cover
Contact Name
Anak Agung Eka Suwarnata
Contact Email
agrisintech.fpunb@gmail.com
Phone
+6285237240748
Journal Mail Official
agrisintech.fpunb@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Nusa Bangsa, Jalan K.H. Sholeh Iskandar Km.4, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, 16166
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology)
ISSN : 27218597     EISSN : 27218589     DOI : https://doi.org/10.31938/agrisintech
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Agrisintech merupakan jurnal ilmiah yang menerima karya ilmiah dalam Rumpun Ilmu dengan kategori: 1. Sub Rumpun Ilmu Pertanian dan Perkebunan Sosiologi dengan bidang Ilmu Tanah, Holtikultura, Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman dan Perkebunan, Perkebunan, Pemuliaan Tanaman dan bidang pertanian dan perkebunan lain yang belum tercantum. 2. Sub Rumpun Teknologi dalam Ilmu Tanaman dengan bidang ilmu Teknologi Industri Pertanian, Teknologi Hasil Pertanian, Teknologi Pertanian, Teknologi Pasca Panen,Teknologi Perkebunan, Bioteknologi Pertanian dan Perkebunan, Ilmu Pangan, dan Bidang Teknologi dalam Ilmu Tanaman yang belum tercantum. 3. Sub Rumpun Ilmu Sosiologi Pertanian dengan bidang ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, Ekonomi Pertanian, Sosiologi Pedesaan, Agribisnis, Penyuluh Pertanian, dan Bidang Sosiologi Pertanian lain yang belum tercantum.
Articles 53 Documents
POTENSI PESTISIDA BERBAHAN ASAP CAIR TEMPURUNG KELAPA UNTUK PENGENDALIAN WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius) Cantika, Gabriella; Rahmadhini, Noni; Widayati, Wiludjeng
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v4i1.536

Abstract

Padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia karena menjadi makanan pokok lebih dari separuh penduduk negara Indonesia. Cara untuk menanggulangi serangan serangga pada tanaman padi secara efisien, ramah lingkungan, dan aman bagi kesehatan manusia, diperlukan asap cair tempurung kelapa sebagai insektisida organik. Tempurung kelapa tersusun atas lignin, selulosa dan hemiselulosa. Kandungan yang terkandung dalam komponen utama yaitu pada asap cair adalah alkohol, fenol dan asam asetat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus – November 2022 dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan (0% sebagai kontrol, 2%, 5%, dan 8%) dan 6 kali pengulangan dengan total 24 perlakuan. Total walang sangit yang digunakan dalam penelitian yaitu 120 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair menyebabkan perbedaan warna pada tubuh walang sangit. Warna tubuh yang lebih gelap/cokelat kehitaman diakibatkan telah masuk dan bekerjanya pestisida organik asap cair tempurung kelapa pada tubuh walang sangit. Konsentrasi asap cair tempurung kelapa yang paling efektif mengendalikan walang sangit yaitu konsentrasi 8%. Semakin tinggi konsentrasi asap cair maka semakin besar tingkat mortalitas. Berdasakan data didapatkan nilai LC50 yaitu 4,10% yang artinya, konsentrasi sebesar 4,10% efektif membunuh 50% walang sangit. Rice is the main food crop in Indonesia because it is the staple food for more than half of Indonesia's population. The way to deal with insect attacks on rice plants efficiently, environmentally friendly, and safe for human health, requires coconut shell liquid smoke as an organic insecticide. Coconut shell is composed of lignin, cellulose and hemicellulose. The main components contained in liquid smoke are alcohol, phenol and acetic acid. The study was conducted in August – November 2022 in a completely randomized design consisting of 4 treatments (0% as control, 2%, 5%, and 8%) and 6 repetitions for a total of 24 treatments. The total number of walang sangit used in this study was 120 individuals. The results showed that the liquid smoke caused color differences in the stink bug's body. The body color is darker/dark brown due to the entry and operation of organic pesticides from coconut shell liquid smoke on the body of the stink bug. The most effective concentration of coconut shell liquid smoke in controlling stink bugs is 8%. The higher the concentration of liquid smoke, the greater the mortality rate. Based on the data, the LC50 value was 4,10%, which means that a concentration of 4.10% is effective in killing 50% of the rice bug.
KARAKTERISTIK USAHATANI MANGGA VARIETAS GEDONG GINCU DI KABUPATEN CIREBON Waryat, Waryat; Nurawan, Agus; Prawiranegara, Darojat; Hamdani, Kiki Kusyaeri
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v4i1.572

