cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281255123605
Journal Mail Official
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/tiftk/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
ISSN : 2579714X     EISSN : 28295919     DOI : -
Jurnal Tarbiyah Islamiyah adalah jurnal yang memuat artikel Pendidikan Agama Islam baiak berupa hasil penelitian atau hasil kajian tentang Pendidikan Agama Islam dan kajian Agama Islam umum
Articles 340 Documents
MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MEMBERDAYAKAN KELOMPOK KERJA GURU SE KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN Yahya Mof, M. Adli Nurul Ihsan Ahmad Musta’ien
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 6, No 2 (2016): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.093 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v6i2.1813

Abstract

Profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam SD berdampak pada kualitas pendidikan dasar anak karena SD sebagai pendidikan dasar yang menjadi pondasi bagi sekolah lanjutan pertama dan atas sehingga melalui sistem pembinaan profesionalisme seperti Kelompok Kerja Guru (KKG) menjadi barometer keberhasilan pendidikan di Indonesia.Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana peran Kelompok Kerja Guru (KKG) dalam meningkatkan profesionalisme Guru PAI SD di Kecamatan Banjarmasin Selatan dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Subjek dalam penelitian lapangan ini adalah kepala sekolah dan guru PAI, pembina KKG, dan anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Dasar (SD) Kecamatan Banjarmasin Selatan. Dalam penelitian ini, pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumenter. Penulis kemudian mengolah dan menganalisis data dengan melalui tahapan editing dan klasifikasi data, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kualitatifdan mengambil simpulan menggunakan metode induktif. Hasil Temuan adalah peran kelompok kerja guru dalam meningkatkan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam SD di kecamatan Banjarmasin Selatan melalui peningkatan kreatifitas dan skill serta peningkatan pengetahuan dan wawasan sudah sesuai dengan UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang diwujudkan melalui program kerja yaitu program rutin dan pengembangan yang mereka laksanakan sudah cukup membantu meningkatkan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam SD di Kecamatan Banjarmasin Selatan. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi peran kelompok kerja guru dalam meningkatkan profesionalisme guru PAI di Kecamatan Banjarmasin Selatan adalah latar belakang pendidikan guru sudah bergelar sarjana S-1 dan hanya sebagian kecil yang masih D-II namun mereka sudah lulus sertifikasi dan sedang dalam proses gelar S-1, pengalaman guru yang cukup memadai yaitu berkisar hingga 30 tahun, keadaan kesejahteraan guru sudah mencukupi sehingga tidak mengganggu tugas, tingkat keaktifan pengurus yang baik sehinggadalam menjalankan program berdampak pada program yang berjalan sesuai target sehingga dapat membantu tercapainya visi dan misi KKG, komitmen guru dalam mengikuti kegiatan KKG cukup baik sehingga permasalahan-permasalahan guru yang dihadapi dapat diselesaikan dengan baik, namun dana yang tersedia masih minim sehingga terbatasnya kegiatan. Kata kunci: meningkatkan, profesionalisme, guru, pendidikan agama Islam
KONSEP METODE PEMBELAJARAN ALQURAN Rusdiah Rusdiah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 2, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.449 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v2i1.1865

Abstract

Alquran adalah kitab suci bagi umat Islam, kitab suci terakhir yang merangkum kitab suci sebelumnya, berisi nilai sejarah pedoman hidup, diturunkan kepada nabi Muhammad Saw melalui malaikat Jibril a.s untuk kepentingan seluruh alam. Yang paling prinsip dan mutlak tentang pengertian Alquran adalah bahwa Alquran itu wahyu yang menjadi petunjuk dan pedoman bagi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt. Pendidikan kitab suci  Alquran dan mempelajarinya  mempunyai tujuan yang sangat penting diantaranya agar segala sesuatu yang dilakukan harus selalu berdasarkan bimbingan Alquran sebagai sumber rujukan utama dalam kehidupan orang yang beriman. Karena hal  itu, maka Alquran perlu dipelajari, dibaca, dipahami dan dihayati serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: Metode Pembelajaran Alquran
Akhlak Kepada Diri Sendiri Muhrin Muhrin
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 1 (2020): Januari - Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.142 KB) | DOI: 10.18592/jt ipai.v10i1.3768

