cover
Contact Name
Tetti Seriati Situmorang
Contact Email
seriatitetti@gmail.com
Phone
+6281362184945
Journal Mail Official
lppm.stikesmitrahusada@gmail.com
Editorial Address
Jl Pintu Air IV Pasar 8 Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor. Provinsi Sumatera Utara. Kode Pos : 20142
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Excellent Midwifery Journal
ISSN : 26208237     EISSN : 26209829     DOI : https://doi.org/10.55541/emj.v4i2.175
Core Subject : Health,
Pregnancy Maternity Childbed Neonates, Infant, Under-fives and Pre-School Children Family Planning Reproduction Health Adolenscent Health Elderly Health Maternal Health Child Health Public Health
Articles 238 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DIABETES MELLITUS TERHADAP TERJADINYA LUKA DIABETIKUM DI RUMAH SAKIT UMUM MARTHA FRISKA PULO BRAYAN MEDAN TAHUN 2018 Mesrida Simarmata
Excellent Midwifery Journal Vol 1, No 2 (2018): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.286 KB) | DOI: 10.55541/emj.v1i2.45

Abstract

Berdasarkan hasil survey awal yang peneliti lakukan di Rumah Sakit Umum Martha Friska Pulo Brayan, jumlah pasien DM dari Januari s/d Desember Tahun 2017 mencatat mencapai 153 kasus, wawancara dari 8 pasien penderita diabetes mellitus menyimpulkan semuanya  tidak mengetahui terhadap terjadinya luka diabetikum, karena faktor pendidikan, pekerjaan, umur, dan sumber informasi. Penyakit Diabetes Mellitus berisiko 32 kali terjadi komplikasi ulkus diabetik. Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit yang ditandai dengan kenaikan kadar gula darah (hyperglycemia) kronik yang dapat menyerang banyak orang dari semua lapisan masyarakat. Kadar gula darah yang tinggi secara berkepanjangan pada penderita DM dapat menyebabkan berbagai macam komplikasi jika tidak mendapatkan penanganan dengan baik. Pada penderita DM banyak yang mengeluhkan terjadinya Luka Diabetik sehingga diabetes mellitus menjadi penyebab terjadinya amputasi kaki pada penderita DM. Tujuan penelitian ini untuk Untuk mengetahui “Tingkat Pengetahuan Pasien Diabetes Mellitus Terhadap Terjadinya Luka Diabetikum. Lokasi penelitian ini adalah Rumah Sakit Umum Martha Friska Pulo Brayan Tahun 2018. Penelitian ini bersifat Deskriptif dengan menggunakan kuesioner. Adapun sampel yang digunakan sebanyak 31 responden dengan cara mengambil sampel menggunakan rumus (acidental sampling) yakni sampel yang di dapatkan secara kebetulan ada saat dilakukan penelitian. Pengolahan data di lakukan dengan cara editing, coding, entry dan tabulating. Hasil di analisa dengan melihat presentase data yang telah terkumpul dan di sajikan dalam bentuk tabel dan di lanjutkan membahas hasil penelitian dengan menggunakan teori yang ada. Dari hasil penelitian Tingkat pengetahuan pasien Diabetes mellitus Terhadap Terjadinya Luka Diabetikum Di Rumah Sakit Umum  Martha Friska Pulo Brayan Medan Tahun 2018 di dapatkan hasil pengetahuan responden mayoritas berpengetahuan cukup yaitu sebanyak 16 responden (51,61%) dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 7 responden (22,58%) dan berpengetahuan kurang sebanyak 8 responden (25,80). Saran kepada Pasien untuk lebih banyak mencari informasi tentang Diabetes Mellitus dan penanganan yang akan di lakukan terhadap Diabetes Mellitus.
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PEMENUHAN GIZI ANAK USIA DINI DI POSYANDU WILAYAH PAGAR BERINGIN TAHUN 2021 Endang Junita Sinaga
Excellent Midwifery Journal Vol 4, No 2 (2021): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v4i2.183

