cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017" : 32 Documents clear
SIFAT- SIFAT VOLUMETRIK DARI DASPAL MODIFIKASI GETAH DAMAR, FLY ASH, MINYAK GORENG, DAN LATEKS UNTUK APLIKASI LAPANGAN DIBANDINGKAN DENGAN BENDA UJI DI LABORATORIUM Fariza, Muhammad; Djumari, Djumari; Setyawan, Ary
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (852.169 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36917

Abstract

Terbatasnya jumlah aspal di alam menjadi masalah karena aspal merupakan komponen penting dalam pembangunan, perbaikan maupun pemeliharaan jalan. Inovasi diperlukan untuk mengatasi kelangkaan aspal yang mungkin terjadi di masa depan. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan saat ini adalah daspal (damar aspal) yang diharapkan dapat menjadi substitusi aspal di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat volumetrik dari daspal untuk aplikasi lapangan. Sifat-sifat volumetrik yang diamati adalah densitas, porositas, rongga dalam agregat (VMA) dan rongga terisi bitumen (VFB). Penelitian ini terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu pembuatan benda uji pembanding di laboratorium, konversi job mix formula, dan aplikasi daspal di lapangan. Benda uji laboratorium dibuat dengan tujuan sebagai pembanding dari benda uji lapangan. Konversi job mix formula dilakukan dengan mengubah satuan berat pada komposisi campuran di laboratorium menjadi satuan volume di lapangan. Aplikasi daspal di lapangan dilakukan dengan menghamparkan daspal di atas lapis perkerasan jalan dan dipadatkan dengan mesin single drum roller. Dari hasil perhitungan, densitas dari laboratorium adalah sebesar 2,410 gr/cm3, sedangkan densitas dari lapangan adalah sebesar 2,179 gr/cm3, 2,199 gr/cm3, dan 2,254 gr/cm3 dengan peningkatan sebesar 0,91% - 3,45%. Porositas dari laboratorium adalah sebesar 2,371%, sedangkan porositas dari lapangan adalah sebesar 11,747%, 10,943%, dan 8,705% dengan penurunan sebesar 7,35% - 25,90%. VMA dari laboratorium sebesar 12,494%, sedangkan VMA dari lapangan adalah sebesar 20,898%, 20,177%, dan 18,171% dengan penurunan sebesar 3,45% - 13,05%. VFB dari laboratorium adalah sebesar 81,033% , sedangkan VFB dari lapangan adalah sebesar 44,654%, 46,256%, dan 53,690% dengan peningkatan sebesar 3,59% - 20,24%. Dari perbandingan antara sifat-sifat volumetrik lapangan dengan laboratorium, sifat-sfiat volumetrik laboratorium yang memenuhi persyaratan yang disyaratkan adalah densitas dan VFB, sedangkan sifat-sifat volumetrik lapangan yang memenuhi persyaratan yang disyaratkan adalah densitas dan VMA.
PERBANDINGAN DAYA DUKUNG PONDASI MINIPILE DAN SUMURAN MENGGUNAKAN METODE MEYERHOF, LCPC, DAN AOKI dan DE ALENCER Titin Ferryana Sugesti; Niken Silmi Surjandari; Noegroho Djarwanti
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.217 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36911

