cover
Contact Name
Arif Zainudin
Contact Email
ipi@upstegal.ac.id
Phone
+6288980867344
Journal Mail Official
cakrawala.upstegal@gmail.com
Editorial Address
Jl Halmahera Km 01, Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Cakrawala: Jurnal Pendidikan
ISSN : 18584497     EISSN : 25499300     DOI : https://doi.org/10.24905/cakrawala
Core Subject : Education,
Cakrawala: Jurnal Ilmu Pendidikan (P-ISSN:1858-4497, E-ISSN: 2549-9300) is a scholarly journal aimed to provide a platform for both established and early-career researchers. This journal accepts research-based papers from the fields of Teaching and Learning; Language and Literacy Education; and Applied Human Development in the Context of Schooling with submissions accepted throughout the year. It is published biannually, May and November, by Universitas Pancasakti Tegal, Indonesia. Papers are all subject to peer review before being accepted for inclusion. Contributions for future editions are welcome. Starting from Vol. 12 No. 1, Cakrawala has been accredited SINTA 3 by the Ministry of Research, Technology and Higher Education (Ristekdikti) of The Republic of Indonesia based on Director Decree No. 23/E/KPT/2019 dated 08 Agustus 2019. The Decree is as an achievement for the Peer-reviewed journal which has excellent quality in management and publication and is effective for 5 years until 2023.
Articles 334 Documents
Developing Foreign Language Proficiency Through Speech Leaning in Early Childhood Sumartono
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 7 (2010)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.253 KB) | DOI: 10.24905/cakrawala.v4i7.36

Abstract

Childhood is generally regarded as the most cheerful phase in people life. Related to the language learning, in this period of time a child unconsciously learns how to speak his/her vernacular trough constant imitation and repetition of the utterances produced by the older people when they are speaking in their mother tongue language. This phenomenon takes place when the child is about six to eight years old. In the years after, a foreign language will be effectively taught, because they are supposed to be adult linguistically, which means that tha child is going to get ready to learn a new set of habits in speaking. Several characteristics of children as young learners of a foreign language should be considered as a guideline to decide several kinds of approach, methods, techniques, and models of foreign language teaching and learning to optimize their foreign language proficiency, considering that they have specific and unique characteristics contrasted to adult learners. To yield an intended result, appropriate, accurate and integrated materials involving pronounciation, vocabulary enrichment and sentence arrangement must be selected in such a way and adjusted to the learners’ needs. It’s not easy to achieve the intended purpose of the process due to several handicaps such as; lisping, slurring, stuttering, and cluttering.
PERILAKU KEHIDUPAN REMAJA HETEROSEKSUAL Tity Kusrina
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 7 (2010)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.272 KB) | DOI: 10.24905/cakrawala.v4i7.37

Abstract

Perubahan sikap dan perilaku seksual remaja pada gilirannyamengakibatkan masalah-masalah seksual, seperti meningkatnya perilaku seks pranikah yang disertai masalah-masalah unprotectec sexuality, penyebaran penyakitkelamin dan kehamilan tidak dikehendaki atau tidak direncanakan. Masalah yangdisebut terakhir ini pada gilirannya akan menimbulkan dampak negative lain yaituaborsi atau pernikahan usia muda.Rmusan masalah perilaku pada sub masalah antara lain : factor apa saja,bagaimana bentuk, persepsi dan mengatasinya, pada sub masalah antara lainperilaku heteroseksual pra nikah remaja dipengaruhi oleh dua factor yakni factorintern dan ekstern pada remaja. Bentuk-bentuk perilaku seks pra nikah remajasangat memprihatikan karena dari hasil penelitian diperoleh angka 86,6 % telahmelakukan intercourse, persepsi remaja terhadap perilaku seks pra nikah. Hal inibertentangan dengan nilai-nilai agama tetapi juga mengatakan hal yang wajar jikadilakukan suka sama suka, upaya penanggulangan yang dilakukan masyarakatsekitar dan sekolah.
The Figure of Speech Analysis of Jane Austen Novel "Pride and Prejudice" Yoga Prihatin
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 8 (2010)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.681 KB) | DOI: 10.24905/cakrawala.v4i8.38

