cover
Contact Name
Halwan Alfisa Saifullah
Contact Email
halwan@ft.uns.ac.id
Phone
+6282133085744
Journal Mail Official
halwan@ft.uns.ac.id
Editorial Address
Matriks Teknik Sipil Gedung IV lt. 1 Jurusan Teknik Sipil Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta Jawa Tengah - Indonesia 57126
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Matriks Teknik Sipil
ISSN : 23548630     EISSN : 27234223     DOI : -
Matrik Teknik Sipil adalah open access journal yang mempublikasikan penelitian di bidang struktur, hidrologi, transportasi, geoteknik dan management proyek. Matriks Teknik Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sebelas Maret. Jurnal ini menyediakan open access yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles 953 Documents
KAJIAN KUAT TEKAN, KUAT TARIK, KUAT LENTUR, DAN REDAMAN BUNYI PADA PANEL DINDING BETON DENGAN AGREGAT LIMBAH PLASTIK PET DAN LIMBAH KERTAS Aditya Nugraha Nugraha; Achmad Basuki; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37353

Abstract

Perkembangan industri yang sangat pesat saat ini menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan diantaranya semakin banyak limbah yang dihasilkan oleh industri-industri tersebut. Limbah plastik dan limbah kertas dapat digunakan sebagai pengganti material agregat kasar untuk menghasilkan beton dengan berat ringan. Pemakaian limbah ini juga akan mendukung upaya untuk penyelamatan lingkungan. Limbah plastik yang akan digunakan adalah plastik PET (Polyethylene Terephthalate). Limbah kertas yang digunakan didapat dari limbah koran bekas. Agregat kasar dihasilkan dari pembakaran botol PET dicampur dengan limbah kertas yang kemudian didinginkan, sebagai hasilnya diperoleh agregat dengan bentuk tidak beraturan dan bersudut dengan tekstur permukaan yang tidak rata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur, dan redaman bunyi untuk pengaplikasian panel dinding beton.Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Benda uji yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 4 bentuk dengan ukuran yang berbeda setiap pengujian sebanyak 3 sampel, yaitu silinder diameter 7,5 cm tinggi 15 cm untuk pengujian kuat tekan, silinder diameter 10 cm tebal 3 cm untuk pengujian redaman bunyi, balok I untuk pengujian kuat tarik, dan panel 50 x 30 x 3 cm untuk pengujian kuat lentur. Pengujian kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur, dan redaman bunyi dilakukan setelah benda uji berumur 28 hari. Perawatan benda uji dilakukan dengan cara merendam benda uji dalam bak air. Pengujian kuat lentur dengan metode pembebanan dua titik dan pengujian redaman bunyi dengan prosedur sesuai ASTM E-1050-98. Hasil pengujian menunjukkan kuat tekan beton sebesar 5,66 MPa, kuat tarik sebesar 1,32 MPa, kuat lentur sebesar 1,76 MPa, dan redaman bunyi berada pada kelas E. Kuat lentur panel pada penelitian ini belum memenuhi standar kuat lentur yang disyaratkan sebesar 10 MPa. Redaman bunyi kelas E menunjukkan kemampuan beton dengan agregat kasar dari limbah plastik PET dan limbah kertas sangat rendah, dengan koefisien serapan berkisar antara 0,1 hingga 0,3 pada rentang frekuensi 250-2000 Hz. Dari data tersebut menunjukkan bahwa beton dengan agregat limbah plastik PET dan limbah kertas belum memenuhi syarat sebagai panel dinding, berdasarkan syarat kuat lentur.
PENGARUH PENAMBAHAN SERAT BENDRAT DAN FLY ASH DENGAN BAHAN TAMBAH BESTMITTEL PADA BETON MUTU TINGGI METODE AMERICAN CONCRETE INSTITUTE (ACI) TERHADAP KUAT TEKAN, MODULUS OF RUPTURE, DAN KETAHANAN KEJUT (IMPACT) Slamet Prayitno; Purwanto Purwanto; Meta Diana
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37232

