cover
Contact Name
Noor Hasanah
Contact Email
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Phone
+6281255123605
Journal Mail Official
enhasanah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/tiftk/about/editorialTeam
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam
ISSN : 2579714X     EISSN : 28295919     DOI : -
Jurnal Tarbiyah Islamiyah adalah jurnal yang memuat artikel Pendidikan Agama Islam baiak berupa hasil penelitian atau hasil kajian tentang Pendidikan Agama Islam dan kajian Agama Islam umum
Articles 340 Documents
MANAJEMEN EVALUASI PROGRAM TULIS BACA AL-QUR’AN Neni Neni
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 1 (2020): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.905 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v10i1.3843

Abstract

ABSTRACT: This study aims to determine student learning outcomes in learning Islamic Religious Education. A teacher must have knowledge about the evaluation of learning outcomes, including the techniques and steps for evaluating learning outcomes, so that the evaluations carried out can be measured. This research was conducted to examine what and how to evaluate the management of the Qur'an reading and writing program. This research is qualitative with observation technique. The results of the study showed that the program was running well, marked by the quality and results of reading the Qur'an by students who were correct and had understood the words and their meanings.KEYWORDS: Management; Evaluation; Write and Read. ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Seorang guru harus memiliki pengetahuan tentang evaluasi hasil belajar, di antaranya adalah teknik dan langkah-langkah evaluasi hasil belajar, sehingga evaluasi yang dilakukan dapat terukur. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji apa saja dan bagaimana manajemen evaluasi program tulis baca Al-Qur’an. Penelitian bersifat kualitatif dengan teknik observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa programnya berjalan dengan baik, ditandai dengan adanya kualitas dan hasil bacaan Al-Qur’an siswa sudah benar dan telah memahami kata-kata dan kandungan makna-maknanya.KATA KUNCI: Manajemen; Evaluasi; Tulis Baca. 
KONSEP PESERTA DIDIK DALAM TEORI PENDIDIKAN ISLAM DAN BARAT Raihanah Raihanah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 5, No 2 (2015): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3184.906 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v5i2.1834

Abstract

Dalam paradigma pendidikan Islam, manusia sebagai peserta didik pada hakikatnya dalam proses pendidikannya bisa dilihat dari kajian perkembangan kepribadiannya, baik yang bersifat biologis, didaktis, maupun psikologis. Baik pendidikan Barat maupun pendidikan Islam sepakat terhadap pembagian perkembangan itu. Ketika di Barat hanya terbatas pada pertumbuhan dan perkembangan yang dapat terlihat maka disitulah titik tekan pendidikannya sehingga hasilnya terkesan hampa nilai. Namun dalam Islam, semua fase perkembangan itu senantiasa diwarnai dengan pemaknaan norma-norma keagamaan sehingga sarat dengan nuansa nilai-nilai. Long life education teori Barat diperkuat dalam Islam dengan teori minal mahdi ila llahdi merupakan jawaban atas pertanyaan tentang batas awal dan akhir pendidikan bagi setiap peserta didik.Kata Kunci: Peserta Didik, Pertumbuhan, Perkembangan, Islam, Barat
Perbandingan Prestasi Belajar Menggunakan Strategi Paikem dengan Model Gallery Walk Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Kelas V di MI Siti Mariam Dengan MI Darut Taqwa Banjarmasin Makherus Sholeh
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 7, No 2 (2017): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jtipai.v7i2.2248

