cover
Contact Name
Arif Mansyuri
Contact Email
ayiekku@gmail.com
Phone
+6281359067234
Journal Mail Official
jurnalki@uinsa.ac.id
Editorial Address
Prodi Manajemen Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Jend. A. Yani 117 Surabaya, Jawa Timur 60237
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kependidikan Islam
ISSN : 20889305     EISSN : 27770532     DOI : https://doi.org/10.15642/jkpi
Jurnal Kependidikan Islam is a double-blind reviewed academic journal published by Department of Manajemen Pendidikan Islam, UIN Sunan Ampel Surabaya. Jurnal Kependidikan Islam published be-annual, February and August. It concern in the development of Islamic education, conceptual innovation or empirical research in administration, management, leadership and supervision of Islamic educational institutions. Editors appreciately welcome all public especially academics, researchers, and educators to donate their intellectual dedication in the form of articles to be published in this journal which is original and has not been published in any media. The articles may be written in Indonesian, Arabic, or English.
Articles 184 Documents
Analisis Pengaruh Moving Class dan Peningkatan Prestasi Siswa (Studi Kasus di SMA 2 Muhammadiyah Surabaya) tampa nama
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2013): Pebruari
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1925.178 KB) | DOI: 10.15642/jkpi.2013.3.1.164-198

Abstract

Tulisan ini mengkaji pengaruh pengelolaan kelas pada moving class terhadap prestasi belajar dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan kelas pada moving class di SNIA Muhammadiyah 2 Surabaya, untuk mengetahui bagaimana prestasi belajar siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, dan sejauh mana pengaruh pengelolaan kelas pada moving class terhadap prestasi belajar siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pengelolaan kelas pada moving class telah dilakukan dengan sangat baik. Ini terbukti dari hasil prosentase yang menunjukkan nilai 87,6. Dan prestasi belajar siswa SMA Muhammadiyah 2 Surabaya tergolong baik. Ini terbukti dengan data nilai akhir semester siswa yang rata-rata adalah 79
Strategi Pengembangan PP. Sidogiri melalui Lembaga Sidogiri Network Forum (SNF) Atmari Atmari
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2013): Pebruari
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2120.157 KB) | DOI: 10.15642/jkpi.2013.3.1.199-232

Abstract

Paper ini akan lebih banyak membahas tentang model pengembangan pondok pesantren, baik itu secara tradisional maupun modern. Pengembangan Pesantren, dalam konteks tradisional, biasanya bermodalkan atau mengeksploitasi Sumber Daya Alam (SDM) yang ada di sekitar Pondok Pesantren dibandingkan dengan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM). Sedangkan, pola pengembangan Pondok Pesantren Modern, pada umumnya, menggunakan dua model sekaligus; yaitu mengoptimalkan modal social dan alam yang dimiliki Pondok Pesantren, dan diimbangi oleh Sumber Daya Manusia yang sangat terlatih dan mumpuni. Paper ini mengambil studi kasus di PP. Sidogiri Pasuruan yang sudah sangat terkenal memiliki pola pengembangan yang sangat modem, baik itu secara SDM maupun pengolahan SDM yang dimiliki oleh PP. Sidogiri. Model pengembangan yang paling baru adalah Sidogiri Network Forum (SNF).
Tantangan Implementatif Budaya Korporat dalam Merubah Sistem Layanan Jasa Pendidikan Ni’matus Sholihah
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2014): Pebruari
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.647 KB) | DOI: 10.15642/jkpi.2014.4.1.1-29

Abstract

Artikel sederhana ini merupakan wujud pengembangan kajian manajemen pendidikan. Dulu, lembaga pendidikan dinilai hanya mengimplementasikan sistem manajemen tradisional yang berfokus ketaraturan administratif semata. Pemimpin memiliki peran sebagai administrator yang memperhatikan aspek-aspek mikanis-fungsional di dalam lembaga pendidikan. Kata inovasi, invansi, dan perubahan merupakan aspek yang sulit ditemukan. Namun, seiring berjalannya waktu, adaptasi lembaga pendidikan terhadap perkembangan pun pesat. Lembaga pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek internal kelembagaannya, melainkan juga memperhatikan sistem pelayanan terhadap konsumen ‘jasa pendidikan’. Oleh karenanya, mesti ada perubahan cara, pendekatan, dan sistem baru untuk bisa menyerupai layanan jasa lainnya. Rhenald Kasali, Buchari Alma, dan beberapa praktisi pendidikan lainnya, menyarankan adanya perubahan paradigmatik budaya manajemen lembaga pendidikan. Mereka menyebutnya sebagai budaya koorporat. Sebuah nilai budaya yang beorientasi pada kepuasan pelanggan. Ide besar ini, cukup sulit diimplementasikan karena di lembaga pendidikan sudah ada budaya klasik yang melekat terlalu lama. Tulisan ini akan menjelaskan beberapa tantangan budaya laten yang bisa menggagalkan proses implementasi budaya korporat di lembaga pendidikan
Manajemen Satu Atap dan Anomali Competitiveness antar Lembaga Pendidikan Abd. Ghani
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2014): Pebruari
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.483 KB) | DOI: 10.15642/jkpi.2014.4.1.30-55