Abstract

Mangga (Mangifera indica L.) merupakan komoditas buah potensial di Jawa Barat. Meskipun produksinya cukup besar, namun Indonesia belum masuk kedalam negara pengekspor utama mangga di dunia. Salah satu varietas mangga unggulan yang banyak ditemukan di Jawa Barat adalah gedong gincu. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui karakteristik usahatani mangga gedong gincu di kabupaten cirebon. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei, data primer dikumpulkan dari 30 petani mangga gedong yang diambil secara acak. Data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Survei dilakukan di kecamatan Sedong, kabupaten Cirebon. Hasil analisis usahatani menunjukkan bahwa usahatani mangga gedong gincu di lokasi kajian memberikan keuntungan yang layak, hal ini dapat dilihat dari nilai R/C ratio yang mencapai 3,26. Terdapat dua periode harga pada saat panen mangga. Harga tertinggi dicapai pada bulan April – Juni dan harga terendah dicapai pada periode bulan Oktober – Desember. Tujuan petani menanam mangga secara umum (90,63 %) adalah untuk dijual. Adapun permasalahan utama yang dihadapi petani dalam pengusahaan mangga yaitu hama dan penyakit serta permodalan. Mango (Mangifera indica L.) is a potential fruit commodity in West Java. Despite its large production, Indonesia is not yet one of the world's major mango exporting countries. Gedong gincu is a superior mango variety that can be found in West Java. The goal of this research was to identify the characteristics of gedong gincu mango farming in the Cirebon district. The survey method was used in the study, Primary data was obtainerd from 30 random farmers, while secondary data was obtained from the Food Crops Agriculture Office. The survey was carried out in the Sedong district of Cirebon. According to the findings of the farming analysis, gedong gincu mango farming in the study area generates a reasonable profit, this can be seen from the value of the R/C ratio which reaches 3.26. During the mango harvest, there are two price periods. The highest price is reached between April and June, and the lowest price is reached between October and December. Farmers' primary goal in growing mangoes (90.63 percent) is to sell them. Pests and diseases, as well as capital, were the main issues for the farmers.
KOMODITAS PERKEBUNAN UNGGULAN DI KAWASAN AGROPOLITAN MENDO BARAT KABUPATEN BANGKA Anggarawati, Sari; Nasution, Muhammad Sukri
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v4i1.573

