cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 207 Documents
Kebijakan Sistem Zonasi PPDB SMA di Kota Semarang setyaningsih, sri; Satyarini, Marhaeni Dwi
Pawiyatan Vol 28 No 02 (2021): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.758 KB)

Abstract

Permendikbud nomor 44 tahun 2019 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mewajibkan penerimaan peserta didik baru mulai dari TK, SD, SMP, SMA/SMK dan sederajat harus mengubah pola dan cara penerimaan peserta didik baru berdasarkan zonasi atau tempat tinggal anak yang sudah mulai diterapkan pada tahun ajaran 2020/2021. Tujuan penelitian adalah untuk memperoleh informasi dari pelaksanaan kebijakan sistem zonasi PPDB dari kendala, solusi, dan dampak yang terjadi. Objek penelitian adalah beberapa SMA Negeri dan Swasta di Kota Semarang dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PPDB meliputi perencanaan kegiatan, pembentukan kepanitiaan, penetapan sistem pendaftaran, penetapan jumlah pendaftar dan target peserta didik yang diterima, serta rencana kerja sosialisasi dan promosi. Kendala yang dihadapi adalah menurunnya jumlah pendaftar peserta didik di sekolah swasta akibat penerapan sistem zonasi PPDB di SMA Negeri, sehingga panitia PPDB SMA Swasta harus bekerja keras untuk melakukan promosi dan upaya rekrutmen lain. Dampak dari kebijakan sistem zonasi bagi SMA Negeri secara umum adalah heterogenitas kualitas peserta didik, tidak adanya calon peserta didik berprestasi, kebijakan jurusan dan pengelompokan peserta didik, serta perubahan strategi pembelajaran untuk mengakomodasi heterogenitas peserta didik. Kata kunci: sistem zonasi, PPDB.
PERLINDUNGAN HUKUM LAHAN PERTANIAN PRODUKTIF DALAM SWASEMBADA PANGAN
Pawiyatan Vol 21 No 2 (2014)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai praktek explorasi lahan yang tidak sesuai dengan daya dukung lahannya hendaknya dihindari. Penggunaan lahan  harus disertai dengan upaya konvervasi yang efektif. Oleh karana itu, untuk menjamin keberlanjutan pengusahaan lahan, dapat dilakukan upaya strategis dalam menghindari degradasi lahan pengendalian pemanfaatan lahan produktif yang diubah menjadi lahan perumahan atau pemukiman. Urgensi penelitian ini, antara lain terjadai perubahan penggunaan lahan di desa gubug  yang pesat dan sulit dikendalikan, perubahan penggunaan lahan yang terjadi tidak dapat diketahui seberapa luas untuk tiap unit penggunaan lahan, dan belum ada data komprehensif mengenai intensitas dan frekuensi perubahan penggunaan lahan.Penggunaan lahan merupakan wujud nyata dari pengaruh aktivitas manusia terhadap sebagaian fisik permukaan bumi. Daerah perkotaan dan atau pedesaan mempunyai kondisi penggunaan lahan dinamis, sehingga perlu terus dipantau perkembangannya,karena sering pemanfaatan lahan tidak sesuai dengan peruntukannya danlahan pertanian menjadi lahan pemukiman dan penggunaan lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, lokasi atau latar penelitian ini adalah desa gubug. Sumber data penelitian ini adalah perangkat desa,tokoh masyarakat dan pengumpulan data menggunakan observasi partisipan,wawancara mendalam dan dokumen. Kata Kunci : perlindungan hukum, hukum swasembada
KEGIATAN MEMBATIK PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana kegiatan membatik yang dilakukan di TK Muslimat Salafiyah Karangtengah Pemalang. Kegiatan membatik dilakukan agar mengoptimalkan kemampuan kreasi anak dalam menanamkan budaya Jawa. Metode penelitian dilakukan dengan pendekatan diskriptif kualitatif yaitu metode Spredley secara sederhana dan mendalam. Subjek penelitian adalah anak, guru, dan semua yang terlibat dalam kegiatan membatik di TK Muslimat Salafiyah Karangtengah Pemalang.   Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, catatan lapangan, dan wawancara yang dilakukan dengan analisis triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Melalui kegiatan membatik anak juga akan mengenal unsur-unsur seni tersebut untuk dikembangkan sesuai dengan karakteristik anak usia 5-6 tahun yaitu karakteristik kemampuan fisik (motorik halus), karakteristik kemampuan kognitif, dan karakteristik kemampuan sosio-emosional, (2) Pengenalan dan pengembangan tentang unsur-unsur seni ini akan terlihat dalam tujuan membatik, materi membatik, metode membatik, media membatik, proses kegiatan membatik, dan evaluasi membatik. Kata Kunci : membatik, seni, budaya