Abstract

Gizi seimbang adalah keadaan yang menjamin tubuh memperoleh makanan, yang cukup mengandung semua zat gizi dalam jumlah yang dibutuhkan khususnya untuk Anak Usia Dini dan balita, gizi seimbang didapat dari protein 9,15%, karbohidrat 45,55%, dan lemak 35% (Waryana, 2010). WHO mengatakan Angka kematian balita menurun dari 97 pada tahun 1991 menjadi 1.000 kelahiran hidup (KH) pada tahun 2007, angka kematian Anak Usia Dini menurun dari 68 menjadi 34 per 1.000 KH pada periode yang sama, angka kematian noenatal menurun dari 32 menjadi 19 kematian per 1.000 KH, sementara target Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2015 adalah 32/1.000 KH untuk angka kematian balita dan 23 per 1.000 KH untuk angka kematian Anak Usia Dini. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan kuesioner, pengetahuan yang diajukan kepada responden, dimana sampel yang digunakan sebanyak 30 responden dan teknik pengambilan sample yang digunakan adalah purposive sampling yaitu didasarkan pada suatu pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti sendiri. Pengolahan data dilakukan secara, editing, coding, dan tabulating. Dari hasil penelitian terhadap 30 responden, bahwa pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi pada Anak Usia Dini mayoritas berpengetahuan kurang sebanyak 15 responden (50%), dan minoritas berpengetahuan baik sebanyak 1 responden (3,3%).
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG IMUNISASI DENGAN KEPATUHAN IBU MEMBAWA BALITA IMUNISASI DI DUSUN V KECAMATAN TANAH JAWA KABUPATEN SIMALUNGUN Oktafiana Manurung
Excellent Midwifery Journal Vol 5, No 1 (2022): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v5i1.184

Abstract

Background : Immunization is a government program that is required for all children under five, especially basic immunization that aims to improve the National health degree. Providing immunization injections to babies on time is a very important factor for infant health.Goals : This study aims to determine the level of knowledge, compliance, and the relationship between knowledge with maternal obedience to bring toddlers immunization.Methods : The research design used in this research is descriptive correlation by using total sampling in sampling. The number of samples in this study were 40 respondents. The measuring tool used is questionnaire and medical record of subdistrict health center of Tanah Jawa Data analysis techniques used are Chi square, presentation of data in the form of tables and diagrams.Result : The results showed that 45% of respondents had less knowledge and did not adhere to the implementation of immunization 88.9%. Based on Chi square test results showed that there is a statistically significant relationship between knowledge and obedience of mothers to immunization with p value 0.004 <0.05.Conclution : From the research results can be concluded that the lower the mother's knowledge of immunization then the number of non-compliance to immunization will increase. It is recommended to the local health officials to improve health education on the importance of immunization for infants. Keywords: Knowledge, Compliance and Immunization
PERILAKU BIDAN DALAM PENATALAKSANAAN PENCEGAHAN INFEKSI TERHADAP KEJADIAN INFEKSI PADA PERTOLONGAN PERSALINAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS NATAM KUTACANE Ridha Maharani
Excellent Midwifery Journal Vol 5, No 1 (2022): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v5i1.185

Abstract

Salah satu indikator derajat kesehatan suatu negara adalah angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Menurut data WHO (World Health Organization) tahun 2019 bahwa setiap hari terdapat 830 kasus ibu hamil dan ibu bersalin meninggal dunia yang diakibatkan oleh komplikasi. Kematian ibu disebabkan oleh Perdarahan, Tekanan darah tinggi saat hamil (eklampsia), dan infeksi, Persalinan macet dan keguguran. Cara untuk menurunkan angka kematian dengan cara melaksanakan Pencegahan Infeksi (PI). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Aceh kasus infeksi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sebesar 70-73%, yang artinya bahwa standar penanganan kasus infeksi yang dilakukan oleh tenaga kesehatan kompeten (Bidan) pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang memengaruhi perilaku Bidan dalam penatalaksanaan pencegahan infeksi terhadap kejadian infeksi pada pertolongan persalinan di wilayah kerja puskesmas natam. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survey analitik dengan desain crosssectional. Jumlah populasi sebesar 84. Teknik pengambilan sampel scara purposive sampling dengan total sampel 42 orang. Analisa Data dilakukan secara Univariat, Bivariat dan Multivariat. Untuk Analisis Bivariat menggunakan Uji statistik Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh antara variabel pengetahuan (a=0.015), sikap (a=0.013) dan tindakan (a=0.012) terhadap kejadian infeksi pada pertolongan persalinan dengan nilai sig a <0.05. Disarankan kepada petugas kesehatan khususnya bidan untuk lebih memperhatikan tindakan saat menolong persalinan dan juga menjalankan tindakan pertolongan persalinan sesuai dengan APN.Kata kunci              : Pengetahuan, sikap, tindakan, Perilaku Bidan, kejadian infeksi persalinan
BEBERAPA FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RUMAH SAKIT UMUM BANGKATAN KOTA BINJAI TAHUN 2018 Arsy Ayu
Excellent Midwifery Journal Vol 5, No 1 (2022): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v5i1.186

