cover
Contact Name
Felmi Violita Ingrad de Lima
Contact Email
felmid529@gmail.com
Phone
+6285243709929
Journal Mail Official
molucca.medica@gmail.com
Editorial Address
3rd Floor, Faculty of Medicine, Pattimura University Jl. Ir. M. Putuhena, Ambon, Maluku, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Molucca Medica
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 19796358     EISSN : 2597646X     DOI : https://doi.org/10.30598/molmed
Core Subject : Health, Science,
Molucca Medica is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome. Subjects suitable for publication include, but are not limited to the following fields of: Allergy and immunology Anesthesiology Cancer and stem cells Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Geriatrics Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Ophthalmology Oral medicine Otorhynolaryngology Physical medicine and rehabilitation Physio-pharmacology Pulmonology Radiology Surgery including orthopedic and urology Women’s health Community or public health
Articles 159 Documents
GAMBARAN FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA ANGKATAN 2017, 2018 DAN 2019 MEMILIH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER Miftahul Jannah; Rachmat Faisal Syamsu; Andi Alamanda Irwan; Nurfachanti Fattah; Shulhana Mokhtar
Molucca Medica VOLUME 13, NOMOR 1, APRIL 2020
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (628.06 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2020.v13.i1.38

Abstract

Pendahuluan. Perguruan tinggi merupakan satuan penyelenggara pendidikan tinggi sebagai tingkat lanjut dari jenjang pendidikan menengah di jalur pendidikan formal. Pada setiap perguruan tinggi terdapat beragam program studi yang ditawarkan, salah satunya Program Studi Pendidikan Dokter. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor yang melatarbelakangi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2017, 2018 dan 2019 memilih program studi Pendidikan Dokter. Gambaran faktor yang melatarbelakangi mahasiswa dijelaskan melalui indikator minat, alasan dan tujuan. Metode. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan desain penelitian deskriptif retrospektif. Sumber data penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh melalui kuesioner dan dianalisa dengan metode deskriptif persentase. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, sehingga semua populasi yang ada adalah sampel penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2019. Hasil. Penelitian menunjukkan besar minat mahasiswa angkatan 2017, 2018 dan 2019 yaitu 0.818, 0817 dan 0.845. Cita-cita menjadi dokter, profesi dokter adalah profesi yang mulia, serta membanggakan orang tua menjadi gambaran indikator variabel minat, alasan dan tujuan yang paling tinggi skor rata-ratanya dalam melatarbelakangi mahasiswa memilih program studi Pendidikan Dokter. Kesimpulan. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia yang diteliti memiliki minat yang tinggi pada program studi Pendidikan Dokter. Pada indikator minat dan alasan, mahasiswa memilih program studi ini rata-rata karena diri sendiri, bukan dorongan dari faktor lingkungan. Pada indikator tujuan, mahasiswa sepakat memilih program studi ini karena faktor keluarga dan sosial. Kata Kunci: Perguruan Tinggi, Pendidikan, Kedokteran
PENGARUH KADAR VITAMIN D DAN KALSIUM PADA STATUS KESEHATAN PENYAKIT TIDAK MENULAR MASYARAKAT PESISIR DI KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Bertha Jean Que; Christiana Rialine Titaley; Felmi Violita Ingrad de Lima
Molucca Medica VOLUME 13, NOMOR 1, APRIL 2020
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.711 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2020.v13.i1.65

Abstract

Pendahuluan Peningkatan penyakit tidak menular (PTM) belakangan ini cukup tinggi. Isu vitamin D kembali muncul sebagai salah satu penyebab utama permasalahan kesehatan masyarakat di dunia. Bukti terakhir menunjukkan bahwa selain menimbulkan gangguan pada tulang, defisiensi vitamin D juga bertanggung jawab atas meningkatnya berbagai penyakit tidak menular. Tujuan: penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kadar Vitamin D dan kadar kalsium serta hubungan keduanya dengan angka kejadian PTM. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian dengan menggunakan metode total sampling yang dilaksanakan pada januari 2019 di Puskesmas Kairatu Barat, Kecamatan Seram Bagian Barat. Hasil: Responden perempuan 74%, usia terbanyak 41-50 tahun. Laki-laki 26%, usia terbanyak 51-60 tahun. Kalsium normal ditemukan pada semua sampel (8,3-10,6 mg/dL). Hasil pengukuran kadar 25(OH)D serum, sebagian besar berada di level insufisiensi 69%, diikuti sufisiensi 28%, defisiensi 2% dan toxisitas 1%. Hubungan kadar 25(OH)D dan Tekanan Darah (p = 0,130); 25(OH)D dan Gula Darah Sewaktu (p = 0,367); 25(OH)D dan asam urat (p = 0,598); 25(OH)D dan kadar kolesterol (p = 0,011). Tidak memiliki riwayat penyakit tidak menular sebesar 71%. Kesimpulan: Jika merujuk pada status Vitamin D pada umumnya maka pada uji statistik terdapat hubungan tidak bermakna baik antara Vitamin D dengan Kadar Kalsium dan Vitamin D dengan faktor risiko PTM. Tetapi jika merujuk pada konsensus terbaru dimana level kecukupan/sufisiensi di atas 20 ng/ml maka 97% 25(OH)D berada pada status sufisiensi.
EVALUASI CAPAIAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN BERBASIS KOMUNITAS PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PATTIMURA Johan Bension Hutagalung; Farah Cristina Noya; Stazia Noija; Filda Vionita Irene de Lima; Elpira Asmin
Molucca Medica VOLUME 13, NOMOR 1, APRIL 2020
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.058 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2020.v13.i1.58

