Molucca Medica
Molucca Medica is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome. Subjects suitable for publication include, but are not limited to the following fields of: Allergy and immunology Anesthesiology Cancer and stem cells Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Geriatrics Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Ophthalmology Oral medicine Otorhynolaryngology Physical medicine and rehabilitation Physio-pharmacology Pulmonology Radiology Surgery including orthopedic and urology Women’s health Community or public health
Articles
159 Documents
RESPON IMUN SELULER DAN HUMORAL TERHADAP INFEKSI HIV
Joseph Pagaya;
Bertha J Que
Molucca Medica VOLUME 11, NOMOR 2, OKTOBER 2018
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (720.094 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2018.v11.i2.41
Pendahuluan. Sistem imun terbagi menjadi dua cabang, imunitas humoral, yang merupakan fungsi protektif ditemukan pada humor dan imunitas selular, yang fungsi protektifnya berkaitan dengan sel. Orang yang terinfeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus) membentuk respons humoral dan selular. Respons imun awal terhadap infeksi HIV mempunyai karakteristik ekspansi masif sel T sitotoksik CD8+ yang spesifik terhadap protein HIV menyebabkan terganggunya sistem alamiah dan didapat dimana yang menjadi target spesifik infeksi adalah limfosit CD4+, menyebabkan lisis sel T CD4+. Penyebab terpenting kurangnya sel T CD4+ pada orang terinfeksi HIV adalah efek sitopatik langsung. Respon imun selular dan humoral sama penting dalam pembentukan kekebalan terhadap infeksi virus, dimana tujuan utama respon imun terhadap infeksi virus HIV ialah eliminasi terhadap virus yang menginfeksi sel dan sel-sel yang mengandung virus atau tempat replikasi virus.
ICP MONITOR PLACEMENT STEPWISE EARLY DECOMPRESSIVE CRANIECTOMY FOR THE MANAGEMENT OF SEVERE TBI PATIENTS: A CASE REPORT
Dirga Rachmad Aprianto;
Achmad Kurniawan;
Andhika Tomy Permana;
Fadillah Putri Rusdi;
Akbar Wido;
Bagus Sulistyono;
Made Gemma Daniswara Maliawan;
Tedy Apriawan;
Abdul Hafid Bajamal
Molucca Medica VOLUME 11, NOMOR 2, OKTOBER 2018
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (811.299 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2018.v11.i2.35
Pendahuluan. Peningkatan tekanan intrakranial (ICP) merupakan kejadian sekunder yang sering terjadi setelah cedera otak traumatis (TBI) dan berkorelasi dengan hasil yang buruk pada pasien. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kraniektomi dekompresif awal (DC) (dalam 48 jam setelah cedera) direkomendasikan untuk pasien dengan TBI berat yang membutuhkan evakuasi perdarahan intrakranial dan DC awal mampu mengurangi komplikasi TBI yang disebabkan oleh peningkatan TIK. Namun, meskipun DC awal telah dilakukan, peningkatan TIK masih dapat berlangsung karena terjadi edema otak yang masif. Metode. Sebuah kasus pasien yang dirawat dengan TBI berat dan perdarahan intrakranial. Pasien kemudian menjalani DC dan pemasangan ICP monitor setelah evakuasi perdarahan intrakranial. Selama observasi pasca operasi di ICU, cairan serebrospinal (CSF) pasien secara bertahap akan dikeluarkan jika ICP lebih dari 15mmHg. Hasil. ICP sesaat setelah dilakukan DC awal yaitu 30cm H20 (22 mmHg). Hari pertama setelah operasi, hemodinamik pasien stabil dan GCS 2X5 dengan ICP pasien sekitar 18 cmH2O. Pada hari ke 2-5, pasien hemodinamik stabil dengan GCS membaik (3X5) dengan penurunan ICP (sekitar 13-15 cmH2O). Pada hari ke-6, ICP monitor dilepaskan dan pasien dipulangkan pada hari ke 19 setelah pulih sepenuhnya. Kesimpulan. Penempatan ICP monitor dan aplikasi pelepasan CSF secara bertahap setelah DC mungkin membantu mengurangi peningkatan ICP pada pasien dengan TBI berat, dan dengan demikian mengurangi morbiditas dan mortalitas.
