cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2019): JUNI" : 7 Documents clear
Pengaruh Variasi Ketinggian Muka Air dan Ketebalan Batu Bata Interlock Terhadap Stabilitas Lereng Bangunan Pelindung Tebing Agus Hari Wahyudi; Adi Yusuf Muttaqien; Arfan Yosanurahman
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.294 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i2.36509

Abstract

Sungai Kedung Keris merupakan sungai yang berbentuk meander. Sungai tipe ini memiliki masalah yang sering dihadapi yaitu erosi atau gerusan pada tebing sungai terutama di daerah tikungan luar sungai. Untuk melindungi tebing sungai dibuatlah bangunan pelindung tebing. Salah satu material ramah lingkungan untuk pelindung tebing yang akan diteliti adalah bata Interlock yang terbuat dari tanah merah bakar. Bata Interlock adalah material penyusun dinding yang mempunyai pengait pada sisi-sisinya untuk mengunci pergerakan akibat gaya tekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi muka air dan ketebalan batu bata interlock terhadap stabilitas lereng bangunan pelindung tebing. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif melalui pendekatan eksperimen dalam bentuk uji material di Laboratorium Mekanika Tanah dan Mekanika Bahan Universitas Sebelas Maret. Parameter yang dicari berupa parameter dari material tanah dan batu bata interlock. Parameter material mencakup massa jenis, kohesi dan sudut geser dalam. Lalu dari parameter yang dihasilkan akan dilakukan pemodelan menggunakan software geoslope yang akan menghasilkan angka keamanan lereng dari tiap variasi muka air dan ketebalan batu bata Interlock. Berdasarkan pemodelan menggunakan software hec ras dan geoslope, diperoleh ketinggian tebing adalah 7 meter. Dari pengaruh ketinggian section bagian bawah pelindung tebing terhadap stabilitas lereng didapatkan hasil angka keamanan maksimum pada ketinggian section bagian bawah pelindung tebing 2,5 meter sebesar 1,451. Dari pengaruh ketebalan bata interlock terhadap stabilitas lereng didapatkan hasil angka keamanan maksimum pada ketebalan 3 bata sebesar 1,459. Dari pengaruh variasi muka air terhadap stabilitas lereng didapatkan hasil angka keamanan paling kecil pada ketinggian 2 meter dari atas pondasi sebesar 1,347.
ANALISIS KEKERINGAN HIDROLOGI BERDASARKAN METODE PALMER DI DAERAH ALIRAN SUNGAI TIRTOMOYO KABUPATEN WONOGIRI Rifka Annisa Arin; Raden Roro Rintis Hadiani; Solichin Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.114 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i2.36504

Abstract

DAS Tirtomoyo merupakan sub DAS Bengawan Solo Hulu 3 yang bermuara di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri dan terletak di sebelah tenggara Kabupaten Wonogiri. Kabupaten Wonogiri memiliki curah hujan yang cukup rendah, sehingga mempengaruhi ketersediaan air di wilayah sekitarnya. Ketersediaan air yang rendah dapat menyebabkan terjadinya bencana kekeringan, salah satunya yaitu terjadi kekeringan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tirtomoyo.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekeringan menggunakan indeks kekeringan metode Palmer dan mengetahui kriteria kering berdasarkan indeks kekeringan hidrologi serta memperoleh peta persebaran kekeringan menggunakan software ArcGIS. Perhitungan debit untuk indeks kekeringan hidrologi menggunakan rumus metode NRECA. Kemudian membuat grafik hubungan antara debit (Q) dengan indeks kekeringan Palmer.Hasil yang didapat dari analisis menunjukan bahwa kekeringan paling parah terjadi pada bulan November periode II tahun 2010 dengan nilai indeks kekeringan Palmer sebesar X = -6,778; maka termasuk dalam kriteria amat sangat kering. Berdasarkan  perhitungan debit yang berpotensi terjadinya bencana kekeringan yaitu pada bulan Juni hingga bulan Oktober tahun 2015 dengan ketersediaan air yang kecil. Hasil dari perhitungan debit dan indeks kekeringan Palmer dapat dibuat grafik hubungan diantara keduanya. Grafik tersebut menghasilkan nilai koefisien determinasi R2 sebesar 0,3593 dengan persamaan grafik y=2,5369x +
Analisis Manajemen Risiko Material dengan Metode Zero-One (Studi Kasus : Pada Proyek Pembangunan Apartemen Tamansari Amarta Yogyakarta) Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto; Eva Kumala Wikan Prasodjo
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.96 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i2.36505

