cover
Contact Name
Felmi Violita Ingrad de Lima
Contact Email
felmid529@gmail.com
Phone
+6285243709929
Journal Mail Official
molucca.medica@gmail.com
Editorial Address
3rd Floor, Faculty of Medicine, Pattimura University Jl. Ir. M. Putuhena, Ambon, Maluku, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Molucca Medica
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 19796358     EISSN : 2597646X     DOI : https://doi.org/10.30598/molmed
Core Subject : Health, Science,
Molucca Medica is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, and community research to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome. Subjects suitable for publication include, but are not limited to the following fields of: Allergy and immunology Anesthesiology Cancer and stem cells Cardiovascular Cell and molecular biology Child health Dermato-venereology Geriatrics Histopathology Internal medicine Neuro-psychiatric medicine Ophthalmology Oral medicine Otorhynolaryngology Physical medicine and rehabilitation Physio-pharmacology Pulmonology Radiology Surgery including orthopedic and urology Women’s health Community or public health
Articles 159 Documents
ACADEMIC BUOYANCY MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN DITINJAU BERDASARKAN JALUR MASUK PERGURUAN TINGGI DI UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON Johan Bension Hutagalung; Alessandra Flowrence Saija; Stazia Noija
Molucca Medica VOLUME 14, NOMOR 2, OKTOBER 2021
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.344 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2021.v14.i2.91

Abstract

Pendahuluan. Academic buoyancy merupakan kemampuan seseorang untuk dapat berhasil menghadapi permasalahan akademis dan tantangan sehari-hari, seperti nilai yang buruk, mengejar deadline, tekanan ketika menghadapi ujian dan tugas-tugas yang sulit. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai academic buoyancy pada mahasiswa serta perbedaan tingkat Academic Buoyancy pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Desain penelitian cross sectional, dengan menggunakan instrument penelitian berupa kuesioner dan sampel penelitian sebanyak 394 mahasiwa tahun ajaran 2019/2020. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan tingkat Academic Bouyancy pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura cukup baik dengan persentase sebanyak 61% dari total sampel, dan tidak ditemukan perbedaan yang bermakna antara tingkat Academic Bouyancy berdasarkan jalur masuk (p>0.05). Dengan demikian, hasil penelitian ini secara tidak langsung mengindikasikan bahwa mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura memiliki kemampuan yang cukup baik dalam menghadapi hambatan-hambatan akademis yang dialami dalam proses pendidikan kedokteran. Kata Kunci : Academic buoyancy, perguruan tinggi, gambaran
LITERATURE REVIEW : HUBUNGAN DIABETES MELLITUS DENGAN KEJADIAN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA Christian Martin Tjiu Ritonga
Molucca Medica Vol 15 No 1 (2022): VOLUME 15, NOMOR 1, APRIL 2022
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2022.v15.i1.41