Abstract

Struktur beton bertulang merupakan struktur yang sangat diandalkan kekuatannya saat ini dan banyak dimanfaatkan pada pembangunan gedung-gedung tinggi, dan sebagainya. Struktur tersebut membutuhkan beton mutu tinggi dengan kuat tekan lebih besar dari 6000 Psi atau 41,4 MPa yang digunakan untuk menopang komponen struktur. Perlu adanya peningkatan mutu beton dengan cara menambahkan serat pada beton segar, maka dipilihlah bahan tambah serat bendrat yang harganya ekonomis dan paling murah diantara jenis kawat lainnya untuk dimanfaatkan sebagai bahan tambah yang bertujuan meningkatkan kuat tekan beton, Selain itu dengan menambahkan fly ash untuk menjaga kepadatan beton dan bestmittel untuk mempercepat pengerasan beton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan serat bendrat terhadap sifat-sifat mekanik beton berupa kuat tekan, modulus of rupture dan ketahanan kejut (impact). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yang dilaksanakan di laboratorium Bahan UNS. Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm untuk pengujian kuat tekan, Benda uji berbentuk kubus dengan dimensi 10 x 10x 50 cm untuk pengujian modulus of rupture dan Benda uji berbentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 5 cm untuk pengujian ketahanan kejut (impact). Benda uji masing-masing berjumlah 4 buah untuk 1 variasi kadar penambahan serat. Persentase serat yang digunakan adalah 0%; 0,5%; 1%; 1,5%; dan 2%. Pengujian menggunakan alat Compression Testing Machine untuk pengujian kuat tekan, Loading Frame untuk modulus of rupture dan Impact Drop Weight untuk pengujian ketahanan kejut (impact). Perhitungan yang digunakan adalah analisis statistik dengan regresi linear pada batas elastis beton menggunakan program Microsoft Excel. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penambahan kadar serat bendrat dari 0,9% - 1,1% memberikan nilai maksimal dari kuat tekan, modulus of rupture, dan impact. Masing - masing sebesar: 86,36 MPa; 3,3004 MPa; 3429,9605 J (pada saat retak pertama); 3633,5572 J (pada saat runtuh total).Sedangkan penambahan kadar serat bendrat diatas 1,1% tidak menunjukan kenaikan nilai yang signifikan bahkan cenderung menurun.
KAJIAN KUAT TEKAN, KUAT TARIK, KUAT LENTUR DAN REDAMAN BUNYI PADA PANEL DINDING BETON RINGAN DENGAN AGREGAT LIMBAH PLASTIK PET Pitra Ardhiantika; Achmad Basuki; Sunarmasto Sunarmasto
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37369

Abstract

Perkembangan dalam dunia konstruksi selalu mengalami peningkatan, baik dari segi mutu, efisiensi dan produktivitas. Beton ringan kini semakin dikembangkan karena akan mereduksi beban sendiri yang cukup besar. Untuk itu dalam penelitian ini agregat kasar kerikil akan digantikan dengan agregat buatan yang terbuat dari limbah botol plastik minuman jenis PET. Dipilih plastik jenis PET karena plastik jenis ini sangat banyak ditemukan sebagai sampah. Satu lagi yang dapat dilihat langsung dari limbah ini adalah berat yang ringan dan tidak mudah berubah bentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan, kuat tarik, kuat lentur, dan redaman bunyi dari beton dengan agregat kasar limbah plastik PET dalam aplikasinya sebagai beton nonstruktural yaitu panel dinding, sehingga dapat diketahui apakah beton modifikasi ini layak untuk digunakan atau tidak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di laboratorium. Dengan presentasi penggantian agregat kasar adalah 100%, sehingga agregat kasar alami seluruhnya akan digantikan oleh agregat buatan dari plastik PET. Pengujian akan dilaksanakan pada beton berumur 28 hari. Penggantian kerikil dengan agregat limbah plastik PET ini menghasilkan nilai kuat tekan sebesar 6,187 MPa, sedangkan untuk pengujian kuat tarik dan kuat lentur berturut turut menghasilkan kuat tarik maksimum sebesar 1,133 MPa dan kuat lentur maksimal sebesar 1,759 MPa. Untuk redaman bunyi, koefisen serapan bunyi beton agregat PET ini berada didalam kelas E, dimana koefisien serapan bunyi berkisar antara 0,1 - 0,3 dengan rentang frekuensi 250 - 2000 Hz. Berdasar penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa dari pengujian kuat lentur beton kurang memenuhi syarat, karena syarat lentur minimal adalah 10 MPa, sedangkan berdasar pengujian redaman suara beton ini dapat diklasifkasikan sebagai peredam suara dengan kelas sangat rendah, karena nilai minimum koefisien serap bunyi adalah 0,15.
KARAKTERISTIK HASIL DESTILASI TAR TEMPURUNG KELAPA DENGAN MODIFIKASI PENAMBAHAN CRUMB RUBBER DITINJAU DARI SPESIFIKASI ASPAL KERAS Ali Wahid Hasibuan; Djoko Sarwono; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i4.37248