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan prestasi belajar menggunakan strategi PAIKEM dengan model gallery walk pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas V di MI Siti Mariam dengan MI Darut Taqwa Banjarmasin. Adapun hasil penelitian ini sebagai berikut: 1) Prestasi belajar SKI menggunakan strategi PAIKEM model gallery walk kelas V di MI Siti Mariam ialah 60,00 termasuk dalam kategori cukup baik. 2) Prestasi belajar SKI menggunakan strategi PAIKEM model gallery walk kelas V di MI Darut Taqwa ialah 62,50 termasuk dalam kategori baik. 3) Prestasi belajar SKI menggunakan strategi PAIKEM model gallery walk kelas V di kelas V dari MI Darut Taqwa lebih besar dibandingkan prestasi belajar SKI menggunakan strategi PAIKEM model gallery walk kelas V dari MI Siti Mariam dengan selisih 2,50. Tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara prestasi belajar menggunakan strategi PAIKEM dengan model gallery walk pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas V di MI Siti Mariam dan MI Darut Taqwa Banjarmasin.
PENERAPAN STRATEGI ACTIVE LEARNING DALAM PEMBELAJARAN QUR’AN HADITS DI MTS AL-ISTIQOMAH PENGAMBANGAN KOTA BANJARMASIN Fadliyanur Fadliyanur
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 7, No 2 (2017): Desember
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.128 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v7i2.1800

Abstract

Strategi active learning oleh guru mata pelajaran Qur’an Hadits di MTs Al-Istiqomah Pengambangan Banjarmasin sudah terlaksana dengan menggunakan strategi Card Sort, Index Card Match dan Team Quiz, ketiga strategi ini merupakan strategi yang sering digunakan pada saat pembelajaran Qur’an Hadits. Dalam proses pelaksanaannya ada tiga tahap yang telah dilalui yaitu:Pertama ; Perencanaan; Perencanaan yang dibuat oleh guru seperti merumuskan tujuan pembelajaran, menentukan bahan, menentukan strategi dan menentukan media sudah tertulis semua dalam sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran RPP dan terlaksana dengan baik.Kedua;Pelaksanaan yang berjalan dengan lancar, meskipun ada beberapa kendala seperti peserta didik yang masih ada yang kurang memperhatikan ketika gurunya menjelaskan, dan cara penerapan strategi yang sedikit berbeda dengan teori yang ada di bab II, namun tetap terlaksana.Ketiga ;Evaluasi juga telah dilaksanakan, dengan waktu melaksanakan evaluasi yaitu setelah mempelajari beberapa sub bab, hal ini terlihat ketika guru melaksanakan pre test dan post test. Kata Kunci: Penerapan, Active Learning dan Qur’an Hadits
MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH MENENGAH ATAS Ratna Kasni Yuniendel; Zulvia Trinova
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 11, No 1 (2021): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.929 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.3431

Abstract

Abstract: This study aims to describe the learning model of Islamic Religious Education in Senior High Schools. The need for this model starts from the still weak learning of Islamic Religious Education in secondary schools with the majority of students undergoing the adolescent phase. As a result, various negative behaviors such as mass fights, promiscuity, selfishness and lack of concern for values and norms are still attached to students. Psychologically, individuals who are in their teens are in an unstable and sensitive condition. While the implementation of Islamic Religious Education in schools often pays less attention to aspects of the psychological development of students. As a result, the education carried out has less impact on the awareness of students to practice their religious teachings properly. Therefore, Islamic Religious Education based on an understanding of individual students is an alternative model to overcome weaknesses in learning Islamic religious education in high school.Keywords: Islamic education; Learning model; Senior High Schoo Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas. Perlunya model ini bertitik tolak dari masih lemahnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah menengah dengan mayoritas peserta didik yang sedang menjalani fase remaja. Akibatnya berbagai perilaku negatif seperti perkelahian masal, pergaulan bebas, egois dan kurang memperdulikan nilai-nilai dan norma masih melekat pada peserta didik. Secara psikologis individu yang menginjak usia remaja berada dalam kondisi yang labil dan sensitif. Sementara pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di sekolah seringkali kurang memperhatikan aspek perkembangan psikologis peserta didik. Akibatnya pendidikan yang dilaksanakan kurang berdampak terhadap penyadaran peserta didik mengamalkan ajaran agamanya dengan baik. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Islam berbasis pemahaman terhadap individu peserta didik merupakan alternatif model untuk mengatasi kelemahan dalam pembelajaran pendidikan agama Islam di Sekolah Menengah Atas.Kata Kunci: Model Pembelajaran; Pendidikan Agama Islam; Sekolah Menengah Atas
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MENURUT HAMKA Abdul Khaliq
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 3, No 1 (2013): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.745 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v3i1.1851

Abstract

Nama lengkap Hamka adalah Haji Abdul Malik Karim Amrullah bin Amrullah bin Shalih. Merupakan seorang tokoh sufi yang dilahirkan Tanah Sirah di Tepian Danau Sungai Batang Maninjau pada hari Ahad petang, malam Senin tanggal 13 masuk 14 Muharram 1326 H atau tanggal 16 Pebruari 1908. Sebagai seorang tokoh Islam, pandangan Hamka tentang pendidikan Islam sangat mendalam. Menurut Hamka pendidikan merupakan bimbingan keagamaan orang tua terhadap anak dengan cara: membantu manusia memperoleh penghidupan yang layak, tetapi lebih dari itu, dengan ilmu manusia akan mampu mengenal Tuhannya, memperhalus akhlaknya, dan senantiasa berupaya mencari keridhaan Allah. Sebab, tujuan pendidikan adalah untuk mengabdi dan beribadah kepadaNya. Karena itu, dalam materi pendidikan harus mencakup tiga hal berikut yakni: ilmu, amal, akhlak dan keadilan.  Kata Kunci: Pemikiran, Pendidikan, Islam dan Hamka
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK ASSERTIVE TRAINING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI INTERPERSONAL SISWA KELAS X SMA NEGERI 2 KANDANGAN Nurul Rahmi
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 6, No 1 (2016): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.165 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v6i1.1811

Abstract

Permasalahan akan muncul ketika siswa sebagai remaja tidak mampu untuk bekerjasama dan berinteraksi dengan orang lain. Hal ini mengindikasikan bahwa betapa pentingnya seseorang untuk memiliki kompetensi interpersonal agar mampu “survive” dalam kehidupan di sekolah, masyarakat dan dunia kerja. Disinilah peranan bimbingan kelompok dengan teknik assertive training dapat dipergunakan untuk membantu siswa meningkatkan kompetensi interpersonal. Penelitian bertujuan menguji secara empirik efektivitas bimbingan kelompok dengan teknik assertive training untuk meningkatkan kompetensi interpersonal siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian pra eksperimental design-one group pretest-post tes dengan subjek penelitian 10 orang siswa kelas X SMA Negeri 2 Kandangan yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan hasil dari skala kompetensi interpersonal siswa. Hasil penelitian menunjukkan kompetensi interpersonal siswa berada pada kategori sedang. Sementara hasil uji-t menunjukkan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) / asymptotic significance untuk uji dua sisi adalah 0,000, ini berarti bahwa bimbingan kelompok dengan teknik assertive training efektif untuk meningkatkan kompetensi interpersonal siswa. Disarankan: bimbingan kelompok dengan teknik assertive training diharapkan dapat digunakan oleh guru bimbingan dan konseling sebagai salah satu alternatif layanan dalam membantu siswa untuk meningkatkan kompetensi interpersonal serta diharapkan dapat  dipergunakan sebagai sumber rujukan mengenai teknik yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kompetensi interpersonal siswa. Kata kunci: kompetensi interpersonal, bimbingan kelompok, teknik assertive training
PENERAPAN PENGHAFALAN AL-QUR’AN UNTUK ANAK USIA DINI: STUDI KASUS PADA ORANGTUA YANG BERSTATUS SEBAGAI ANGGOTA JAMAAH TABLIGH KOTA BANJARMASIN Rusdiah Rusdiah
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 11, No 1 (2021): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.741 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v11i1.6144

Abstract

ABSTRACTMemorizing the Qur'an is considered very good cognitively and adds intellectual, linguistic, religious, and moral abilities. In addition, the Qur'an is the holy book of Muslims and is the basic source of all knowledge. Memorizing the Qur'an is considered not to violate the child's nature, but parents must pay attention to the child's ability. Parents must design the application of memorizing the Qur'an in such a way as to attract and trigger children's enthusiasm without any coercion. Parents who are members of the Tablighi Jamaat are considered successful in the application of memorizing the Qur'an for early childhood. This success needs to be known so that other parents can apply it as well. This article reveals the application of memorizing the Koran for early childhood by parents who are members of the Tablighi Jamaat and knowing the motivations of parents in memorizing children's Koran. The type of research is field research with a descriptive-qualitative approach. The research subjects were 3 children aged 4-8 years and 3 parents who were members of the Tablighi Jamaat Banjarmasin area. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and documentation. Data processing and analysis techniques are carried out by data reduction, data presentation and conclusion drawing (verification). The results of the study indicate that parents apply the memorization of the Qur'an based on the Regulation of the Minister of National Education Number 58 of 2009 concerning Standards for Early Childhood Education, starting from planning, implementing and evaluating. While the motivation of parents in memorizing the Qur'an is done by conditioning the child, both at home and in the environment outside the home. This means that what affects the spirit and things that motivate children are extrinsic. In line with the theory of two factors, namely the hygiene factor where children's motivation is influenced by organizational conditions or environmental conditions.KEYWORDS: Memorizing the Qur'an; Early Childhood; Extrinsic Motivation.ABSTRAKPenghafalan al-Qur’an dinilai sangat baik secara kognitif dan menambahkan kemampuan intelektual, bahasa sekaligus agama, dan moral. Selain itu, al-Qur’an merupakan kitab suci umat Islam dan merupakan sumber dasar bagi segala ilmu. Penghafalan al-Qur’an dinilai tidak menyalahi fitrah anak, namun orangtua harus memperhatikan kemampuan anak. Orangtua harus merancang penerapan penghafalan al-Qur’an sedemikian rupa agar menarik dan memicu semangat anak tanpa adanya paksaan. Para orangtua yang berstatus anggota Jamaah Tabligh dinilai berhasil dalam penerapan penghafalan al-Qur’an untuk anak usia dini. Keberhasilan itu perlu diketahui sehingga orangtua lainnya dapat menerapkannya pula. Artikel ini mengungkap penerapan penghafalan al-Qur’an untuk anak usia dini oleh orangtua yang berstatus sebagai anggota Jamaah Tabligh dan mengetahui motivasi orangtua dalam penghafalan al-Qur’an anak. Jenis penelitian adalah lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian adalah 3 anak berusia 4-8 tahun dan 3 orangtua yang berstatus sebagai anggota Jamaah Tabligh wilayah Banjarmasin. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa orangtua menerapkan penghafalan al-Qur’an berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 58 Tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini yaitu dimulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Sedangkan motivasi orangtua dalam penghafalan al-Qur’an dilakukan dengan menngondisikan anak, baik di rumah maupun lingkungan di luar rumah. Artinya yang mempengaruhi semangat dan hal yang memotivasi anak bersifat ekstrinsik. Sejalan pula dengan teori dua faktor yaitu faktor hygiene dimana motivasi anak dipengaruhi oleh kondisi organisasi atau kondisi lingkungan.KATA KUNCI: Penghafalan Al-Qur’an; Anak Usia Dini; Motivasi Ekstrinsik.
URGENSI PENDIDIKAN AKHLAK BERBASIS PROPHETIC INTELLIGENCE BAGI MAHASISWA IAIN ANTASARI BANJARMASIN TAHUN 2011 Abd. Basir
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 2, No 1 (2012): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.12 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v2i1.1863

Abstract

Pendidikan akhlak berbasis prophetic intelligence  adalah sangat penting diikuti mahasiswa. Karena kegiatan tersebut dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. Perpaduan antar teori dan praktek yang ditanamkan dalam selama kegiatan sangat menyentuh rohaniah para peserta. Kegiatan pendidikan akhlak berbasis prophetic intelligence merupakan pendidikan untuk melatih diri dan hati. Apabila dua aspek tersebut dilatih sesuai dengan ajaran agama Islam, tentu dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaannya kepada Allah Swt.  Kata Kunci: Urgensi, Akhlak dan Prophetic Intelligence
CINTA, TAKUT, DAN HARAP KEPADA ALLAH SWT Sarkati Sarkati
Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam Vol 10, No 1 (2020): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (20.923 KB) | DOI: 10.18592/jtipai.v10i1.3762

Abstract

ABSTRACT: The worship will not be accepted except with three pillars. The three pillars are love, hope and fear. In carrying out worship, one must present a sense of love for Allah, hope in Him, and fear Him. These are the three pillars of worship that must be present in all worship that we do. Prayer, fasting, pilgrimage, and alms, all obedience that makes a way to get closer to Allah must have these three things. Every servant is obliged to worship Allah by loving Him.KEYWORDS: Worship; Love; Afraid; Please. ABSTRAK: Ibadah itu tidak akan diterima kecuali dengan tiga rukun (pilar). Ketiga rukun tersebut adalah cinta, harap, dan takut. Dalam melaksanakan ibadah, seseorang harus menghadirkan rasa cinta kepada Allah, berharap kepada-Nya, dan takut kepada-Nya. Inilah tiga pilar ibadah yang harus ada pada semua ibadah yang kita kerjakan. Shalat, puasa, haji, dan sedekah, semua ketaatan yang menjadikan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah harus terdapat tiga hal ini. Setiap hamba wajib beribadah kepada Allah dengan mencintai-Nya.KATA KUNCI: Ibadah; Cinta; Takut; Harap. 

Page 5 of 34 | Total Record : 340


Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2025): June Vol. 14 No. 2 (2024): December Vol. 14 No. 1 (2024): June Vol. 13 No. 2 (2023): December Vol. 13 No. 1 (2023): Juni Vol. 13 No. 1 (2023): June Vol 13, No 1 (2023): Juni Vol. 12 No. 2 (2022): December Vol 12, No 2 (2022): DESEMBER Vol 12, No 1 (2022): Juni Vol 12, No 1 (2022) Vol. 12 No. 1 (2022): June Vol. 11 No. 2 (2021): December Vol 11, No 2 (2021): Desember Vol 11, No 1 (2021): Juni Vol. 11 No. 1 (2021): June Vol 11, No 1 (2021): Januari - Juni Vol. 10 No. 2 (2020): December Vol 10, No 2 (2020): Desember Vol 10, No 2 (2020): Juli - Desember Vol 10, No 1 (2020): Juni Vol 10, No 1 (2020): Januari - Juni Vol. 10 No. 1 (2020): June Vol 9, No 2 (2019): Desember Vol 9, No 2 (2019): Juli - Desember Vol. 9 No. 2 (2019): December Vol. 9 No. 1 (2019): June Vol 9, No 1 (2019): Januari - Juni Vol 9, No 1 (2019): Juni Vol. 8 No. 2 (2018): December Vol 8, No 2 (2018): Juli - Desember Vol 8, No 2 (2018): Desember Vol 8, No 1 (2018): Juni Vol 8, No 1 (2018): Januari - Juni Vol. 8 No. 1 (2018): June Vol. 7 No. 2 (2017): December Vol 7, No 2 (2017): Desember Vol. 7 No. 1 (2017): June Vol 7, No 1 (2017): Juni Vol. 6 No. 2 (2016): December Vol 6, No 2 (2016): Desember Vol 6, No 1 (2016): Juni Vol. 6 No. 1 (2016): June Vol 5, No 2 (2015): Desember Vol. 5 No. 2 (2015): December Vol. 5 No. 1 (2015): June Vol 5, No 1 (2015): Juni Vol. 4 No. 2 (2014): December Vol 4, No 2 (2014): Desember Vol 4, No 1 (2014): Juni Vol. 4 No. 1 (2014): June Vol 3, No 2 (2013): Desember Vol. 3 No. 2 (2013): December Vol 3, No 1 (2013): Juni Vol. 3 No. 1 (2013): June Vol 2, No 2 (2012): Desember Vol. 2 No. 2 (2012): December Vol 2, No 1 (2012): Juni Vol. 2 No. 1 (2012): June More Issue