Abstract

Latar belakang: Benign prostatic hyperplasia atau pembesaran prostat jinak merupakan penyakit yang biasa terjadi pada pria usia tua, ditandai dengan kelainan histologis yang khas disyarati dengan proliferasi sel-sel prostat. Gejala saluran kemih bagian bawah atau lower urinary tract symptoms merupakan kombinasi gejala yang sangat umum didapatkan pada pasien dengan pembesaran prostat jinak. Terdapat banyak faktor yang dapat mempengaruhi kejadian benign prostatic hyperplasia, salah satunya adalah diabetes mellitus. Diabetes mellitus adalah kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan adanya hiperglikemia yang disebabkan oleh terjadinya gangguan sekresi insulin, gangguan kerja insulin ataupun mekanisme keduanya. International Diabetes Federation memperkirakan bahwa insidensi kejadian diabetes mellitus akan terus semakin tinggi hingga 700 juta orang di tahun 2045. Metode: Studi/kajian literatur dengan pendekatan systematic review, Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari SpringerLink, ScienceDirect, ResearchGate, ProQuest, PERPUSNAS, Neliti, Microsoft Academic, GARUDA, Ebscohost, DOAJ, dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah hubungan, diabetes mellitus, dan pembesaran prostat jinak. Didapatkan 41 literatur yang memenuhi kriteria. Sintesis data menggunakan metode SPIDER. Hasil: 41 jurnal internasional dan nasional yang di review terdapat 30 (73,17%) jurnal yang hasilnya menyatakan bahwa diabetes mellitus berhubungan dengan kejadian benign prostatic hyperplasia, hal ini didasari oleh mekanisme aktivitas saraf simpatis yang berlebihan, aterosklerosis, aktivitas IGF, perubahan metabolisme hormon seks, dan inflamasi. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara diabetes mellitus dengan kejadian benign prostatic hyperplasia. Kata Kunci: Pembesaran prostat jinak, Diabetes mellitus, Hubungan
CHARACTERISTICS OF UROLOGY PATIENTS TREATED BY STICHTING SAMENWERKING VLISSINGEN-AMBON (SSVA) IN HAULUSSY HOSPITAL 2017-2018 Ebram Nainggolan; Jacky Tuamelly
Molucca Medica Vol 15 No 1 (2022): VOLUME 15, NOMOR 1, APRIL 2022
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2022.v15.i1.17

Abstract

Introduction. BPH, Urolithiasis and UTI are often urology cases found in Indonesia. There is no epidemiological data about Urology Patients in Maluku Province. Some patients in the province were handled either through referral to other cities or rely on charity program (SSVA) because there was no Urologist available yet in the province. Aim. To understand the characteristics of urology patients treated by SSVA in Maluku Province, including age, gender, and diagnosis. Method. This descriptive study used retrospective data from the medical records of patients treated by the SVVA in Haulussy Hospital from 2017–2018. Results. From a total of 281 (100%) urology patients, there were 173 (61.65%) benign prostatic hyperplasia (BPH) cases, 52 (18.50%) nephrolithiasis cases, 20 (7.11%) urinary tract infection cases, 13 (4.62%) hydrocele cases, 9 (3.2%) vesicolithiasis cases, and 5 (1.77%) varicocele cases. The largest number of BPH patients was from 60-69 years old age group with a total of 71 (41.04%) patients, followed by 70-79 years old age group with a total of 45 (26.01%) patients. From a total of 52 nephrolithiasis patients, there were 28 (53.48%) male patients and 24 (46.15%) female patients, and according to patient age, the largest number was from the 40-59 years old age group with a total of 31 (59.62%) patients, followed by the 60-79 years old age group with a total of 11 (21.16%) patients. Conclusion. The largest number of urology patients treated by the SVVA were BPH patients, followed by nephrolithiasis and urinary tract infection patients. The age group that suffered the most from BPH are those aged 60-69 years. In nephrolithiasis patients, it was found that male patients were slightly more prevalent than female. The age group that suffered the most from nephrolithiasis are those aged 40-59 years. Keywords: Characteristics; Urology
PROFIL NEUTROPHYL LYMPHOCYTE RATIO (NLR) TERHADAP KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI RSUD BATARA SIANG PANGKEP PERIODE JANUARI 2019 - JUNI 2021 Sry Mulya Nur Fatimah
Molucca Medica Vol 15 No 1 (2022): VOLUME 15, NOMOR 1, APRIL 2022
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2022.v15.i1.69