Abstract

Dewasa ini moral bangsa ini semakin hancur dan hilang hal ini terbukti dengan adanya perilaku-perilaku amoral yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia terutama kaum muda. Sikap amoral yang sekarang semakin merajalela di kehidupan masyarakat dan malah sudah dianggap biasa dan wajar dalam kehidupan masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari kesalahan orang tua dalam mendidik anaknya yang membiarkan begitu saja tanpa dibekali adanya pengetahuan- pengetahuan agama yang dijadikan pedoman hidup dalam mengarunggi kehidupanya didunia.Salah satu kunci utama dalam membenahi akhlak bangsa ini yaitu dengan menitikberatkan pada lingkungan keluarga dan perlu penyadaran terhadap setiap keluarga bahwasanya pendidikan akhlak terutama pendidikan akhlak penting untuk diajarkan dan ditanamkan dalam diri seorang anak. Dalam proses penanaman nilai akhlak ini haruslah pertama kali ditanamkan nilai-nilai akhlak terhadap diri sendiri karena semua hal itu dimulai dari diri kita sendiri, setelah diri kita benar-benar tertanam nilai akhlak maka secara otomatis dapat menjalar dalam aspek-aspek kehidupan yang lain. Kata Kunci: Akhlak, Diri, Sendiri
SEKOLAH SEBAGAI ORGANISASI FORMAL (HUBUNGAN ANTAR STRUKTUR) Ida Norlena
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 2 (2015): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3185.076 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v5i2.1831

Abstract

Sekolah merupakan organisasi formal yang bergerak di bidang edukatif. Sekolah memiliki struktur yang mempunyai kedudukan tertentu, saling berinteraksi dan menjalankan peranan seperti yang diharapkan sesuai dengan kedudukannya. Struktur organisasi sekolah mendasari keputusan para pembina atau pendiri sekolah untuk proses perencanaan sekolah yang strategis. Sebuah sekolah harus diorganisasi sebagai lembaga pendidikan untuk mencapai tujauan institusional yang difokuskan untuk membantu perkembangan potensi yang dimiliki anak-anak secara maksimal, agar berguna bagi dirinya sendiri dan masyarakatnya. Organisasi sekolah adalah sistem yang bergerak dan berperan dalam merumuskan tujuan pendewasaan manusia sebagai mahluk sosial agar mampu berinteraksi dengan lingkungan. Struktur sosial sekolah yaitu kepala sekolah, guru, pegawai administrasi, petugas kebersihan dan keamanan, murid laki-laki maupun murid perempuan yang masing-masing memiliki kedudukan dan peranan yang berbeda, dan saling berinteraksi satu sama lain.Kata kunci: Organisasi, Sekolah, Struktur Organisasi
Pengaruh Budaya Membaca terhadap Prestasi Belajar PAI Siswa SMAN 3 Banjarmasin Murdan Murdan
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 1 (2018): Januari - Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.162 KB) | DOI: 10.18592/jt ipai.v8i1.2157

Abstract

Pendidikan Agama merupakan bagian integral dari sistem pendidikan nasional, memiliki konstribusi yang besar dalam penanaman nilai-nilai moral spritual dan prilaku kegamaan siswa. Membaca merupakan salah satu cara untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Kebiasaan membaca perlu dibudayakan (dibiasakan) dikalangan  siswa, karena dengan membaca diharapkan para siswa mampu meraih prestasi yang maksimal terutama prestasi Pendidikan Agama Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya membaca berpengaruh terhadap prestasi belajar PAI siswa. Hal ini berdasarkan hasil penelitian terhadap 100 orang siswa SMAN 3 Banjarmasin
PEMBENTUKAN AKHLAK REMAJA MELALUI KELUARGA DI DESA HANTIPAN KECAMATAN PULAU HANAUT KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR Nurul Alfiah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 7, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.689 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v7i1.1796

