cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281255123605
Journal Mail Official
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/tiftk/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
ISSN : 2579714X     EISSN : 28295919     DOI : -
Jurnal Tarbiyah Islamiyah adalah jurnal yang memuat artikel Pendidikan Agama Islam baiak berupa hasil penelitian atau hasil kajian tentang Pendidikan Agama Islam dan kajian Agama Islam umum
Articles 340 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MENURUT KONSEP TEKNOLOGI PEMBELAJARAN M. Ramli
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2013): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.291 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v3i2.1862

Abstract

Media berasal dari bahasa latin yaitu “medius” yang artinya “tengah” yang merupakan bentuk jamak dari kata medium. Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat dijadikan perantara dalam rangka proses interaksi antara guru dan siswa dengan catatan bahwa media tersebut dapat mempermudah atau mengefektifkan proses pembelajaran.Teknologi pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian proses dan sumber untuk belajar. Salah satu kawasan dari teknologi pembelajaran adalah kawasan pengembangan. Konsep pengembangan menurut teknologi pembelajaran adalah proses penerjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik. Adapun tahapan pengembangan yaitu: Perencanaan, Pengembangan dan Evaluasi. Kata Kunci: Pengembangan, Media Pembelajaran dan Teknologi Pembelajaran
PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF WAHYU PERTAMA (SURAH AL-‘ALAQ AYAT 1-5) Husaini Husaini
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 1 (2020): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.795 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v10i1.3470

Abstract

ABSTRACT: Islamic education begins with the sending of Muhammad as a prophet and apostle. The first revelation event in Hira Cave involved 3 important interrelated elements, namely the Prophet Muhammad, the revelation or message, and the Angel Gabriel AS. These three elements in the world of education can be understood as the relationship between students, materials, and teachers. The purpose of this paper is to examine the educational aspect in the first revelation (Q.S. al-'Alaq: 1-5), the research method is a library research method. The results of the study illustrate that education can be successful if in the process it cannot be separated from the attitude of the soul -especially for a teacher- who is always connected to God.KEYWORDS: Islamic Education; Revelation; Teacher. ABSTRAK: Pendidikan Islam dimulai dengan diutusnya Muhammad sebagai seorang nabi dan rasul. Peristiwa wahyu pertama di Gua Hira melibatkan 3 unsur penting yang saling terkait, yaitu Nabi Muhammad saw, wahyu atau pesan, dan Malaikat Jibril as. Ketiga unsur tersebut dalam dunia pendidikan dapat dipahami sebagai relasi antara murid, materi, dan guru. Tujuan penulisan ini adalah mengkaji aspek pendidikan dalam wahyu pertama (Q.S. al-‘Alaq: 1-5), metode penelitian adalah metode penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menggambarkan bahwa pendidikan dapat berhasil jika dalam prosesnya tidak terlepas dari sikap jiwa -terutama bagi seorang guru- yang senantiasa terhubung dengan Tuhan.KATA KUNCI: Pendidikan Islam; Wahyu; Guru. 
STRATEGI PENGAWAS DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALITAS GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI (SMAN) DI KOTA BANJARMASIN Ahmad Salabi
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 1 (2015): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4042.156 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v5i1.1828

Abstract

Guru adalah salah satu komponen penting dalam mencapai keberhasilan pendidikan, guru harus semakin profesional dan bergerak dinamis mengikuti perubahan yang terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, upaya strategis seorang supervisor sangat diperlukan dalam mendampingi guru mengelola pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana strategi pengawas dalam meningkatkan profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kota Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi kepengawasan yang telah dilaksanakan adalah: (1) merencanakan dan menyiapkan perangkat kepengawasan sebelum melakukan supervisi dengan panduan program tahunan, program bulanan dan instrumen penilaian; (2) mengidentifikasi guru-guru yang akan disupervisi melalui daftar isian; (3) merumuskan faktor-faktor yang bisa mempengaruhi kelancaran supervisi melalui rumusan program supervisi; (4) memilih strategi yang paling sesuai untuk mencapai tujuan jangka pendek dan jangka panjang melalui rumusan program supervisi; (5) teknik supervisi yang dipergunakan lebih banyak bersifat individual; dan (6) tindak lanjut hasil supervisi dalam bentuk penilaian kuantitatif, kualitatif, dan laporan.Kata kunci: Strategi Pengawas, Profesionalitas, Guru PAI
Sistem Militeristik Kerajaan Turki Usmani Mudhiah Mudhiah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 8, No 1 (2018): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.938 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v8i1.2155

