutional quality and green economy indicators to discern investor preferences for foreign direct investment inflows.==============================================================================================================ABSTRAK – Determinan Apa yang Mempengaruhi Investasi Asing Langsung di Negara-negara Muslim? Paper ini menguji pengaruh kualitas kelembagaan, kebijakan ekonomi hijau, dan pembangunan keuangan terhadap Investasi Asing Langsung (FDI) di negara-negara Muslim. Studi ini menggunakan data panel tahun 2010 hingga 2020 yang dianalisis dengan Model Panel Dinamis dengan Generalized Method of Moments (GMM) yang memungkinkan penanganan masalah endogenitas yang sering muncul dalam analisis data panel. Hasil pengujian statistik menunjukkan bahwa sebagian besar indikator kualitas kelembagaan yang diwakili oleh Stabilitas Politik, Efektivitas Pemerintah, Kualitas Peraturan, dan Supremasi Hukum berpengaruh positif signifikan terhadap penanaman modal asing langsung. Selain itu, ekonomi hijau, yang tercermin pada sumber daya alam, sumber daya manusia, dan peraturan lingkungan secara keseluruhan mempunyai dampak positif yang signifikan terhadap investasi asing langsung. Hasil serupa juga diperoleh pada pengembangan sektor keuangan yang mampu memperkuat hubungan kualitas institusi dan ekonomi hijau terhadap investasi asing langsung di negara-negara Muslim secara positif dan signifikan. Temuan ini menunjukkan tren positif mengenai potensi pengelolaan sumber daya yang dapat menciptakan manfaat bagi iklim investasi di negara-negara Muslim. Temuan-temuan ini juga mempunyai implikasi berharga bagi para pembuat kebijakan dalam merancang strategi efektif untuk meningkatkan aliran modal di negara-negara Muslim. Mereka disarankan untuk terus memantau kualitas kelembagaan dan indikator ekonomi hijau untuk mengidentifikasi preferensi investor terhadap arus masuk investasi asing langsung.
Zakat Practices among Muslim Migrant Workers in Malaysia Jarita Duasa
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v12i2.18974

Abstract

Zakat, one of the five pillars of Islam, is a religious obligation for Muslims worldwide, irrespective of their place of residence or work. This research investigates the factors influencing the likelihood of Muslim foreign workers in Malaysia to pay zakat fitr and zakat income. Data was collected via a survey conducted in the Wilayah Persekutuan area (Kuala Lumpur and Putrajaya), and analyzed using logistic regression. The study found that the propensity to pay zakat fitr is primarily influenced by the workers’ knowledge of zakat fitr and their employment sector. In contrast, the likelihood of paying zakat income is significantly determined by gender (with males being more likely), income level, knowledge of zakat income, and the motivational factors of religiosity and recognition. The study also revealed that the respondents’ willingness to pay zakat in Malaysia in the future is likely influenced by their understanding of the zakat distribution system in the country. These findings provide valuable insights for policymakers and zakat institutions in enhancing the efficiency of zakat collection and distribution. Further research is recommended to validate these findings in other contexts and among different demographic groups.============================================================================================================ABSTRAK - Praktik Zakat Pekerja Migran Muslim di Malaysia. Sebagai salah satu dari rukun Islam, zakat menjadi kewajiban bagi semua muslim dimanapun mereka tinggal dan bekerja. Penelitian ini menginvestigasi determinan yang mempengaruhi kemungkinan pekerja migran muslim di Malaysia untuk membayar zakat fitrah dan zakat penghasilan. Data penelitian dikumpulkan melalui survei terhadap sejumlah pekerja migran di Wilayah Persekutuan (Kuala Lumpur dan Putrajaya), dan dianalisis dengan regresi logistik. Kajian ini menemukan bahwa kecenderungan para pekerja migran untuk membayar zakat fitrah di Malaysia umumnya dipengaruhi oleh pengetahuan tentang zakat fitrah dan jenis pekerjaan mereka. Sebaliknya, untuk zakat penghasilan, kemungkinan mereka untuk membayar zakat di Malaysia dipengaruhi secara signifikan oleh jenis kelamin (laki-laki memiliki probabilitas lebih besar), tingkat pendapatan, pengetahuan tentang zakat penghasilan, dan faktor motivasi yang berkaitan dengan religiusitas dan rekognisi. Selain itu, juga ditemukan bahwa kesediaan responden untuk membayar zakatnya di Malaysia di masa yang akan datang cenderung dipengaruhi oleh pemahaman mereka tentang sistem pendistribusian zakat di negara ini. Temuan ini berimplikasi bagi pembuat kebijakan dan lembaga amil zakat dalam meningkatkan efisiensi pengumpulan dan pendistribusian zakat. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memvalidasi temuan ini dalam konteks lain dengan kondisi demografis dan geografis yang berbeda.
From Fiqh to Finance: Assessing Bitcoin Status in Indonesian Monetary System Nazaruddin A Wahid; Dara Amanatillah; Cut Dian Fitri
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v12i2.17762