Abstract

Tulisan ini adalah konsepsi deskriptif tentang manajemen satu atap dan anomalinya untuk persaingan antar lembaga pendidikan. Sebagaimana sumber keilmuannya, implementasi manajemen satu atap dilakukan untuk memudahkan kontrol terhadap lembagalembaga yang ada di bawahnya. Manajemen satu atap, umumnya, memiliki mikanisme koordinatif, bukan kompetitif. Budaya manajemen satu atap diselenggarakan untuk menghasilkan efektifitas dan efesiensi kelembagaan. Dan masih banyak tujuan lain yang melatar belakangi pelaksanaanya, yang intinya adalah centralisasi kewenangan. Namun, bukan berarti tidak bisa menyelenggarakan iklim kompetisi di dalamnya. Bagaimanakah iklim kompetisi itu bisa dibangun? Salah satunya adalah dengan cara mendelegasikan separuh lebih wewenang yang dimiliki oleh top manajer kepada low manajer di bawahnya
Pengelolaan Program Keaksaraan Fungsional untuk Memberantas Buta Aksara di Petissari, Babaksari, Dukun, Gresik Imam Bawani; Nurul Fauziyah
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2014): Pebruari
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.412 KB) | DOI: 10.15642/jkpi.2014.4.1.56-84

Abstract

Penelitian ini, mungkin saja, memiliki perbedaan daripada kajian kelembagaan pendidikan secara umum. Penelitian ini lebih fokus pada aspek kelembagaan sosial yang berperan untuk memberantas buta aksara di masyarakat. Sebagaimana diketahui, pemerintah sedang menggalakkan program penghilangan buta aksara (illiteracy). Sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Masyarakat (SDM) yang tertinggal. Penelitian merupakan penelitian lapangan, yang mengambil tempat di Kec. Babaksari, Kab. Gresik. Sebagaimana disiplin ilmu penulis, penelitian ini berbasis pada pandangan manajerialisme sekolah atau lembaga pendidikan non-formal yang ada di masyarakat. Hasil peneliian ini menunjukkan bahwa sistem manajerial yang diselenggarakan berdasarkan regulasi dan mikanisme yang sudah ditentukan oleh pemerintah, baik skala nasional ataupun provinsi
Pemahaman Kepala Sekolah terhadap Empat Pilar Implementasi Manajemen Berbasis Sekolah: (Studi Action Research di Sekolah/Madrasah Sasaran Program MEDP di Kab. Bangkalan) Johan Trio Santoso
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2014): Pebruari
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.435 KB) | DOI: 10.15642/jkpi.2014.4.1.85-124

Abstract

Pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama, selalu mendorong perkembangan dan peningkatan mutu madrasah dengan berbagai usaha yang dapat dilakukan dengan melibatkan berbagai pihak pemangku kepentingan (stakeholders) pendidikan. Departemen Agama menjalin kerjasama dengan berbagai departemen, lembaga bantuan internasional, pemerintah daerah dan masyarakat agar kualitas pendidikan Islam dapat ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan perkembangan zaman. Karena itu, Departemen Agama senantiasa melakukan koordinasi dan sinkronisasi dengan Departemen Pendidikan Nasional dalam memenuhi standar nasional pendidikan dan mengimplementasikan amanat Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang tersebut, madrasah memperoleh kedudukan yang sama dengan sekolah yangkonsekuensinyamadrasah perlu memperoleh kesamaan pelayanan, program dan anggaran agar dapat menampilkan kualitas pendidikan yang lebih baik
Terapi Behaviour melalui Strategi Modeling Partisipan untuk Mengatasi Siswa yang tidak Berani Mengemukakan Pendapat di Kelas (Study kasus pada siswa ‘X’ di SMPN 1 Kokop Bangkalan) Lilik Nofijantie; Rukfatul Fitriah
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2014): Pebruari
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.752 KB) | DOI: 10.15642/jkpi.2014.4.1.125-148