Abstract

Budaya Keselamatan pasien merupakan hal yang mendasar di dalam pelaksanaan keselamatan di rumah sakit. Upaya dalam pelaksanaan keselamatan pasien diawali dengan penerapan budaya keselamatan pasien, hal tersebut dikarenakan berfokus pada budaya keselamatan akan menghasilkan penerapan keselamatan pasien yang lebih baik. Terdapat beberapa faktor yang berkontribusi dalam perkembangan budaya keselamatan pasien yaitu peran kepemimpinan, penyusunan staf, pelaporan insiden dan komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beberapa faktor yang berhubungan dengan budaya keselamatan pasien di RSU Bangkatan Kota Binjai. Jenis penelitian ini penelitian kuantitatif dengan menggunakan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh perawat ruangan di RSU Bangkatan Kota Binjai berjumlah 111 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan kepada responden. Analisis data menggunakan uji Spearman rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan peran kepemimpinan dengan budaya keselamatan  (p= 0,001 ;r = 0,720), ada hubungan pelaporan insiden dengan budaya keselamatan pasien (p= 0,001;r = 0,783), ada hubungan penyusunan staf dengan budaya keselamatan pasien (p= 0,001;r = 0,699), ada hubungan komunikasi dengan budaya keselamatan pasien (p= 0,001;r = 0,644). %). Saran dalam penelitian ini adalah bagi rumah sakit diharapkan meningkatkan pengawasan serta evaluasi berkelanjutan terkait keselamatan pasien untuk menerapkan budaya keselamatan pasien sesuai dengan standar KARS, serta melakukan program khusus seperti pemberian reward pada kegiatan wajib lapor isu keselamatan.Kata Kunci : Budaya Keselamatan Pasien, Peran Kepemimpinan, Pelaporan Pasien, Penyusunan Staf,Komunikasi
PERSEPSI PENGGUNA SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN PASIEN RAWAT JALAN DI RSU BANGAKATAN BINJAI Asep Hendra
Excellent Midwifery Journal Vol 5, No 1 (2022): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v5i1.188

Abstract

Sistem informasi manajemen rumah sakit khususnya di bagian pendaftaran yang ada di rumah sakit di Indonesia masih menggunakan sistem manual, meskipun sebagian rumah sakit juga sudah ada komputer di bagian pendaftaran tapi penggunaannya kurang maksimal, untuk mempermudah semua kegiatan di bagian pendaftaran, salah satu solusi didalam melaksanakan kegiatan manajemen informasi di rumah sakit, yaitu dengan memaksimalkan penggunaan sistem informasi pendaftaran dengan membuat atau memiliki software yang lebih lengkap isinya, termasuk di dalamnya sistem informasi di bagian pendaftaran rawat jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatahui persepsi pengguna sistem informasi pendaftaran pasien rawat jalan di Rumah Sakit Bangkatan Binjai dengan menggunakan metode PIECES yang terdiri dari : Performance, Information, Economy, Control, Eficiency, dan Service. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan persepsi pengguna berdasarkan aspek performance di RSU Bangkatan Binjai masih diakatakan lambat dalam pelaksanaannya, terkendala oleh proses pencatatan psien baru masih mengguanakan manual sehingga kinerja (performance) sistem informasi registrasi pasien terganggu dan memakan waktu yang lama, berdasarkan aspek information di RSU Bangkatan Binjai secara umum belum berjalan dengan baik, karena pengguna mengalami kesulitan untuk mengakses data pasien lama sering megalami eror, berdasarkan aspek econimic di RSU Bangkatan Binjai masih terkesan boros karena data pasien masih disimpan secara konvensional dan pihak rumah sakit harus menyediakan tempat untuk menyimpan arsip-arsip yang menumpuk serta biaya perawatan sistem bila ada yang rusak (teknis/non teknis), berdasarkan aspek control & security di RSU Bangkatan Binjai sistem masih aman dan terkendali baik dalam pengaksesan sistem maupun internal, karena password tidak bisa diberikan kepada pegawai siapapun, berdasarkan aspek efficiency di RSU Bangkatan Binjai sistem ini belum terintegrasi dengan baik, belum bisa dikatakan efisien waktu serta biaya serta bahan material untuk perekaman data manual pasien karena masih terkendala sarana dan prasarana yang ada kurang memadai, berdasarkan aspek service di RSU Bangkatan Binjai  memberikan pelayanan yang mudah di mengerti oleh penggunanya.Kata Kunci : Sistem Informasi, Pendaftaran, Rawat Jalan, PIECES
HAMBATAN DAN TANTANGAN PENDIDIKAN KEBIDANAN DI ERA PANDEMI COVID-19 Rina Puspita
Excellent Midwifery Journal Vol 5, No 1 (2022): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v5i1.202