Abstract

Dalam pembentukan akhlak remaja melalui keluarga di Desa Hantipan, dalampembentukan akhlak dari keluarga MY yang sudah terlaksana dengan baik, karena pada pembentukan akhlak, anaknya sudah mematuhi apa yang di ajarkan orangtuanya kepadanya seperti membiasakan mengucapkan salam, mencium tangan dan bertutur kata yang sopan. Sedangkan pada keluarga A, I dan H sudah terlaksana dengan cukup baik, karena dari keluarga A, I dan H meskipun keluarganya terutama orangtuanya sudah mengajarkan dan membiasakan untuk mengucapkan salam, mencium tangan dan bertutur kata yang sopan tetapi sikap sang anak kurang mendengarkan perkataan dan nasehat orangtuanya, sedangkanpada keluarga I kadang-kadang tingkah laku anak membuat I selalu menasehati berulangulang dan selalu mengingatkannya, sedangkan pada keluarga H si anak memang sedikit kurang mendengarkan perkataan orangtuanya bahkan suka melawan kepada orangtuanya apabila dinasehati untuk melakukan prilaku yang baik, dan pada keluarga S yang masih kurang terlaksana dalam pembentukan akhlak karena ini terjadi karena memang orangtuanya kurang mencontohkan dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga anak melihat apa yang dilakukan setiap hari oleh orangtuanya. Dalam pelaksanaan pembiasaanpada keluarga pedagang diantaranya: memberi teladan/contoh, nasehat, hukuman dan hadiah yang dilakukan orangtua terhadap anak-anaknya.Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan akhlak remaja melalui keluarga diDesa Hantipan adalah, Latar belakang pendidikan orangtua, dapat disimpulkan bahwa dalam pendidikan orangtua dikeluarga di desa Hantipan masih rendah, hanya satu orang yang lulusan SMA (keluarga I), Satu orang lulusan SMP (keluarga A), satu orang lulusan MTS (keluarga MY), sedangkan dua orang lainnya lulusan SD (keluarga S dan H). Lingkungan keluarga, dapat disimpulkan bahwa dalam lingkungan keluarga sangat berpengaruh dalam pembentukan akhlak, karena anak tumbuh besar dalam lingkungan keluarganya terutama orangtuanya yang mengajarkan, membiasakan dan menanamkan akhlak yang baik dantingkah laku yang baik dari sejak dini sampai anak dapat mengaplikasikannya dengan baik dan benar dalam kehidupannya sehari-hari. Lingkungan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa dalam pembentukan akhlak lingkungan masyarakat sangat berperan penting dan berpengaruh dalam tingkah laku anak tergantung kepada siapa dia bergaul dan bermain dalam kehidupan sehari-harinya.Kata Kunci: Pembentukan, Akhlak dan Remaja serta Keluarga
PENDIDIKAN HOLISTIK DALAM ISLAM (STUDI TERHADAP IQ, EQ, DAN SQ) mariani mariani
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 11, No 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.522 KB) | DOI: 10.18592/jt ipai.v11i1.4780

Abstract

Makalah ini mengangkat tentang pendidikan holistik dalam Islam, yaitu studi terhadap IQ (Intellegent Quotient atau kecerdasan intelektual), EQ (Emotional Quotient atau kecerdasan emosional), dan SQ (Spiritual Quotient atau kecerdasan spiritual) dalam Islam. Paradigma pendidikan holistik adalah cara memandang pendidikan yang menyeluruh bukan merupakan bagian yang parsial, terbatas, dan kaku. Paradigma pendidikan holistik ini tentu dapat dipandang sejalan dengan pandangan dunia pendidikan Islam. Sentuhan al-Qur’an dan al-Hadits yang begitu halus dan gamblang terhadap akal, qalbu, dan fuad sebagai pusat IQ, EQ, dan SQ menunjukkan bahwa Islam memberikan apresiasi yang sama terhadap ketiga sistem kecerdasan tersebut. Hubungan ketiganya dapat dikatakan saling membutuhkan dan melengkapi. Karena Islam memberikan penekanan yang sama terhadap " hablun min Allah " dan "hablun min al-naas ", sehingga dapat diyakini bahwa keseimbangan IQ, EQ dan SQ merupakan substansi dari ajaran Islam
PENANAMAN AKHLAKUL KARIMAH OLEH GURU KEPADA SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI MURUNG RAYA 1 BANJARMASIN Jamal Syarif
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 2 (2014): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.993 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v4i2.1848

Abstract

Upaya guru dalam penanaman akhlakul karimah kepada siswa melalui beberapa metode yaitu, keteladanan, nasehat, motivasi, hukuman, pembiasaan, pemberian hadiah, dan pengawasan. Guru melakukan pengawasan terhadap perilaku siswa baik ketika di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Dalam rangka penanaman akhlak pada siswa guru juga harus menjadi contoh teladan bagi siswa yaitu harus memiliki akhlakul karimah, sehingga siswa siswa selalu mencontoh apa yang dia lihat. Guru juga memberikan nasehat, motivasi, hukuman, pembiasaan, memberi hadiah pada siswa sebagai upaya penanaman akhlakul karimah kepada siswa. Faktor-faktor yang mempengaruhinya meliputi: latar belakang guru yang di dominasi oleh lulusan S1, dan pengalaman mengajar guru terbilang sudah berpengala-man dalam mengajar, memiliki kepribadian yang baik, motivasi dari kepala sekolah sangat berperan dan dapat menjadi teladan bagi guru-guru yang lain, lingkungan keluarga dalam menanamkan akhlakul karimah sangat penting karena merupakan lembaga pendidikan pertama, dan lingkungan sosial masyarakat memberikan pengaruh besar pada anak didik. Kata Kunci: Penanaman, Akhlak, Karimah
KONSEP SUPERVISI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Sarkati Sarkati
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 1 (2019): Januari - Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.324 KB) | DOI: 10.18592/jt ipai.v9i1.3101