Abstract

Penyelidikan di lapangan untuk menentukan kapasitas dukung tiang sangat beragam dan masing-masing metode penyelidikan memiliki beberapa formula dalam menentukan kapasitas tiang. Hal ini tergantung parameter yang didapatkan oleh pengujian tersebut, jika pengujian tersebut dilakukan sebelum pelaksanaan konstruksi dan data yang didapatkannya adalah karakteristik tanah maka pengujian ini disebut rumus statis, sedangkan pengujian yang dilakukan pada saat pelaksanaan konstruksi dan data yang didapatkan oleh pengujian tersebut berupa parameter pemancangan maka pengujian ini digolongkan pengujian beban skala penuh. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Membandingkan aplikasi Metode Meyerhof dengan Metode LCPC apabila digunakan pada jenis pondasi minipile, (2) Membandingkan aplikasi Metode Meyerhof dengan Metode Aoki dan De Alencar apabila digunakan pada jenis pondasi sumuran, (3) Membandingkan aplikasi Metode Meyerhof apabila digunakan pada jenis pondasi minipile dan sumuran. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah data sekunder berupa data CPT sebanyak 15 titik data diperoleh dari beberapa proyek di daerah Surakarta. Jenis pondasi yang digunakan adalah pondasi minipile dan sumuran dan jenis tanah di lapangan diasumsikan lempung. Spesifikasi tiang yang digunakan diameter pondasi minipile & sumuran yaitu : Ø25 cm, Ø30 cm dan Ø35 cm. Berdasarkan hasil analisis kapasitas daya dukung Tanah dengan menggunakan beberapa metode yaitu Meyerhof, LCPC, dan Aoki dan De Alencar pada pondasi minipile dan sumuran didapat: (1) Perbandingan antara Metode Meyerhof dan Metode LCPC, setelah kedalaman 4 meter, ada perbedaan perilaku anatara metode Meyerhof dan metode LCPC, yaitu metode LCPC Ø25 cm menunjukkan hasil 125,07 ton, sedangkan Meyerhof Ø25 cm menunjukkan hasil 96,21 ton. (2) Perbandingan munjukkan bahwa hasil Qu (daya dukung) dari metode Meyerhof dan metode Aoki dan De Alencar menujukkan perbedaan yang signifikan, yaitu metode Aoki dan De Alencar Ø25 cm pada kedalaman 5 meter menunjukkan hasil 638,60 ton, sedangkan Meyerhof Ø25 cm menunjukkan hasil 256,73 ton. Hal ini terjadi karena banyak menggunakan faktor empirik yaitu Fb, Fs, qc(base), qc(side). (3) Perbandingan antar pondasi minipile dan sumuran menggunakan Metode Meyerhof, setelah kedalaman 4 meter, ada perbedaan perilaku antara pondasi minipile dan sumuran, yaitu pondasi sumuran Ø25 cm menunjukkan hasil 161,01 ton menunjukkan kenaikan, sedangkan minipile Ø25 cm menunjukkan hasil 96,21 ton.
Pemilihan Moda Angkutan Kereta Api Kalijaga Jurusan Solo-Semarang Herlyn Meylisa; Amirotul MH Mahmudah; Dewi Handayani
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.588 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36909

Abstract

Mobilitas masyarakat Surakarta dan sekitarnya semakin meningkat, demikian pula mobilitas masyarakat dengan tujuan Semarang. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya aktivitas masyarakat, tingkat ekonomi, serta semakin tersedianya sarana dan prasarana transportasi. Sarana transportasi semakin beragam dengan frekuensi dan biaya yang kompetitif. Angkutan umum yang dapat digunakan dari Solo ke Semarang antara lain kereta api, bus, dan travel. Moda Bus dan Kereta Api memiliki harga tarif yang terjangkau, namun frekuensi pelayanan moda kereta api hanya satu kali dalam satu hari sedangkan bus sebanyak empat puluh delapan kali per hari. Agar moda Kereta Api dapat bersaing dengan perusahaan angkutan umum lain seperti Bus, kualitas pelayanan harus ditingkatkan agar pangsa pasar dapat ditingkatkan. Sehingga diperlukan penelitian terkait pemilihan moda Kereta Api terhadap Bus dengan metode stated preference. Penelitian ini menggunakan atribut pengaruh berupa tarif perjalanan, waktu perjalanan, dan frekuensi pelayanan. Data yang digunakan adalah data primer berupa kuisioner dengan metode stated preference yaitu dengan menyediakan 27 skenario.Pemodelan dilakukan menggunakan model regresi dengan binomial logit. Model pemilihan moda yang didapat adalah UKa-Bus = 0,3850 - 0.007 (Cka-Cbus) - 0.035 (Tka-Tb) + 0,002 (Fka-Fb)dengan C merupakan variabel tarif, T adalah variabel waktu perjalanan, dan F adalah variabel frekuensi pelayanan. Hasil analisis yang didapatkan bahwa waktu perjalanan mempunyai pengaruh paling besar dibanding atribut lainnya. Pada pengujian tarif menunjukkan bahwa probabilitas pemilihan Kereta Api semakin meningkat ketika Tka semakin kecil dan Fka semakin tinggi. Pada pengujian waktu perjalanan menunjukkan bahwa probabilitas pemilihan Kereta Api semakin meningkat ketika Cka semakin kecil dan Fka semakin tinggi. Pada pengujian frekuensi pelayanan menunjukkan bahwa probabilitas pemilihan Kereta Api semakin meningkat ketika Fka semakin tinggi dan Tka semakin rendah. Dari uji sensitivitas diketahui bahwa orang-orang mulai beralih ke moda Kereta Api pada kondisi waktu perjalanan 143 menit dengan tarif sebesar Rp.10.000. Orang-orang juga mulai beralih ke moda Kereta Api ketika tarif Kereta Api sama dengan Bus yaitu Rp.25.000 dengan waktu perjalan 140 menit.
PENURUNAN PERMEABILITAS DAN PENINGKATAN KUAT GESER TANAH LANAU MENGGUNAKAN PENGARUH MIKROBAKTERI BACILLUS SUBTILIS DAN PSEUDOMONAS SP Muhammad Saleh Nasution; Yusep Muslih Purwana; Bambang Setiawan
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.133 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36919