Abstract

Seperti halnya semua sektor pendidikan, pendidikan  kebidanan sangat terpengaruh oleh aturan lockdown yang diberlakukan oleh pemerintah. Terlepas dari pandemi COVID-19, semua mahasiswa  kebidanan diharapkan untuk memperoleh kompetensi kebidanan profesional, Sekolah dihadapkan pada dilema bagaimana memastikan bahwa mahasiswa kebidanan mereka mendapatkan pengalaman klinis perawatan pasien yang diperlukan untuk memenuhi syarat sebagai bidan. Di era digitalisasi ini pengajaran mereka melalui platform online menjadi satu-satunya pilihan kuliah dari rumah. Bagi beberapa dosen, ini merupakan tantangan besar, sementara  bagi dosen yang lain yang sudah terpapar digitalisasi dapat menggunakan platform online media pembelajaran dengan mudah, dengan demikian, perubahan yang disebabkan oleh COVID-19 berdampak pada digitalisasi pendidikan kebidanan. Sementara perkembangan positif pada pembelajaran jarak jauh dapat dicapai,  Pengajaran keterampilan kebidanan khusus pada masa new normal tetap menjadi tantangan yang jelas. Universitas-universitas mulai dibuka kembali di seluruh dunia dan pertanyaan penting yang muncul adalah bagaimana memberikan pendidikan kebidanan dengan terus menjaga jarak. Kebutuhan akan alat pelindung diri untuk staf dan mahasiswa kebidanan karena harus terus  menjaga jarak selama praktik kebidanan. Enam juta pekerjaan keperawatan baru dibutuhkan di seluruh dunia pada tahun 2030. Pandemi COVID-19 telah mengancam ketersedian tenaga bidan dan perawat.  Banyak dari tantangan ini masih ada di depan kita. Namun, meskipun pandemi, seperti biasa, pendidik kebidanan akan melakukan yang terbaik untuk menjamin bahwa kompetensi yang dibutuhkan dan keterampilan yang diperoleh akan dicapai pada tingkat yang sama seperti sebelumnya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PEMILIHAN KB SUNTIK 3 BULAN DI KLINIK PRATAMA NIRMALA SAPNI KECAMATAN MEDAN PERJUANGAN KOTA MEDAN TAHUN 2020 Asnita Sinaga
Excellent Midwifery Journal Vol 4, No 1 (2021): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v4i1.206

Abstract

Latar Belakang: Indonesia termasuk negara dengan jumlah penduduk yang tinggi. Indonesia merupakan negara keempat dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Program Keluarga Berencana adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan, pengaturan kelahiran, pembinaan ketahanan keluarga, peningkatan kesejahteraan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera. Peserta KB di Indonesia pada tahun 2018 masih mengandalkan kontrasepsi hormonal dengan persentase tertinggi yaitu KB suntik (63,71%).Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 60 orang responden diambil dengan tekhnik random sampling. Pengumpulan data primer diperoleh langsung dari responden melalui teknik kuesioner dan data sekunder diperoleh dari data pelayanan KIA di Klinik Pratama Nirmala Sapni. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan persentase dan bivariat dengan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian, pengetahuan yang baik ada 38,33%, sikap yang tertinggi yaitu setuju 26,66%. Analisis bivariat menyimpulkan ada hubungan pengetahuan dengan pemilihan KB suntik 3 bulan di Klinik Pratama Nirmala Sapni Tahun 2020 (p-Value=0,048) dan tidak ada hubungan sikap dengan pemilihan KB suntik 3 bulan di  Klinik Pratama Nirmala Sapni Tahun 2020 (p-Value=0,064).Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan dengan pemilihan KB suntik 3 bulan, tidak ada hubungan sikap dengan pemilihan KB suntik 3 bulan. Hal ini berarti responden dengan pengetahuan yang baik mengenai kontrasepsi suntik cenderung lebih memilih menggunakan kontrasepsi suntik sehingga bisa dikatakan bahwa pengetahuan dapat mempengaruhi seseorang dalam memilih metode kontrasepsi suntik. Dan responden dengan sikap baik maupun kurang baik lebih banyak menggunakan kontrasepsi suntik dibandingkan dengan kontrasepsi lainnya. Kata kunci : Pengetahuan, Sikap, Kontrasepsi Suntik 3 Bulan. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELENGKAPAN IMUNISASI LANJUTAN PADA ANAK BAWAH TIGATAHUN DI POSYANDU MAWAR KECAMATAN MEDANG DERAS KABUPATEN BATUBARA TAHUN 2021 Imran Surbakti
Excellent Midwifery Journal Vol 5, No 1 (2022): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v5i1.200