Peningkatan Produksi Usaha Mebel Ukir Kayu Di Desa Pendem Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara
Pawiyatan Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jepara di Juluki Kota Ukir. Mebel ukir Jepara menyumbang sekitar 10% dari total ekspor mebel Indonesia dan berkontribusi terhadap perekonomian kabupaten mencapai 27%. China mendominasi perdagangan sebesar 16 % mebel ke beberapa negara di dunia dan lebih murah 20% dari mebel Indonesia. Kalah bersaing dengan produk China, membuat perajin mebel ukir Jepara terus berlomba-lomba dalam mengejar ketertinggalannya, khususnya mebel Tiga Abad dan Mebel Nusantara di desa Pendem kecamatan Kembang kabupaten Jepara. Kelemahan mebel ukir di desa Pendem mulai dari proses produksi lama, biaya tinggi, kualitas produksi rendah, hasil tidak mencapai target, rendahnya sumber daya manusia, kurang futuristik dan proses ukir manual. Selain itu, sulitnya mengenalkan produk, mencari pembeli, minimnya pengetahuan manajemen, pemasaran pelatihan proses mengukir konvensional menjadi otomatis, meningkatkan SDM tukang ukir agar mampu mendesain mebel ukir modern, melatih pembuatan website e-commerce, workshop pengetahuan manajemen dan informasi mengakses bantuan usaha. Hasil yang dicapai membuat mesin ukir kayu CNC, pelatihan membuat media website e-commerce, pelatihan manajemen usaha kecil dan menengah, keuangan, pemasaran dan mendapatkan modal usaha. Penggunaan mesin ukir kayu otomatis memangkas waktu 55 menit dibandingkan pengukiran manual membutuhkan waktu 80 menit.Mesin bubut kayu CNC meningkatkan produktifitas produk dan efesiensi kerja. Penggunaan website e-commerce pada kedua mitra secara statistik dalam 1 minggu rata-rata peningkatan pendapatan mebel naik 27% dari sebelumnya dan keuntungan mencapai 35% dari biaya produksi. Pelatihan manajemen usaha, strategi pemasaran, dan pengetahuan mengakses modal usaha membuka wawasan baru dan memotivasi perkembangan usaha.Keywords : Jepara, mebel, ukir, otomatis, produk.
PENERAPAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM INSTITUSI PENDIDIKAN
Pawiyatan Vol 23 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan berbasis nilai-nilai multikultural merupakan suatu proses pendidikan ber-jenjang yang dapat pengikat dan menjadi jembatan dalam mengakomodasi perbedaan-perbedaan seperti: status sosial, budaya, etnis, ras, gender dan agama dalam masyarakat yang multikultur agar tercipta kepribadian yang cerdas, bijak dan santun dalam menghadapi masalah-masalah keberagaman. Paradigma pendidikan multikultural sangat bermanfaat untuk membangun harmoni sosial di antara keragaman etnik, ras, agama, budaya dan kebutuhan sebagai bangsa-negara.  Mengingat kompleksitas pluralitas dan multikultural di Indonesia dilihat dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang  beragam dan luas, maka diperlukan strategi khusus untuk memecahkan persoalan tersebut melalui berbagai bidang: sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan.  Berkaitan dengan hal itu,  pendidikan berbasis nilai-nilai multikultural menawarkan solusi melalui penerapan strategi dan konsep pendidikan yang bermuatan pada pemanfaatan keragaman yang ada di dalam masyarakat. Oleh karenanya, pendidik dituntut  tidak hanya menguasai dan mampu secara profesional mengajarkan mata pelajaran  yang diajarkan, tetapi  juga harus mampu menanamkan nilai-nilai inti dari pendidikan multikultural seperti demokrasi, humanisme, dan pluralisme atau menanamkan nilai-nilai keberagamaan yang inklusif pada siswa. Pada gilirannya, out-put yang dihasilkan  tidak hanya kompeten sesuai dengan disiplin ilmu yang ditekuninya, namun juga mampu menerapkan nilai-nilai keberagamaan dalam memahami dan menghargai keberadaan perbedaan yang ada. Keyword:  Nilai-nilai multikultural, institusi pendidikan.
KONSELING KELOMPOK ISLAM DALAM PENDAMPINGAN LANSIA Leksono, Tri
Pawiyatan Vol 24 No 2 (2017)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.967 KB)