Abstract

Pembangunan apartemen merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan meningkatnya kebutuhan hunian terutama di beberapa kota yang memiliki masalah keterbatasan lahan. Dalam pembangunan apartemen dibutuhkan analisa manajemen risiko material untuk mengetahui risiko yang berdampak terhadap waktu dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan risiko-risiko material yang dominan terjadi dan upaya penanganan dari risiko yang paling dominan. Analisis penentuan bobot risiko menggunakan metode Zero-One sedangkan penentuan risiko dominan menggunakan perhitungan risk index. Hasil riset ini menunjukan bahwa dari 13 variabel risiko yang dipilih risiko yang paling dominan terhadap dampak waktu adalah sistem pengendalian biaya dan waktu yang lemah menyebabkann keterlambatan material dan penambahan biaya dengan rata-rata risk index sebesar 5.597. Sedangkan  risiko yang paling dominan terhadap dampak biaya adalah pemanfaatan material yang kurang efisien sehingga merugikan kontraktor dengan rata-rata risk index sebesar 6.686
Studi Manajemen Risiko Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan Metode HIRAC (Studi Kasus : Pada Proyek Pembangunan Apartemen Tamansari Amarta Yogyakarta) Hartono, Widi; Sugiyarto, Sugiyarto; Siwi R, Pangestuti
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.782 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i2.36508

Abstract

Angka kecelakaan kerja di Indonesia masih sangat tinggi pada tahun 2018 dari data BPJS Ketenagaan kerjaan tercatat 157.313 kasus dan pekerjaan kontruksi termasuk penyumbang tertinggi kasus kecelakaan kerja. Berdasarkan data tersebut dilakukan penelitian kenapa hal itu dapat terjadi, faktor-faktor apa saja penyebab kecelakaan kerja dan bagaimana system perencanaan dan penanggulangan kecelakaan kerja pada proyek kontruksi. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan penyebaran kuisoner yang dibagikan kepada penanggung jawab keselamatan yaitu HSE. Instrumen penelitian yang digunakan mengacu pada Form HIRAC dengan 3 tahap pengisian HIRAC yaitu identifikasi bahaya, penilaian risiko dan pengengendalian bahaya. Berdasarkan analisis dan pembahasan pada proyek pembangunan Apartemen Tamansari Amarta dapat disimpulkan bahwa risiko yang paling tinggi yaitu pada pekerjaan formwork slab dan pekerjaan pemasangan kolom. Upaya pengendalian yang dilakukan yakni dengan menerapkan sistem hirarki kontrol. Dimulai dengan tahap eliminasi, dilanjutkan tahap administrasi berkaitan dengan standar operasional (SOP), dan yang terakhir yaitu pemakaian alat pelindung diri (APD).
NERACA SUMBER DAYA AIR DI DAERAH ALIRAN SUNGAI ALANG WONOGIRI Pratama, Bayu Yoga; Hadiani, Raden Roro Rintis; Solichin, Solichin
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.914 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i2.36503

Abstract

Bayu Yoga Pratama, 2018 Neraca Sumber Daya Air Di Daerah Aliran Sungai Alang Wonogiri. Skripsi. Program Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, Surakarta.Pada Setiap daerah pasti akan mengalami pertumbuhan penduduk. Begitu juga pada daerah Wonogiri yang penduduknya semakin lama terus mengalami pertumbuhan. Ada banyak hal yang akan terjadi jika pertumbuhan jumlah penduduk semakin meningkat, yaitu penggunahan lahan untuk pemukiman, perkotaan, dan industri akan meningkat. Hal ini berpengaruh pada jumlah penggunaan air meningkat, jika penggunaan air meningkat maka otomatis kebutuhan air akan meningkat pula. Seiring perkembangan teknologi maka dapat membantu kita untuk mengetahui tentang perbandingan antara kebutuhan air dengan ketersediaan air yang ada di alam, dengan melihat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi potensi air permukaan yaitu antara lain kondisi DAS, aneka bentuk fisik sumber daya air, luas, volume tampungan, pengaruh iklim, dan aspek pengeoloaan sumber daya air (Sunaryo.et.al.,2015). Dengan mengetahui semua hal itu dan di bantu dengan perkembangan teknologi maka penelitian ini dapat di lakukan.Pengumpulan data merupakan langkah awal penelitian ini dilakukan, kemudian analisis data dan melakukan uji validitas data menggunakan metode RAPS. Perhitungan untuk hujan wilayah menggunakan Polygon Thiessen. Polygon Thiessen di peroleh dati bantuan software ArcGIS. Untuk mengetahui evapotranspirasi potensial dilakukan dengan bantuan software cropwatt. Perhitungan debit dilakukan dengan metode NRECA dan selanjutnya diperoleh nilai debit air. Selanjutnya untuk kebutuhan air yaitu kebutuhan RKI, Peternakan, Perikanan, kebutuhan air sungai, dan irigasi di peroleh data yang dapat dilihat dalam Wonigiri Dalam Angka.Hasil dari perbandingan kebutuhan air dan ketersediaan air di DAS Alang Wonigiri Jawa Tengah 2017 di dapatkan hasil defisit terbesar bernilai 16460014,494 m3/bulan dan peta hasil dari indeks  Pemakaian air berwarna merah, sedangkan hasil prediksi neraca air untuk tahun 2018 didapat hasil defisit dengan nilai terbesar 23932009,41 m3/bulan dan peta hasil indeks pemakain air berwarna merah juga.
ANALISIS BANJIR DENGAN STANDARD STEP METHOD DAN PEMETAAN BANJIR DI KELURAHAN JOYOTAKAN, KOTA SURAKARTA Setia Aji, Dewanti Anggit; Hadiani, Rintis; Suryandari, Endah Sitaresmi
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1409.222 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v7i2.36502