Abstract

Kerajaan Turki merupakan penakluk elit yang mampu menyatukan iman, budaya dan bahasa dari sebuah wilayah yang lebih luas dari kerajaan Romawi serta untuk jumlah penduduk yang lebih besar. Sebagai bangsa nomadik dengan pola hidup sederhana, mereka memiliki moralitas yang tidak terbiasa dengan hal-hal negatif, fisik yang kuat, trampil dalam berperang dan memiliki watak pemberani,  sehingga dengan mudah dapat melangkah berjuang menjaga dan mempertahankan kekuasaan  dari serangan musuh. Sehingga militer Turki mampu menaklukan banyak wilayah, baik di negara belahan timur maupun di belahan barat.
PROBLEMATIKA ANAK PUTUS SEKOLAH DI KELAYAN A KECAMATAN BANJARMASIN SELATAN KOTA BANJARMASIN (Studi Kasus Terhadap Rumah Tangga Yang Memiliki Anak Putus Sekolah) Matali Matali
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 7, No 1 (2017): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.996 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v7i1.1793

Abstract

Probelamtika anak putus sekolah di Kelayan A Kecamatan Banjarmasin SelatanKota Banjarmasin disebabkan oleh beberapa hal yaitu:Lemahnya ekonomi keluarga.Kurangnyaminat anak untuk bersekolah. Kondisi lingkungan tempat tinggal yang tidak menunjang.Pandangan masyarakat yang tidak menganggap penting terhadap pendidikan. Kurangnyaperhatian orang tua terhadap pendidikan anak.Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi anak putus sekolah dalam usia wajibbelajar adalah:Memperbaiki ekonomi masyarakat dengan program keluarga berencana,memberikan keterampilan pekerjaan/usaha, memberikan bimbingan dan penyuluhan kepadapetani dan pekerja.Memperbaiki pendangan masyarakat terhadap pendidikan denganmengadakan ceramah melalui rapat desa dan ceramah pada mejelis taklim.Mengikutsertakandalam sekolah lanjutan tingkat menengah atau Program Paket B setara SLTP.Kata Kunci : Problematika, anak dan putus serta sekolah
KONSEP KEYAKINAN DAN AJARAN ISLAM KOMUNITAS ABOGE DI DESA GELAMAN, KECAMATAN ARJASA, KEPULAUAN KANGEAN KABUPATEN SEMENEP, JAWA TIMUR Herman Taufik
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 2 (2020): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (844.043 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v10i2.4528

Abstract

ABSTRACTThis study aims to explain how the concept of Islamic beliefs and teachings of Aboge in Gelaman Village. This study uses a qualitative-inductive method. Data obtained through observation, interviews, documentation. The results of this study reveal that the beliefs and teachings of Aboge Islam in Gelaman Village cannot be separated from the acculturation of Javanese culture [kejawen religion] in terms of faith and worship based on the Ahlu Sunnah Wal Jamaah school with the Suluk Syekh Siti Jenar (Syatariyyah Order), and still use and practice Javanese calendar (a combination of the Hijri calendar with the Saka calendar) in determining Islamic holidays such as fasting, Eid al-Fitr and Eid al-Adha. The process of understanding Islamic education is based on a figure/teacher. There is a regeneration process for the teaching of Aboge Islamic teachings which are transmitted from generation to generation.KEYWORDS: Islamic Teachings; Javanese culture; Islam Aboge. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana konsep keyakinan dan ajaran Islam Aboge di Desa Gelaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-induktif. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa keyakinan dan ajaran Islam Aboge di Desa Gelaman tidak terlepas dari akulturasi kebudayaan Jawa [agama kejawen] dalam hal akidah dan ibadah disandarkan pada madzhab Ahlu Sunnah Wal Jamaah dengan suluk Syekh Siti Jenar (Tarekat Syatariyyah), serta masih menggunakan dan mengamalkan kalender Jawa (perpaduan kalender Hijriah dengan kalender Saka) dalam menentukan hari hari besar Islam seperti, puasa, Idul Fitri dan Idul Adha. Proses pemahaman pendidikan Islam berbasis kepada seorang tokoh/guru. Adanya proses regenerasi pengajaran ajaran Islam Aboge yang ditularkan secara turun-temurun.KATA KUNCI: Ajaran Islam; Kebudayaan Jawa; Islam Aboge.
STRATEGI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN LOKSADO KECAMATAN LOKSADO KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN Hairul Hudaya
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 4, No 2 (2014): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.586 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v4i2.1845

