cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Diversifikasi Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kopi untuk Produk yang Bernilai Ekonomis Tinggi di Kabupaten Lombok Utara Bambang Supeno, Erwan, Ni Md Laksmi Ernawati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.687 KB)

Abstract

Program ini bertujuan untuk memberikan introduksi teknik pengolahan limbah kulit buah kopi menjadi produk unggulan yang bernilai ekonomis tinggi. Kegiatan telah dilaksanakan di tiga Desa, yaitu Sambik Bangkol, Genggelang dan Rempek Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan dilakukan pada bulan September hingga Desember 2017 dengan metode kaji terap. Hasil kegiatan ini nampak seperti berikut : (a) dihasilkan tiga produk olahan limbah kulit buah kopi yang memiliki nilai ekonomis tinggi, yaitu teh cascara, pupuk organik dan pakan ternak. (b). Tiga produk samping olahan limbah kulit buah kopi secara ekonomis sangat menguntungkan, sehingga secara langsung perlahan dan pasti pendapatan kelompok tani kopi meningkat. (c). Ketiga produk olahan kulit buah kopi telah terkemas dengan berlabel merek dagang sesuai dengan kreasi kelompok masing-masing desa lokasi, layak untuk dijadikan produk unggulan daerah.
Uji Kinerja Mesin Pencampur Ragi Tempe dengan Kedelai Kurniawan Yuniarto, Surya Abdul M., Fahmi A. H.
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.669 KB)

Abstract

Alat pencampur mekanis biji kedelai dan ragi tempe diujicobakan untuk kegiatan produksi tempe menggantikan metode pencampuran manual menggunakan tangan. Reduksi putaran motor dilakukan secara bertingkat menggunakan rasio dimeter pulley dengan tingkat rasio. Kecepatanmotor 1400 rpm dan tereduksi menjadi rerata 80,5 rpm dengan torsi 1,79 Nm. Dimensi ruang pencampuran berbentuk silinder horizontal berdimensi diameter 0,37 m, tinggi 0,54 m dan panjang 0,65 cm. Volume maksimal yang dapat digunakan untuk pencampuran sebesar 0.056 m3 atau 40% dari volume total ruang pencampuran. Hasil ujicoba pencampuran massa kedelai 10 Kg dan 15 kg, dengan konsentrasi ragi sebesar 2% menghasilkan rendemen pencampuran dengan massa 9,96 Kg, 14,97 kg, atau sebesar 99,91%. Residu biji kedelai yang tertinggal di dalam mesin pencampur sebesar 0,09% karena melekat di dinding maupun sirip silinder. Hasil uji kualitas tempe dari pemanfaatan alat pencampur mekanis diperoleh tekstur tempe yang padat dan kompak sempurna untuk berbagai massa biji kedelai dari 10 dan 15 kg.
Peningkatan Produktivitas Lahan Kering melalui Teknik Budidaya Tumpang Sari Kacang Tanah di Desa Gumantar Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara Hanafi Abdurrachman, Astam Wiresyamsi, I Ketut Ngawit, Ahmad Zubaidi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.338 KB)