Abstract

This study investigates the figures of speech used in JaneAusten‟s novel „Pride and Prejudice and the messages implied on them.The subject is Jane Austen‟s novel „Pride and Prejudice.‟ The data werecollected through several steps; reading, translating, and grouping. Theresults show that there are five figures of speech namely; Metaphor,Hyperbole, Irony, Sarcasm, and Personification found in Jane Austen‟snovel „Pride and Prejudice.‟
Hubungan Antara Fasilitas Perpustakaan Universitas, Kepuasan, dan Minat Baca Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Pancasakti Tegal Rony Yulianto
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 8 (2010)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.53 KB) | DOI: 10.24905/cakrawala.v4i8.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fasilitas diperpustakaanuniversitas dengan kepuasan mahasiswa, hubungan antara kepuasan mahasiswa dengan minatbaca mahasiswa, hubungan antara fasilitas diperpustakaan universitas dengan minat bacamahasiswa, serta hubungan antara fasilitas diperpustakaan universitas dan kepuasan mahasiswasecara bersama-sama dengan minat baca mahasiswa.Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi UniversitasPancasakti Tegal yang berukuran 358. Sebanyak 54 orang mahasiswa yang diambil secara acakdilibatkan dalam penelitian ini. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesionerdengan susunan instrument pertanyaan menggunakan skala Likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada hubungan yang positif signifikan antarafasilitas di perpustakaan universitas dengan kepuasan mahasiswa, koefisien korelasinya sebesarrx1x2 = 0,659** dengan probabilitas sebesar 0,000; (2) ada hubungan yang positif signifikanantara kepuasan dengan minat baca mahasiswa, koefisien korelasinya sebesar rx2y = 0,565**dengan probabilitas sebesar 0,000; (3) ada hubungan yang positif signifikan antara fasilitasperpustakaan universitas dengan minat baca mahasiswa, koefisien korelasinya rx1y = 0,400**dengan probabilitas sebesar 0,003; (4) ada hubungan yang positif signifikan antara fasilitasperpustakaan universitas dan kepuasan mahasiswa secara bersama-sama dengan minat bacamahasiswa. Dalam konteks penelitian ini besarnya koefisien korelasi ganda R= 0,566** denganprobabilitas sebesar 0,000.
Studi Komparasi Model Taylor Dalam Pengembangan Kurikulum Ditinjau Dari Kreativitas Siswa berbakat Isnani
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 8 (2010)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.399 KB) | DOI: 10.24905/cakrawala.v4i8.40

Abstract

Penelitian ini akan membahas kreativitas siswa pada pelajaran matematika berdasarkanbakat yang dimilki siswa menurut calvin Taylor yaitu bakat berfikir kreatif produktif, komunikasi,meramal, merencanakan dan mengambil keputusan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adapengaruh positif dari kelima bakat diatas pada kreativitas siswa. Dan ada perbedaan kreativitassiswa berdasarkan kelima bakat tersebut, bakat berfikir kreatif produktif memilki kreativitasmatematika lebih baik dari pada bakat yang lainnya. Sedangkan keempat bakat yang tersebut tidakada perbedaan hasil kretivitas siswa.
Pengaru Manajemen Dana BOS, Iklum Sekolah, Kualitas Pelayanan Gguru dna Motivasi Kerja Guru Terhadap Akses Masyarakat dalam Pendidikan di Kota Tegal Yanuarto
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 8 (2010)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.599 KB) | DOI: 10.24905/cakrawala.v4i8.41

