cover
Contact Name
-
Contact Email
pawiyatan@ivet.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
pawiyatan@ivet.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur IV No.16, Bendan Duwur, Kec. Gajahmungkur, Kota Semarang, Jawa Tengah 50235
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Pawiyatan
Published by Universitas IVET
ISSN : -     EISSN : 27214702     DOI : -
Core Subject : Social,
Pawiyatan menyediakan sebuah platform untuk para dosen, peneliti, pelajar, praktisi dan akademisi untuk mempromosikan pengetahuan dan kredibilitas pada pendidikan. Jurnal yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan januari dan juli berisi artikel-artikel yang terdiri dari makalah penelitian teoritis dan empiris berkualitas tinggi, makalah tinjauan dan pengabdian pada masyarakat.
Articles 207 Documents
Sistem Informasi Sms Gateway Program Studi Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas IVET Semarang ristono, joko
Pawiyatan Vol 26 No 01 (2019): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.959 KB)

Abstract

Universitas Ivet Semarang merupakan salah satu lembaga di bidang pendidikan. Namun dengan sistem yang manual, sering dirasakan kurang optimal dalam penggunaannya dan semakin berkembangnya teknologi dan informasi untuk membantu kerja manusia agar lebih efektif dan efisien. Berdasar dari alasan inilah penulis mengembangkan Aplikasi Sistem SMS Gateway menggunakan PHP dan MySQL. Penulis menganalisa dan merancang infrastruktur aplikasi yang dibangun dengan menggunakan metode waterfall, dengan tahapan analisis meliputi kelemahan sistem dan analisis kebutuhan sistem, desain atau perancangan yang meliputi sistem permodelan menggunakan metode UML dan perancangan Interface, kode dan pengetesan menggunakan PHP sebagai Bahasa pemrograman dan MySQL sebagai pengelola database serta gammu untuk menjembatani SMS Gateway, berlanjut pada tahap penerapan dan pemeliharaan. Dari penelitian ini menghasilkan aplikasi SMS Gateway yang terintegrasi dengan Web Jurusan Bimbingan Konseling, penggunaan SMS disini adalah untuk memberikan pemberitahuan kepada Dosen, Staf Jurusan dan Mahasiswa. Dengan sistem ini diharapkan dapat menanggulangi permasalahan yang terjadi dan juga memudahkan pihak jurusan dalam memaksimalkan kinerja dan pelayanan pemberian informasi.
MEMADUKAN OTAK DAN HATI DALAM BIMBINGAN BELAJAR ISLAMI
Pawiyatan Vol 20 No 2 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hampir di semua lembaga pendidikan di Indonesia, kecerdasan intelektual (Intelectual Quotient/ IQ) masih mendominasi ukuran kecerdasan seseorang bahkan menjadi penentu kelulusan peserta didik. Tuntutan terhadap aspek kecerdasan  intelektual ini disinyalir menjadi pemicu rendahnya moralitas peserta didik lantaran kecerdasan-kecerdasan lain seperti kkecerdasan emosi (Emotional Quotient/EQ), kecerdasan spiritual (Spiritual  Quostient/SQ), kecerdasan sosial (Social Quostient/SsQ), dan kecerdasan personal (Personal Quostient/ PQ) yang bermuara di dalam hati masih terabaikan. Dari perspektif  Bimbingan dan Konseling, hal ini terjadi lantaran bidang bimbingan belajar yang bertugas mengembangkan potensi kecerdasan peserta didik masih berkutat pada teratasinya masalah-masalah akademik, sedang akhlak mulia yang seharusnya membingkai kecerdasan akademik belum digarap maksimal. Bimbingan dan Konseling dalam spektrumnya yang lebih luas  bertujuan memandirikan peserta didik hingga ia bisa hidup bahagia.  Untuk bisa hidup bahagia kecerdasan akademik saja tentu tak menjamin. Kecerdasan-kecerdasan lain seperti EQ, SQ, SsQ dan PQ mutlak diperlukan. Sebagai agama yang sempurna Islam menawarkan solusi bagi terbentuknya multi kecerdasan tersebut melalui Bimbingan Belajar yang berwawasan Islami. Kata kunci: Bimbingan Belajar, IQ, EQ, SQ, SsQ, dan PQ
Pelaksanaan Pembelajaran PKn Susiatik, Titik
Pawiyatan Vol 28 No 01 (2021): PAWIYATAN
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (726.361 KB)