Abstract

Pengusahaan kacang tanah di Kec. Kayangan KLU dilakukan pada lahan sawah tadah hujan dan tegalan dengan kondisi air yang sangat terbatas (lahan kering) dengan modal pengetahuan dan keterampilan yang rendah, sehingga produksi yang diperoleh rata-rata 0,75 ton/hapolong basah. Upaya peningkatkan produktivitas lahan kering di perlukan adopsi teknologi oleh masyarakat.. Teknologi yang ditawarkan pada kegiatan ini adalah menerapkan teknik budidaya tumpang sari. Budidaya tumpang sari dilakukan untuk mengefisienkan penggunaan lahan dan air tanah, serta menghindari gagal panen. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan transfer teknologi budidaya tumpang sari kacang tanah di lahan kering melalui demplot dan penyuluhan langsung ke petani, dengan harapan agar: (1).Pendapatan petani bertambah; (2). Pengetahuan dan keterampilan petani meningkat dalam penguasaan teknologi produksi usaha tani kacang tanah; (3). Petani akan termotivasi dalam berusaha tani kacang tanah. Untuk mencapai tujuan tersebut, telah di lakukan kegiatan yang meliputi: (1). Desiminasi teknologi budidaya tumpang sari kacang tanah di lahan kering dengan metode ceramah dan diskusi antara tim penyuluh dengan kelompok tani; (2). Demplot dengan melibatkan petani mulai dari perencanaan, penanaman, pemeliharaan, panenan, membandingkan, dan memutuskan apakah program yang dilaksanakan menguntungkan atau tidak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta penyuluhan sangat respons terhadap paket teknologi tumpang sari kacang tanah dengan beberapa jenis tanaman palawija lainnya yang disuluhkan,karena petani belum banyak mengetahui manfaatnya, terutama untuk mengefisiesikan penggunaan lahan dan air tanah serta menghindari gagal panen, mengurangi transpirasi berlebihan pada tanaman kacang tanah. Antusiasme masyarakat mengikuti penyuluhan ini, juga didorong oleh rasa keingintauhan yang tinggi terhadap paket teknologi budidaya tumpang sari sebagai alternatif mengatasi masalah lahan kering. Hal lain yang menyebabkan peserta bersemangat dalam berdiskusi dengan tim penyuluh adalah selain materinya yang menarik dan sesuai dengan masalah yang mereka hadapi dalam berusaha tani, mereka juga merasa puas terhadap jawaban dan solusi yang ditawarkan oleh tim penyuluh bahkan peserta masih berharap pada Fakultas Pertanian Universitas Mataram untuk memberikan pelatihan dan bimbingan lebih lanjutan terkai masalah lahan kering. Hasil demontrasi paket teknologi budidaya tumpang sari kacang tanah dengan tanaman jagung, masyarakat merasa puas melihat pertumbuhan dan perkembangan tanaman, walaupun pada akhir pertumbuhan dan perkembangannya mengalami gangguan akibat bencana gempa bumi yang melanda Kabupaten Lombok Utara dan Daerah-daerah lain di NTB., bencana ini menyebabkan masyarakat harus mengungsi dan meninggalkan kegiatan usaha taninya dalam waktu yang cukup lama, ditambah lagi dengan rusak fasilitas sarana dan prasara irigasi di lokasi demplot, menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman menjadi tidak optimal terutama saat-saat pengisian polong kacang tanah dan biji jagung, sehingga hasil panenan menjadi berkurang atau tidak sesuai dari yang diharapkan, sebagai penopang kehidupan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
Pengembangan Baby Wortel Organik di Dataran Rendah Karwati Zawani, .Aluh Nikmatullah, Liana Suryaningsih, Khairul Muslim
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.708 KB)

Abstract

Selama ini pengembangan wortel masih terbatas hanya dibudidayakan di lahan dataran tinggi dan menengah, sehingga untuk memenuhi permintaan wortel, terutama baby wortel, maka dilakukan ekstensifikasi ke dataran rendah. Baby wortel organik menjadi tren di kalangankonsumen karena dikonsumsi dalam keadaan segar, dibuat salad atau juce. Oleh karena itu budidaya wortel baby secara organik perlu di sosialisasikan ke masyarakat /petani sayuran. Budidaya baby wortel secara organik bagi pemula akan lebih mudah dilakukan dengan budidayadalam pot/polybag di pekarangan. Kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan ini merupakan salah satu pelayanan kepada masyarakat, yaitu penyampaian informasi budidaya wortel baby (wortel panen muda) dalam pot secara organic di pekarangan dataran rendah. Kegiatan ini bertujuan untuk memasyarakatkan teknologi budidaya baby wortel secara organic dan sekaligus untuk mengoptimalkan fungsi pekarangan sebagai sumber penghasil pangan dan pendapatan keluarga. Kegiatan penyuluhan diawali dengan pembuatan DEMPLOT budidaya baby wortel dalam pot secara organik di pekarangan di Kelurahan Rembiga pada bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2018. Kemudian untuk mendesiminasikan hasil DEMPLOT dilakukan penyuluhan kepada masyarakat pada tanggal 4 Agustus 2018 di aula lesehan Goyang Lidah, Jl, Dakota no 8 Kelurahan Rembiga. Materi penyuluhan disampaikan dengan metode ceramah, diskusi, dan kunjungan ke lokasi DEMPLOT dan panen bersama. Hasil panen baby wortel diperoleh umbi dengan berat berkisar 52 gram – 87 gram per umbi dan panjang 9,5 cm – 12 cm. Dengan melihat langsung hasil DEMPLOT, peserta termotivasi untuk memanfaatkan pekarangan mereka (terutama para kader dan posyandu dan PKK) sebagai penghasil wortel organik, sehingga program perbaikan gizi masyarakat bisa dilakukan secara mudah dan murah. Kemudian bagi petani sayuran merupak inspirasi baru dalam melakukan diversifikasi produk sayuran yang memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir melalui Pengolahan Produk Berbasis Ikan Sitti Hilyana, Sadikin Amir, Nurliah, Bagus Dwi Hari Setyono
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.699 KB)