Abstract

bertambahnya usia merupakan proses natural dari manusia yang tidak bisa dihindari, perlahan pasti akan berdampak pada fisiologis, psikologis dan sebagainya. Hal ini mengakibatkan perubahan–perubahan dalam lansia, ada yang bisa di terima dan di jalani ada yang tidak yang berdampak pada masalah pribadi, sosial dan belajar. Pendekatan konseling kelompok islam sebagai alternative untuk menyalurkan kebutuhan, permasalahan di desain konsep islam (spiritual), sehingga diharapkan lansia akan dapat hidup lebih sehat, damai, tenang dan bahagia serta mandiri dalam kehidupan yang tersisa di dunia, sehingga hidupnya dalam usia senja tetap produktif dan bermanfaat serta bermartabat
Pengaruh Praktek Kerja Industri ( Prakerind ) Terhadap Motivasi Belajar Siswa Kelas XI Teknik Otomotif Kendaraan Ringan Di SMK Negeri 10 Semarang
Pawiyatan Vol 21 No 1 (2014)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan adalah sekolah yang mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi pasar kerja, PRAKERIND adalah sistem pendidikan dan pembelajaran yang dilakukan oleh SMK untuk mewujudkan hasil belajar siswa dengan industri, dari hasil diskusi dan pengamatan dengan Ketua Program Studi TOKR beserta guru pembimbing PRAKERIND, siswa kelas XI TOKR SMK Negeri 10 Semarang Tahun Pelajaran 2011 / 2012 masih dalam kategori rendah, sehingga penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh antara Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) terhadap Motivasi Belajar pada Siswa Kelas XI Teknik Otomotif Kendaraan Ringan di SMK Negeri 10 Semarang Tahun Ajaran 2012/2013, sehingga hasil dari penelitian yang dilakukan ini supaya dapat meningkatkan serta mengembangkan proses pembelajaran Tahun Ajaran selanjutnya. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 82 siswa. Sehingga Penetuan jumlah sampel yang digunakan berdasarkan tabel krejcie dan morgan adalah 82 siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif karena penelitian ini mengunakan data nilai PRAKERIND dan angket kuesioner PRAKERIND (variabel X) dan angket kuesioner Motivasi Belajar (variabel Y), Hasil angket PRAKERIND dan Motivasi Belajar sebanyak 82 siswa yang menjawab baik yaitu sebesar 54,8% sedangkan angket Motivasi Belajar yaitu sebesar 66,9%. Dengan demikian apabila nilai PRAKERIND tinggi maka Motivasi Belajar siswa juga akan tinggi, begitu juga sebaliknya apabila nilai PRAKERIND rendah maka Motivasi Belajar siswa akan rendah juga. Berdasarkan hasil uji regresi variabel Praktek Kerja Industri menunjukkan ada pengaruh positif variabel Praktek Kerja Industri terhadap Motivasi Belajar, dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,200.hasil tersebut mengidentifikasikan semakin baik PRAKERIND, maka Motivasi Belajar akan semakin meningkat. Sedangkan hasil uji hipotesis (uji t) diperoleh nilai signfikansi t sebesar 0,000 lebih rendah dari 0,05 (Ü = 5%) yang menunjukkan Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga hipotesis yang menyatakan “ ada pengaruh Praktek Kerja Industri terhadap Motivasi Belajar siswa kelas XI Teknik Otomotif Kendaraan Ringan di SMK Negeri 10 Semarang” dapat diterima. Berdasarkan hasil Hasil Uji koefisien determinasi (R square) menunjukkan bahwa nilai PRAKERIND dan Motivasi Belajar siswa sebesar 0,298. Bahwa hasil tersebut menunjukkan pengaruh hasil PRAKERIND terhadap Motivasi Belajar siswa sebesar 29,8%. Sedangkan selebihnya 70,2%, (100% - 29,8% = 70,2%) dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti, Misalnya Motivasi Belajar, keadaan keluarga, fasilitas dan lain-lain. Maka disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima artinya bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan antara prakerin terhadap motivasi belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini adalah terdapat pengaruh Praktek Kerja Industri (PRAKERIND) terhadap Motivasi belajar siswa kelas XI Teknik Otomotif Kendaraan Ringan di SMK Negeri 10 Semarang.Kata Kunci : Prakerind dan Motivasi Belajar
Posisi Tawar Ukm/Umkm Dalam Era Ekonomi Digital kasidi, kasidi -
Pawiyatan Vol 25 No 2 (2018): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.841 KB)