Abstract

peningkatan stabilitas tanah dilakukan dengan cara menurunkan nilai permeabilitas dan meningkatkan kuat geser tanah. Umumnya bahan tambah dalam rekayasa geoteknik berupa bahan kimia dan bahan yang bersifat solid. Pada penelitian ini penulis mencoba melakukan analisa terhadap pengaruh mikrobakteri terhadap penurunan nilai permeabilitas dan peningkatan nilai kuat geser tanah lanau sebagai alternatif bahan rekayasa geoteknik. penambahan mikrobakteri diharapkan dapat meningkatkan stabilitas tanah lanau dengan cara mereduksi nilai permeabilitas dan meningkatkan nilai kuat geser tanah yang diteliti. Mikrobakteri Pseudomonas sp dan Bacillus subtilis merupakan variasi bakteri yang digunakan pada penelitian ini. Tahap pemeraman tanah yang diinokulasi bakteri dilakukan selama 15 dan 30 hari. Pengujian penelitian ini bertujuan mengetahui prosentase peningkatan kuat geser dan penurunan nilai permeabilitas antara tanah terpengaruh bakteri dan tanah tidak terpengaruh bakteri sebagai nilai kontrol pengujian. Uji SEM dilakukan guna mengetahui pertumbuhan dan perkembangan pada tanah yang terpengaruh bakteri dengan waktu pemeraman 30 hari. Bakteri Bacillus subtilis dapat meningkatkan nilai kuat geser 59.30% dan Pseudomonas sp 48.84% terhadap perbandingan kuat geser tanah yang tidak menggunakan bakteri sebagai kontrol perbandingan. Nilai prosentase penurunan hasil uji permeabilitas tanah diperoleh sebesar 60.29% dari tanah yang dipengaruhi bakteri bacillus subtilis dan 48.92% dari hasil tanah yang menggunakan Pseudomonas sp terhadap sampel tanah yang tidak menggunakan pengaruh bakteri.
Kapasitas Lentur Balok Beton Bertulang Yang Diperbaiki Dengan Unsaturated Polyester Resin (UPR) Annisa Rizki; Aldilla Arifatunurrillah; Stefanus Adi Kristiawan; Agus Supriyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.826 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36904

Abstract

Faktor lingkungan dapat memicu korosi pada tulangan beton, sehingga menyebabkan kerusakan pada beton berupa timbulnya retak hingga berakibat lepasnya permukaan selimut beton (delaminasi).Untuk mengembalikan kekuatan yang berkurang akibat delaminasi, perlu dilakukan perbaikan pada beton tersebut dengan metode penambalan. Pada makalah ini akan dikaji tentang perilaku lentur pada balok beton bertulang yang telah diperbaiki dengan UPR-based patch repair mortar. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan 3 benda uji berbentuk balok dengan rincian 1 balok diberi perbaikan sepanjang 40 cm di bagian lentur, 1 balok diberi perbaikan di sepanjang bagian lentur dan 1 balok dengan keadaan normal. Hasil dari penelitian ini adalah perubahan perilaku lentur pada balok beton bertulang yang diperbaiki menggunakan UPR-based patch repair mortar terhadap balok beton bertulang normal.
ANALISIS POTENSI DEMAND BATIK SOLO TRANS KORIDOR 2 PADA FUNGSI GUNA LAHAN PEMUKIMAN DAN ANALISIS ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) Yuniar Catur Putra S; Slamet Jauhari Legowo; Amirotul M.H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.741 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36908