Abstract

Keberadaan kelompok pengolah pangan khususnya kawasan pesisir memegang peranan penting dalam meningkatkan nilai ekonomi produk pangan berbasis ikan. Selain menjadi peluang usaha masyarakat, juga dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan dan kecerdasan melalui produk ikan yang bergizi dan aman dikonsumsi. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan olahan pangan berbasis ikan berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan rumah tangga pesisir terutama kelompok pengolah ikan. Pemilihan produk yang dikembangkan ditetapkan berdasarkan kesesuaian potensi dan karakter wilayah, ekonomi dan budaya masyarakat melalui focus group discussion (FGD). Kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir Kuranji telah berdampak pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengolahan ikan berupa abon ikan disertai fasilitasi proses perijinan usaha PIRT, sehingga kelompok wanita pengolah abon dapat berkontribusi secara ekonomi dalam rumahtangga. Implikasi dari pendampingan kelompok pengolah abon ikan antara lain : meningkatnya kualitas produk abon ikan, terbitnya ijin usaha PIRT, berkembangnya jumlah dan jenis usaha baru di kawasan pesisir, meningkatnya value added produk olahan ikan, meningkatnya pendapatan masyarakat pesisir, meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengembangkan kapasitas sosial dan ekonomi, serta meningkatnya wawasan, sikap mental dan jiwa wirausaha yang lebih baik.
Pemanfaatan Catu Daya Listrik Mandiri dan Tenaga Listrik yang Aman di Dusun Buani Lombok Utara Ida Bagus Fery Citarsa, I Nyoman Wahyu Satiawan, Supriono, I Made Budi Suksmadana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.322 KB)

Abstract

Dusun Buani merupakan salah satu Dusun yang berada di wilayah Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Masyarakat Desa Bentek mayoritas bekerja sebagai petani, sebagian ada yang bekerja di sektor industri kecil, dan pariwisata. Salah satu permasalahan yang sering dialami oleh masyarakat Dusun Buani adalah inkontinuitas ketersediaan tenaga listrik. Hal ini terjadi karena ketersediaan tenaga listrik di Kabupaten Lombok Utara masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik masyarakat di sana. Konsekwensi dari defisit ketersediaan energy adalah adanya pemadanman bergilir. Terlebih apabila terjadi gangguan pada pembangkit atau sedang dilaksanakan perawatan berkala maka inkontinuitas ketersediaan energy listrik semakin tidak bisa dihindarkan. Inkontinuitas ketersediaan energy listrik berdampak pada terganggunya kegiatan masyarakat, dimana hal ini juga dapat mempengaruhi produktivitas masyarakat dan terganggunya kenyamanan. Untuk mengatasi persoalan ketersediaan tenaga listrik yang dihadapi oleh wargamasyarakat dalam hal ini jenis pelanggan rumah tangga dan industry kecil yang berada di Dusun Buani, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, maka penggunaan sumber catu daya cadangan mandiri menjadi pilihan yang tepat. Maka dari itu dilakukan penyuluhan yang berkenaan tentang pengenalan suatu catu daya listrik mandiri tenaga baterai sebagai alternatif cadangan ketersediaan tenaga listrik saat terputusnya suplai tenaga listrik dari PLN. Untuk menindaklanjuti kedua hal tersebut di atas, maka pada kesempatan yang telah disepakati, tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat yang beranggotakan staf pengajar Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram telah melaksanakan kegiatan penyuluhantentang perilaku penggunaan peralatan listrik rumah tangga secara aman dan pengetahuan tentang catu daya listrik mandiri kepada warga Dusun Buani, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara. Penyuluhan yang telah dilakukan kiranya dapat memberikan tambahan pengetahuan kepada warga dusun bersangkutan mengenai kedua hal tersebut di atas sebagai bagian dari ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh tim pelaksana kepada masyarakat untuk disebarluaskan kepada masyarakat sebagai pemenuhan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian kepada Masyarakat.
Pengenalan Teknologi Pakan Pelet Moist untuk Lobster Berbasis Bahan Baku Lokal di Telong Elong Lombok Timur Faturrahman, Murniati, Lely Kurniati
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.833 KB)

