cover
Contact Name
Azharsyah Ibrahim
Contact Email
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh, 2nd Floor Jln. Syech Abdur Rauf Banda Aceh 23111, Aceh, Indonesia Email: jurnal.share@ar-raniry.ac.id
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
ISSN : 20896239     EISSN : 25490648     DOI : https://doi.org/10.22373/share
Core Subject : Religion, Economy,
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam [SHARE] is a double-blind peer-reviewed journal published by the Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia. SHARE publishes research and concept papers pertaining to the field of Islamic economics and finance in open access format, which enables readers to freely access and download the articles under the CC BY SA license. Since 2017, SHARE has become a CrossRef Member, meaning that each article published by the journal will have a unique DOI number. SHARE has been indexed in many trusted indexing sites, such as DOAJ, Index Copernicus, Scilit, WorldCat, Google Scholar, Dimensions, EBSCO, and many others. In Indonesia, SHARE is listed among the top-notch journals by the Indonesian journal accreditation body officialized with the Decree of Director General of Research Strengthening and Advancement, Ministry of Research, Technology, and Higher Education, No. 21/E/KPT/2018, starting from 9 July 2018 until 9 July 2023. Currently, SHARE is under consideration for inclusion in SCOPUS.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2024)" : 20 Documents clear
Cash Waqf Linked Deposit Potential for Revitalizing Islamic Banking in Indonesia Utomo, Gunawan Setyo; Ismal, Rifki
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.22087

Abstract

Despite existing for over two decades, the market share of Islamic banking remains stagnant. Conversely, Indonesia possesses immense, yet underutilized, potential for cash waqf (charitable endowments). This study investigates the Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) product, an initiative by OJK, focusing on its potential to enhance Islamic bank participation in cash waqf management. The research explores the responses of cash waqf participants through in-depth interviews and Focus Group Discussions (FGDs) with seven key figures: two waqif (donors), three representatives from LKS PWU (waqf collecting institutions), and two nazir (managers). Descriptive qualitative analysis facilitated by NVivo software is employed to understand the responses. The findings reveal a high level of alignment (70% average word similarity) between the proposed CWLD product design and stakeholder expectations. All stakeholders expressed positive responses and support for CWLD. They perceive CWLD as a facilitator for waqf contributions through Islamic banks, a means to expand existing waqf assets, and an attractive option due to the temporary nature of the deposits with eventual return to the waqf. This study highlights the potential of CWLD to bridge the gap between Islamic banking and cash waqf in Indonesia, potentially contributing to a more dynamic Islamic banking landscape.==============================================================================================================ABSTRAK – Potensi Cash Waqf Linked Deposit dalam Revitalisasi Perbankan Syariah di Indonesia. Pangsa pasar perbankan syariah menunjukkan stagnasi meskipun sudah beroperasi selama lebih dari dua dekade. Di sisi lain, potensi wakaf uang di Indonesia sangat besar, namun belum difasilitasi secara optimal oleh perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produk Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) yang diinisiasi oleh OJK, dengan fokus pada respons para pemangku kepentingan wakaf uang. Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) dengan tujuh narasumber kunci, yaitu dua waqif (pemberi wakaf), tiga perwakilan LKS PWU (lembaga pengumpul wakaf uang), dan dua nazir (pengelola wakaf). Untuk memahami tanggapan responden, penelitian ini menggunakan analisis kualitatif deskriptif dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain dan usulan produk CWLD yang diinisiasi oleh OJK telah sangat mengakomodasi aspirasi dan harapan para pemangku kepentingan. Analisis kesamaan kata antar wawancara menunjukkan rata-rata 70%, yang mengindikasikan kesesuaian produk dengan kebutuhan pemangku kepentingan. Para pemangku kepentingan memberikan respons positif dan dukungan terhadap usulan produk CWLD. Mereka memandang CWLD sebagai fasilitator bagi waqif untuk melakukan wakaf melalui bank syariah, produk alternatif untuk meningkatkan aset wakaf yang sudah ada, dan pilihan menarik bagi waqif karena dana wakaf bersifat sementara dan akan kembali kepada waqif. Hasil kajian ini menggarisbawahi besarnya potensi CWLD dalam menjawab persoalan stagnasi pangsa pasar perbankan syariah dengan memanfaatkan potensi wakaf uang yang besar di Indonesia.
Redefining CRM for the Digital Age: The Role of Customer Data Protection from an Islamic Perspective Furwanti, Reni; Casmini, Casmini; Wibowo, Muhammad Ghafur
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.22521