Abstract

 Istilah supervisi berasal dari bahasa Inggris yang terdiri dari dua suku kata yaitu super yang artinya “di atas”, dan vision yang mempunyai arti “melihat”, maka dari keseluruhan supervisi diartikan sebagai “melihat dari atas”. Dengan pengertian itulah maka supervisi diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan oleh pengawas dan kepala sekolah sebagi pejabat yang berkedudukan di atas atau lebih tinggi dari guru untuk melihat atau mengawasi pekerjaan guru.Sedangkan pengertian dari Supervisi Pendidikan Islam adalah suatu kegiatan pengarahan terhadap kinerja tenaga pendidik untuk memperbaiki suat system pembelajaran, serta memasukkan kurikulum yang berbasis keislaman terhadap mata pelajaran sehingga para tenaga pendidik dalam pengajarannya dimasuki unsur-unsur keislaman agar tercipta anak didik yang religious yang berintelektual. Kata Kunci: Konsep, Supervisi, Pendidikan Agama Islam
PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN ISLAM Alfian Khairani
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2013): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.024 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v3i2.1860

Abstract

Pendidikan Islam merupakan sarana utama bagi umat manusia untuk dapat melaksanakan tugas pokoknya di muka bumi, baik sebagai hamba Allah Swt maupun sebagai khalifah yang bertugas untuk memakmurkan kehidupan di muka bumi, tanpa adanya proses pendidikan Islam akan sangat sulit bagi setiap umat manusia dapat malaksanakan tugas pokoknya tersebut. Pentingnya pendidikan Islam itu bagi manusia khususnya umat Islam dikarenakan cakupan dan jangkauan pendidikan Islam sangat universal dan lengkap, pendidikan Islam bermanfaat bagi kehidupan duniawi maupun ukhrawi.Prinsip pendidikan Islam meliputi semua komponen pendidikan dan harus dijadikan kerangka dasar pendidikan. Dengan pendidikan Islam yang teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari akan tercipta kemakmuran, dan kesejahteraan kehidupan umat manusia diseluruh penjuru dunia. Kata Kunci:Prinsip, Pendidikan, dan Islam

Page 11 of 34 | Total Record : 340


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2025): June Vol. 14 No. 2 (2024): December Vol. 14 No. 1 (2024): June Vol. 13 No. 2 (2023): December Vol 13, No 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): June Vol. 12 No. 2 (2022): December Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER Vol 12, No 1 (2022): Juni Vol 12, No 1 (2022) Vol. 12 No. 1 (2022): June Vol. 11 No. 2 (2021): December Vol 11, No 2 (2021): Desember Vol 11, No 1 (2021): Januari - Juni Vol 11, No 1 (2021): Juni Vol. 11 No. 1 (2021): June Vol. 10 No. 2 (2020): December Vol 10, No 2 (2020): Desember Vol 10, No 2 (2020): Juli - Desember Vol. 10 No. 1 (2020): June Vol 10, No 1 (2020): Juni Vol 10, No 1 (2020): Januari - Juni Vol 9, No 2 (2019): Desember Vol 9, No 2 (2019): Juli - Desember Vol. 9 No. 2 (2019): December Vol. 9 No. 1 (2019): June Vol 9, No 1 (2019): Januari - Juni Vol 9, No 1 (2019): Juni Vol 8, No 2 (2018): Desember Vol 8, No 2 (2018): Juli - Desember Vol. 8 No. 2 (2018): December Vol 8, No 1 (2018): Juni Vol 8, No 1 (2018): Januari - Juni Vol. 8 No. 1 (2018): June Vol. 7 No. 2 (2017): December Vol 7, No 2 (2017): Desember Vol 7, No 1 (2017): Juni Vol. 7 No. 1 (2017): June Vol. 6 No. 2 (2016): December Vol 6, No 2 (2016): Desember Vol. 6 No. 1 (2016): June Vol 6, No 1 (2016): Juni Vol 5, No 2 (2015): Desember Vol. 5 No. 2 (2015): December Vol. 5 No. 1 (2015): June Vol 5, No 1 (2015): Juni Vol 4, No 2 (2014): Desember Vol. 4 No. 2 (2014): December Vol 4, No 1 (2014): Juni Vol. 4 No. 1 (2014): June Vol 3, No 2 (2013): Desember Vol. 3 No. 2 (2013): December Vol 3, No 1 (2013): Juni Vol. 3 No. 1 (2013): June Vol 2, No 2 (2012): Desember Vol. 2 No. 2 (2012): December Vol. 2 No. 1 (2012): June Vol 2, No 1 (2012): Juni More Issue