Abstract

Tulisan ini mengkaji secara teoritis tentang Usaha Kecil Menengah (UKM) ataupun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. Usaha Kecil Menengah ataupun Usaha Mikro Kecil Menengah merupakan usaha yang dimiliki orang perseorangan dan atau badan usaha perseorangan. UKM/UMKM diperkirakan mampu menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) tidak kurang dari 50 persen dan ekspor sekitar 10 persen. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis posisi tawar UKM/UMKM di era ekonomi digital. Posisi tawar UKM/UMKM di pasar global pada kenyataannya masih lemah disebabkan promosi, pemasaran dan penjualan produk-produk yang dihasilkan masih menggunakan cara-cara konvensional. Dari hasil analisis tersebut direkomendasikan di era digital seperti sekarang UKM/UMKM tidak cukup hanya mengandalkan cara-cara yang konvensional tetapi secara pelan dan pasti harus beralih ke cara-cara dengan memanfaatkan media elektronik, yaitu internet. Dengan menggunakan media internet maka promosi, pemasaran, dan penjualan dapat dilakukan secara cepat, tepat, aman, murah, dan nyaman dengan jangkauan pasar ke seluruh dunia.
Penanganan Kesulitan Belajar (Rendahnya Rasa Percaya Diri) Pada Siswa Tuna Rungu-Wicara Melalui Pembelajaran Tari Di SLB-B Se-Jawa Tengah
Pawiyatan Vol 20 No 3 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Siswa tuna rungu-wicara adalah siswa yang memiliki masalah kesulitan belajar, faktor utama kesulitan belajar adalah rendahnya rasa percaya diri siswa.Kurangnya rasa percaya diri nampak dari prilaku siswa yang mudah menaruh curiga terhadap lingkungan, mudah gelisah, tidak berani tampil dimuka umum dan kurang menghargai keberadaan dirinya.Pendidikan seni tari sebagai salah satu cabang seni yang mempergunakan media tubuh sebagai ekspresinya diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa tuna rungu-wicara, dikarenakan pendidikan seni tari merupakan pendidikan yang menanamkan nilai-nilai; diantaranya mengajarkan sopan-santun, sabar, ketenangan bersikap, berani berinsiatif/berkreasi, menghargai diri sendiri dan sesama.Nilai yang terkandung dalam pendidikan seni dapat menjawab permasalahan kurangnya rasa percaya diri yang dialami oleh siswa tuna rungu-wicara.Dibeberapa SLB di Jawa Tengah  menerapkan  mata pelajaran seni tari sebagai mata pelajaran intrakurikuler maupun ekstra kurikuler dari tingkat SDLB sampai SMALB. Penelitian ini dilaksanakan di 5 SLB /SLB-B yang mewakili 6 karisidenan, 26 kabupaten dan 6 kota madya. Pemilihan ke-5 lokasi SLB/SLB-B didasari oleh para pemenang PORSENI tahun 2012 yang diadakan di Surakarta, 10-12 September 2012. Adapun