cover
Contact Name
Lukman Hakim
Contact Email
hasibnur@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jki@uinsa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Jend. A. Yani 117 Suarabya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Islam
ISSN : 20086314     EISSN : 26555212     DOI : https://doi.org/10.15642/jki
Jurnal Komunikasi Islam is the flagship journal, published biannually in June and December, of Islamic Communication and Broadcast Department, Dakwah and Communication Faculty, Islamic State University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya in collaboration with Indonesian Professional Dakwah Association (APDI). Jurnal Komunikasi Islam provides academic articles to the professional needs of both Islamic communication scholars and practitioners. The journal helps encourage in disseminating empirical and theoretical research findings, developing theory, and introducing new concepts related to Islamic oration and sermon, Islamic Journalism, mediated-dakwah and religious film, Islamic communication-related studies to its readership.
Articles 226 Documents
Konstruksi Jender dalam Pertarungan Simbolik di Media Massa Dinurriyah, Itsna Syahadatud
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 3 No. 2 (2013): December
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.564 KB) | DOI: 10.15642/jki.2013.3.2.268-291

Abstract

This article examines gender construction in a symbolic dispute in the mass-media that covers euphe–mism and form of censorship. Using critical discourse analysis and hermeneutic, the study concludes that euphe–mism style of male and female in mass media is perceived as a process of shaping and constructing the role patterns of the male and female which then externalized to be a culture. In order to avoid being seen as a violence, gender construction of male and female is done by a variety of styles; changing, neutrallizing the general meaning and defining definition differrently. The form of censorship used by the perpetrator of gender construction in order to maintain the domination is conducted by conceptualizing and reconceptualizing “honor moral” of male and female.Keywords: gender, symbolic struggle, mass media----------------------------------------------------------------------------Artikel ini membahas konstruksi jender dalam pertarungan simbolik di media massa yang meliputi ben–tuk eufimisasi dan sensorisasi. Dengan memakai analisis wacana kritis dan hermeneutika, studi ini menyimpulkan bahwa gaya eufimisasi laki-laki dan perempuan di media massa disikapi sebagai proses pembentukan peran laki-laki dan perempuan, sehingga tereksternalisasi menjadi suatu kaidah budaya. Agar tidak tampak sebagai suatu bentuk kekerasan, proses konstruksi jender laki-laki dan perem–puan dilakukan dengan menggunakan gaya penggantian, penetralisasian makna umum, dan pendefinisian distingtif. Bentuk sensorisasi yang digunakan pelaku konstruksi jen–der untuk mempertahankan dominasi ialah dengan kon–septualisasi dan rekonseptualisasi “moral kehormatan” laki-laki dan perempuan.Kata Kunci: jender, pertarungan simbolik, media massa
Pendidikan Komunikasi Islam di Tengah Konvergensi Media Abrar, Ana Nadhya
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 3 No. 2 (2013): December
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.737 KB) | DOI: 10.15642/jki.2013.3.2.292-301

Abstract

This paper will exlore how Islamic universities take advantages from the dynamics of the mass media that undertake the media convergence due to the demands of information technology and communications develop–ment. As a conclusion, the paper argues that Departements of Communication or Islamic Communication and Broad–cast need to pay more attention to the technical opera–tions orientation of thelearning system. This, at the end, will also offer great employment opportunities for the graduates as well as the propagation of Islam.Keywords: communication education, technical orien–tation, media convergence, online journalism------------------------------------------------------------------------------Tulisan ini mengulas bagaimana perguruan tinggi Islam memanfaatkan peluang dari dinamika media massa yang sudah melakukan konvergensi akibat tuntutan kema–juan teknologi informasi dan komunikasi. Artikel ini ber–pendapat bahwa jurusan ilmu komunikasi atau komunikasi dan penyiaran Islam perlu lebih memperhatikan orientasi operasi teknis dalam sistem pembelajarannya, yang menawarkan peluang besar bagi lapangan kerja sekaligus dakwah Islam.Kata Kunci: pendidikan komunikasi, orientasi teknis, konvergensi media, jurnalisme online.
Mengembangkan Radio Komunitas Pesantren Anwari, Anwari
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 3 No. 2 (2013): December
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.403 KB) | DOI: 10.15642/jki.2013.3.2.302-320

