cover
Contact Name
Anak Agung Eka Suwarnata
Contact Email
agrisintech.fpunb@gmail.com
Phone
+6285237240748
Journal Mail Official
agrisintech.fpunb@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Bangsa, Jalan K.H. Sholeh Iskandar Km.4, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, 16166
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology)
ISSN : 27218597     EISSN : 27218589     DOI : https://doi.org/10.31938/agrisintech
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrisintech merupakan jurnal ilmiah yang menerima karya ilmiah dalam Rumpun Ilmu dengan kategori: 1. Sub Rumpun Ilmu Pertanian dan Perkebunan Sosiologi dengan bidang Ilmu Tanah, Holtikultura, Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman dan Perkebunan, Perkebunan, Pemuliaan Tanaman dan bidang pertanian dan perkebunan lain yang belum tercantum. 2. Sub Rumpun Teknologi dalam Ilmu Tanaman dengan bidang ilmu Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Teknologi Pertanian, Teknologi Pasca Panen,Teknologi Perkebunan, Bioteknologi Pertanian dan Perkebunan, Ilmu Pangan, dan Bidang Teknologi dalam Ilmu Tanaman yang belum tercantum. 3. Sub Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian dengan bidang ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Ekonomi Pertanian, Sosiologi Pedesaan, Agribisnis, Penyuluh Pertanian, dan Bidang Sosiologi Pertanian lain yang belum tercantum.
Articles 53 Documents
Preferensi dan Pola Komsumsi Teh Celup dan Teh Tubruk di Kabupaten Kulon Progo dan Kabupaten Sleman Kristiyani, Cicilia Dewi; Ismiasih, Ismiasih; Kautsar, Valensi
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 6 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v6i1.753

Abstract

Abstract This study aims to analyze preferences and consumption patterns of tea, specifically tea bags and loose tea, in Kulon Progo and Sleman Regencies, located in the Special Region of Yogyakarta. This study aims to identify factors that influence consumer preferences for tea products. Quantitative and qualitative methods were used in the study. Data were collected through interviews and questionnaires. The sample was determined by purposive sampling, namely by selecting respondents who consume tea bags and loose tea. The results show that consumer preferences for purchasing tea products in Kulon Progo and Sleman Regencies are determined by the location of purchase, namely at stalls, with the majority of respondents choosing black tea with its original flavor in sachet packaging. Meanwhile, in Sleman Regency, consumers prefer large packages for loose tea. Respondents' patterns of consuming tea are generally daily, with tea purchased only once a month, served warm in the morning. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi dan pola konsumsi teh, khususnya teh celup dan teh tubruk, di Kabupaten Kulon Progo dan Sleman, yang berlokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi konsumen terhadap produk teh. Pendekatan metode kuantitatif dan kualitatif digunakan di dalam penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner. Sampel ditentukan secara purposive sampling yaitu dengan memilih responden yang mengkonsumsi teh celup dan teh tubruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen terhadap pembelian produk teh di Kabupaten Kulon Progo dan Sleman ditentukan oleh lokasi pembelian yaitu di warung, dengan mayoritas responden memilih teh hitam dengan  rasa asli dalam kemasan sachet. Sementara di Kabupaten Sleman, konsumen memilih kemasan besar untuk teh tubruk. Pola responden dalam mengkonsumsi teh pada umumnya dilakukan setiap hari, dengan pembelian teh hanya sekali dalam sebulan, penyajian teh dilakukan dalam kondisi hangat dan disajikan di pagi hari.
Efektivitas Waktu Pemberian dan Dosis Trichoderma harzianum dalam Menanggulangi Serangan Sclerotium rolfsii pada Tanaman Kedelai Ochtaviana, Marghareta Bella; Jannah, Eka Nur; Novianto, Esna Dilli
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 6 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v6i1.804

