cover
Contact Name
Fitra Yanti
Contact Email
prodi_pmi@uinib.ac.id
Phone
+6285727714556
Journal Mail Official
prodi_pmi@uinib.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang Jl. Prof. Mahmud Yunus, Lubuk Lintah Padang, West Sumatera, Indonesia 25153
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam
ISSN : 20861281     EISSN : 26572079     DOI : 10.15548/jt.v12i2
Jurnal Tathwir adalah jurnal ilmiah tentang isu-isu sosial dan perkembangan masyarakat Islam. Jurnal ini pertama kali diterbitkan pada bulan April 2009 oleh Departemen Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Fakultas Dakwah UIN Imam Bonjol Padang. Nama Jurnal Tathwir terinspirasi dari semangat perubahan yang merupakan derivasi dari kata “tathwir” (perubahan). Jurnal ini terbit secara berkala setiap bulan April dan Oktober. Jurnal Tathwir memuat artikel-artikel dari hasil penelitian dan pengabdian masyarakat yang berkaitan dengan kajian ilmu-ilmu sosial keagamaan.
Articles 104 Documents
Patigan: Model Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Aset Berbasis Kearifan Lokal Mistarija Mistarija; Shovia Lintina; Bukhari Bukhari; Fitra Yanti
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 16, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v16i2.11640

Abstract

This article discusses the patigan revenue sharing system based on the practices of the Nagari community of Sungai Nanam, Solok, West Sumatra. The goal is to explore and develop the Patigan model as a community empowerment approach based on local assets and indigenous wisdom. The Patigan model, rooted in the traditional one-third profit-sharing value of the Minangkabau agrarian culture, embodies the spirit of justice, mutual cooperation, and social trust. Employing a descriptive qualitative approach, the research was conducted in Nagari Sungai Nanam, West Sumatra, through participatory observation, in-depth interviews, and focus group discussions (FGDs). The findings reveal that local assets such as natural resources, customary social structures, religious values, and local knowledge play a vital role in the empowerment process. The Patigan process has been shown to enhance participation, strengthen social cohesion, and foster community self-reliance. This study concludes that the Patigan model holds potential as a contextual local alternative to global empowerment approaches such as Asset-Based Community Development (ABCD). It is hoped that this model can be replicated and further developed to support sustainable community-based development.  
Peran Sekolah Lansia Selaras Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Lanjut Usia di Desa Tandam Hulu II Kabupaten Deli Serdang Wildah Veizy Jasmin; Hodriani Hodriani
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 16, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v16i1.9983

Abstract

ABSTRACTThis research aims so understand the role of the Selaras Elderly School in improving the welfare of elderly inTandam Hulu II village, Deli Serdang Regency. It examines how the Selaras Elderly School realize independent, active, productive and dignified elderly individualsacross seven dimensions of resilient elderly. This study employs a qualitative research method with a descriptive approach. The sujects of this research include the Head of Tandam Hulu II village, the Chairperson of the Selaras Elderly School, BKL cadres from Tandam Hulu II Village, Student of the Selaras Elderly School, families of the student. And representative from BKKBN of North Sumatera Provincial Government. The types of data used in this study are primary and secondary data. Primary data were obtained though observation, interviews, and documentation. Meanwhile, secondary data were gathered from books, journals, articles, and website related to the research topic. The data analysis techniques employed include data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the Selaras Elderly School is an appropriateeducational institution for empowering the elderly to become resilientand prosperous. In enchancing elderly welfare, the Selaras Elderly School provides services based on seven dimensions relevant to elderly care in every avtivity: spiritual dimension, phyisical dimension, emotional dimension, intellectual dimension, social community dimension, vocational dimension, and environmental dimension.Key Word : Elderly, Elderly School, Elderly Welfare ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peran Sekolah Lansia Selaras dalam Meningkatkan Kesejahteraan Lansia di Desa Tandam Hulu II Kabupaten Deli Serdang. Bagaimana Sekolah Lansia Selaras mewujudkan lansia yang mandiri, aktif, dan produktif, serta bermartabat dalam tujuh dimensi lansia tangguh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian yaitu kepala desa Tandam Hulu II, siswa Sekolah Lansia Selaras, keluarga siswa lansia selaras, dan perwakilan dari BKKBN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dara primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari oservasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder didapat melalui buku, jurnal, dan artikel serta website yang berkaitan dengan topik penelitian. Teknik analisis data yang dipakai meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah lansia selaras merupakan lembaga pendidikan yang tepat untuk dijadikan sebagai tempat pemerdayaan lansia yang tangguh dan sejahtera. Dalam meningkatkan kesejahteraan lansia, Sekolah Lansia Selaras Melaksanakan pelayanan berdasarkan tujuh dimensi lansia pada setiap kegiatannya, yaitu dimensi spiritual, dimensi fisik, dimensi emosional, dimensi intelektual, dimensi sosial kemasyarakatan, dimensi vokasional, dan dimensi lingkungan.Kata Kunci: Lansia, sekolah lansia, kesejahteraan lansia
Transformasi Marginal dalam Pemberdayaan Komunitas Nelayan melalui Program Pembudidayaan Ikan Air Tawar Tifa Maylasandi
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 16, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v16i2.12323