Abstract

This article discusses the use of community radio as the base for scientific actualization along with actualization on culture and tradition of Pesantren. The author argues that the existence of Islamic boarding schools or pesantren that have positive traditions and uniqueness is without a doubt offer advantages to the development of the community radio. Different from profit-oriented radio, community radio of Pesantren that that involves community participation should offer broadcasting programs that expose activities and ideas related to Pesantren. Expectedly, through such pro–grams in the community radio, Islamic teaching will be well known, understood, internalized and at the end will be implemented in the daily lifeas a way of life withinsociety.Keywords: community radio, Islamic boarding school, Islamic teachings, tradition----------------------------------------------------------------------Artikel ini mendiskusikan pemanfaatan radio komunitas sebagai aktualisasi basis keilmuan, budaya dan tradisi pesantren. Penulis berargumen bahwa keberadaan pesantren yang memiliki tradisi positif dan kekhasan, ten–tunya menjadi keunggulan pesantren dalam pengembangan radio komunitas. Berbeda dengan radio yang berorientasi profit, radio komunitas pesantren yang melibatkan partisipasi komunitas harus membuat program-program siaran yang berisikan kegiatan-kegiatan dan gagasan-gagasan pesantren tentang ajaran Islam agar benar-benar diketahui, dipahami, dihayati dan selanjutnya diamalkan sebagai pedoman hidup masyarakat.Kata Kunci: radio komunitas, pesantren, ajaran Islam, tradisi
Intervensi New Media dan Impersonalisasi Otoritas Keagamaan di Indonesia Jinan, Mutohharun
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 3 No. 2 (2013): December
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.188 KB) | DOI: 10.15642/jki.2013.3.2.321-348

Abstract

The article discusses the impact of new media on the shift of religious authority in Indonesia. It argues that the development of new media (internet) has shifted the traditional religious authority to more impersonal media such as books, websites, blogs, and the like. Furthermore, progressiveness and openness of the new Media also have supported the acceleration on the so called “Ulama rejuve–nation”. This is due to the fact that, due to such shift (the religious power shifting), a person does not necessarily graduate from pesantren to be Muslim clerics or Ulama. In addition, the shift of religious authority also has contribu–ted to the loosening filter for the emergence of a wide variety religious intereptations that, to some extent, go uncontrolled without limitation.Keywords: new media, religious authority, impersonal media----------------------------------------------------------------------Artikel ini mendiskusikan dampak new media pada pergeseran otoritas keagamaan di Indonesia, dan berpendapat bahwa seiring perkembangan teknologi in–formasi, internet telah memudarkan otoritas keagamaan tradisional dan bergeser pada pada media impersonal, se–perti buku, website, blog, dan sejenisnya. Progresifitas dan keterbukaan new media juga mendorong percepatan pro–ses ”peremajaan ulama” yang tidak mensyaratkan bahwa ulama harus lulusan dari pesantren. Selain itu, intervensi new media memungkinkan percepatan merebaknya pema–haman ”liar” yang sangat berbeda dari arus mainstream. Arus pertumbuhan new media ini tentunya semakin memencarnya fatwa-fatwa keagamaan tanpa batas-batas yang jelas.Kata Kunci: new media, otoritas keagamaan, media impersonal
Kyai dan Prostitusi: Pendekatan Dakwah KH. Muhammad Khoiron Suaeb di Lokalisasi Kota Surabaya Sunarto AS, A.
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 3 No. 2 (2013): December
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.404 KB) | DOI: 10.15642/jki.2013.3.2.349-366