Abstract

Banjir adalah air yang melimpah dari sungai atau saluran karena melebihi kapasitas dari tampungan. Kelurahan Joyotakan merupakan salah satu dari 26 wilayah di Surakarta yang masuk dalam daerah rawan banjir. Penyebab utamanya adalah karena terjadi backwater dari pertemuan Sungai Premulung dan Kali Wingko. Oleh karena itu diperlukan penelitian agar dapat menjadi acuan dalam mengambil keputusan untuk penanggulangan banjir.Banjir yang dianalisis merupakan banjir periode ulang berdasarkan Q2, Q5, Q10, Q20, Q25 dan Q50 dan Q3 harian dari hasil Hidrograf Satuan Sintesis Limantara. Analisis banjir yang digunakan adalah Standard Step Method, yang kemudian dipetakan dalam peta potensi banjir menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG).Hasil analisis banjir permodelan I dengan Pintu Air Plalan tertutup dan pompa tidak aktif pada periode ulang Q2 adalah 32,4281  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,6641  m. Debit periode ulang Q5 adalah 34,4001  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,6592  m. Debit periode ulang Q10 adalah 35,7058  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,6715 m. Debit periode ulang Q20 adalah 36,9583  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,6838 m. Debit periode ulang Q25 adalah 36,9583  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,6878 m. Debit periode ulang Q50 adalah 38,5794  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 2,7003 m. Debit periode ulang Q3 Harian adalah 62,4224  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 3,0243 m. Hasil analisis banjir permodelan II dengan Pintu Air Plalan terbuka maksimum dan pompa aktif pada periode ulang Q5 adalah 34,4001  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 5,2492 m. Debit periode ulang Q10 adalah 35,7058  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 5,7415 m. Debit periode ulang Q25 adalah 36,9583  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 8,2078 m. Debit periode ulang Q50 adalah 38,5794  m3/detik, memiliki elevasi banjir maksimum 8,4303 m.
STUDI SIMULASI BIAYA OPERASI DAN PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI AIR TANAH UNTUK MENDAPATKAN HASIL PRODUKSI PERTANIAN YANG OPTIMAL (STUDI KASUS JIAT TW 017 R DAN PWS 231 DI KECAMATAN KALIJAMBE KABUPATEN SRAGEN) Agus Hari Wahyudi; Adi Yusuf Muttaqien; Rn Claresta Vania
Matriks Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2019): JUNI
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v7i2.36507

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Sehingga pengelolaan jaringan air irigasi, yang termasuk dalam biaya operasi dan pemeliharaan merupakan hal penting dalam menunjang keberhasilan pertanian. Maka diperlukan adanya penelitian untuk menganalisa pengaruh  biaya OP terhadap hasil produksi pertanian, yaitu lamanya operasi pompa jaringan irigasi air tanah untuk mendapatkan nilai benefit cost ratio yang optimum. Studi ini dilakukan pada sumur pompa TW 017 dan PWS 231  yang terletak di Kecamatan Kalijambe Kabupaten Sragen. Tahap awal dalam studi ini dengan menghitung kebutuhan air di sawah untuk mendapatkan nilai Faktor K (ketersedian/kebutuhan). Dari Faktor K, maka didapat besarnya hasil pertanian. Setelah itu menghitung besarnya biaya OP sesuai dengan beberapa alternatif lama waktu operasi pompa. Lalu menghitung nilai BCR, sehingga didapatkan nilai lama waktu operasi pompa per hari yang membuat nilai BCR optimum. Dari grafik hubungan antara lama waktu operasi pompa dengan nilai BCR, didapatkan hasil pada pompa TW 017 R lama waktu operasi yang menghasilkan nilai BCR optimum adalah lama waktu operasi pompa selama 11,903 jam/hari,dengan nilai BCR 1,949. Sedangkan pada Pompa PWS 231 lama waktu operasi yang menghasilkan nilai BCR optimum adalah lama waktu operasi pompa 12,168 jam/hari, dengan nilai BCR  2,23.

Page 1 of 1 | Total Record : 7