cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
ANALISIS PERILAKU PROTOTIP STRUKTUR RANGKA KUDA-KUDA LAMINATED VENEER LUMBER (LVL) KAYU SENGON Muhammad Rosa Ma'ali; Achmad Basuki; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i1.37465

Abstract

Demand for wood as a construction material is generally met from felling the timber that has a good quality and the age old wood causingdeforestation for timber. This happen because the growth rate is not proportional to the speed of logging or timber utilization. One alternative toovercome this problem is the use of Sengon Laminated Veneer Lumber (LVL) Wood because this is a short timber harvest time is 5-10 years soit can be guaranteed availability. Easel frame is a truss structure that serves to hold the roof loads and loads itself while providing a form of theroof of a building. Increasingly severe order the easel frame, the greater dimension of the column that sustains below. Use of Sengon LVL lumberis expected to produce light easels because it has a specific gravity of 0.41 g/cm3 so this need for research on the matter. This research wasconducted with the specimen press test of 2 easels frame structure of LVL sengon. Testing is done at the expense of the press centric slowly at eachknot point that has been clamped to the specimen till no longer able to accept the additional burden. The results showed that the framework LVLsengon easels occurs stability failure only on one rod that is only in the area close to the stem placement. Easel frame structure can not be perfectglobal buckling and local buckling only while the stem and its connection to other parts failures still occur. Easel frame structure still proved safefor use as construction but for a double rod buckling capacity is still not able to reach to the maximum load. Failure buckling capacity LVLwooden horses sengon on testing occurs at the smallest value of the test rod bend double without klos has been done in previous studies. Deflectionthat occurs in testing linearly moving up but there is a considerable difference with the theoretical deflection of approximately 10 mm.
KAJIAN PENGARUH VARIASI KOMPOSISI METAKAOLIN TERHADAP PARAMETER BETON MEMADAT MANDIRI DAN KUAT TEKAN BETON MUTU TINGGI Emir Ahmad Dharmawan; Wibowo Wibowo; Antonius Mediyanto
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 3 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i3.36742

Abstract

Emir Ahmad Dharmawan, 2017. Kajian Pengaruh Variasi Komposisi Metakaolin Terhadap Parameter Beton Memadat Mandiri Dan Kuat Tekan Beton Mutu Tinggi. Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Beton mutu tinggi memadat mandiri adalah salah satu inovasi beton yang memiliki standar kualitas yang tinggi. Beton jenis ini memiliki kuat tekan yang tinggi dan dapat memadat tanpa bantuan alat. Metakaolin (MK) digunakan sebagai bahan pengganti semen untuk meningkatkan kualitas beton tersebut dan mengurangi kelemahannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimental dan parameter yang dikaji adalah waktu ikat, fillingability, passingability, segregation resistance, dan kuat tekan beton. Benda uji yang digunakan berbentuk silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm berjumlah 30 buah. Berdasarkan hasil penelitian, MK meningkatkan kuat tekan beton secara linier. Metakaolin memperlambat waktu ikat semen dan menurunkan kuat tekan awal beton umur 14 hari. Semakin banyak MK yang digunakan, workabilitas semakin menurun. Hanya penambahan metakaolin dengan kadar 5%, 7,5%, dan 10% yang memenuhi parameter fillingability dan passingability berdasarkan EFNARC 2002.
PENGARUH BETON DAUR ULANG DAN BAHAN TAMBAH FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON STRUKTURAL RAMAH LINGKUNGAN Ahmad Ghufron Ismail; Andhi Mustofa; Arum Dwicahyani; Muhammad Mahfuzh Ridlo; Kusno Adi Sambowo
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37595

