cover
Contact Name
Wilmar Maarisit
Contact Email
wmaarisit@yahoo.com
Phone
+6285242613749
Journal Mail Official
ukitwenasfmipa@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Kristen Indonesia Tomohon Jln. Manado-Tomohon Kelurahan Talete II (Kuranga). Kec. Tomohon Tengah, Kota Tomohon. Sulawesi Utara Indonesia
Location
Kota tomohon,
Sulawesi utara
INDONESIA
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical)
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) is an Nasional journal presenting original research in Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, Pharmaceutical Care, Pharmaceutical Technology. We receives manuscripts in Bahasa Indonesia and English Language. Publishing frequency 2 issues per year, on April and October.
Articles 171 Documents
Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Antibiotik Pada Pasien ISPA Di Puskesmas Tonusu Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso Grace P. Benua; Gideon A.R. Tiwow; Sonny Untu; Ferdy A. Karauwan
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 2 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.742 KB) | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v2i2.126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Tonusu Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso. Penelitian ini menggunakan metode rancangan penelitian desktiptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Hasil penelitian yang di dapatkan dari hasil pengambilan data seluruh pasien ISPA di Puskesmas Tonusu Kecamatan Pamona Puselemba Kabupaten Poso periode Januari-Juni 2018 dan didapatkan 126 pasien ISPA yang mendapatkan terapi dengan antibiotik. Hasil evaluasi rasionalitas penggunan antibiotik berdasarakan kriteria tepat diagnosa (100%), tepat indikasi (100%), tepat dosis Amoxicillin (80,2%), tepat dosis Cotrimoxazole (82,9%), tepat waktu interval pemberian Amoxicillin (82,9%), tepat waku interval pemberian Cotrimoxazole (82,9%), tepat cara pemberian (100%), dan tepat lama pemberian (100%).
Ekstraksi Dan Analisis Sifat Fisiko Kimia Oleoresin Jahe Zingiber officinale Rosc Sandra A. Korua
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 2 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.412 KB) | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v2i2.127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rendemen dan sifat fisiko kimia oleoresin jahe atas perbedaan jenisjahe dan pelarut serta menentukan kombinasi jenis jahe dan pelarut yang tepat untuk menghasilkan rendementertinggi dan sifat fisiko kimia oleoresin jahe sesuai standar mutu. Hasil Analisis Fisiko Kimia menunjukkan:(i) Rendemen oleoresin jahe yang diperoleh berkisar antara 6,93 %- 18,51 %. Jenis jahe (A) dan jenis pelarut(B) dan interaksi antara jenis jahe dan pelarut (AB) berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen oleoresinjahe, (ii) Kadar minyak oleoresin jahe yang diperoleh berkisar antara 34,96% - 67,60%. Kadar minyakoleoresin dipengaruhi oleh jenis jahe (A) dan jenis pelarut (B) dan interaksi antara jenis jahe dan pelarut (AB).(iii) Kadar minyak atsiri oleoresin jahe yang diperoleh berkisar antara 17,94 % - 43,21 %. Kadar minyakatsiri oleoresin dipengaruhi oleh jenis jahe (A) dan jenis pelarut (B) dan interaksi antara jenis jahe dan pelarut(AB), (iv) Kadar abu oleoresin jahe yang diperoleh berkisar antara 0,19 % - 0,96 %. Kadar abu oleoresindipengaruhi oleh jenis jahe (A) dan jenis pelarut (B) dan interaksi antara jenis jahe dan pelarut (AB), (v) Indeksrefraksi oleoresin jahe yang diperoleh berkisar antara 1,48 - 1,5. Indeks refraksi oleoresin dipengaruhi olehjenis jahe (A) dan jenis pelarut (B) dan interaksi antara jenis jahe dan pelarut (AB), (vi) Warna yang terbaikdiperoleh dari jenis jahe merah dan pelarut etanol yaitu coklat tua kemerahan dan (vii) Jenis jahe merah danpelarut etanol merupakan kombinasi perlakuan yang paling tepat untuk menghasilkan oleoresin dari jahedengan rendemen 18,51% , kadar minyak 67,60 % , kadar minyak atsiri 30,38 %, kadar abu 0,96% danindeks refraksi 1,480 serta warna coklat tua kemerahan.
Cengkeh Dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Manusia Melalui Pendekatan Competitive Intelligence Franky Reintje Tulungen
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 2 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.817 KB) | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v2i2.128

