cover
Contact Name
Toufan Aldian Syah
Contact Email
toufan.aldiansyah86@gmail.com
Phone
+6285210650525
Journal Mail Official
info@das-institute.com
Editorial Address
Perum Palm Estate No. 6A, Kel. Penambongan, Kec. Purbalinggga, Kab. Purbalingga Jawa Tengah. 53313
Location
Kab. purbalingga,
Jawa tengah
INDONESIA
CITIZEN: Jurnal Ilmiah Mulitidisiplin Indonesia
Published by CV. DAS Mitra Edukasi
ISSN : "_"     EISSN : 28075994     DOI : https://doi.org/10.53866/jimi.v1i1
Ruang lingkup dan fokus terkait dengan penelitian bidang studi dengan pendekatan Multidisipliner, yang meliputi: Ilmu Ekonomi dan Bisnis, Humaniora, Ilmu Sosial, Komunikasi, Teknik, dan Informatika
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 457 Documents
Peran Artificial Intelligence Sebagai Digital Scaffolding Dalam Pembelajaran Matematika: Tinjauan Pustaka Sistematis Melani Elisabet Matondang; I Gusti Putu Sudiarta; Sariyasa Sariyasa; Gusti Ayu Mahayukti; Ni Made Sri Mertasari
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1443

Abstract

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran matematika terus berkembang, khususnya sebagai bentuk digital scaffolding yang mendukung proses belajar siswa secara adaptif dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai penelitian terkait penerapan Artificial Intelligence sebagai digital scaffolding dalam pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengumpulkan, menyeleksi, dan menganalisis 18 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2021-2026. Artikel diperoleh dari database Google Scholar, Semantic Scholar dan Scopus melalui Publish or Perish, kemudian disaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan, serta dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa Artificial Intelligence dimanfaatkan dalam berbagai bentuk, seperti sistem tutor cerdas, pembelajaran adaptif, dan chatbot edukatif yang berfungsi sebagai scaffolding melalui pemberian umpan balik, petunjuk bertahap, serta penyesuaian materi sesuai kemampuan siswa. Peran AI sebagai digital scaffolding terbukti dapat membantu meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah dan kemandirian belajar siswa, terutama ketika diintegrasikan ke dalam berbagai model pembelajaran seperti Problem-Based Learning, Guided Inquiry Mathematics Learning, Teams Games Tournament (TGT), maupun pembelajaran berbasis Problem Solving. Namun, penerapannya masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan guru, serta isu etika dalam penggunaan teknologi. Dengan demikian, Artificial Intelligence sebagai digital scaffolding memiliki potensi besar dalam mendukung pembelajaran matematika, namun memerlukan dukungan yang memadai agar dapat diterapkan secara optimal.
Model Pembelajaran Treffinger Terhadap Kemampuan Berfikir Kreatif Dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis : Systematic Literature Review: The Treffinger Learning Model And Its Effects On Creative Thinking Skills And Mathematical Problem-Solving Skills: A Systematic Literature Review Kadek Murniasih; I Putu Wisna Ariawan; Sariyasa Sariyasa
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1471

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menggunakan kerangka PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses). Sumber data diperoleh dari berbagai basis data ilmiah, yaitu Google Scholar, SINTA, GARUDA, dan Semantic Scholar. Berdasarkan proses seleksi sesuai kriteria inklusi dan eksklusi, diperoleh 11 artikel yang diterbitkan pada rentang tahun 2020–2025 dan relevan dengan fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Treffinger memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Peningkatan kemampuan berpikir kreatif terlihat dari kemampuan siswa dalam menghasilkan ide yang beragam, menemukan alternatif solusi, serta mengembangkan gagasan secara lebih rinci. Sementara itu, peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis ditunjukkan melalui kemampuan siswa dalam memahami masalah, merencanakan penyelesaian, menerapkan strategi yang sesuai, serta mengevaluasi hasil yang diperoleh. Efektivitas model Treffinger didukung oleh tahapan Basic Tools, Practice with Process, dan Working with Real Problems yang mendorong siswa untuk berpikir kreatif, kritis, dan sistematis dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Meskipun demikian, keberhasilan penerapannya dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kesiapan guru, karakteristik siswa, dan alokasi waktu pembelajaran. Secara keseluruhan, model pembelajaran Treffinger merupakan alternatif pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Representation Gap Dalam Komunikasi Digital Pemerintah: Analisis Delapan Program Unggulan Pemerintah Provinsi Banten di Instagram OPD: The Representation Gap In Government Digital Communication: An Analysis Of Eight Flagship Programmes Of The Banten Provincial Government On OPD’s Instagram Faisal Dudayef; Pitriyani Pitriyani
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress)
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1479