Abstract

Kabupaten Bangka memiliki kawasan perkebunan yang telah dikembangkan dengan investasi besar yang tersebar di Kecamatan Puding Besar, Bakam, Belinyu, Pemali dan Mendo Barat, di mana di dalamnya terdapat Kawasan Agropolitan Mendo Barat. Baik di Kabupaten maupun kawasan agropolitannya terdapat lima komoditas terbesar pada subsektor perkebunan, yaitu lada, karet, kelapa, kelapa sawit dan kakao. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan komoditas mana yang akan menjadi komoditas unggulan yang mampu menjadi sektor penggerak perekonomian Kawasan Agropolitan Mendo Barat. Pengumpulan data dilakukan melalui survei, wawancara, dan pengamatan, serta studi literatur dari dokumen-dokumen yang tersedia. Metode analisis penentuan komoditas unggulan dilakukan dengan menggunakan perhitungan Location Quotient (LQ) dan Metode Bayes untuk melengkapinya. Hasil perhitungan LQ menunjukkan komoditas lada dan karet memiliki nilai LQ > 1, artinya Kawasan Agropolitan Mendo Barat dapat swasembaga komoditas lada dan karet. Hasil analisis Bayes dari lima komoditas tersebut menunjukkan lada merupakan tanaman yang memiliki prospek paling tinggi untuk dikembangkan mulai kesesuaian lahan, penerimaan masyarakat, peluang ekspor, harga komoditas, dan keterkaitan dengan hilir yang kuat. Meski demikian, masih ada terkerbatasan modal usaha dan penguasaan teknologi budidaya maupun pascapanen. Komoditas kedua yang layak dipertimbangkan adalah karet, di mana tanaman ini memiliki kesesuaian lahan yang tinggi, peluang ekspor yang masih tinggi dan memiliki areal tanam yang terluas. Selain itu adanya dukungan dari pabrik pengolahan di lokasi. Di sisi lain, komoditas karet sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga di dunia, sulitnya pemeliharaan tanaman serta penguasaan teknologi pascapanen. Bangka Regency has plantation areas that have been developed with large investments spread across the Districts of Puding Besar, Bakam, Belinyu, Pemali and West Mendo, wherein there is the West Mendo Agropolitan Area. In both the regency and its agropolitan areas, the five largest commodities are in the plantation sub-sector, namely pepper, rubber, coconut, oil palm and cocoa. The purpose of this research is to determine which commodities will become flagship commodities that are capable of becoming a driving sector for the economy of the West Mendo Agropolitan Region. Data collection was carried out through surveys, interviews and observations, as well as desk studies of the available documents. The analytical method for determining superior commodities is carried out using Location Quotient (LQ) calculations and the Bayes method to complete the LQ analysis. The results of the LQ calculation show that pepper and rubber commodities have an LQ value of > 1, meaning that the West Mendo Agropolitan Region can be self-sufficient in pepper and rubber commodities. The results of the Bayes analysis of the five commodities show that pepper is a plant that has the highest prospects for development, starting from land suitability, public acceptance, export opportunities, commodity prices, and strong downstream linkages. However, there are still limited business capital and mastery of cultivation and post-harvest technology. The second commodity worth considering is rubber, where this plant has high land suitability, high export opportunities and has the largest planting area. In addition, there is support from processing factories on site, but on the one hand it is heavily influenced by price fluctuations in the world, lack of plant maintenance and low mastery of postharvest technology.
Pengaruh Macam Pupuk Hijau Dan Tingkat Dekomposisi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit Kusuma, Anisa Indria; Hastuti, Pauliz Budi; Wilisiani, Fariha
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 4 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v4i2.544