Abstract

Pendahuluan.Community-based medical education (CBME) atau pembelajaran kedokteran berbasis komunitas merupakan implementasi pendidikan kedokteran yang secara spesifik terkait konteks sosial atau komunitas, dimana mahasiswa kedokteran menjadi bagian dari komunitas sosial dan medis yang saling berperan aktif. Penelitian tentang penerapan CBME telah dikembangkan secara luas, namun belum pernah dilakukan di Maluku. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui capain kompetensi pembelajaran berbasis komunitas pada mahasiswa kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura. Metode. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, teknik total sampling, dengan menggunakan instrument penelitian berupa kuisioner terhadap 9 orang mahasiswa co-ass bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat. Hasil. Dari penelitian ini menunjukkan capaian kompetensi pembelajaran berbasis komunitas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura cenderung didominasi pada level kompetensi ‘know’ dan ‘know how’. Kesimpulan. Implementasi dan evaluasi CBME perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk peningkatan kompetensi mahasiswa.
PENERAPAN EXPRESSIVE WRITING THERAPY DALAM PEMULIHAN POST TRAUMATIC STRESS DISORDER PADA PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN MASA PACARAN (STUDI KASUS DI KOTA SALATIGA) Yoan R. N. Panggabean; Sutarto Wijono; Arianti Ina R. Hunga
Molucca Medica VOLUME 13, NOMOR 1, APRIL 2020
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.677 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2020.v13.i1.82

Abstract

Kekerasan dalam ranah personal merupakan salah satu bentuk kekerasan dengan jumlah kedua terbesar di Indonesia. Dari begitu banyak jenis kekerasan yang terjadi dalam ranah personal, KDP merupakan salah satu bentuk kekerasan yang perlu diperhatikan. KDP dianggap penting dikarenakan adanya indikasi kontinuitas perilaku dan tindak kekerasan dari mulai tahap pacarana sampai kepada ranah domestik atau rumah tangga. KDP memberikan dampak yang signifikan terhadap kesehatan mental fisik dan perilaku korban, beberapa dampak tersebut adalah depresi, kecemasan, PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), kelainan pola makan dan putus sekolah. Korban KDP cenderung tertutup dan tidak mampu mengungkapkan perasaan mereka dikarenakan adanya rasa malu. Untuk mengatasi trauma yang dialami oleh korban maka diperlukan penanganan yang cermat, salah satunya yaitu dengan melakukan Expressive Writing Theraphy (Terapi Menulis Ekspresif). Terapi menulis ekspresif merupakan satu metode yang digunakan untuk mengurangi trauma dengan cara mengekspresikan perasaan atau harapannya dengan cara menulis ulang peristiwa traumatis dan emosional yang telah dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan terapi menulis ekspresif terhadap korban kekerasan masa pacaran yang dilihat dari penurunan tingkat PTSD. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang merupakan penelitian yang dilakukan secara kolaboratif oleh partisipan dalam ilmu sosial dan pendidikan untuk memperbaiki pemahaman dan pelaksanaan pekerjaannya sendiri, dan juga membawa dampak pada lingkungan di sekitarnya. Sebagai kesimpulan pada penelitian ini adalah adanya pengaruh menulis ekspresif terhadap peningkatan mood. Terbukti bahwa terapi menulis pengalaman emosional dapat memberi efek positif dalam fungsi sosial, psikologis, tingkah laku, dan fungsi biologis seseorang.
PERSEPSI PASIEN FRAKTUR TERHADAP TERAPI NON FARMAKOLOGI TOPU BARA DI NEGERI WAAI Sinthia Rosanti Maelissa; Olav Fendri Lesilolo; Lucas Petrus Molle
Molucca Medica VOLUME 13, NOMOR 2, OKTOBER 2020
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.159 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2020.v13.i2.32