Abstract

Pendahuluan. Ketuban Pecah Dini (KPD) adalah pecahnya selaput ketuban sebelum proses persalinan. Penyebab KPD sebenarnya masih belum jelas akan tetapi ada beberapa faktor yang berhubungan salah satunya adalah infeksi. Infeksi merupakan proses masuknya mikroorganisme yang dapat menyebabkan peradangan akibat dari mikroorganisme yang memperbanyak diri di dalam tubuh. Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) merupakan salah satu parameter pemeriksaan darah yang mudah dilakukan, dan dapat digunakan untuk mendeteksi terjadinya inflamasi, sehingga NLR dapat menjadi parameter terjadinya infeksi. Sebesar 8% dari seluruh kehamilan merupakan KPD dan faktor utama yang menyebabkan mortilitas dan morbiditas perinatal sehingga perlu intervensi lebih lanjut mengenai solusi untuk mengendalikan mortalitas dan morbiditas agar bisa mencapai target atau penurunan yang signifikan salah satunya dengan mengenali faktor risiko KPD. Tujuan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil Neutrophil Lymphocyte Ratio (NLR) terhadap kejadian KPD pada ibu hamil dengan anemia. Metode. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu inpartu yang terdiagnosis KPD sebagai kasus dan yang tidak terdiagnosis KPD sebagai kontrol. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah menggunakan data sekunder dari rekam medis RSUD Batara Siang. Analisis data dilakukan dengan teknik univariat dan bivariat dengan menggunakan Uji Chi-Square. Hasil. Hasil penelitian ini didapatkan tidak ada hubungan bermakna NLR (p=0,549) dengan kejadian KPD. Kesimpulan. Dari hasil penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara limfosit, neutrofil, dan NLR dengan kejadian KPD. Kata Kunci: Limfosit, Neutrofil, Neutrophyl Lymphocyte Ratio, Ketuban Pecah Dini.
THE EARLY DETECTION OF METABOLIC SYNDROME USED NCEP ATP-III METHOD IN WAAI VILLAGE COMMUNITY CENTRAL MALUKU REGENCY Theosobia Grace Orno
Molucca Medica Vol 15 No 1 (2022): VOLUME 15, NOMOR 1, APRIL 2022
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2022.v15.i1.1

Abstract

Metabolic syndrome is a metabolic disorder that complexly includes carbohydrate, lipid and protein metabolism disorders which are known to be the main cause of diabetes mellitus, hypertension and coronary heart disease. Waai Village, Central Maluku Regency is one of the villages affected by the earthquake for a long time so that social assistance in the form of fast food is consumed in the long term which is thought to be one of the causes of metabolic syndrome. The purpose of this research is to detect the presence of metabolic syndrome with the NCEP ATP-III criteria consists of measuring blood pressure, fasting blood glucose levels and serum triglyceride levels using the photometric method. This type of research is descriptive research with a cross sectional approach. The sampling technique used is purposive sampling, in accordance with the predetermined sample criteria. The results showed that 29 of 50 subjects (58%) had metabolic syndrome with an average blood pressure of 148/94 mmHg, an average fasting blood glucose level of 158 mg/dL, and an average triglyceride level of 198 mg/dL.
HUBUNGAN TINGKAT KEPUASAN MAHASISWA TENTANG PERAN PEMBIMBING AKADEMIK DENGAN INDEKS PRESTASI KUMULATIF DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PATTIMURA Fifian Lie; Johan Bruif Bension; Merlin M. Maelissa
Molucca Medica Vol 15 No 1 (2022): VOLUME 15, NOMOR 1, APRIL 2022
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2022.v15.i1.9

Abstract

Pembimbing akademik merupakan semua dosen yang disamping menjalankan peran utamanya sebagai dosen pada mata kuliah tertentu, juga diberi tugas untuk membimbing dan menasehati mahasiswa bimbingannya dalam kegiatan akademik maupun non akademik. Proses bimbingan akademik mendukung mahasiswa dalam proses belajarnya sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar yang lebih baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kepuasan mahasiswa tentang peran dosen PA dengan IPK di Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon. Penelitian ini merupakan penelitian observsional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2021. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon Angkatan 2017, 2018, dan 2019. Sampel yang terkumpul berjumlah 313 orang dengan menggunakan total sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan data akademik. Variabel yang diteliti adalah tingkat kepuasan mahasiswa tentang dosen pembimbing akademik dan indeks prestasi kumulatif dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan tidak ada hubungan antara tingkat kepuasan mahasiswa tentang peran dosen pembimbing akademik dengan indeks prestasi kumulatif, dengan nilai p = 0,833 pada signifikansi 0,05. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat kepuasan mahasiswa tentang peran dosen pembimbing akademik dengan indeks prestasi kumulatif pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon. Kata Kunci: Tingkat Kepuasan, Pembimbing Akademik, Indeks Prestasi Kumulatif.
Trikomoniasis pada Remaja Amanda Gracia Manuputty; Vebiyanti Tentua
Molucca Medica Vol 15 No 1 (2022): VOLUME 15, NOMOR 1, APRIL 2022
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2022.v15.i1.21