Abstract

ABSTRACT The attack of Sclerotium rolfsii can significantly reduce soybean plant productivity, potentially leading to crop failure. Currently, farmers rely on fungicides to combat this issue. However, the continuous use of chemical control agents poses risks to the environment. Therefore, it is essential to explore alternative methods, such as utilizing biological agents like Trichoderma harzianum, which are more environmentally friendly. This study aims to analyze the effects of time application and the dosage of T. harzianum on reducing the incident of basal stem rot disease caused by S. rolfsii in soybean plants. This research was conducted from June to September 2024 at the Biotechnology and Plant Breeding Laboratory and the Bandongan Teaching Farm greenhouses at UNTIDAR. A Complete Randomized Block Design (3x4) was used in the study. The first factor was the application time of T. harzianum, namely 7 days before planting (T1), at planting time (T2), and 7 days after planting (T3). The second factor was the dosage of T. harzianum, which are 0, 225, 300, and 375 g/polybag. All data were analyzed with ANOVA, while the any significance tested further with orthogonal polynomials. Results indicated that applying T. harzianum 7 days before planting at a dosage of 375 g/polybag effectively reduced both the intensity of fungal attacks and the incidence of the disease. This timing and dosage combination also increased the effectiveness of the control measures and the height of the soybean plants. The interaction between the timing and dosage had a positive impact on reducing disease severity and enhancing control efficacy. T. harzianum demonstrated antagonistic activity against S. rolfsii, likely due to competition for space and nutrients, as well as antibiotic produced by the antagonistic fungi. In conclusion, this study suggests that T. harzianum can effectively inhibit S. rolfsii attacks on soybean plants when applied at the appropriate time and dosage. ABSTRAK Serangan jamur Sclerotium rolfsii pada tanaman kedelai dapat menyebabkan penurunan produktivitas tanaman hingga gagal panen. Saat ini, petani menggunakan fungisida untuk mengatasi hal tersebut. Namun demikian, penggunaan agen pengendali kimiawi secara terus menerus berdampak pada kerusakan lingkungan, sehingga perlu dicari alternatif lain dengan memanfaatkan agensia hayati seperti Trichoderma harzianum yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu pemberian dan dosis T. harzianum terhadap serangan jamur S. rolfsii penyebab penyakit busuk pangkal batang pada tanaman kedelai. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juni-September 2024 di Laboratorium Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman dan greenhouse Bandongan Teaching Farm UNTIDAR. Rancangan Acak Kelompok Lengkap (3 x 4) digunakan pada penelitian ini. Faktor pertama yaitu waktu pemberian T. harzianum 7 hari sebelum tanam (T1), saat tanam (T2), dan 7 hari setelah tanam (T3). Faktor kedua adalah dosis T. harzianum yaitu 0, 225, 300 dan 375 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pemberian T. harzianum 7 hari sebelum tanam dan dosis 375 g/polybag berpengaruh menurunkan intensitas serangan dan kejadian penyakit serta meningkatkan efektivitas pengendalian dan tinggi tanaman kedelai. Interaksi antar kedua faktor berpengaruh menurunkan intensitas serangan dan kejadian penyakit serta meningkatkan efektivitas pengendalian. T. harzianum memiliki aktivitas antagonisme terhadap patogen S. rolfsii. Diduga terjadi persaingan ruang dan nutrisi, serta aktivitas antibiosis dari jamur antagonis. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa T. harzianum mampu menghambat serangan jamur S. rolfsii pada tanaman kedelai dengan waktu pemberian dan dosis yang tepat.    
Efektivitas Instagram Sebagai Media Promosi Usaha Tanaman Hias Syaff Flora Saputra, Cahyo Tresno; Anggarawati, Sari; Wibaningwati, Dyah Budibruri
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 6 No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v6i1.881

Abstract

ABSTRACT Ornamental plants are a horticultural product that is highly sought after due to their beauty. The high public interest in ornamental plants has encouraged business actors to compete in innovating in marketing their products. Post-COVID-19 pandemic, marketing innovation through the internet (e-commerce) has become a necessity. Ornamental plant sales through the internet can be done in various ways, including direct payments on websites, Twitter, Facebook, and Instagram with various payment systems and services. This study aims to further understand the effectiveness of ornamental plant business promotion through Instagram and analyze the factors that influence promotional effectiveness related to the AIDA Model. This study uses a quantitative research design with a survey approach. The type of data used is primary data obtained directly from respondents. The research sample was determined purposively, namely followers of the Instagram account syaff.flora who are considered relevant to the research topic. Data were collected through an online questionnaire, where respondents were followers of the Instagram account Syaff Flora. Then, data were analyzed using the Spearman Rank correlation test and the Chi-Square test. The results show that the effectiveness of the AIDA Model promotional media through Instagram at the attention and interest stages is in the high category and at the desire and action stages is in the medium category. Meanwhile, the characteristic factors related to promotional effectiveness are only income level, which has a correlation with the attention and action stages. Promotional activity factors related to promotional effectiveness include message style, which has a relationship with all AIDA stages; message clarity, which is related to the attention, interest, and desire stages; message delivery frequency, which is related to the interest, desire, and action stages; and message feedback frequency, which is related to the interest stage. ABSTRAK Tanaman hias termasuk produk hortikultura yang banyak diminati karena keindahannya. Tingginya minat masyarakat terhadap tanaman hias mendorong para pelaku usaha untuk berlomba-lomba melakukan inovasi dalam memasarkan produknya. Pasca masa pandemi Covid-19, inovasi pemasaran melalui internet (e-commerce) telah menjadi sebuah keharusan. Penjualan tanaman hias melalui media internet dapat dilakukan dengan berbagai cara, dapat berupa pembayaran langsung pada website, Twitter, Facebook, maupun Instagram dengan berbagai sistem dan layanan pembayaran. Penelitian ini memiliki tujuan lebih dalam untuk memahami efektivitas promosi usaha tanaman hias melalui media Instagram dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas promosi terkait Model AIDA. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh langsung dari responden. Sampel penelitian ditentukan secara purposive, yaitu para pengikut akun Instagram Syaff Flora yang dianggap relevan dengan topik penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner online, di mana responden adalah followers akun Instagram Syaff Flora, selanjutnya dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas media promosi Model AIDA melalui Instagram pada tahap perhatian dan minat berada pada kategori tinggi dan pada tahap keinginan dan tindakan berada pada kategori sedang. Sedangkan faktor karakteristik yang berhubungan dengan efektivitas promosi hanya tingkat pendapatan memiliki korelasi dengan tahap perhatian dan tindakan. Faktor kegiatan promosi yang berhubungan dengan efektivitas promosi yaitu gaya pesan memiliki hubungan dengan semua tahapan AIDA; kejelasan pesan berhubungan dengan tahap perhatian, minat dan keinginan; frekuensi penyampaian pesan berhubungan dengan tahap minat, keinginan, tindakan; dan frekuensi umpan balik pesan berhubungan dengan tahap minat.