Abstract

Hasil destilasi Tar tempurung kelapa merupakan zat cair yang didapat dari pembuatan arang tempurung kelapa, dengan asap yang timbul kemudian di tampung yang disebut Tar. Hasil destilasi Tar tempurung kelapa mengandung karbonil yang tinggi sehingga warna Tar coklat kehitaman. Hasil destilasi Tar juga merupakan bahan yang termoplastis. Bahan tambah Tar tempurung kelapa pada penelitian ini menggunakan Crumb Rubber. Sifat lentur Crumb Rubber diharapkan dapat menurunkan nilai penetrasi Tar tempurung kelapa yang tinggi dan meningkatkan nilai daktilitas. Crumb Rubber yang digunakan dalam penelitian ini adalah Crumb Rubber yan lolos saringan no. 100. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Persentase Crumb Rubber dalam pengujian ini adalah 0%, 3%, 5%, 7% dari berat Tar tempurung kelapa. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian penetrasi, daktilitas, titik lembek, titik nyala dan bakar, berat jenis, dan kelekatan bitumen terhadap agregat. Pengolahan data menggunakan software Microsoft Excel untuk melakukan perhitungan dan analilis regresi sederhana yang dibutuhkan. Hasil pengujian yang dilakukan terhadap bahan Tar tempurung kelapa dengan penambahan Crumb Rubber, mengalami penurunan nilai hasil pengujian kecuali pada uji penetrasi yang mengalami peningkatan nilai penetrasi. Bahan pengikat Tar tempurung kelapa dengan penambahan Crumb Rubber masih belum mampu memenuhi beberapa persyaratan SNI seperti uji daktilitas SNI 06-2432-1991 yang mensyaratkan nilai minimal 100cm, sehingga bahan ini belum siap untuk digunakan dalam campuran perkerasan jalan dan masih perlu pengembangan selanjutnya.
KEKUATAN DAN KETAHANAN LAPIS TIPIS CAMPURAN ASPAL PANAS DENGAN PENAMBAHAN KARET REMAH Mahardhika Yusuf; Ary Setyawan; Djoko Sarwono
Matriks Teknik Sipil Vol 2, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v2i4.37385