Abstract

Dalam proses pembelajaran strategi merupakan faktor yang menentukan terhadap keberhasilan pembelajaran. Dengan adanya strategi diharapkan pembelajaran dapat mencapai hasil yang optimal sesuai dengan yang dicita-citakan. Berdasarkan analisis data diperoleh simpulan bahwa dalam strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SDN Loksado Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan dapat dikatakan belum terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran, serta masih ada faktor yang yang kurang mendukung seperti fasilitas yang tidak lengkap, lingkungan sekolah yang kurang mendukung, serta minat siswa yang msih kurang. Kata Kunci: Strategi, Pembelajaran, dan PAI
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI FIKIH PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNARUNGU DI SMPLB DHARMA WANITA PERSATUAN BANJARMASIN Nuryadin Nuryadin
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 1 (2019): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.353 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v9i1.3098

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu penelitian yang berusaha menuturkan masalah yang ada berdasarkan hasil wawancara ataupun observasi dengan informan. Objek penelitian ini adalah Problematika pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi Fikih pada anak berkebutuhan khusus tunarungu di SMPLB Dharma Wanita Persatuan dan subjeknya satu orang guru agama dan siswa/i berjumlah 17 orang dengan kategori Tunarungu.Teknik pengumpulan data dalam penilitian ini diambil dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diolah dengan teknik editing dan Interpretasi data. Selanjutnya dianalisis secara kualitatif yang bersifat deskriftif dengan mengacu kepada landasan teoriHasil penelitian menunjukkan bahwa problematika yang dihadapi  antara lain kurangnya komptensi guru (guru pengampu mata pelajaran PAI adalah guru lulusan S1 Biologi), kondisi siswa, perencanaan pembelajaran yang kurang sesuai dengan kondisi siswa, penggunaan alokasi waktu yan kurang efektif, penggunaan/pemanfaatan media yang kurang maksimal. solusi yang dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan memahami karakteristik siswa tunarungu, menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa dan menggunakan waktu sebaik mungkin, dan penggunaan media yang sesuai dengan kebutuhan anak. Kata Kunci: Problem, Pembelajaran Materi Fikih, Tunarungu dan SMPLB
SERVICE DAN INSERVICE TRAINING DALAM PENINGKATAN GURU PAI Sarkati Sarkati
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 2 (2013): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.274 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v3i2.1857

Abstract

Salah satu problema PAI saat ini adalah kurangnya sikap profesional dan rendahnya pengakuan masyarakat terhadap guru PAI. Untuk itu perlu dilakukan peningkatan mutu, diantaranya melalui: Pertama, Service Training yang meliputi: In-House Training (IHT), program magang, kemitraan sekolah, belajar jarak jauh, pelatihan berjenjang dan pelatihan khusus, kursus singkat di PT atau lembaga pendidikan lain, pembinaan internal oleh sekolah, pendidikan lanjut, diskusi, seminar, workshop, dan lain-lain . Kedua, In-Service Training, yakni guru PAI dapat belajar lebih banyak baik di rumah maupun juga di perpustakaan serta media internet, dapat memanfaatkan wadah perkumpulan guru mata pelajaran seperti MGMP, KKG dengan melakukan diskusi dan seminar, belajar secara formal pada jenjang pendidikan S.2 dan S.3, mengikuti pertemuan organisasi profesi pendidikan, dan ikut ambil bagian dalam kompetisi ilmiah, melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) serta menulis karya ilmiah berupa buku, makalah, dan jurnal. Kata Kunci: Service, Inservice Training, dan Guru PAI
PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA REFORMASI (1998-SEKARANG) Siti Aisyah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 9, No 2 (2019): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.785 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v9i2.3159

