cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 3 (2017): September 2017" : 37 Documents clear
STUDI KARAKTERISTIK DASPAL MODIFIKASI DENGAN BAHAN GETAH DAMAR, FLY ASH, MINYAK GORENG DAN LATEKS DIBANDINGKAN DENGAN ASPAL PENETRASI Soniel Zai, Aroman Karsensyah; Djumari, Djumari; Setyawan, Ary
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.9 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36722

Abstract

Daspal ialah salah satu alternatif bioaspal, terbuat dari bahan-bahan yang dapat diperbaharui sebagai pengganti aspal konvensional. Daspal terinspirasi dari jabung yang terbuat dari getah damar, serbuk batu bata dan minyak goreng. Jabung memiliki kesamaan karakter dengan aspal konvensional. Penelitian karakteristik jabung telah dilakukan oleh Muchammad Fachri Nasution namun masih terdapat kekurangan yaitu nilai titik lembek dan daktilitas yang tidak memenuhi syarat. Pada penelitian ini serbuk batu bata akan digantikan fly ash karena fly ash memiliki butiran lebih halus sehingga dapat menjadi absorben yang lebih baik atau pengikatan pada kotoran yang leih baik. Getah damar akan berperan sebagai resin alami daspal, minyak goreng akan menjadi pelarut campuran. Penggunan polimer tambahan juga dilakukan yaitu dengan penembahan lateks, diharapakan dapat memperbaiki keelastisan daspal dalam uji daktilitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat properties daspal modifikasi sesuai dengan spesifikasi pengujian aspal penetrasi dan mencari komposisi optimal daspal. Metode penelitian ini dilakukan dengan pengujian di laboratorium. Pada penelitian kali ini yang menjadi komposisi dasar dari damar yaitu damar (100gr damar murni atau bongkahan + 350gr damar kemasan atau bubuk), serbuk fly ash (150gr) dan minyak goreng (205gr) dan lateks yang dicampurkan dengan cara dimasak pada suhu dibawah 150oC. Sedangkan variasi lateks dimulai dari 0%, 2%, 4%, 6%, 8% dan 10%. Pengujian yang dilakukan ialah uji penetrasi, uji titik lembek, uji daktilitas, uji titik nyala, uji berat jenis, uji kelekatan dan uji kelarutan. Daspal modifikasi optimum pada campuran daspal damar (100gr damar murni atau bongkahan + 350gr damar kemasan), serbuk Fly Ash (150gr) ,minyak goreng (205gr), dan lateks 4% , nilai daktilitas 119,5 cm, nilai titik nyala 260 oC, penetrasi daspal 43 dmm, dan nilai berat jenis 0,97 gr/cm3. Daspal modifikasi ini tidak memenuhi spesifikasi dalam hal kelarutan daspal dalam larutan trichlore ethylene yaitu sebesar 95% tetapi memenuhi nilai kelekatan daspal pada batuan sebesar 99%. Dengan nilai optimum tersebut, daspal bisa dikategorikan seperti aspal pen 40.
ANALISIS DAN IDENTIFIKASI SISA MATERIAL KONTRUKSI DALAM PROYEK PEMBANGUNAN DAN PENINGKATAN JALAN SOLO-GEMOLONG-GEYER Bts, Kab.SRAGEN Sugiyarto, Sugiyarto; Hartono, Widi; Prakoso, Indra Tri
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.682 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36738

Abstract

Pembangunan di Jalan Solo-Purwodadi beberapa tahun terakhir ini berkembang begitu pesat. Pembangunan yang terlihat mencolok adalah pembangunan kontruksi Jalan Rigid Pavement yang dibangun terus menerus. Pembangunan tersebut tidak lepas dari penggunaan berbagai jenis sumber daya alam.Penelitian ini mengenai analisis dan identifikasi sisa material kontruksi pada pembangunan perkerasan jalan beton pada jalan Surakarta-Gemolong-Geyer Bts Kab.Grobogan (Kab.Sragen). Dimana langkah yang dilakukan pertama kali ialah melakukan pengamatan langsung serta wawancara terhadap kontraktor pelaksana sehingga mendapat data primer berupa apa saja sisa material yang ada di lapangan, kemudian peneliti mendapatkan data sekunder yang berupa Laporan bulanan serta gambar rencana proyek,dengan data yang telah didapat selanjutnya melakukan analisis jumlah serta biaya sisa material menggunakan perhitungan waste level, waste indeks ,dan waste cost, serta menggunakan metode fishbone diagram untuk mengetahui apa saja penyebab terjadinya sisa material.Dari Pengamatan ini didapatkan nilai waste yang terbesar adalah beton dengan nilai waste cost Rp 212.861.219,00 ini dikarenakan nialai waste level beton sebesar 1,4% dan harga material beton merupakan material dengan harga tertinggi. dengan fishbone diagram dapat diidentifikasi apa saja penyebab terjadinya sisa material.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT, PADA BETON MUTU TINGGI METODE AMERICAN CONCRETE INSTITUTE (ACI) TERHADAP KUAT GESER BETON Prabowo, Ahmad Pandhu; Prayitno, Slamet; Supardi, Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (731.416 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36701