Abstract

ABSTRACT - This study refines Customer Relationship Management (CRM) as a strategic approach for the digital era. It proposes Customer Data Protection (CDP) as a crucial new dimension for a more holistic CRM framework. This revised framework addresses inconsistencies in past CRM definitions, which have contributed to implementation failures across industries. The urgency for this refinement is further emphasized by Indonesia's weak data security landscape. Employing a quantitative survey methodology, the study gathers data from 412 respondents selected through purposive sampling. Confirmatory Factor Analysis (CFA) is then utilized to analyze each CRM dimension within the collected data. The empirical findings establish five significant dimensions of CRM, forming a strategic framework referred to as the "5C CRM." This framework encompasses processes for cultivating positive stakeholder relationships, preserving company value, and ultimately enhancing customer satisfaction. From an Islamic perspective, data protection aligns with the Maqāṣid Sharia principle of hifdz al-nafs (protecting life). By securing customer data, companies safeguard customers from potential dangers associated with cybercrime and unauthorized access. This aligns with the Quranic verse An-Nur:27, which emphasizes seeking permission before entry. This verse signifies the company's responsibility to secure and protect customer data from unauthorized access. Ultimately, businesses that actively safeguard personal information are more likely to cultivate customer satisfaction and loyalty. The findings suggest that prioritizing data security not only aligns with Islamic principles but also fosters stronger customer relationships.========================================================================================================ABSTRAK - Redefinisi CRM untuk Era Digital: Peran Perlindungan Data Konsumen dalam Perspektif Islam. Penelitian ini meredefinisi konsep Customer Relationship Management (CRM) sebagai pendekatan strategis untuk era digital dengan mengusulkan dimensi baru, yaitu Perlindungan Data Konsumen (Customer Data Protection - CDP), untuk menciptakan kerangka kerja CRM yang lebih komprehensif. Penyempurnaan ini bertujuan untuk mengatasi persoalan inkonsistensi definisi CRM yang berakibat pada kurang efektifnya implementasi di berbagai sektor. Urgensi penyempurnaan ini disebabkan oleh kondisi keamanan data di Indonesia yang masih lemah sehingga sering terjadi kebocoran data. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang mengumpulkan data melalui survei kuesioner dari 412 responden yang dipilih secara purposif. Confirmatory Factor Analysis (CFA) digunakan untuk menganalisis dimensi-dimensi CRM dari data yang terkumpul. Hasil kajian menetapkan lima dimensi kunci CRM yang membentuk kerangka strategis yang disebut “5C CRM”. Kerangka ini mencakup proses yang dilakukan perusahaan untuk membina hubungan positif dengan pemangku kepentingan internal dan eksternal, menjaga nilai perusahaan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan. Dari perspektif Islam, perlindungan data konsumen sejalan dengan prinsip Maqashid Syariah, khususnya aspek hifdz al-nafs (melindungi kehidupan). Dengan pengamanan data konsumen, perusahaan akan melindungi pelanggan dari bahaya kejahatan dunia maya dan akses yang tidak sah. Hal ini sesuai dengan ayat Al-Qur’an An-Nur:27 yang menekankan pentingnya meminta izin sebelum memasuki suatu tempat, yang menandakan tanggung jawab perusahaan untuk mengamankan dan melindungi data konsumen dari akses tidak sah. Pada akhirnya, perusahaan yang secara aktif melindungi informasi pribadi cenderung meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa prioritas terhadap keamanan data tidak hanya sejalan dengan prinsip Islam tetapi juga memperkuat hubungan dengan pelanggan.  
The Role of Fintech Lending in Expanding Sharia Financial Inclusion and Human Development in Indonesia Hakim, Lukman; Prawwatya, Nurrahma; Huda, Choirul; Fadila, Dimas Fajar Safa; Rizaldi, Muhammad
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.22548