Abstract

Penggunaan Cengkeh dan produk turunannya, seperti eugenol perlu dilakaukan untuk meningkatkankesejahteraan petani cengkeh di satu pihak dan kesehatan masyarakat dilain pihak. Penelitian yang bertujuanuntuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan eugenol cengkeh untuk kesehatan manusia. Penelitian inimerupakan studi kepustakaan dengan menggunakan metode Competitive Intelligence (CI). Dimulai denganrencana pengumpulan data, pengumpulan data, analisis data, pemahaman hasil analisis, kesimpulan danrekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eugeneol cengkeh dapat digunakan sebagai obat untukkesehatan manusia karena memiliki fungsi dan peran sebagai: (i). antikanker (induksi apoptosis terhadap selsel kanker dengan aktivitas antiproliferatif, antimetastatik), (ii). antibakteri (merusak membrane dan dindingsel bakteri, sehingga cocok sebagai bahan disinfektan dan obat untuk penyakit gigi, rongga mulut, gusi dansaluran pencernaan), (iii) anti-jamur (memiliki potensi terapeutik dan efek penghambatan asam asam aminodalam membran sitoplasma ragi sehingga dapat mengobati penyakit, seperti penyakit kulit dan organ saluranpencernaan), (iv) antioksidan (turunan eugenol dapat memperlambat atau mencegah proses oksidasi yangdapat memberikan efek antipedroganik dan antiteratogenik asam retinoat}, (v) antiinflamasi (antiproliferatifdan antifibrogeniknya serta hepatoprotektif) dan (vi) anti-serangga (eugenol sebagai lavarsida dapatdipergunakan untuk mengontrol serangga seperti nyamuk Aedes aegypti dan Anopeles stephensi). Saran perlusegera melakukan penelitian lebih lanjut untuk pemaanfaatan eugenol sebagai obat, antara lain pengobatankanker sebagai obat herbal.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Tanaman Jengkol Pithecellobium jiringa Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa Jabes Kanter; Sonny Untu
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 2 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.616 KB) | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v2i2.218

Abstract

Salah satu tanaman yang berkhasiat sebagai obat adalah jengkol (Pithecellobium jiringa) yang sudah ada sejak lama di Indonesia dan biasanya ditanam di kebun atau pekarangan. Kandungan kimia yang terdapat pada jengkol dapat berkhasiat sebagai obat luka, bisul, kudis dan eksim. Adanya senyawa-senyawa seperti tanin, saponin, flavonoid dan minyak atsiri pada kandungan kimia jengkol, diduga dapat berkhasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan Mengetahui daya hambat dan bagaimana pengaruh peningkatan konsentrasi dari ekstrak kulit buah jengkol terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Metode Penelitian Pengujian antibakteri dilakukan dengan tekhnik Difusi Agar menggunakan cara Kirby-Bauer yang dimodifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ekstrak kulit buah tanaman jengkol berpengaruh terhadap penghambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa, serta Peningkatan konsentrasi yang diberikan (5 sampai 80%) dari ekstrak kulit buah tanaman jengkol terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa memiliki pengaruh yang cukup jelas terlihat (adanya zona bening), hal ini disebabkan karena semakin tinggi tingkat konsentrasi maka semakin besar daya hambat yang terjadi.
Uji Efektivitas Ekstrak Bunga Pepaya Jantan Carica papaya L. Sebagai Analgesik Terhadap Tikus Putih Rattus norvegicus Swingly Fidelik Manengkey; Ferdy A. Karauwan; Amal R. Ginting; Silvana L. Tumbel
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 3 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.655 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v3i1.248

Abstract

Ekstrak bunga pepaya jantan (Carica papaya L) dengan dosis 75 mg/kgBB, 150 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB, kontrol positif (Paracetamol), dan kontrol nergatif (Na CMC) telah dilakukan uji sebagai analgesik terhadap tikus putih. Perlakuan diberikan terhadap tikus yang sudah diinduksi panas menggunakan water bath dengan suhu 53,5°C selama kurang lebih 1 menit. Tikus percobaan dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dengan 3 kali pengulangan. Hasil penelitian selama 120 menit menunjukkan bahwa ekstrak bunga pepaya jantan dengan dosis 75 mg/kgBB. 150 mg/kgBB dan 300 mg/kgBB menunjukkan efektivitas sebagai analgesik dengan adanya penurunan geliat pada tikus percobaan, dimana penurunan paling baik ditunjukkan oleh ekstrak dengan dosis 300 mg/kgBB. Hal ini disebabkan karena ekstrak bunga pepaya mengandung flavonoid dan tanin yang berperan sebagai analgesik dengan cara menghambat enzim siklooksigenase, sehingga pembentukan prostaglandin penyebab nyeri oleh asam arakidonat terhambat.
Pengaruh Pemberian Air Kelapa Hijau Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Siswi Kelas XI SMAN 2 Ratahan Kecamatan Pasan Kabupaten Minahasa Tenggara Fina Feronica Kotangon; Christel Sambou; Jabes Kanter; Yessie Lengkey
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 3 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.947 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v3i1.249

Abstract

Kandungan kalsium dan magnesium yang terkandung dalam air kelapa hijau yang dapat merelaksasikan otot Rahim akibat prostaglandin yang meningkat yang menyebabkan nyeri dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa hijau terhadap penurunan dismenore pada siswi. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan disain One Group Pre Test – Post-test. Jumlah sampel yang diteliti yaitu 21 siswi. Instrument penelitian adalah NRS (Numeric Rating Scale) dengan menggunakan analisis data wilxocon-test. Hasil penelitian menunjukan 90.5% responden sebelum diberikan air kelapa hijau berada dalam skala nyeri 4-6 (sedang), dan setelah diberikan air kelapa hijau 71.4% responden berada dalam skala 1-3 (ringan).
Evaluasi Kepatuhan Penggunaan Obat Pada Pasien Geriatri Penderita Benign Prostatic Hyperplasia Di RSU GMIM Bethesda Tomohon Jacky Karel Simboh; Douglas Pareta; Ferdy Karauwan; Nerni Potalangi
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 3 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.509 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v3i1.250