Abstract

Kebutuhan akan transportasi pada saat ini terus meningkat dan hal ini akan mengakibatkan kemacetan jika tidak ditangani dengan baik. Salah satu cara yang ideal adalah dengan menyediakan angkutan umum massal seperti Batik Solo Trans. Penambahan demand merupakan faktor penting dalam pengembangan angkutan umum massal tersebut. Selain itu, dalam penentuan tarif juga harus memperhitungkan kemampuan dan kemauan dari potensi demand agar mereka tertarik dan mau beralih pada angkutan umum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi penambahan demand serta analisis ATP dan WTP dari potensi penambahan demand tersebut pada koridor pelayanan rute BST koridor 2 (Terminal Palur - UNS - RS.Moewardi - SMA Negeri 1 Surakarta - Stasiun Balapan - Monumen Pers - Solo Paragon Mall - Solo Grand Mall - Universitas Muhammadiyah Surakarta - Terminal Kartasura) khusus fungsi guna lahan pemukiman. Fungsi guna lahan pemukiman adalah bangunan-bangunan pemukiman dalam suatu wilayah yang digunakan sebagai tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana lingkungan. Pada penelitian ini, data diperoleh dengan metode kuisioner kepada penduduk yang berada pada fungsi guna lahan pemukiman dalam koridor area pelayanan BST koridor 2. Data yang diambil dari responden meliputi pertanyaan-pertanyaan yang hasilnya digunakan untuk analisis penambahan demand dan persepsi tarif berdasarkan kemampuan dan kemauan untuk membayar. Hasil analisis menunjukkan bahwa potensi penambahan demand BST Koridor 2 pada fungsi guna lahan pemukiman sebesar 67.362 orang yang terdiri dari kategori umum dan pelajar. Jumlah ini merupakan 77,34% dari total populasi seluruh penduduk yang berada pada koridor pelayanan rute BST Koridor 2 pada fungsi guna lahan pemukiman. Hasil analisis nilai Ability To Pay (ATP) dari potensi demand untuk kategori pelajar sebesar Rp. 5.590 dan kategori umum sebesar Rp. 4.808. Nilai Willingness To Pay (WTP) pelajar sebesar Rp. 2.211 dan kategori umum sebesar Rp. 4.078. Nilai tersebut didapat untuk keadaan eksisting atau sebelum dilakukan pembenahan terhadap fasilitas-fasilitas yang diharapkan dari potensi demand. Kondisi ATP lebih tinggi dari tarif yang berlaku saat ini, hal ini menunjukkan bahwa kemampuan dalam membayar kebutuhan transportasi cukup tinggi. Tetapi nilai WTP masih di bawah tarif yang berlaku, yang menunjukkan bahwa utilitas dari Batik Solo Trans masih rendah. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan utilitas Batik Solo Trans untuk melakukan perbaikan dalam hal fasilitas dan layanan, sehingga nantinya Batik Solo Trans dapat menjadi pilihan terbaik untuk kebutuhan transportasi dengan orang-orang dan untuk menghindari kemacetan.
KAJIAN PENGARUH VARIASI KOMPOSISI RICE HUSK ASH TERHADAP PARAMETER BETON MEMADAT MANDIRI DENGAN KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI Zulfa Trisnasari; Wibowo Wibowo; Endah Safitri
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.324 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36921