Abstract

Berkembangnya pembangunan menyebabkan kebutuhan material konstruksi meningkat. Daur ulang material dapat menjadi salah satu alternatif karena mengurangi pemakaian material alam. Konstruksi dengan agregat daur ulang merupakan konstruksi yang ramah lingkungan. Metode penelitian berupa eksperimen. Agregat daur ulang yang digunakan sebagai subtitusi agregat kasar berupa agregat puing-puing tiang pancang dengan mutu K-350. Persentase pengganti agregat kasar yaitu 25%, 50%, 75% dan 100%. Benda uji kuat tekan adalah silinder beton. Benda uji kuat lentur beton adalah prisma. Kadar fly ash yang digunakan 10%. Penambahan kuat tekan yang optimum terjadi pada kadar limbah tiang pancang 50% dan penambahan optimum kuat lentur pada kadar tiang pancang 75%. Oleh sebab itu, material daur ulang berpotensi sebagai material yang dapat dipergunakan sebagai campuran dalam beton stuktural.
EVALUASI NILAI KONDISI PERKERASAN JALAN NASIONAL DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) MENGGUNAKAN APLIKASI ROAD EVALUATION AND MONITORING SYSTEM (REMS) (Studi Kasus : Ruas Jalan Surakarta - Sragen) Manuel Simeon Marpaung; Ary Setyawan; Suryoto Suryoto
Matriks Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2018): DESEMBER 2018
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v6i4.36542

Abstract

Kemajuan teknologi dewasa ini berkembang kian pesat hingga merambah ke bidang teknologi, begitu juga dalam hal mengevaluasi nilai kondisi perkerasan jalan raya. Teknologi tercipta untuk mempermudah segala sesuatu, terlebih survei kondisi perkerasan jalan raya menggunakan metode PCI. Pada tahun 2017, developer  Infrasoft merilis perangkat lunak berbasis web bernama Road Evaluation and Monitoring System (REMS) yang bertujuan monitoring, pelaporan survei, dan analisis kerusakan jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kondisi permukaan perkerasan jalan pada ruas jalan Surakarta – Sragen dengan menggunakan metode PCI dan menggunakan aplikasi REMS.Evaluasi kondisi permukaan perkerasan dengan metode Pavement Condition Index (PCI), dengan data yang diperoleh dari lapangan dan menuliskan hasilnya pada formulir yang tersedia, kemudian mengolah data. Sedangkan evaluasi PCI dengan menggunakan REMS, yang dibutuhkan hanyalah input data kerusakan, kemudian hasil analisis dapat langsung diperoleh pada website infrasoft.id .Hasil analisis kondisi permukaan jalan Surakarta - Sragen menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) diperoleh nilai sebesar 75,30 atau dalam kategori “Satisfactory” atau “Memuaskan”. Sedangkan hasil analisis PCI menggunakan aplikasi REMS diperoleh nilai sebesar 80.59 atau dalam kategori “Satisfactory” atau “Memuaskan”. Perbandingan nilai antara PCI manual dan PCI REMS didapat sebanyak terdapat 16 segmen dari 30 segmen memiliki perbedaan simpangan yang melebihi 1%. Hal ini disebabkan karena perbedaan tingkat keakuratan dalam pembacaan grafik (DV dan CDV). Selain itu, untuk pemilihan nilai CDV, dalam metode PCI manual digunakan nilai CDV terbesar, sedangkan pada aplikasi REMS, nilai PCI yang dihasilkan mendekati nilai CDV urutan pertama pada tiap segmen.
ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN PEMASANGAN BRONJONG (STUDI KASUS DI SUNGAI GAJAH PUTIH, SURAKARTA) Mey Malasari Murri; Niken Silmi Surjandari; Sholihin As'ad
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2014): Maret 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i1.37481