HUBUNGAN DIABETES MELITUS TIPE II DENGAN KEJADIAN STROKE PADA PASIEN STROKE DI POLIKLINIK SARAF RSUD Dr. M. HAULUSSY AMBON TAHUN 2016
Alvionita N. A. Letelay;
Laura B. S. Huwae;
Nathalie E. Kailola
Molucca Medica VOLUME 12, NOMOR 1, APRIL 2019
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (546.285 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2019.v12.i1.1
Pendahuluan: Di Maluku khususnya di RSUD dr. M. Haulussy stroke menempati urutan pertama penyakit rawat jalan dan rawat inap pada tahun 2015. Diabetes melitus merupakan salah satu faktor risiko stroke, namun diabetes melitus bukan faktor risiko tunggal untuk terjadinya stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara diabetes melitus tipe II dengan kejadian stroke di Poliklinik Saraf RSUD dr.M. Haulussy Ambon Tahun 2016. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik cross sectional. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa rekam medik pasien stroke di Poliklinik Saraf RSUD dr. M. Haulussy Ambon Tahun 2016 dari 130 sampel dengan menggunakan teknik consecutive sampling (non-probability sampling). Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan stroke hemoragik sebanyak 15 orang (11,54%) sedangkan pasien stroke non hemoragik sebanyak 115 orang (88,46%), pada pasien stroke hemoragik dengan diabetes melitus tipe II sebanyak 0 orang (0%) sedangkan pasien stroke non hemoragik dengan Diabetes melitus Tipe II sebanyak 46 orang (100%). Kesimpulan: Pada uji Chi-square, didapatkan nilai signifikan atau nilai probabilitas = 0.002 (p < α = 0.05) dengan nilai = 9.826, hasil analisis ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara diabetes melitus tipe II dengan kejadian stroke. Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe II, Stroke.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DALAM MENGHADAPI UJIAN BLOK DENGAN NILAI UJIAN MAHASISWA KEDOKTERAN TAHUN KEDUA UNIVERSITAS TADULAKO
Indah Puspitasari Kiay Demak;
Dian Noviandini Muharam;
Mohammad Salman
Molucca Medica VOLUME 12, NOMOR 1, APRIL 2019
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (702.472 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2019.v12.i1.11
Pendahuluan : Salah satu stresor timbulnya kecemasan pada mahasiswa adalah saat menghadapi ujian. Kecemasan berpengaruh pada organ viseral dan motorik, selain itu juga mempengaruhi pikiran, persepsi, dan pembelajaran. Penyelenggaraan pendidikan kedokteran di Universitas Tadulako dikemas dalam sistem blok. Muatan yang diajarkan disusun dalam blok-blok dan disetiap akhir blok diadakan ujian blok sebagai evaluasinya. Cemas saat ujian dapat menghambat fungsi kognitif yang berpengaruh pada performa ketika ujian, sehingga dapat mempengaruhi hasil yang diperoleh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian blok dengan nilai ujian blok mahasiswa tahun kedua Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Tadulako. Metode : Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional, pengumpulan sampel secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 54 orang. Data diperoleh menggunakan kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan dianalisis menggunakan uji korelasi spearman. Hasil : Analisis data menggunakan uji korelasi spearman didapatkan nilai signifikansi (p) = 0,839 (p>0,05) dan nilai koefisien korelasi (r) = 0,028. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dalam menghadapi ujian blok dengan nilai ujian blok pada mahasiswa tahun kedua Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Tadulako. Kata Kunci : Tingkat Kecemasan, Ujian blok, Mahasiswa kedokteran, HARS
ANALISIS PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP IKLIM ORGANISASI PERAWAT ERA JKN DI RSUD KOTA MAKASSAR
Suci Rahmadani;
Andi Awaliya Anwar;
Mega Marindrawati Rochka
Molucca Medica VOLUME 12, NOMOR 1, APRIL 2019
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (373.038 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2019.v12.i1.18
Kebutuhan akan kepemimpinan yang baik dalam organisasi terutama rumah sakit pada saat ini jauh lebih besar dibandingkan pada masa lalu, karena organisasi saat ini lebih rumit dan menghadapi berbagai tantangan yang sangat berat, baik dari tekanan internal maupun eksternaal organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap iklim organisasi pada era JKN di RSUD Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel sebanyak 93 perawat RSUD Kota Makassar yang dipilih menggunakan metode probabilitysampling. Teknik analisis data menggunakan analisis korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara gaya kepemimpinan transaksional dan transformasional terhadap iklim organisasi di RSUD Kota Makassar (p=0.000 dan p=0.000). Kata Kunci: Gaya kepemimpinan, iklim organisasi.