Abstract

Pemeliharaan lapis permukaan jalan pada saat ini umumnya dikerjakan dengan ketebalan yang cukup tinggi, hal ini menimbulkan berbagai persoalan baru. Untuk itu dibutuhkan adanya inovasi yang salah satunya dengan lapis tipis campuran aspal panas. Dari sisi penggunaan material digunakan bahan tambah karet remah untuk meningkatkan performa lapis tipis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karet remah terhadap karakteristik kuat tarik tidak langsung, kuat tekan bebas, dan permeabilitas pada lapis tipis campuran aspal panas. Data primer yang digunakan meliputi: pemeriksaan berat dan tebal benda uji, pemeriksaan kuat tarik tidak langsung, pemeriksaan kuat tekan bebas dan data permeabilitas serta data spesifikasi karet remah yang digunakan. Data sekunder meliputi: data kadar aspal optimum, data pemeriksaan agregat, data uji marshall, dan pemeriksaan aspal. Analisis yang digunakan adalah analisis regresi dan korelasi. Pengaruh penambahan karet remah yang didapat adalah kuat tarik tidak langsung mengalami peningkatan kekuatan lapis tipis campuran aspal panas pada penambahan kadar karet remah 0,1% di setiap suhu. Pada kadar karet remah 0,3% dan 0,5% nilai ITS yang menunjukkan kekuatan benda uji meningkat pada suhu 30°C selanjutnya menurun pada suhu 40°C dan 60°C. Pada pengujian kuat tekan bebas didapatkan peningkatan kekuatan pada kadar karet remah 0,1% selanjutnya menurun pada kadar 0,3% dan 0,5% dibanding benda uji normal. Pengujian permeabilitas penambahan karet remah mengalami penurunan nilai permeabilitas pada kadar 0,1% dan 0,3% kemudian nilai permeabilitas meningkat pada kadar karet remah 0,5% dibanding benda uji normal. Hasil analisis diolah sehingga kesimpulan yang didapatkan antara lain: kekuatan tarik lapis tipis campuran aspal panas dengan penambahan karet remah mengalami peningkatan di semua variasi suhu dengan kadar CR 0.1%; kekuatan tekan mengalami peningkatan pada kadar CR 0.1%; ketahanan terhadap zat alir mengalami peningkatan pada kadar CR 0.1% dan 0.3%.
Karakteristik Tar Hasil Destilasi Tempurung KelapaDengan Modifikasi PenambahanAsbuton EmulsiDitinjauDari Spesifikasi Aspal Produk Pertamina Djoko Sarwono; Slamet Jauhari Legowo; Aan Raspati
Matriks Teknik Sipil Vol 3, No 3 (2015): September 2015
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v3i3.37264

Abstract

Aspal olahan sudah banyak digunakan sebagai bahan pengikat perkerasan jalan, diantaranya adalah tar batubara Bahan pengikat (Binder) merupakan bahan yang dapat mengikat dua atau lebih bahan yang berbeda jenis. Bahan pengikat yang sering digunakan yaitu aspal (Bitumen). Bahan pengikat lain salah satunya taryang berasal dari kayu, misalnya tar hasil destilasi tempurung kelapa. Tardestilasi tempurung kelapa memiliki sifat fisik yang hampir sama dengan aspal dan mempunyai peluang yang cukup besar. Namun tar hasil destilasi tempurung kelapa memiliki karakteristik yang kurang baik apabila digunakan bahan pengikat, diantaranya memiliki penetrasi tinggi serta mudah terpengaruh perubahan suhu sekitarnya. Maka perlu ditambahkan bahan aditif untuk memperbaiki karakteristik tar hasil destilasi tempurung kelapa tersebut. Bahan aditif yang digunakan adalah asbuton emulsi. Karakteristik asbuton diantaranya titik lembek tinggi dan daktilitas yang memenuhi persyaratan aspal. Penambahan asbututon emulsi diharapkan mampu meningkatkan karakteristik pada tar tempurung kelapa. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik tar tempurung kelapa yang dimodifikasi dengan asbuton emulsi, mengetahui kadar penambahan asbuton emulsi dan apakah tar tempurung kelapa ini bisa sesuai dengan persyaratan pada aspal minyak dari pertamina. Percobaan yang dilakukan adalah Penetrasi, Daktilitas, Titik Lembek, Titik Nyala dan Titik Bakar, Berat jenis bahan, dan Kelekatan bahan terhadap agregat. Metode yang akan digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental (trial), dengan melakukan penambahan kadar prosentase pada asbuton emulsi sebesar 3%, 5%, 9%, 12%, 15%, 17%,19%, 23%. Analisa data yang akan digunakan yaitu menggunakan analisa regresi dan kolerasi dengan bantuan sofewareMicrosoft Excel. Hasil analisa data menunjukan tar tempurung kelapa yang dimodifikasi dengan asbuton emulsi hanya tiga karakteristik saja yang sesuai dengan persyaratan aspal minyak pertamina berdasarkan nilai penetrasinya. Kadar asbuton emulsi yang didapatkan yaitu 16%. Dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa benda uji belum dapat digunakan sebagai bahan pengikat (binder).
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN ALAT KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP KINERJA PEKERJA KONSTRUKSI (STUDI KASUS PEMBANGUNAN WADUK LOGUNG KABUPATEN KUDUS, JAWA TENGAH) Widi Hartono; Fajar Ridwansyah; Sugiyarto Sugiyarto
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i1.37135

