Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ekonomi Akuntansi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ekonomi Akuntansi (JP2EA) ditujukan untuk mempublikasikan dan mendesiminasikan hasil penelitian dan pengabdian pada masyarakat serta kajian para pakar dan praktisi yang berkenaan dengan pendidikan dan pembelajaran ekonomi dan akuntansi. JP2EA diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Langlangbuana setiap bulan Juni dan Desember dengan terbitan pertama bulan Desember 2015.
Articles
80 Documents
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep dalam Materi Kelangkaan
Inten Rohmana Hakim;
Asep Hidayat;
Rita Zahara
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ekonomi Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (961.524 KB)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran konvensional pada mata pelajaran Pengantar Ilmu Ekonomi dan Bisnis. Desain penelitian yang digunakan adalah non-equivalent control group design. Penelitian ini dilakukan dikelas X PM 1 dan kelas X PM 6 SMK Negeri 3 Kota Bandung dengan jumlah sampel 36 orang dari masing-masing kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan penguasaan konsep siswa pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw memiliki nilai pretestrata-rata kelas sebelum diberikan perlakuan 48,28 dari jumlah siswa 36 orang pada kelas eksperimen. Namun, setelah diberikan perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw nilai posttestsiswa meningkat menjadi 82,56 dari total siswa yang berjumlah 36 orang. Sedangkan pada kelas kontrol dengan jumlah siswa yang sama ketika dilakukan pretest nilai rata-rata kelas 45,72 dari total 36 siswa. Setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran konvensial, nilai rata-rata kelas setelah melakukan posttest adalah 58,37 Kelas ekperimen dan kelas kontrol memiliki kenaikan hasil pretest ke posttest. Namun peningkatan kelas kontrol tidak sebaik kelas ekperimen. Pada saat dilakukan uji hipotesis didapatkan hasil H0 ditolak dan H1 diterima. Hal tersebut menunjukkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw efektif digunakan untuk meningkatkan penguasaan konsep.
Efektivitas Model Pembelajaran Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Hani Rahmawati;
Erliany Syaodih;
Cucu Lisnawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ekonomi Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1256.378 KB)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran inquiry untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran Ekonomi pada materi ketenagakerjaan. Subyek penelitian ini adalah siswa SMA, dengan populasi penelitiannya adalah siswa SMA BPI 2 Bandung dan sampel penelitiannya adalah siswa kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 3 sebagai kelas kontrol. Hasil penelitian pretes kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas XI IPA 4 (eksperimen) memperoleh rata-rata nilai 52,26 dan kelas XI IPA 3 (kontrol) memperoleh rata-rata nilai 48,68. Dari rata-rata nilai kedua kelas tersebut menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa tidak berbeda secara signifikan. Namun, setelah diberikan perlakuan menggunakan model pembelajaran inquiry yang diterapkan dikelas XI IPA 4 (eksperimen) memiliki rata-rata nilai postes 85,55 sedangkan kelas XI IPA 3 (kontrol) memiliki rata-rata nilai postes 65,52 yang menggunakan pembelajaran secara konvensional. Dari rata-rata kedua kelas tersebut menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis di kelas eksperimen hasilnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan di kelas kontrol. Dari hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan (1) terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen yang diberikan perlakuan dan kelas kontrol tidak mendapatkan perlakuan. (2) model pembelajaran inquiry efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran ekonomi dikelas XI khususnya pada materi ketenagakerjaan.
Pengembangan Bahan Ajar Smartbook Berbasis Sains untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar
Lia Mulyani;
Asep Hidayat;
Cucu Lisnawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ekonomi Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1178.774 KB)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemandirian belajar siswa pada pembelajaran akuntansi. Kenyataan dilapangan peneliti menemukan permasalahan yaitu kurangnya kemandirian belajar siswa pada pembelajaran akuntansi, satu faktor penyebaba diantaranya yaitu kurangnya ketersediaan sumber dan bahan ajar dalam pembelajaran. Berdasarkan hal tersebut diatas, peneliti membuat serta mengembangkan bahan ajar smartbook berbasis sains dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa pada pembelajaran akuntansi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan bahan ajar smartbook dalam meningkatkan kemandirian belajar, untuk mengetahui langkah-langkah implementasi bahan ajar smartbook serta mengetahui peningkatan kemandirian belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan ( Research and Development ). Populasi yang digunakan adalah kelas XII Lintas Minat Ekonomi di SMA Negeri 22 Bandung. Sampel yang digunakan pada saat ujicoba terbatas yaitu kelas XII Lintas Minat Ekonomi 1, sedangkan pada saat ujicoba luas adalah kelas XII Lintas Minat Ekonomi 3 dengan menggunakan Quasi Experimental Design bentuk Nonequivalent Control Group Des ign . Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa pengembangan bahan ajar smartbook berbasis sains lebih efektif digunakan dalam pembelajaran akuntansi dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa dibandingkan tidak menggunakan bahan ajar smartbook.
