cover
Contact Name
Rudy Pramono
Contact Email
rudypramono@gmail.com
Phone
+6285171561966
Journal Mail Official
registration@pkm-csr.org
Editorial Address
LPPM Universitas Pelita Harapan, Tangerang Banten
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Prosiding Konferensi Nasional PKM-CSR
ISSN : -     EISSN : 26553570     DOI : https://doi.org/10.37695/pkmcsr.v4i0
Prosiding PKM-CSR merupakan rangkuman hasil Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibilty (PKM-CSR) yang diselenggarakan setiap tahun oleh kolaborasi beberapa Perguruan Tinggi yaitu Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Universitas Pelita Harapan (UPH), Swiss German University (SGU), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Pradipta, Universitas Wijaya Putra (UWP), Universtas Lambung Mangkurat (ULM) dan Tahun 2021 bekerjasama dengan Universitas Dyana Pura Bali (Undhira) sebagai Co Host. Prosiding PKM-CSR memuat artikel mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan corporate social responsibility, dengan topik sebagai berikut : Teknologi Tepat Guna Teknologi Komunikasi dan Informasi Kesehatan Ekonomi Pendidikan Lingkungan dan Kebencanaan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,378 Documents
Pemanfaatan Limbah Ternak dan Limbah Kelapa Sawit menjadi Porasi melalui Penerapan Starbo- Afe di Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur Adriani, Yurleni, F. Manin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.653 KB)

Abstract

Permasalahan kelompok tani di Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi yaitu lemahnya penguasaan teknologi pengolahan porasi (pupuk hasil fermentasi), belum optimalnya pemanfaatan peralatan yang dimiliki, dan mahalnya harga pupuk anorganik. Padahal potensi limbah kelapa sawit dan limbah ternak sangat besar jika diolah menjadi porasi. Solusi untuk mengatasi permasalahan ini adalah perlu dilakukan penyuluhan dan transfer teknologi pengolahan porasi pada kelompok tani. Salah satu kelompok tani yang berpotensi untuk dikembangkan adalah kelompok tani Suka Maju karena memiliki limbah ternak dan limbah kelapa sawit yang berlimpah dengan menggunakan starter. Salah satu starter yang bisa menpercepat proses fermentasi adalah Satrbo-AFE (starter bahan organik). Starbo-AFE merupakan produk hasil penelitian Fapet Unja yang mampu mempercepat proses fermentasi bahan-bahan organik menjadi porasi. Tujuan kegiatan adalah pemberdayaan petani dalam pengolahan porasi melalui penerapan bioteknologi Starbo-AFE. Metode kegiatan adalah penyuluhan, pelatihan, praktek pembuatan porasi, demplot, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Hasil, Kegiatan penyuluhan diikuti 33 orang anggota kelompok tani Suka Maju, jumlah sapi yang dimiliki kelompok sebanyak 210 ekor dengan potensi feces 2,1 ton/hari. Luas kebun kelapa sawit 105 ha dengan potensi pelepah sawit 945 ton/tahun. Selain itu terdapat limbah pabrik kelapa sawit berupa fiber dan abu boiler pabrik kelapa sawit. Proses fermentasi porasi berlangsung selama 21 hari, setelah itu prasi sudah bisa pakai sebagai pupuk. Hasil analisis kandungan hara porasi yang dihasilkan sesuai standar SNI dengan C/N rasio antara 14-18. Setelah kegiatan pencontohan kelompok tani sudah memproduksi porasi sebanyak 1,5 ton. Hasil monitoring pemahaman kelompok tani setelah dilakukan kegiatan didapatkan tingkat pemahaman berada pada angka 4 dan 5 atau “bermanfaat” dan “sangat bermanfaat. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah kelompok tani sudah memahami materi yang diberikan dan sudah memproduksi porasi sebanyak 1.5 ton.
Peningkatan Kualitas Air Bersih di Daerah Berbukit: Desa Cikidang - Sukabumi dan Karangtengah – Cianjur Deddy A. Suhardi, Mulyatno, Syaeful Mikdar
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.675 KB)