Abstract

This article describes a propaganda approach of KH Muhammad Khoiron Suaeb against commercial sex workers in Surabaya, including supporting and inhibiting factors. By using the content analysis and live history, the study concludes that KH Muhammad Khoiron utilises mad'u center approach, namely an approach taking into account the economic circumstances, psychological, social, political circumstances and propaganda goals. Although KH Muhammad Khoiron received support from various communities and and government institutions, he also often faces some psychological barriers and physical terror.Keywords: clerics, prostitution, propagation approach, PSK----------------------------------------------------------------------Artikel ini menjelaskan pendekatan dakwah KH Muhammad Khoiron Suaeb terhadap pekerja seks komersial di lokalisasi prostitusi kota Surabaya, termasuk faktor pendukung dan penghambatnya. Dengan menggu–nakan metode analisis isi dan live history, studi ini menyimpulkan bahwa KH Muhammad Khoiron menggu–nakan pendekatan mad’u centre, yaitu sebuah pendekatan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi ekonomi, psikologi, sosial dan politik sasaran dakwah. Meski KH Muhammad Khoiron mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat dan pemerintah, namun tidak jarang ia juga mendapatkan hambatan psikologis dan fisik.Kata Kunci: kyai, prostitusi, pendekatan dakwah, PSK
Review Buku: Memahami Pola Komunikasi Melalui Pendekatan Etnografi Taufik, Fatkhurohman
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 3 No. 2 (2013): December
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.309 KB) | DOI: 10.15642/jki.2013.3.2.367-371

Abstract

Meski etnografi sudah diperkenalkan sejak 1960-an, namun dalam ilmu komunikasi, khususnya di Indonesia, studi etnografi memang masih menjadi “barang langka”. Boleh jadi, hal ini disebabkan oleh mispersepsi di kalangan akademisi bahwa etnografi adalah milik antropologi yang lebih mengarah pada kajian masyarakat desa atau pedalaman, sedangkan ilmu komunikasi lebih pada masyarakat urban.
The Integration of Dakwah in Journalism: Peace Journalism Lecomte, Isabelle
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 4 No. 1 (2014): June
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.485 KB) | DOI: 10.15642/jki.2014.4.1.1-19

Abstract

This article discusses the integration of Islam, particularly da’wa, with peace journalism. It argues that Islamic communication is basically peace journalism. Islamic communication consists of tabligh (information), taghyir (so–cial change), khairu ummah (exemplary community), and akhlaq al-karimah (noble behavior, civil society), the purpo–se of which is to perpetuate conflict sensitivity, constructive conflict, and conflict resolution. Muslim journalists can produce articles about Islam to promote Islamic teachings relevant to universal values, including inclusiveness for humanity values which are inclusive. It is important for Muslims to create a platform for sharing information and religious values that can be discussed by audiences.Keywords: Integration of Dakwah in journalism, peace journalism----------------------------------------------------------------------Artikel ini mengulas integrasi Islam, khusunya dakwah, dengan jurnalistik damai (peace journalism). Penulis perpandangan bahwa pada dasarnya, komunikasi Islam adalah jurnalistik perdamaian (peace journalism). Sebab komunikasi Islam terdiri daripada tabligh, taghyir, khairu ummah dan akhlak al- karimah, yang bertujuan untuk membangun kepekaan sosial, perdamaian, dan resolusi konflik. Pula Peace journalism menggambarkan nilai-nilai universal dan inklusif, seperti keadilan, keamanan, kesela–matan, keharmonian, toleransi, hormat kepada semua manusia sebagaimana diajarkan oleh Islam. Oleh karennya, jurnalis Muslim dapat bekerja di media Islam dan meng–hasilkan karya-karya tulisan tentang nilai-nilai Islam yang inklusif. Hal ini penting bagi umat Islam untuk membuat platform untuk berbagi informasi dan nilai-nilai agama yang dapat didiskusikan.Kata Kunci: integrasi dakwah dalam jurnalistik, jurnalistik damai
Trendsetter Komunikasi di Era Digital: Tantangan dan Peluang Pendidikan Komunikasi dan Penyiaran Islam Venny Eka Meidasari, Andi Faisal Bakti dan
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 4 No. 1 (2014): June
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.461 KB) | DOI: 10.15642/jki.2014.4.1.20-44