Efektivitas Model Pembelajaran Treffinger untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa
Petris Akbar;
Erliany Syaodih;
Cucu Lisnawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ekonomi Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1514.258 KB)
The learning model used to measure students' creative thinking is the Treffinger learning model and the usual learning model by teachers in everyday learning. The method in this research using quasi-experimental method and design of the study is a pretest-posttest nonequivalent group design contrtol. In this study, students are divided into two classes: the experimental class treated with Treffinger learning model and grade control using the usual learning model given by the teacher. This research was conducted at SMAN 27 Bandung with sample consist of two classes that class XI IPS 1 and XI IPS 3. The data collection technique using the written test in the form description. The results showed that: (a) From the data processing Treffinger known that the learning model is very effective in improving students' ability to think creatively compared with the usual learning model, (b) preliminary results of data processing is concluded that the ability of the experimental class and control class is not much different from that mean the same and can be said to be homogeneous, (c) based on the hypothesis test obtained results there are significant differences in the improvement of students' creative thinking skills on economic subjects using the Treffinger learning model compared with ordinary learning model, (d) the resulting increase in the gain test experimental class have higher qualifications than the control class that have low qualifications. Therefore, it can be concluded that the classes that get treated Treffinger learning model get increased ability of creative thinking is more significant than the ordinary learning model by the teacher.
Efektivitas Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Peningkatan Kemampuan Mengevaluasi
Ricky Firmansyah;
Erliany Syaodih;
Rita Zahara
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ekonomi Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1044.332 KB)
Pada kurikulum 2013 siswa dituntut untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi diantaranya kemampuan mengevaluasi namun kenyataan di lapangan kemampuan mengevaluasi sebagian besar siswa masih rendah. Diantara penyebabnya adalah karena strategi model pembelajaran yang digunakan oleh guru belum tepat. Penelitian ini dilakukan untuk memberi solusi atas masalah tersebut menggunakan metode pembelajaran berbasis masalah (PBM) sehingga diketahui apakah dapat meningkatkan kemampuan mengevaluasi. Desain penelitian yang digunakan adalah non-equivalent control group design. Penelitian ini dilakukan dikelas XIIIS 1 dan kelas XI IIS 3 SMA Negeri 27 Bandung . Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes; observasi dan wawancara. Hasil tes dianalisis dengan menggunakan statistik parametrik dengan uji-t yang sebelumnya telah dilakukan terlebih dahulu pengujian normalitas dan homogenita ssebagai syarat parametrik. Setelah dilakukan uji-t apakah ada perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan.Berdasarkan hasil perhitungan dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah secara signifikan lebih baik dalam meningkatkan kemampuan mengevaluasi siswa dilihat dari kemampuan mengevaluasi siswa pada mata pelajaran ekonomi di SMA Negeri 27 Bandung. Model pembelajaran berbasis masalah efektif meningkatkan kemampuan mengevaluasi siswa.
Pengaruh Penerapan Model Discovery Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa
Astry Nurbayani;
Uus Manzilatusifa;
Anytha Basaria Silitonga
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ekonomi Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1006.143 KB)
Kemampuan berpikir kritis mencakup kemampuan menginterpretasi, menganalisis, mengevaluasi, menginferensi, mengeksplanasi dan meregulasi diri. Namun pada kenyataan di lapangan kemampuan berpikir kritis sebagian besar siswa masih rendah hal ini disebabkan karena model pembelajaran yang digunakan oleh guru belum tepat. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen yang dilaksanakan di salah satu SMK Negeri di Kota Bandung. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI dan dipilih dua kelas untuk kelas kontrol dan eksperimen. Pada penelitian ini kelas eksperimen mendapatkan perlakuan model discovery learning sedangkan kelas kontrol tanpa perlakuan. Hal tersebut dilakukan untuk memperoleh bukti empiris tentang pengaruh penerapan model discovery learning terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran pengantar ekonomi dan bisnis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pembelajaran dengan model discovery secara signifikan lebih baik dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran pengantar ekonomi dan bisnis di SMK
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams,Games, And Tournament) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
Estri Delfiana Diswara;
Uus Manzilatusifa;
Sungging Handoko
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ekonomi Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (799.977 KB)
Model pembelajaran kooperatif tipe Teams, Games, And Tournament(TGT) merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, dapat melibatkan keaktifan seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status,melibatkan peran siswa dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Pembelajaran dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT diharapkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerja sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar juga dapat meningkatakan motivasi dengan model ini pembelajaran menjadi menyenangkan dan tidak membosankan bagi siswa sehingga pada akhirnya akan meningkatkan motivasi siswa pada proses pembelajaran. Berdasarkan latar belakang masalah dan fokus penelitian maka tujuan penelitian yang ingin di capai adalah:1. Untuk mengetahui penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT pada mata pelajaran ekonomi didalam kelas. 2. Untuk mengetahui peningkatan motivasi siswa pada pembelajaran ekonomi Materi Mengidentifikasi Kebutuhan Manusia dan Macam-Macam.Setelah menggunakan Model Pembelajaran TGT (Teams,Games, And Tournament) yang diterapkan di kelas X AP2 (eksperimen) memiliki rata-rata nilai 128,3 sedangkan kelas X AP1 (kontrol) yang menggunakan pembelajaran konvensional memiliki rata-rata nilai 120.