Abstract

Akses kepada air bersih oleh masyarakat di daerah berbukit umumnya mengandalkan air hujan dan aliran air sungai, sangat kesulitan pada musim kemarau. Aliran air sungai (anak sungai) yang sampai di tempat penampungan atau kolam mengandung butiran lumpur, kotoran, atau komposit lain sehingga tampak keruh, kurang bersih, dan tidak layak minum. Suatu solusi peningkatan kualitas dan akses kepada air bersih adalah pembuatan sumur air bor tanah, namun memerlukan teknologi yang tepat dan sesuai dengan kondisi tanah. Tim pengabdian kepada masyarakat (PkM) dari dosen Universitas Terbuka (UT) melakukan kegiatan peningkatan kualitas dan akses kepada air bersih bagi masyarakat di Desa Cikidang, Sukabumi dan Desa Karangtengah, Cianjur. Kedua lokasi termasuk kawasan perbukitan dengan ketinggian rata-rata 500 m dpl. Tim PkM Dosen UT juga bekerja sama dengan masyarakat di lokasi membangun instalasi sumur air bor tanah untuk sarana umum air bersih. Hasil yang tampak dari kegiatan ini adalah tersedia sumber air bersih yang dapat diakses oleh masyarakat dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kualitas air bersih, iptek sederhana sumur air bor tanah, serta edukasi norma hidup sehat, tertib, dan kooperatif bagi masyarakat. Metode intervensi kegiatan PkM adalah pendampingan dan penyuluhan kepada mitra, meliputi kegiatan survey dan koordinasi dengan mitra, pelaksanaan pengeboran dan instalasi, pengujian kelayakan dan kapasitas air, serta penyuluhan iptek air bersih. Sumur bor di Cikidang Sukabumi menggunakan mesin di atas tanah dengan kedalaman pipa sumur 25 meter dan menghasilkan air dengan debit rata-rata 25 liter per menit, sedangkan di Karangtengah Cianjur menggunakan mesin benam dengan pipa kedalaman 40 meter dan debit air rata-rata 33 liter per menit. Air yang dihasilkan memenuhi kriteria air bersih dan layak minum dengan kapasitas yang tetap dan melimpah.
Perbaikan Reproduksi Kambing Lokal melalui Penerapan Teknologi Flushing Pakan, Sinkronisasi Berahi dan Inseminasi Buatan di Desa Tegal Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor Adhi Susilo, Deddy Ahmad Suhardi, Syaiful Mikdar
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.244 KB)