Abstract

Pendahuluan: Trikomoniasis merupakan vaginitis yang disebabkan oleh protozoa dan dapat ditransmisikan secara seksual dan non-seksual serta sering muncul astimptomatik. Metode: Dilaporkan satu kasus trikomoniasis asimptomatik pada seorang remaja putri Kasus: Seorang remaja putri berusia 15 tahun diperiksa untuk mencari fokal infeksi pencetus psoriasis vulgaris. Ditemukan keputihan putih hijau, berbau, namun tidak gatal, tanpa rasa nyeri saat berkemih. Pasien belum pernah berhubungan seksual, namun sering bertukar handuk dengan anggota keluarga lain. Pemeriksaan fisik tampak dinding vulvovaginal eritem tanpa udem, duh tubuh berwarna kuning kehijauan. Pemeriksaan sedian basah ditemukan protozoa Trichomonas vaginalis berflagel sedangkan pemeriksan Gram tidak ditemukan leukosit 10-20/LPB, epitel 5-10/ LPB. Tidak ditemukan blastospora, hifa, diplokokus Gram negatif intraseluler dan ektraseluler juga bakteri Gram positif. Diagnosis Trikomoniasis ditegakan dari manifestasi klinis dan pemeriksaan penunjang Hasil: Pada pasien diberikan terapi metronidazole 2 gram dosis tunggal serta edukasi untuk menjaga higenitas personal. Evaluasi manifestasi klinis setelah terapi menunjukan hasil kesembuhan pasien. Kesimpulan: Penegakan diagnosa cepat dan tepat serta pemberian obat sesuai rekomendasi akan memberikan perbaikan klinis dan menghindarkan pasien pada morbiditas komplikasi yang berat. Kata kunci: Trikomoniasis, remaja, asimptomatik
HUBUNGAN KOMORBID DENGAN DURASI PERAWATAN PASIEN COVID-19 PADA RS BAYANGKARA DAN RS TK. II PROF. DR. JA. LATUMETEN DI KOTA AMBON TAHUN 2020 Muhammad N Ichsan; Indrawanti Kusadhiani; Vina Z. Latuconsina
Molucca Medica Vol 15 No 1 (2022): VOLUME 15, NOMOR 1, APRIL 2022
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2022.v15.i1.29

Abstract

Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 pada akhir tahun 2019 mulai menjadi sorotan masalah kesehatan dunia. Penularan virus ini terjadi dengan sangat cepat melalui droplet dan kontak erat antar manusia hingga menyebabkan tingginya kasus COVID-19 secara global. Kelompok orang yang memiliki komorbid (DM tipe 2, hipertensi, hiperurisemia, penyakit kardiovaskular, asma, PPOK, TB, Hepatitis, dan gagal ginjal kronik) diketahui rentan terinfeksi COVID-19 dan dapat memperberat derajat keparahan penyakit serta memperpanjang durasi perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komorbid dengan durasi perawatan pasien COVID-19 pada dua rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Ambon tahun 2020. Manfaat penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada tenaga kesehatan mengenai hubungan komorbid dengan durasi perawatan pasien COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional dan sampel diambil menggunakan teknik total sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Statistical Package for the Social Science (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 109 sampel, sebanyak 61 orang (56%) memiliki komorbid dan sebanyak 82 orang (75,2%) memiliki durasi perawatan lebih dari 14 hari. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p = 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara komorbid dengan durasi perawatan pasien COVID-19. Kata kunci : COVID-19, Komorbid, Durasi Perawatan
HUBUNGAN DURASI BELAJAR DARING SELAMA PANDEMI COVID-19 DENGAN JENIS NYERI KEPALA PRIMER PADA MAHASISWA PREKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON Philemon Putranov Pattynama; Laura B. S. Huwae; Nathalie E. Kailola
Molucca Medica Vol 15 No 1 (2022): VOLUME 15, NOMOR 1, APRIL 2022
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2022.v15.i1.53

