cover
Contact Name
Felmi Violita Ingrad de Lima
Contact Email
felmid529@gmail.com
Phone
+6285243709929
Journal Mail Official
molucca.medica@gmail.com
Editorial Address
3rd Floor, Faculty of Medicine, Pattimura University Jl. Ir. M. Putuhena, Ambon, Maluku, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Molucca Medica
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 19796358     EISSN : 2597646X     DOI : https://doi.org/10.30598/molmed
Core Subject : Health, Science,
Molucca Medica is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome. Subjects suitable for publication include, but are not limited to the following fields of: Allergy and immunology Anesthesiology Cancer and stem cells Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Geriatrics Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Ophthalmology Oral medicine Otorhynolaryngology Physical medicine and rehabilitation Physio-pharmacology Pulmonology Radiology Surgery including orthopedic and urology Women’s health Community or public health
Articles 159 Documents
HUBUNGAN PENDAPATAN ORANG TUA DENGAN TINGKAT KECEMASAN SISWA SMA NEGERI 1 SERAM BAGIAN TIMUR DALAM MELANJUTKAN STUDI KE JENJANG PERGURUAN TINGGI TAHUN 2024 Ipaenin, Miftha; Silalahi, Parningotan Yosi; Noya, Farah Christina
Molucca Medica Vol 18 No 1 (2025): VOLUME 18, NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i1.18

Abstract

Penghasilan orang tua merupakan salah satu aspek yang dipertimbangkan siswa saat ingin melanjutkan ke pendidikan tinggi. Tanpa adanya sokongan finansial dari orang tua, pencapaian akademik bisa terhambat, sehingga siswa merasa cemas saat harus mengambil keputusan mengenai masa depannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendapatan orang tua dengan tingkat kecemasan siswa SMA Negeri 1 Seram Bagian Timur dalam melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi tahun 2024. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik eksplanatori dan pendekatan potong lintang (cross sectional). Sampel diambil menggunakan metode total sampling, dengan instrumen berupa Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) versi bahasa Indonesia. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pendapatan orang tua dengan tingkat kecemasan siswa SMA Negeri 1 Seram Bagian Timur dalam melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi (p value = 0,312). Saran bagi siswa diharapkan untuk meningkatkan motivasi dan semangat melanjutkan studi setinggi-tingginya agar apa yang dicita-citakan dapat tercapai.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SELF REGULATED LEARNING MAHASISWA KEPANITERAAN KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PATTIMURA Tuahatu, Ivana; Huwae, Laura Bianca Slyvia; Djoko, Sri Wahyuni; Titaley, Christiana Rialine; Saija, Alessandra; Silalahi, Parningotan Yosi; Bension, Johan Bruiyf
Molucca Medica Vol 18 No 1 (2025): VOLUME 18, NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i1.72

Abstract

Mahasiswa kedokteran dituntut untuk menguasai banyak materi dan keterampilan dalam waktu terbatas. Self-regulated learning (SRL) penting karena membantu mereka belajar secara mandiri, menetapkan tujuan, memantau kemajuan dan mengevaluasi hasil belajar. Kemampuan ini mendukung kemandirian, adaptasi dan kesiapan menjadi pembelajar sepanjang hayat dalam dunia medis yang terus berkembang. Oleh karena itu, mahasiswa perlu beradaptasi dengan mengarahkan serta mengatur perilaku dan tindakannya dalam konteks belajar yang disebut dengan Self-regulated learning (SRL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Self-regulated learning. Mahasiswa klinik Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Angkatan 2020-2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif bersifat analitik dengan rancangan cross-sectional dan teknik total sampling sebagai pengambilan sampel dengan total responden sebanyak 134 orang. Alat ukur yang digunakan adalah Self-regulated Questionnaire (SRQ) yang telah dimodifikasi. Analisis data bivariat menggunakan Statistical Package for the Social (SPSS) dengan uji chi square. Nilai SRL dikategorikan menjadi kelompok tinggi dan rendah berdasarkan nilai median (74). Diperoleh 65% responden dengan skor SRL tinggi dan 69% skor SRL rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p=0,127), Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) preklinik (p=0,570), waktu belajar (p=0,492) dan tempat tinggal (p=0,468) dengan SRL. Penelitian ini dapat disimpulkan SRL tidak memiliki hubungan signifikan dengan jenis kelamin, IPK preklinik, waktu belajar dan tempat tinggal mahasiswa klinik FK Unpatti. Self-regulated learning (SRL) penting dalam pendidikan kedokteran karena mendorong mahasiswa belajar mandiri, reflektif dan bertanggung jawab. SRL membantu mereka lebih siap menghadapi tantangan klinis dan mendukung pembelajaran sepanjang hayat yang esensial dalam profesi medis.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN KOMPRES DAUN KUBIS DINGIN TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PEMBENGKAKAN PAYUDARA DI RSUD KUDUNGGA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Fajriah, Asruria Sani; Yuliatin, Sinta; Siwi, Retno Palupi Yonni; Wulandari, Anggrawati
Molucca Medica Vol 18 No 1 (2025): VOLUME 18, NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i1.55