Abstract

Transformasi digital telah menjadikan media sosial sebagai instrumen utama komunikasi publik pemerintah, tidak hanya untuk menyebarluaskan informasi, tetapi juga membentuk representasi mengenai kinerja pemerintahan. Namun, representasi yang ditampilkan di ruang digital belum tentu mencerminkan capaian kebijakan secara proporsional. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana delapan Program Unggulan Pemerintah Provinsi Banten direpresentasikan melalui akun Instagram pimpinan daerah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta mengidentifikasi kesenjangan antara capaian objektif pemerintah dengan konstruksi komunikasi digital yang dibangun. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain sequential explanatory. Data kuantitatif diperoleh melalui analisis isi terhadap 919 unggahan Instagram selama periode Maret–Mei 2026, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui interpretasi caption, visual konten, dan pembandingan dengan dokumen resmi capaian pembangunan Provinsi Banten tahun 2025–2026 menggunakan perspektif Representation Gap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Banten memiliki modal kinerja yang kuat untuk dikomunikasikan kepada publik, namun representasi digital yang dibangun belum merefleksikan capaian tersebut secara proporsional. Di sisi lain, penelitian juga menemukan adanya perkembangan positif berupa tingginya produktivitas publikasi, penguatan leadership presence, penggunaan bahasa yang lebih ramah warga, serta adaptasi format visual berbasis Reels, kecerdasan buatan, dan tren media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas komunikasi digital pemerintah tidak cukup diukur melalui intensitas publikasi, tetapi juga oleh kemampuan media sosial merepresentasikan capaian kebijakan secara substantif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan publik. Oleh karena itu, diperlukan reorientasi strategi komunikasi menuju model citizen-centric melalui penguatan publikasi berbasis capaian kinerja, impact-driven storytelling, dan optimalisasi partisipasi warga dalam ruang digital.
Efektivitas Intervensi Mobile Health Terhadap Self-Management Dan Kontrol Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Dewasa: Tinjauan Naratif Terstruktur: The Effectiveness Of Mobile Health Interventions On Self-Management And Blood Pressure Control In Adult Patients With Hypertension: A Structured Narrative Review Muhammad G. A. Putra Eldad; Onesifarus Sopater
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 (2026): SPECIAL ISSUE: Sustainable Innovation at the Intersection of Economics, Technology, L
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1490