Abstract

Proses pembelajaran yang dilaksanakan guru selama ini masih ada sebagian yang mengalami kendala, termasuk yang dialami guru PKn, sehingga perlu ada action atau tindakan sebagai masukan untuk mengurangi kelemahan tersebut. Hal yang dapat dilakukan selain motivasi belajar dari siswa juga dari orang tua serta sarana-prasarana, dan yang tidak kalah pentingnya adalah pihak guru mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga sampai pada evaluasi. Tujuan tujuan penelitian adalah mendeskripsikan: 1) persiapan atau rancangan guru PKn dalam proses pembelajaran; 2) pelaksanaan proses pembelajaran; dan 3) evaluasi atau penilaian dari proses pembelajaran oleh guru PKn. Model penelitian digunakan kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan sumber data diperoleh dari kata-kata atau tindakan, sumber data tertulis, dokumen, dan photo-photo kegiatan. Informan penelitian adalah: 1) kepala sekolah sebagai informan kunci atau key informan, dan informan lapangan adalah: 2) wakil kepala sekolah bidang kurikulum; 3) perwakilan guru; dan 4) perwakilah peserta didik. Teknik pengumpulan data digunakan: 1) wawancara; 2) observasi partisipatif; dan 3) studi dokumentasi, sedangkan teknik analisis data digunakan model interaktif. Simpulan penelitian adalah: 1) perencanaan pembelajaran guru PKn berjalan efektif dan efisien, dalam arti mempertimbangkan waktu yang tersedia dengan cakupan materi relatif luas; 2) pelaksanaan proses pembelajaran PKn oleh guru PKn selalu berpedoman pada Garis-garis Besar` Program Pengajaran (GBPP) yang dioperasionalkan dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); dan 3) evaluasi atau penilaian oleh guru PKn digunakan sistem berkelanjutan, mulai dari nilai harian dalam bentuk pop quis, ujian tengah semester dan ujian semester. Selain itu dilakukan penilaian dengan memperhatikan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Kata kunci: pembelajaran, PKn.
TATAS TITIS TATAG TUTUG FILOSOFI DALAM PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN
Pawiyatan Vol 20 No 1 (2013)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijaksanaan hidup yang dilandasi logika- etika- estetika, cipta- rasa- karsa, kebenaran-kebaikan-keindahan, dalam filsafat jawa akan bersemayam dalam sanubari jalmo pinilih, petingane manungso, pitatane dumadi. Pandangan orang Jawa atau filsafat jawa dalam kehidupan yang serba teknologi hampir-hampir dilupakan orang orang terdidik ( baca perguruan tinggi ). Hal ini mengakibatkan filsafat jawa yang pada masanya disebut sebagai budaya yang adhi luhung lambat tetapi pasti akan musnah dari muka bumi Indonesia. Pandangan hidup orang  jawa atau filsafat jawa terbentuk dari gabungan alam pikir jawa tradisional, kepercayaan hindu atau filsafat India, dan ajaran mistik Islam. Pandangan hidup atau filsafat jawa memang tidak terbentuk secara murni dari akar budaya bangsa Indonesia, tetapi berkembang setelah masuknya agama-agama di Indonesia, sehingga sampai sekarang kita masih dapat menjumpai masyarakat Indonesia menganut agama tertentu, tetapi juga melakukan ritual tertentu menurut budaya jawa. Kebudayaan asli jawa yang bersifat transcendental lebih cenderung pada faham aninisme dan dinamisme. Perubahan besar pada kebudyaan jawa terjadi setelah masuknya agama Hindu Budha yag berasal dari India. Kebudayaan India secara riil mempengaruhi dan mewarnai kebudayaan jawa, seperti yang ada pada sistem kepercayaan, kesenian, kesusateraan, astronomi, mitologi dan pengetahuan umum.                                                                                 Kata Kunci : Tatas, Titis, Tatag, Tutug
Gambaran Keluarga Ideal dalam Film Pramita, Dian; Dewi, Widya Novi Angga
Pawiyatan Vol 28 No 3 (2021): Edisi Khusus Pawiyatan
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.181 KB)