Abstract

Kebijakan Pembangunan Pendidikan sekarang ini menekankan padaProgram Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Gratis dan Bermutu,dengan didukung oleh pembiayaan pendidikan melalui APBN maupun APBD.Realisasinya dalam bentuk Dana BOS, termasuk BOS Buku, Dana Pendidikandan Dana Pendamping. Tujuannya agar Bangsa Indonesia kedepan minimalmemiliki tingkat pendidikan Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) atauMadrasah Tsnawiyah (MTs). Hal ini untuk mengantisipasi tantangan global yangsemakin kompleks, dimana kompetisi pengembangan Ilmu Pengetahuan danTeknologi (Iptek) semakin canggih, agar kedepan bangsa Indonesia tidak hanyamenjadi penonton belaka.Apakah terdapat pengaruh antara Manajemen Dana BOS, Iklim Sekolah,Kualitas Pelayanan Guru dan Motivasi Kerja Guru terhadap akses masyarakatdalam pendidikan di Kota Tegal?. Analisis dilakukan secara induktif,kesimpulannya bahwa Manajemen Dana BOS, Iklim Sekolah, Kualitas PelayananGuru dan Motivasi Kerja Guru berpengaruh terhadap akses masyarakat dalampendidikan. Dana BOS yang dikelola dengan baik dan benar sesuai denganperaturan Perundang-undangan, Iklim Sekolah yang positif dan kondusif, KualitasPelayanan Guru memuaskan peserta didik, orang tua / wali dan masyarakat padaumumnya, Motivasi Kerja Guru yang bergairah dan profesional, menimbulkankepercayaan sekaligus jalan masuk masyarakat dalam pendidikan di Kota Tegal.Pendidikan tanpa biaya atau gratis seharusnya diberlakukan sejak dariTaman Kanak-Kanak (TK/PAUD) sampai Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA)sehingga para peserta didik tinggal konsentrasi pada pelajaran dan belajar untukmenyerap ilmu pengetahuan (knowledge), sikap (attitude) dan keterampilan(skill). Setelah lulus diharapkan menjadi sumber daya manusia (SDM) berkualitasyang memiliki keunggulan kompetitif di pasar nasional maupun global.
Konseling Bercorak Budaya: Penerapannya dalam Komunikasi Konseling Sitti Hartinah
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 8 (2010)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.292 KB) | DOI: 10.24905/cakrawala.v4i8.42

Abstract

Keseluruhan spektrum tugas pokok dan kegiatan konselor memang lebih luas dari “sekedar”proses konseling. Kegiatan pengelolaan, keorganisasian dan kolaborasi profesional tidak lain berujungpada pengembangan proses konseling yang efektif demi peningkatan mutu profesi konselor. Dalamproses konseling konselor dan konseli selalu berhubungan dengan orang lain, dan memerlukan saranaberupa komunikasi Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari konselor kepada konseli melaluimedia tertentu untuk menghasilkan efek atau tujuan dengan mengharapkan feedback atau umpanbalik. Dalam berkomunikasi akan menimbulkan efek, yakni berupa penambahan wawasan ataupengetahuan (kognisi), sikap (afeksi), atau perubahan perilaku (psikiomotorik). Selain komuni kasibermanfaat untuk mendidik (to educate), meyakinkan (persuade), menghibur (to entertain), danmenginformasikan (to inform). Berdasarkan tujuan dan manfaatnya dari komunikasi konseling selaluberhubungan dengan interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari para siswa, oleh karena itu makalahini membahas mengenai penerapan nilai-nilai budaya dalam komunikasi konseling
Pembiayaan Pendidikan Perspektif Efisiensi dan Nilai Ekonomi Faridah
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 8 (2010)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.776 KB) | DOI: 10.24905/cakrawala.v4i8.43

