cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Pemanfaatan Limbah Ampas Tahu Ukm Al Amin di Kabupaten Karanganyar sebagai Bahan Baku Pembuatan Keripik Simulasi D Ishartani, WD Bagasta, LU Khasanah, NHR Parnanto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.278 KB)

Abstract

Proses pembuatan tahu akan menghasilkan limbah ampas tahu yang sifatnya mudah rusak sehingga akan menimbulkan bau yang tidak sedap serta mencemari lingkungan jika tidak ditangani dengan baik. Permasalahan serupa juga dihadapi oleh UKM Al Amin di Karanganyar yang setiap harinya menghasilkan hampir 0.5 ton ampas tahu tetapi penanganannya belum maksimal. Salah satu alternatif penanganan ampas tahu adalah dengan mengolahnya menjadi keripik simulasi karena ampas tahu masih mengandung sejumlah protein. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menetukan formula keripik simulasi yang paling disukai panelis, mengukur kandungan proksimat dan asam lemak bebasnya, mendesain kemasan, serta menganalisis kelayakan ekonomi usaha produksi keripik simulasi berbahan baku ampas tahu. Hasil uji kesukaan menunjukkan formula keripik simulasi yang paling disukai panelis adalah formula dengan perbandingan ampas tahu dan tepung tapioka sebesar 1:2. Kandungan proksimat keripik simulasi formula terbaik adalah air2,81 %, abu 2,43 %, lemak 14,46 %, protein 4,47 %, karbohidrat 75,67 %, dan asam lemak bebas 0,16 %. Kemasan keripik simulasi yang digunakan adalah kemasan plastic bening berbahan polypropilene, berbentuk standing pouch, desain penutup resealable, dan dilengkapi dengan stiker label yang berisi keterangan sesuai peraturan yang berlaku. Hasil perhitungan analisis ekonomi berdasarkan HPP, BEP, ROI, NPV, B/C ratio, dan IRR, diketahui usaha produksi keripik simulasi berbahan baku ampas tahu ini menguntungkan dan layak untuk dijalankan.
Peningkatan Produktivitas Kelompok Wanita Tani Desa Wunut, Kabupaten Klaten melalui Pelatihan Pembuatan Bakso Ikan Lele (Clarias SP.) Ardhea Mustika Sari, Danar Praseptiangga, M. Zukhrufuz Zaman
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (839.079 KB)

Abstract

Desa Wunut Kecamatan Tulung Kabupaten Klaten memiliki potensi budidaya ikan air tawar yang bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakatnya. Produksi ikan di Wunut rata-rata mencapai 60 ton per bulan yang terdiri dari Lele dan Nila. Dibandingkan dengan ikan Nila, Ikan Lele memiliki nilai ekonomis yang lebih rendah sehingga pengolahan ikan Lele menjadi produk olahan seperti bakso ikan Lele diharapkandapat meningkatan nilai ekonomisnya. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Wunut, dua kelompok wanita tani yaitu Kelompok Wanita Tani Dahlia dan Kelompok Wanita Tani Melati yang memiliki anggota masing-masing 25 orang dilatih untuk mengolah ikan Lele menjadi produk yang bernilai lebih untuk mendukung program desa minawisata yang akan dicanangkan. Pelatihan pembuatan produk bakso ikan lele dilakukan untuk memberi keterampilan pascapanen terhadap kelompok wanita tani di Desa Wunut. Karakteristik ikan Lele yang digunakan untuk produk olahan bakso adalah ikan Lele yang memiliki fisik lebih besar (rata-rata 8 ekor untuk setiap 1 Kg) karena harga jual yang lebih murah. Pelatihan yang diikuti dua kelompok wanita tani ini melibatkan dosen dan beberapa mahasiswa. Peserta antusias mengikuti pelatihan tersebut dan berhasil membuat bakso dengan tekstur yang baik sehingga produk bakso ini layak untuk diproduksi dan dipasarkan.
Grey Water dan Air Banjir Layak Pakai sebagai Upaya Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Hardo Wahyudi, Nurleila Jum’ati, Fitroh Abdul Khanif, Ihwan Andrianto, Miranda Dwi Pramitha, Nur Ain
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.164 KB)