Abstract

Patah Tulang (Fraktur) membuat masyarakat diperhadapkan dengan kondisi yang tidak memuaskan, sehingga mencari berbagai pengobatan agar kembali normal. Timbul beragam komplikasi bahkan hingga kanker akibat dari patah tulang yang jika tidak diobati akan menyebabkan rasa sakit yang begitu luar biasa sehingga membuat orang akan mencari pengobatan baik secara medis maupun pengobatan alternatif lainnya. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan desain fenomenologi deskriptif yaitu suatu pendekatan dalam mempelajari secara mendalam bagaimana persepsi pasien fraktur sehingga lebih memilih terapi non farmakologi topu bara di Negeri Waai Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Jumlah partisipan dalam penelitian ini yaitu 6 orang sampai mencapai saturasi data. Penelitian ini menghasilkan 4 tema yaitu: 1) Perubahan yang dirasakan sebelum pengobatan, 2) Keyakinan terhadap pengobatan, 3) Proses menjalani pengobatan, 4) Hasil dari proses pengobatan yang dijalani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengobatan topu bara merupakan salah satu pengobatan alternatif yang dipilih masyarakat karena dipercaya lebih efektif dalam menyembukan fraktur dibandingkan pengobatan secara medis.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA PADA MAHASISWA ANGKATAN 2018 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PATTIMURA Merlin Margareth Maelissa; Alessandra Flowrence Saija; Lidya Bethsi Evangeline Saptenno
Molucca Medica VOLUME 13, NOMOR 2, OKTOBER 2020
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.179 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2020.v13.i2.1

Abstract

Pendahuluan: Perilaku seksual remaja merupakan tingkah laku remaja yang didorong oleh hasrat seksual, baik pada lawan jenis maupun sesama jenis. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja pada mahasiswa angkatan 2018 Fakultas kedokteran Universitas Pattimura. Hal ini dilakukan karena masih tingginya perilaku seksual yang terjadi pada masa remaja. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitaif secara cross sectional. Responden dalam penelitian ini adalah 157 mahasiswa. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Hasil. Penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi adalah sebesar (34%), sedangkan perilaku seksual remaja adalah sebesar (77,5%). Kesimpulan. Hasil penelitian menggunakan uji Uji Chi Square dapat disimpulkan bahwa yang tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi dengan perilaku seksual remaja. (p=0.091). Hal ini berarti tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi yang baik, tidak menjamin perilaku seksual dari remaja juga akan baik.
KANDIDIASIS VULVOVAGINALIS PADA ANAK DENGAN DIABETES MELITUS TIPE I Amanda Gracia Manuputty; Linda Astari
Molucca Medica VOLUME 13, NOMOR 2, OKTOBER 2020
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.303 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2020.v13.i2.43

Abstract

Pendahuluan: Kandidiasis vulvovaginalis (KVV) merupakan suatu infeksi pada area vagina dan vulva yang disebabkan oleh jamur Candida baik spesies Candida albicans maupun Candida non-albicans. Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu faktor predisposisi KVV yang dapat memicu dan memperburuk KVV. Metode: Dilaporkan satu kasus KVV pada anak dengan DM tipe 1 dengan kadar gula darah tidak terkendali Kasus: Seorang anak perempuan berusia 11 tahun, berat badan 20 kg dengan keluhan utama keputihan berwarna putih susu dari kemaluan sejak 2 hari, tidak berbau, gatal, tanpa rasa terbakar, disuria minimal dan edema pada kemaluan. Keluhan ini baru pertama kali dirasakan oleh pasien. Riwayat DM sejak 3 tahun lalu. Pemeriksaan fisik terdapat makula eritematus, berbatas tidak jelas, duh tubuh dan edema pada regio vulva, sedangkan regio vagina ditemukan duh tubuh berwarna putih seperti susu pecah, tanpa edema, erosi dan fisura. Hasil laboratorium gula darah acak (GDA) 396 mg/dL, HbA1C 9,1%. Pemeriksaan Gram dan sediaan basah ditemukan blastospora dan pseudohifa. Kultur dari media CHROMagar Candida menunjukan species C. albicans. Diagnosis KVV ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksan fisik dan penunjang. Hasil: Pada pasien diberikan terapi ketokonazol 2 x 100 mg per hari, nistatin 100.000 IU salep dua kali sehari, insulin prandial maupun basal, serta edukasi untuk menjaga higenitas personal. Pemberin terapi selama 2 minggy memberikan kesembuhan pada pasien. Kesimpulan: Pemberian obat anti jamur dengan dosis dan durasi yang tepat disertai GDA <200 mg/dL disertai edukasi yang sesuai akan memberikan perbaikan klinis pada pasien KVV dengan diabetes melitus tipe 1 serta mencegah rekurensi.
KEMAMPUAN REGULASI EMOSI PADA PEREMPUAN PENDERITA HIV/AIDS DI KABUPATEN MALUKU TENGGARA Andris Noya; Erlin Kiriwenno; Elpira Asmin
Molucca Medica VOLUME 13, NOMOR 2, OKTOBER 2020
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (485.625 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2020.v13.i2.6