Abstract

The presence of water on a slope with a high plasticity clays soils condition and accompanied by the magnitude of the life load (vehicles) whose workcould result in instability or failure, so gabion is required for stability at the toe of the slopes. Gabion is often used because it can withstand themovement of both vertical and horizontal. The nature of gabion can filter the water so that the water can continue passing while the movement ofland can be held by gabion. In addition, gabion can withstand failure, prevent soil erosion. When gabion collapsed, it can be reused and canimprove the stability of slopes in an effective manner. This research aims to determine slope stability before and after the gabion installation, as wellas to find out the change influence in fluctuations of groundwater, the configuration gabion installation and the presence a combination of load (deadload + life load) towards safety factor (SF). Four types of gabion configuration were considered in calculation. Installation of gabion like terrace,that is step by step. Variation I condition was two parallel gabion arranged in upper and one gabion on it holding the slopes. Variation II wasthree parallel gabion arranged in upper. Variation III was two parallel gabion arranged in side and one gabion on it holding the slopes. VariationIV condition was one gabion arranged in under and two parallel gabion on it holding the slopes. The analysis was performed with the manualcalculation method using Bishop formula to determine the stability of the slopes. Based on the research results obtained that any fluctuation in theface of the ground water, the magnitude of life load on slopes and presence a gabion installation at the toe of slopes contributed slopes stability. Thehigher of groundwater on slope, the smaller the value of SF (safety factor). The greater of life load work on the slopes then the smaller value ofsafety factor. Slope with gabion have values safety factor larger than slope without gabion. Safety factor before landslide conditions was lower thanthe safety factor after gabion installation by Departemen Pekerjaan Umum (DPU) conditions was lower than the safety factor variation IIIconditions. Comparison of the SF variation III condition with the after gabion installation by the DPU due to dead load produces different SF of± 20%, while due to dead load + life load produce different SF of ± 11%. So, variation III condition relatively most safety and able to improvethe stability of slopes so that installation is apt to overcome the instability or failure that occurs.
PRIORITAS PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG-GEDUNG KANTOR DINAS DI KABUPATEN SUKOHARJO MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS) DENGAN BANTUAN SOFTWARE EXPERT CHOICE V.11 Widi Hartono; Sugiyarto Sugiyarto; Arif Fitria
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 2 (2017): Juni 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i2.36858

Abstract

Pemeliharan bangunan kantor dinas kabupaten Sukoharjo, bertujuan untuk menjaga kondisi bangunan dengan metode-metode yang tepat. Upaya pencegahan kerusakan fisik pada bangunan kantor dinas Kabupaten Sukoharjo, yaitu dilakukan pemeliharaan berkala pada bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui urutan prioritas pemeliharaan dan kondisi bangunan gedung-gedung kantor dinas yang terdapat di Kabupaten Sukoharjo. Data sekunder diperoleh dari peraturan Pemerintah Republik Indonesia yang masih berlaku, sebagai acuan pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. Data primer diperoleh dengan cara pengamatan langsung di lokasi gedung kantor dinas. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), untuk menentukan bobot komponen bangunan. Langkah yang digunakan yaitu membandingkan data masing-masing penilaian komponen, yang diolah dengan menggunakan software expert choice v.11, dan hasil pembobotan tiap-tiap responden dikombinasikan. Hasil urutan prioritas diperoleh skala Indeks Kondisi Bangunan (IKB) menunjukkan dalam kriteria kondisi baik sekali, baik, dan sedang. Urutan prioritas pemeliharaan gedung-gedung kantor Dinas di Kabupaten Sukoharjo adalah sebagai berikut : Kantor Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Kebudayaan (DPPOK), Dinas Perhubungan Infokom, Dinas Tenaga Kerja & Transmigrasi, Dinas Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), DPPKAD, Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian & Perdagangan, Dinas Kependudukan & Capil, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan.
SIFAT-SIFAT MARSHALL PADA LAPIS TIPIS CAMPURAN ASPAL PANAS DENGAN PENAMBAHAN CRUMB RUBBER Nugroho Febrianto; Ary Setyawan; Djoko Sarwono
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37374