Abstract

Kekeringan di sejumlah desa atau kecamatan di wilayah Kabupaten Gresik terus meluas. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik memetakan 39 desa di tujuh kecamatan yang terserang efek kekeringan akibat kemarau panjang. Desa Bulang Kulon merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik. Desa tersebut merupakan desa terapung banjir karena desa sekitar yang mengelilinggi desa tersebut terdampak banjir musiman dari aliran sungai Lamong sehingga daerah tersebut merupakan daerah terisolasi. Disis lain pada saat musim kemarau desa tersebut mengalami kesulitan air bersih, sedangkan limbah air rumah tangga (grey water) masyarakat Desa Bulang Kulon belum terkelola dengan baik. Hal tersebut terjadi karena pada saat musim kemarau masyarakat membuang secara percuma limbah air rumah tangga dengan membuat aliran pembuangan disekitar rumah sehingga menimbulkan genangan-genangan air. Melalui pemberdayan yang dilakukan pendampingan yang bertujuan untuk menangani permasalah pencemaran lingkungan, kelangkaan air bersih dan mengolah air banjir menjadi bermanfaat bagi warga. Solusi tersebut diharapkan mampu mengimbangi kebutuhan yang ada di desa tersebut khususnya untuk air, baik pada masyarakat dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam pemberdayaan ini adalah FGD (Focus Group Discussion), sosialisasi, praktek, dan membentuk komunitas. Hasil yang diukur berdasarkan indikator tingkat pegetahuan, sikap dan tindakan yang dilakukan sebelum (pretest) dan sesudah (post test) prosentase peningkatan sebesar 33%. Hasil pembahasan data menunjukkan bahwa program pengabdian yang diaplikasikan di Desa Bulang Kulon Kecamatan Benjeng Kabupaten Gresik cukup efektif dalam mencapai tujuan.
Pemberdayaan Industri Kreatif Kerajinan Kulit Kerang dan Mutiara yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan untuk Menunjang Pariwisata di Lombok - NTB I Wayan Joniarta, Made Wijana, I.G.A.K Chatur Adhi W.A.
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.873 KB)

Abstract

Industri Kreatif kerajinan kulit kerang dan mutiara di kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat yang memanfaatkan limbah berupa kulit kerang kombinsai mutiara dan perak. Mitra kerja dalam program ini yaitu 2 industri kecil (YANTO dan LAMOPS). Dalam proses produksinya, kulit kerang akan di kupas / diampelas, dipotong, diukir dan dipoles sehingga akan dihasilkan produk berupa liontin, anting, gelang, plakat, asbak,tusuk konde dan sebagainya. Permasalahan dalam produksi yang dihadapi oleh industri kecil yaitu masalah pengampelasan dan pemotongan yang menimbulkan polusi debu. Tujuan kegiatan ini yaitu mengatasi pencemaran debu kulit kerang dari proses produksi sehingga karyawan merasa lebih nyaman dan produktifitasnya lebih meningkat. Dari proses produksi, debu kulit kerang yang mencapai 40 % dari berat 1 lempeng kulit kerang yang berbobot rata-rata 250 gram. Metode yang dilakukan yaitu dengan mendesain mesin dan sistem penyedot debu dimana dalam sistem itu ada alat penampung debu yang dilengkapi dengan dengan filter udara, slang penghubung fleksibel, dan corong penangkap debu menampung debu dari dua unit mesin produksi yaitu mesin amplas dan mesin potong..Hasil yang didapat setelah aplikasi mesin penyedotdebu yaitu pencemaran akibat debu berkurang sebanyak 85 % artinya bahwa debu-debu terbang yang sebelumnya mencemari lingkungan sekitar dan tempat kerja sudah berkurang. Dampak lainnya juga membuat kondisi tempat kerja menjadi lebih bersih dan lebih nyaman,mampu meningkatkan produktifitas pekerja sehingga omzet usaha akan meningkat dan pendapatan pekerja lebih meningkat. Debu kulit kerangyang masih murni juga berkhasiat sebagai bahan untuk lulur di salon-salon kecantikan untuk menghaluskan kulit dengan kandungan kalsium cukup tinggi sekitar 60%.
CSR untuk Pembangunan Pendidikan Berkelanjutan: Studi Kasus Solar Schools (Sekolah Energi Surya) dI SMK Prakarya Internasional Bandung Janti Gunawan, Agnes Tuti Rumiati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.611 KB)