Abstract

Banyak kajian yang memecahkan misteri pertumbuhan ekonomi dalamkaitannya dengan kualitas manusia, tetapi tidak ada satu pun yang menemukanbahwa hubungan antara kedua variabel tersebut saling meniadakan. Oleh karena itu,terdapatnya kegagalan-kegagalan dalam mengembangkan berbagai projek dinegara-negara berkembang telah menyadarkan para ekonom: bahwa kemampuansuatu masyarakat untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan tergantungantara lain kepada tarap pendidikan masyarakatnya.Berdasarkan perspektif ekonomi pembangunan, rendahnya mutu pendidikan dinegara-negara yang sedang berkembang dianggap sebagai masalah yang turutmemengaruhi kondisi ketenagakerjaan. Sebagaimana dijelaskan oleh Sukirno (1985),di samping menghadapi masalah-masalah pendidikan yang bersifat kuantitatif,negara-negara berkembang menghadapi pula beberapa masalah pendidikan yangbersifat kualitatif.Masalah tersebut dapat dijelaskan oleh faktor-faktor berikut ini. Pertama,karena kekurangan biaya yang dapat disediakan untuk memberikan pendidikan yangsempurna. Di satu pihak terdapat tekad yang sungguh-sungguh untuk meningkatkantarap pendidikan penduduk, tetapi di pihak lain, biaya yang dapat mereka sediakanuntuk dapat mewujudkan keinginan tersebut sangat terbatas.Kedua, negara-negara berkembang menghadapi masalah kekurangan bukubuku teks yang sesuai dengan kepentingan dan keadaan mereka. Ketiga, kurangnyafasilitas dan gaji yang relatif rendah mempengaruhi gairah para pengajar untukmemberikan pelajaran kepada para pelajar dan mahasiswa dengan sebaik-baiknya.
Faktor Determinasi dan Upaya Peningkatan Kinerja Guru Teknik Mesin Sekolah Menengah Kejuruan Tri Jaka Kartana
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 8 (2010)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.988 KB) | DOI: 10.24905/cakrawala.v4i8.44

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendapatkan penjelasan ada atau tidaknya kesesuaian model yang dibangun dari data empiris, dan (2) mendapatkan penjelasan tentang seberapa besar kontribusi faktor determinasi terhadap kinerja guru. Penelitian ini menggunakan model pengukuran. Ini adalah pendekatan yang menggunakan "analisis faktor konfirmatori". Populasi dalam penelitian ini adalah guru teknik pada seluruh SMK Negeri di Jawa Tengah pada semester II tahun ajaran 2004- 2005. Sampel diperoleh melalui “teknik multi stage cluster area ramdom sampling”. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup. Data dianalisis dengan analisis koefisien determinasi LISREL-8,51. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model sesuai dengan data empiris. Model tersebut paling tepat digunakan sebagai dasar untuk membuat model perencanaan guna mengoptimalkan peran guru teknik SMKN di masa yang akan datang, khususnya dalam peningkatan kualitas kompetensi guru terutama dalam kaitannya dengan kepemimpinan dan kewirausahaan guru serta kepribadian teknologi mereka. Oleh karena itu, peningkatan peran guru SMKN ke depan disarankan untuk dipersiapkan dengan baik melalui sertifikasi melalui uji kompetensi bagi calon guru teknik.
Studi Komparatif Tingkat Reliabilitas Tes Prestasi Hasil Belajar Matermatika Pada Tes Bentuk Uraian dengan Model Penskoran GPCM (Generalized PArtial Credit Model) dan Penskoran GRM (Graded Response Model) Lita Destri Ningsih; Isnani
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 4 No 8 (2010)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.586 KB) | DOI: 10.24905/cakrawala.v4i8.45

Abstract

Penelitian ini akan membahas perbedaan tingkat reliabilitas tes prestasi hasilbelajar matematika pada tes bentuk uraian dengan model penskoran GPCM danpenskoran GRM. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ada perbedaantingkat reliabilitas tes prestasi hasil belajar matematika pada tes bentuk uraiandengan model penskoran GPCM dan penskoran GRM

Page 3 of 34 | Total Record : 334