Abstract

Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga bila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Pemberian imunisasi dapat mencegah sekitar 2-3 juta kematian setiap tahunnya. Imunisasi lanjutan masuk ke dalam program imunisasi rutin dengan memberikan 1dosis DPT-HB-HIB (4) dan campak/MR (2) kepada anak usia 18-24 bulan.Indonesia memiliki target imunisasi lanjutan Baduta sebesar 70% pada tahun 2019, sedangkan cakupan imunisasi pada tahun 2019 hanya mencapai angka 64 %. Jenis penelitian bersifat adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh anak bawah tiga tahun di Posyandu Mawar  Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara Tahun 2021 sebanyak 79 orang. Teknik analisis data menggunakan uji statistik chi square. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah ada pengaruh faktor Pendidikan (p value = 0,000), pekerjaan (p value = 0,000),  pengetahuan (p value = 0,001), dan  dukungan keluarga (p value = 0,000), terhadap Kelengkapan Imunisasi Lanjutan Pada Anak Bawah Tiga Tahun Di Posyandu Mawar  Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara Tahun 2021.Ada pengaruh faktor Pendidikan, pekerjaan, pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap Kelengkapan Imunisasi Lanjutan Pada Anak Bawah Tiga Tahun Di Posyandu Mawar  Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batubara Tahun 2021. Saran Bagi petugas kesehatan khususnya bidan  untuk senantiasa memberikan informasi bagi masyarakat, khususnya ibu yang memiliki anak bawah tiga tahun mengenai pentingnya imunisasi lanjutan. Kata kunci : Faktor, Kelengkapan Imunisasi Lanjutan, Anak Bawah Tiga Tahun
DETERMINAN DENGAN TERJADINYA SISA MAKANAN PADA PASIEN RAWAT INAP KELAS 3 PENYAKIT DALAM RUMAH DAKIT HAJI MEDAN TAHUN 2019 Adi Suhendra
Excellent Midwifery Journal Vol 5, No 1 (2022): EDISI APRIL
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v5i1.182

Abstract

Sisa makanan merupakan indikator keberhasilan pelayanan gizi di Rumah Sakit yang disesuaikan dengan keadaan pasien dan berdasarkan keadaan klinis, status gizi dan status metabolisme tubuhnya. Keadaan gizi sangat berpengaruh pada proses penyembuhan penyakit, sebaliknya proses perjalanan penyakit dapat berpengaruh terhadap keadaan gizi pasien. Sering terjadi kondisi pasien semakin buruk karena tidak diperhatikan keadaan gizinya. Untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan terjadinya sisa makanan pada pasien ruangan rawat inap kelas 3 penyakit dalam RSU Haji Medan tahun 2019.. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian sebanyak 71 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini didapatkan hubungan yang bermakna antara rasa makanan (p=0,008), kebiasaan makan (p=0,002), kebersihan makanan (p=0,001), dan makanan dari luar rumah sakit (p=0,001) dengan sisa makanan pada pasien rawat inap kelas 3  penyakit dalam Rumah Sakit Umum Haji Medan. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa dari empat variabel yang diteliti, terdapat satu variabel yang paling dominan mempengaruhi terjadinya sisa makanan yaitu makanan dari luar rumah sakit. Kata Kunci: Determinan, Hubungan, Sisa Makanan.