Abstract

Ketersediaan hara pada media tanam akan menentukan pertumbuhan dan perkembangan bibit. Pemberian hara dapat dilakukan menggunakan pupuk organik, salah satunya adalah pupuk hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam pupuk hijau dan tingkat dekomposisi terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery, serta mengetahui macam pupuk hijau dan tingkat dekomposisi yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di tahap pre nursery. Penelitian dilakukan di bulan Januari sampai dengan Mei 2022 yang dilaksanakan di Kebun Percobaan (KP) Kalikuning, Yogyakarta. Penelitian dilaksanakan dengan metode percobaan satu faktor dengan 13 perlakuan yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap. Perlakuan yang diberikan yaitu Pupuk Kimia NPK dan Urea (P0); kompos daun lamtoro 0 hari (P1), 5 hari (P2), 10 hari (P3), 15 hari (P4); kompos daun trembesi 0 hari (P5), 5 hari (P6), 10 hari (P7), 15 hari (P8); serta kompos daun mucuna 0 hari (P9), 5 hari (P10), 10 hari (P11), dan 15 hari (P12). Ulangan untuk masing-masing perlakuan adalah 5 kali. Penelitian menunjukkan hasil bahwa kompos daun lamtoro dengan 5 hari dekomposisi memberikan pengaruh rerata tertinggi terhadap parameter luas daun dan berat segar akar. Perlakuan kontrol NPK dan Urea menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap semua parameter pertumbuhan, yang berarti penambahan pupuk hijau dengan semua tingkat dekomposisi mampu menggantikan peran pupuk anorganik. The availability of nutrients in the planting medium will determine the growth and development of seedlings. Providing nutrients can be done using organic fertilizer, one of which is green fertilizer. This research aims to determine the effect of types of green manure and decomposition degree on the growth of oil palm seedlings in the pre-nursery stage, as well as finding out the type of green manure and level of decomposition that have the best influence on the growth of oil palm seedlings in the pre-nursery stage. The research was carried out from January to May 2022 at the Kalikuning Experimental Garden (KP), Yogyakarta. The research was carried out using a one-factor experimental method with 13 treatments arranged in a Completely Randomized Design. The treatment given is NPK and Urea (P0) Chemical Fertilizer; lamtoro leaf compost 0 days (P1), 5 days (P2), 10 days (P3), 15 days (P4); trembesi leaf compost 0 days (P5), 5 days (P6), 10 days (P7), 15 days (P8); as well as mucuna leaf compost for 0 days (P9), 5 days (P10), 10 days (P11), and 15 days (P12). Replication for each treatment was 5 times. The research showed that lamtoro leaf compost with 5 days of decomposition had the highest average effect on leaf area and root fresh weight parameters. The NPK and Urea control treatments showed results that were not significantly different for all growth parameters, which means that the addition of green fertilizer and decomposition degree were able to replace the role of inorganic fertilizer.
Efektivitas Serapan Unsur Hara Nitrogen pada Pembibitan Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Pogon, Trinita Yunita; Putra, Dian Pratama; Rusmarini, Umi Kusumastuti
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 4 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v4i2.545

Abstract

Pemberian unsur nitrogen sangat penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil rendemen tanaman tebu. Untuk mengetahui waktu yang tepat agar dapat melakukan pemupukan, maka diperlukan kurva serapan tanaman selama masa pertumbuhan tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas, penyerapan, dan hubungan serapan unsur hara nitrogen terhadap pertumbuhan bibit tanaman tebu. Percobaan dilakukan di Lahan KP 2 INSTIPER Yogyakarta Desa Wedomartani, Depok, Sleman, Yogyakarta pada bulan Mei 2022 – Juli 2022. Penelitian ini menggunakan metode rancangan faktorial satu faktor yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor yang diuji adalah umur bibit tebu yang terbagi menjadi umur 8 minggu hingga 12 minggu dengan 3 kali ulangan. Media tanam yang digunakan dalam percobaan adalah tanah Latosol yang diberikan pupuk urea 14 g pada umur 9 minggu. Data diperoleh dari hasil pengamatan langsung dan uji laboratorium. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan sidik ragam, perlakuan yang berpengaruh nyata diuji lanjut menggunakan uji duncan (DMRT) pada jenjang nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh nyata antara lama waktu serapan hara nitrogen terhadap parameter pH tanah. Serapan unsur hara nitrogen meningkat seiring dengan penurunan pH tanah jika dibandingkan sebelum penambahan pupuk urea. Nitrogen providing is very important to increase the growth and yield of sugar cane plants. To find out the right time to fertilize, a plant uptake curve is needed during the plant's growth period. This research aims to determine the effectiveness, absorption and relationship between nitrogen nutrient absorption and the growth of sugarcane seedlings. The experiment was carried out on the KP 2 INSTIPER Yogyakarta Farm, Wedomartani Village, Depok, Sleman, Yogyakarta in May 2022 – July 2022. This research used a one-factor factorial design method arranged in a Completely Randomized Design (RAL). The factor tested was the age of the sugarcane seedlings which was divided into ages 8 weeks to 12 weeks with 3 repetitions. The planting medium used in the experiment was Latosol soil which was given 14 g urea fertilizer at 9 weeks of age. Data was obtained from direct observations and laboratory tests. Data obtained from the research results were analyzed using variance, treatments that had a significant effect were further tested using the Duncan test (DMRT) at a real level of 5%. The results of the research show that there is a real influence between the length of time for nitrogen nutrient uptake on soil pH parameters. Nitrogen nutrient uptake increased along with decreasing soil pH when compared to before the addition of urea fertilizer.
Pengetahuan, Sikap, dan Tindakan Petani Kakao Terhadap Pengelolaan OPT di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur Lea, Victoria Coo; Prihatin, Prihatin; Hamakonda, Umbu Awang; Puspita, Victoria Ayu; Taus, Igniosa
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 4 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v4i2.586