Abstract

Hipertensi memerlukan pengelolaan jangka panjang yang bergantung pada kemampuan pasien memantau tekanan darah, mematuhi terapi, dan mempertahankan perilaku hidup sehat. Mobile health (mHealth) menawarkan dukungan self-management yang dapat diakses di luar fasilitas pelayanan kesehatan. Tujuan: Menganalisis efektivitas intervensi mHealth terhadap self-management dan kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi dewasa serta mengidentifikasi komponen intervensi yang paling menjanjikan untuk praktik keperawatan. Metode: Tinjauan literatur naratif terstruktur ini disusun dengan mengacu pada domain kualitas SANRA. Pertanyaan kajian dirumuskan menggunakan kerangka Population-Intervention-Comparison-Outcome-Study design (PICOS). Penelusuran dilakukan pada PubMed/MEDLINE, PubMed Central, portal jurnal ilmiah, dan daftar pustaka artikel kunci untuk publikasi Januari 2018 sampai 31 Juli 2026. Kata kunci meliputi hypertension, mobile health, mHealth, mobile application, smartphone, text messaging, self-management, self-care, medication adherence, blood pressure control, dan nursing. Systematic review/meta-analysis serta randomized atau cluster-randomized controlled trial pada pasien hipertensi dewasa diprioritaskan. Data diekstraksi ke dalam matriks terstruktur, dinilai secara kritis berdasarkan desain dan risiko keterbatasannya, kemudian disintesis secara naratif-tematik; meta-analisis baru tidak dilakukan. Hasil: Meta-analisis menunjukkan intervensi mHealth menurunkan tekanan darah sistolik sekitar 2-6 mmHg dan diastolik sekitar 1-3 mmHg, meskipun heterogenitas dan risiko bias masih ditemukan. Dampak pada self-management paling konsisten terlihat pada kepatuhan pengobatan, pemantauan mandiri, efikasi diri, dan pengetahuan. Intervensi yang bersifat personal, interaktif, multikomponen, menggabungkan self-monitoring dengan umpan balik, serta melibatkan perawat menunjukkan efek yang lebih besar. Sebaliknya, aplikasi yang hanya memberi pengingat atau pencatatan pasif tidak selalu menghasilkan perbedaan tekanan darah dibandingkan perawatan standar. Kesimpulan: Intervensi mHealth secara umum menunjukkan manfaat yang menjanjikan sebagai pendamping perawatan untuk memperkuat self-management dan mendukung kontrol tekanan darah pada pasien hipertensi dewasa. Namun, besaran dan konsistensi manfaat bervariasi menurut komponen intervensi, intensitas dukungan tenaga kesehatan, kelompok pembanding, engagement, dan kualitas metodologis studi; karena itu mHealth tidak menggantikan penilaian klinis maupun hubungan terapeutik. Implementasi keperawatan perlu menekankan literasi digital, teknik pengukuran tekanan darah yang benar, personalisasi tujuan, tindak lanjut berbasis risiko, keamanan data, dan integrasi dengan pelayanan primer.
Trends In The Implementation Of Instructional Models In Educational Research: A Systematic Literature Review Arista Lindi Alvita; Isnandar Slamet; Budi Usodo
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 (2026): SPECIAL ISSUE: Empowering Society: Harmonizing Human-Centric Technology and Social Sc
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1510

Abstract

The increasing diversity of instructional models has provided educators with broader alternatives for designing learning experiences that accommodate subject characteristics, learning objectives, and students' needs. At the same time, the growing number of available models has made the selection of an appropriate instructional approach increasingly challenging. This study aims to identify, classify, and analyze the development of instructional models implemented in educational research through a Systematic Literature Review (SLR). The review followed the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) framework, including the stages of identification, screening, eligibility assessment, and inclusion of studies retrieved from reputable scientific databases based on predefined selection criteria. The selected articles were analyzed using descriptive and thematic approaches to identify the types of instructional models, research trends, and implementation characteristics across different educational levels. The findings indicate that problem-oriented, collaborative, inquiry-based, and project-based instructional models are the most frequently implemented approaches. Furthermore, the selection of instructional models is influenced by learning objectives, subject characteristics, educational level, and the competencies targeted for development. This review concludes that no single instructional model is universally effective for all learning contexts, highlighting the importance of selecting instructional models that align with specific educational conditions to achieve optimal learning outcomes.
Paddy Waste Valorization Through Biochar Production: Enhancing Farmers' Willingness To Pay Based On Behavioral Treatment Effect Syahlaa' Salsabila Putri Santoso; Aini Al Fatihaturrizqi; Reisa Sarah Rahmawati; Malfa Adliyah Gunawan; Raihan Fajar Destianto; Syifa Fitrianita; Chalisa Maula Putri Utomo; Bayu Rizky Pratama
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 (2026): SPECIAL ISSUE: Empowering Society: Harmonizing Human-Centric Technology and Social Sc
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1511