Abstract

Banyak negara berkembang menghadapi permasalahan seperti terbatasnya infrastruktur, kesempatan pendidikan, dan ketidaksetaraan diantara masyarakat. Sebagai negara kepulauan seperti Indonesia, dengan lebih dari 6.000 pulau berpenghuni, tantangan negara adalah menyediakan kebutuhan dasar, yang meliputi infrastruktur dan pendidikan yang merata dan berkelanjutan bagi masyarakat. Bermitra antara pemerintah danperusahaan memungkinkan untuk tercapainya tujuan ini, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Bagi perusahaan di bidang energi terbarukan, Indonesia menawarkan pasar yang menarik dengan sumber energi terbarukan yang berlimpah seperti energi matahari, air dan angin, serta jumlah penduduk yang besar. Namun, potensi pasar ini sering berada di daerah terpencil dan terbelakang, dengan infrastrukturyang sangat terbatas dan biaya logistic yang mahal, serta kemampuan ekonomi masyarakat yang masih minim. Pengembang energi terbarukan melihat hal ini sebagai proyek dengan risiko dan potensi ekonomi yang tinggi. Salah satu langkah yang bisa dilakukan oleh perusahaan untuk mengurangi resiko adalah dengan melakukan kegiatan CSR di bidang edukasi energi terbarukan. Paper ini mempresentasikan contoh CSR dibidang edukasi energi terbarukan di Selandia Baru yang diadopsi di Indonesia, di SMK Prakarya Internasional Bandung. Masih perlu upaya bersama untuk mendukung pendidikan, infrastruktur dan kesenjangan di Indonesia, dan CSR di bidang energi terbarukan merupakan alternative yang membutuhkan kemitraan strategis antara pemerintah dan swasta dan sekolah, maupun antar swasta dan sekolah.
Pembuatan Pupuk Kompos Berbahan Feses Kambing menggunakan Bantuan Effective Microorganism (EM4), Kegiatan Abdimas di Desa Tegal Hurip Pratomo, Budi Prasetyo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.693 KB)

Abstract

Kelompok tani “Sumber Rejeki” merupakan kelompok peternak kambing yang dibentuk oleh FMIPA Universitas Terbuka pada kegiatan program Bantuan Sosial. Lokasi kelompok tani Sumber Rejeki berada di Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Selama ini, sebagian limbah kotoran kambing atau feses kambing yang dikelola oleh kelompok tani tersebut dibuang begitu saja namun ada pula yang dimanfaatkan untuk pupuk tanpa melalui proses pengolahan. Tujuan Program PKM ini adalah memanfaatkan limbah feses kambing untuk dibuat menjadi pupuk kompos yang berkualitas tinggi. Target khusus program ini adalah warga peternak kambing memperoleh keterampilan membuat pupuk kompos yang berkualitas dengan waktu relatif singkat dan mendapatkan tambahan penghasilan. Pembuatan pupuk kompos berbahan dasar kotoran kambing dilakukan dengan menggunakan biostimulan EM4. Kandungan EM4 yang terdiri dari berbagai mikroorganisme mampu mempercepat proses pengomposan sehingga dapat memangkas waktu lebih cepat bila dibandingkan dengan waktu pengomposan secara konvensional. Produk pupuk tersebut dapat dijual untuk menambah penghasilan peternak dan sebagian lagi digunakan untuk keperluan pertanian warga.Hasil dipanen dua bulan setelah pemrosesan kompos, dipanen setiap seminggu, sehingga dalam satu bulan diperoleh 4 kali panen. Hasil akhir pembuatan pupuk kompos berbentuk kemasan kantung-kantung plastik transparan dengan berat 2 kg yang diberi merek “Pupuk Ampuh Sumber Rejeki”. Hasil awal adalah 100 kantung, dijual dengan harga Rp 12.000.- perkantung. yang berarti diperoleh pendapatan 4 X Rp 1.200.000 = Rp. 4.800.000.
Roti Natural (Produk Roti Daun Singkong Varian Rasa) Nurbaya Busthanul, Tamzil Ibrahim, Nirwan, Nur Pratami, Juztika Andriani Farid, Andi Nur Fajri S
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.795 KB)