Abstract

Masalah menyusui yang terjadi pasca melahirkan salah satunya adalah pembengkakan payudara. Teknik kompres kubis dingin merupakan salah satu cara untuk mengurangi nyeri pembengkakan payudara pada ibu post-partum secara non farmakologis. Tujuan penelitian ini adalah untukmenganalisis pengaruh kompres daun kubis dingin terhadap tingkat nyeri pembengkakkan payudara. Desain penelitian yang digunakan dalampenelitian ini adalah metode Pre-eksperimen dengan desain penelitian one grup pretest posttest design dan sampel dalam penelitian ini yaitu ibu post-partum dengan besar sampel 32 responden di RSUD Kudungga. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan tehnik purposive sampling dan alat ukur yang digunakan adalah pain measure test. Uji statistik menggunakan Paired sample t-test dengan nilai α < 0,05.Pengumpulan data dengan menggunakan lembar standar operasional prosedur. Tingkat nyeri pembengkakan payudara ibu post-partum sebelumdiberi intervensi kompres daun kubis diketahui hampir seluruhnya dengan tingkat nyeri sedang (81,3%). Tingkat nyeri pembengkakan payudara ibu post-partum setelah diberi intervensi kompres daun kubis diketahui hampir seluruhnya dengan tingkat nyeri ringan (93,7%). Ada pengaruh yangsignifikan antara sebelum dilakukan kompres daun kubis dengan sesudah dilakukan kompres daun kubis terhadap tingkat nyeri pembengkakan payudara ibu post-partum dengan hasil uji statistik didapatkan nilai p=0,000. Dengan melakukan kompres kubis dingin, sangat bermanfaat bagi ibu postpartum dengan keluhan pembengkakan payudara antara lain dapat dilakukan secara mandiri, serta kubis atau kol (Brassica Oleracea Var. Capitata) merupakan sayuran ekonomis yang sangat mudah ditemukan di sekitar kita.
GAMBARAN KARAKTERISTIK PASIEN BEDAH ANAK YANG DIRAWAT DI RSUD PIRU TAHUN 2023 Simanjuntak, Yohanes Friyedo; Wagiyanto, Kelik
Molucca Medica Vol 18 No 1 (2025): VOLUME 18, NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i1.1

Abstract

Tindakan pembedahan pada pasien anak merupakan prosedur pembedahan yang dilakukan untuk menangani berbagai macam penyakit pada pasien anak-anak, termasuk janin, bayi yang terlahir prematur atau cukup bulan, balita, hingga remaja dibawah usia 18 tahun mulai dari kelainan organ dalam hingga tumor. Sebagian besar kasus bedah anak disebabkan oleh kondisi darurat yang memerlukan intervensi darurat. Pembedahan pada pasien anak masih merupakan masalah yang pelik dan kasus bedah anak merupakan salah satu kasus yang sering dijumpai pada praktik klinis, baik kasus emergensi atau kelainan bawaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran karakteristik pasien bedah anak di RSUD Piru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional study yang dilakukan di RSUD Piru. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2024. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rekam medis pasien bedah anak di RSUD Piru Tahun 2023 sebanyak 87 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien bedah anak di RSUD piru berjenis kelamin laki-laki dengan rata-rata usia Pasien bedah anak 6-15 Tahun. Berdasarkan diagnosis pasien tersebut diketahui bahwa sebagian besar pasien mengalami cedera yang terdapat sebanyak 54,02% dan hanya terdapat 2,30% diagnosis dengan kasus kongenital, dalam kasus ini pasien terdiagnosis Hidrosepalus dan Hirschsprung. Diharapkan bahwa RSUD piru memiliki dokter Spesialis Bedah anak, agar kedepannya kasus-kasus bedah anak tersebut dapat ditangani sehingga dapat mengurangi angka morbiditas dan mortalitas.
HUBUNGAN POLA MAKAN IBU MENYUSUI DENGAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ULEE KARENG KOTA BANDA ACEH Nabila, Nabila; Amin, Fauzi Ali; Wardiati, Wardiati
Molucca Medica Vol 18 No 1 (2025): VOLUME 18, NOMOR 1, APRIL 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i1.64