Abstract

This study investigates the impact of fintech peer-to-peer (P2P) lending on community well-being in Indonesia by analyzing its role in promoting Sharia financial inclusion. Using a quantitative approach, the research analyzes secondary data from 33 provinces in Indonesia spanning 2021-2022. The study employs panel data regression to assess the effects of fintech P2P lending borrower accounts and Gross Regional Domestic Product (GRDP) on Sharia financial inclusion. Additionally, Pearson's correlation analysis examines the relationship between Sharia financial inclusion and the Human Development Index (HDI). The findings reveal that both the number of borrower accounts and GRDP positively and significantly influence Sharia financial inclusion. Furthermore, the study demonstrates a positive correlation between Sharia financial inclusion and HDI. These results suggest that fintech P2P lending in Indonesia, by directing funds towards productive businesses, contributes to the improvement of community well-being through enhanced Sharia financial inclusion.========================================================================================================ABSTRAK – Peran Fintech Lending dalam Memperluas Inklusi Keuangan Syariah dan Pembangunan Manusia di Indonesia. Penelitian ini mengkaji pengaruh fintech peer-to-peer (P2P lending) terhadap kesejahteraan masyarakat di Indonesia dengan menganalisis perannya dalam mendorong inklusi keuangan syariah. Menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menganalisis data sekunder dari 33 provinsi di Indonesia selama periode 2021-2022. Penelitian ini menggunakan regresi data panel untuk menilai pengaruh jumlah akun peminjam fintech P2P lending dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap inklusi keuangan syariah. Selain itu, analisis korelasi Pearson digunakan untuk menguji hubungan antara inklusi keuangan syariah dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah akun peminjam dan PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap inklusi keuangan syariah. Lebih lanjut, penelitian ini menunjukkan korelasi positif antara inklusi keuangan syariah dan IPM. Temuan ini menunjukkan bahwa fintech P2P lending di Indonesia, dengan menyalurkan dana ke bisnis produktif, berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan inklusi keuangan syariah.
Transition to Sharia-Compliant Finance in Aceh: Miscommunication, Misperceptions, and Resistance Bayumi, Muhamad Rahman; Jaya, Rizal Alfit; Diem, M. Junestrada
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.22552

Abstract

The implementation of Qanun (Islamic Law) Aceh No. 11 of 2018, mandating all financial institutions in the province of Aceh, Indonesia, to operate solely on Islamic principles from January 4, 2022, sparked protests from certain parties, and thus became a nationwide controversy. Some media reports often depicted the Qanun as causing heightened unemployment and poverty due to the exclusion of conventional banking. This research investigates the discourse contestation surrounding the prohibition of conventional banks in Aceh. Employing a philosophical qualitative approach, the study analyzes instances of miscommunication, misperceptions, and resistance concerning the Qanun's implementation. Primary data collection involved interviews with diverse stakeholders, including grassroots communities, members of the Sharia Economic Society (MES), the Indonesian Association of Islamic Economists (IAEI), Financial Services Authority (OJK) officials, religious leaders, and economists.  Researcher observations conducted in 2019 and 2022 in Aceh further enriched the data. Secondary data, comprising online news and relevant documents, supplemented the findings. Through triangulation techniques and an integration-interconnection paradigm, the study revealed that the perceived conflict was largely amplified by media portrayals of protests, often lacking comprehensive and objective analysis. Consequently, this study proposes solutions, strategies, and models to facilitate the effective implementation of the Qanun, aiming to realize its intended benefits and contribute to Aceh's sustainable progress through the advancement of maqashid sharia.========================================================================================================ABSTRAK – Transisi ke Keuangan Syariah di Aceh: Miskomunikasi, Mispersepsi, dan Resistensi. Qanun Aceh No. 11 Tahun 2018, yang mewajibkan penerapan prinsip keuangan syariah di seluruh lembaga keuangan di Aceh sejak 4 Januari 2022, memicu berbagai reaksi dan menjadi perbincangan nasional. Media massa kerap mengaitkan Qanun ini dengan peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan di Aceh akibat pelarangan operasional perbankan konvensional. Penelitian ini mengkaji kontestasi wacana terkait pelarangan bank konvensional di Aceh menggunakan pendekatan kualitatif filosofis. Penelitian ini menganalisis miskomunikasi, mispersepsi, dan resistensi terkait penerapan Qanun Aceh No. 11 Tahun 2018. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk komunitas akar rumput, anggota Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tokoh agama, dan ekonom. Observasi lapangan juga dilakukan pada tahun 2019 dan 2022. Data sekunder berupa berita online dan dokumen relevan lainnya turut dikaji untuk memperkaya analisis. Teknik triangulasi dan paradigma integrasi-interkoneksi digunakan untuk menganalisis data. Analisis menunjukkan bahwa resistensi terhadap Qanun tersebut sebagian besar disebabkan oleh penggambaran media tanpa analisis yang komprehensif dan objektif, seringkali hanya fokus pada satu atau dua kejadian. Penelitian ini menawarkan beberapa solusi, strategi, dan model untuk memfasilitasi penerapan Qanun yang efektif dan mencapai manfaat yang diinginkan, serta berkontribusi pada kemajuan Aceh yang berkelanjutan melalui pemajuan maqashid syariah.
Protection of Hajj and Umrah Pilgrims from Fraud: Evidence from Indonesia Setiawan, Nanang; Soewarno, Noorlailie
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.22865