Abstract

Film adalah media komunikasi massa yang dapat memberikan suatu pesan kepada khalayak secara besar. Film animasi Coraline yang diproduksi oleh Laika Studio merupakan salah satu film mengenai sebuah nilai keluarga. Film Coraline bercerita tentang sebuah keluarga bernama Jones yang pindah ke sebuah tempat terpencil dan menempati sebuah rumah tua yang bernama Pink Palace. Keluarga ini terdiri dari ayah, ibu, dan putri mereka yang berusia 11 tahun bernama Coraline. Permasalahan timbul ketika Coraline merasa tidak diperhatikan oleh orang tuanya, dan dia menemukan “orang tua baru” yang sangat peduli dengannya. Gambaran sebuah keluarga yang diinginkan oleh anak inilah yang menjadi tujuan penelitian ini. Dengan menggunakan metode kualitatif yang memanfaatkan penelitian kepustakaan, bahan, data dan referensi diperoleh dari sumber-sumber tertulis terkait dengan objek yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebuah keluarga ideal adalah hasil dari keseimbangan dari beberapa aspek antara lain keluarga ideal haruslah berpusat pada pemenuhan kasih sayang orang tua terhadap anak, terpenuhinya tugas-tugas individu antara ibu, ayah dan anak, dan keluarga yang secara finansial mampu memenuhhi kebutuhan rumah tangga. Kata Kunci: Anak, Konsep Keluarga, Pengertian Keluarga
PENGELOLAAN LIMBAH TERNAK SAPI MENJADI BIOGAS
Pawiyatan Vol 22 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Biogas adalah salah satu sumber energi alternatif yang menggunakan bahan-bahan organik dalam proses pembuatannya seperti limbah peternakan, limbah pertanian, sampah organik, dan limbah organik lainnya. Pada prinsipnya teknologi biogas memberikan kemudahan didalam proses pembuatannya, sehingga mudah diterapkan pada daerah yang memiliki sumber daya manusia terbatas. Saat ini, pemerintah Indonesia telah menerapkan Program Desa Mandiri ditujukan pada daerah-daerah yang memiliki potensi energi dan dimanfaatkan dengan teknologi oleh masyarakat setempat. Desa Gogik merupakan salah satu desa yang telah menerapkan energi biogas dengan memanfaatkan kotoran ternak sapi dalam memenuhi kebutuhan energi sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pelaksanaan pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi biogas di Desa Gogik, Kecamatan Ungaran Barat ditinjau dari aspek teknis, sosial, lingkungan dan manajemen. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan dilakukan wawancara secara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditinjau dari aspek teknis ketersediaan energi lain seperti gas LPG dan kayu bakar merupakan salah satu kendala dalam pelaksanaan biogas. Peralatan dan sarana yang tersedia cukup memadai, akan tetapi hampir 70% mengalami kerusakan. Pada alih teknologi tidak didapatkan kendala apapun karena dilakukan secara terencana. Dalam aspek sosial masyarakat memiliki persepsi yang positif terhadap pelaksanaan biogas. Partisipasi masyarakat ditunjukkan dengan menyiapkan lahan dan membuat lubangan yang akan digunakan untuk membangun instalasi utama. Pada aspek lingkungan biogas belum memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi lingkungan sekitar. Selain itu, dalam pelaksanaan biogas masyarakat belum sepenuhnya menerapkan konsep zero waste. Ditinjau dari aspek manajemen masyarakat belum melakukan pengelolaan secara rutin. Selain itu, pengelolaan dilakukan secara individu skala rumah tangga. Kata Kunci : Limbah ternak sapi, biogas.
TINJAUAN YURIDIS PERLINDUNGAN MEREK YANG BELUM TERDAFTAR DI INDONESIA
Pawiyatan Vol 22 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merek sebagai salah satu karya intelektual perlu mendapatkan perlindungan hukum dalam penggunaannya. Merek sangat diperlukan dalam kegiatangan perdagangan baik barang maupun jasa ,hal ini karena peranan merek sebagai identitas suatu barang  maupun jasa yang menunjukkan asal barang dan jasa tersebut dari produsen atau pengusaha tertentu. Peniruan dibidang merek marak terjadi utamanya pada Usaha-usaha Mikro Kecil dan Menengah, oleh karena itu perlindungannya perlu diperhatikan agar didapat iklim yang kondusif dalam kegiatan perdagangan baik barang maupun jasa. Perubahan system perlindungan merek dari deklaratif ke konstitutif telah mengakibatkan diwajibkannya pendaftaran sebagai syarat untuk mendapatkan perlindungan hak atas merek. Sehingga mengakibatkan timbulnya istilah Merek  Terdaftar dan Merek yang Belum Terdaftar. Hal ini menyebabkan adanya Merek yang terlindungi dan Merek yang tidak terlindungi. Pendaftaran Merek sebagai syarat untuk mendapatkan perlindungan tidak sesuai dengan konsepsi Hak Kekayaan Intelektual itu sendiri yaitu untuk melindungi setiap karya intelektual yang beretikat baik. Lamanya proses pendaftaran dan mahalnya biaya pendaftaran serta kesadaran hukum yang rendah menyebabkan UU No. 15 Tahun 2001 tentang Merek tidak efektif sehingga diperlukan suatu sitem perlindungan yang menyeluruh guna melindungi penggunaan Merek di Indonesia sesuai dengan prinsip keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Seharusnya titik berat perlindungan Merek bukan pada pendaftaran melainkan pada penggunaannya dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa. Pendaftaran merek tidak seharusnya menghapus hak pemilik merek untuk mendapatkan perlindungan hukum.                                                           Kata Kunci: Perlindungan,  Merek yang Belum Terdaftar, Tinjauan Yuridis
Pengelolaan Perkuliahan Mata Kuliah Bahasa Inggris Berbasis Laboratorium Di IKIP Veteran Semarang
Pawiyatan Vol 22 No 3 (2015)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this research are to describe (1) the layout of laboratory based English learning, (2) the material of laboratory-based English learning, (3) the lecturers’ and students’ activities in the laboratory-based English learning, and (4) the monitor and evaluation of laboratory-based English learning. This research is basically a qualitative research with ethnography research design. For the data collection techniques, it uses the observation, interview, and documentation. Data analysis technique uses an interactive model of analysis. Data validity uses a triangulation technique. The results of the research show that (1) the layout of laboratory-based English learning was created by giving attention to the need of students. The comfort condition was created by installation of Air Conditioner (AC) and sound system in the corner of the room. The tables and chairs were set by the formation of U letter and in each table was equipped with a headset for learning listening. (2) the material for the laboratory-based English learning consisted of the speaking and learning materials. The story telling material was considered to be a complicated and complex material. The delivery of material was done through demonstration method and used several media such as film, LCD, tape recorder. (3) lecturers and students were active in doing the laboratory-based English learning. Lecturers prepared learning activities and gave motivation in a guidance, reward and punishment. Through the incorporation of a variety of methods, lecturers were able to activate students such as doing the listening, speaking, discussion, and debating. Students had the opportunity to compete through a loud reading and a story telling. (4) monitoring and evaluation of the laboratory-based English learning were done during the learning process. The evaluation was done in written, spoken and practical tests to know students’ skill in listening and speaking. Students who excel got a reward and followed enrichment program. On the contrary, those who had not achieved KKM score, got warning and entered the remedial program. Keywords : learning, English language, laboratory.
STRATEGI PENDIDIKAN YANG IDEAL UNTUK INDONESIA
Pawiyatan Vol 23 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan potensi peserta didik agar memiliki kekuatan spiritual dan kepribadian yang handal dan memiliki kecerdasan serta ketrampilan untuk kepentingan pribadi, masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karenanya pendidikan harus diarahkan mencapai fungsi mengembangkan kemampuan, membentuk watak, dan membangun peradaban bangsa. Secara akademik pendidikan sudah menunjukkan keberhasilan, namun disisi lain masih perlu pembenahan terutama dalam pembentukan watak dan membangun peradaban bangsa masih perlu memperoleh perhatian yang serius serta dibutuhkan strategi yang ideal. Strategi yang paling ideal untuk pendidikan di Indonesia adalah melalui pendidikan karakter yang kuat di semua lini lembaga pendidikan kita. Kata kunci : Strategi, Pendidikan, Ideal, Indonesia.
UPAYA PENINGKATAN RASA PERCAYA DIRI MELALUI LAYANAN BIMBINAN KELOMPOK BAGI PESERTA DIDIK KELAS X.IA-1 SMA NEGERI 15 SEMARANG PADA SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2017/2018 sunari, sunari
Pawiyatan Vol 25 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.593 KB)