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan balita normal. Prevalensi stunting tertingggi dalam wilayah Kota Banda Aceh berada di Kecamatan Ulee Kareng mencapai 22,48%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan ibu menyusui dengan stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Ulee Kareng Kota BandaAceh sebanyak 1.073 orang. Penentuan sampel menggunakan rumus slovin dan teknik random sampling, diperoleh sampel sebanyak 92 responden. Penelitian ini telah dilakukan pada tanggal 25 Mei sampai dengan 27 Juni 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan observasi. Analisa data dengan uji statistik chi-square. Hasil penelitian diperoleh 39,1% balita mengalami stunting,39,1% responden dengan pola makan ibu menyusui kurang, 50,0% responden berpengetahuan kurang baik, 46,7% responden tidak ada memberikan ASI-Eksklusif dan 38,0% responden dengan pola asuh kurang baik. Kesimpulan penelitian diperoleh ada hubungan antara pola makan ibu menyusui (p-value 0,044), pengetahuan ibu (p-value 0,033), pemberian ASI-Eksklusif (p-value 0,015), pola asuh (p-value 0,013) dengan stunting pada balita.
FAKTOR-FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STROKE PADA MASYARAKAT BERUSIA >18 TAHUN DI PUSKESMAS PERAWATAN SULI TAHUN 2025 Tuhusula, Lorencye; Silalahi, Parningotan Yosi
Molucca Medica Vol 18 No 2 (2025): VOLUME 18, NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i2.90

Abstract

Latar Belakang: Stroke adalah penyakit tidak menular yang berkontribusi besar terhadap kematian dan kecacatan global dengan menempati peringkat pertama penyebab utama kematian dan kecacatan ketiga terbesar di dunia setelah penyakit jantung koroner dan kanker. Berbagai faktor risiko telah diketahui berperan dalam terjadinya stroke di antaranya seperti usia, jenis kelamin, riwayat keluarga, hipertensi, diabetes mellitus, atrial fibrilasi, dislipidemia, obesitas, merokok, dan aktivitas fisik. Upaya pencegahan primer stroke dapat dilakukan dengan menilai faktor-faktor risiko individu menggunakan Stroke Risk Scorecard sehingga diketahui seberapa besar peluang seseorang terkena stroke. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stroke pada masyarakat berusia >18 tahun di Puskesmas Perawatan Suli tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross sectional) dengan jumlah sampel 96 orang yang dipilih secara acak sederhana. Setiap responden mengisi kuesioner kemudian dilakukan pengukuran antropometri dan pemeriksaan klinis. Hasil: Berdasarkan uji chi-square terhadap 8 variabel faktor risiko (tekanan darah, atrial fibrilasi, gula darah, kolesterol total, merokok, IMT, riwayat stroke dalam keluarga dan aktivitas fisik), ditemukan bahwa lima di antaranya yaitu tekanan darah, gula darah, IMT, kolesterol total, dan riwayat stroke dalam keluarga memiliki hubungan signifikan dengan tingkat risiko stroke (p<0,05). Kesimpulan: Faktor risiko tekanan darah, gula darah, IMT, kolesterol total, dan riwayat stroke dalam keluarga teruji secara statistik memiliki hubungan bermakna dengan tingkat risiko stroke.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKPATUHAN IBU TERKAIT PELAKSANAAN IMUNISASI DASAR DI PUSKESMAS TUAL KOTA TUAL TAHUN 2024 Matdoan, Umi Salma; Kailola, Nathalie Elischeva; Djoko, Sri Wahyuni; Seimahuira, Theresia Natalia; Soumena, Rifah Zafarani; Latuconsina, Vina Zakiah
Molucca Medica Vol 18 No 2 (2025): VOLUME 18, NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i2.124