Abstract

Salah satu komoditas perkebunan utama yang mendukung perekonomian di Nagekeo adalah kakao (Theobroma cacao L.). Komoditas ini berperan penting dalam menyediakan lapangan kerja dan sumber pendapatan masyarakat. Namun, pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang belum optimal menjadi salah satu faktor penyebab rendahnya produksi kakao di Kabupaten Nagekeo. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan petani terkait pengelolaan OPT kakao. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2019 di tiga kecamatan yang terletak di Kabupaten Nagekeo, yang terkenal dengan produksi kakao. Data pengetahuan, sikap, dan tindakan petani terhadap pengelolaan hama kakao dikumpulkan melalui wawancara terstruktur di mana responden di ambil dari setiap kecamatan. Hasil analisis chi-square menunjukkan bahwa tidak ada korelasi yang signifikan dalam pengetahuan, sikap, maupun tindakan petani terhadap pengelolaan OPT kakao.   One of the main plantation commodities that supports the economy in Nagekeo is cocoa (Theobroma cacao L.). This commodity plays an important role in providing employment and a source of income for the community. However, the suboptimal pest management is one of the factors causing low cocoa production in Nagekeo Regency. Therefore, this research aims to determine the level of knowledge, attitudes and actions of farmers regarding cocoa OPT management. This research was conducted from January to March 2019 in three sub-districts located in Nagekeo Regency, which is famous for cocoa production. Data on farmers' knowledge, attitudes and actions regarding cocoa pest management were collected through structured interviews where respondents were taken from each sub-district. The results of the chi-square analysis show that there is no significant correlation in farmers' knowledge, attitudes or actions regarding cocoa pest management.
Fluktuasi Harga Beras di Kabupaten Tangerang Tahun 2020-2022 Solihin, Lalu; Bachtiar, Rizal
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 4 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v4i2.599

Abstract

Harga produk pangan penting akan mempengaruhi tingkat kepuasan konsumsi masyarakat. Kepuasan akan menentukan kesejahteraan masyarakat. Ketika harga tinggi maka daya beli masyarakat melemah dan sebaliknya. Fluktuasi harga dipengaruhi oleh faktor alam atau pasar dan faktor intervensi kebijakan pemerintah. Peran pemerintah dalam menstabilkan harga beras dapat dilakukan melalui berbagai kebijakan, seperti kebijakan fiskal dan moneter. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan data harga beras di Kabupaten Tangerang bulan Januari sampai Desember 2020-2021 dan bulan Januari sampai April 2022. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis statistik deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa fluktuasi harga mempengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat dengan mengganti konsumsi beras kualitas tinggi dengan beras kualitas sedang. Fluktuasi harga beras dipengaruhi oleh faktor-faktor utama yaitu: di satu sisi disebabkan oleh fluktuasi pendapatan masyarakat yang tidak stabil pada masa pandemi Covid-19, di sisi lain karena ketergantungan masyarakat Tangerang terhadap pasokan beras ke Kramat utama, Pasar Jati, dan Pasar Induk Jatiuwung di Kota Tangerang, sehingga harga beras di Kabupaten Tangerang ditentukan dari kedua pasar induk tersebut. The price of important food products will influence the level of satisfaction with people's consumption. Satisfaction will determine people's welfare. When prices are high, people's purchasing power weakens and vice versa. Price fluctuations are influenced by nature or the market and government policy intervention factors. The government's role in stabilizing prices rice can be done through various policies, such as fiscal and monetary policies. The aim of this research is to describe rice price data in Tangerang Regency from January to December 2020-2021 and January to April 2022. The analysis method used is descriptive statistical analysis method. The results of the analysis show that price fluctuations influence changes in people's consumption patterns by changing consumption of high quality rice with medium quality rice. Fluctuations in rice prices are influenced by main factors, namely: on the one hand due to the unstable thickness of people's income during the Covid-19 pandemic, on the other hand due to the dependence of the people of Tangerang on rice supplies to the Kramat Utama, Pasar Jati and Pasar Induk Jatiuwung in Tangerang City, so that the price of rice in Tangerang Regency is determined from these two main markets.
Analisis Kelayakan Usahatani Sayuran Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.) Hidroponik di HPT Farm Tulungagung Sajali, Chusnatul Ulaela; Khoiriah, Siti
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 4 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v4i2.600