Abstract

Menurut Ervianto 2005 dalam Satriawan 2009, Faktor - faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sangat berpengaruh terhadap kinerja dari sebuah proyek, sehingga harus diperhatikan dengan sungguh - sungguh. Pengabaian faktor tersebut terbukti mengakibatkan tingginya tingkat kecelakaan kerja pada proyek konstruksi. Sehingga akan menambah biaya asuransi tenaga kerja dan mempengaruhi kinerja proyek. Oleh karena itu, saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi diwajibkan untuk menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap kinerja pekerja konstruksi pada proyek pembangunan Waduk Logung Kabupaten Kudus. Tahapan penelitian ini adalah studi berbagai literatur yang ada untuk menentukan variabel yang akan digunakan. Tahap selanjutnya mendesain kuisioner penelitian kemudian melakukan pengambilan data dengan cara wawancara langsung dan dengan metode Simple Random Sampling. Data yang diperoleh dari kuisioner dijelaskan melalui analisis deskriptif dan untuk mengetahui pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap kinerja pekerja konstruksi digunakan analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas Pemakaian Masker (X6), Pemakaian Sabuk Keselamatan (X8) dan Pemakaian Sepatu Karet (X9) terhadap masalah K3 secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap variabel kinerja pekerja konstruksi pada proyek pembangunan Waduk Logung Kabupaten Kudus, dimana pengaruh variabel X6 sebesar 0,265 atau 26,5 %, X8 sebesar 0,233 atau 23,3 % dan variabel X9 sebesar 0,283 atau 28,3 %. Pada penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel Pemakaian Sepatu Karet (X9) berpengaruh dominan dibandingkan variabel Pemakaian Masker (X6) dan Pemakaian Sabuk Keselamatan (X8).
KAJIAN SISTEM CONTRAFLOW BUS LANES DI JALAN BRIGJEND SLAMET RIYADI SURAKARTA Dedy Ismail Hartono; Budi Yulianto; Amirotul M.H Mahmudah
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37023

Abstract

Permasalahan transportasi sekarang ini tidak dapat diselesaikan dengan cara konvensional yaitu dengan melakukan pelebaran jalan karena terbatasnya lahan, untuk mengatasi permasalahan tersebut digunakan metode transportasi berkelanjutan. Bus Rapid Transit (BRT) adalah salah satu bentuk dari penerapan transportasi berkelanjutan. Batik Solo Trans (BST) adalah BRT yang terdapat di Kota Surakarta. BST koridor 1 memiliki rute satu arah sehingga kurang efektif dalam melayani penumpang. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui tingkat pelayanan jalan dan simpang pada kondisi eksisting dan beberapa rencana, kemudian dari beberapa rencana tersebut dipilih rencana yang paling optimal. Pada kajian ini dilakukan survei pada jam puncak pagi yaitu jam 6.30 - 7.30 dan jam puncak siang yaitu jam 12.30 - 13.30. Data yang diambil dari survei tersebut antara lain : data volume lalu lintas, data hambatan samping, waktu sinyal. Ruas jalan yang di survei meliputi Jalan Brigjend Slamet Riyadi dari Simpang 4 Gendengan hingga Bundaran Gladak dengan ruas jalan sekitarnya serta Simpang bersinyal yang ada dalam wilayah tersebut. Sistem contra flow dianggap dapat mengatasi permasalahan satu arah tersebut. Pada kajian ini dibahas mengenai rencana contra flow untuk BST koridor satu melalui Jalan Brigjend Slamet Riyadi dengan menggunakan beberapa alternatif rencana. Setelah itu dilakukan analisis untuk kondisi eksisting dan beberapa kondisi rencana. Setelah dianalisis dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Hasil analisis rencana yang memiliki total skor tertinggi adalah BST melaju contra flow pada jalur kereta api dengan parkir on street dihilangkan dan BST melaju contra flow pada jalur sebelah utara kereta api dengan parkir on street dihilangkan. Karena rencana contra flow dijalur kereta api bertentangan dengan undang-undang maka rencana yang paling optimal adalah menggunakan rencana contra flow pada lajur sebelah jalan kereta api dan parkir on street yang dihilangkan.
ANALISIS PENGARUH KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3) TERHADAP KINERJA PEKERJA KONSTRUKSI PADA PROYEK PEMBANGUNAN FLY OVER PALUR Ariza Eka Novianto; Sugiyarto Sugiyarto; Fajar Sri Handayani
Matriks Teknik Sipil Vol 4, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v4i4.37039