Abstract

Fokus masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah bagaimana terapi behaviour melalui strategi modeling partisipan untuk mengatasi siswa yang tidak berani dalam mengemukakan pendapat dikelas (studi kasus siswa X di SMP Negeri 1 Kokop Bangkalan). Untuk mengidentifikasi permasalahan tersebut peneliti menggunakan analisis domain. Pertama-tama mengumpulkan data melalui hasil observasi, interview, dokumentasi dan menganalisis. Menganalisis terapi behaviour melalui strategi modeling partisipan yang telah dilakukan konselor di SMP Negeri 1 Kokop Bangkalan. Dan bagaimanakah siswa yang tidak berani dalam mengemukakan pendapat dikelas. Kesimpulannya setelah proses terapi selesai dan di evaluasi oleh konselor siswa X ini mengalami perubahan, hal ini terlihat dalam aktivitasnya dikelas, dia sudah mulai berani dalam mengemukakan pendapat dikelas serta tidak merasa takut atapun malu untuk mengeluarkan ide-ide dan gagasannya.
Layanan Bimbingan Kelompok melalui Teknik Sosiodrama untuk Membantu Siswa Terisolasi di Sekolah Menengah Pertama Negeri 13 Surabaya Mahfudh Shalahuddin; Suyanto Suyanto
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2014): Pebruari
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.895 KB) | DOI: 10.15642/jkpi.2014.4.1.149-174

Abstract

Ada banyak tekhnik yang disedikan dalam teori konseling untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh siswa di sekolah. Salah satunya adalah sosiodrama. Sosiodrama berarti sebuah pendekatan yang mengedepankan aspek peran siswa dalam proses pembelajaran (baca: konseling). Tulisan ini adalah penelitian tentang kelebihankelebihan yang diasumsikan berasal tekhnik sosiodrama; yaitu menghilangkan kejenuhan siswa di tempat yang terisolasi di lingkungan sekolah. Hasil penelitian penulis di SMP 13 Surabaya menyebutkan bahwa; pertama, sosiodrama cukup membantu siswa yang terisolasi, dari 147 siswa yang diteliti hanya ada 17 yang merasa tidak ada dampak metode ini. Kedua, sosiodrama ini membantu siswa berinteraksi sesama siswa dengan baik tanpa batasan-batasan tertentu. Mereka cukup leluasa bergurau, bercanda, dan berdiskusi sesama siswa untuk menghilangkan kepenatan dan kejenuhan yang disebabkan oleh isoalasi yang diperlakukan oleh sekolah
Strategi Pengembangan Pondok Pesantren melalui Usaha Kecil Masyarakat Muhammad Zaini
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2014): Pebruari
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.554 KB) | DOI: 10.15642/jkpi.2014.4.1.175-199

Abstract

Tulisan ini, merupakan kajian kepustakaan penulis tentang kerangka konsepsional pengembangan lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren. Sebagai wujud konsepsi, maka tulisan ini hanya mendiskusikan beberapa elemen penting, baik itu operasional pengembangan secara umum ataupun pengembangan dalam konteks pendidikan pesantren. Pada intinya, penulis ingin mengeksaminasi beberapa keunggulan pesantren sebagai bagian basis pengembangan masa depan. Tulisan ini terfokus pada usaha kecil masyarakat yang di kelola bersama oleh pesantren. Sehingga, pesantren bisa mengaktualisasikan peranannya sebagai pemberdaya masyarakat dan sekaligus memberikan sumbangsih real terhadap kebutuhan-kebutuhan material
Persepsi tentang Kepemimpinan Perempuan; Scientific and Religious Reviews Mukhlisah AM
Jurnal Kependidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2014): Pebruari
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.447 KB) | DOI: 10.15642/jkpi.2014.4.1.200-228

Abstract

Purposes: This article will describe new conclude conception to explain women and leadership. It may be called as integrative point that based on scientific and religious authority perception. Theoretical Framework: Scientific perception mean was how academic community campaign the growth of women or female leadership. A Religious authority perception meant is Indonesian Moslem organization, such as: Nahdlatul Ulama’, Muhammadiyah, and Majelis Ulama’ Indonesia. Research Method; Kinds of methodology which used is a library research. There are two different sources of data; books and news record. Socio-Anthropological and phenomenology’s approaches also will used as tool to explain tendencies of science and religious authority perception. Result; Based on science women leadership is just and fairness to access all of human rights. Even if, there are psychological differences between men and women, it urged to lie on balance of life. In addition, there are supporting perception which built by religious authority. Some of them, actually in Indonesia, do support the gender equality in public field. Implication: This article is just a foundation to understand how academic-community in University makes their perception, and also, how religious individual and society create their consensuses, about Women or Female Leadership

Page 4 of 19 | Total Record : 184