Abstract

Tema besar reformasi pendidikan di Indonesia telah membawa suatu konsep penerapan pengelolaan pendidikan yang berfokus pada otonomi dan independensi dalam penentuan keputusan dan kebijakan lokal sekolah dalam rangka meningkatkan mutu, efisiensi dan pemerataan pendidikannya, yang pada akhirnya akan mewujudkan suatu sekolah yang efektif dan produktif. Penerapan konsep tersebut tentunya diharapkan dapat menjawab realitas saat ini dalam penyelenggaraan pendidikan yang menekankan pada upaya peningkatan mutu, efisiensi dan efektifitas dalam penyelenggaraan pendidikannya. Dalam penerapan manajemen berbasis sekolah, madrasah memerlukan pedoman untuk menjamin terlaksananya manajemen yang mengakomodasi kepentingan otonomi madrasah, kebijakan pemerintah di bidang pendidikan, dan partisipasi masyarakat. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Reformasi

Page 3 of 34 | Total Record : 340


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2025): June Vol. 14 No. 2 (2024): December Vol. 14 No. 1 (2024): June Vol. 13 No. 2 (2023): December Vol. 13 No. 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): June Vol 13, No 1 (2023): Juni Vol. 12 No. 2 (2022): December Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER Vol 12, No 1 (2022) Vol. 12 No. 1 (2022): June Vol 12, No 1 (2022): Juni Vol 11, No 2 (2021): Desember Vol. 11 No. 2 (2021): December Vol 11, No 1 (2021): Januari - Juni Vol 11, No 1 (2021): Juni Vol. 11 No. 1 (2021): June Vol. 10 No. 2 (2020): December Vol 10, No 2 (2020): Desember Vol 10, No 2 (2020): Juli - Desember Vol 10, No 1 (2020): Januari - Juni Vol. 10 No. 1 (2020): June Vol 10, No 1 (2020): Juni Vol. 9 No. 2 (2019): December Vol 9, No 2 (2019): Desember Vol 9, No 2 (2019): Juli - Desember Vol 9, No 1 (2019): Januari - Juni Vol 9, No 1 (2019): Juni Vol. 9 No. 1 (2019): June Vol 8, No 2 (2018): Juli - Desember Vol. 8 No. 2 (2018): December Vol 8, No 2 (2018): Desember Vol. 8 No. 1 (2018): June Vol 8, No 1 (2018): Juni Vol 8, No 1 (2018): Januari - Juni Vol 7, No 2 (2017): Desember Vol. 7 No. 2 (2017): December Vol. 7 No. 1 (2017): June Vol 7, No 1 (2017): Juni Vol. 6 No. 2 (2016): December Vol 6, No 2 (2016): Desember Vol 6, No 1 (2016): Juni Vol. 6 No. 1 (2016): June Vol 5, No 2 (2015): Desember Vol. 5 No. 2 (2015): December Vol 5, No 1 (2015): Juni Vol. 5 No. 1 (2015): June Vol 4, No 2 (2014): Desember Vol. 4 No. 2 (2014): December Vol. 4 No. 1 (2014): June Vol 4, No 1 (2014): Juni Vol 3, No 2 (2013): Desember Vol. 3 No. 2 (2013): December Vol 3, No 1 (2013): Juni Vol. 3 No. 1 (2013): June Vol. 2 No. 2 (2012): December Vol 2, No 2 (2012): Desember Vol 2, No 1 (2012): Juni Vol. 2 No. 1 (2012): June More Issue