Abstract

Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, tower, jalan beton dan bangunan air. Struktur demikian membutuhkan beton mutu tinggi dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 Psi atau 41,4 MPa. Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat bendrat pada beton segar yang bertujuan meningkatkan kuat tekan beton.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya pengaruh penambahan serat bendrat pada beton mutu tinggi dengan menggunakan metode American Concrete Institute (ACI) terhadap kuat geser beton. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujiankuat tekan, balok dengan ukuran 8 cm x 12 cm x 100 cm untuk pengujian kuat geser. Benda uji masing-masing berjumlah 3 buah untuk 1 variasi kadar penambahan serat. Persentase serat yang digunakan adalah 0%; 0,5%;1%; 1,5%; dan 2%. Pengujian menggunakan alat Loading Frame. Perhitungan yang digunakan adalah analisis statistik dengan regresi linear pada batas kuat geser beton menggunakan program Microsoft Excel. Hasil dari penelitian ini adalah peningkatan nilai kuat geser beton setelah dibandingkan dengan perhitungan analisis. Peningkatan nilai kuat geser beton dengan kadar penambahan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah sebesar 84,09 %; 116,50 %; 171,15%; 110,66%; 100,84%.
Evaluasi Nilai EMP MKJI dan EMP Time Headway pada Simpang Bersinyal dengan Validitas Panjang Antrian (Stadi Kasus pada Simpang Bersinyal Kerten Surakarta) Sumarsono, Agus; Mahmudah, Amirotul MH; Yulistianto, Eko
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.079 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36733

Abstract

Nilai Ekuivalensi Mobil Penumpang (EMP) adalah faktor konversi dari berbagai macam kendaraan menjadi mobil penumpang. Besarnya nilai EMP untuk ruas jalan berbeda dengan nilai emp untuk bundaran. Nilai emp mempengaruhi kinerja dari sebuah ruas jalan atau sebuah simpang. Metode yang dapat digunakan untuk nilai EMP yaitu metode semi empiris, metode Walker's, metode Time Headway, regresi linier, koefisien homogenic, dan metode simulasi. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode Time Headway dengan pencatatan iringan kendaraan LV-LV, HV-HV, LV-HV, HV-LV, MC-MC, LV-MC, dan MC-LV. Tujuan dari penulisan skripsi ini adalah untuk mengetahui nilai EMP kendaran berat (Heavy Vehicle) dan EMP sepeda motor (Motor Cycle) pada simpang tiga bersinyal, dengan menggunakan metode Time Heaeadway. Lokasi penelitian bertempat pada simpang tiga bersinyal Kerten (Jalan Slamet Riyadi dengan Jalan Jendral Ahmad Yani) yang dilewati oleh proporsi iringan kendaraan bervariasi dan kontinyu sehingga memenuhi syarat perhitungan EMP. Waktu untuk survei pagi dilaksanakan pukul 06.00-08.00 dan untuk survei sore dilaksanakan pukul 15.30-17.30. Nilai EMP metode Time Headway pada survei pagi adalah EMP MC sebesar 0,49 dan untuk EMP HV sebesar 1,54. Sedangkan nilai EMP pada survei sore adalah EMP MC sebesar 0,46 dan untuk EMP HV sebesar 1,58. Hasil analisis kinerja simpang dengan menggunakan EMP MKJI agar terkonversi dalam satuan SMP (Satuan Mobil Penumpang) adalah untuk arus pagi 3391,9 SMP/jam, sedangkan untuk arus sore 4422,3 SMP/jam. Analisis Derajad kejenuhan (DS) pada survei pagi pendekat Barat 0,7, pendekat Utara 1,18, pendekat Timur 0,81. Nilai panjang antrian (QL) dengan menggunakan nilai EMP MKJI pada pendekat Barat 107,5 m, pendekat Utara 749,5 m, pendekat Timur 108 m. Sedangkan panjang antrian (QL) dengan menggunakan nilai EMP Time Headway pendekat Barat 410 m, pendekat Utara 1958,5 m, pendekat Timur 636,5 m.
KUAT LENTUR BALOK BETON TULANGAN BAMBU PETUNG POSISI VERTIKAL TAKIKAN TIDAK SEJAJAR TIPE U LEBAR 1 DAN 2 CM PADA TIAP JARAK 10 CM Okto Wisnu Nugroho; Agus Setiya Budi; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36735