Abstract

This research analyzes the transformation of the fishing community in Nagari Ampang Pulai, Koto XI Tarusan District, which is classified as a marginal community. These communities face challenges in accessing economic, educational, and health resources that hinder their social functioning.  The empowerment program through a top-down process which is considered effective actually kills the creativity of the people of this area. The marginal concept in the fishing community in Nagari Ampang Pulai is reviewed in several empowerment perspectives. First, the functional perspective reveals how social structure and economic function in the face of social inequality and external change. Second, the conflict perspective reveals structural injustice and economic exploitation by elite groups that exacerbate poverty. Third, a critical approach highlights social policies and programs. Fourth, the symbolic interactionalist perspective highlights how meaning and expectations constructed through daily interactions reinforce feelings of powerlessness and injustice. This research focuses on how people who work as fishermen manage their income, explaining how cultural concepts influence interaction patterns, as well as empowerment efforts made by the government to improve the economy for fishing communities. Through marginalization studies, this research uses qualitative methodology with a phenomenological research approach. Data was collected using observation, documentation and interview techniques. The research results show that the fishing community is avoidant in managing finances, there is domination of social differentiation which influences the social structure in society in Nagari Ampang Pulai, and empowerment programs for the fishing community.
Transformasi Smart People melalui Keterampilan Digital: Analisis Teori David Korten Yulia Annisa Annisa; Darusman Darusman; Fitra Yanti
TATHWIR: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam Vol 17, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v17i1.13903

Abstract

Transformasi digital dalam pembangunan desa menempatkan smart people sebagai elemen kunci dalam meningkatkan kualitas hidup dan peluang ekonomi masyarakat. Namun, peningkatan keterampilan digital tidak selalu berbanding lurus dengan pemberdayaan masyarakat secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi keterampilan digital terhadap transformasi smart people serta mengidentifikasi faktor penyebab dari dampaknya yang masih bersifat parsial dengan menggunakan perspektif teori Fit David C. Korten. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain explanatory sequential, melalui survei kuantitatif terhadap masyarakat desa di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, yang diikuti dengan wawancara mendalam untuk memperkuat interpretasi hasil. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi, dan analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan digital memiliki pengaruh signifikan terhadap akses pekerjaan sebesar 49,1%, namun proses transformasi yang terjadi masih berada pada tahap pemanfaatan dan belum mencapai pemberdayaan penuh. Temuan ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara kemampuan digital masyarakat dengan peluang ekonomi yang tersedia. Selain itu, ditemukan adanya ketidaksesuaian (misfit) dalam tiga dimensi Model Fit, yaitu antara program dengan kebutuhan masyarakat, antara organisasi pelaksana dengan desain program, serta antara organisasi dengan karakteristik masyarakat, yang menyebabkan proses pembangunan masih berhenti pada tahap capacity building. Akibatnya, masyarakat cenderung menjadi pengguna teknologi, bukan aktor yang mandiri, sehingga berisiko mengalami transformasi yang semu.

Page 11 of 11 | Total Record : 104