Abstract

HIV/AIDS merupakan salah satu fenomena global dewasa ini. Berbagai cara dilakukan oleh ODHA untuk meningkatkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan regulasi emosi pada perempuan penderita HIV/AIDS di Kabupaten Maluku Tenggara. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jumlah responden sebanyak lima orang. Pemilihan informan dilakukan dengan cara snowball sampling. Karakteristik responden adalah perempuan dewasa yang berstatus ibu rumah tangga, penderita HIV aktif, berusia kurang lebih dua puluh lima tahun sampai empat puluh lima tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan penderita HIV/AIDS di Kabupaten Maluku Tenggara belum maksimal dalam meregulasi emosi. Emosi yang paling banyak muncul adalah emosi negative. Kemampuan regulasi emosi yang rendah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan fisik dan metal penderita.
TINJAUAN TERKAIT PENGEMBANGAN VAKSIN COVID 19 Armanto Makmun; Siti Fadhilah Hazhiyah
Molucca Medica VOLUME 13, NOMOR 2, OKTOBER 2020
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.555 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2020.v13.i2.52

Abstract

Pada tanggal 31 Desember 2019, dilaporkan terdapat 27 kasus pneumonia dengan etiologi yang tidak diketahui di Kota Wuhan, provinsi Hubei di Cina (Sun et al., 2020). Pada 11 Februari 2020, WHO secara resmi menyebut penyakit yang dipicu oleh 2019-nCoV sebagai Penyakit Virus Corona 2019 (COVID-19). Pada 30 Januari 2020, WHO mendeklarasikan wabah COVID-19 di Cina sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (Public Health Emergency of International Concern, PHEIC) ini meandakan COVID-19 sebagai ancaman global dunia. Penelitian ini menggunakan metode review article. Sumber data penelitian ini berasal dari literatur yang diperoleh melalui internet berupa hasil penelitian dari publikasi jurnal Internasional. Vaksin adalah cara yang paling efektif dan ekonomis untuk mencegah penyakit menular. Pengembangan afektif terhadap infeksi SARS-CoV-2 sangat diperlukan. sejauh ini lebih dari 40 perusahaan farmasi dan lembaga akademis di seluruh dunia telah meluncurkan program pengembangan vaksin mereka melawan SARS-CoV-2. Vaksin mRNA memiliki keunggulan dibandingkan vaksin konvensional lainnya, dengan tidak adanya integrasi genom, respon imun yang berkembang, perkembangan yang cepat dibandingkan jenis vaksin lainnya, dan kemampuan memproduksi antigen multimeric. Namun sejauh ini belum ada vaksin mRNA yang masuk ke pasaran, sehingga mungkin diperlukan lebih banyak waktu dalam penetapan standar kualitas dan evaluasi keamanan vaksin.
PENGARUH VITAMIN C TERHADAP SISTEM IMUN TUBUH UNTUK MENCEGAH DAN TERAPI COVID-19 Armanto Makmun; Fadhillah Islamyah P. Rusli
Molucca Medica VOLUME 13, NOMOR 2, OKTOBER 2020
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.95 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2020.v13.i2.60

Abstract

Pada tanggal 31 Desember 2019, Tiongkok melaporkan kasus pneumonia misterius yang tidak diketahui penyebabnya. Dalam 3 hari, pasien dengan kasus tersebut berjumlah 44 pasien dan terus bertambah hingga saat ini berjumlah ribuan kasus. Pada awalnya data epidemiologi menunjukkan 66% pasien berkaitan atau terpajan dengan satu pasar seafood atau live market di Wuhan, Provinsi Hubei Tiongkok. Sampel isolat dari pasien diteliti dengan hasil menunjukkan adanya infeksi coronavirus, jenis betacoronavirus tipe baru, diberi nama 2019 novel Coronavirus (2019-nCoV).Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO telah menetapkan sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia/ Public Health Emergency of International Concern (KKMMD/PHEIC). Penelitian ini menggunakan metode critical review. Sumber data penelitian ini berasal dari literatur Internasional dan literatur Indonesia yang berupa hasil penelitian dari publikasi jurnal. Dari hasil kajian analisis sistematis dari jurnal internasional yang sudah didapatkan, maka penggunaan Vitamin C sebagai penatalaksanaan dalam COVID-19 sangat penting, dimana pemberian vitamin C dapat mempercepat perbaikan pada kasus COVID-19 yang kerjanya pada plasma dan netrofil, selain itu Vitamin C juga dapat menangkal radikal bebas dan mencegah stress oksidatif oleh coronavirus yang berikatan di heme.

Page 5 of 16 | Total Record : 159