Abstract

Beton mempunyai kuat tekan yang kuat, namun kuat tariknya lemah. Untuk itulah diperlukan adanya tulangan baja untuk menopang kuat tarik beton yang lemah. Beton yang ditopang dengan tulangan baja inilah yang disebut dengan Beton Bertulang. Tetapi penggunaan tulangan baja mengakibatkan ketersediaan baja semakin langka dan harganya menjadi mahal, karena itulah bambu digunakan sebagai bahan alternatif pengganti baja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kuat lentur balok beton bertulangan bambu Petung posisi vertikal takikan tidak sejajar tipe U lebar takikan 1 dan 2 cm dengan jarak takikan 10 cm. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen laboratorium. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah balok berdimensi 1700 mm x 150 mm x 110 mm dengan tulangan bambu. Dari hasil pengujian diperoleh nilai kuat lentur rata-rata balok beton dengan tulangan bambu takikan 1 cm adalah sebesar 36,9725 MPa pada bagian atas dan 562,4078 MPa pada bagian bawah. Kuat lentur rata-rata balok beton dengan tulangan bambu takikan 2 cm adalah sebesar 32,904 MPa pada bagian atas dan 500,5184 MPa pada bagian bawah.
ANALISIS KINERJA ZONA SELAMAT SEKOLAH PADA JALAN PERKOTAAN DENGAN FUNGSI JALAN ARTERI SEKUNDER (STUDI KASUS SMP N 2 BOYOLALI DAN SMP N 2 KLATEN) Dolly Martin Turnip; Budi Yulianto; Amirotul M.H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36716

Abstract

Peristiwa kecelakaan yang melibatkan pengemudi kendaraan dengan pejalan kaki atau penyeberang jalan masih sering terjadi dan angkanya selalu meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 2006, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menerapkan program ZoSS (Zona Selamat Sekolah) untuk dapat menurunkan kecepatan kendaraan yang melintasi daerah sekolah yang punya akses langsung ke jalan raya dengan uji coba penerapan pertama dilakukan di 11 kota di pulau Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja ZoSS di Jalan Perkotaan dengan studi kasus SMP N 2 Boyolali dan SMP N 2 Klaten. Penelitian dilakukan dengan survei volume kendaraan, spot speed, perilaku penyeberang, perilaku pengantar, kelengkapan ZoSS dan persepsi pelaku Car Free Day, guru, murid dan pengantar. Analisis mengacu pada peraturan Dirjen HubDat No. SK 3236/AJ 403/DRDJ/2006. Analisa data menggunakan statistik distribusi normal (uji Z). Hasil analisis dari kelengkapan fasilitas ZoSS belum memenuhi standar di dua lokasi. Spot speed masih melebihi batas kecepatan ZoSS. Analisis perilaku penyeberang belum selamat di kedua lokasi. Analisis perilaku pengantar di jalan Pandanaran belum selamat sedangkan di jalan Pemuda sudah selamat. Persepsi pelaku CFD, guru, murid dan pengantar sebagian besar mengenal ZoSS kecuali murid. Dari yang mengenali ZoSS, ada beberapa yang tidak memahami makna, tujuan, dan manfaat ZoSS.
ANALISIS EMISI GAS BUANG AKIBAT MOBIL DI KAMPUS UNIVERSITAS SEBELAS MARET Dewi Handayani; Yocky Indra Jaya; Slamet Jauhari Legowo
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36732