Abstract

Perubahan iklim telah memperparah degradasi tanah sawah, termasuk akumulasi besi fero (Fe²⁺), yang ditandai dengan air irigasi berwarna kuning kecokelatan di wilayah penelitian, dan secara langsung menekan hasil panen padi sebesar 15–30%. Biochar sebagai bahan pembenah tanah menawarkan potensi ganda dalam memitigasi toksisitas besi sekaligus berkontribusi pada penyerapan karbon, namun penilaian ekonomi petani terhadap teknologi ini masih belum banyak dieksplorasi. Akibatnya, penerapan biochar masih terbatas di kalangan petani padi skala kecil, meskipun potensinya sangat besar dalam meningkatkan kualitas tanah dan penyerapan karbon. Penelitian ini mengkaji kesediaan membayar (willingness to pay/WTP) petani padi skala kecil untuk adopsi biochar di Jawa Barat, Indonesia, menggunakan metode contingent valuation dengan format pilihan dikotomis batas ganda (double-bounded dichotomous choice). Melalui eksperimen efek pembingkaian informasi (information framing effect), 201 responden dibagi ke dalam tiga kelompok: kontrol, perlakuan informasi agronomi (T1), dan perlakuan informasi kredit karbon (T2), yang bertujuan untuk mengamati pengaruh perlakuan informasi terhadap WTP biochar di kalangan petani skala kecil. Estimasi dilakukan menggunakan regresi interval dengan robust standard error, yang divalidasi menggunakan ordered probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan informasi secara signifikan meningkatkan WTP. Rata-rata WTP pada kelompok kontrol adalah sebesar Rp 103.994, meningkat menjadi Rp 220.502 pada perlakuan T1 dan Rp 316.034 pada perlakuan T2, yang dikonfirmasi oleh uji Wald bersama yang signifikan (χ²(2) = 14.78; p-value = 0.001). Faktor-faktor penentu utama WTP meliputi keikutsertaan dalam kelompok tani, jumlah anggota rumah tangga, kesadaran terhadap kredit karbon, dan pelatihan pertanian. Hasil ini menegaskan bahwa mengintegrasikan informasi manfaat agronomi dan kredit karbon ke dalam strategi diseminasi biochar sangat penting untuk mempercepat adopsi di kalangan petani skala kecil. Oleh karena itu, penerapan biochar di masa depan kepada petani skala kecil disarankan untuk menggabungkan kedua perlakuan informasi tersebut guna meningkatkan proses adopsi di kalangan petani skala kecil.
Cash, Care, Access And Dignity: Welfare Conversion In Indonesia’s PKH Plus Elderly Assistance Liawati Suntiana
Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 (2026): SPECIAL ISSUE: Empowering Society: Harmonizing Human-Centric Technology and Social Sc
Publisher : DAS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53866/jimi.v6i2.1512

Abstract

This article examines how PKH Plus, a provincial social assistance programme for older persons in East Java, contributes to elderly well-being beyond the direct transfer of money. Using a field-monitoring-based descriptive design, the study analyses structured monitoring data from 231 elderly beneficiaries observed during the 2025 implementation cycle and integrates relevant literature on old-age poverty, social pensions, informal care, health access, dignity and behavioural transformation. The findings show strong delivery integrity: all monitored respondents received the full IDR 500,000 quarterly benefit, no respondent reported deductions, and all perceived the assistance as useful for daily expenditure. However, delivery success coexists with fragile welfare conversion. Approximately 42.4% of respondents were physically unhealthy, 26.8% could not perform daily activities independently, 65.8% could not meet daily needs without assistance, 43.7% needed help during withdrawal, and KIS utilisation remained incomplete despite high PBI-JKN ownership. The article proposes a cash-care-access-dignity framework. Cash reduces immediate expenditure pressure; care enables practical use of assistance; access connects beneficiaries to disbursement, health and learning services; and dignity protects older persons as rights-bearing subjects. PKH Plus is therefore most transformative when cash delivery is integrated with family resilience, accessible services and behaviour-sensitive programme governance. The findings support sustainable, human-centred welfare policy aligned with SDG 1, SDG 3, SDG 10 and SDG 16.

Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 6 No. 2 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (On Progress) Vol. 6 No. 1 (2026): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 6 (2026): SPECIAL ISSUE: Strengthening Economic Resilience: Integrating Islamic Finance, Entrep Vol. 6 (2026): SPECIAL ISSUE: Empowering Society: Harmonizing Human-Centric Technology and Social Sc Vol. 6 (2026): SPECIAL ISSUE: Sustainable Innovation at the Intersection of Economics, Technology, L Vol. 5 No. 6 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 5 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 4 (2023): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 3 (2023): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 2 (2023): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 3 No. 1 (2023): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 4 (2022): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 (2022): SPECIAL ISSUE: Sustainability of Design, Public Transport, & Engineering Vol. 1 No. 3 (2021): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 2 (2021): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021): CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia More Issue