Abstract

The rapid growth of information technology, along with the increasing global digital economy and the public's need for reliable and secure payments, led to the invention of various digital currencies, including cryptocurrency. These currencies are based on the principles of supply and demand, with Bitcoin emerging as the leading crypto. This study aims to analyze the potential and challenges of using Bitcoin as a medium of exchange or commodity in Indonesia. Employing a qualitative approach, the study extensively explores library research methods, gathering data from various scholarly sources, including articles, books, and other relevant documents. The findings reveal that from an Islamic jurisprudence (fiqh) perspective, electronic money is considered a legitimate transactional instrument, similar to physical currency. Any costs incurred during the top-up process are considered as wages or fees (ujrah). If Bitcoin were to attain currency status, it would be subject to regulation under currency exchange laws (al-sarf) and categorized as usury property (al-maal al-ribawi). However, due to the absence of regulatory oversight by Indonesian financial authorities, the use of Bitcoin as a medium of exchange or a commodity does not carry legal implications. This regulatory gap results in more disadvantages than advantages in its implementation.============================================================================================================ABSTRAK – Dari Fikih ke Keuangan: Mengases Status Bitcoin dalam Sistem Moneter Indonesia. Pertumbuhan teknologi informasi yang pesat diikuti perkembangan ekonomi digital global, dan kebutuhan masyarakat akan metode pembayaran yang handal dan aman, memunculkan berbagai mata uang digital, termasuk cryptocurrency. Nilai uang ini didasarkan pada prinsip permintaan (demand) dan penawaran (supply), dimana Bitcoin menjadi mata uang cripto yang paling populer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan tantangan penggunaan Bitcoin sebagai alat tukar atau sebagai komoditas di Indonesia. Dengan pendekatan kualitatif, studi ini menggunakan metode library research dengan mengumpulkan data-data dari artikel, buku, dan berbagai sumber ilmiah relevan lainnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dari sudut pandang fikih, uang elektronik dianggap sebagai alat pembayaran yang sah, disamakan dengan uang fisik. Untuk biaya-biaya yang dikeluarkan selama proses pengisian ulang dianggap sebagai ujrah. Jika Bitcoin berstatus sebagai alat tukar resmi, maka pengaturannya akan berada dalam konteks al-sarf dan dikategorikan sebagai harta ribawi (al-maal al-ribawi). Akan tetapi, OJK sebagai otoritas keuangan di Indonesia telah menerbitkan aturan yang melarang lembaga keuangan menggunakan, memasarkan, dan memfasilitasi perdagangan aset kripto. Meskipun Bitcoin dapat diperdagangkan sebagai komoditas di bawah pengawasan Bappebti Kementerian Perdagangan, ia tidak diakui sebagai instrumen pembayaran di Indonesia. Oleh karena itu, penggunaannya dalam transaksi keuangan berpotensi menimbulkan lebih banyak kemudharatan dibandingkan kemaslahatan akibat ketiadaan status hukum sebagai alat tukar.  
Navigating Economic Landscapes: Strategic Insights Amidst the Pandemic and Beyond Azharsyah Ibrahim
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v12i2.22517

Abstract

The issue summarizes a series of research studies related to Islamic economics and finance. The first study focuses on the impact of the COVID-19 pandemic on economic growth in Muslim and non-Muslim countries, highlighting the differing effects of mobility restrictions and other pandemic-related factors. Other studies examine topics such as factors influencing foreign direct investment in Muslim countries, zakat compliance among Indonesian business owners, the integration of Bitcoin within the Indonesian monetary system, and the impact of fintech on charitable giving practices among millennials in Java. Additionally, research on Islamic banking performance, management accounting information system quality in Islamic banks, and strategic recommendations for the economic sustainability of business units within Dayah in Aceh are discussed. This issue also covers studies on halal service performance, challenges faced by halal-certified MSMEs, impulsive buying behaviors among Generation Z in Aceh, a Falah-based welfare index, cultural values as an anti-fraud strategy in Islamic schools, and the optimization of Hajj finance in Indonesia through the role of Wakalah contracts. The studies employ rigorous methodologies to achieve their objectives and their findings offer valuable insights with significant implications for the field of Islamic economics and finance, including areas like Islamic banking performance, halal service performance, and the optimization of Hajj finance.

Page 2 of 2 | Total Record : 16