Abstract

Penggunaan lapis tipis campuran aspal panas merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengantisipasi masalah ketebalan pada overlay biasa. Crumb rubber merupakan bahan yang mempunyai sifat lentur. Dari penambahan crumb rubber dalam bahan overlay (lapis ulang) perkerasan jalan pada lapis tipis campuran aspal panas diharapkan dapat meningkatkan mutu perkerasan jalan yang ditinjau dari nilai karakteristik Marshall. Selain itu diharapkan juga dapat mengurangi penggunaan aspal dalam campuran perkerasan jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kadar aspal optimum dan crumb rubber optimum pada campuran lapis tipis aspal panas dengan bahan tambah crumb rubber. Selain itu juga untuk mengetahui pengaruh penambahan tersebut ditinjau dari nilai karakteristik Marshall. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis regresi linier. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Jalan Raya Universitas Sebelas Maret Surakarta. Dari hasil analisis didapatkan kesimpulan yaitu penambahan crumb rubber pada aspal minyak dalam lapis tipis campuran aspal panas menunjukkan nilai stabilitas marshall yang semakin baik, nilai flow yang semakin tinggi, marshall quotient semakin rendah, angka pori yang semakin rendah, nilai densitas yang semakin rendah. Selain itu dari hasil analisa grafik hubungan beberapa parameter diperoleh kadar aspal optimum yaitu untuk masing-masing kadar crumb rubber 0%, 0,1%, 0,3% dan 0,5% yaitu 5,82%, 4,61%, 4,42% dan 4,49%. Hal ini menunjukkan bahwa seiring dengan penambahan kadar crumb rubber menyebabkan penggunaan aspal minyak semakin berkurang.
PERILAKU PENAMBAHAN KOLOM BATU (STONE COLUMN) SEBAGAI PERKUATAN PADA TANAH DASAR (SUB GRADE) LUNAK. Fajar Tri Wibowo; Bambang Setiawan; Raden Harya Dananjaya
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 1 (2017): Maret 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i1.36973

Abstract

Kerusakan jalan mengakibatkan perlunya perkuatan tanah untuk mengatasi permasalahan pada tanah lunak, perkuatan stone column salah satu alternatif yang bisa digunakan. Perkuatan ini berupa rangkaian beberapa pondasi kolom batu yang dipasang memanjang pada tanah dasar (sub grade) perkerasan jalan raya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perilaku stone column terhadap lendutan pada tanah dasar (sub grade) lunak, dan membandingkan lendutan antara pengamatan dengan pendekatan menggunakan rumus Hetenyi (1974). Koefisien sub grade tanah di gunakan untuk mengetahui besarnya modulus reaksi tanah dasar, yang selanjutnya di gunakan untuk menganalisis hasil lendutan dengan metode pendekatan menggunakan rumus Hetenyi (1974). Penentuan koefisien sub grade di dapat dari lendutan rerata hasil uji secara pengamatan. Penelitian ini merupakan penelitian skala kecil uji model laboratorium. Tanah lunak di perkuat dengan kolom batu (stone column) dengan ukuran batu lolos saringan 3/8 tertahan saringan 4. Jaring kawat digunakan untuk membungkus batu-batu tersebut agar dapat di bentuk menjadi semacam tiang yang kemudian di masukkan ke dalam tanah yang telah di lubangi dengan jarak antar kolom adalah 125 mm. Penambahan sub base kerikil setinggi 30 mm dan base course pasir setinggi 30 mm juga termasuk variasi dalam penelitian kali ini. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkuatan dengan stone column mampu mereduksi lendutan yang terjadi pada pelat jika di bandingkan tanpa perkuatan sebesar 25,18% untuk titik sentris, dan 33,65% untuk titik eksentris. Perbandingan lendutan antara pengamatan dengan metode pendekatan rumus Hetenyi (1974) secara umum memberikan lendutan yang hampir sama, akan tetapi selisih nilai pembebanan masih cukup besar
HUBUNGAN DURASI PARKIR DENGAN DURASI PENGANTARAN DAN JARAK ASAL TUJUAN MUATAN ANGKUTAN BARANG MENGGUNAKAN ANALISIS REGRESI (Studi Kasus: Jalan Ki Mangun Sarkoro - Jalan Sumpah Pemuda - Jalan Ring Road Surakarta) Dewi Handayani; Hanifa Indira Ryandhini; Amirotul M.H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37253