ANTENATAL CARE ATTENDANCE AND PARENTAL EDUCATION ARE ASSOCIATED WITH UTILIZATION OF NON-TRAINED DELIVERY ATTENDANTS IN NEGERI LIMA HEALTH CENTER CATCHMENT AREAS, MALUKU PROVINCE
Chistiana Rialine Titaley;
Shafira Chaerani;
Merlin Maelissa;
Filda V. I. de Lima;
Alessandra Saija;
Yosefina Mainase;
Nathalie Kailola;
Bertha J. Que
Molucca Medica VOLUME 12, NOMOR 1, APRIL 2019
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (948.524 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2019.v12.i1.25
Introduction Maluku Province was one of the provinces in Indonesia with a high utilization of non-trained delivery attendants during childbirth. The study aims to examine factors associated with utilization of non-trained delivery attendants in the catchment area of Negeri Lima Puskesmas of Leihitu Peninsula in Maluku Province. Methods Data were derived from a household survey conducted in November 2018, in five villages as the catchment areas of Negeri Lima Health Center. Information was collected form 99 mothers who recently delivered in the last six months. Multivariate logistic regression analyses were employed to analyze factors associated with use of non-trained delivery attendants. Results More than 45% of mothers who delivered in the last six months used non-trained delivery attendants at childbirth. A significantly lower odds for using non-trained attendants was found in mothers who graduated from senior high school (aOR=0.23, 95% CI: 0.06-0.83) or academy/university (aOR=0.06, 95% CI: 0.01-0.34) than those graduated from primary school or lower. A similar pattern was found with father’s education. Additionally, the odds of using non-trained attendants reduced significantly amongst mothers attending four or more antenatal care services (aOR=0.34, 95% CI: 0.12-0.96). Conclusions Interventions to promote optimum use of antenatal care and improve community awareness and knowledge about mother and child health care are still essential. Involvement of different types of community members in health promotion activities, in addition to efforts to assign new roles to traditional birth attendants will help to increase the uptake of trained delivery attendants at childbirth amongst mothers in this area. Keywords: education, antenatal care, delivery attendants, Negeri Lima Health Center, Maluku Province
HUBUNGAN KETERATURAN ANTENATAL CARE DENGAN TINGKAT KEHAMILAN RISIKO TINGGI PADA IBU HAMIL DI DUSUN KAMPUNG BARU - DESA KAWA
Jurgen Armando Pattiasina;
Siti Umi M. Polpoke;
Filda Vinita Irene de Lima
Molucca Medica VOLUME 12, NOMOR 1, APRIL 2019
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (388.274 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2019.v12.i1.39
penting dari derajat kesehatan masyarakat dan keberhasilan pelayanan kesehatan di seluruh negara. Tahun 2010 WHO menyatakan penyumbang terbesar AKI berasal dari Negara berkembang, termasuk Indonesia. Salah satu program untuk menurunkan AKI di Indonesia dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan terutama pelayanan pemeriksaan ibu hamil oleh tenaga profesional yang sesuai dengan standar pelayanan Antenatal Care (ANC). Angka cakupan ANC di Provinsi Maluku masih cukup rendah yakni kurang dari 72,3%. Berdasarkan data yang telah dikemukakan sebelumnya, disimpulkan bahwa kematian ibu disebabkan oleh bahaya kehamilan risiko tinggi akibat gagal deteksi dini karena ketidakteraturan bumil dalam mengikuti ANC. Tujuan Untuk mengetahui hubungan keteraturan Antenatal Care dengan tingkat kehamilan risiko tinggi pada ibu hamil di Desa Kawa-Kabupaten Seram Bagian Barat Metode Jenis penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional, dilakukan di Dusun Kampung Baru, Desa Kawa-Kabupaten Seram Bagian Barat. Sampel dalam penelitian ini diambil secara total sampling sebanyak 38 ibu hamil. Data penelitian kemudian di analisis secara univariat dan bivariate menggunakan Chi-square. Hasil Analisis statistik dengan uji Chi square dengan tingkat kepercayaan 95%, didapatkan nilai p (0,029) lebih kecil dari nilai α (0,05) untuk hubungan keteraturan ANC dengan tingkat kehamilan risiko tinggi. Kata Kunci : Kehamilan risiko tinggi, antenatal care