Abstract

Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan warga Pembudidaya Lobster di Dusun Telong Elong Jerowaru tentang pembuatan pakan pelet moist dengan memanfaatkan bahan baku local. Melambungnya harga pakan lobster sejak tahun 2015 dan fluktuatifnya ketersediaan pakan berupa ikan segar menjadi kendala utama dalam budidaya pembesaran lobster. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam 2 bentuk yaitu pengenalan bahan baku lokal yang dapat digunakan untuk pembuatan pakan pelet moist dan pelatihan teknik produksi pakan pelet moist untuk lobster fase juvenil. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme warga untuk mengikuti kegiatan ini. Lebih dari 50 warga pembudidaya mengikuti kegiatan tersebut. Sebanyak 75% pembudidaya meningkat pengetahuannya tentang jenis-jenis bahan baku lokal yang dapat digunakan untuk pembuatan pakan pelet setelah kegiatan penyuluhan dilakukan. Hanya 20% pembudidaya berhasil menyerap teknik produksi pakan pelet secara sederhana. Kegiatan ini diharapkan mampu mengembangkan kelompok budidaya lobster yang terampil, produktif dan terwujudnya produksi pakan pelet ramah lingkungan, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Teknologi Pengolahan Air Laut dan Air Sungai menjadi Air Bersih untuk Skala Rumah Tangga Nurul Ismillayli, Dhony Hermanto, Fahrurazi, Rina Kurnianingsih, Laili Mardiana
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.884 KB)

Abstract

Pemenuhan kebutuhan air bersih di beberapa daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat masih menjadi permasalaan hingga saat ini. Tingginya angka kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan serta keterbatasan sarana untuk mendapatkan air bersih menjadi faktor penyebab rentannyamasyarakat mengalami krisis air bersih. Diperlukan penerapan teknologi pengolahan air bersih yang sederhana dan mudah diaplikasikan dengan menggunakan bahan baku air laut dan air sungai. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat alih teknologi pembuatan alat pengolahan air dan pengoperasiannya dilakukan. Kegiatan meliputi penyuluhan kepada masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, praktik kerja pembuatan alat, instalasi dan pengoperasiannya. Air laut dapat menjadi bahan baku air bersih melalui teknologi desalinasi berbahan kaca dan aluminium dengan menggunakan sinar matahari sebagai sumber panas. Sedangkan air sungai dapat diolah menjadi airbersih melalui teknologi filtrasi-adsorpsi oleh saringan pasir lambat (terdiri dari pasir silika, arang aktif, sabut kelapa, kapas, dan kerikil) membran selulosa, granula karbon, karbon aktif, membran RO (reverse osmosis) dan penyinaran lampu UV untuk desinfikasi. Air hasil pengolahan merupakan air bersih yang layak minum berdasarkan uji laboratorium Balai Laboratorium Kesahatan Pengujian dan Kalibrasi Provinsi NTB dan Kimia Analitik Universitas Mataram. Produk kegiatan selanjutnya dikelola secara mandiri oleh masyarakat setempat setelahkegiatan pengabdian selesai dilaksanakan dan diharapkan menjadi salah satu alternatif solusi untuk mengatasi krisis air.
Implementasi Pemeliharaan Bangunan Tradisional Rumah Bolon di Kabupaten Samosir Melly Andriana, Zuraidah Tharo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.7 KB)