Abstract

Faktor - faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sangat berpengaruh terhadap kinerja dari sebuah proyek, sehingga harus diperhatikan dengan sungguh - sungguh. Pengabaian faktor tersebut terbukti mengakibatkan tingginya tingkat kecelakaan kerja pada proyek konstruksi. Sehingga akan menambah biaya asuransi tenaga kerja dan mempengaruhi kinerja proyek. Oleh karena itu, saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi diwajibkan untuk menerapkan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap kinerja pekerja konstruksi pada proyek pembangunan Fly Over Palur. Tahapan penelitian ini adalah studi berbagai literatur yang ada untuk menentukan variabel yang akan digunakan. Tahap selanjutnya mendesain kuisioner penelitian kemudian melakukan pengambilan data dengan cara wawancara langsung dan dengan metode Simple Random Sampling. Data yang diperoleh dari kuisioner dijelaskan melalui analisis deskriptif dan untuk mengetahui pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap kinerja pekerja konstruksi digunakan analisis regresi linear berganda meluputi uji validitas & realibilitas, uji asumsi klasik (multikolinieritas, normalitas autokorelasi, heterokedasitas) uji regresi ( uji f & t ) Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel bebas Kesehatan Kerja Keselamatan Kerja (X1) dan Kesehatan Kerja (X2) terhadap masalah K3 secara simultan dan parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap variabel kinerja pekerja konstruksi pada proyek pembangunan Fly Over Palur, dimana pengaruh variabel X1 sebesar 1,309 (54,38%) dan X2 sebesar 1,098 (45,62%). Pada penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel Keselamatan Kerja (X1) berpengaruh dominan dibandingkan variabel Kesehatan Kerja (X2).
ANALISIS KUAT LEKAT TULANGAN BAMBU ORI BERTAKIKAN TIPE "U"JARAK TAKIKAN 10 CM TERHADAP TULANGAN BAJA Yudha Krakata; Agus Setiya Budi; Slamet Prayitno
Matriks Teknik Sipil Vol 5, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v5i4.36926

Abstract

Penelitian kuat lekat tulangan bambu Ori bertakikan tipe "U" dengan jarak takikan 10 cm terhadap tulangan baja bertujuan untuk mendapatkan nilai kuat lekat tulangan bambu sebagai bahan alternatif pengganti tulangan baja pada beton normal. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimental laboratorium. Benda uji berupa silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Di bagian tengah benda uji ditanam tulangan dengan panjang penanaman 25 cm. Tulangan berupa baja dan bambu Ori. Tulangan bambu yang digunakan ada 4 variasi, yaitu bambu Ori bertakikan sejajar tipe"U" 1 cm dan 2 cm dengan jarak takikan 10 cm dan bambu Ori bertakikan tidak sejajar tipe"U" 1 cm dan 2 cm dengan jarak takikan 10 cm . Kemudian dibandingkan hasilnya dengan tulangan baja polos diameter 8 mm. Dari hasil pengujian, diperoleh nilai kuat lekat rata-rata tulangan baja polos adalah 0,548 MPa. Kuat lekat rerata tulangan bambu Ori bertakikan 1 cm dan 2 cm sejajar dengan jarak 10 cm berturut-turut adalah 0,055 MPa dan 0,083 MPa. Kuat lekat rerata tulangan bambu Ori bertakikan 1 cm dan 2 cm tidak sejajar dengan jarak 10 cm berturut-turut adalah 0,166 MPa dan 0,050 MPa.Perbandingan nilai kuat lekat rata-rata terbesar tulangan bambu Ori bertakikan sebesar 0,303 kali lebih kecil terhadap tulangan baja polos diameter 8 mm.