Abstract

Nyeri kepala merupakan penyakit yang sering dialami oleh masyarakat. Nyeri kepala disebabkan oleh banyak faktor salah satunya paparan radiasi elektromagnetik dari media elektronik. Berbagai hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan penggunaan media elektronik yang memengaruhi nyeri kepala. Pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini memaksa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menginstruksikan semua aktivitas belajar mengajar dilaksanakan melalui daring. Mahasiswa terpaksa belajar dengan menggunakan media elektronik sebagai perantara. Hal ini dapat menyebabkan mahasiswa menerima paparan elektromagetik berlebihan yang berujung nyeri kepala. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan durasi belajar daring selama pandemi COVID-19 dengan jenis nyeri kepala primer pada mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura Ambon. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang terkumpul berjumlah 137 mahasiswa dengan menggunakan total sampling dan didapati durasi belajar daring lebih dari 6 jam per hari sering mengalami nyeri kepala jenis migraine. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara durasi belajar daring selama pandemi COVID-19 dengan jenis nyeri kepala primer pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, dengan nilai p = 0,545. Kata kunci : Nyeri Kepala, Belajar Daring, Pandemi COVID-19
EDUKASI KESEHATAN DENGAN METODE KONVENSIONAL DAN E-BOOK TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU BERISIKO PADA REMAJA Andi Selvi Yusnitasari; Viky Indra Mahendra B; Ana Sofiah Fitrianih; Nurwahidah Nurdin; Vitra Amanda; Suci Rahmadani
Molucca Medica Vol 15 No 1 (2022): VOLUME 15, NOMOR 1, APRIL 2022
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2022.v15.i1.60

Abstract

Perilaku berisiko pada remaja dapat terjadi karena remaja mengadopsi perilaku tersebut melalui pergaulan yang tidak sehat dan informasi yang tidak terarah. Dengan adanya modernisasi teknologi yang memiliki dampak positif maupun negatif sehingga diperlukan media edukasi yang efektif terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap remaja dalam perilaku berisiko kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media edukasi online (e-book) dan konvensional terhadap perubahan perilaku berisiko pada remaja. Metode penelitian menggunakan desain quasi experimental dengan model pretest posttest control group design. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Juni 2021. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa di SMPN 2 Dua Boccoe dan SMP Swasta Tanra Tellue, Kabupaten Bone. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan purposive sampling. Jumlah sampel minimal 30 orang untuk setiap kelompok. Penentuan kelompok sampel, yaitu kelompok eksperimen A (edukasi dengan media e-book) dan kelompok kontrol (metode konvensional dengan ceramah menggunakan powerpoint presentation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi dengan media e-book terdapat perbedaan sikap terhadap merokok pada remaja dan pada kelompok kontrol dengan media penyuluhan konvensional terdapat perbedaan sikap remaja terhadap rokok dan NAPZA. Ada perbedaan pada beberapa variabel antara kelompok intervensi dengan kontrol, yaitu pengetahuan tentang rokok, alkohol, dan NAPZA serta sikap terhadap NAPZA. Kesimpulan pada penelitian ini, yaitu media edukasi konvensional masih lebih efektif dibandingkan mediaonline (e-book) terhadap pengetahuan dan sikap remaja terhadap perilaku berisiko kesehatan. Disarankan agar tenaga kesehatan perlu mengembangkan media edukasi yang inovatif dan kreatif dalam melakukan edukasi kesehatan kepada remaja. Kata Kunci: Edukasi kesehatan, perilaku berisiko, remaja

Page 9 of 16 | Total Record : 159