Abstract

Pertanian menjadi sektor penting dalam memenuhi kebutuhan sandang dan pangan masyarakat Indonesia. Dalam upaya meningkatkan produksi sayuran yang bersih, sehat, dan berkualitas, sistem hidroponik menjadi solusi yang menarik. Salah satu sayuran yang berpotensi dibudidayakan dengan sistem hidroponik adalah sawi pagoda (Brasicca narinosa L.) yang memiliki kandungan gizi dan vitamin penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usahatani sayuran sawi pagoda hidroponik di HPT Farm Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dan observasi, serta data sekunder dari literatur dan jurnal terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya produksi sawi pagoda hidroponik sebesar Rp1.321.399/bulan, dengan total penerimaan sebesar Rp3.307.500. Berdasarkan analisis R/C ratio, diperoleh nilai R/C sebesar 2,5 yang mengindikasikan bahwa usahatani sayuran sawi pagoda hidroponik di HPT Farm Tulungagung layak untuk dijalankan, karena setiap Rp1.000 biaya produksi menghasilkan penerimaan sebesar Rp2.500. Agriculture is an important sector in meeting the food and clothing needs of the Indonesian people. In an effort to increase the production of clean, healthy and quality vegetables, hydroponic systems are an attractive solution. One of the vegetables that has the potential to be cultivated using a hydroponic system is pagoda mustard (Brasicca narinosa L.) which contains important nutrients and vitamins to increase immunity. This study aims to analyze the feasibility of hydroponic pagoda mustard vegetable farming at HPT Farm Tulungagung. The research method used was descriptive quantitative with primary data collection through interviews and observation, as well as secondary data from related literature and journals. The results showed that the total production cost of hydroponic pagoda mustard was Rp1.321.399 per month, with a total revenue of Rp3.307.500. Based on the analysis of the R/C ratio, an R/C value of 2.50 was obtained, which indicated that hydroponic pagoda mustard greens farming at HPT Farm Tulungagung was feasible, because every Rp1.000 production costs generate revenue of Rp2.500.
Identifikasi Benih Beberapa Varietas Melon (Cucumis Melo L.) Menggunakan Pengolahan Citra Digital Irwan, Anggi Saryadi Maulana; Arifien, Yunus; Jannah, Asmanur; Masnang, Andi
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 3 No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v3i2.356