TINEA INCOGNITO
Fitri K. Bandjar
Molucca Medica VOLUME 12, NOMOR 1, APRIL 2019
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (824.73 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2019.v12.i1.49
Tinea incognito merupakan infeksi dermatofit yang gambaran kliniknya telah mengalami perubahan dan menyerupai penyakit kulit lainnya. Disebabkan karena penggunaan steroid atau calcineurin inhibitor akibat adanya misdiagnosis atau gambaran awal yang tidak jelas. Penatalaksanaan tinea incognito adalah dengan menghentikan pemberian steroid dan memberikan pengobatan antifungal. Dilaporkan satu kasus tinea incognito yang disebabkan pemberian kortikosteroid topikal pada seorang wanita 32 tahun , diterapi dengan ketokonazol oral dan mikonazol topikal memberikan perbaikan. Kata kunci: Tinea incognito, ketokonazol, kortikosteroid topikal
HEAT STROKE RELAPS PADA PERSONIL MILITER : SEBUAH LAPORAN KASUS
Yulian Huningkor;
Achmad Hergani;
Yusuf Huningkor
Molucca Medica VOLUME 12, NOMOR 2, OKTOBER 2019
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (353.689 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2019.v12.i2.45
Heat Stroke merupakan situasi mengancam nyawa yang di tandai dengan peningkatan suhu tubuh dengan tidak adanya tindakan pengeluaran panas kompensatorik karena kegagalan total sistem termoregulasi hipotalamus yang berakibat kegagalan multi-organ. Di Amerika Serikat, prevalensi morbiditas berkisar 17,6-26,5 kasus per 100.000 penduduk. Di Arab Saudi, morbiditas 22-250 kasus per 100.000 penduduk, dengan mortalitas 50%. Artikel ini melaporkan kasus seorang personil militer 20 thn, mengalami demam tinggi disertai kejang beberapa kali saat mengikuti kegiatan latihan fisik pada suhu lingkungan yang panas. Pasien di berikan penatalaksanan awal di puskesmas dan dirujuk ke RS Tentara. Pasien dalam keadaan stabil dan di rawat di bangsal dengan diagnosis Exertional Heat Stroke. Keadaan umum pasien mulai membaik dalam 24 jam, namun terjadi relaps dengan peningkatan suhu tubuh > 40 °C. Terjadi keterlambatan dalam tindakan pendinginan karena pasien tidak di pantau secara ketat di bangsal. keadaan umum pasien kian menurun hingga terjadi henti jantung serta kematian. oleh karena itu, Monitoring ketat harus dilakukan pada pasien heat stroke karena kemungkinan timbulnya relaps. Kata Kunci: Heat stroke, Exertional, Relaps
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN KUALITAS TIDUR DENGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM RSUD dr. M. HAULUSSY AMBON
Dene Fries Sumah;
Therese Fiandri Huwae
Molucca Medica VOLUME 12, NOMOR 2, OKTOBER 2019
Publisher : Pattimura University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (397.662 KB)
|
DOI: 10.30598/molmed.2019.v12.i2.1
Pendahuluan. Diabetes melitus adalah suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena gangguan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya. Aktivitas fisik dan kualitas tidur berperan sebagai pengendali kadar gula darah dan menurunkan resistensi insulin pada penderita diabetes melitus tipe 2. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2. Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan sampel berjumlah 32 pasien diabetes melitus tipe 2 yang diambil dengan teknik accidental sampling. Pengukuran aktivits fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ). Pengukuran kualitas tidur menggunakan The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Kadar gula darah diukur menggunakan Nesco Multicheck. Uji statistik yang digunakan adalah Kolmogorov-Smirnov dan Chi Square dengan nilai p<0,05, Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kadar gula darah sewaktu yakni p=0,002 dan ada hubungan yang signifikan antara kualitas tidur dengan kadar gula darah sewaktu yakni p=0,000. Kesimpulan. Secara statistik ada hubungan yang paling besar dan signifikan antara aktivitas fisik dan kualitas tidur dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus tipe 2 di poliklinik penyakit dalam RSUD dr. M. Haulussy Ambon. Kata kunci: Diabetes melitus tipe 2, aktivitas fisik, kualitas tidur, kadar gula darah.