Abstract

This study explores the prevalence of fraud targeting Hajj and Umrah pilgrims in Indonesia and examines the government's role in protecting these pilgrims. Utilizing a qualitative approach, data were collected through observations and interviews with key stakeholders, including officials from the Ministry of Religious Affairs (MoRA), travel agency representatives, and Umrah pilgrims in an East Java district. The findings reveal that excessive trust in Hajj and Umrah travel agencies without verifying their licenses and track records is the primary cause of fraud. Additionally, Ponzi schemes by certain travel agencies, offering low-cost Umrah packages with uncertain travel schedules, further exacerbate the issue. The government's "Lima Pasti Umrah" (Five Guaranteed Umrahs) program is highlighted as a crucial preventive measure against fraud. This study enhances understanding of the protective measures available for Hajj and Umrah pilgrims in Indonesia and provides recommendations for improving fraud prevention programs for future pilgrims.======================================================================================================== ABSTRAK – Perlindungan Jemaah Haji dan Umrah dari Penipuan: Praktik di Indonesia. Penelitian ini mengkaji prevalensi penipuan yang menyasar jemaah haji dan umrah di Indonesia serta menganalisis peran pemerintah dalam melindungi para jemaah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, di mana data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara dengan para pemangku kepentingan utama, termasuk pejabat Kementerian Agama (Kemenag), perwakilan biro travel, dan jemaah umrah di salah satu kabupaten di Jawa Timur. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan berlebihan terhadap biro travel haji dan umrah tanpa memeriksa izin dan rekam jejak mereka menjadi faktor utama terjadinya penipuan. Selain itu, praktik skema Ponzi yang dilakukan oleh oknum biro travel, yang menawarkan paket umrah murah dengan jadwal perjalanan yang tidak pasti, semakin memperparah masalah ini. Sebagai langkah antisipatif, pemerintah membuat Program "Lima Pasti Umrah”. Hasil kajian diharapkan dapat meningkatkan literasi mengenai perlindungan bagi jemaah haji dan umrah di Indonesia dan memberikan rekomendasi program pencegahan penipuan bagi jemaah di masa mendatang.
Sharia Fintech and Gen Z: The Mediating Role of Perceived Usefulness Hakim, M. Arif; Supriyanto, Agus
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.22990

Abstract

This study investigates the mediating role of perceived usefulness in the adoption of Sharia fintech among Generation Z individuals in Java Island, Indonesia. A sample of 155 respondents, selected through purposive sampling, participated in the research. Data analysis was conducted using Structural Equation Modeling (SEM) with AMOS 25.0. The findings reveal that perceived usefulness successfully mediates the influence of subjective norms on behavioral intention. Furthermore, perceived usefulness fully mediates the impact of perceived ease of use on behavioral intention. These results underscore the importance of fintech managers gaining deeper insights and aligning service development with market needs. Sharia fintech companies should emphasize the benefits of technology use to enhance user interest in fintech adoption. Given Indonesia's predominantly Muslim population, ensuring user-friendly technology is crucial. This study contributes to the understanding of the factors driving the adoption of Sharia fintech and offers practical implications for fintech service providers.========================================================================================================ABSTRAK – Fintech Syariah dan Generasi Z: Peran Mediasi Perceived Usefulness. Penelitian ini mengkaji peran mediasi perceived usefulness dalam adopsi fintech syariah di kalangan Generasi Z di Pulau Jawa, Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner dari 155 responden yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan AMOS 25.0, menunjukkan bahwa perceived usefulness dapat memediasi pengaruh norma subjektif terhadap niat perilaku. Lebih lanjut, perceived usefulness memediasi secara penuh dampak persepsi kemudahan penggunaan terhadap niat perilaku. Hasil ini menujukkan pentingnya wawasan mendalam bagi pengelola fintech untuk dapat menyelaraskan pengembangan layanan dengan kebutuhan pasar. Perusahaan fintech syariah harus menekankan manfaat penggunaan teknologi yang user friendly untuk meningkatkan minat pengguna dalam adopsi fintech. Hal ini berkaitan dengan ajaran Islam yang dipercayai oleh mayoritas penduduk Indonesia. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman akan faktor-faktor yang mendorong adopsi fintech syariah dan menawarkan implikasi praktis bagi penyedia layanan fintech.
From Crisis to Stability: How Macroeconomics Shapes Islamic Banking and MSME Futures? Nasution, Akmal Huda; Fakhri, Ulumuddin Nurul
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.23049