Abstract

The increasing penetration of so-called new media has undermined the global boundary, giving rise to the liberalization of information. This reality results in the rise of the era of the information society, and has led people across the world, including Muslims in Indonesia, to deal with the demands of the era. Therefore, attempts to create strategies to take benefits from those new media and to reduce their negative impacts are important. This paper discusses the challenges and opportunities of Islamic communication in the midst of today's digital era. Central to this analysis are kinds of communication trendsetter among Muslims in this country.Keywords: Communication trendsetter, digital era, Islamic communication and broadcast----------------------------------------------------------------------Penetrasi new media (media baru) yang mengglobal seakan meruntuhkan dinding-dinding pembatas dan menjadikannya sebagai sekat liberalisasi informasi. Realitas ini telah membawa masyarakat, termasuk masyarakat Mus-lim di Indonesia masuk ke dalam era masyarakat informasi, sehingga pengendalian yang tepat untuk memanfaatkan new media dan mengeliminir dampaknya menjadi penting. Tulisan ini mendiskusikan tantangan dan peluang komuni-kasi dan peyiaran Islam di tengah-tengah era digital saat ini.Kata Kunci: trendsetter komunikasi, era digital, komunikasi dan penyiaran Islam
Peran Jurnalisme Islam di Tengah Hegemoni Pers Barat dalam Globalisasi Informasi Syah, Hakim
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 4 No. 1 (2014): June
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.787 KB) | DOI: 10.15642/jki.2014.4.1.45-65

Abstract

In the information age today, Muslims are faced with the dominant Western media, which sometimes biased in informing the world of Islam. This condition seems to require Muslim communities to create alternative media to provide correct information about Islam and the information based on Islamic values. Thus Islam journalism will play a significant role in the global information.Keywords: Islamic jurnalisme, hegemony, globalization----------------------------------------------------------------------Di era informasi saat ini masyarakat Muslim dihadapkan dengan dominasi media Barat yang kadangkala bias dalam melakukan pemberitaan dunia Islam. Kondisi ini sepertinya menuntut masyarakat Muslim untuk menciptakan media alternatif untuk memberikan informasi yang benar tentang Islam dan berdasarkan nilai-nilai Islam. Diharapkan jurnalisme Islam akan memainkan peran penting dalam dunia informasi global.Kata Kunci: jurnalism Islam, hegemoni, globalisasi
Kritik Nalar Agama dalam Film Tanda Tanya (‘?’) Basri, Huda Hasan
Jurnal Komunikasi Islam Vol. 4 No. 1 (2014): June
Publisher : Departement of Islami Comuunication and Broadcasting, Faculty of Da'wah and Communication, State Islamic University of Sunan Ampel (UINSA) Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.654 KB) | DOI: 10.15642/jki.2014.4.1.66-83

Abstract

This article deals with the meaning of religious pluralism in the cinema Film Tanda Tanya (Movie of Question Mark'?'). Using a semiotic approach and genre analysis, this paper argues that the film directed and produced by Hanung Bramantyo can be categorized as a critical-reconstructive religious genre offering social critique on the communication of religious life in Indonesia, which is often tinged with terror. In addition, the film also seeks to reconstruct religious reasons in a moderate, plural, and tolerant way, so that religious communities can keep themselves away from the trap of religious fundamentalism, which often trigger sectarian conflicts.Keywords: Movie critique, religious reason, genre analysis, semiotic, religious pluralism.----------------------------------------------------------------------Artikel ini mendiskusikan makna pluralisme agama dalam film Tanda Tanya “?”. Melalui pendekatan semiotik dan analisis genre, tulisan ini berpendapat bahwa film besutan Hanung Bramantyo ini, termasuk genre religi kritis-rekonstruktif, yang menawarkan kritik sosial atas komunikasi kehidupan beragama di Indonesia yang kerap diwarnai dengan aksi terror. Selain itu, film ini juga berupaya merekonstruksi nalar agama masyarakat yang skriptural-tekstualis agar terlepas dari jebakan fundamentalisme agama, yang kerap memicu terjadinya konflik antar umat beragama.Kata Kunci: kritik nalar agama, makna relasional, analisis genre, semiotik, pluralism agama

Page 3 of 23 | Total Record : 226