Abstract

Potensi bahan pakan ternak yang ada di desa Tegal Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, Jawa Barat secara optimal belum mampu untuk mendukung produktivitas dan reproduktivitas ternak yang diusahakan, karena nilai nutrisi dan kecernaannya yang rendah. Kelemahan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan adalah kandungan seratnya yang tinggi (35 - 45%) dan kadar proteinnya yang rendah (1,8 – 3,5%). Oleh karena itu dalam pemanfaatannya perlu dilakukan pengolahan. Peternak di wilayah Tegal, kecamatan Kemang belum terbiasa dengan teknologi untuk meningkatkan produktivitas ternaknya, khususnya teknologi pakan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan teknologi Amonia Fermentasi (Amofer) menghasilkan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan alternatif untuk ternak kambing. Teknologi amonia-fermentasi dapat meningkatkan produktivitas ternak karena dapat meningkatkan pertambahan bobot badan dan memperbaiki reproduksi ternak. Upaya peningkatan reproduksi ternak kambing dapat ditempuh juga melalui pemberian pakan penguat/tambahan yang dinamakan flushing. Dengan flushing mempercepat waktu terjadinya estrus/birahi bagi kambing lokal calon induk menjadi sekitar 10 bulan. Melalui teknologi flushing terjadi estrus yang lebih cepat (menjadi 3 bulan pasca beranak), sehingga dihasilkan 3 kali beranak dalam 2 tahun. Selain itu dengan pakan flushing, akan meningkatkan goat crop 10 – 20%, sehingga akan mempercepat pertambahan populasi kambing lokal dengan kualitas yang baik. Peningkatan kemampuan reproduksi ternak kambing lokal akibat pemberian pakan flushing pada akhirnya akan mampu meningkatkan populasi ternak kambing lokal secara lebih cepat, karena kambing lokal akan efisien dalam aktivitas reproduksinya. Peningkatan efisiensi reproduksi ini jelas akan meningkatkan populasi ternak di suatu wilayah, sekaligus peningkatan pendapatan masyarakat.
Produksi Makanan Ringan Home Made Sarang Balam dan Kerupuk Lento Nur Azizah Payolansek Payahkumbuh Yofina Mulyati, Prima Yulianti
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.903 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilakukan di Kelurahan Payolansek, yang berada di wilayah Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh Sumatera Barat. Kelurahan Payolansek adalah salah satu sentra industri kecil menengah makanan yang menghasilkan berbagai jenis makanan ringan seperti kerupuk bayam, kerupuk lento, jagung goreng, karak kaliang, sarang balam dan sebagainya. Dengan banyaknya UMKM yang berdiri di daerah kelurahan Payolansek akan membantu perekonomian warga disekitarnya, dan menciptakan lapangan pekerjaan. Salah satu UMKM yang berada di kelurahan Payolansek adalah usaha makanan spesifik minang kerupuk lento dan sarang balam Nur Azizah. Ibu Nur Azizah mencoba untuk membuat suatu olahan dari bahan baku yang tersedia disekitarnya, yaitu olahan ubi yang dijadikan sebagai kerupuk yang dikenal dengan nama sarang balam dan kerupuk lento dan dipasarkan langsung oleh Ibu Nur Azizah sendiri. Permasalahan yang ada pada UMKM ini adalah : 1) Proses produksi masih dilakukan secara tradisional, (2) Kualitas produksi yang masih rendah, (3) Lingkungan produksi kurang bersih (4) kurang memperhatikan tempat pembuangan limbah. Pemecahan masalah yang disarankan : 1) mengedukasi pelaku usaha untuk menggunakanmesin pembuang minyak, (2) membuat bank minyak jelantah dan menjualnya ke pengumpul minyak jelantah untuk diolah kembali, (3) memanfaat metode/teknologi produksi (4) menyediakan tempat pembuangan limbah dari hasil produksinya. Tujuan pengabdian ini adalah memberikan solusi bagi UMKM Nur Azizah bagaimana meningkatkan pendapatan, memproduksi makanan yang higienis dan memberikan pengetahuan mengenai dampak lingkungan yang kurang bersih serta bagaimana menjaga kelestarian lingkungan. Metode pengabdian adalah dengan memberikan pelatihan kepada pelaku usaha UMKM. Sedangkan hasil pengabdian ini adalah UMKM Nur Azizah dapat menghasilkan produk yang aman dan bersih bagi konsumennya, meningkatnya produksi dan pendapatan dan terpeliharanya lingkungan yang sehat bagi masyarakat sekitarnya. Sedangkan luaran yang diinginkan adalah menerbitkan jurnal ilmiah.
Aplikasi Agroforestri di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru Enny Insusanty, Ambar Tri Ratnaningsih, Ervayenri
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.499 KB)

Abstract

Hasil pengamatan dilapang menunjukkan pada umumnya masyarakat di Kelurahan Agrowisata melakukan kegiatan pertanian dalam arti luas, ada hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan maupun pengolahan hasil pertanian. Oleh karena itu konsep yang akan digunakan untuk kegiatan pengabdian ini adalah agrowisata dengan aplikasikan agroforestri sebagai sistem pemanfaatan lahan baik di pekarangan ataupun di kebun masyakat. Tujuan umum dari kegiatan pengabdian ini adalah menjadikan mitra yaitu kelompok tani di Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbai Pekanbaru memiliki pengetahuan dan mengaplikasikan agroforestri di pekarangan dan di lahan yang dimiliki petani sehingga dapat memenuhi kebutuhan dan peningkatan pendapatan. Solusi yang ditawarkan untuk mencapai tujuan adalah: (1) Sosialisasi dan penyuluhanpengembangan agroforestri; (2) aplikasi agroforestri di lahan dan pekarangan mitra. Kegiatan Iptek bagi Masyarakat kepada Kelompok Tani Kelurahan Agrowisata Kota Pekanbaru telah dilaksanakan dengan baik dan berhasil. Hal ini ditunjukkan telah meningkatnya pengetahuan mitra tentang pengembangan agroforestry di pekarangan dan lahan dengan menaman berbagai jenis pohon penghasil buah dan kayu sebesar 14,02 %. Tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman dilakukan dengan cara menghitung persen tumbuh tanaman adalah 85,2%. Mitra telah melakukan budidaya tanaman dengan menanam tanaman di sekitar pekarangan yang dikombinasikan dengan tanaman pertanian dengan kegiatan pemeliharaannya berupa penyiraman, pemupukan dan pengendalian hama dan penyakitnya.
Pembuatan Pupuk Organik sebagai Wujud Integrasi Ternak- Tanaman dalam Pemberdayaan Masyarakat Mujiyo, Sumarno, Suryono, Khalyfah Hasanah, Suminah, Bambang Hendro Sunarminto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.474 KB)