Abstract

Karakteristik muatan seperti jenis muatan mudah busuk dan jenis muatan tidak mudah busuk berpotensi mempengaruhi durasi parkir yang dilakukan oleh operator angkutan barang, dalam hal ini adalah supir angkutan barang. Kebutuhan durasi parkir angkutan barang merupakan salah satu pertimbangan dalam perencanaan suatu lahan parkir. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan durasi parkir dengan durasi pengantaran dan jarak asal tujuan muatan yang dikategorikan berdasarkan jenis muatan. Durasi pengantaran merupakan waktu yang dibutuhkan untuk mengantarkan muatan, sementara jarak asal muatan merupakan jarak yang harus tempuh dalam pengantaran muatan. Penelitian ini dilakukan di sepanjang Jalan Ki Mangun Sarkoro, Jalan Sumpah Pemuda, dan Jalan Ring Road Surakarta. Data diperoleh melalui wawancara dan pengisian kuesioner terhadap operator angkutan barang. Durasi parkir berperan sebagai variabel terikat (Y), sedangkan durasi pengantaran muatan dan jarak asal tujuan muatan berperan sebagai variabel bebas (X1 dan X2). Analisis dilakukan berdasarkan prinsip analisis regresi dengan menghubungkan masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat sesuai dengan jenis muatan, yaitu jenis muatan mudah busuk dan tidak mudah busuk. Hasil analisis menunjukkan bahwa durasi pengantaran dan jarak asal tujuan muatan memiliki pengaruh yang kurang signifikan terhadap durasi parkir angkutan barang. Hal tersebut didukung oleh model terbaik yang dihasilkan, yaitu untuk jenis muatan tidak mudah busuk adalah Y = 60,8491.e0,0003.X2 dengan nilai koefisien determinasi (R2) = 0,0091. Untuk jenis muatan mudah busuk adalah Y = 80,6553.e0,0003.X2 dengan nilai koefisien determinasi (R2)= 0,0041. Dari kondisi tersebut diketahui bahwa durasi parkir angkutan barang lebih dipengaruhi oleh persepsi operator sehingga dalam perencanaan suatu lahaan parkir terkait pengaturan durasi parkir dapat lebih dipertimbangkan untuk menekankan pada penggunaan regulasi yang tegas terhadap operator angkutan barang.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRATDAN ABU SEKAM PADI DENGAN BAHAN TAMBAH BESTMITTEL PADA BETON MUTU TINGGITERHADAP PERMEABILITAS DAN PENETRASI. Slamet Prayitno; Purwanto Purwanto; Soekma Akhriani
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 3 (2016): September 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i3.37102

Abstract

Struktur beton bertulang merupakan salah satu struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, tower, jalan beton dan bangunan air. Beton harus mampu menghadapi segala kondisi dimana beton direncaranakan,tanpa mengalami kerusakan selama jangka waktu layannya.Beton tersebut dinamakan beton yang memiliki ketahanan yang tinggi (durable).Dengan demikian perlu adanya peningkatan mutu beton dengan langkah menambahkan serat bendrat pada beton segar yang bertujuan meningkatkan kekuatan beton. Selain itu dengan menambahkan abu sekam padi untuk menjaga kepadatan beton dan bestmittel untuk mempercepat pengerasan beton.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bendrat, abu sekam padi dan bestmittel terhadap permeabilitas dan penetrasi.Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm untuk pengujian permeabilitas dan penetrasi. Persentase serat yang digunakan adalah 0%; 0,5%;1%; 1,5%; dan 2%. Pengujian dilakukan pada hari ke 14 .Perhitungan yang digunakan adalah analisis statistik dengan regresi linear pada batas elastis beton menggunakan program Microsoft Excel. Hasil penelitian menghasilkan nilai permeabilitas dan penetrasi beton mutu tinggi setelah ditambah serat bendrat,abu sekam padi dan bestmittel.Nilai koefisien permeabilitas beton dengan kadar penambahan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah 1,01x10-9 m/detik; 5,44x10-10 m/detik; 3,65x10-10 m/detik; 7,00x10-10 m/detik ; dan 9,27x10-10 m/detik dan terjadi perubahan sebesar 50,48% pada koefisien permeabilitas optimal.Nilai penurunan penetrasi dengan persentase penambahan serat bendrat sebesar 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2% adalah 1,325 cm; 1,283 cm; 1,125 cm;1,333 cm;1,305 cm dan terjadi perubahan sebesar 7,99% pada penetrasi optimal.