Abstract

Latar belakang penelitian adalah, masih adanya sebagian peserta didik di SMA Negeri 15 Semarang yang kurang memiliki rasa percara diri dalam kegiatan sehari-hari, terutama di sekolah. Oleh sebab itu guru BK yang memiliki kedekatan dengan anak dan bahkan dapat dikatakan sebagai orang tua di sekolah, merasa perlu untuk mengentaskan masalah tersebut, salah satunya adalah melalui layanan bimbingan kelompok (BKp) oleh peneliti sebagai observer dengan guru BK lain sebagai kolaborator. Metode penelitian yang digunakan adalah PT-BK yang dikenakan pada peserta didik kelas X.IA-1 yang berjumlah 36 anak. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ada 4 (empat) langkah, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan: dokumen, observasi, dan instrumen/angket, sedangkan teknik analisis data digunakan deskriptf persentase. Hasil penelitian diperoleh simpulan: 1) rasa percaya diri peserta didik termasuk dalam kriteria tinggi, hal ini setelah dilakukan tindakan pada siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 31 atau 86,11% dengan kriteria cukup dan pada siklus II meningkat menjadi 30 atau 83,33% dengan kriteria tinggi; 2) faktor yang menyebabkan anak belum memiliki rasa percaya diri adalah, kurangnya motivasi dari anak itu sendiri (intern) dan faktor ekstren, seperti: kurangnya perhatian dari teman, keluarga, dan juga guru sehingga layanan BKp menjadi sesuatu yang sangat berperan dalam peningkatan rasa percaya diri; dan 3) pelaksanaan layanan BKp efektif meningkatkan rasa percaya diri anak, hal ini didukung perolehan skor setelah dilakukan refleksi pada siklus II sebesar 31 atau 86,11% pada siklus II.

Page 4 of 21 | Total Record : 207