Abstract

Banyaknya pergerakan mobil oleh civitas akademika di kampus UNS untuk menjalankan aktivitas di lingkungan kampus dan pergerakan dari kendaraan-kendaraan tersebut masih belum dikontrol sehingga menghasilkan emisi gas buang yang belum diketahui besarnya. Dilakukan penelitian yang menghitung besarnya emisi gas buang di kampus UNS yang bertujuan untuk mengetahui pengurangan banyaknya emisi gas buang yang dihasilkan per tahun sampai dengan tahun 2022 di lingkungan kampus UNS sehubungan dengan akan di bangun gedung parkir terpusat di dua tempat maka analisis besar emisi gas buang yang akan di gunakan untuk membandingkan kondisi eksisting pada tahun 2016 dengan kondisi setelah di bangun gedung parkir terpusat yang baru. Penelitian emisi gas buang akibat mobil yang beraktifitas didalam kampus Universitas Sebelas Maret menggunakan metode survei kuesioner, parameter pengukuran emisi gas buang dihitung berdasarkan hari aktif kuliah, jarak tempuh dan jumlah kendaraan yang masuk ke lingkungan kampus Universitas Sebelas Maret, kemudian menghitung besar emisi gas buang dan pajak emisi gas buang eksisting serta membandingkan besar emisi gas buang mobil setelah dibangun gedung parkir terpusat yang menggunakan 2 pilihan alternatif. Hasil penelitian didapatkan besar emisi gas buang pada tahun 2016 yang dihasilkan CO sebesar 285,6695 Ton, HC sebesar 28,5394 Ton, NOX sebesar 15,4397 Ton, PM10 sebesar 0,2536 Ton, CO2 sebesar 23.725,6168 Ton dan SO2 sebesar 0,3365 Ton, Skenario pembangunan gedung parkir alternatif I yaitu gedung yang pertama kali dibangun adalah gedung parkir yang berlokasi di belakang kampus kemudian dilanjutkan dengan membangun gedung parkir yang berlokasi di depan kampus dan skenario pembangunan gedung parkir alternatif II yaitu gedung yang pertama kali dibangun adalah gedung parkir yang berlokasi di depan kampus kemudian dilanjutkan dengan membangun gedung parkir yang berlokasi di belakang kampus, Penurunan emisi gas buang CO, HC, NOX, PM10, CO2 dan SO2 dengan dibangun gedung parkir menggunakan alternatif I adalah sebesar 51.4146%, dan dengan dibangun gedung parkir menggunakan alternatif II adalah sebesar 26.0285%, berdasarkan nilai harga pajak yang dihitung dari CO2 pada alternatif I terjadi penghematan sebesar Rp. 30.427.101.587 dan pada alternatif II terjadi penghematan sebesar Rp. 15.403.633.795.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT DAN STYROFOAM PADA BETON RINGAN TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT TARIK BELAH DAN MODULUS ELASTISITAS Slamet Prayitno; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36714

Abstract

Perkembangan zaman dan teknologi menuntut kemajuan tak terkecuali dalam bidang material bangunan. Penelitian terhadap material bangunan sudah banyak dilakukan para ahli di bidangnya. Penelitian material tersebut tidak hanya pada penentuan komposisi campuran material yang tepat, tetapi juga mencari berbagai alternatif lain seperti penambahan bahan tertentu dan penggantian suatu komponen dengan komponen lainnya untuk menghasilkan beton yang lebih ringan. Beton ringan merupakan salah satu jenis beton yang mempunyai berat satuan di bawah 1900 kg/m3. Penambahan styrofoam dalam campuran beton dimaksudkan supaya beton menjadi ringan, sehingga dapat mengurangi beban strktur. Beton yang semakin ringan tentu mempunyai kekuatan yang sangat rendah. Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat pada beton segar, maka dipilihlah bahan tambah serat bendrat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bendrat terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan, modulus elastisitas dan kuat tarik belah.Penelitian dilakukan dengan eksperimental laboratorium. Dalam penelitian ini menggunakan benda uji berupa silinder dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk uji kuat tekan, modulus elastisitas dan kuat tarik belah dengan masing-masing kadar penambahan styrofoam sebesar 20% dan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%. Proses pengujian meliputi uji bahan, uji kuat tekan, modulus elastisitas dan kuat tarik belah. Perhitungan yang digunakan adalah analisis statistik dengan regresi linear pada batas elastis beton menggunakan program Microsoft Excel.Hasil pengujian beton yaitu nilai kuat tekan beton ringan dengan bahan tambah serat bendrat dan styrofoam pada penelitian ini mencapai nilai tertinggi pada kadar serat bendrat 0,944% dengan kuat tekan sebesar 18,443 MPa. Kemudian untuk pengujian modulus elastisitas mencapai nilai nilai tertinggi pada kadar serat bendrat 2,92% dengan modulus elastisitas sebesar 17581,94 MPa. Nilai kuat tarik belah mencapai nilai tertinggi pada kadar serat bendrat 0,96% sebesar 1,82 MPa.
ANALISIS METODE ELEMEN HINGGA PADA LENDUTAN STRUKTUR JALAN RAYA TERHADAP PENGGUNAAAN BATU KAPUR (LIMESTONE) Fajar Andi Baihaqi; Bambang Setiawan; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36709