Abstract

Pada wilayah Danau Toba terdapat beberapa kawasan pemukiman yang memiliki bangunan tradisional salah satunya terdapat di kecamatan Simanindo. Kondisi bangunan tradisional di daerah Kabupaten Samosir saat ini merupakan masalah yang harus diatasi dalam proses pelestarian bangunan tersebut. Antara lain masalah yang ada pada bangunan rumah tradisional yang kurang layak huni, dengan kondisi bangunan yang sudah terjadi kerusakan di beberapa tempat serta penerangan yang kurang baik. Permasalahan penurunan kondisi bangunan Rumah Bolon masih bersifat umum dan masih membutuhkan pengembangan, khususnya yang berkaitan dengan pemeriksaan kondisi, dan prosedur pemeriksaan yang digunakan, sehingga menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk dilakukan pengabdian, dan diharapkan nantinya dapat melaksanakan pemeliharaan bangunan secara maksimal. Metode pengabdian yang akan digunakan dengan melakukan pengamatan dan pemeriksaan serta prilaku masyarakat terhadap pemeliharaan bangunan Rumah Bolon di Kecamatan Simanindo. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mendapatkan prosedur pemeliharaan dengan mengobservasi skala kerusakan yang terjadi pada Rumah Bolon yang dituju sebagai objek pengabdian. Data yang sudah diperoleh dijadikan sebagai dasar analisis untuk menjawab permasalahan pengabdian bangunan tradisonal berbasis kearifan lokal yang akan dilakukan pada bangunan tradisional Rumah Bolon di Kabupaten Samosir.
Pembuatan Batako Berbahan Aditif Limbah Fly Ash Batu Bara di Desa Jago Kabupaten Lombok Tengah Siti Raudhatul Kamali, Surya Hadi, Nurul Ismillayli, Saprini Hamdiani, Iwan Sumarlan
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.622 KB)

Abstract

Fly ash atau abu layang merupakan suatu hasil samping yang diperoleh dari sisa pembakaran batubara. Fly ash umumnya diperoleh pada aktivitas Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), aktivitas oven tembakau, dan lain-lain. Permasalahan mitra pada kegiatan ini adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat khususnya masyarakat di Desa Jago Kabupaten Lombok tengah, tentang pemanfaatan Fly ash pada pembuatan batako. produksi batako di Desa Jago menggunakan metode konvensional menggunakan bahan dasar pasir, semen, dan air. Kualitas batako atau tingkat kekuatan batako yang masih rendah disebabkan oleh jumlah semen yang digunakan. Oleh Sebab itu dibutuhkan metode yang bisa meningkatkan mutu batako namun biaya produksi relatif murah. Salah satu metode yang bisa diterapkan adalah penambahan bahan aditif berupa limbah fly ash sisa hasil pembakaran batu bara. Kegiatan pengabdian ini diawali dengan survey lokasi terhadap kelompok tani Tunas Harapan, dimana salah satu aktivitas dari kelompok tani ini adalah pembuatan batako. Fly ash dipilih menjadi salah satu bahan aditif pada pembuatan batako karena minimnya pengetahuan tentang pemanfaatan limbah fly ash. Kegiatan selanjutnya adalah sosialisasi dan diskusi tentang limbah fly ash dan pemanfaatannya pada pembuatan batako. Untuk meningkatkan pemahaman mitra dilakukan pelatihan langsung pembuatan batako dari limbah fly ash batu bara. Kegiatan ini berjalan lancar, dimana peserta pelatihan cukup antusias dan aktif mengikuti kegiatan karena pelatihan ini memberikan pengetahuan baru mengenai cara pembuatan batako dengan memafaatkan limbah sisa pembakaran batu bara yang tidak termanfaatkan ntuk menghasilkan batako dengan kualitas lebih baik atau batako yag lebih kuat jika dibandingkan tanpa menggunakan fly ash.

Page 17 of 138 | Total Record : 1378