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, semakin banyak pula pembangunan infrastruktur di dunia. Pada era teknologi sekarang ini, timbulah berbagai inovasi untuk memodifikasi beton. High strength self compacting concrete (HS-SCC) atau beton mutu tinggi memadat mandiri merupakan salah satu inovasi dalam pembuatan beton. Di Indonesia sendiri saat ini sedang banyak melakukan penelitian mengenai pengadaan bahan alternatif sebagai pencampur atau pengganti semen pada beton SCC. Bahan tambah kimia yang digunakan berupa superplasticizer yang berguna untuk memudahkan dalam pengerjaan beton (workabilitas), sedangkan bahan tambah mineral yang digunakan adalah rice husk ash (abu sekam padi). Abu sekam padi berfungsi untuk meningkatkan kuat tekan beton karena bersifat pozzolannik dan mengandung unsur silika yang tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pengaruh penambahan variasi komposisi rice husk ash pada beton mutu tinggi memadat mandiri. Dalam penelitian ini kandungan SiO2 (silika) pada abu sekam padi sebesar 84,91% dan kadar variasi abu sekam padi yang digunakan sebesar 0%, 5%, 7,5%, 10% dan 12,5% terhadap berat semen. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder berukuran 15 cm dan tinggi 30 cm. Pengujian yang dilakukan terhadap parameter self compacting concrete yaitu fillingability, passingability dan segregation resistance serta pengujian kuat tekan beton pada umur 14 dan 28 hari dengan menggunakan Compressing Testing Machine (CTM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan kadar variasi 5% abu sekam padi memberikan hasil yang baik untuk pengujian terhadap parameter self compacting concrete dan kuat tekan maksimal terjadi pada beton umur 28 hari dengan penambahan abu sekam padi 10%, yaitu 57,15 MPa.
STUDI GELOMBANG KEJUT PADA SIMPANG BERSINYAL DENGAN MENGGUNAKAN EMP ATAS DASAR ANALISIS HEADWAY (Studi Kasus Pada Simpang Bersinyal Jalan Ir. Sutami- Jalan HOS Cokroaminoto-Jalan Petir) Ambara, Duncan; Sumarsono, Agus; Mahmudah, Amirotul M.H
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.596 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36903

Abstract

Simpang bersinyal Jalan Ir. Sutami-Jalan HOS Cokroaminoto-Jalan Petir merupakan salah satu simpang bersinyal 3 fase yang ada di Kota Surakarta yang sering mengalami kemacetan pada jam sibuk, khususnya pada pendekat simpang Jalan Ir. Sutami bagian barat dan timur. Untuk itu dilakukan studi gelombang kejut di pendekat simpang Jalan Ir. Sutami bagian barat dan timur menggunakan nilai EMP dengan dasar analisis headway. Penelitian dilakukan pada hari Kamis, 15 September 2016 pada jam puncak pagi jam 05.30-08.00 WIB. Pengambilan data arus, kecepatan, waktu headway, dan waktu penormalan menggunakan rekaman video sedangkan untuk pengambilan data panjang antrian menggunakan pengukuran manual. Langkah selanjutnya adalah mencari hubungan matematis antara arus, kecepatan dan kepadatan menggunakan model greenshield, yang menghasilkan kecepatan arus bebas (Sff), kepadatan saat macet (Dj), dan jumlah kendaraan maksimal (Vm). Hasil-hasil tersebut digunakan untuk menghitung nilai gelombang kejut. Analisis waktu headway menghasilkan nilai EMP MC= 0,41 dan HV= 1,29 yang selanjutnya nilai tersebut digunakan untuk merubah jumlah kendaraan menjadi satuan mobil penumpang (smp). Setelah itu dilakukan perhitungan gelombang kejut dengan nilai tertinggi yang terjadi pada pendekat simpang Jl. Ir. Sutami Barat Lajur Kiri dengan nilai ?AB= -1,339 km/jam, ?CB= -13,697 km/jam, ?AC= 12,193 km/jam. Selanjutnya dilakukan perbandingan rata-rata nilai uji validasi MAPE panjang antrian dan waktu penormalan dengan EMP atas dasar analisis headway dengan EMP atas dasar MKJI pada setiap pendekat simpang. Nilai MAPE untuk panjang antrian dengan EMP headway lebih kecil dibandingkan nilai MAPE dengan EMP MKJI, yakni 5,00 % berbanding 5,76 %. Sedangkan Nilai MAPE untuk waktu penormalan dengan EMP headway juga lebih kecil dibandingkan nilai MAPE dengan EMP MKJI, yakni 3,65 % berbanding 4,20 %. Sehingga penggunaan EMP headway lebih baik daripada EMP MKJI.
PENAMBAHAN LIMBAH PLASTIK PADA TANAH EKSPANSIF Himamul, Himamul; Setiawan, Bambang; Djarwanti, Noegroho
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.778 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36898