Abstract

Pembuatan pupuk organik menjadi bagian dari integrasi ternak-tanaman sebagai wujud pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan usaha di sektor pertanian. Pupuk organik yang dibuat dengan memanfaatkan bahan dari kotoran ternak dan limbah pertanian akan mengurangi pencemaran lingkungan akibat menumpuknya bahan-bahan tersebut. Hal ini juga untuk mewujudkan pertanian terpadu dan berkelanjutan,serta memberikan nilai tambah bagi pendapatan petani. Kegiatan dilakukan bersama 3 mitra di tiga lokasi yang berbeda yaitu Mitra 1 Kelompok Tani “TANI MAKMUR’ di Kabupaten Boyolali, Mitra 2 UKM Tanaman Hias “BEJO AGROFARM” di Kabupaten Karanganyar, dan Mitra 3 Kelompok Tani “TANI ASLI” di Kabupaten Sukoharjo. Lingkup kegiatan meliputi penyampaian materi mengenai macam bahan dan tata cara pembuatan pupuk organik dan kemudian dilanjutkan dengan praktik pembuatannya. Bahan pembuatan pupuk organik menyesuaikan dengan ketersediaan spesifik di masing-masing mitra, sedangkan tata cara pembuatan diseragamkan untuk ketiga mitra. Indikator keberhasilan kegiatan adalah kualitas pupuk organik yang dihasilkan melalui analisis sampel di laboratorium dengan parameter kadar air, N total, P2O5, K2O, C-organik, C/N rasio dan pH. Penilaian kualitas berdasarkan standar baku pupuk organik di Indonesia. Pupuk organik yang dihasilkan oleh UKM Tanaman Hias “BEJO AGROFARM” mempunyai kualitas paling baik di antara ketigannya, kadar air 25,14%, N total 2,3%, P2O5 1,48%, K2O 2,68, C-organik 27,24%, dan pH 8,22 sudah memenuhi standar, sementara itu C/N rasio 11,79% di bawah standar. Pupuk organik dari Kelompok Tani “TANI MAKMUR” dan “TANI ASLI” untuk parameter N total + P2O5 + K2O masingmasing 3,80% dan 3,68% di bawah standar, demikian juga parameter C/N rasio masing-masing 13,14 dan 14,81 di bawah standar. Parameter kadar air (23,14% dan 22,64%), C-organik (20,23% dan 18,36%) dan pH (8,46 dan 8,17) masing-masing dari kedua kelompok tani tersebut sudah memenuhi standar. Secara umum pupuk organik yang dihasilkan dari ketiga mitra sudah berkualitas cukup baik. Upaya untuk memperbaiki kualitas hasil pupuk organik perlu dilakukan untuk memenuhi standar agar pada saat diaplikasikan dapat mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang optimal. Upaya tersebut juga dalam rangka memenuhi standar produk yang dapat diterima oleh ketentuan pangsa pasar. Pemilihan bahan-bahan tertentu untuk menurunkan atau meningkatkan parameter tertentu dapat dilakukan agar standar kualitas pupuk organik dapat terpenuhi.
Pemanfaatan Limbah Kotoran Ayam untuk Budidaya Tanaman Obat Jahe Merah Sri Hamda, Sandra Sukmaning Aji, Deetje Sunarsih, Udan Kusmawan, Jamaludin
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.027 KB)