Abstract

This study examines the impact of the COVID-19 pandemic on the nexus between macroeconomic conditions, Islamic banking performance, and MSME financing in Indonesia. Utilizing Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) and secondary data spanning January 2020 to June 2023, the research analyzes the direct effects of macroeconomic factors on both the financial performance of Islamic banks and the provision of financing to MSMEs.  The findings indicate a statistically significant positive relationship between macroeconomic stability and both Islamic banking financial performance and MSME financing. Conversely, the study reveals no statistically significant relationship between the financial performance of Islamic banks and the scale of MSME financing during the period. These results underscore the critical role of macroeconomic stability as a primary determinant of financial performance for both Islamic banks and MSMEs, particularly during periods of economic crisis.========================================================================================================ABSTRAK – Dari Krisis ke Stabilitas: Bagaimana Makroekonomi Membentuk Masa Depan Perbankan Syariah dan UMKM? Penelitian ini mengkaji dampak pandemi COVID-19 terhadap keterkaitan antara kondisi makroekonomi, kinerja perbankan syariah, dan pembiayaan UMKM di Indonesia. Menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dan data sekunder yang mencakup periode Januari 2020 - Juni 2023, penelitian ini menganalisis pengaruh langsung faktor-faktor makroekonomi terhadap kinerja keuangan bank syariah dan penyediaan pembiayaan kepada UMKM. Hasil penelitian mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan secara statistik antara stabilitas makroekonomi dengan kinerja keuangan perbankan syariah dan pembiayaan UMKM. Sebaliknya, studi ini tidak menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara kinerja keuangan perbankan syariah dengan skala pembiayaan UMKM periode tersebut. Temuan ini menekankan pentingnya stabilitas makroekonomi sebagai penentu utama kinerja keuangan, baik bagi bank syariah maupun UMKM, terutama dalam masa-masa krisis.
Indonesian Horizons in Islamic Finance: Navigating Risk, Innovation, and Social Impact Ibrahim, Azharsyah
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/share.v13i1.24266

Abstract

This edition of "Share: Journal of Islamic Economics and Finance" presents a diverse range of insightful research and findings exploring various aspects of Islamic economics and finance. The studies cover topics such as the innovative Micro Waqf Bank model in Aceh, determinants of risk in Indonesian Islamic banking, Ibn Khaldun's nuanced theory of economic development, the potential of Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) in revitalizing Islamic banking, financial performance evaluation of mining companies listed on the Jakarta Islamic Index, redefining Customer Relationship Management (CRM) for the digital age, the influence of Islamic marketing strategies on pre-loved clothing purchases, the nexus between Sharia governance and financial performance in Indonesian Islamic banks, mitigation strategies for Islamic financing risk, the impact of temporary shirkah funds on SME financing, a gravity model analysis of Indonesia's trade role within OIC economies, protection of Hajj and Umrah pilgrims from fraud, the role of fintech lending in expanding Sharia financial inclusion and human development, the mediating role of perceived usefulness in Sharia fintech adoption among Gen Z, the SDG-Islamic banking nexus in major OIC economies, the impact of macroeconomics on Islamic banking and MSME futures during the COVID-19 crisis, and the transition to Sharia-compliant finance in Aceh amidst miscommunication, misperceptions, and resistance. These studies employ various methodologies, including quantitative analysis, qualitative approaches, and mixed methods, to investigate the challenges, opportunities, and innovations within the field of Islamic economics and finance. The findings contribute to a deeper understanding of Islamic economic thought, sustainable development, risk management, financial inclusion, customer relationship management, and the role of Islamic finance in promoting economic growth and social welfare. The studies also offer practical implications and recommendations for policymakers, regulators, Islamic financial institutions, and researchers, paving the way for a more dynamic, inclusive, and sustainable Islamic financial landscape.
Front matters: Cover, editorial board, and contents Share, Editor
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Back matters: Author guidelines and back cover Share, Editor
Share: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 2 of 2 | Total Record : 20