sekolah-sekolah tersebut adalah sebagai berikut: DLB Kebakalan, SDLB Negeri Sokoharojo-Margorejo-Pati, SLB N Semarang, SLB-B YPSLB Gemolong-Sragen, SLB-B YPPALB Kota Magelang. Pada penelitian ini peneliti mendapati adanya perubahan sikap siswa yang mendapatkan pembelajaran seni tari dari kurang percaya diri menjadi percaya diri dengan dipenuhinya indikator-indikator percaya diri (nampak pada siswa memiliki sikap tenang, memiliki sikap terbuka, memiliki keberanian untuk tampil di muka umum, memiliki sikap menghargai diri sendiri, memiliki sikap mandiri) dibuktikan dengan tuntasnya pembelajaran seni tari dan diwujudkan dalam bentuk pementasan-pementasan. Kata Kunci : Percaya Diri, Seni Tari, Tuna Rungu-Wicara.
Pelaksanaan Layanan Informasi Pengaruhnya Terhadap Kemandirian Belajar Siswa rahayu, ym indarwati
Pawiyatan Vol 27 No 02 (2020): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.181 KB)

Abstract

Latar belakang masalah adalah, masih adanya beberapa siswa kelas XI yang perstasi belajarnya di bawah KKM yang ditetapkan sekolah, hal ini ditengarai kurangnya kemandirian belajar anak. Di sisi lain tugas dari guru BK di sekolah diantaranya memberikan bimbingan dan layanan. Begitu banyaknya model dan bentuk bimbingan serta layanan yang dapat diberikan kepada anak, salah satunya adalah layanan informasi. Tujuan penelitian adalah: 1) menganalisis data pelaksanaan layanan informasi oleh guru BK kepada siswa; 2) menganalisis kemandirian belajar siswa; dan 3) membuktikan pengaruh pelaksanaan layanan informasi oleh guru BK terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional melalui pendekatan kuantitatif dengan populasi siswa kelas XI berjumlah 217 anak dengan sampel 25% sehingga sampelnya 56 anak melalui alat pengumpul data angket. Sebelum angket digunakan telah dilakukan ujicoba kepada 10 anak dengan hasil memenuhi syarat validitas dan reliabilitas, adapun teknik analisis data adalah deskriptif persentase dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian diperoleh simpulan: 1) layanan informasi guru BK termasuk kriteria sangat baik, didukung perolehan skor 82,07%; 2) kemandirian belajar siswa termasuk kriteria sangat baik, didukung perolehan skor 83,52%; dan 3) hasil uji hipotesis diperoleh fhitung = 53,999, sedangkan ftabel 1,296, karena 53,999 > 1,296, maka hipotesis: “Diduga layanan informasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemandirian belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Jati Kabupaten Blora pada semester gasal tahun pelajaran 2019/2020” diterima. Kata Kunci: Layanan informasi, kemandirian belajar.

Page 2 of 21 | Total Record : 207