Abstract

Tanaman jahe merah saat ini telah banyak dikenal sebagai tanaman obat, sehingga kebutuhan akan jahe merah cukup tinggi. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada daerah tropis dengan suhu berkisar antara 200 – 300 celsius. Limbah kotoran ternak dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan tanaman. Kampung Jati Tonjong Rt002/006 Kecamatan Tajurhalang Kabupaten Bogor, berada di daerah tropis, mempunyai curahhujan cukup dan cocok untuk menjadi daerah pertanian. Masyarakat wilayah Kampung Jati Tonjong Rt002/006 merupakan masyarakat yang tergolong kurang mampu karena sebagian besar masyarakat tersebut tidak mempunyai penghasil tetap, dan umumnya berada pada usia produktif berkisar antara 25 sampai dengan 50 tahun. Mereka sudah terbiasa berkebun dan memiliki lahan sendiri, ada juga yang memanfaatkan lahan orang lain untuk digarap. Di kecamatan juga terdapat peternakan ayam yang limbahnya belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan dari kegiatan abdimas ini adalah untuk melatih masyarakat dan memberikan informasi tentang pemanfaatan kotoran ayam untuk budidaya jahe merah. Langkah-langkah kegiatan ini yaitu dimulai dengan menentukan komposisi media tanam, pemberian penyuluhan tentang cara membudidayakan jahe merah, membantu menyediakan bibit dan cara merawat tanaman jahe merah. Hasil dari kegiatan abdimas ini adalah pemahaman masyarakat tentang penggunaan kotoran ayam, pemanfaatan lahan yang belum tergarap, budidaya jahe merah serta perawatannya.
Asal Awan Konvektif Pembawa Hujan Lokal di Pulau Lombok Mahrup, Muhammad Husni Idris
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.895 KB)

Abstract

Kenampakan awan konvektif telah lama dijadikan sebagai pertanda akan datangnya hujan. Suatu penelitian deskriptif telah dilakukan untuk mengkaji asal muasal awan tersebut. Pergerakan awan konvektif ditetapkan berdasarkan prinsip resultante (penjumlahan) vektor . Tujuan penelitian adalah menentukan asal awan konvektif sebagai pembawa hujan di pulau Lombok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa awan konvektif berasal dari barat daya yang terbentuk pada zona efektif pada rentang geografis 110o - 115o BT; ≥10o LS dan 115o – 116o BT; 8,5o – 9o LS. Pada periode puncak hujan bulan Januari dan Februari tumbuh awan konvektif tipe komulus nimbus pada zone 115o – 116o BT; 8,5o – 9o LS, yang secara geografis lebih dekat di barat daya pulau Lombok. Disimpulkan, bahwa awan konvektif berasal dari perairan samudera Hindia sebelah barat Australia dan mencapai pulau Lombok dari arah barat daya, (2) Pada puncak musim hujan, Januari dan Februari, bentukan awan konvektif di barat daya pulau Lombok, sebelah selatan selat Lombok dan (3) Pada periode transisi ke musim kemarau, mulai akhir bulan Maret, April dan Mei awan konvektif berasal dari arah tenggara.
Revitalisasi Instalasi Biogas sebagai Stimulus menuju Desa Mandiri Energi di Desa Karanganyar Kecamatan Weru Kabupaten Sukoharjo Bekti Wahyu Utami, Eka Handayanta
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.938 KB)