Pengembangan Model Pembelajaran Networked untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Generalisasi
Kartika Situmorang;
Asep Hidayat;
Sungging Handoko
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ekonomi Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1467.573 KB)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan generalisasi siswa pada pembelajaran pengantar ekonomi dan bisnis. Pada mata pelajaran pengantar ekonomi dan bisnis siswa diharapkan mampu menganalisis, mengidentifikasi, mengasosiasi, menyimpulkan, membuktikan hingga mampu mengkomunikasikan suatu materi ajar. Tetapi kenyataan dilapangan peneliti menemukan permasalahan yaitu rendahnya kemampuan generalisasi siswa pada pembelajaran pengantar ekonomi dan bisnis. Berdasarkan hal tersebut diatas, Peneliti mengembangkan model pembelajaran Networked dalam pembelajaran pengantar ekonomi dan bisnis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengembangan Model Pembelajaran Networked untuk meningkatkan kemampuan generalisasi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi yang digunakan adalah kelas X Pemasaran SMKN 3 Bandung. Sampel yang digunakan untuk eksperimen adalah kelas X Pemasaran 2 dan kelas X Pemasaran 5 sebagai kelas kontrolnya. Berdasarkan hasil pengolahan data, dapat disimpulkan bahwa pengembangan model pembelajaran Networked lebih efektif diterapkan daripada model pembelajaran ekspositori dan adanya peningkatan kemampuan generalisasi siswa setelah dikembangkannya model pembelajaran Networked.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered-Head Together (Nht) Terhadap Peningkatan Aktivitas Belajar Siswa
Arini Alhaq;
Uus Manzilatusifa;
Bella Anantha Sritumini
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ekonomi Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1361.033 KB)
The learning model Numbered-Head Together (NHT) is one model that can be influenced to improve students' learning activities meaningful learning model Numbered-Head Together (NHT) focus more on the students to groups that are designed to affect the pattern of interaction of students and provide opportunities for students to participate actively in the learning process so as to achieve the learning objectives in accordance with the learned. With the formulation of the problem that arises that is: how much influence is the application of the Numbered-Head Together (NHT) Co-operative Learning Model to the improvement of student learning activities? ". And the purpose of this research is "To know the effect of applying cooperative learning model type Numbered-Head Together (NHT) to Increasing Activity and Social Studies learning. The research method used in this study by using experimental methods, while the nature of research in this study is quantitative. The results showed that: (a) From result of hypothesis test analysis of student activity known that there is influence from applying cooperative model of Numbered-Head Together (NHT) in experiment class,(b) the application of cooperative learning model Numbered-Head Together (NHT) resulted in increasing calculations.
Pengaruh Model Pembelajaran Two Stay Two Stray untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akuntansi
Evi Septiani;
Rita Zahara;
Cucu Lisnawati
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ekonomi Akuntansi Vol. 1 No. 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi, FKIP Universitas Langlangbuana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (690.526 KB)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi. Desain penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Penelitian dilakukan di SMK Bina Warga Bandung dengan ampel dalam penelitian adalah kelas XI Akuntansi 1 sebagai kelas kontrol yang berjumlah 24 siswa dan XI Akuntansi 2 sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 28 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (a) hasil pengolahan data observasi model pembelajaran two stay two stray telah diterapkan dengan baik selama dua kali pertemuan dengan melaksanakan langkah-langkah dari model pembelajaran two stay two stray (b) hasil pengolahan data awal dapat disimpulkan bahwa rata-rata kemampuan siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol tidak berbeda secara signifikan yang artinya sama, (c) hasil penelitian menunjukan perbandingan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi kelas eksperimen memiliki rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol pada uji gain. Berdasarkan perhitungan uji-t keputusan menolak Ho dan menerima H1, karena thitung > ttabel (3,694 > 2,008). Dengan adanya perbedaan tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran two stay two stray berpengaruh untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi.