cover
Contact Name
Life Science
Contact Email
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
unnes.lifescience@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Life Science
ISSN : 22526277     EISSN : 25285009     DOI : https://doi.org/10.15294/lifesci
Core Subject : Agriculture,
Life Science publishes original and significant articles on all aspects of Life Sciences (Biology, Genetics, Biological Anthropology, Botany, Medical Sciences, Veterinary Sciences, Biochemical Genetics, Biometry, Clinical Genetics, Cytogenetics, Genetic Epidemiology, Genetic Testing, Evolution and Population Genetics, Immunogenetics and Molecular Genetics). The journal also covers ethical issues. It aims to serve as a forum for life scientists and health professionals.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2023): May 2023" : 11 Documents clear
Bakteri Asam Laktat yang Diisolasi dari Rebung Bambu Apus (Gigantochloa apus) yang Difermentasi Naulandari, Mesi; Kurniatuhadi, Rikhsan; Rahmawati, Rahmawati
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.62706

Abstract

Bakteri asam laktat umumnya digunakan dalam proses fermentasi makanan atau minuman dari bahan dasar yang mengandung gula seperti sayur-sayuran dan buah-buahan. Proses fermentasi bakteri asam laktat terjadi secara spontan dengan fermentasi yang cukup sederhana, misalnya pada rebung bambu apus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bakteri asam laktat yang diisolasi dari rebung bambu apus (Gigantochloa apus) yang difermentasi. Isolasi menggunakan metode pengenceran dan tuang (pour plate) dengan media MRSA (de Man Rogosa Sharpe Agar). Identifikasi bakteri asam laktat diidentifikasi mengacu pada Bergey’s Mannual of Determination Bacteriology. Hasil isolasi diperoleh delapan isolat yaitu dengan kode isolat MESI01, MESI02, MESI03, MESI04, MESI05, MESI06, MESI07 dan MESI08. Hasil uji morfologis, fisiologis dan analisis berdasarkan indeks kemiripan menunjukan bahwa isolat tersebut diduga merupakan anggota genus Lactobacillus dengan dugaan spesies Lactobacillus plantarum dan Lactobacillus reuteri. Similaritas ke delapan isolat kurang lebih dari 70% dan mendekati angka satu, menunjukan bahwa semua isolat merupakan bakteri asam laktat dari genus Lactobacillus.
Pengaruh Intensitas Cahaya, Jenis Pemadat Media, dan Konsentrasi BAP terhadap Kadar Klorofil dan Pertumbuhan Krisan (Chrysanthemum indicum L.) secara In Vitro Amalia, Adninta Husnu; Habibah, Noor Aini; Rahayu, Enni Suwarsi
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.63079

Abstract

Abstrak Krisan memiliki tingkat heterozigositas dan self incompatibility yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan krisan jarang membentuk biji. Perbanyakan tanaman Krisan secara in vitro dianggap lebih menguntungkan karena dapat menghasilkan bibit dalam jumlah banyak dan waktu yang relatif singkat. Kultur in vitro dipengaruhi oleh lingkungan pertumbuhan, komposisi media dan zat pengatur tumbuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas cahaya, jenis media dan konsentrasi BAP serta interaksinya terhadap kadar klorofil dan pertumbuhan krisan secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok tiga faktor yaitu intensitas cahaya (1000 lux, 3000 lux dan 5000 lux), jenis pemadat media (agar-agar dan vermikulit) dan konsentrasi BAP (0 ppm; 0,25 ppm; 0,5 ppm dan 1 ppm) diulang sebanyak 3 kali pada setiap taraf perlakuan dengan unit perlakuan 1 eksplan/botol. Parameter yang diamati adalah pertambahan tinggi plantlet, pertambahan jumlah daun, pertambahan jumlah tunas dan perhitungan kadar klorofil total yang seluruhnya dilakukan pada 8 minggu setelah tanam (MST). Data dianalisis dengan Anava tiga arah dan Kruskal Wallis serta uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan jumlah daun, pertambahan jumlah tunas dan tinggi planlet hanya dipengaruhi jenis media. Interaksi media agar-agar dan BAP 1 ppm menghasilkan pertambahan tunas paling banyak, sedangkan kadar klorofil total planlet krisan tidak dipengaruhi oleh intensitas cahaya, jenis media dan konsentrasi. Untuk perbanyakan krisan secara in vitro seebaiknya menggunakan media agar-agar + BAP 1 ppm dan pada rentang cahaya 1000 lux - 5000 lux
Analisis Kesuburan Perairan Berdasarkan Klorofil-a, Nitrat dan Ortofosfat di Pantai Pasir Putih Wates, Kaliori, Rembang Oktaviana, Clarisa Ika; Muskananfola, Max Rudolf; Purnomo, Pujiono Wahyu
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.63819

Abstract

Pantai Wates merupakan salah satu pantai pasir putih yang menjadi tujuan destinasi wisata di Kabupaten Rembang. Tingginya aktivitas manusia di sekitar pantai seperti kegiatan wisata, pemukiman penduduk, pertambakan dan kegiatan industri, dikhawatirkan dapat menyebabkan perubahan kualitas perairan terutama kandungan unsur hara. Unsur hara dalam perairan akan berdampak terhadap kelimpahan fitoplankton dan kandungan klorofil-a. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan fitoplankton, konsentrasi, sebaran, dan hubungan antara klorofil-a, nitrat dan ortofosfat, serta mengkaji status kesuburan perairan di perairan Pantai Wates Kabupaten Rembang. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2022. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling pada 9 stasiun. Analisis status kesuburan perairan dengan metode TSI dan sebaran konsentrasi variabel dengan metode IDW. Analisis data untuk mengetahui hubungan antar variabel menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan kelimpahan fitoplankton berkisar antara 1.077-6.042 sel/L. Konsentrasi klorofil-a sebesar 2,117-8,376 µg/L, nitrat sebesar 0,9-1,8 mg/L dan ortofosfat sebesar 0,07-3,79 mg/L dengan sebaran cenderung menurun ke arah laut. Status kesuburan di perairan Pantai Wates termasuk kategori mesotrofik hingga eutrofik. Kelimpahan fitoplankton dipengaruhi oleh nitrat dan ortofosfat sebesar 85,1%dengan korelasi sangat kuat, sedangkan klorofil-a dipengaruhi sebesar 52% dengan korelasi kuat.
Efektivitas Jenis dan Frekuensi Pemberian Sampah Organik terhadap Pertumbuhan dan Kualitas Biokonservasi Maggot BSF (Hermetia illucens). Dewi, Mutiarani Kartika; Widiatningrum, Talitha; Subekti, Niken; Setiati, Ning
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.64137

Abstract

Organic waste is the type of waste that has the largest amount in Indonesia. If not managed properly, the organic waste can cause various kinds problem. One of the technologies to overcome this is by means composting using Black Soldier Fly (BSF) larvae. BSF larvae (maggot) has a better decomposition ability compared to organisms as well as other microorganisms. The aims of this research is to determine the most effective substarte that can affect the growth of black soldier larvae and the speed of bioconversion. This research is a quantitative descriptive study with an expreslanatory design. The study uses two variables (independent and dependent). Independent variables in this study are feeding frequency and type of organic waste as substrate. The dependent variables in this study are the speed ofbioconversion and the growth of black soldier larvae. The instruments used in this study are experiment research. The primary Data was obtained from 8 different composition and kind of organic waste. The analysis used is univariate analysis of variance using the SPSS 25.0 application. Results showed that restaurant waste is the most effective waste for reduction by black soldier fly larvae because it produces larvae with the best growth and the highest bioconversion rate among other waste.
Perilaku Agonistik Intraspesies Rayap Tanah (Macrotermes gilvus Hagen) Mahsunah, Nuryana; Ubadillah, Rosichon; Rahayuningsih, Margareta; Priyono, Bambang
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.65185

Abstract

Perilaku agonistik intraspesies merupakan perilaku sosial yang berkaitan dengan tindakan agresif, mengejar, menghindar dan mengancam yang terjadi antara dua atau lebih individu dari spesies yang sama. Penelitian ini bertujuan mengamati perilaku agonistik intraspesies dan tingkat kelangsungan hidup rayap tanah (Macrotermes gilvus Hagen). Pengujian dilakukan dengan memisahkan menjadi dua kelompok pada perlakuan pekerja versus pekerja, pekerja versus prajurit, dan prajurit versus prajurit dengan rasio 1:1 (lima individu) serta diamati kematiannya setelah 24 jam. Hasil analisis menunjukkan bahwa M. gilvus menghasilkan respons agonistik hampir sama dengan perilaku antenasi (antennation) berbeda nyata terhadap perilaku lain. Perilaku yang tidak berbeda nyata adalah bergulat (grapping) dengan melarikan/mengejar (chasing/escaping), melarikan/mengejar (chasing/escaping) dengan menyentak (jerking), menyentak (jerking) dengan menghindar (avoidance), dan menghindar (avoidance) dengan serangan (attacks). Respons frekusensi terbesar yaitu antenasi (antennation) sedangkan terendah yaitu bergulat (grapping). Perilaku antenasi berperan dalam proses mekanisme pengenalan terhadap koloni lain dan komunikasi. Perilaku agonistik intraspesies bertujuan sebagai pengenalan, melindungi dan mepertahankan antar koloni yang berbeda. Perilaku agonistik intrapesies tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat kelangsungan hidupnya.
Efektivitas Pemberian Tepung Maggot BSF (Black Soldier Fly) pada Pakan terhadap Kualitas Telur Burung Puyuh Nisa', Lailatun Nisa'; Peniati, Endah; Marianti, Aditya; Lisdiana, Lisdiana; Christijanti, Wulan
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.65203

Abstract

Tepung ikan mempunyai harga yang relative tinggi, sehingga diperlukan penambahan pakan dengan kandungan protein yang tidak kalah dengan tepung ikan seperti tepung maggot Black Soldier Fly (BSF). Maggot Black Soldier Fly (BSF) merupakan larva lalat Hermetia Illucens yang dapat digunakan sebagai sumber pakan protein yang sangat baik. Tujuan penelitian yaitu menganalisis efektivitas tepung maggot BSF yang dicampur dalam pakan terhadap indeks kuning telur, bobot telur, diameter telur, dan kadar protein telur burung puyuh. Metode penelitian yang digunakan menggunakan rancang acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan. Puyuh dipelihara selama 3 bulan. Data dianalisis secara statistic, apabila ada perbedaan pengaruh dintara perlakuan maka dilanjutkan dengan uji jarak Berganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan kualitas telur burung puyuh yang diberikan pakan berupa tepung maggot memiliki pengaruh yang berbeda nyata secara signifikan antara tiap perlakuan. Simpulan yang didapatkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa tepung maggot dapat meningkatkan kualitas telur burung puyuh.
Aktivitas Antioksidan Daun Kelor (Moringa oleifera) pada Tikus Diabetik Induksi Aloksan Priyanto, Yudi; Christijanti, Wulan; Lisdiana, Lisdiana; Marianti, Aditya
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.65968

Abstract

Hiperglikemia sebagai indikator penyakit diabetes melitus merupakan kondisi gula darah yang melebihi kadar normal yang menghasilkan radikal bebas (ROS) sebagai stress oksidatif yang akan ditangani oleh antioksidan endogen terutama superoksida dismutase (SOD), Glutationin peroksidase dan katalase. Stres oksidatif akan menyebabkan reaksi peroksidasi lipid yang menghasilkan Malondialdehid (MDA). Antioksidan eksogen pada daun kelor dapat berpotensi sebagai penangkal radikal bebas. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis aktivitas antioksidan daun kelor (moringa oleifera) pada tikus diabetik yang di induksi aloksan. Kondisi Hiperglikemia didapatkan dengan penginduksian aloksan 125 mg/KgBB. Rancangan penelitian ini merupakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan hewan coba sebanyak 24 ekor tikus galur wistar. Tikus dibagi kedalam 4 kelompok, yaitu kelompok kontrol atau tikus hiperglikemia (K), kemudian tikus hiperglikemia yang diberi perlakuan dengan ekstrak daun Moringa oleifera pada dosis 200 mg/KgBB (P1), 400 mg/KgBB (P2) dan 600 mg/KgBB (P3). Perlakuan dilakukan dengan pemberian ekstrak daun kelor sebanyak masing-masing dosis secara per oral selama 21 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar MDA pada kelompok K memiliki kadar MDA tertinggi (9,77 mmol/ml) dan semakin menurun sejalan dengan ditambahkannya dosis ekstrak daun kelor yaitu P1 (5,91 mmol/ml), P2 (4,10 mmol/ml), dan P3 (2,70 mmol/ml). Sedangkan aktivitas enzim SOD kelompok K merupakan yang terrendah yaitu 19,05% dan meningkat seiring dengan jumlah pemberian ekstrak daun kelor, yaitu P1 (32,67%), P2 (55,06%), dan P3 (62,37%). Simpulan yang diambil adalah ekstrak daun kelor dapat membantu menurunkan kadar MDA dan meningkatkan Kadar SOD.
Keanekaragaman Jenis Ikan di Danau Tang Desa Penepian Raya Kabupaten Kapuas Hulu Romini, Romini; Riyandi, Riyandi; Yanti, Ari Hepi
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.66274

Abstract

Keanekaragaman ikan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Aktivitas manusia merupakan faktor terbesar yang menyebabkan terjadinya perubahan keanekaragaman dan distribusi ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis ikan dan faktor yang memengaruhi keanekaragaman ikan di Danau Tang Desa Penepian Raya Kabupaten Kapuas Hulu. Penelitian ini menggunakan metode survei, dan pengambilan sampel menggunakan metode purposive random sampling. pengambilan sampel ikan dilakukan menggunakan variasi alat tangkap yang terdiri dari rawai, jala, pukat dan bubu payung. Hasil penelitiaan ini mencatat sebanyak 14.159 individu dari 53 jenis, 32 genus dan 14 famili. Indeks keanekaragaman Shannon-winner berkisar antara 1,28-2,48 (rendah-sedang). Keanekaragaman tertinggi terjadi pada stasiun 1 yang merupakan inlet menuju danau. Faktor fisika dan kimia yang paling berpengaruh di Danau Tang yaitu kecerahan, karbondioksida dan suhu air.
Profil Antioksidan Minuman Sari Tempe Berbahan Dasar Tepung Tempe Original dan Tepung Tempe Kelor Andiniyati, Fitri; Bintari, Siti Harnina; Dewi, Pramesti; Mustikaningtyas, Dewi
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.66771

Abstract

Tepung tempe dapat dijadikan sebagai substitusi makanan atau suplemen antara lain minuman sari tempe. Namun, minuman sari tempe saat ini belum banyak diproduksi. Padahal minuman sari tempe memiliki efek fungsional untuk menjaga kesehatan tubuh. Perlu adanya pengujian terhadap kualitas minuman sari tempe meliputi nilai aktivitas antioksidan, kadar protein, dan tingkat kesukaan terhadap produk minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe original dan tepung tempe kelor dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 1%, 2%, dan 3%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai aktivitas antioksidan dan kadar protein minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe original dan tepung tempe kelor dengan konsentrasi 1%, 2%, dan 3%, dan mengetahui minuman sari tempe yang paling disukai konsumen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan berupa minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe original konsentrasi 1%, minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe original konsentrasi 2%, minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe original konsentrasi 3%, minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe kelor konsentrasi 1%, minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe kelor konsentrasi 2%, dan minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe kelor konsentrasi 3%. Masing-masing perlakuan dilakukan dua kali ulangan. Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH, pengujian kadar protein menggunakan metode Kjeldhal, dan pengujian tingkat kesukaan menggunakan metode hedonik. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan uji Anova dua arah dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan minuman sari tempe yang mempunyai nilai aktivitas antioksidan sangat kuat adalah minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe kelor dengan konsentrasi 1% yang ditunjukkan dengan nilai (IC₅₀ < 50), minuman sari tempe dengan kadar protein tertinggi ada pada minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe kelor dengan konsentrasi 3%, dan minuman sari tempe yang paling disukai oleh konsumen adalah minuman sari tempe berbahan dasar tepung tempe original dengan konsentrasi 1%.
Potensi Ekstrak Buah Jambu Tangkalak (Bellucia pentamera Naudin) sebagai Penghambat Pertumbuhan Escherichia coli ATCC 25922 dan Staphylococcus aureus Windiyanti, Riska; Khotimah, Siti; Zakiah, Zulfa
Life Science Vol 12 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/lifesci.v12i1.66777

Abstract

Escherichia coli dan Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang dapat menyebabkan penyakit gangguan saluran pencernaan dan infeksi. Salah satu tumbuhan obat yang dapat digunakan sebagai antibakteri adalah buah jambu tangkalak (Bellucia pentamera). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah jambu tangkalak dan konsentrasi yang dapat menghambat pertumbuhan E. coli dan S. aureus serta golongan senyawa metabolit sekunder. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi cakram. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan beberapa perlakuan konsentrasi yaitu 200; 400; 600; dan 800 mg/mL serta kontrol positif antibiotik kloramfenikol 0,03 mg/mL. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak buah B. pentamera mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Ekstrak buah jambu tangkalak berpengaruh terhadap pertumbuhan bakteri E. coli dan S. aureus. Konsentrasi 200 mg/mL ekstrak buah jambu tangkalak sudah mampu menghambat dengan zona hambat 3,82 mm (24 jam) untuk bakteri E. coli sedangkan untuk bakteri S. aureus menghasilkan zona hambat 7,12 mm (24 jam) dan 8,37 mm (48 jam). Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa semua perlakuan konsentrasi ekstrak mampu menghambat pertumbuhan bakteri berpotensi sebagai bakteriostatik dengan kategori lemah. kata kunci: Antibakteri; Bellucia pentamera; Ekstrak; Escherichia coli; Staphylococcus aureus

Page 1 of 2 | Total Record : 11