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau Pembesaran Prostat Jinak adalah tumor jinak yang sebagian besar terjadi pada pria, dan timbulnya berkaitan dengan usia. Kepatuhan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku pasien dalam minum obat secara benar tentang dosis, frekuensi dan waktunya. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kepatuhan penggunaan obat pada pasien geriatric penderita Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) di RSU GMIM Bethesda Tomohon. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis analisis observasional dengan rancangan cross sectional. Sampel diperoleh menggunakan teknik total Sampling. Data penelitian diperoleh dari kuesioner diisi oleh 11 responden yang adalah pasien yang geriatri penderita BPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien geriatri penderita Benign Prostatic Hyperplasia di RSU GMIM Bethesda Tomohon termasuk dalam kategori sedang dengan skor 6,16.
Identifikasi Kandungan Formalin Pada Tahu Putih Di Pasar Tradisional Airmadidi Christi Wuisan; Vlagia Paat; Christel Sambou; Silvana Tumbel
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 3 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.871 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v3i1.251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kandungan formalin pada tahu putih yang beredar di Pasar Tradisional Airmadidi. Jenis penelitian ini yaitu uji laboraturium untuk mengidentifikasi adanya kandungan formalin lewat analisis kualitatif dengan menggunakan dua pereaksi yaitu pereaksi KMnO4 dan Test Kit Formalin. Hasil identifikasi kandungan formalin, terdapat dua sampel yang postif dengan menggunakan pereaksi KMnO? yaitu sampel A dan G. Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Metode KMnO? mampu mendeteksi kandungan formalin dibawah batas deteksi Test kit formalin yaitu 2 ppm. Adanya kandungan formalin pada tahu putih tidak dapat ditentukan hanya dengan melihat ciri-ciri tahu tersebut namun perlu dilakukan penelitian agar hasil yang di dapatkan lebih akurat.
Analisis Drug Related Problems (DRPs) Pada Pasien Tuberkulosis di Rawat Inap Rumah Sakit Tipe C Noongan Florendo F. Tuegeh; Douglas N. Pareta; Randi Tampa’i; Silvana L. Tumbel
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 3 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.638 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v3i1.252

Abstract

Tuberkulosis di Indonesia berada diperingkat ketiga setelah India dan Cina, organisasi kesehatan dunia tahun 2018 menyatakan di Indonesia insiden TB mencapai 842.000 kasus. Terapi untuk menggunakan obat terutama ditujukan untuk meningkatkan kualitas atau mempertahankan hidup pasien. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pengambilan sempel dilakukan dengan metode purposive sampling, yaitu dengan mengambil sempel dan karakteristik tertentu pada pasien tuberkulosis di rawat inap. Lokasi Rumah Sakit Tipe C Noongan Waktu : Januari 2018-Maret 2018. Data yang diperoleh dibandingkan dengan standart penggunaan obat yang telah ditetapkan, diantaranya, Permenkes nomor 67 tahun 2016, buku-buku informasi obat dan literatur lain yang mendukung. DRPs yang terjadi yaitu obat tidak tepat sebanyak 2 kasus (40,00%), indikasi yang tidak diobati 1 kasus (20,00%), dosis kurang 1 kasus (20,00%) dan dosis lebih 1 kasus (20,00%).
Evaluasi Kerasionalan Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Gagal Ginjal Di Rumah Sakit Siloam Manado Gabyara Mandey; Randy Tampa’i; Rinny V. Sakul; Yessie K. Lengkey; Einstein Z. Karundeng
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 3 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.367 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v3i1.253

Abstract

Penggunaan antibiotik yang rasional dapat dilihat dari beberapa parameter, yaitu tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis, dan tepat lama pemberian. Penggunaan antibiotik khususnya pada gagal ginjal perlu diperhatikan karena dapat menyebabkan toksisitas pada ginjal. Penggunaan antibiotik harus dipertimbangkan karena beberapa antibiotik bersifat toksik terhadap ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kerasionalan penggunaan antibiotik pada pasien gagal ginjal diRumah Sakit Siloam Manado. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif selama bulan Januari – Juni 2019 di instalasi rawat inap Rumah Sakit Siloam Manado. Penelitian ini dilakukan terhadap 41 catatan rekam medik pasien dengan penyakit gagal ginjal. Hasil penelitian menunjukkan evaluasi penggunaan antibiotik yang rasional berdasarkan kriteria tepat pasien sebesar 100%, tepat indikasi sebesar 100%, tepat obat sebesar 84,37%, tepat dosis sebesar 84,37%, dan tepat lama pemberian sebesar 87,5%.

Page 5 of 18 | Total Record : 171