Abstract

Tanah ekspansif adalah tanah bermasalah yang memiliki kekuatan yang rendah dan potensi kembang susut tinggi karena perubahan kadar air tanah. Tanah ekspansif akan menyusut jika kadar airnya berkurang, dan mengembang jika kadar air bertambah. Perbaikan tanah dibutuhkan untuk mengurangi potensi kembang susut tanah dan meningkatkan kekuatannya. Salah satu metode perbaikan yang digunakan adalah menggunakan bahan tambah sebagai pengisi. Plastik merupakan bahan perbaikan yang mulai banyak digunakan dalam teknik sipil. Penelitian ini mencoba memperbaiki tanah ekspansif menggunakan plastik. Pengaruh penambahan plastik pada tanah ekspansif diketahui dari variasi penambahan plastik sebanyak 0%, 0,5%, 0,75%, dan 1% berdasarkan berat tanah. Plastik yang ditambahkan berjenis polypropylene (PP) berdimensi ±5 mm x ±15 mm. Variasi kadar air juga digunakan sebagai faktor yang mempengaruhi kembang susut tanah. Variasi kadar air yang digunakan adalah kondisi kadar air kering optimum dan kadar air optimum. Kondisi kadar air kering optimum yang digunakan ialah pada penambahan air sebanyak 350 ml dan 450 ml. Kadar air awal pada sampel tanah adalah ±10%. Pengujian yang dilakukan menggunakan uji swelling, swelling pressure, dan California Bearing Ratio (CBR). Hasil penelitian didapatkan penambahan plastik pada tanah ekspansif paling optimum berdasarkan parameter ujinya didapatkan pada penambahan kadar plastik sebesar 0,5%. Penambahan kadar plastik 0,5% menghasilkan nilai swelling dan swelling pressure yang rendah. Nilai swelling yang dihasilkan meningkat sebesar 0,39% dan nilai swelling pressure-nya turun sebesar 24,07%. Nilai CBR-nya mengalami penurunan namun tidak terlalu besar. Nilai CBR terendam dan tidak terendam yang didapatkan turun sebesar 0,219 % dan 9,879%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan penambahan plastik dapat menurunkan nilai potensi pengembangan tanah ekspansif sedangkan nilai CBR-nya juga mengalami penurunan.
KAJIAN PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN BAHAN RETARDER TERHADAP PARAMETER BETON MEMADAT MANDIRI DENGAN KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI Nindya Annisa Sabrina; Wibowo Wibowo; Supardi Supardi
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.973 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36915

Abstract

Pembangunan infrastruktur yang semakin pesat menyebabkan timbulnya permintaan pembangunan pada bidang konstruksi, Bersamaan dengan meningkatnya permintaan beton, maka meningkat pula permasalahan yang harus dihadapi. Beberapa masalah yang terjadi di lapangan antara lain berkaitan dengan mutu beton dan kemudahan pengerjaan beton. Beton Mutu Tinggi Memadat Mandiri (HSSCC) memberikan solusi baru dalam teknologi beton karena memiliki keunggulan workabilitas, durabilitas dan kekuatan tinggi, sehingga dapat diaplikasikan dengan baik dilapangan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di labolatorium dengan benda uji berupa silinder beton dengan ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Dalam penelitian ini digunakan admixture Viscocreete-1003 (Superplasticizer) dengan kadar tetap sebesar 1,7% dari berat semen dan Plastiment-VZ (Water Reducing Retarder) masing-masing sebesar 0,2%, 0,3%, 0,4% dan 0,5% dari berat semen. Untuk mengkaji pengaruh Plastiment-VZ (Water Reducing Retarder) pada beton dilakukan pengujian sifat segar beton dengan menggunakan alat Slump Cone, L-Shaped Box dan V-funnel, sedangkan tes kuat tekan beton dilakukan pada umur 14 dan 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan penggunaan admixture Plastiment-VZ (Water Reducing Retarder) dengan kadar 0,3% dari berat semen memberikan nilai kondisi SCC yang baik yaitu dengan nilai slump, blocking ratio, waktu V-funnel masing-masing sebesar 755 mm, 0,93, 8.25 detik dan kuat tekan maksimum sebesar 54,14 Mpa. Beton segar semakin membaik seiring dengan bertambahnya dosis Plastiment-VZ (Water Reducing Retarder), namun penggunaan diatas kadar 0,3% mengakibatkan terjadinya bleeding. Kuat tekan yang dihasilkan mengalami penurunan pada penambahan kadar sebesar 0,4% dan 0,5% dari berat semen. Dari hasil perhitungan didapat kuat tekan optimum pada umur 28 hari berada pada kadar 0,32%.

Page 2 of 4 | Total Record : 32