Abstract

Kelompok peternak Sekar Wijaya Desa Karangnayar Kecamatan Weru Sukoharjo memiliki cukup banyak sapi dalam kandang bersama (komunal). Namun kehadiran kandang komunal di sekitar pemukiman warga ini ternyata menimbulkan konflik yang lain. Karena kotoran sapi ternyata cukup mencemari lingkungan sekitar. Sebagai ilustrasi, 1(satu) ekor sapi per hari menghasilkan kotoran kurang lebih 20 kg (dewasa) dan 10 kg (anak). Dari beberapa ekor sapi yang ada di kandang komunal akan dihasilkan kotoran sapi dalam jumlah yang cukup banyak. Untuk mengantisipasi pencemaran lingkungan, sebenarnya di kelompok Peternak Sekar Wijaya telah dibangun instalasi biogas oleh Badan Lingkungan Hidup (BPLH) yang cukup besar dengan kapasitas digester 25 meter kubik, yang memiliki potensi untuk bisa mencukupi kebutuhan gas untuk rumah tangga hingga tujuh keluarga dengan sapi yang ada di kandang kelompok dan ini masih dapat ditingkatkan lagi apabila populasi sapi lebih besar lagi. Namun demikian kondisi instalasi Biogas tidak berfungsi (mangkrak) sejak beberapa tahun yang lalu karena tidak adanya pendampingan dari instansiyang memberikan bantuan tersebut. Bahkan instalasi bernilai ratusan juta rupiah itu hanya digunakan selama 3 bulan saja. Sungguh suatu keadaan yang sangat disayangkan, karena instalasi dengan biaya yang besar (mahal) tidak dimanfaaatkan dengan baik oleh masyarakat. Tim melakukan pengabdian dengan tujuan memvitalkan kembali instalasi biogas tersebut dan sekaligus mencoba mengubah prilaku warga yang manja dan kurang peduli terhadap lingkungan. Adapun kegiatan yang dilakukanan tim meliputi perbaikan instalasi digester, memfungsikannya kembali hingga pipa aliran gas ke rumah-rumah termasuk mengganti kompor biogas pada rumah warga. Revitalisasi biogas juga dilakukanpada pengolahan limbah dari digester biogas yang berupa sisa bahan organik menjadi pupuk organic dengan membangun instalasi pengolahan pupuk organic cair. Sosialisasi dan pendampingan pun dilakukan agar masyarakat mengerti manfaat, cara kerja dan perawatan inslasi biogas.
Pengembangan Kerajinan Tenun Atbm Berbahan Dasar Serat Alam sebagai Produk Kualitas Ekspor bagi Ketahanan Ekonomi Masyarakat di Yogyakarta Evi Gravitiani, Erni Ummi Hasanah, Sutanto, AM Soesilo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 1 (2018): Prosiding PKM-CSR Konferensi Nasional Pengabdian kepada Masyarakat dan Corporate Socia
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.837 KB)

Abstract

Produk kerajinan tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dan anyaman berbahan dasar serat alam (pandan, serat Agel, enceng gondok, lidi kelapa, mendong, akar wangi) yang dilakukan oleh UKM mitra sudah menembus pasar internasional. Pembeli (buyers) berasal dari beberapa negara antara lain Norwegia, Jerman, Jepang, Australia dan Amerika Serikat. Permintaan yang paling dominan masih di wilayah pasar domestikterutama segmen pasar di Bali dan pasar lokal Beringhardjo dan sekitar wilayah Yogya. Beberapa buyers baik yang berasal dari luar negeri maupun domestik sudah melakukan pembelian ulang (repeated buying). Namun selaras dengan berkembangnya permintaan pasar dan ketatnya persaingan dengan produk dari wilayah atau negara lain, UKM mitra memiliki kendala yang perlu segera diselesaikan. Program perbaikan dan peningkatan daya saing UKM dilakukan terhadap 3 (tiga) aspek yaitu aspek produksi, pemasaran, dan kualitas SDM, diharapkan dapat memberi solusi kendala UKM mitra dan mendorong peningkatan volume ekspor. Aspek produksi dengan bantuan pengadaan mesin produksi, aspek pemasaran dengan medorong marketing online, dan kualitas SDM ditingkatkan melalui pelatihan dengan isntansi terkait. Hasil program pengembangan kerajinan tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) dan anyaman berbahan dasar serat alam ini adalah peningkatan omzet penjualan UKM mitra antara 5-8%. Kondisi ini didukung oleh pengadaan alat produksi mesin jahit double speed untuk kulit yang bertujuan untuk meningkatkan inovasi dan kualitas produk. Di bidang online marketing UKM Mitra dibuatkan website dan pengadaan kamera DSLR untuk penunjang online marketing serta rak display produk. Disamping itu, UKM Mitra sudah mampu menyusun laporan keuangan berbasis excell dan pembenahan administrasi usaha.

Page 15 of 138 | Total Record : 1378