Abstract

Singkong (Manihot utilissima L.) merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino methionina. Daun singkong dapat dibuat menjadi berbagai olahan varian. Dengan berbekal pengetahuan dan kreativitas, mahasiswa terinspirasi untuk membuat sebuah unit usaha yang diberi nama “CV. Utilisima”. Melalui dukungan dosen pembimbing diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam sebuah Program Mahasiswa Wirausaha (PMW-Unhas) dan usaha ini diharapkan tumbuh dan berkembang. Persoalannya, bagaimana seorang mahasiswa mengasah bakat dan minat sebagai wirausaha, memahami dan memanfaatkan peluang pasar produk tersebut. Tujuan pengembangan CV. Utilisima adalah : (1) memberikan pelatihan dalam optimalisasi bakat dan minat bisnis anggotanya ; (2) memperkenalkan berbagai manfaat daun singkong dan produk lainnya; (3) membuka lapangan pekerjaaan baru dan menciptakan kinerja usaha mitra dalam usaha produksi roti natural. Cara pelaksanaan meliputi : (1) mengungkapkan kemampuan sumberdaya manusia terutama pada pendiri dan pelaku usaha; (2) menyampaikan materi informasi melalui media sosial tentang hal-hal yang berkaitan dengan daun singkong dan roti natural; (3) mengungkapkan perkembangan produksi dan faktor-faktor potensi pendukung bagi peningkatan produksi dan perbaikan kualitas produk roti natural CV. Utilisima. Hasil pendampingan menunjukkan bahwa, (1) Sumberdaya manusia dari ke empatnya (pendiri CV.Utilisima), memiliki potensi yang layak dan motivasi yang kuat dalam menjalankan usaha bisnis tersebut, walaupun mereka masih berstatus mahasiswa; (2) Produk berbasis daun singkong dapat berfungsi sebagai ajang pengenalan produk dan dapat disalurkan melalui berbagai media sosial sehingga sangat penting sebagai informasi bagi masyarakat;(3) Usaha bisnis ini mulai mengalami pertumbuhan dan dikenal oleh masyarakat. Karateristik daun singkong sebagai salah satu bahan dasar dalam pembuatan roti natural berbasis B2AS (Bergizi, Beragam, Aman dan Seimbang). Dapat disimpulkan bahwa memproduksi roti naturalberbahan dasar daun singkong sangat potensil untuk dikembangkan baik jumlah maupun varian produknya melalui pendiri CV.Utillisima sekaligus mengintegrasikan antara usaha bisnis yg dijalankan dengan dosen pembimbing maupun PKM-CSR.
Pelatihan Pengembangan Desain Produk Sulaman Daerah untuk Peningkatan Daya Saing di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat Ezizwita, Tri Sukma
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.429 KB)

Abstract

Sulaman daerah atau yang dikenal dengan Sulaman anak nagari di kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat dikenal juga dengan Sulaman bayangan. Sulaman ini merupakan kerajinan tradisional dari Kabupaten Pesisir Selatan yang sudah mulai terkenal sampai ke luar negeri. Karena keunikannya, sulaman bayangan sudah mendapat gelar juara pertama se-ASEAN pada tahun 2009 dan penghargaan dari UNESCO pada tahun 2010. Sulaman bayangan ini sudah menjadi produk andalan Kabupaten Pesisir Selatan sehingga penting sekali memberikan perhatian kepada usaha kerajinan ini agar dapat lebih berkembang. Seiring dengan dijadikannya Kabupaten Pesisir Selatan sebagai salah satu tujuan wisata primadona di Sumatera Barat, maka para pelaku usaha diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu UMKM sulaman daerah mengembangkan usahanya dengan lebih baik dengan cara melakukan pengembangan desain untuk menghasilkan produk yang lebih kreatif dengan nilai seni yang lebih tinggi. Dengan demikian diharapkan produk sulaman daerah ini semakin diminati oleh masyarakat luas. Untuk itu, metode yang ditempuh adalah dengan memberikan pelatihan desain kepada para pengrajin sulaman daerah tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan desain dan kreatifitaspengrajin sulaman daerah sehingga mereka mampu menghasilkan produk yang lebih kreatif dan artistik. Dengan pengembangan desain ini, sulaman daerah akan mempunyai daya saing yang lebih tinggi dibanding produk sulaman lainnya. Semua hal yang dilakukan ini diharapkan akan memberi pengaruh positif kepada pendapatan dan ekonomi para pengrajin khususnya, serta daerah Kabupaten Pesisir Selatan pada umumnya.
Pendampingan Kelompok Binaan Desa Sungai Rukam dalam Menghasilkan Bioetanol dari Tanaman Nipah Sutoyo, Arif Marsal
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.13 KB)