Abstract

Latar Belakang: Pemberian suntikan imunisasi pada bayi, tepat pada waktunya merupakan faktor yang sangat penting untuk kesehatan bayi. Imunisasi diberikan mulai lahir sampai awal masa kanak-kanak. Melakukan imunisasi pada bayi merupakan bagian tanggung jawab orang tua terhadap anaknya.Kepatuhan imunisasi dasar penting untuk mencapai UCI dan melindungi bayi dari penyakit. Rendahnya kepatuhan imunisasi dipengaruhi oleh pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, usia, sikap ibu, kondisi anak, jumlah anak, ekonomi, akses layanan, keyakinan, serta dukungan keluarga. Tujuan: untuk mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi ketidakpatuhan ibu terkait pelaksanaan Imunisasi Dasar di Puskesmas Tual Kota Tual tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah responden penelitian berupa ibu yang memiliki bayi >9 bulan dengan total sampel 70 responden, kriteria inklusi dalam penelitian ini berupa, ibu yang mempunyai bayi > 9 bulan dan memiliki kartu nenuju sehat (KMS). Hasil: Data penelitian mengungkap 65 ibu (92,9%) tidak menuntaskan imunisasi dasar balitanya. Faktor yang berkaitan mencakup pengetahuan ibu (p=0,001), usia ibu (p=0,882), pekerjaan ibu (p=0,620), pendidikan ibu (p=0,033), sikap ibu (p=0,382), jumlah anak (p=0,596), tingkat ekonomi (p=0,294), keyakinan ibu (p=0,294), serta dukungan keluarga (p=0,520). Kesimpulan: Penelitian ini menemukan dua variabel yang berhubungan dengan ketidakpatuhan imunisasi di Puskesmas Tual, yaitu pengetahuan dan pendidikan ibu.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA IBU BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TULEHU KABUPATEN MALUKU TENGAH TAHUN 2025 Zain, Marwah Mahrusah; Latuconsina, Vina Zakiah; Mainase, Josepina; Pattiasina, Firensca; Titaley, Christiana Rialine; Soumena, Rif’ah Zafarani; Hataul, Is Asmaul Haq
Molucca Medica Vol 18 No 2 (2025): VOLUME 18, NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2025.v18.i2.108

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan kondisi ketika kadar hemoglobin dalam darah menurun, sehingga kemampuan darah untuk mengangkut oksigen berkurang. Ibu balita termasuk dalam kelompok yang rentan anemia. Kesehatan ibu balita sangat penting untuk diperhatikan, karena kondisi kesehatan ibu memiliki keterkaitan dengan kesehatan balita. Tujuan: Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Tulehu Kabupaten Maluku Tengah tahun 2025. Metode: Desain penelitian yang digunakan, yaitu analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Data yang digunakan merupakan data primer yang dikumpulkan dengan teknik proportional stratified sampling dan purposive sampling. Jumlah sampel yaitu 91 sampel yang diambil pada 15 dusun di wilayah kerja Puskesmas Tulehu. Data yang dikumpulkan dianalisis secara bivariat dengan uji chi square dan Fisher exact. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa proporsi anemia ibu balita yaitu 16,5%. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara usia (p=0,371), pendidikan (p=0,122), pekerjaan (p=0,200), kondisi ekonomi (p=0,729), dan paritas (p=0,106) dengan kejadian anemia, sedangkan ditemukan terdapat hubungan antara IMT (p=0,002), LILA (p=0,006), pola makan (p=0,016), dan tingkat pengetahuan (p=0,025) dengan kejadian anemia. Ibu balita dengan status gizi kurang, pola makan buruk, dan pengetahuan rendah lebih berisiko mengalami anemia. Kesimpulan: Kesimpulannya, status gizi, pola makan, dan tingkat pengetahuan berhubungan dengan anemia ibu balita. Peningkatan pengetahuan anemia dan perilaku gizi melalui program edukasi kesehatan yang berkesinambungan serta pemantauan status gizi ibu balita merupakan upaya yang perlu dilakukan guna mengurangi angka kejadian anemia pada ibu balita
TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS MENGENAI HUBUNGAN DURASI PENGGUNAAN GAWAI DENGAN TEXT NECK SYNDROME Savitri, Desak Nyoman Pashita; Kamelia, Luh Putu Lina; Agustini, Ni Nyoman Mestri
Molucca Medica Vol 18 No 2 (2025): VOLUME 18, NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Penggunaan gawai yang semakin meningkat dalam kehidupan sehari-hari menyebabkan durasi paparan terhadap perangkat digital semakin panjang, sehingga berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal seperti text neck syndrome. Tujuan: Mengetahui hubungan antara lama penggunaan gawai dengan kejadian text neck syndrome melalui kajian literatur. Metode: Tinjauan pustaka sistematis dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA yang dicari di PubMed, Google Scholar dan studi web lainnya mulai dari tahun 2015 hingga 2025 menggunakan kata kunci “sindrom leher teks,” “penggunaan gadget,” “nyeri leher,” dan “durasi penggunaan smartphone”. Terdapat sekitar 50 artikel yang teridentifikasi. Setelah menerapkan kriteria inklusi dan eksklusi, 10 artikel memenuhi kriteria. Hasil: Dari sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi, delapan di antaranya menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi penggunaan gawai dan text neck syndrome, terutama pada penggunaan ≥ 2 jam per hari. Kesimpulan: Durasi penggunaan gawai yang lebih lama berhubungan dengan peningkatan risiko terjadinya text neck syndrome. Edukasi ergonomi dan pembatasan waktu penggunaan diperlukan untuk meminimalkan keluhan.