Abstract

As technology advances, digital images can be used to identify the morphology of various agricultural commodities. Identification of varieties through seeds can be an alternative identification technique in studying varietal diversity. The purpose of this study was to identify the seed shape of several melon varieties using a digital image analysis approach. Six melon varieties were used in this study, namely Gracia, Japonika, Roxy, Golden Aroma, Red Aroma, and Cantaloupe. Digital images were obtained using scanning techniques and processed using ImageJ V1 47q software. Geometry analysis and shape analysis were carried out on the resulting images. The results showed that digital image analysis was more sensitive, precise, and accurate in identifying seed shape characteristics compared to visual observation by naked eye, especially seeds that were outside the range of the specified numbers. The variables or parameters selected to differentiate melon seed varieties were area, circularity, feret angle, and aspect ratio. Seiring berkembangnya teknologi, citra digital dapat digunakan untuk mengidentifikasi morfologi berbagai komoditas pertanian. Identifikasi varietas melalui biji dapat menjadi teknik identifikasi alternatif dalam hal mempelajari keragaman varietas. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi bentuk benih dari beberapa varietas melon dengan pendekatan analisis citra digital. Enam varietas melon digunakan dalam penelitian ini yaitu Gracia, Japonika, Roxy, Golden Aroma, Red Aroma, dan Cantaloupe. Citra digital didapatkan dengan teknik scanning dan diolah melalui software ImageJ V1 47q. Analisis geometri dan analisis bentuk dilakukan terhadap citra yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis citra digital lebih sensitif, teliti, dan akurat untuk mengidentifikasi karakter bentuk benih dibandingkan dengan pengamatan secara visual secara kasat mata, khususnya benih yang berada pada luar kisaran angka yang ditetapkan. Variable atau parameter terpilih sebagai pembeda varietas benih melon ialah area, circular, feret angle, dan aspect ratio
Pemasaran Pakcoy (Brasicca rapa L.) Hidroponik Di Sukabumi: Studi Kasus Jejaring Puspa Agro Farm Hijriani, Andira Kaffa; Rini, Neneng Kartika
Agrisintech (Journal of Agribusiness and Agrotechnology) Vol 4 No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/agrisintech.v4i1.574

Abstract

Pakcoy plants are popular with many people to be used as various processed ingredients. This causes an increase in the community's need for pakcoy plants, especially hydroponic pakcoy. Hydroponic pakcoy has good quality, produces more yields, is easy to harvest, and is more sterile and clean. Marketing analysis of hydroponic pakcoy plants is expected to help increase sales. The method used in this study is quantitative descriptive with a purposive sample selection technique in the hydroponic pakcoy plant marketing network, namely Puspa Agro Farm. Based on the results of the study, it is known that the marketing network of the Puspa Agro Farm Sukabumi hydroponic pakcoy commodity has a marketing mix character that is almost similar in terms of product, price, place, and promotion. In this marketing network, there are two types of marketing channels, namely channels that connect producers to consumers directly (Channel I) and channels that connect producers to consumers through suppliers (Channel II). In this case, both channels I and II have decent marketing efficiency.   Tanaman pakcoy digemari banyak masyarakat untuk dijadikan sebagai berbagai bahan olahan. Hal ini menyebabkan peningkatan kebutuhan masyarakat akan tanaman pakcoy, terutama tanaman pakcoy hidroponik. Pakcoy hasil hidroponik memiliki kualitas baik, memberikan hasil yang lebih banyak, mudah untuk dipanen, serta lebih steril dan bersih. Analisis pemasaran tanaman pakcoy hidroponik diharapkan dapat membantu meningkatkan penjualan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pemilihan sampel secara pusrposif pada jejaring pemasaran tanaman pakcoy hidroponik yaitu Puspa Agro Farm. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jejring pemasaran komoditas pakcoy hidroponik Puspa Agro Farm Sukabumi memiliki karakter bauran pemasaran yang hampir serupa dalam hal produk, harga, tempat, dan promosi.   Dalam jejaring pemasaran tersebut terdapat dua jenis saluran pemasaran yaitu salurana yang menghubungkan produsen kepada konsumen secara langsung (Saluran I) dan saluran yang menghubungnkan produsen kepada konsumen  melalui suplier (Saluran II). Dalam hal ini, saluran I maupun saluran II memiliki efisiensi pemasarn yang layak.