Abstract

Salah satu potensi yang dimiliki oleh Negara Indonesia adalah memiliki kawasan tanaman Nipah terluas dan salah satunya terdapat di Provinsi Riau. Keberadaan tanaman Nipah di Provinsi Riau terdapat pada Kabupaten Indragiri Hilir. Lokasi Tanaman Nipah dapat ditemukan disalah satu Kecamatan yaitu Kecamatan Enok tepatnya di Desa Sungai Rukam. Kurangnya pemanfaatan tanaman ini dan bahkan dianggapsebagai tanaman parasit disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengolah potensi tanaman nipah. Untuk itu diperlukan kegiatan dalam peningkatan pengetahuan masyarakat berupa kegiatan pengabdian dalam mengolah tanaman Nipah menjadi bahan yang berpotensi yaitu sebagai bahan dalam pembuatan Bioetanol.Pada kegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan lanjutan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya Desa Sungai Rukam dalam menghasilkan Bioetanol dari Tanaman Nipah dengan kegiatan pendampingan menggunkan metode pelatihan dengan membentuk kelompok binaan. Hasil pengabdian telah menunjukkan indicator keberhasilan kegiatan pengabdian dengan telah terbentuknya kelompok binaan yang bernama kampung bioetanol dan tercapainya tingkat realisasi kegiatan berupapelatihan dalam meningkatkan pengetahuan kelompok binaan yang diproleh berdasarkan pengolahan data instrument pengabdian.
Pelatihan Pembuatan Olahan Pangan Asal Ternak sebagai Diversifikasi Usaha Kue Tradisional Ibu- Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Sambung Jawa, Makassar Wahniyathi Hatta, Farida Nur Yuliati, Endah Murphi Ningrum, Ikrar Muhammad Saleh
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.087 KB)

Abstract

Sambung Jawa merupakan salah satu kelurahan yang termasuk dalam wilayah kecamatan Mamajang, kotamadya Makassar. Permasalahan yang dihadapi kota makassar sebagaimana halnya dengan kota besar lainnya di Indonesia adalah kemiskinan dan tingkat kesejahteraan yang belum merata. Aktivitas ibu-ibu rumah tangga di wilayah ini umumnya sebatas mengurus rumah tangga, sehingga perekonomian keluarga bergantung pada suami yang bekerja sebagai buruh harian. Beberapa diantara mereka yang menjadi mitra pengabdian telah membuka usaha kue tradisional skala kecil, sedangkan sebagian lainnya belum memiliki usaha. Permasalahan yang terobservasi di lapangan, antara lain: kualitas produk mitra rendah, masa simpan singkat, jangkuan konsumen menengah ke bawah, motivasi kewirausahaan rendah, dan pengelolaan usahamitra yang masih tradisional. Solusi yang ditawarkan adalah peningkatan pengetahuan mitra tentang pengolahan dan kewirausahaan pangan melalui penyuluhan, peningkatan keterampilan pengolahan pangan asal ternak melalui pelatihan, peningkatan keterampilan dan motivasi mitra melalui pendampingan, dan monitoring evaluasi untuk melihat keberhasilan program. Pengenalan dan pelatihan pengolahan pangan asalhewan dimaksudkan untuk meningkatkan jangkauan pemasaran produk mitra. Hasil evaluasi dan monitoring menunjukkan kepuasan dan ketertarikan mitra terhadap materi yang diberikan dalam kegiatan penyuluhan dan berkeinginan kuat untuk menjadikan produk sosis ayam dan susu fermentasi Frobumilk yang didemonstrasikan dalam pelatihan pembuatan produk sebagai bagian dari usaha mereka.

Page 16 of 138 | Total Record : 1378