Abstract

Kerusakan pada perkerasan jalan raya menjadi masalah dalam sistem transportasi. Salah satu cara penanganan dengan memperkuat daya dukung pondasi dengan mempertebal lapisan pondasi dan penggunaan geotekstil pada tanah dasar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan material lokal berupa batu kapur limestone sebagai material lapisan pondasi perkerasan jalan ditinjau dari nilai lendutan. Lapisan pondasi batu kapur limestone diteliti dengan variasi ketebalan 5 cm, 10 cm, 15 cm, dan 20 cm pada kondisi tanah dasar yang berbeda, yaitu tanah lunak, tanah lunak dengan geotekstil, dan tanah granuler. Penelitian ini menggunakan tiga jenis metode perhitungan, yaitu metode elemen hingga dengan batuan program SAP 2000, Plaxis v.8.2 dan rumus Hetenyi (1974). Kondisi jalan diasumsikan dalam kelas III dengan muatan sumbu terberat sebesar 8 ton. Lapisan permukaan merupakan pelat beton dengan dimensi 24 m 6 m 0,15 m dengan mutu K350 dan f'c sebesar 35 MPa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penambahan ketebalan lapisan pondasi batu kapur (limestone) dengan metode SAP 2000, Plaxis v.8.2, dan rumus Hetenyi (1974) dapat menurunkan lendutan sebesar 8,15%, 2,04%, dan 11,06%. Pertambahan geotekstil pada tanah lunak dengan tiga metode dapat menurunkan lendutan sebesar 12,52%, 1,35%, dan 16,92%. Perbandingan jenis tanah granuler dan tanah lunak dengan tiga metode dapat menurunkan sebesar 41,97%, 33,47%, dan 53,09%.
ANALISIS FATIGUE PADA WEARING COURSE MENGGUNAKAN METODE CLASSICAL FATIGUE Aditya Martien Nugroho; Ary Setyawan; Florentina Pungky Pramesti
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36725

Abstract

Permasalahan yang sering terjadi pada lapis atas perkerasan (wearing course) adalah retak yang disebabkan oleh repitisi beban yang berulang-ulang atau disebut dengan fatigue. Analisis tentang fatigue masih jarang dilakukan di Indonesia. Salah satu metode yang digunakan untuk analisis fatigue adalah metode Classical Fatigue. Dengan menggunakan metode ini akan didapatkan sebuah model persamaan untuk menganalisis fatigue. Selain itu dengan adanya permasalahan seperti ini, perlu ada inovasi baik dalam hal material dan perencanaan perkerasan wearing course yaitu dengan memodifikasi campuran aspal seperti penambahan polimer EVA atau menggunakan aspal modifikasi produksi pabrik seperti aspal SBS E-60. Penelitian menggunakan 3 jenis campuran aspal yaitu aspal penetrasi 60/70 (tanpa modifikasi), aspal SBS E-60, dan aspal modifikasi EVA. Campuran aspal terbaik (hasil uji Marshall) kemudian akan diuji untuk mendapatkan karaketristik fatigue nya. Untuk uji fatigue digunakan alat Indirect Tensile Fatigue Test (ITFT). Benda uji yang digunakan untuk pengujian ITFT berjumlah 3 buah dengan 3 variasi pembebanan yaitu 500 kPa, 600 kPa, dan 700 kPa. Suhu dan frekuensi pengujian masing masing 20oC dan 10 Hz. Hasil penelitian didapat aspal terbaik hasil uji Marshall adalah campuran aspal modifikasi EVA. Sedangkan hasil pengujian ITFT didapat nilai Nf (jumlah repetisi beban maksimal) pada pembebanan 500 kPa adalah 10401 cycle, pada pembebanan 600 kPa adalah 6841 cycle, dan pada pembebanan 700 kPa adalah 1371 cycle. Besar nilai initial strain, initial stiffness, dan Nf-50 berturut-turut pada pembebanan 500 kPa adalah sebesar 119 µ€, 20503.5, dan 8701 cycle. Pada pembebanan 600 kPa adalah sebesar 180 µ€, 22115, dan 5492 cycle. Pada pembebanan 700 kPa adalah sebesar 294 µ€, 18337, dan 1271 cycle. Model persamaan yang dihasilkan dari hasil pengamatan ini adalah

Page 3 of 4 | Total Record : 37